Present,

Lolly Aiko

.

.

.

"Appa~ ayolah ~ Kenapa tak meminta pesetujuanku dulu jika ingin memelihara seekor rubah?" Tanya Baekhyun sambil terus mengikuti Appanya yang tengah menata kamar Baekhyun untuk kandang Chan Lie juga.

"Memangnya kenapa baekki? Bukankah kau dari dulu ingin sebuah peliharaan? Oh apakah chan lie anjing?" Bukannya menjawab,Appa Baekhyun malah bertanya sambil memperhatikan Chan Lie yang saat itu tengah bermain dengan sebuah boneka kecil , ketika merasa diperhatikan Chan Lie berhenti sebentar dari kegiatan bermainnya dan menggonggong yang membuat Baekhyun terdiam.'Dasar rubah sialan' piker baekhyun sambil menatap tajam Chanyeol.

"Lihatlah , bukankah ia menggonggong? Itu berarti ia anjing , Baekkie." Putus Appa Baekhyun kemudian sambil membenahi beberapa tempat makan dan minum untuk Chan Lie tanpa memperdulikan wajah Baekhyun yang menjadi masam.

"Ukkkhh~ Baiklah baiklah , tapi kenapa dia ditempatkan di kamarku?!" Pekik Baekhyun putus asa , sudah cukup ia bersabar .

"Tidak ada tempat lagi untuknya… Sudah appa mau mengantarkan Nenek dan kakekmu dulu . Baiklah Chan Lie ini rumah barumu jadi bersikap baik dengan anakku ne?" Monolog Appa baekhyun sambil mengusap kepala chan Lie perlahan dan melenggang pergi begitu saja . Mereka –Chanyeol dan Baekhyun- cukup lama terdiam dengan pikiran mereka , hingga terdengar bunyi mobil menjauh dari rumah yang menandakan appa Baekhyun sudah pergi .

Dengan perlahan Chan Lie menuju tempat tidurnya yang terbuat dari keranjang yang diberi selimut dan bantal . 'Lumayan nyaman' Pikir Chanyeol sambil mulai memejamkan mata tanpa menghiraukan Baekhyun yang sedari tadi melihatnya sinis . Melihat rubah sial itu sudah tidur Baekhyun dengan cepat mengganti pakaiannya dan masuk ke dalam selimutnya dan tertidur tanpa memperdulikan senyum lembut milik seorang rubah di kamarnya.

.

.

.

SET SET

"Eungg~ Appaa 5 menit lagi~" Racau Baekhyun tanpa membuka matanya dan mulai tertidur lagi.

CUP

Baekhyun merasakan sebuah benda kenyal dan hangat di bibirnya . Tunggu – Kenyal dan hangat? Dengan cepat Baekhyun membuka matanya dan melihat Chanyeol tengah menciumnya dengan ekor berjumlah Sembilan melambai-lambai di belakang tubuhnya . Baekhyun dengan cepat mendorong Chanyeol dan merapat ke dinding.

"M-mau apa kau?" Tanya Baekhyun waspada sambil menutupi dadanya layaknya seorang wanita sambil matanya tetap mengawasi Chanyeol .

"Memangnya kau kira aku akan melakukan apa eoh?" Goda Chanyeol sambil duduk di kasur Baekhyun dengan Half naked yang membuat Baekhyun bersemu ketika memperhatikan abs milik chanyeol dan memilih memalingkan muka.

"T-tidak tau~" Ujar Baekhyun dengan tergagap dan wajah yang sudah semerah tomat busuk . Dan ketika ia merasakan tak ada jawaban dari chanyeol ia menolehkan kepalanya ke tempat Chanyeol dan menemukan sebuah bibir merah milik Chanyeol yang tinggal beberapa centi lagi akan menyentuhnya . Baekhyun terdiam ketika Chanyeol mulai mendekatkan bibirnya ke bibir milik Baekhyun sambil menyeringai.

CKLEK

Ketika Baekhyun mendengar pintu kamarnya terbuka dengan cepat ia menutupi Chanyeol dengan selimut dan tersenyum paksa saat melihat Appanya sedang bersender pada pintu.

"Jadi Byun Baekhyun mau sampai kapan kau di tempat tidur? Apa kau tidak sekolah?" Tanya appa Baekhyun sambil melihat kandang milik Chan Lie dan kosong . Dan ketika melihat tempat tidur milik Baekhyun , ia mengernyit ketika melihat gundukan di selimut Baekhyun yang membuatnya berjalan ke selimut Baekhyun dan menariknya.

"Ya ! Byun Baekhyun ! Tega sekali kau membungkus Chan Lie dengan selimut ?! Kau mau membuangnya hah?!" Pekik Appa Baekhyun nyaring sambil menyentil dahi Baekhyun yang membuat Baekhyun menggerutu tak jelas.

"Appo appa ~ Ini sakit ! Aku tak berniat membuangnya ! Mungkin ia menyusup ke selimutku." Bela Baekhyun dengan tatapan anak anjing miliknya yang membuat appanya terdiam sejenak sebelum menghela nafas.

"Baiklah baiklah~ Kau ini seorang laki-laki tapi mirip perempuan." Ujar Appa Baekhyun sambil tersenyum jahil dan buru-buru meninggalkan kamar Baekhyun sebelum Baekhyun meledak.

"Yaa ! Appa !" Teriak Baekhyun histeris ketika mendengar ejekan Appanya sambil mem-poutkan bibir miliknya . Dan wajahnya tambah berwajah masam saat appanya dengan suara sok imutnya memanggil Chan Lie agar memakan daging di bawah . Dengan segera ia beranjak ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap sekolah .

.

.

.

Dengan perlahan Baekhyun mengedarkan kepalanya ke seluruh seisi sekolah untuk menemukan Seseorang . Ketika sedang sibuknya mencari Baekhyun merasakan sebuah tepukan di bahunya ia menoleh dan menemukan Chanyeol dengan seragam sekolahnya . Tentu saja Baekhyun menjadi terkejut dan ia hanya bisa membuka mulutnya ketika melihat penampilan Chanyeol itu . Apalagi beberapa sapaan dari Hoobae yang rata-rata seorang yeoja entah kenapa membuat Baekhyun kesal apalagi jika Chanyeol memamerkan senyum manisnya pada mereka .

"kenapa kau ada disini? Kenapa juga memakai seragam sepertiku? Kau ini benar-benar aneh." Omel Baekhyun panjang lebar saat melihat Chanyeol menaikkan sebelah alisnya saat melihat pout imut Baekhyun seolah menanyakan apa yang terjadi.

"Aku berssekolah disini . Jika aku orang aneh , tak mungkin aku berusaha untuk bisa masuk kesini hanya untuk dirimu." Goda Chanyeol sambil mendekatkan tubuhnya pada Baekhyun sambil menyeringai . Dengan cepat alarm bahaya dalam kepala Baekhyun berbunyi dan secara reflex baekhyun mundur .

"Mau apa kau mendekatkan badanmu ke badanku huh?" Tanya Baekhyun sengit tanpa menyadari jika Kai sudah mendekat kea rah mereka dengan memberikan tatapan bingung pada namja di depan Baekhyun . Ketika ia sudah di depan Baekhyun , Kai langsung melotot Karena melihat orang di depan Baekhyun.

"C-chanyeol hyung?" Gagap kai sambil menunjuk Chanyeol layaknya melihat hantu , sementara chanyeol hanya memutar bola matanya malas . Jika Baekhyun hanya bisa diam kebingungan karena biasanya Kai akan cuek kepada orang lain selain orang-orang yang tentu saja dekat dengannya.

"Tidak usah berlebihan begitu bodoh . Kau mirip sekali dengan paman Kim ketika bertemu ayahku." Sindir Chanyeol sambil menahan tawa melihat ekspresi Kai saat ini .

"Hyung~ jadi tunanganmu adalah Chanyeol hyung? Wahh… Daebak !~ Kau beruntung mendapatkannya." Serobot dan Puji kai pada Baekhyun yang masih kebingungan .

"Tunggu – kalian mengenal?" Tanya Baekhyun sambil menunjuk Chanyeol dan Kai secara bergantian dengan tatapan bingung.

"Tentu saja . Dan lebih dari itu , kami bersaudara." Ujar kai sambil merangkul Chanyeol dan menunjukkan senyum yang kekanakan.

"Selalu berlebihan dan tak berubah . Kau ini sudah dewasa bodoh !" Ujar Chanyeol sambil memukul pelan kepala Kai yang menyebabkan Kai mengelus kepalanya sambil berkata 'aduh' dan 'appo' sedangkan Baekhyun hanya bisa menatap kasihan Kai.

.

.

.

"Kapan aku meminta bantuan padamu yeol?" Tanya Baekhyun ketika mereka sudah ada di atap sekolah saat istirahat . Sementara chanyeol bersandar di tembok Baekhyun lebih memilih untuk melihat pemandangan hutan belakang sekolah.

"Kau tak ingat?" Tanya chanyeol bingung sambil menatap aneh baekhyun.

"err~ Aku tak ingat." Jawab baekhyun ragu.

"Kemari dan dekatkan dahimu." Kata Chanyeol Santai sambil membuka kotak bekalnya . dengan perlahan Baekhyun mendekat pada chanyeol dan memajukan dahinya . Ketika melihat Baekhyun menurut dengan cepat chanyeol membisikkan kata-kata yang tak jelas dan menekan jari telunjuknya pada dahi Baekhyun.

Wush~

Ketika membuka mata , Baekhyun menemukan dirinya,Luhan dan sehun ketika kecil sedang bermain di teras rumah . Dengan cepat ia menoleh ke Chanyeol dan menemukan chanyeol sedang tersenyum pada dirinya di masa lalu.

"D-dimana ini yeol?" Tanya baekhyun bingung sambil memperhatikan lagi 3 orang anak kecil itu.

"I-itu bukankah aku?" Tanya Baekhyun bertambah bingung ketika ia yakin bahwa anak kecil berambut hitam itu adalah dirinya dan ketika menoleh pada tempat chanyeol , tidak ada.

"C-chan?" Panggil Baekhyun gemetar , ia tak mau tertinggal disini selamanya . Ia butuh Chanyeol untuk keluar dari sini . Dan ketika ia kembali melihat ke arah 3 anak kecil itu ia menemukan Luhan dan sehun pingsan sedangkan dirinya seperti akan tersedot kedalam pusaran angin . Ketika ia ingin berteriak ia melihat seekor rubah kecil berjalan melalui belakang dirinya dan menghilangkan pusaran angin itu . Baekhyun terdiam sebentar , Rubah? Luhan? Sehun? Permainan? Dan ketika pecahan ingatan itu kembali ke otaknya baekhyun langsung jatuh terduduk dengan muka kaget .

Ia ingat ! Dulu memang ia pernah mengalami seperti ini dan berjanji kepada rubah dan rubah itu Chanyeol . Tunggu? Chanyeol? Ketika merasakan sentuhan di dahinya Baekhyun membuka matanya dan menemukan dirinya sudah ada di atap sekolah . Ketika melihat ke depan , ia menemukan chanyeol sedang memakan bekalnya . Dengan cepat Baekhyun berlari kea rah pintu dan turun tanpa memperdulikan tatapan sedih Chanyeol .

.

.

.

Mulai dimana Chanyeol mengingatkan baekhyun tentang janjinya , Baekhyun berubah menjadi pendiam . Tak hanya Chanyeol yang merasakan itu tetapi Seluruh kelas maupun teman-teman Baekhyun .

"Ehmm.. Good Morning Student , Now we have new students . Sooyoung Come here ." Ucap Shim Sonsaengnim pagi hari itu . Ketika mendengar murid baru , serentak beberapa murid menengok kea rah pintu dengan semangat . Seorang yeoja cantik perlahan masuk ke kelas dan ketika sudah berdiri di samping ia tersenyum kepada semua orang.

"Annyeonghaseo~ naneun Choi Sooyoung imnida." Sapa Sooyoung sambil membungkukkan badannya dan tersenyum kembali tetapi ketika ia melihat baekhyun , matanya yang tadinya ramah menjadi tak ramah sedangkan chanyeol hanya cengo ketika melihat Sooyoung.

"Baiklah .. Sooyoung silahkan duduk di sebelah Gongchan sik . Gongchan tolong angkat tanganmu agar sooyoung bisa menemukanmu." Ujar Shim Sonsaengnim dan pelajaran pun dimulai.

.

.

.

"Channie ~ Kenapa kau tadi berpura-pura tak mengenalku eoh?" Adu Sooyoung ketika Bel istirahat berbunyi , beberapa anak berbisik jika Chanyeol beruntung bisa kenal yeoja secantik Sooyoung sedangkan Baekhyun hanya menatap mereka datar.

"Kenapa kau disini?" Tanya chanyeol datar kepada Sooyoung . Sedangkan sooyoung tersenyum misterius.

"Tentu saja untuk bertemu Tunanganku." Ujar Sooyoung Enteng yang langsung membuat semua orang yang ada di kelas melihat ke arah mereka dengan pandangan terkejut , begitu juga dengan Baekhyun.

"Aku tak pernah merasa bertunangan denganmu bodoh." Elak Chanyeol sambil men-death glare Sooyoung yang dibalas tawa oleh Sooyoung.

"Oh ya? Bagaimana bisa kau melupakanku bodoh . Ah ~ apakah kau telah menemukan seseorang yang baru disini? Siapa? Apakah Yeoja atau namja?" Cerocos Sooyoung tanpa memperdulikan tatapan aneh Chanyeol .

CUP

Dan ketika Sooyoung mencium pipi Chanyeol semua orang terpekik histeris begitu juga beberapa yeoja kelas lain. Sedangkan Sooyoung langsung pergi entah kenapa setelah insiden , dan Baekhyun hanya bisa tersenyum miris atas insiden itu dan kembali memandangi jendela kelasnya.

TBC/END?

Maaf kalau jelek

Chapter ini mau kubagi 2

Biar pas sama ideku ;A;

REVIEW PLEASE