hanna
dul
set
At the devious vilage
Dukun Boa baru saja selesai bersemedi. Kedua kakinya bersila dengan tangan merapat didepan dada. Perlahan matanya terbuka lalu menarik nafas panjang.
"apa yang sudah aku katakan ternyata terjadi! Istana akan segera mengalami kehancuran jika arwah itu masih bertahan disana" dukun Boa meneteskan air matanya berkata pada asistennya yang juga dihukum dipengasingan
"semua itu adalah hukuman bagi keluarga raja yang tidak mau mendengar apa yang guru katakan" balas asisten yang begitu setia melayani dukun Boa
"arwah itu begitu kuat sehingga mampu mengisi tubuh seorang bocah Cina yang sudah mati dan hidup seperti manusia normal lainnya hingga dewasa! Arwah itu memang sungguh membawa ambisi yang sangat besar dihari kematiannya" dukun Boa terus memejamkan matanya
"bocah Cina? Nugu?" tanya asisten begitu penasaran
"seorang bocah penyakitan yang sengaja dibawa dari Cina. Sepertinya seseorang sudah melakukan ritual membangkitkan arwah. Tubuh Bocah itu dipakai sebagai alat agar arwah itu bisa masuk dan tumbuh kembali hidup menjalankan ambisinya." Jawab dukun Boa bergidig
"lalu apa yang akan terjadi dalam waktu dekat ini guru?" tanya sang asistem dengan wajah ketakutan
"istana akan kehilangan raja Siwon yang agung itu! permaisuri, begitu juga dengan pangerann" jawab dukun Boa membuka matanya.
"sebenarnya arwah siapa yang menguasai istana itu guru?" asisten bertanya dengan mimik wajah yang sangat penasaran
"arwah selir raja yang mati bunuh diri karena membawa rasa sakit dan penasaran juga ambisi yang sangat tinggi" jawab dukun Boa lalu membaca mantera
.
.
.
Permaisuri Kibum keluar istananya tergopoh – gopoh memakai hanbok biasa tanpa ijin dari raja Siwon yang masih terbaring sakit. Diikuti pengikutinya yang setia, permaisuri masuk kedalam keretanya lalu diangkat para pengawal istana menuju dimana putera mahkota disembunyikan. Rumah seorang bangsawan yang masih kerabat raja adalah tempat dimana putera mahkota berada.
Cahaya temaram dari obor yang membantu sedikit penerangan rumah bangsawan itu. permaisuri turun dari keretanya bergegas masuk kedalam satu - satunya kamar yang masih menyala.
"puteraku! Putera mahkotaku" permaisuri terharu saat melihat putera kesayangannya duduk bertekuk lutut sambil menenggelamkan wajahnya diatas lututnya
"yang mulia!" putera mahkota mengangkat wajahnya yang terlihat tirus juga begitu pucat segera berdiri memeluk permaisuri
"bagaimana kau bisa seperti ini puteraku? Apakah seorang yeoja sama sekali tidak mampu memberimu gairah? Kenapa kau harus tidak normal seperti itu puteraku" tanya permaisuri melihat tubuh putera mahkota dari atas hingga kebawah dengan derai air mata membasahi pipinya
"hamba hanya mengagumi kecantikan yang mulia permaisuri! Bagi hamba tidak ada yeoja yang bisa membuat hamba kagum selain yang mulia permaisuri! Dalam kebimbangan itu tiba – tiba datanglah Xie Che dengan semua pesonanya yang mulia! Hamba tidak mampu menjelaskannya kenapa hamba bisa begitu tertarik akan sosok namja itu! hamba seperti terhipnotis oleh pesonanya" air bening mulai menggenangi mata putera mahkota, wajahnya begitu terluka
"lalu apa yang kau lakukan pada Sungmin? Kenapa kau memperkosanya?" wajah permaisuri memerah lalu kedua matanya berkaca – kaca
"seseorang berbisik menuntunku masuk kedalam istana Sungmin hyung! langkahku terasa begitu ringan saat melewati semua pelayan juga dayang yang bertugas melayani Sungmin Hyung. langkah itu membawa hamba masuk keruang pribadinya, yang mulia! Dan tatoo itu seperti sebuah medan magnet yang mampu menarik hamba untuk mendekatinya. Lalu terjadilah" putera mahkota menunduk dan menenggelamkan wajahnya dikedua telapak tangannya
"seorang dukun pernah meramalkan kalau ada sosok arwah yang akan mengganggumu puteraku! Dukun itu berkata arwah itu akan membawa kehancuran pada istana melalui sikap dan tindakanmu! Dukun itu juga berkata jika kami tidak mengasingkan dirimu dari istana untuk menjauhkanmu dari arwah itu makan istana akan hancur, begitu juga dengan yang mulia! Bahkan menurut dukun itu, Sungminpun akan mati bunuh diri" cerita permaisuri menyeka air matanya memeluk putera mahkota
"dimana dukun itu sekarang yang mulia? Kita harus memanggilnya kembali untuk menyelesaikan kekacauan ini!" putera mahkota tampak begitu antusias
"dukun itu sudah diasingkan kesebuah desa terpencil atas perintahku puteraku! Aku tidak sanggup mendengar ramalannya yang begitu buruk tentang masa depanmu juga istana" jawab permaisuri penuh sesal
"apakah begitu sulit untuk membawanya kembali?" putera mahkota terlihat begitu penasaran
"entahlah! Entahlah puteraku! Satu hal yang harus kamu ketahui! Sungmin sudah disekap digudang rumah ini! Jika sesuatu terjadi pada eommamu ini! Lakukan sesuatu yang sangat berguna untuk kelangsungan hidupmu puteraku!" permaisuri menjatuhkan tubuhnya duduk dengan ekspresi wajah yang amat lelah.
.
.
.
Sebelum langit benar – benar terang, permaisuri bergegas untuk kembali ke istana. Membiarkan tawanannya yang disekap digudang belakang dirumah yang sama dimana putera mahkota berada kelaparan tanpa memberinya makan malam.
Suasa istana begitu panik dan tampak kikuk saat permaisuri baru saja tiba diistana. Seorang hwarang istana salah satu orang dari kubu menteri Jungwon mencegat kereta permaisuri dan memintanya untuk berhenti dan keluar dari keretanya.
"kenapa kau begitu lancang memintaku untuk keluar? Aku adalah permaisuri diistana ini?" bentak permaisuri dari dalam kereta
"yang mulia bukankah seharusnya saat ini berada didalam istana raja?" hwarang itu menyindir halus pada permaisuri
"apa maksud ucapanmu itu?" bentak permaisuri terpancing untuk keluar dari keretanya
"saat ini semua pejabat istana juga menteri dan kepala hwarang sedang berdoa didepan istana raja. Tabib Donghae sedang memeriksa yang mulia raja yang semalam berteriak mengeluhkan sakitnya! Dimana yang mulia selama ini?" sindir hwarang itu dengan wajah sinis
"lancang kau!" permaisuri menampar pipi sang hwarang dengan sangat keras lalu berlari menuju istana raja.
.
.
"chona! Chona! Chona" terdengar riuhnya teriakan para bangsawan, pejabat istana juga para menteri bersuduj lalu bangun dan bersujud kembali dengan derai air mata membuat langkah permaisuri menjadi berat untuk sampai istana raja Siwon
"apa yang terjadi? Katakan padaku apa yang terjadi?" teriak permaisuri histeris
Kepala hwarang Hyukjae segera menghampiri permaisuri lalu memberi hormat dengan membungkun
"yang mulia! Yang mulia raja telah berpulang baru saja! Chona menyerah untuk berjuang melanjutkan hidupnya memimpin negeri ini" kepala hwarang Hyukjae berkata dan berhasil membuat permaisuri jatuh tersungkur hingga tidak sadarkan diri
Raja Siwon wafat dalam usianya yang belum genap 50 tahun. Meninggalkan istana dengan segudang masalah yang belum terselesaikan. Sebelum ajal menjemputnya, raja Siwon meminta tabib istana untuk memanggilkan menteri Hankyung mendekatinya.
"maafkan aku sahabatku! Aku telah merebut tunanganmu dan menghancurkan hidupmu! Membiarkanmu menua tanpa keluarga. Sebagai permohonan maafku, aku titipkan istana ini ditangan puteramu yang bijak itu. aku percaya dibawah kepemimpinannya istana ini akan jauh lebih agung dari yang sudah aku ciptakan. Berjanjilah akan membuat pangeran Sungmin menjadi raja dinegeri ini" nafas raja Siwon semakin berat dengan suara yang sangat parau lalu dia berhenti bernafas dengan mata sedikit terbuka.
Begitulah saat – saat kematiannya. Raja Siwon berpesan untuk menjadikan pangeran Sungmin menjadi raja di negeri itu. pesan terakhir itu mampu didengar semua orang yang ada didalam kamar itu.
.
.
Istana yang masih berduka atas kematian rajanya, kini harus berusaha keras mencari dimana pangeran Sungmin calon raja selanjutnya berada. Kepala hwarang juga menteri pertahanan membagi tugas semua anak buahnya untuk mencari pangeran Sungmin hingga ditemukan.
Permaisuri Kibum yang terbukti bersalah karena meninggalkan istana tanpa seijin raja. Mendapatkan hukuman gantung dari menteri pertahanan. Permaisuri dituduh merupakan seorang pengkhianat karena sikap gegabahnya dimalam yang naas itu. dalam suasana hati yang masih berduka atas kematian raja Siwon yang sangat dicintainya permaisuri juga mendengar gosip menyeruak tentang pesan terakhir raja yang meminta pengangkatan pangeran Sungmin untuk menjadi raja selanjutnya. Duka atas kehilangan suami tercinta terhapus oleh rasa kecewa yang amat dalam karena isi pesan sang raja.
"aku harus pergi dari sini! Aku harus pergi sebelum hukuman itu dijatuhkan padaku!" permaisuri berlalu lalang didalam penjara istana dengan hanbok putihnya yang sudah dinodai darah akibat hukuman yang diterimanya, rambut terurai kusut juga wajah yang penuh dengan memar
"yang mulia! Kenapa harus seperti ini? Apa yang harus aku lakukan?" tiba – tiba tabib istana Donghae yang diam – diam selama ini mengaguminya bahkan menaruh hati padanya datang berkunjung dengan wajah iba
"satu hal yang bisa kau lakukan untukku adalah jaga putera mahkota dengan baik! Pastikan dia hidup dengan layak meski tidak menjadi raja diistana ini! Pastikan dia mendapatkan pasangan hidup dan memiliki keluarga! Aku rela menjalankan hukumanku esok pagi dan mati dengan tenang menyusul yang mulia raja" jawab permaisuri dengan senyum damai meski terlihat dia begitu terluka
"yang mulia!" tabib Donghae tak kuasa menahan tangisnya meratapi nasib tragis cinta pertamanya yang tak terbalaskan.
.
.
.
Seorang algojo sudah bersiap diposisinya untuk menggantung permaisuri menjalankan hukumannya. Sebuah tambang sudah terpasang dengan sempurna dimana leher mulus sang permaisuri akan berada menganggantung disana.
Banyak kaum bangsawan yang memang antipati pada permaisuri datang tberbondong – bondong untuk menyaksikan hari penghukuman itu. begitu juga dengan rakyat jelata berduyung – duyung membawa serta hewan ternak juga anak – anak kecilnya diatan pundak.
Permaisuri Kibum dipapah tiga orang pengawal berjalan menuju tempat eksekusi. Dengan wajah yang sesekali menghadap keatas langit lalu mata terpejam, bibir permaisuri menyunggingkan sebuah senyuman luka.
'aku akan segera menyusulmu yang mulia walau dengan cara yang sangat berbeda! Namaku tidak akan tertulis dengan indah didalam sejarah negeri ini! Aku akan dikenal sebagai seorang pengkhianat karena rasa cinta yang terlalu besar yang aku miliki untukmu juga untuk puteraku! Sambutlah aku dengan cinta yang selalu sama yang mulia! Maka aku rela meski saat ini aku akan digantung dan disaksikan jutaan pasang mata' permaisuri Kibum melangkah semakin dekat dengan tambang yang akan menggantungnya memejamkan matanya lalu tersenyum damai saat algojo itu menjatuhkan bangku yang menyanggah kedua kakinya
"hhkkk hkkk hkkk" terdengar permaisuri Kibum sekarat saat kerongkongannya sudah tidak teraliri oksigen yang mengisi organnya
Lalu permaisuri mati dengan lidah menjulur, mata terbuka dan air liur keluar disekitar mulutnya melalui lidahnya.
Dan diantara jutaan pasang mata yang menyaksikan hukuman itu, adalah mata putera mahkota dengan pakaian lusuh seperti rakyat jelata, topi caping menutupi sebagian wajahnya ikut melihat bagaimana satu – satunya yeoja yang dikaguminya didunia ini meregangkan nyawa.
'selamat jalan yang mulia permaisuri! Hamba akan selalu mengagumimu, hamba akan selalu mencintaimu, hamba berjanji akan melakukan hal yang berguna untuk hidup hamba. Hamba akan menghentikan rencana istana untuk mengangkat Sungmin menjadi raja selanjutnya'
.
.
.
Langkah putera mahkota tergopoh menuju gudang dimana pangeran Sungmin disekap.
Brak
Pintu gudang dibuka dengan sangat kasar.
"kau akan mati ditanganku Choi Sungmin! Nasibmu tidak akan berakhir dengan baik ditanganku!" putera mahkota Kyuhyun menghampiri pangeran Sungmin lalu mencekiknya
Didalam gudang yang selalu sepi tanpa dijaga oleh siapapun, putera mahkota Kyuhyun melancarkan kembali aksi bejadnya menyodomi pangeran Sungmin dengan membabi buta juga brutal. Dia tidak mengindahkan teriakan juga rintihan sakit dari pangeran Sungmin yang memang lemah karena dibiarkan kelaparan tanpa memberinya makan.
"aku mohon lepaaskan akuuuu" satu dari rintihan pangeran Sungmin terdengar lirih
"puaskan aku makhluk bodoh! Seharusnya kau tidak pernah membuka mulutmu itu pada siapapun" putera mahkota terus mendorong vitalnya masuk kedalam anus yang penuh dengan darah itu
Dalam pikirannya, putera mahkota mengira pangeran Sungminlah yang sudah membongkar ketidak normalannya sebagai seorang namja pada istana. Ditambah kehadiran pangeran Sungmin diruang musik saat raja Siwon juga para pengikutnya memergoki dirinya sedang bercinta dengan Xie Che bocah Cina dimana arwah selir Heechul berada didalamnya. Itu sebabnya kebenciannya terhadap pangeran Sungmin semakin besar dan semakin besar.
Didalam gudang itu, pangeran Sungmin menjadi budak sex seharian hingga malam menjelang. Saat langit sudah gelap, dan hasrat sudah terpuaskan, putera mahkota menyeret pangeran Sungmin keluar dari gudang itu dan menutupi wajah pangeran Sungmin dengan karung beras.
Dinginnya malam, ditambah suasana seram atas meninggalnya permaisuri karena hukuman gantung, membuat jalanan menjadi sangat sepi. Melancarkan niat keji seorang putera mahkota yang hendak membunuh rivalnya.
Sebuah sungai dengan bebatuan terjal mengelilinya menjadi tujuannya mengeksekusi pangeran Sungmin. Suara riak air menjadi saksi saat putera mahkota mengikat kedua tangan sang pangeran kebelakang bokongnya, mengikat kedua kakinya lalu membuka penutup kepalanya.
"disinilah hidupmu akan berakhir anak selir! Jika aku tidak bisa menjadi raja! Begitu juga kau! Aku tidak akan pernah rela membiarkan kau duduk disinggasana yang seharusnya menjadi milikku! Pergilah keneraka dan temui ibumu yang terkutuk itu" putera mahkota Kyuhyun mencelupkan kepala pangeran Sungmin, mengangkatnya kembali lalu mencelupkan kembali
"uhuuuk uhuuk" pangeran Sungmin terbatuk berusaha mengeluarkan air sungai yang masuk kedalam paru parunya
"ahhaa sebelum kau mati apakah ada yang ingin kau katakan?" putera mahkota bertanya lalu menjilati air yang membasahi wajah pangeran Sungmin
"cuuuiiiih!" pangeran Sungmin meludahi wajah putera mahkota tanpa berkata sepatah katapun
"brengsek!" bentak putera mahkota menampar wajah manis pangeran Sungmin
Byuuurrrrr
Tubuh dengan kedua tangan dan kaki terikat pangeran Sungmin dijatuhkan kedalam sungai yang dalam itu. pangeran Sungmin berusaha melepaskan ikatan dikedua tangan dan kakinya berusaha untuk menyelamatkan diri dari ajal yang akan menjemputnya.
'aku akan mengutuk semua manusia bejat yang tidak bermoral macam kau Choi Kyuhyun! Manusia abnormal yang menyukai sesama jenis! Aku akan membantai semua keturunanmu untuk menemaniku disungai ini! Aku akan terus hidup untuk mencari keturunanmu! Hingga dunia ini berakhir' sumpah pangeran Sungmin monolog sebelum malaikat maut mencabut nyawanya.
.
.
Jenasah pengaran Sungmin tidak pernah ditemukan sehingga istana masih terus mencari dimana dirinya berada. Pada akhirnya istana memilih putera dari seorang kerabat raja menjadi raja selanjutnya karena pangeran Sungmin tidak pernah ditemukan.
Putera mahkota menjadi seorang petualang yang nomaden. Mengganti marganya menjadi Cho Kyuhyun, merubah statusnya menjadi rakyat biasa. Karena ketampanannya yang luar biasa, putera mahkota mampu memikat banyak gadis disetiap desa yang dia singgahi. Membayangkan wajah pangeran Sungmin juga wajah Xie Che saat melakukan sex dengan yeoja yang mendekatinya, putera mahkota mampu menghamili banyak yeoja dan memberinya keturunan disetiap desa. Putera mahkota pergi dan berlalu begitu saja tanpa menikahi satu yeoja pun yang dihamilinya.
Begitulah seterusnya hingga suatu hari seorang namja tua membawa emosi didadanya karena puterinya dihamili sang Don Juan, memanah dada putera mahkota yang sedang minum air sungai dimana anak panahnya sudah dilumuri bisa dari ular jatuh terkapar kedalam sungai lalu tewas seketika didalam sungai itu.
.
.
Five hundred year later
Sepasang kekasih sesama jenis sedang bermesraan didalam sebuah mobil Van didepan sungai dengan air yang amat tenang. Sungai itu memang sangat sepi dan berkesan seram sehingga sering dimanfaatkan pasangan mesum untuk berbuat tak senonoh disekitarnya.
Saking panasnya ciuman disertai petting itu mampu menggoyangkan mobil Van tersebut. Tiba – tiba secara misterius air sungai itu bergerak memutar membentuk lingkaran lalu perlahan naik membentuk sebuah air mancur yang sangat indah. Membuat konsentrasi pasangan gay itu terpecai hingga memperhatikan keindahan air mancur itu.
"chagiya lihatlah! Air mancur itu begitu indah" seru sang seme
"nee benar benar indah!" respon sang uke merapihkan celananya
Clek,,,, buk
Pintu mobil itu dibuka lalu ditutup kembali oleh namja berperan seme mendekati sungai dengan air mancur misterius itu. dia terus melangkah mendekati sungai dan membiarkan kaki dan celana panjangnya basah
"chagiya kau mau kemana?" teriak sang uke ikut keluar dari mobil itu
Seperti terhipnotis, namja itu terus melangkah masuk kedalam Sungai yang sudah membasahi dadanya. Terus berjalan menghampiri air mancur yang semakin tinggir pancurannya itu
"chagiya!" teriak sang uke ikut masuk dan mulai membasahi kakinya
Sementara sang seme semakin dekat dan semakin dekat dengan air mancur itu lalu tiba – tiba namja itu terhisap masuk kedalam lingkaran dimana air mancur itu berpusat. Namja seme itu hilang begitu saja ditelan air mancur yang semakin tinggi menjulang
"chagiyaaaaaa!" teriak sang uke histeris dan ikut terhisap lingkaran air mancur misterius itu
Tiga hari kemudian jasad dua namja mesum itu ditemukan seorang pemancing yang biasa memancing disungai itu. jasad dua namja itu sudah membengkak dan membiru dimana bau busuk begitu menyengat. Namja yang berperan sebagai seme adalah seorang model mahasiswa popular disebuah Universitas ternama di Korea yaitu Inha University sementara namja berperan sebagai uke adalah mahasiswa disebuah universitas yang juga ternama diluar kota Seoul yaitu Kyunghee University.
Kematian tragis kedua namja itu menjadi topik hangat dan menjadi tending tropic dibahas disebuah jejaring sosial membuat sungai yang tadinya tidak memiliki nama itu menjadi sangat terkenal. Ada beberapa netter yang memberi nama sungai itu. mulai dari Haunting River, Dead Lake juga Deadly River.
tbc
annyeong!
update juga nih
gmn ama chapter ini?
vai sadis yah bikin Kibum ama Ming kaya gtu? #plak
vai udh nyelipin tuh masa modernny dikit
miane klo bahasanya vulgar n bikin g nyaman yah!
miane buat yang kecewa ama chapter ini
dijaman kerajaan Kyumin saling benci smp akhir
nah dijaman modernya kalian tungguin aja momen romantis mereka yang bisa bikin kalian melting
gmn caranya Kyumin bertemu?
tungguin next chap yah!
review n kasih pendapat kalian ama chapter ini
gomawo udh setia baca ff vai
gomawo buat reviewers dan readers
deep bow buat kalian semua
saranghae aishiteru wo ai ni
annyeong!
