Bleach © Tite Kubo
Bleach Fanfic Story – Dragon Ice and Wolf of Black Snow
Soul Society Arc
-I do not own Bleach-
Don't Like, Don't Read
Warning : TYPO, OOC, OC, AU, Etc
- Chapter 3 -
Semua wakil kapten terdiam mendengar alarm itu. Sasakibe yang merupakan wakil kapten dari divisi satu segera berdiri. "kita sudahi pertemuannya sampai disini. Hingga masalah ini selesai, mulai sekarang setiap pagi para wakil kapten harus datang ke pertemuan ini secara rutin. Itu saja..." pria itu mengakhiri.
Yang lainnya segera berdiri, Renji segera melihat sekeliling dan menyadari sesuatu yang aneh. "Hei, dimana Nokage-fukutaichou dan Kusajishi-fukutaichou?" para wakil kapten yang lain ikut melihat sekeliling dan baru menyadari keduanya telah menghilang. Tidak ada jejak sedikit pun dari keduanya, membuat setiap orang bertanya-tanya dalam pikiran mereka.
'bagaimana keduanya bisa melakukan itu?!'
.
.
.
Di ruang pertemuan...
"hah, tidak bisa ditolong..." katanya "pertemuan akan ditunda untuk kali ini. Kita akan memutuskan hukuman Ichimaru nanti. Untuk sekarang, semua harap segera kembali pada bagian pertahanan kalian masing-masing." Soutaichou ikut berdiri dan pergi.
Para kapten berjalan keluar, Aizen ikut berjalan secara perlahan melewati Ichimaru. "alarm itu sudah jelas datang pada saat yang tepat." Aizen berbicara dengan sangat pelan dan seperti sebuah bisikan.
Gin hanya tersenyum, "apa maksudmu? Aku takut kalau aku tidak mengerti."
"kau pikir kau bisa menghindar dengan ini? Sebaiknya kau tidak meremehkanku" jawab Aizen serius dibalik kacamatanya.
Setelah pembicaraan itu keduanya segera berjalan keluar. Toshiro masih terdiam dalam posisinya tapi dia bisa mendengarkan dengan jelas apa yang dikatakan oleh kedua kapten senior itu. 'Sesuatu memang tidak beres... Mereka berdua saling mengetahui sesuatu' pikir Toshiro, dia membuka matanya dan ikut berjalan keluar.
.
Dengan langkah kaki yang tidak terdengar, dia berjalan melewati shinigami-shinigami yang berpatroli. Tidak ada yang benar-benar menyadarinya. Toshiro melihat kearah sebuah bangunan tinggi dan berpindah keatasnya dengan Shunpo. Mata Turquise itu melihat sekeliling dan mengawasi setiap bagian tergelap disana.
Angin mulai berhembus, cahaya bulan mulai bersinar. "Apa yang kau temukan,..." sebuah sosok tampak berdiri dibelakangnya, muncul bagai angin. Walau tanpa cahaya bulan sekali pun Toshiro akan selalu bisa mengenalinya, "Akatsuki?"
Akatsuki berdiri dibelakangnya dan menjawab tanpa bergerak. "seperti yang diduga, alarm itu palsu. Tidak ada yang masuk atau keluar di Seireitei, My Lord."
Toshiro mengerutkan alisnya, ini sudah menunjukan dengan jelas ada yang tidak beres terjadi di tempat itu. "apa kau bisa melihat dalam ingatanku?" tanya Toshiro, Akatsuki memiringkan sedikit kepalanya. "aku ingin kau melihat dan memberikan pendapatmu tentang pertemuan kali ini" kata Toshiro sambil mengulurkan tangannya.
Akatsuki mengangguk dan mendekat, dia memegang tangan tuannya sambil berlutut. Matanya tertutup ketika dia masuk kedalam ingatan tuannya. Perlahan dia menyelam dalam lautan pikiran dan seperti menonton ulang ingatan itu. Dia memperhatikan dengan serius setiap suara dan apa yang dikatakan setiap kapten.
Ingatan itu dilihatnya hingga selesai sebelum akhirnya dia kembali. Matanya terbuka, posisinya masih sama seperti yang sebelumnya. Toshiro melihat kearahnya, alisnya satu terangkat. Memberikannya pertanyaan tak bersuara.
"keduanya terlihat berlawanan tapi juga terlihat bekerja sama menurutku, My Lord."
Toshiro sekarang melihat kearahnya dengan serius, "bagaimana?"
"saya tidak bisa mengetahui dengan jelas. Kedua kapten itu memiliki kelemahan pada setiap titik. Mereka menutupi kebenarannya dengan sangat baik." Akatsuki terlihat bingung pada dirinya sendiri di kalimat akhir. Toshiro memperhatikan gadis itu dan kembali menyilangkan tangannya. Didalam kepalanya, dia mulai berpikir apa yang akan dia lakukan. Semua kejadian ini terlalu cepat dan ganjil menurutnya.
"Akatsuki..."
Toshiro berkata dengan suara jauh lebih pelan dan juga jauh lebih serius. Akatsuki terdiam, dia mengetahui arti dari nada itu. "aku ingin kau mengawasi Ichimaru dan Aizen. Tambahkan para Ryoka itu juga dalam pencarianmu, cari tahu apa tujuan mereka kemari, kekuatan dan ciri-ciri mereka."
Akatsuki menunduk, "saya mengerti. Akan saya kerjakan..."
"jangan biarkan seorang pun tahu masalah ini selain kita berdua. Kita tidak tahu siapa lagi selain mereka yang juga terlibat" Toshiro menurunkan tangannya "mulailah semua besok pagi."
"baik..." jawab Akatsuki sekali lagi.
Toshiro menarik nafas pelan, "ayo kita kembali. Aku sudah mengantuk mendengar ceramah kakek itu." Senyuman kecil muncul di sudut bibir gadis itu, Dia kembali berdiri. Setelah itu keduanya segera menghilang dibalik kegelapan malam. Mereka kembali ke rumah mereka berdua.
Walau keduanya terlihat selalu tenang dan dingin. Sebenarnya Toshiro dan Akatsuki sangatlah dekat melebihi apa yang mereka tunjukan dan biasa dilihat orang-orang. Mereka saling mempercayai satu sama lainnya tanpa ada keraguan sekalipun. Mereka selalu terlihat serius hanya ketika berada ditempat kerja. Namun untuk beberapa orang yang dekat dengan mereka seperti Soutaichou, kapten divisi tiga belas Ukitake dan juga Matsumoto. Mereka tidak pernah menyembunyikan sifat asli mereka.
.
Tat tada!
maaf ya buat yang nunggu. Buat penjelasan tambahan. kalimat 'mereka kembali ke rumah mereka berdua' itu artinya mereka tinggal bersama. Toshiro sama Akatsuki kan udah bersama sejak kecil jadi sejak keduanya masih muda, mereka tinggal bersama. walau begitu tugas rumahnya tetep kerjain barengan kok. bukan akatsuki doang... (^_^)
Please Review!
