CRAZY!
Discalimer: Hiro Mashima
Genre: Romance, Friendship, Humor
Pairing: Natsu x Lucy
Hello..Hello Maaf ya chapter agak telat.. Sebenernya mau update 1 chapter doang tapi karena keajaiban dunia hari ini #plak
-_- tapi karena chapternya kedikitan jadinya update 2 chapter dalam 1 chapter gitu.. Bales review dulu ya..
ahaurats-FT: Hidup Nalu! :3
HyLucyNagi: Wkwk, Oke boss!
Marianne Gloria: Iya, klo lagi baca part-part Nalunya senyum-senyum sendiri gituu- _-" Natsu hilang, Waspadalah! Waspadalah! Wkwkwk…
azalya dragneel: Iya-iya, kayak orang gila gituu #plakk Okeee..
Azusa Vermillion: Okee, Ganbatte!
justweirdo: wkwk, Oke-okee..
Nnatsuki: Natsu telah menghilang ke planet biru-kehijauan bernama bumi… #Plakk Okee
Mirajane Blue Heart: Makasih :3 Okee
Guest: Oke, Sip Boss!
FinasasAfina: Hati-hati nanti keselek.. Makasih, Heyy yang buat cerita ini bukan Via-chan (pinginnya sih Via-chan tapi takdir berkata lain #plakk) Via-chan ngambil dari Novel Online yang sebenarnya Via-chan sendiri ga tau siapa yang buat TT_TT tapi Makasih ya sudah me-review Fanfic ini, tetap review ya.. ^^
Bloomier: Okee, Wkwk, Makasih ya.. :3
HirasawaYui: Makasih.. Okee Boss!
Endymutiara: TT_TT Jadi kurang seru dong.. Tetep me-review fanfic ini ya.. Makasih.. ^^
Selamat membaca ^^
"APA KATAMU?! NATSU MENGHILANG?!" teriakku
"iyaaa... hosh hosh... untuk apa aku bohong!" kata Gray sambil mencoba mengatur napasnya kembali.
"ooh? hilang ya? hahahahah! kau kira aku bodoh heh?! kuda liar seperti dia masa bisa menghilang?! bahkan anak TK-pun bisa tahu arah jalan ke rumah!" teriakku. setelah berteriak pada Gray, aku menutup pintu karena kupikir dia hanya bercanda atau mengerjaiku.
"tunggu-" katanya sambil menahan pintuku sebelum benar-benar tertutup.
"apa?!"
"ak- aku sungguh-sungguh! tadi dia mendapat telepon.. sepertinya dari anak di SMA yang kemarin.. hosh hosh.."
"lalu? kenapa kalau dia ditelepon anak SMA yang kemarin itu? apa masalahnya? dia memang punya banyak pengikut bukan?"
"bukan begitu! saat menerima telepon itu, dia berteriak-teriak 'JANGAN BERANI KAU SENTUH DIA! BIARKAN AKU BICARA DENGANNYA' setelah itu dia menutup teleponnya. lalu dia menelpon orang entah siapa.. dia hanya berkata 'dimana kau sekarang...?' setelah orang itu menjawabnya, muka Natsu mengeras dan sepertinya dia marah sekali. dan dia langsung berlari pergi. kami semua mencarinya dan menelponnya, tetapi tak ada yang menemukannya dan dia tak mengangkat teleponnya!"
tunggu... tunggu... ini aneh.. 'kamu dimana...?' ? Natsu tadi bertanya padaku sewaktu aku di WC tadi.. 'JANGAN BERANI KAU SENTUH DIA! BIARKAN AKU BICARA DENGANNYA' Natsu berkata begitu kepada anak SMA yg kemarin itu? sepertinya dia ingin melindungi seseorang yang diambil/disandera oleh anak SMA itu. 'kamu tidak boleh kesini! dan kamu tidak bisa kesini!' aku jelas berkata begitu pada dia tadi... jangan-jangan...
"DIMANA TEMPAT KALIAN BIASA BERKELAHI?!" tanyaku panik
"eh?"
"mungkin Natsu di sana! cepat! ini gawat!"
"kami biasa berantem di gedung kosong sebelah sana... tapi kenapa?"
"sudah! kujelaskan sambil berlari saja!" lalu kami berlari menuju gedung kosong yang ditunjukan Gray itu.
"apa yang mau kaujelaskan?" tanya Gray sambil kami berlari
"tadi Natsu menelponku." jawabku
"lalu?"
"aku bilang padanya.'jangan kesini dan dia tidak bisa kesini'."
"hem... ya? lalu apa hubungannya dengan semua ini?"
dasar kepala bawang... masa dia belum mengerti juga... -_-
"mungkin saja anak SMA itu ingin balas dendam pada Natsu soal kejadian kemarin, dan bisa saja mereka bilang mereka menyanderaku. dan dia harus datang sendiri kalau mau menyelamatkan aku... dan kata-kataku kepadanya di telepon itu juga ikut meyakinkan dia tentang penyanderaanku."
"seperti di film-film dong maksudmu...? bukannya kamu saja yang terlalu banyak nonton film?"
"cobalah kau pikir! manusia dengan otak seperti Natsu apakah tidak akan tertipu dengan hal basi seperti ini? bayangkan saja kalau kau di posisi Natsu, apa yang akan kau lakukan? otak kalian kan sama kadarnya... -_-"
"aku akan pergi menolong pacarku yang disandera. seorang diri tanpa membawa teman-teman..."
"nah, mungkin itu yang dilakukan Natsu sekarang... ini semua salahku..."
"oh... hem, aku mengerti. tenang saja, Natsu akan baik-baik saja..." kata Gray dengan suara yang kurang yakin.. aku tahu dia berusaha menghiburku, dan aku senang dengan perhatiannya ini.. dasar monyet ini.. tahu juga cara menyenangkan orang. kami berlari dan berlari menuju ke gedung kosong itu. tetapi tidak ada tanda-tanda dari Natsu sama sekali.
"ada tempat lain?" tanyaku.
"hem... kami juga biasa berantem di lapangan parkir terbuka dekat seven eleven.."
"ayo kita ke sana!"
"aku sudah menyuruh anak-anak kelas 1 untuk mencari kesana, dan tidak ada tanda-tanda dari Natsu juga."
"tempat lain...?"
"sudah kami periksa. makanya aku pergi ke rumahmu, kukira siapa tahu saja dia disana."
Entah harus mencari kemana lagi.. aku dan Gray berkumpul dengan anak-anak yang lain untuk mencari Natsu. dan kami telah mencari-cari hingga matahari sudah tenggelam, tetapi tetap saja tidak dapat menemukan Natsu. dan setiap kali kami berusaha menghubunginya, teleponnya selalu tidak aktif.
"ini semua salahku... harusnya aku tidak bercanda pada saat itu..." kataku
"kita pasti akan menemukannya, dia pasti baik-baik saja." kata Rogue.
"ya.. dia tak akan mati semudah itu.." kata Gray.
Mati? kenapa dia harus bilang mati sih?! dasar kera busuk.
"kemana lagi kita harus mencari? kita sudah mendatangi setiap tempat berantem kalian" tanyaku
"hm... ada satu tempat yang belum kita datangi." kata Rogue
"apa?! jadi masih ada tempat berkelahi lain lagi?! kenapa tidak bilang dari tadi?!" tanyaku
"bukan begitu.. hanya saja ini belum tentu mungkin dia berada di sana.. tapi perasaanku mengatakan, Natsu berada di SMU itu sendiri"
SMU itu sendiri? berarti kalau dia kesana seorang diri, dia pasti dikeroyok oleh banyak sekali orang dari anak SMU itu. tanpa seorangpun membantu...
"CEPAT KITA KESANA!" teriakku
Kami menuju ke SMU tempat Natsu berada dengan pasukan yang banyak. semua anak membawa motor, dan aku dibonceng oleh Rogue.. hehehe, Rogue... aku dibonceng Rogue dan bisa memeluknya dari belakang,., hehehe Lucy! fokus-fokus! ini bukan saatnya untuk hal seperti ini! nyawa Natsu sedang dipertaruhkan sekarang! akhirnya kami sampai di SMU tersebut. semua anak memarkir motornya di depan gerbang SMU. sebagian ada yang ikut masuk kedalam dan sebagian menjaga di luar. dan 1/3 dari orang yang ada membawa pemukul baseball. kami masuk ke daerah SMU tersebut. tapi tempat ini amat sepi. memang, kemungkinan besar pasti perkelahian sudah selesai sejak tadi. dan aku tak mau dan tak berani membayangkan bagaimana keadaan Natsu sekarang. di sekeliling sekolah tidak ada tanda-tanda adanya orang maupun tanda bekas terjadi perkelahian, sampai akhirnya kami masuk ke GYM. di dalam GYM banyak darah berceceran di lantainya. ini sudah pasti bekas terjadinya perkelahian. di sana ada 1,2,3,... 7 orang pingsan tergeletak di lantai! oh tidak... aku mencari-cari ada tidaknya Natsu di antara orang pingsan itu.. tetapi dia tidak ada. dan aku bersyukur Natsu tidak ada di sini.
"ini jelas telah terjadi perkelahian" kata Rogue.
"tapi tidak ada Natsu disini.. dimana dia?" Tanya Gray.
"entahlah, sepertinya kita harus mencarinya lagi. sebaiknya kita mencarinya di sekitar sini, siapa tahu dia pingsan di sekitar sini." aku tertegun mendengar pernyataan Rogue yang satu ini... bagaimana jadinya bila Natsu benar-benar pingsan di sekitar sini?! bagaimana bila dia dilukai oleh anak-anak lain? bagaimana kalau dia terluka amat parah? bagai-
"Lucy! tenanglah!" teriak Rogue. aku baru sadar ternyata aku gemetar dan air mata keluar dari mataku.. aku sangat ketakutan bila apa-apa terjadi pada Natsu. dan ini semua salahku!
"tenanglah... dia pasti tidak akan kenapa-kenapa.. sebaiknya kau pulang, ini sudah terlalu larut untuk seorang gadis berkeliaran di jalan. aku akan mengantarmu sementara yang lain mencari Natsu.
"tapi aku mau mencarinya juga." kataku
"kau hanya akan menghalangi pencarian kami. sebaiknya kau pulang dan menunggu kabar dari Natsu, itu lebih berguna untuk sekarang. karena aku tahu, Natsu pasti akan menghubungimu lebih dulu bila ada apa-apa."
"benarkah..?"
"tentu saja. kau kan pacarnya." akhirnya aku memutuskan untuk pulang, dan Rogue mengantarku. di sepanjang perjalanan aku terus berpikir dimana Natsu berada, hatiku sungguh tak tenang dan ketakutan. motornya berhenti 500 meter dari rumahku, karena akan lebih cepat bagi Rogue untuk memutar balik dari sini daripada mengantarku sampai ke depan rumah. dan aku turun dari motornya.
"tenang saja.. dia tidak akan apa-apa.. aku berani jamin." kata Rogue
"ya aku tahu.. tapi tetap saja aku sangat ketakutan. dan ini semua salahku karena bicara yang bukan-bukan di telepon tadi!"
"tenanglah.. ini bukan salahmu.. semua cowok pasti akan melakukan apa yg dilakukan Natsu."
"tapi... tapi... hiks, hiks, hiks" tanpa tersadar aku menangis. dan ini pertama kalinya dalam hidupku aku menangis buat seorang cowok. dan aku tak tahu kenapa aku menangis.
"sudah, sudah... jangan sedih lagi, dia akan segera kembali" kata Rogue sambil memelukku dengan sebelah tangan. dia sangat harum, sama seperti terakhir kali aku digendongnya. dan baunya menenangkan hatiku. untuk sebentar, aku merasa amat nyaman dan aman.
"ap... apa apaan ini...?" kata seseorang di belakangku Rogue langsung melepas pelukannya. wajah Rogue mengeras dan dihantui rasa bersalah dan ketakutan. aku menghadap kebelakang. itu... itu...
"Natsu...?"
"ap... apa-apaan ini...?"
"Na... Natsu..." Natsu ada di sana. wajahnya penuh dengan lebam, bibir bagian kirinya sobek, luka di bawah matanya makin melebar,dan bajunya sangat kotor penuh dengan darah serta sobekan. entah sejak kapan dia berada di situ, padahal sedari tadi kami mencarinya kesana kemari. mukanya mengeras dan penuh dengan amarah,dia berjalan ke arahku dan Rogue.
+BUAAAKHHH!+
Natsu menonjok wajah Rogue keras sekali.
"ROGUEE?! APA-APAAN KAMU?!" kataku kepada Natsu sambil memegang Rogue yang terjatuh ke tanah akibat kencangnya pukulan Natsu.
"apa yang kau lakukan dengannya?!" teriak Natsu.
"apa?! apa yang kulakukan dengannya?! dia hanya menghiburku karena aku amat ketakutan kau belum ditemukan sedari tadi!"
"begitu...? jadi kau akan berpelukan dengan semua lelaki disaat kau ingin dihibur? dimana harga dirimu!?" kata-katanya benar-benar menyakiti hatiku saat ini. aku tak menyangka dia menganggapku serendah ini. dan lagi, dia memukul temannya sendiri yang berusaha menenangkanku.
"apa katamu?! jangan kau pikir kau bisa memperlakukan aku dengan semaumu! jangan kau pikir kau bisa mengatur-ngaturku! siapa kau berani berbuat begitu?! aku sudah muak dengan sikapmu itu! kau selalu merendahkan aku bahkan lebih rendah dari sampah! pergi kau, aku sangat muak melihat wajahmu! aku tak mau bertemu denganmu lagi!"
aku sangat marah kepadanya, kurasakan wajahku memanas dan air mataku keluar deras sekali. sorot mata Natsu amat menyedihkan, sekan-akan dia terluka oleh perkataanku. tapi aku sudah terlalu marah untuk peduli ataupun merasa bersalah.
"jadi begitu..? baiklah, sesuai keinginanmu." setelah berkata begitu, dia membalikkan badannya dan pergi.
"kamu tidak apa-apa?" tanyaku kepada Rogue.
"tidak apa-apa, sebaiknya kau kejar Natsu sekarang." kata Rogue.
"tidak, aku tidak akan mengejarnya. dia yang membuatku berbuat seperti ini kepadanya."
"tapi-"
"apapun yang kau katakan atau kau memohon sekalipun. walaupun itu kau yang meminta, aku takkan melakukannya." kerasku kepada Rogue. sepertinya Rogue sadar, apapun yang dia lakukan tak akan membuatku berubah pikiran. akhirnya dia diam saja.
"masuklah dulu ke rumahku, akan kuobati luka di wajahmu." kataku kepada Rogue.
"tidak, itu tidak perlu. sebaiknya kau sadar apa yang telah kau lakukan kepada Natsu, Heartfilia-san. kau menyakitinya." setelah berkata begitu, Rogue naik ke motornya dan pergi.
aku tahu aku menyakiti dia, tetapi dia yang membuatku jadi begini. apakah ini akhirnya? inikah akhir hubunganku dengan Natsu..? terlalu pendek dan menyakitkan untuk kupikirkan. kepalaku berat sekali rasanya setelah sekian lama menangis. aku pulang ke rumah dan masuk ke kamarku, tanpa mengganti baju ataupun mandi. aku merebahkan diriku di kasur, dan kuharap aku bisa melupakan semuanya saat aku terbangun nanti...
saatku membuka mata, sinar matahari sudah sangat terik. kulihat jamku,sudah jam 2. semalam aku baru bisa tidur selepas jam 5 pagi. dan saat aku tertidur, aku terbangun beberapa kali. ini sangat melelahkan, saat aku benar-benar terjaga yang bisa kupikirkan adalah Natsu. ingin rasanya aku bertemu dengannya. melihat wajahnya, mendengar suaranya, dan aku juga merindukan senyumnya. semua ini membuatku hampir gila, tak pernah sekalipun aku begini. dan yang bisa membuatku begini hanya satu, yaitu Natsu. aku bangkit dari tempat tidurku. dan saat aku menginjak lantai, lututku sangat sakit. rupanya lukaku membengkak lagi karena tidak kuobati. aku mengerang, lututku rasanya sakit sekali. mungkin aku harus pergi ke apotek untuk membeli obat.. akhirnya aku mandi, dan aku merasa lebih segar setelah mandi. maklumlah, kemarin aku sangat keringatan dan langsung tidur tanpa mandi dulu... -_- setelah itu aku makan sebentar. setelah makan, aku pergi ke apotek untuk membeli obat untuk mengobati kakiku.
(ya, persediaan obatku sudah habis karena kupakai untuk mengobati lututku dan punggung Natsu)
karena sepertinya kakiku sudah harus benar-benar diobati. saat aku keluar dari rumah, aku melihat sebuah korek api tergeletak di depan pagar rumahku. jangan-jangan semalam dia berada disni saat kami mencarinya? tidak-tidak Lucy! jangan pikirkan dia lagi! sesampainya di apotek,aku mengambil beberapa obat antiseptik dan membawanya ke kasir.
"Lucy-chan?" kata itu adalah Gray.
"oh kamu. sedang apa kau disini?" tanyaku
"tentu saja membeli obat. untuk apa obat antiseptik itu?"
"untuk lututku yang terluka 2 hari lalu. bengkaknya luar biasa besar dan sudah mengeluarkan nanah karena aku tak rutin mengobatinya."
"wanita selebor sepertimu mana mungkin bisa melakukan sesuatu secara rutin. hahahahahha!"
"tutup mulutmu, dasar kera busuk!" kataku sambil menjitak Gray.
"aduh! aduh sakit! kasar sekali sih! oh iya, soal Natsu..."
"jangan membicarakan dia!" potongku
"memang kenapa? aku cuma mau bilang dia masuk rumah sakit."
"apa?! dia masuk rumah sakit? tapi kenapa?"
"iya, semalam dia mabuk dan hujan-hujanan. setelah itu, sepertinya dia berkelahi lagi. aku dan Rogue menemukannya tergeletak di jalan semalam. tapi saat dia melihat Rogue, dia marah sekali kepadanya dan memaki-maki Rogue. aku tak pernah melihat Natsu memaki-maki Rogue seperti itu. entah kenapa dia begitu.. tapi tak lama setelah itu, Natsu pingsan. lalu aku dan Rogue membawanya ke rumah sakit"
"apa Natsu terluka parah?"
"ya. dia terluka parah.. tangan kirinya patah, dan seluruh tubuh bahkan wajahnya dipenuhi luka. sepertinya dia harus diopname selama beberapa minggu."
"..."
"aku mau ke rumah sakit sekarang, kamu mau ikut?"
"tidak. sebaiknya aku tidak ikut."
"aaah~ sudahlah ayo ikutt!" kata Gray sambil menarikku pergi. tenaganya kuat sekali. tak kusangka monyet ini sangat kuat! aku tak bisa melepas pegangannya, dan dia terus menarikku menuju ke rumah sakit. akhirnya kami sampai di rumah sakit, dan Gray membawaku ke kamar nomor 93.
"Oi Salamander! aku bawa Lucy nihhh~" kata Gray sambil memasuki kamar, dan aku mengikuti Gray dari belakang. ada Natsu disitu. lengan kirinya di gips, kepalanya di perban, dan wajahnya ditempel banyak plester. dia mengenakan baju rumah sakit, dan itu membuatnya cukup lucu.. hehehe di dalam ruangan ini ada banyak orang, sebagian sudah kukenali wajahnya namun sebagian tidak. tetapi Rogue tak ada disini. biasanya Gray dan Rouge selalu ada disamping Natsu. ini aneh...
"ha...halo..." sapaku gugup kepada Natsu. Natsu hanya melihat ke arahku
"untuk apa kau kesini? katanya kau muak melihat wajahku?" ugh, bisa-bisanya dia berkata begitu! padahal aku sudah berbaik hati menjenguknya.
"aku cuma mau melihat keadaanmu kok! tapi sepertinya tidak parah" jawabku
"apanya yang tidak parah! tak bisa kau lihat ini!?"
dia tidak ingat kejadian kemarin, atau memang dia tidak memikirkan kejadian kemarin? dia seperti Natsu yang biasa, tidak menyeramkan seperti tadi malam. aku sangat lega dia Baik-baik saja. dan melihat wajahnya mengobati rasa rinduku kepadanya hari ini.
"kalian semua keluar." kata Natsu kepada semua orang yang ada di dalam ruangannya. Gray dan yang lainnya menuruti dan mengarah keluar. melihat itu, aku juga mengarah keluar.
"kamu mau kemana?" tanya Natsu.
"hah? siapa?" tanyaku
"ya kamu! nanya lagi. kamu tetap disini, yang lainnya keluar!" teriaknya
"kenapa sih harus teriak-teriak?! dasar sinting"
"tutup mulutmu, dengar, dan lakukan sajalah!" akhirnya aku menurutinya, entah kenapa semakin hari sifat budakku makin terlihat -_- aku duduk di samping tempat tidurnya dan bertanya
"kenapa kau suruh mereka keluar?"
"terserah aku." jawabnya.
dasar psikopat egois! -_- apa salahnya sih menjawab pertanyaanku dengan benar?!
"dimana Rogue?" tanyaku
"buat apa kau menanyakan dia? kau suka padanya?" sindir Natsu.
"kenapa sih kamu berkata begitu?! aku kan cuma bertanya!"
"aku tidak mau melihat wajahnya! jadi jangan sebut-sebut namanya di depanku!"
"kau harus minta maaf kepadanya atas kejadian kemarin. kau memukulnya sampai wajahnya lebam."
"aku tidak akan minta maaf padanya. itu salahnya sendiri"
"apa katamu-"
"aku tak akan minta maaf! tidakkah kau dengar itu?!" teriaknya aku bangkit berdiri.
" sebaiknya aku pulang, kita bicara kalau kepalamu sudah dingin." aku sudah bersiap untuk pergi sampai Natsu menangkap tanganku.
"jangan pergi" katanya
"kita bicara lain kali saja" tegasku sambil melepaskan genggamannya.
"jangan pergi" katanya lagi
"maaf, aku akan datang lagi lain kali."
"TAPI KAPAN?! KAPAN KAU AKAN KEMBALI LAGI KESINI?! HEI- TUNGGU! HEI-" teriak Natsu dia belum menyelesaikan kata-katanya, tapi aku sudah keluar dari ruangannya. kulihat Gray amat kaget dan berlari memasuki ruangan karena mendengar Gray berteriak-teriak. bisa kudengar Gray meneriakkanku agar aku kembali, tapi aku mengabaikannya. aku berlari di sepanjang koridor rumah sakit mengabaikan rasa sakit di lututku, aku harus pergi sebelum Natsu atau Gray menangkapku kembali.
Hari ini hari Senin, tepatnya sudah 2 hari semenjak kejadian di Rumah Sakit waktu itu. ibu dan ayahku sudah kembali dari urusannya, dan mereka marah sekali melihat rumah yang amat kotor karena aku maupun Romeo sama sekali tak peduli untuk membersihkan rumah. jadi sebagai hukuman akhir pekan, aku dan adikku membersihkan rumah sampai ke sudut-sudutnya. -_- aku sedang bersiap-siap untuk ke sekolah, sepertinya sudah lama sekali aku tidak sekolah
(wajarlah, aku bolos dari hari Kamis. hehehehhee).
dan aku rindu pada Juvia.. huhuhu Juvia! banyak yang ingin kuceritakan padamu.. sesampainya di sekolah, aku menceritakan semuanya kepada Juvia.
"jadi kau belum ke Rumah Sakit lagi semenjak kejadian itu?" kata Juvia
"tentu saja! aku mana mau bertemu dengan Natsu, bisa-bisa kami berantem lagi nanti.. dan aku juga merasa bersalah kepada Rogue. dia sepertinya dimusuhi oleh Natsu sekarang..."
"tapi, apa kau tidak merindukan Natsu?" tanya Juvia.
rindu? tentu saja aku merindukannya, tetapi aku takut untuk bertemu dengan Natsu.. aku tak menjawab pertanyaan Juvia. dan sepertinya ada sesuatu dari ekspresiku yang membuat dia tidak menanyakan jawabannya.
"Lucy! Juvia! jangan berisik di jam pelajaran!" teriak Laxus Sensei. aku lupa kami sedang dalam jam pelajaran, dan aku malah curhat kepada Juvia.. hahaha jadi aku dan Juvia memutuskan untuk diam. tetapi aku tidak berkonsentrasi sama sekali terhadap pelajaran -_-
~TING TONG TING TONG~
bel istirahat berbunyi. yes! akhirnya aku bisa makan! hahaha, aku lapar sekali. baru saja aku mau pergi ke kantin bersama Juvia, tapi Rogue mencariku.
"ada Heartfilia-san?" tanya Rogue di ambang pintu kelasku.
"ah! aku disini!" teriakku pada Rogue. akhirnya Rogue melihat ke arahku dan berjalan ke arahku.
"bisa aku bicara sebentar?" tanya Rogue.
"bisa! tentu saja bisa!" kataku.
bisa kulihat semua anak-anak cewek di kelasku melirikku iri. MUAHAHAHAHHA, asik juga nih dikelilingi lelaki tampan! MUAHAHAHHAHA
"ehm Lucy, Juvia pergi ke kantin dulu ya. aku takut kehabisan roti daging." bisik Juvia kepadaku. oh iya, aku lupa sama Juvia. habisnya melihat wajah Rogue membuatku lupa semua sih.. dia tipeku banget..hahahahaa
"aku nitip roti daging juga." bisikku kepada Juvia. lalu aku dan Rogue menuju ke atap sekolah. tempat itu sepi tak ada orang sama sekali, cuma aku dan Rogue disini. ohoho Rogue~ kamu genit~~
"sebaiknya kamu menjenguk Natsu." katanya
"untuk apa? bahkan dia tak mau minta maaf padamu." jawabku
"dia sudah minta maaf padaku, dan itu aneh. Natsu tidak pernah meminta maaf."
"sudah seharusnya dia begitu." jawabku dingin
"hei, dengar- kau ingat kau pernah bilang pada Natsu kau muak melihat wajahnya dan tak mau bertemu dengannya lagi?"
"i... iya.. lalu?"
"asal kau tahu saja, orang tuanya bercerai. dan dia lahir di saat perceraian itu. bisa dibilang, orang tuanya tidak menginginkan dia. dia tinggal bersama Ayahnya sekarang, namun ayahnya sibuk bekerja dan hanya pulang 1 bulan sekali. dia ditolak oleh ayahnya. dan kau, orang yang paling disukainya juga menolak keberadaannya. bisa kau bayangkan betapa sakitnya dia?"
"ap.. apa? tapi-"
"tidak kelihatan bukan, dia ternyata orang yang kesepian?" tanya Rogue. aku hanya mengangguk-angguk.
"dia memang keterlaluan saat memukulku. tapi itu cuma karena dia takut kehilanganmu saja. dan lagi, dia sudah meminta maaf kepadaku. jadi sebaiknya kau temui dia barang sebentar saja... aku tahu pasti, kau menyukai Natsu bukan?" tanya Rogue.
Aku hanya mengangguk. aku mulai menangis, aku tak menyangka ternyata Natsu seperti ini.. dia pasti terluka sekali mendengar perkataanku. dan aku yang bodoh ini, terlalu egois untuk menemuinya. saat ini ,satu-satunya yang ingin kulakukan adalah bertemu dengan Natsu. aku ingin sekali memeluknya dan meminta maaf kepadanya. maafkan aku Natsu...
uh! aku udah semangat banget nih mau ketemu sama Natsu. tapi... disinilah aku bersama Juvia... di toilet guru! aku dan Juvia dihukum untuk membersihkan toilet guru lantaran kami makan disaat jam pelajaran. saat istirahat aku dan Juvia tak sempat makan lantaran Juvia memintaku menceritakan apa yang kulakukan bersama Rogue di atap tadi. jadinya sisa jam istirahat kugunakan untuk bercerita kepada Juvia tentang kejadian tadi. dan akhirnya kamipun lupa untuk makan! perutku dan Juvia sudah tak tahan lagi, jadi roti daging yang tadi sudah dibeli kami makan disaat jam pelajaran. tidak kami duga, bau roti daging kami kuat sekali. jadinya guru pelajaran kami mencari-cari dimana asal bau itu -_- kami berdua ketahuan sedang makan, dan saat itulah kami mendapat hukuman untuk membersihkan toilet guru selama satu minggu.. AHHH! TIDAK BISAKAH AKU LEBIH SIAL DARI INI?! huhuhu... Natsuuuu!
"ya ampun.. sekarang sudah jam 4 sore lagi! padahal aku mau cepat-cepat ke rumah sakit untuk ketemu cintaku." keluhku kepada Juvia.
"tutup mulutmu dan kerjakan saja! ini semua karena kamu bercerita sampai Juvia lupa makan!" kata Juvia.
"hei jangan menyalahkan aku! kan kamu yang memintaku menceritakan apa yang terjadi!"
"hukuman ditambah menjadi dua minggu karena mengobrol di tenga-tengah masa penghukuman" kata seseorang yang kutahu akhirnya itu adalah guru yang sedang mengawasi kami bekerja -_-
ukh! jadi 2 minggu! aaaahh! tak bisa apa aku lebih sial dari ini! akhirnya kami selesai membersihkan toilet guru -_- entah apa yang guru-guru itu makan, sampai toilet jadi bau sekali. sekarang sudah jam 5! ahhh! sudah sore sekali... entah apa aku sempat ke Rumah Sakit! aku dan Juvia langsung berlari pulang setelah itu, lantaran langit sangat mendung dan sepertinya akan segera hujan. dan benar saja,sesampainya aku di rumah hujan turun amat besar.. huh, sepertinya memang sudah takdir hari ini aku tidak pergi menemui Natsu... ya sudahlah.. -_- lalu aku mandi karena badanku lengket sekali . membersihkan toilet guru benar-benar menguras semua tenagaku! toilet itu kotor sekali! ugh... -_- bukan hanya itu saja, punggungku juga pegal setengah mati karena tadi terus membungkuk untuk menggosok lubang neraka itu! M.E.N.J.I.J.I.K.A.N!
+JEGER!+
wuaaaahh! suara petirnya kencang sekali... hujannya juga sangat besar.. aduh.. -_- Natsu sabar ya. besok si cantik ini akan menjengukmu pagi-pagi sekali. kekekeke
~DING DING~CHA CHA CHA~DING DING~ CHA CHA CHA~
HPku berbunyi. deringnya jelek sekali, kapan-kapan akan kuganti.
"halo?" jawabku tanpa melihat dulu siapa yang menelpon
"..." orang di sebrang diam saja, tapi aku bisa mendengar suara hujan sebagai latar belakangnya.
"haaaalooooo?" tanyaku lagi
"..."
"Natsuu...?" tanyaku.
"keluar kamu..." jawabnya
"Natsu?!"
"katanya kau akan datang... kutunggu, tapi kau tidak datang juga..."
"Natsu?! kau mabuk ya? halo?"
"aku terus menunggu... bahkan aku juga meminta maaf kepada Natsu berharap kamu datang.. tapi kamu tak kunjung datang.."
"Natsu? kau dimana sekarang?!"
"terus kutunggu tapi kamu tidak datang..."
+TUUT~ TUUT~ TUUT~~+
teleponnya terputus. reflek,aku langsung berlari keluar untuk mencari Natsu. bahkan aku tak peduli untuk membawa payung di hujan sederas ini. Natsu... dia menungguku selama ini.. dia menungguku..! dimana kau Natsu..?! aku terus berlari di tengah-tengah hujan berharap menemukan dia. tapi aku tak tahu harus kemana. aku mengingat-ngingat dimana kira kira dia akan berada. ah! taman! mungkin saja dia di taman, tempat aku mengobati lukanya dulu. aku langsung berlari menuju ke taman itu. sesampainya di sana, aku mencari-cari ada tidaknya tanda-tanda Natsu. itu dia! dia disana, tepat di tempat aku mengobati lukanya waktu itu. aku berlari ke arahnya dan berteriak,
"NATSUUUUUUUUUUUUUU!"
To Be Continued
Bagaimana? Bagus? Aneh? Tunggu chapter selanjutnya ya.. ^^ Maaf ya klo ada yang typo atau kesalahan..
