Uzumaki Naruto...

Ah bukan tapi Namikaze Naruto adalah adik kandung Namikaze Naruko. Karena suatu kejadian, Naruto kecil harus memakai nama 'Uzumaki' didepan namanya dan rela dibuang dari klan Namikaze untuk selamanya. Karena suatu kejadian, Kaa-san nya a.k.a Uzumaki Kushina istri dari Namikaze Minato, mengalami kejadian teragis yang membuat Hati sang Namikaze Minato terluka hingga sekarang.

Tepat dihari ulang tahun yang ke-7.

Naruto kecil, harus melihat kematian Kaa-san nya didepan matanya sendiri. Kejadian yang sungguh teragis, sebuah truk besar menabrak tubuh Kaa-san nya hingga terpental dan berguling di jalan raya. Demi menyelamatkan Naruto, itulah keinginan Kushina. Tanpa diketahui oleh Kushina… Hari itu tepat tanggal 10 Oktober, Naruto tak lagi memakai Nama 'Namikaze' lagi karena Minato menganggap Naruto sebagai anak pembawa sial. Hal itu membuat Naruto kecil menjadi sedih, karena ia tak dianggap lagi oleh ayahnya dan semua saudara seklan Namikaze.

Uzumaki Mito, Kaa-san dari mendiang Kushina merasa iba terhadap nasip Naruto kecil. Naruto yang terlihat ceria dan bersemangat setiap hari, sekarang menjadi pribadi tertutup dan pemurung.

Apakah salah jika seorang Kaa-san menyelamatkan anaknya?

Itulah hal yang selalu Mito pendam balam pikirannya.

Naruto kecil semakin terpuruk, setiap hari Nee-san nya selalu mengatainya sebagai pembunuh dan Tou-san nya mengatainya sebagai anak pembawa sial.

Oh sunggu malang nasib Naruto kecil, Mito sebagai Baa-san nya merasa bersalah. Karena Klan Namikaze tak mau menganggap Naruto lagi akhirnya sang Baa-san harus menjadi sandaran bagi Naruto. Berkat Mito lah, Naruto tumbuh sebagai laki-laki yang berhati keras dan pantang munyerah. Mito sangat bahagia karena ia bisa melihat senyum Naruto kecilnya setiap saat sampai ajal menjemputnya. Tepat di usianya ke-13 Naruto harus kehilangan Baa-san nya dan dia harus tumbuh dan menjalani hidupnya, sebagai dirinya sendiri. Meskipun sang Baa-san tiada tapi ia terus berjanji pada sang Baa-san agar tak pernah menyerah dalam segalah hal itulah tekatnya.

.


"YOU... SEQUER Rouge ni Naritai-狼牙 に なりたい- "

by

uzumakinamikazehaki

.

.

Disclaimer: Naruto cuma milik Mashashi Kishimoto.

Warning: aneh, Ge-Je, abal, dll.

Pairing: SasuNaru

Summary: Songfic SEQUER Rouge ni Naritai-狼牙 に なりたい- menceritakan pengalaman hidup sasuke selama Naruto Koma.

Lirik lagu dari ending -Aka-chan to boku- BUKAN LAGU ASLI. Gak bisa buat video ya jadi fic aja. Entah kenapa aku suka.

.

.

.

No like, Don't Read!

.


.

Jam makan siang akhirnya tiba para karyawan sudah membanjiri kantin. Bagai mana dengan atasannya? Oh kali ini kalian akan dibuat terkejut oleh yang namanya cinta buta. Bayangkan sekarang Sasuke sang CEO dari Saringan Crop harus rela makan bersama seluruh karyawannya di kantin kantor selama jam makan siang.

Sejauh kaki Sasuke melanggkah hanya ada tatapan heran dari semua karyawannya.

Lupakan semua wajah yang memandang heran pada sang Uchiha sulung ini, bayangkan kalau mereka hanyalah patung yang mirip manusia.

Kemana semua hargat dan martabatnya sebagai seorang Uchiha? BTW semua itu ia buang demi sang kekasih pujaannya yaitu Namikaze Naruko. Demi dialah, Sasuke sekarang harus duduk di meja panjang yang mirip seperti pedagang kaki lima dijalan.

"Ne… Sasuke-kun apa aku boleh bertanya pada mu?" Suara merdu dari Naruko sukses membuat Sasuke tersadar dari lamunannya. Pemuda Raven ini sejak tadi melihat wajah karyawan yang melihat aneh padanya.

"Hn… sebaiknya jangan disini." Naruko baru sadar kalu disini adalah tempat umum dan ramai pasti Sasuke akan menolak semua pertanyaannya terlebih lagi, sasuke adalah atas mereka. Sebenarnya dalam hatinya yang paling dalam ia tak ingin mengajak Sasuke makan disini. Terlihat tak Romantis dan pasti akan menurunkan martabat 'Uchiha' dimata karyawannya.

"Um… baiklah…" Ucap Naruko mencoba berbaur dengan keadaan sekarang hingga…

"Oji-san aku mau pesan RAMEN MISO dua ya…." Suara keras Naruko memesan makanan pada seorang penyaji, terdengar menggema di dalam kantin. Kontak hal itu membuat si Uchiha bungsuh kaget karena melihat tingkah sang kekasih yang terbilang aneh. Menimbulkan seburat merah pada pipinya, sedangkan sang kekasih hanya menyengir seolah tak terjadi apa-apa.

.

.

.

Pekerjaan kantor sudah berahir, sekarang saatnya menikmati waktu santai disore hari bersama sang kekasih. Inilah momen yang ditungguh Naruko dan Sasuke, duduk ditaman yang disinari cahaya mentari senja. Sesekali kalian pasti akan mendengar cengikiran abal mereka. Entah apa yang dibahas kedua insan itu, namun jujung-ujungnya pasti mereka akan tertawa latah. Untung saja Menma tak ada. Seandainya ia ada pasti akan merusak momen berharga ini.

Di peluknya sosok si Pirang dengan erat oleh si Raven, seolah sosok itu adalah asset berharga miliknya. Tak dapat dipungkiri lagi mata safirnya membulat bagaikan bulan biru, jantungnya berdetak dua kali lebih kencang akibat pelukan si raven. Semakin erat dan terasa erat…

"Ah… Sasu-ke…" Reflek membuat Naruko berguman nama si raven karena rasa senangnya yang meluap.

Hingga sebuah kata terlontar dari bibir si raven.

"Do-be…" Sebuah kata terlontar dari mulut si raven tanpa perinta.

Naruko yang mendengar kata abal dari sang kekasih, merasa binggung. Dari mana ia mendapatkan kata kotor itu. Setahunya ia tak pernah mendengar kata itu langsung dari mulut si raven selama mereka berhubungan.

Cepat-cepat Naruko menjauhkan tubuhnya dari dekapan si Raven, lalu memandangnya seolah-olah mencari jawaban dari perkataan si raven.

"Apa maksud mu memanggil ku dengan sebutan 'DOBE'! Sasuke…" Ucap Naruko dengan membentak.

Sekarang yang merasa dibentak mulai mengeryitkan dahinya. Bukankah tak salah jika ia(sasuke) memanggil kekasihnya dengan nama pertemuan masa kecilnya.

"Chi… apa kau lupa dengan panggilan awal pertemuan kita."

"Ha…" Ucap Naruko sambil melebarkan mulut. Sasuke yang melihat tingkah OOC Naruko merasa kalau dia terlihat sangat 'DOBE', hal itu makin membuat Sasuke percaya kalu didepannya adalah cinta pertamanya.

"Apa kau se'DOBE' itu hingga melupakan semua kejadian itu?" Ucap Sasuke, sedangkan Naruko yang mendengar pengakuan Sasuke masih merasa binggung. Tanpa di ketahunya, Sasuke sudah memeluk tebuh kurus sang kekasih. Naruko hanya bisa pasrah menerima perlakuan Sasuke.

Namun entah mengapa pelukan itu terasa semakin lama dan semakin erat membuat Naruko sesak. Naruko mencoba memberontak, anehnya si raven malah semakin mempererat pelukan itu. Hingga sebuah nama terlontar dari mulut si raven.

"Naruto…" Sebuah nama yang keluar dari mulut sang kekasih. Dan hal itu membuat Naruko kaget, karena yang diucapkan Sasuke bukan namanya melainkan nama adik kandungnya.

Sekarang Naruko binggung dari mana sang kekasih mengetahui nama adiknya, apa ia pernah bertemu dengan Naruto? Setahunya, ketika mendengar kata 'DOBE' tadi itu mengingatkannya pada kejadian masalalunya ketika mereka masih bersetatus sebagai saudara. Naruto bercerita pada Nee-san nya kalau ia menolong seseorang yang dibubuli didekat sungai lalu orang itu memberikannya sebuah kalung. Tapi Naruto tak senang dengan orang itu sebab….

'Aku benci orang itu Nee-san…'

'Kenapa Otouto…'

'Dia memanggilku bengan sebutan DOBE…'

'Lalu…'

'Aku balas saja dengan memanggilnya Teme…'

Entah mengapa ingatan itu berputar didalam otak Naruko. Seperti film baru yang diputar mulus.

'Jadi benar yang dikatakan Naruto kalau waktu itu ia menolong seseorang, dan orang itu adalah Sasuke. Lalu kalung ini adalah kalung miliknya. Tapi Naruto, cerita pada ku kalu ia tak memberitahu namanya pada orang itu dan malah orang itu mengatainya 'DOBE', tunggu kalau begitu Sasuke tahu dimana Naruto berada sekarang.'

Seulas senyum terukir di bibir si pirang karena ia akan mengetahui keberadaan saudara kembarnya yang sudah menghilang.

.

.

.

#Sasuke POV ON#

Disinilah aku bersama Naruko kekasih ku. Sudah satu minggu lamanya kami jadian. Kalian tahu bagai mana perasaan ku sekarang… Senang… Senang… Senang sekali…

Sekaang aku benar-benar percaya kalau wanita didepan ku ini adalah wanita yang telah menolong ku sewaktu aku masih kecil.

Kalung perisma biru itu berada di leher wanita ini dan aku semakin yakin ketika aku mengucap kata 'DOBE' ia terlihat sangat dobe seperti pertemuan pertama kami.

Ku peluk erat… semakin erat… seolah dia adalah wanita yang ditakdirkan kusus untuk ku…

Tapi tunggu perasaan apa ini seperti …kekosongan…

Entah ini hanya perasaan ku saja atau aku sedang mengalami déjà vu. Sekarang dalam hati ku terasa seperti kosong, seperti melupakan sesuatu. Sepertinya itu sesuatu yang sangat penting tapi apa itu…

Apa yang kurang selama ini dan apa yang berusaha aku lupakan…

Aku semakin mempererat pelukan ku pada Naruko… mencoba menemukan suatu jalan keluar. Semakin ku peluk tubuh kecilnya namun aku tetap tak dapat menemukan jawaban atas kekosongan dalam hati ku.

Oh Kami-sama apa yang salah dariku. Aku sudah mendapatkan orang yang ku cari selama ini dan memiliki anak… Tunggu Anak… Naruto…

#Sasuke POV OFF#

Sekarang perasaan si raven menjadi tenang setelah ia mengucap nama sang istri.

Naruko mencoba memisahkan tubuhnya dari dekapan sang kekasih. Sekarang ia mulai memantapkan hatinya untuk mencoba bertanya atas semua prihal yang ia pendam.

"Naruto…? Siapa dia itu." Pertanyaan Naruko sukses membuat Sasuke binggung#maksudnyaGalau. Apakah ia harus berkata jujur sekarang pada sang kekasih tentang hubungannya dengan Naruto, yang bersetatus Suami-Istri atau ia harus berbohong kalau ia salah mengucapkan nama kekasihnya.

Sasuke masih terdiam kalut dalam pikirannya sedangkan Naruko yang melihat tingkah sang kekasih menjadi sangat curiga. Entah mengapa pikiran si pirang berputar pada kejadian festifal Hanami pekan lalu, perkataan Menma tentang Oji-san yang mirip dengan Kaa-san nya.

'Jangan-jangan… Oji-san yang di maksud Menma adalah…..' Batin Naruko syok dengan segala kemungkinan yang ada, apa lagi kemungkinan terburuknya adalah Oji yang dipanggil Menma adalah Naruto adik kandungnya.

"JAWAB SASUKE…" Terdengar penekanan pada ucapan Naruko.

Sasuke masih tak bergeming dari keadaan awalnya. Ia masih binggung bagai mana cara menjelaskan ini semuanya pada Naruko. Sejujurnya Sasuke merasa senang karena berhasil menemukan sang pujaan hati, tapi ia juga tak boleh egois dan menganggap Naruto hanyalah bayang-bayang masa lalunya sebagai pelampiasannya saja, karena kenyataannya Naruto yang mencintai Sasuke dari awal dan Sasuke menerima Naruto karena ia mengagumi sifat Naruto yang pantang menyerah. Sasuke pun pernah bercerita pada Naruto tentang wanita impian masa lalunya dan Naruto hanya tersenyum lalu mengangguk pertanda setuju. Tapi bagaimana perasaan Sasuke kalau yang selama ini yang ia cari adalah Istrinya sendiri a.k.a Naruto yang sedang terbaring di rumah sakit.

"Naruto… Naruto… ah aku sedang membayangkan benda berbentuk spiral ketika kita memakan Ramen, Namanya hampir mirip dengan nama mu ya…ha…ha…ha… lucukan….ha…ha…ha…."

Naruko yang mendengar ucapan Sasuke menjadi syok, baru kali ini ia melihat sang kekasih bersifat OOC didepanya. Ternyata yang dipikirkan sang kekasih adalah ramen dan itu dijadikan bahan humor, sunggu tak etis apa lagi itu keluar dari mulut orang yang terkenal dingin 'Uchiha' sungguh hal langkah dikalangan mereka. Tapi ucapan Sasuke tadi sekaligus melunturkan harapan Naruko untuk bertemu sang adik.

.

.

.

Setelah acara kencan sore bersama si raven. Naruko langsung pulang kerumah dengan muka murung karena hipotesisnya salah, ia berfikir Naruto itu adalah Oji-san yang dikatakan Menma padanya tapi itu hanya gurauan asin dari sang kekasih a.k.a Uchiha Sasuke. Tapi tak apalah setidaknya ia tahu kalau Sasuke itu tak pandai melawak, melainkan ia pandai memikat hati Namikaze Naruko.

Entah mengapa sekarang Naruko tersenyum kembali, namun itu tak bertahan lama ketika ia menghadap kecermin. Didepannya jelas terpampang wajah Naruko dengan jelas tapi sorot mata si gadis pirang ini mengarah pada bayangan yang menampilkan lekuk leher mulusnya. Dilihatnya setiap inci dari atas hingga bawah lehernya, hingga pandangannya berhentilah pada pangkal leher yang tergantung sebuah kalung. Kalung berliontin Kristal biru cerah dengan lonceng kecil dikedua sisinya.

Kalung itu milik Naru…

Tanpa keinginan Naruko, air matanya mengalir dengan sendirinya. Ia tahu betul kalu kalung ini adalah milik sang adik. Ia hanya meminjam(mengambil) tanpa sepengetahuan Naruto karena ia menginginkan benda bersinar bagai laut itu.

'Bukan… bukan aku yang seharusnya dicintai Sasuke tapi Naruto.'

Entah mengapa sekarang Naruko merasa kalu dirinya egois. Tak seharusnya ia membohonggi Sasuke tentang hal sesungguhnya.

Kalung Kristal itu, mengingatkan Naruko pada sepucuk surat peninggalan Naruto. Dengan masih bercucuran air mata ia mencoba membuka lemari kecil tepat dibawah kaca. Terdapat secaring kertas yang familiar selama 15 th ini. Dengan tangan yang gemetar Naruko mencoba membuka kertas yang sudah terlihat usang itu.

To: Nee-san

Nee-san…

Jika Nee-san menemukan surat ini itu artinya Naru sudah tak ada dirumah ini.

Maaf ya gara-gara Naru… Kaa-san tak ada.

Titip salam ya buat Tou-san, Naru tak sempat pamit.

Nee-san selamat tinggal, Naru sayang Nee-san.

.

"Naruto…" Satu nama yang terlontar dari bibir Naruko setiap kali membaca surat terahir yang ditinggalkan sang adik. Tak perlu banyak kata untuk menjelaskan semuanya. Naruko paham dan mengerti dengan jelas apa yang dirasakan Naruto karena ia adalah saudara kembar(?)What… Kenapa baru sekarang ia menganggap Naruto saudaranya, kemana dia dulu ketika Naruto dikucilkan, diperlakukan berbeda dengannya. Jika Naruko mengingatnya rasanya ia juga merasa bersalah, seharusnya ia harus bisa bersikap dewasa dan melindungi adiknya, bukan malah ikut-ikutan mengucilkan dan membubulliy sang adik.

Tiba-tiba sebuah ketukan pintu memecah keterpurukan Naruko.

'tok…tok…tok…'

Cepat-cepat Naruko menghapus air matanya agar tak ada yang tahu kalu ia habis menangis.

"Naruko-sama…" Bunyi familiar terdengar dari balik pintu.

"Ya…Kakashi-Oji."

"Saya mendapatkan kabar keberadaan Naruto-sama."

"A-apa…?" Naruko langsung terkejut mendengar perkataan Kakashi.

.

.

.

Di sinilah Naruko berada, disebuah café umum ditengah kota yang cukup terkenal. Naruko sedang menunggu seorang yang katanya ada atau kenal dengan pria yang bernama Naruto.

#Flash Back ON#

"Saya mendapatkan kabar keberadaan Naruto-sama."

"A-apa…?" Naruko langsung terkejut mendengar perkataan Kakashi. Cepat-cepat ia membukkan pintu kamarnya.

"Apa yang Oji katakana tadi, apa benar?" Ucap Naruko senang.

"I-…" Belum selesai Kakashi menjawab Naruko lebih dulu hanyut dalam pikirannya.

"Ah… akhirnya aku bisa bertemu Naruto , setelah 15th berpisah. Katakan Kakashi-Oji berapa uang yang harus aku bayar padanya."

"Tapi Naruko-sama orang itu hanya ingin menemui Naruko-sama dan tak mau dibayar sepeser pun. Ia hanya ingin anda menunggu di tempat perjanjian."

#Flash Back OFF#

Pukul 11.30

Ha… tapi ini hampir satu jam apa orang itu hanya menggeretak saja demi mendapatkan uang, karena Naruko tak segan-segan memberikan uang berapapun nominalnya asal kan ia mendapat info jelas tentang keberadaan sang adik. Tapi kali ini orang yang akan ia temui tak mengublis kata uang, bayaran, dan jatah. Ok… Meskipun orang itu tak bilang berapa nominal yang ia sebutkan, namun Naruko sudah menyiapkan uang yang terbilang cukup banyak didalam tasnya.

Naruko sudah bosan menunggu, menunggu kedatangan orang itu. Sudah berapa orang yang masuk dan keluar, sampai café ini sepi tak ada seorang pun yang mendatanginya. Naruko sebenarnya sebal dengan Kakashi karena ia tak memberitahu siapa nama dan gender si pemberi info. Tiba-tiba lonceng pintu masuk berbunyi.

'ting….ting…'

Refleks Naruko langsung mengarahkan pandangannya pada pintu masuk berharap kalau orang itu adalah dia. Nampak lah seorang perempuan berambut merah muda sebahu sedang memasuki café. Perempuan itu berjalan mendekati Naruko.

"Apakah anda yang bernama Namikaze Naruko?" Tanyasang gadis.

"Ya… Bagaimana anda bisa tahu? Apa anda yang mengajak ku untuk bertemu di sini?" Wanita itu mengangguk.

"Namaku Haruno Sakura… Kali-… ah maksudku Namikaze-san sangat mirip dengan Si Uzumaki." Ucap Sakura karena terkejut melihat muka sang Namikaze yang persis dengan Uzumaki Naruto.

"Naruko… pangil saja Naruko tak usa berkata seformal itu." Ucap Naruko karena kelihatannya umur mereka hampir sama.

"Baik lah… pangil saja aku Sakura." Segeralah Sakura duduk berhadapan dengan Naruko.

"Jadi dimana Naruto berada?" Tanya Naruko to the poin.

"Sebenarnya aku tak tahu sekarang ia ada dimana. Kami sempat bertemu 3th yang lalu."

"Apa jadi kau tak tahu Naruto sekarang dimana."

Sakura hanya mengangguk. Tanpa alasan jelas Naruko langsung berdiri dan hampir meninggalkan Sakura… hingga

"Tunggu…." Ucap Sakura sambil memegangi tangan Naruko seolah tak membiarkan Naruko pergi.

"Untuk apa aku lama-lama menunggumu kalau kau tak tahu dimana adik ku berada."

Sakura menundukan wajahnya. Ia tak tahu harus mengatakan apa pada Naruko, tapi ia mencoba memantapkan hatinya.

#Sakura POV ON#

Aku disini menemui gadis yang bernama Namikaze Naruko. Siapa yang tak kenal dengan nama Namikaze. Apa lagi gadis yang aku temui ini adalah anak semata wayang Namikaze. Sebenarnya aku dan dia sangatlah berbeda jauh. Bagai bumi dan langit. Derajat ku dan dia tak dapat disamakan. Tapi aku mencoba mendatanginya agar dia tak salah langkah.

Kalian tahu selama ini aku dibayang-bayangi atas rasa bersalah ku. Karena akulah Sasuke meninggalkan Naruto. Aku sebenarnya tak mau tapi aku terpaksa, mereka memaksaku, mereka mengancamku. Namun padah akhirnya mereka membodohiku. Aku sangat bodoh hingga masuk dalam permainan mereka yang luar biasa licik.

Aku adalah anak tungal keluarga Haruno. Kami memiliki perusahaan yang hampir bangkrut karena kalah bersaing. Uchiha Crop menawarkan jasanya pada kami dengan suka rela. Awalnya aku tak tahu apa maksud dari kerja sama itu karena baru kali ini aku melihat perusahaan yang sangat besar membantu perusahaan kecil seperti Haruno Crop milik keluargaku. Sejak awal aku sudah curiga dan kecurigaan ku akhirnya terungkap. Entah tanpa sebab perusahaan kami mengalami kerisis dalam hal produksi. Akibat berita itu ayah menjadi sakit, ibu sangat bingung karena biaya yang tak memadai. Uchiha Crop. yang melihat penderitaan kami bukan malah iba, melainkan mereka malah meminta ganti rugi atas semua yang mereka berika. Jujur aku tak tahu apa yang harus aku lakukan dalam keadaan ini. Dengan akal pendek, aku menerima tawaran mereka untuk mengoda anak bungsuh mereka yang sudah menyimpang. Sebenarnya aku tak begitu suka mencampuri urusan rumah tangga orang. Tapi melihat keadaan keluargaku yang hampir kandas, akhirnya aku setujui saja apa keinginan mereka untuk memikat hati anak bungsu mereka namun pada akhirnya Ayah dan Ibu terlebih dahulu meninggalkanku.

Aku hamil, itu asli anak dari aku dan Sasuke. Awalnya rasanya seperti berada di surga. Aku memiliki anak dan suami yang menyayangiku. Tanpa sadar aku terbuai oleh ceritaku sendiri, siapa yang tak suka memiliki suami yang baik dan penyayang pada istrinya. Tapi hal itu berubah, Sasuke tiba-tiba saja mencampakanku, aku tak tahu apa penyebabnya tapi pada akhirnya itu semua adalah ceritakarangan yang dibuat oleh orang-orang Uchiha.

Dari awal aku tahu kalau Sasuke itu sangat labil, sehingga apa yang dikatakan orang tuanya pasti ia dengarkan. Sasuke memfitnahku kalau aku hanya menginginkan hartanya saja dan berusaha menjauhkan dia dari istri pertamanya Naruto. Ok untuk alasan yang kedua aku terima sebab aku juga butuh perhatian dari Sasuke karena aku mengandung anaknya. Tapi untuk alasan yang ke satu aku tak terima. Dan kalian tahu betapa bodohnya aku sampai aku masuk dalam perangkap Uchiha yang kedua. Aku dibuang kejalanan dengan perut yang sudah membesar. Aku tak tahu harus pergi kemana, Ayah dan Ibu sudah tiada setelah aku menikah dengan Sasuke.

Aku mencoba bunuh diri, namun Kami-sama berkehendak lain. Aku selamat, namun bayi ku tak selamat. Awalnya aku tak dapat menerimanya. Setelah aku sembuh, aku sadar kalau aku tak punya tujuan pulang. Namun orang yang menyelamatkanku memberikan aku sebuah pekerjaan dan tempat tinggal. Aku menjadi seorang perawat di salah satu rumah sakit yayasan Namikaze setelah tiga tahun menempuh pendidikan.

Sepertinya Kami-sama berkehendak lain, tanpa sengaja aku menemukan foto anak kecil yang memiliki ciri yang sama berfoto berdekatan dibawah meja milik Namikaze-sama. Tanpa sadar, gelagat ku diketahui oleh orang yang menyelamatkan ku. Aku binggung harus menjelaskan bagaimana padanya tapi orang itu malah menceritakan kejadian yang sangat membuat ku terkejut. Tapi aku sekarang tahu apa alasan kenapa Kami-sama menyelamatkanku, itu semua agar aku bisa menyatukan keluarga Namikaze.

#Sakura POV OFF#

"Tunggu kau bisa menanyakan keberadaan Naruto pada suaminya."

"Apa Suami…?"

Sakura tampak tak yakin apakah Naruko dapat menerima berita ini.

"Iya, Naruto sudah menika dengan… Uchiha Sasuke." Seketika itu Naruko tak dapat menutupi rasa terkejutnya.

Siapa yang tak tahu desas desus yang sedang beredar antara si sulung Namikaze dan si bungsuh Uchiha tentang hubungan cinta mereka. Bukan keinginan Sakura untuk menjadi peran Antargonis diantara mereka. Ia hanya mencoba agar Naruko tak salah langkah seperti dirinya.

.

.

.

"Haa…."

Naruko menghelai nafas baru ditinggal tak sampai tiga jam tapi berkas sudah menumpuk bagaikan gunung. Padahal niatnya setelah pertemuannya dengan Sakura ia akan langsung menemui Sasuke, namun Kakashi lebih dulu menelponnya menyuruh segera pergi ke Namikaze Crop. mau tak mau Naruko harus menuruti perintahnya karena Kakashi sudah dianggapnya seperti keluarga sendiri.

Tangan putihnya membuka satu persatu map yang ada diatas meja. Tak ada yang menarik dari semua isi berkas berkas itu. Semua intinya haya meminta kerja sama pada perusahaan Namikaze. Tinggal menandatangani isi perjanjian itu dan mengesahkannya saja. Tapi Naruko harus pandai dan lihai dalam memilih perusahaan untuk diajak kerja sama. Tanpa ia sadari tangannya memegang berkas milik Uchiha Crop. entah mengapa ia kepikiran ucapan gadis Haruno tadi siang.

#Flash Back On#

"Jadi…"

"Bisa saja mereka hanya ingin memanfaatkan mu." Ucap Sakura.

Naruko mulai curiga dengan semua hal yang terjadi padanya. Memang benar Uchiha Crop. selalu membantu perusahaan kecil untuk menjalin kerja sama tapi tak ada yang berahir seperti Haruno Crop. apa Sakura hanya membual saja.

"Kau percaya atau tidak terserah padamu."

#Flash Back Off#

Awalnya Naruko merasa marah pada Sakura karena ia berani memisahkan Naruto dari Sasuke namun setelah apa yang Sakura alami entah mengapa dia jadi iba. Tapi tetap saja Naruko tak percaya pada orang yang baru ia temui dan masih asing baginya.

Naruko mulai membuka dan membaca lembar demi lembar berkas dari Uchiha Crop. tak ada yang menarik semuanya sama saja hanya meminta kerja sama. Tanpa pikir panjang Naruko langsung menandatangani semua surat perjanjian itu. Toh intinya hanya meminta tanda tangan.

.

.

.

Sasuke masih bergulat dengan semua laporan perusahaan. Padahal ini hampir jam makan siang tapi semua berkas ini tak ada habis-habisnya. Seandainya pekerjaan ini bisa sedikit berkurang, ya setidaknya ada yang mau membantunya pasti dia akan sangat berterima kasih.

Entah mengapa tiba-tiba pikiran si raven menjadi kosong, tak tertuju pada tumpukan dokumen-dokumen itu. Suasana seperti déjà vu terulang lagi. Suasana seperti melupakan sesuatu atau mencoba untuk menghindari sesuatu itu. Apa sebenarnya yang ia lupakan dan coba menghindarinya?

'sit…' si raven mencoba menepis pikiran aneh itu. Ia seharusnya tak memikirkan hal itu sekarang yang terpenting ia harus menyelesaikan semua laporan dan segera menemui Naruko untuk mengajaknya makan siang. Tanpa ia duga ketika tangan kirinya memegang sebuah dokumen, dari onyx terpancar sebuah kilat cahaya dari sebuah benda yang melingkar pada jari manisnya. Benda bulat berwarna kuning yang membalut tangan putih salju. Seketika itu si raven teringat akan seorang yang ia telantarkan. Siapa lagi kalau bukan Naruto yang sedang dalam koma. Bayangan-bayangan kisah hidup si raven dan si pirang mengiang-ngiang dalam ingatan Sasuke. Tak dapat berkata apa-apa lagi, ia merasa seperti seorang yang sangat naif mencari kesenangan dan keuntungan untuk dirinya sendiri.

Tanpah siraven ketahui air matanya mengalir bagaikan keran yang bocor. Baru kali ini si raven merasa sangatbersalah telah meninggalkan sang istri sendirian. Namun ia juga tak bisa menyangkal kalau Naruko juga bagian dari hidupnya.

.

.

.

Naruko mempercepat laju mobilnya, menyusuri jalan yang ramai. Pandangannya tak lepas pada mobil sedan hitam yang ada didepannya. Mobil milik Uchiha Sasuke yang baru saja keluar dari Uchiha Crop. beberapa menit yang lalu. Naruko penasaran kemankah Sasuke akan pergi dan ada urusan penting apa hingga ia menolak untuk menemuinya.

#Flash Back On#

Naruko sudah selesai menandatangani semua berkas yang menjengkelkan itu. Ia sudah berdandan serapi mungkin untuk menemui Sasuke. Ia ingin menanyakan keberadaan Naruto padanya sehingga ia bisa membuktikan ucapan Sakura. Naruko mencoba mengambil hp miliknya yang ada didalam tas, berusaha untuk menghubungi Sasuke. Namun tiba-tiba hp Naruko bergetar, langsung saja Naruko mengangkat pangilan yang sudah tak asing pada layar hp. 'Eh mau dihubungi malah ditelpon' umpat Naruko. Seketika itu Naruko langsung mengangkat pangilan itu.

"Ya… ada apa?"

'Naruko… Nanti sore kita tak usa ketemuan ya.' Naruko yang mendengar ucapan si raven menjadi binggung tentang perihal apa yang sedang si raven alami.

"Kenapa?"

'Pekerjaan ku sangat banyak.' Naruko yang mendengar ucapan itu berfikir mungkin jika ia menemui si raven ia bisa sedikit membantu.

"Kalau begitu aku kekantor mu saja."

'Tidak…' entah mengapa suara penolakan si raven terdengar sangat keras dan seolah-olah seperti membentaknya.

"Kenapa?"

'Mengertilah…'

"Um… tapi apa siang ini kita bisa bertemu ya setidaknya aku akan menemui mu di kantor. Ada yang ingin aku bica…"

'Maaf tapi aku tetap tak bisa, tolong mengertilah posisi ku…' Naruko tahu apa posisi si raven sekarang. Sasuke akan menjadi penerus sah dari Uchiha Crop. dalam waktu dekat ini. Jadi untuk menunjukkan performanya ia harus tampil sebaik mungkin.

Dan yang terahir Naruko dengar hanyalah suara sambungan terputus. Akhirnya ia memurungkan niatnya menemui si raven. Ah tapi kalu ia memurungkan niatnya menemui si raven itu artinya ia tak akan tahu keberadaan Naruto.

#Flash Back Off#

Naruko masih memperhatikan mobil sedan hitam Sasuke dari jarak sepuluh meter yang dirasa aman baginya. Jika benar pekerjaan sangat padat dan tak bisa menemuinya, lalu mengapa sang kekasih keluyuran sendiri. Ada hal yang sedang disembunyikan oleh Sasuke darinya.

Padahal tadi Naruko berniat membantu pekerjaan Sasuke sambil menanyakan keberadaan adiknya. Namun bukan Naruko namanya jika hanya larangan saja bisa melunturkan niatnya bertemu Sasuke, pasalnya Naruko juga harus menjelaskan perihal yang sebenarnya pada Sasuke tentang Naruto dan kalung Kristal.

.

.

.

"Apa Akatsuki Hospital?" Satu ucapan keluar dari mulut pria berambut pirang.

'Iya… Tuan dari keterangan yang saya dapat keluarga Uchiha memiliki yayasan Rumah Sakit didaerah pinggiran Konoha. Pemiliknya adalah Uchiha sulung, Uchiha Itachi.' Ucap suara yang berasal dari telpon.

Si pirang binggung tampak sebuah kedutan di dahinya, sejak kapan Uchiha membangun rumah sakit di pinggir kota lagi. Bukan kah Uchiha itu hanya mementingkan berbisnis. Tapi tunggu pemiliknya Uchiha Itachi? Si pirang baru ingat kalau Itachi itu anak sulung Uchiha lulusan fakulitas kedokteran di KONOHA Universitas. Tapi tetap saja gak ada hubungannya tentang perusahaan Uchiha. Namun ada satu tanda tanya lagi. Itachi adalah anak sulung tapi kenapa ia lebih memilih bekerja menjadi dokter dari pada mengurus perusahaan?

'Ada yang mencurigakan...' batin si pirang.

"Lalu apa hubungannya?" Tanya si Pirang sebab dari pada binggung lebih baik bertanya.

'Naruto-sama berada dirumah sakit itu tuan.' Seketika itu Minato kaget setelah mendengar berita dari anak buahnya.

"Apa bagimana bisa?" Ucap Minato kaget. Bagaimana tidak kaget setelah sekian lama, lebih tepatnya 15th berpisah tanpa ada kabar yang jelas tiba-tiba mendengar berita anak mu berada di tempat yang tak terduga terlebih lagi itu rumah sakit.

'Menurut orang kepercayaan saya, Naruto-sama mengalami koma.'

"Apa penyebabnya?" Ucap Minato dengan nada kuatir. Ia tak tahu harus bersikap apa mendengar berita yang baru ia dengar.

'Maaf Tuan…. saya tidak tahu, hanya berita itu saja yang saya terima.'

"Ya, tidak apa-apa?"

Obrolan itu pun berahir bersamaan dengan bunyi sambungan terputus.

Si pirang menaru kembali gagang telpun itu pada tempatnya. Dipijatnya pelipis kepalanya sekedar untuk merillekskan kepala agar tidak bertambah pusing. Ha... memang sulit mendapat berita apa lagi dari 'Uchiha' mereka lebih suka tutup mulut agar semua info tidak terpublis.

"Bagaimana Minato…" Tanya seorang perempuan separuh baya berambut sama dengan si pirang a.k.a Tsunade ibu dari Minato.

"Seperti yang aku duga Uchiha itu sangat menyebalkan." Ucap Minato.

Bagai mana Minato tidak sebal ia tak mendapat info apa-apa dari kepercayaannya. Siapa yang tak tahu Uchiha Crop. dan Namikaze Crop. mereka adalah dua perusahaan yang menduduki tingkat atas dalam berbagai industri pemasaran, tak heran jika mereka bersaing tapi tahukah kalian kalau persaingan mereka bukanlah persaingan dalam pemasaran. Memang dari luar mereka memberikan performa pemasaran yang sangat menguntungkan namun kenyataannya mereka saling bersaing memperebutkan masing-masing perusahaan.

"Ku menyesal ya telah menelantarkan Naruto selama ini." Tanya wanita pirang itu. Minato yang mendengar ucapan Kaa-sannya hanya bisa terdiam. Sebenarnya Minato bingung antara menyesal atau tidak. Jujur dalam hati ia tak tahu harus merasa senang atau sedih. Namun satuhal yang ia syukuri Naruto. Ia bersyukur Naruto tak akan terlibat dalam urusan membingungkan dalam perusahaan, namun ia masih tak rela atas kepergian Kushina akibat ulah Naruto.

'Tapi kalau Uchiha itu tahu Naruto itu keturunan Namikaze pasti akan merepotkan.' Batin sang Namikaze Minato, sebab yang akan meneruskan perusahaan pasti anak laki-laki bukan anak perempuan dan Naruko tak akan berhak memimpin perusahaan Namikaze.

"Tak ada kata menyesal dalam kamusku karena aku membencinya."

.

.

.

"Naruto..." Satu kata yang keluar dari bibir Naruko setelah melihat siapa yang terbaring di hadapannya. Naruko tak tinggal diam ia segera mendekati tubuh sang otouto nya. Diusapnya kulit pucat Naruto, ia tak tahu harus berkata apa karena keadaan Naruto sangat memperhatinkan. Selang infus yang tertancap pada lengan sang otouto membuatnya merasa miris, pasalnya tangan sang otouto sangat kurus dan pucat. 'Oh berapa lama sang otouto terbaring tak berdaya di tempat ini' batin Naruko. Naruko tak dapat memendam air matanya. Sudah 15th berpisah dan bertemu dengan sang otouto dalam keadaan begini. Karena asyik memperhatikan sang Otouto, Naruto tak sadar kalau pintu kamar yang ia tutup tadi terbuka.

"Naru-..." suara berasal dari pintu masuk. Naruko yang hafal dengan suara itu langsung mengarahkan pandangannya pada sumber suara. Betapa kagetnya orang yang masih berdiri dipintu, ia melihat kekasihnya menangis bagaikan air yang meluap. Orang yang ada diambang pintu tak lain dan tak bukan adalah Sasuke sang kekasih Naruko.

"Sa-su-..." Naruko berjalan mendekati Sasuke. Kontak Sasuke menjadi ketakutan karena melihat gelagat Naruko yang mengeluarkan pandangan ingin tahu.

"Aku... bisa jelaskan..." Ucap Sasuke ketakutan.

.

.

-TBC-

.


Maaf kalau lama up-datenya... ada banyak yang minta happy ending tapi sejauh yang haki tulis kata-katanya agak ngarah ke sad...

dan alur yang asli haki udah buat klimak tapi kayaknya dmaksa jadi haki ubah agar terasa nyantai dikit.

tapi haki usahain akhir september fic ini tamat dengan 6 or 7 chapter.

setelah fic ini selesai akan aku selesai kan fic lainnya...

gomen... haki hanya bisa janji doang tapi terimakasih atas reviewnya...

Kawaii Aozora, Riena Namikaze,

Fujoshi desu, reiasia95,

irmasepti11, Ahn Ryuuki,

hanazawa kay, gothiclolita89

Selamat hari kemerdekaan ke 69 entah mengapa ngingetin aku pada SasuNaru yang lagi LE***AN...

30-08-2014


Terima Kasih atas review author and readers...

ini adalah penambahan jadi mohon maklum. buat agak panjang dikit... Dan maaf untuk chapter ke depan pasti akan semakin abal soalnya bakal haki cepetin dan wordsx pasti dikit. Terimakasih untuk yang mau review chapter 4 kemarin. Ini hanya penambahan jadi sedikit. Maunya jadiin chapter 5 tapi gak ada ide lain ya gabung aja gak papakan.

thanks to:

mifta cinya, funny bunny blaster,

gothiclolita89, Ahn Ryuuki,reiasia95

11-09-2014