Mommy.. Annyeong, Saranghae
.
.
.
Cast :
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Cho Sungkyu
.
.
.
Genre
Romance, Family, Angst
.
.
.
Rate T+
.
.
.
Warning
YOAI, Typo (s), OOC, tak masuk akal, GS for Donghae
.
.
.
Summary
Aku akan selalu mencintaimu, sekarang dan selamanya
.
.
.
Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu ^_^
.
.
.
Kyumin is Real
.
.
.
Chapter 4
Heechul melangkah memasuki kamar cucunya. Ia tersenyum tipis melihat putra, menantu dan cucunya sudah terlelap.
Tempat tidur itu telah penuh. Tidak ada celah yang tersisa sedikit pun disana. Heechul memandang 3 sosok yang berada di tempat tidur. Matanya sudah berkaca-kaca melihat pemandangan yang membuat iri siapa pun yang melihatnya. Kyuhyun tertidur menyamping sambil memeluk Sungmin yang membelakanginya. Sedangkan Sungmin memeluk Sungkyu yang sedang tidur terlentang.
Tempat tidur itu terlihat sempit hingga tubuh Kyuhyun tidak terselimuti. Heechul menarik sedikit selimut yang menutupi tubuh Sungmin dan Sungkyu dengan hati-hati dan perlahan, takut membuat menantu dan cucunya terbangun. Sampai akhirnya selimut itu bisa membungkus ketiga tubuh itu.
Setelah kejadian siang tadi, Sungmin terus diam dan murung. Menantunya itu bahkan tak keluar kamar. Kyuhyun berusaha membujuk tapi tak mempan. Putranya terlihat rapuh sama seperti Sungmin.
"Ada apa?"
Hanya sebuah kalimat singkat itu yang Heechul lontarkan, tak di sangka putranya langsung memeluknya kemudian menceritakan apa yang terjadi pada Sungmin.
Sungkyu yang khawatir dengan Mommynya menghampiri Sungmin yang tetap saja diam. Anak kecil itu mengajak Sungmin dan Kyuhyun untuk tidur bersama.
Heechul mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur kemudian mengelus pelan poni putra tampannya. Heechul kembali menelisik wajah polos putranya. Ia teringat kejadian ketika Kyuhyun meminta restu padanya berencana untuk menikah dengan Sungmin.
Flashback
"Umma aku mencintainya" Kyuhyun bersimpuh di hadapan Ibunya. Ia sedang berusaha meminta restu pada Ummanya itu untuk menikah dengan orang pilihannya.
"Lupakan. Umma tidak akan memberikan restu padamu dan kekasihmu itu" kata Heechul sambil membuang mukanya.
"Aku mencintainya Umma" lirih Kyuhyun.
Heechul menatap tidak percaya pada putra tunggalnya itu. "DIA NAMJA KYUHYUN. DIA NAMJA" teriak Heechul. Sangat berat mengetahui bahwa putra satu2nya menyukai bahkan mencintai seorang namja.
"Aku tahu Umma.."
"Lantas.. kenapa kau tetap melanjutkan hubunganmu itu?" tanya Heechul sarkatis.
"Cobalah untuk menerima Sungmin Umma. Aku yakin Umma akan menerima Sungmin setelah Umma mengenalnya lebih dekat"
"Tidak.."
"Umma tolonglah mengerti perasaanku Umma. Jika aku bisa aku tidak ingin seperti ini. Tapi ini kenyaannya Umma. Anakmu seorang gay"
"Lalu apa kau mengerti apa yang Umma rasakan sekarang Kyuhyun-ah?" lirih Heechul. "Putra tunggal Umma seorang gay. Apakah ada yang lebih buruk dari itu?"
"Maafkan aku Umma.. maafkan aku" Kyuhyun menundukan kepalanya. Ia tidak mau Heechul melihatnya menagis. Terlebih Kyuhyun tidak ingin melihat wajah kecewa ibunya itu.
Heechul menghela nafasnya dengan kasar. Airmata sudah membasahi pipi tirusnya. Dia melihat pada putranya yang sedang menunduk sambil menangis. Apa yang harus ia lakukan sekarang.
"Maafkan aku Umma.." kata Kyuhyun sambil memeluk pinggang Heechul membenamkan kepalanya pada perut ibunya.
Heechul mengusap airmatanya kasar. Ya Tuhan apa yang sudah aku lakukan pada putraku sendiri batin Heechul. Apakah sekarang ia sedang menyalahkan Kyuhyun tentang keadaan anaknya yang menyimpang? Heechul merutuk dirinya sendiri.
Hanya dirinya dan Suaminya yang diharapkan Kyuhyun untuk berada disampingnya. Orang lain pasti akan sulit menerima keadaan putranya. Sedangkan yang diharapkan putranya menjadi sandaran malah ikut menyalahkan dirinya.
Heechul mengusap lembut rambut Kyuhyun penuh kasih sayang. Isakan sudah tidak bisa ia tahan. Heechul mendongakkan kepalanya. Ia menyadari sosok yang bersembunyi di balik pintu itu melihat apa yang sedang Kyuhyun dan dirinya lakukan.
Sosok itu tidak jauh berbeda dengan keadaan Kyuhyun maupun dirinya. Sosok itupun ikut menangis bersama mereka. Hangeng tersenyum lembut pada Heechul yang sedang menatapnya itu.
"Dia putra kita, hanya kita yang ia andalkan untuk berada disampingnya" kata Hangeng lewat tatapan matanya pada Heechul. Seakan mengerti dengan pesan yang disampaikan suaminya itu, Heechul balas tersenyum.
Heechul memejamkan matanya sejenak. Meyakinkan bahwa keputusan yang akan ia buat itu adalah benar. "Kapan rencana kalian akan menikah?" kata Heechul tiba-tiba. Kyuhyun mendongakkan kepalanya melihat wajah Heechul yang sedang memandangnya.
"Umma.." lirih Kyuhyun.
"Apa?" sungut Heechul. Merasa risih di pandang oleh putranya seakan minta dijelaskan maksud dari Heechul yang menanyakan tentang rencana pernikahan.
Heechul melepas pelukan Kyuhyun dipinggangnya. Kyuhyun berdiri dari simpuhnya dan menatap Heechul bingung. "Ehem.. Kau bilang kau ingin menikah. Kapan itu?" tanya Heechul malu2. Merasa tidak kuat dengan keadaan putranya yang tiba2 jadi idiot, Heechul kemudian berlalu meninggalkan Kyuhyun.
Kyuhyun kaget melihat Ibunya yang beranjak pergi meninggalkannya. Aish baboya Cho Kyuhyun runtuknya dalam hati. Mungkinkah Ibunya menyetujui hubungan ia dan Sungmin. "Umma..." panggil Kyuhyun.
Heechul menghentikan gerakannya yang akan membuka pintu. "Bawalah Sungmin kemari, dia harus siap mendengar nasehat-nasehat dariku sebelum menikah dengan putraku yang BODOH" setelah mengatakan itu Heechul melangkah pasti meninggalkan Kyuhyun.
Kyuhyun hanya diam mematung. Kata BODOH yang Heechul berikan pada Kyuhyun mungkin itu benar. Kyuhyun mengerjap-ngerjapkan matanya tidak percaya. 'Umma memberikan restunya padaku?' batinnya. Sedetik kemudian Kyuhyun beranjak membukakan pintu.
Heechul belum jauh meninggalkan ruang itu. "Umma kau merestuiku?" teriak Kyuhyun. "Molla.." jawab Heechul sambil terus berjalan. Kyuhyun tersenyum, mata onxynya mulai berkaca-kaca lagi.
Kyuhyun berlari menghampiri Heechul kemudian memeluk Ibunya itu dari belakang. Heechul dapat mendengar suara isakan Kyuhyun. Mata Heechul pun kembali basah.
"Terima kasih Umma.. Terima kasih" Kyuhyun mengeratkan pelukannya. "Aku mencintaimu" ujarnya lagi. Heechul tersenyum mendengar ungkapan cinta anaknya itu.
"Jangan bohong. Kau mencintai namja itu bukan diriku" ucap Heechul.
"Ani. Ani. Aku mencintaimu dan dirinya" kata Kyuhyun.
Heechul melepas pelukan Kyuhyun. Membenarkan rambut serta pakaianya yang terlihat kusut karena perbuatan anaknya itu. "Ehem... Kemana suamiku pergi?" tanya Heechul entah pada siapa "HANNIE" teriaknya. Tanpa melihat namja muda nan tampan yang memeluknya tadi, ia langsung melangkahkan kakinya meninggalkan Kyuhyun lagi yang sedang tersenyum penuh arti padanya.
Flasback End
Heechul terdiam mengingat kejadian itu. Mulai dari sana Heechul berusaha menerima Sungmin dan ia telah melihat hasilnya sendiri. Ia sangat mencintai dan menyayangi Sungmin sekarang.
Ia harus berterima kasih pada Sungmin. Karena Sungmin ia bisa terus melihat wajah putranya yang selalu tersenyum bahagia. Dan juga telah memberikannya seorang cucu yang sama persis tingkah lakunya dengan Kyuhyun waktu kecil. Heechul mengecup pucuk rambut putranya dan menantunya bergantian.
Heechul menahan tangisnya mengingat kenyataan bahwa Sungmin sedang sakit sekarang. Sebelumnya pergi Heechul mencium kening cucunya itu.
.
.
.
Kyuhyun mengerutkan dahinya melihat berkas-berkas yang sejak tadi ia baca. Ia meletakkan berkas ke meja lalu mengusap wajahnya kasar. Namja itu menggoyangkan dasi sehingga sedikit longgar melingkar di lehernya. Merebahkan tubuhnya pada sandaran kursi.
Ia sungguh tidak bisa focus bekerja. Pikirannya terus tertuju pada Sungmin yang tetap saja diam. Ia bingung harus mengatakan apa pada Sungkyu yang terus-terusan menanyakan apa yang terjadi pada MommyNya yang biasanya ceria malah murung beberapa hari ini.
Tidak mungkin ia menjawab. 'Sungkyu baby. Mommy mengidap penyakit Ataxia. Penyakit itu tidak bisa di sembuhkan karena para ahli belum menemukan obatnya', bunuh saja ia jika tega mengatakan itu pada putranya.
Kyuhyun melirik pada telpon yang berdering. "Yeo-"
"Kyu.." ternyata yang menelpon adalah Heechul.
"Ne Umma" jawab Kyuhyun.
"Sungmin pergi keluar" kata Heechul di sebrang sana.
Kyuhyun langsung menegakkan tubuhnya. "Odiesoyo?" tanyanya.
"Karena itu Umma menelponmu, Sungmin tidak bilang pada Umma dia mau kemana. Eottoke?"
Kyuhyun memijit pelipisanya. Ia khawatir, pertama di beritahu penyakit yang diderita, Sungmin begadang semalaman mencari tahu tentang Ataxia lewat mesin pencari. Setelah itu Sungmin selalu diam. Beberapa kali Kyuhyun melihat pandangan mata istrinya itu tampak kosong. Ia tidak pernah melihat SungminNya seperti itu.
"Aku akan mencarinya" Kyuhyun mengakhiri sambungan telpon dengan Heechul. Baru saja ia akan melangkah ponselnya bergetar.
Kibum's calling
"Sungmin Hyung berada dirumah sakit" Kyuhyun terkejut mendengar si penelpon langsung bicara sebelum ia menyapa. Namja berkulit pucat itu melanjutkan langkahnya keluar ruangnya. "Aku rasa dia kemari untuk menemuiku" lanjutnya.
Para karyawan menundukan kepalanya ketika berpapasan dengan Direktur utama Cho Corp itu. "Jangan katakan macam-macam pada Sungmin. Aku akan segera kesana" titah Kyuhyun lalu memutuskan panggilan.
Sementara di rumah sakit sana. Kibum melihat ponselnya, lalu melihat pada sosok mungil namja manis yang perlahan memasuki gedung rumah sakit. Ia hanya menghembuskan nafasnya kemudian memasukan ponselnya kedalam saku celananya.
Beberapa menit berlalu. Dokter muda itu heran kenapa sampai sekarang Sungmin belum sampai diruangannya. Ia yakin 100% jika istri sahabatnya itu datang kemari untuk menemuinya. Kibum memutuskan keluar ruangannya untuk mencari Sungmin.
Kibum menengok ke kanan dan kekiri di setiap perempatan koridor, tapi sosok namja manis itu tak terlihat hingga ia hampir di depan resepsionis.
"Chogiyo"
"Ne Dokter" kata seorang petugas.
"Apa kau melihat seorang namja, tidak lebih tinggi dariku, wajahnya cantik dan manis" kata Kibum.
Petugas itu tampak berpikir sebentar. "Ah! Pemuda itu" serunya.
"Kemana dia? Apa kau tahu?" tanya Kibum.
"Dia menanyakan padaku apakah dirumah sakit ini ada pasien Ataxia yang dirawat" jelas petugas itu.
'Solma..' batin Kibum.
"Apa kau memberitahunya?" tanya Kibum. Petugas itu mengangguk. "Tuan Park Jung Soo?" tebak Kibum. Karena memang namja paruh baya bernama Park Jung Soo itu adalah pasien satu-satunya pengidap Ataxia yang di rawat di rumah sakit ini.
"Kibum-ah" Dokter muda itu menoleh dan mendapati namja tinggi berkulit pucat yang berlari menghampirinya. "Sungmin eodiesoyo?" tanya namja yang di ketahui bernama Kyuhyun.
"Ikut aku" tanpa banyak bicara Kyuhyun mengikuti Kibum.
.
.
.
"Kau ingin masuk?" Sungmin tersentak ketika sebuah suara menyapanya dari belakang. Implus namja manis itu membalikkan badannya. "Annyeong Hyung" sapa Kibum.
Sungmin tersenyum tipis. Ia mengedarkan pandangannya tidak berani melihat namja berkulit pucat yang berada di samping Kibum.
"Kenap-"
"Mau ikut aku masuk kedalam?" Kibum memotong ucapan Kyuhyun. Sungmin tetap diam. Dokter muda itu menggengam tangan Sungmin, menarik untuk mengikutinya.
Greep
Kibum menoleh dan melihat sebuah tangan mencekal lengannya. Ia mendoangak pada Kyuhyun yang seakan mengatakan 'Jangan lakukan' lewat tatapan matanya.
Sebelum Kibum menjawab. Sungmin melepas ganggaman tangan Kibum, ia menghampiri suaminya. Melepas cekalan Kyuhyun pada Kibum. Sungmin menggenggam tangan Kyuhyun. "Aku ingin melihatnya" gumam Sungmin pelan sembari menatap pada suaminya.
Akhirnya, KyuMinBum masuk keruangan itu. "Annyeong Jung Soo-ssi. Bagaimana kabar anda hari ini? Sora-ssi dan putri Anda belum kemari?" tanya Kibum menghampiri namja yang terbaring lemas di atas ranjang dengan selang infus dan alat pernapasan yang terpasang pada tubuhnya.
Kibum mengambil sebuah papan kaca yang berisi deretan huruf hangul. Mendekatkannya pada Jung Soo. Pria paruh baya itu mengulurkan tangan gemetarnya. Jemarinya menunjuk huruf demi huruf. Sangat lama, jika orang yang tidak bersabar, di jamin langsung pergi dari pada harus menunggu namja paruh baya itu menyelesaikan kalimatnya. Kyuhyun melirik Sungmin, wajahnya pucat pasi. Ia mengeratkan genggaman tangannya.
Sungmin tidak kuat lagi melihat lebih jauh namja paruh baya bernama Park Jung Soo itu. Sepanjang koridor sampai tempat parkir ini tak ada yang membuka suara antara pasangan suami istri sesama jenis itu. Kyuhyun melihat Sungmin yang tiba-tiba mengehentikan langkahnya. Istrinya itu menundukan kepalanya.
"Aku akan sepertinya" lirih Sungmin. Ia mendongak melihat pada Kyuhyun dengan mata yang sudah basah. "Sepanjang hari berbaring di ranjang hiks.. bahkan untuk bicarapun tidak bisa" air mata itu makin deras keluar dari kedua foxy eyesnya.
Kyuhyun menggeleng kepalanya lemah. Tidak tahu harus bicara apa. Menyangkal tidak mungkin. Sungmin istrinya bukan namja bodoh yang mudah di bohongi. Ia juga tidak tahu dengan arti ia menggeleng seperti itu.
"Hiks.. aku hanya perlu menunggu hingga penyakit itu menghentikan fungsi saraf motorikku"
Grep
Kyuhyun mengambil nafas berusaha menahan air mata yang ingin ikut keluar membasahi pipinya. "Hajima. Berhentilah membicarakan itu"
"Bagaimana aku bisa berhenti. Penyakit itu yang ku derita" Sungmin membenamkan wajahnya pada dada bidang suaminya. "Kenapa Tuhan memberikan penyakit ini padaku Kyu?" lirih Sungmin. "Aku ingin hidup lebih lama lagi denganmu, Sungkyu, Umma, Appa, Eunhyuk dan lainnya. Aku..aku hiks" Sungmin sampai tidak bisa menyelesaikan kalimatnya.
"Jangan bicara lagi" Kyuhyun mengeratkan pelukannya. Jika memang ada, walau sangat langka, Kyuhyun pasti akan berusaha mendapatkan obat itu untuk kesembuhan Sungmin. Dari awal di temukan penyakit ini sampai pada zaman modern sekarang, tak ada yang berhasil menemukan obat untuk penyakit Ataxia ini.
"Aku ingin hiks.. bisa melihat pertumbuhan Sungkyu hiks" Sungmin sungguh belum siap. Penyakit ini dengan berani menyusup kedalam tubuhnya. Sungmin terbayang jika ia berada di posisi yang sama seperti Park Jung Soo. Tak bisa melakukan apapun, sedangkan fungsi otak masih berfungsi. Mati seketika terasa lebih baik dari pada harus mati dengan perlahan seperti itu.
"Kau pasti bisa melihatnya" Kyuhyun mengecup dahi Sungmin.
.
.
.
"Kyunie senyum. Kim-chi –jepret"
Bagaimana Sungkyu bisa tersenyum, anak kecil itu baru saja bangun tidur. Sungkyu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Merasa aneh dengan sikap Sungmin yang membuatnya bingung. Kemarin-kemarin Mommynya itu hanya diam. Dan sekarang menjadi sangat hiperaktif. Ia tersenyum kecil, tapi tidak apa toh ini lebih membahagiakan melihat Sungmin kembali cerewet.
"Aish, perban ini menggangu saja" dengus Sungmin melihat fotonya dengan Sungkyu sembari mengusap dagunya yang tertutup perban.
"Mommy" panggil Sungkyu.
Sungmin mengangkat kedua alisnya. "Hm?"
Sungkyu menggeleng. "Aniya. Bukan apa-apa"
Sungmin mengecup kening putranya dan menyuruh anak kecil itu untuk segera mandi. Setelah melihat wajah polos Kyuhyun dan Sungkyu tadi malam, Sungmin sadar dengan keadaanya. Menolak dan berteriak 'mengapa penyakit ini memilihku' sampai kehilangan suara pun penyakit itu tidak akan hilang. Jadi namja manis itu memutuskan untuk kembali menjadi dirinya sendiri.
Tak murung seperti beberapa hari kebelakang. Ia akan menikmati tiap detik hidup nya dengan ceria dan bahagia bersama Kyuhyun, Sungkyu dan yang lainnya.
Setelah menyiapkan seragam putranya, Sungmin beranjak menuju kamarnya. Ia melihat seorang namja yang masih bergelung di atas ranjang. Ia duduk di pinggir ranjang, tersenyum kecil kemudian mengarahkan lensa kamera yang ia pegang dan mulai membidik. Ia terkikik geli melihat hasilnya. Wajah pulas Kyuhyun dengan mulut yang sedikit terbuka.
"Kyu bangun" Sungmin menepuk pelan bahu suaminya. Kyuhyun yang merasa terganggu karena ada gerakan di tubuhnya mulai membuka matanya.
Hal pertama yang ia lihat adalah wajah ceria Sungmin yang tengah menatapnya. Mengerjab beberapa kali lalu beranjak duduk. "Min.." panggil Kyuhyun. Bukan apa-apa ia juga merasa heran. Ia masih ingat, malam tadi Sungmin masih diam tak bicara. Tapi sekarang terdapat senyuman di wajah cantik namja itu.
Sungmin hanya tersenyum. Ia merangkul lengan Kyuhyun, mengarahkan kamera digitalnya ke udara dengan satu tangan. "Kyuhyunnie, lihat ke kamera. Hana dul sit kimchi-jepret" kembali terdengar suara bliz dari kamera itu.
Kyuhyun masih diam. "Aku baru bangun tidur" ucap Kyuhyun.
"Arra" jawab Sungmin sembari melihat hasil jepretannya. Ia kembali tersenyum. Kyuhyun menangkupkan wajah cantik istrinya dan mengarahkan untuk memandangnya. "Kau.. tidak apa-apa?" tanya Kyuhyun. Ia takut saja jika istinya itu frustrasi karena penyakit laknat itu.
"Aku mengerti maksud ucapanmu" Sungmin melepas kedua tangan suaminya, kemudian mengecup pipi yang terdapat beberapa lengkungan bekas jerawat walau begitu suaminya masih saja tampan. "Aku tidak gila" bisiknya.
Kyuhyun hanya diam dengan wajah yang masih heran. "Aku sudah berpikir semalaman. Tidak ada untungnya terus memusingkan tentang penyakit yang ku derita. Ada yang lebih penting dari itu" Sungmin menjeda ucapannya, mengelum senyum melihat wajah ingin tahu suaminya. "Kyunie, ada kotoran di matamu" Sungmin terkikik geli.
Kyuhyun mendengus, mengarahkan jari tengahnya untuk mengambil 'kotoran' yang sudah berani berdiam di daerah sekitar matanya. Setelah berhasil, namja berkuit pucat itu menatap istrinya. "Kalimatmu belum selesai. Ada yang lebih penting dari itu.." katanya mengingatkan Sungmin sampai mana mereka bicara tadi.
"Menghabiskan waktu dengan bahagia bersama kalian" ucap Sungmin pelan dengan senyuman. Entah mengapa senyum itu membuat Kyuhyun merasa sakit. "Aku minta padamu, Cho Kyuhyunnie suamiku tercinta. Jangan perlakukan aku seperti orang yang sakit walau kenyataanya memang benar. Aku masih mampu melakukan apapun sendiri"
Kyuhyun mengerti, kemudian tersenyum. Baiklah jika itu yang diinginkan oleh Sungmin, ia juga tidak mau melihat namja cantik itu selalu bersedih.
Kyuhyun menangkup kembali wajah Sungmin lalu mendekatkan padanya. Tahu maksud dari namja yang lebih muda darinya itu, Sungmin langsung membekap mulutnya.
"Morning kiss~ palli" rengek Kyuhyun.
Sungmin mendorong wajah suaminya itu. "Shireo. Mulutmu bau" ujar Sungmin sembari melangkah keluar kamar.
.
.
.
"Annyeong~~" seruan itu membuat KyuMinChul dan Sungkyu yang sedang asyik menonton DVD menoleh.
"Bojie~" Sungkyu berlari menghampiri kakeknya yang sudah bersimpuh dengan satu kaki dan merentagkan tangannya siap untuk membawa tubuh kecil cucunya itu kedalam pelukannya lalu menggendongnya.
"Ni hao ma?" tanya Sungkyu.
"Hen hao. Ni ne?"
"Wo ye hen hao" jawab Sungkyu riang.
Bukan hal aneh jika umur 7 tahun Sungkyu sudah fasih berbahasa mandarin. Sejak Sungkyu bisa bicara, Hangeng sang kakek selalu menyisipkan bahasa mandarin jika sedang berbicara dengan cucunya. Malahan Sungkyu lebih menguasa bahasa itu dari pada Sungmin.
"Aku dilupakan" gumam Heechul yang sudah berdiri di hadapan Hangeng. Namja paruh baya itu tersenyum, kemudian memeluk tubuh kurus istrinya tanpa melepas Sungkyu dalam gendongannya.
"Bogosshipo" ujar Hangeng. Ia melepas pelukannya kemudian mengecup bibir istrinya singkat. Namja tan itu menoleh pada menantunya yang berdiri disampingnya. "Aku merindukanmu. Chagiya"
Sungmin tersenyum, ketika mertuanya memeluknya. "Nado bogosshipo, Appa" kata Sungmin.
"Ehem-ehem.. Appa~~ wo xiannian ni (aku merindukanmu), peluk aku" Kyuhyun melepas paksa pelukan ayahnya pada Sungmin dan langsung memeluk tubuh Hangeng.
"Iss Daddy, ikut-ikutan bahasa mandarin seperti Kyunie" cibir Sungkyu.
.
.
.
"Ahjumma Eunhae ingin sosis bakar itu" Sungmin tersenyum, Eunhae memang kerap kali memanggilnya seperti itu, sudah di bilang 'Ahjusshi' keponakannya tidak mendengar dan terus memanggilnya 'Ahjumma', ya sudah terima saja.
Sungmin memberikan satu tusuk sosis pada Eunhae. Sekarang weekend, Heechul mengusulkan untuk mengadakan pesta BBQ. Itu sebabnya ada Eunhae dan otomatis ada orang tua anak itu.
Sungmin menoleh, ia melihat Heechul dan Donghae sedang menyiapkan piring-pirang. Eunhyuk dan Hangeng membantu istri-istri mereka mengambil barang yang di butuhkan. Jika seperti itu, lalu kemana suami tampannya?
"Mencariku?" sontak Sungmin menoleh ke arah samping dan langsung di suguhi oleh wajah mesum suaminya. Sungmin berdecak tapi senyum terukir di paras cantiknya.
Kyuhyun tersenyum, melingkarkan tangannya di perut rata istrinya. Tak pelak membuat sang empu ikut tersenyum juga. "Berapa lama lagi? Aku sudah lapar" kata Kyuhyun manja.
"Daddy, Mommy kimchi-jepret" seru Sungkyu yang langsung mengambil gambar Daddy dan Mommynya. Sungkyu terkikik gemas melihat gambar kedua orang tuanya lalu memamerkannya pada Eunhae. Hanya sebuah plester yang menyelimuti luka di dagu Sungmin sekarang.
Donghae menghampiri Kyu Min. "Aigoo. Lengket sekali. Pergilah berbulan madu lagi" katanya sembari menyodorkan piring.
"Jangan berpikir macam-macam" Sungmin angkat bicara sebelum Kyuhyun mengemukakan pendapatnya. Ia tahu namja lebih muda darinya itu ingin meng-iyakan usulan Donghae. Kyuhyun hanya tersenyum malu.
"Kajja, sudah matang bukan. Aku sudah lapar" lanjut Donghae lagi.
Lagi-lagi, Sungmin tidak berhasil mengambil daging panggang itu. Kyuhyun dan Donghae melirik Sungmin khawatir. Ya! Selain Heechul. Hangeng, Eunhyuk dan Donghae juga sudah mengetahui tentang penyakit Sungmin. Karena permintaan Sungmin agar tidak di perlakukan seperti orang penyakitan, maka dari itu mereka semua bersikap biasa. Dan itu juga yang membuat Heechul dan Hangeng tetep tinggal di rumah putranya sekarang.
Sungmin tidak menyerah, ia tersenyum ketika tangannya kembali normal. Satu persatu daging panggang ia letakkan di piring besar yang Donghae pegang. Wanita itu tersenyum kemudian pergi menuju meja di ikuti oleh Kyuhyun dan Sungmin dari belakang.
Suasana sore itu sangat kentara dengan hati bahagia dan penuh kebersamaan. Hidangan daging panggang sudah ludes sedari tadi, sepanjang acara makan Sungmin dan Sungkyu tak berhenti untuk mengabadikan moment lewat lensa kamera.
"Semua lihat kemari" seru Sungmin. Ia berdiri agak jauh untuk mengambil gambar. Semua orang termasuk Kyuhyun saling merapat di meja makan tersenyum ketika Sungmin mulai menghitung.
Jepret
Tersenyum sekilas, Sungmin hendak akan kembali tapi langkahnya terhenti, ia merasa pusing dan seketika itu pandangannya galap.
Bugh
Semua terlonjak. Sungmin jatuh ke tanah dengan kepala mendarat lebih dulu. Kyuhyun yang berada paling ujung langsung merengkuh tubuh istrinya.
"Min" ujarnya. Ia sangat takut. Darah keluar dari dahi Sungmin. Semua orang mengerubungi Sungmin. Hanya satu yang tidak ikut. Sungkyu masih dalam posisinya, duduk di kursi. Ia sangat kaget. Ini bukan pertama kali MommyNya selalu jatuh dengan tiba-tiba padahal tak ada apapun yang menghalangi jalannya.
Mata anak kecil itu berkaca-kaca. Satu kedipan, air mata itu turun. Melihat kembali untuk kedua kalinya darah yang mengalir dari wajah Sungmin. Pertama dagu sekarang dahi. Sebenarnya apa yang terjadi pada Mommynya.
Sungmin tidak sadarkan diri. "Umma, Sungkyu" kata Kyuhyun, sang Umma menganguk mengerti dengan maksud putranya, untuk menjaga Sungkyu sementara ia sibuk dengan Sungmin. Kyuhyun langsung menggendong Sungmin menuju mobil. Rumah sakit yang harus ia tuju sekarang. Eunhyuk dan Donghae beserta Eunhae menyusul. Heechul dan Hangeng menyadari bahwa cucunya masih diam duduk di kursi menghampiri Sungkyu.
"Bojie~" panggil Sungkyu menghentikan gerakan Hangeng yang akan menggendongnya. Namja keturunan China itu berdehem kecil.
"Mommy, weishenme (kenapa)?" gumam Sungkyu membuat Heechul dan Hangeng membeku.
.
.
.
TBC
SEE NEXT CHAPTER ^^
