Tittle : LIFE

Cast : Cho Kyuhyun, Choi Minho, Shim Changmin, Choi Siwon, Kim Kibum, Lee Jonghyun, others.

Genre : Brothership and Family.
Warning : Typos, OOC, No Yaoi.

Summary : "Berhenti bersikap seperti bocah Minho." / "Kau akan dibunuhnya ketika ia sampai Min." / "Aku sungguh menyesal, Chang." / "Haruskah aku mengingat semua orang di negara ini?" / "Yang penting dia kembali dengan selamat."

Chapter 3

Di Sekolah

"Yo Changmin!" Minho memukul punggung Changmin cukup keras dari belakang, bermaksud mengagetkannya. Changmin mendengus kesal melihat tingkah Minho yang dinilainya seperti anak-anak.

"Berhenti bersikap seperti bocah Minho."

"Tapi, kita kan memang masih bocah Chang. Umur kita bahkan belum boleh untuk mengkonsumsi alkohol." Changmin diam mendengar perkataan Minho. Ia tersenyum dan kemudian merangkul bahu Minho akrab. "Benar juga kau." Sahutnya sambil tertawa. Minho pun ikut tertawa dan menyamai langkah Changmin menuju kelas mereka.

"Kyuhyun kemana?" Tanya Changmin baru tersadar bahwa Minho yang tadi menunggangi motor sport kesayangan Kyuhyun.

"Ia lama sekali. Jadi aku tinggal." Jawab Minho. Changmin membelalakkan matanya kaget. Minho tertawa keras melihat reaksi dari Changmin.

"Tenang saja, aku sudah tinggalkan note untuknya. Paling-paling dia sedang menggerutu sekarang."

Keduanya tidak dapat menahan tawa ketika membayangkan wajah cemberut Kyuhyun. "Kau akan dibunuhnya ketika ia sampai Min. Haha " Sahut Changmin bercanda.

...

Sementara itu...

"Aish! Sial!" Seorang pemuda berambut ikal dan coklat berlari-lari kecil sambil menjaga keseimbangan buku di satu tangannya. Sementara tangannya yang lain ia gunakan untuk mengelap peluh yang sedikit demi sedikit mulai menuruni keningnya. Dilihatnya jam yang melilit pergelangan tangannya dan saat itu juga wajah panik mulai terlihat.

"Minho..." Desisnya.

Cho Kyuhyun harus berlari menuju sekolahnya akibat ditinggal oleh seseorang yang sudah dianggapnya sebagai adik kandung. Akibat jalanan yang sangat padat, akhirnya Kyuhyun memilih turun dari angkutan umum dan meneruskan perjalanan menuju sekolahnya dengan berlari.

"Hahhh..Hahhh." Ia berhenti sebentar setelah dilihatnya gerbang sekolah tidak jauh dari hadapannya. Dengan berjalan agak cepat, Kyuhyun mulai mendekati sekolah tempat ia belajar tersebut.

"Berhenti." Seseorang berpakaian formal mem-block jalan Kyuhyun. Kyuhyun mendongakkan kepalanya dan menatap seorang laki-laki berperawakan tegas di hadapannya.

"Minggir." Mencoba tidak perduli, Kyuhyun mencoba menerobos laki-laki di hadapannya, namun gagal karena satu tangannya tepat berada di dada Kyuhyun dan menahan Kyuhyun untuk berjalan lebih jauh.

"Apa maumu?" Tanya Kyuhyun sambil menatap tajam laki-laki tersebut.

"Ikut kami." Suara yang terdengar seperti perintah terdengar oleh Kyuhyun. "Tidak mau." Jawab Kyuhyun tegas dan mencoba berjalan lagi, namun gagal karena tangan laki-laki tersebut masih setia menahan Kyuhyun.

"Jangan biarkan saya menggunakan cara kasar." Kyuhyun tersenyum remeh mendengar ancaman laki-laki yang sudah berani menganggu paginya itu.

"Aku tidak perduli." Sahut Kyuhyun enteng.

BUGGHH

Hanya dengan sebuah pukulan tepat di tengkuk belakang, mampu membuat Kyuhyun jatuh di pelukan laki-laki di hadapannya dengan mata yang menutup sempurna. Dengan sebuah kode, seorang lainnya yang telah memukul Kyuhyun langsung menggendong Kyuhyun dan membawanya masuk ke sebuah van berwarna hitam tidak jauh dari posisinya.

Ia kemudian menyuruh supir untuk segera melajukan mobil menjauhi kawasan Kent High School.

...

Minho POV

KRING KRING

Bunyi bel yang berdering menandakan berakhirnya kegiatan belajar hari ini. Aku dan Changmin mulai sibuk menata buku-buku yang berserakan di meja. Kutengok ke samping kursiku dan tidak menemukan seseorang yang seharusnya berada di sana.

"Min, belum ada kabar dari Kyuhyun?" Pertanyaan Chang sukses membuatku sedikit terlonjak kaget.

"Belum." Jawabku sambil menggelengkan kepalaku pelan.

"Aish. Kemana dia?" Tanya Changmin gusar.

"Ini salahku. Harusnya aku tidak meninggalkannya tadi pagi." Changmin mendekat ke arahku dan mengusap punggungku lembut.

"Mungkin dia terlambat bangun dan memutuskan untuk bolos." Sahut Changmn menghiburku. Aku menghembuskan nafasku dan tersenyum. "Ya semoga saja." Ucapku.

"Kalau begitu ayo kita pulang." Changmin menarik tanganku menuju parkiran.

Changmin memutuskan untuk ikut ke rumahku, bagaimanapun juga ia khawatir dengan Kyuhyun. Aku sangat menyesal sudah meninggalkan ia tadi pagi.

Sesampainya di rumah, aku langsung memakirkan motor dan Changmin pun tiba tidak lama setelahku.

Pintu rumahku masih tertutup rapat, apa mungkin Kyuhyun benar-benar bolos hari ini.

"Kyu!"

"Kyu!"

Suaraku dan Changmin saling beradu meneriakkan satu nama. Kami sudah mencari ke seluruh ruangan di rumahku ini, tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Kyuhyun.

"Kau yakin sudah mencari ke semua ruangan?" Tanya Changmin.

"Rumah kontrakan ini hanya ¼ dibanding rumahmu Chang, kalau ia ada di rumah pasti ia bisa mendengar kita." Sahutku. Changmin mendelik kesal dan langsung mengeluarkan ponsel dari saku kemejanya. Setelah memastikan nomor yang dituju sudah benar, Changmin menempelkan ponsel terssebut di telinganya. Tidak ada tanda-tanda jawaban dari seberang, Changmin memutuskan panggilan tersebut dan menaruh ponselnya ke tempat asal.

"Tidak diangkat." Katanya. "Siapa?" Tanyaku. Dia memasang tampang aneh saat aku bertanya.

"Kyuhyun tentu saja. Siapa lagi, bodoh." Katanya sinis.

Aku mulai khawatir dengan Kyuhyun, ia tidak ada di rumah dan di sekolah.

"Di cafe. Mungkin dia memutuskan untuk bekerja pada pagi hari." Kata Changmin. Lagi-lagi ia mengambil ponselnya dan mengetikkan beberapa angka sebelum menaruhnya di telinga.

"Hallo. Shindong-ssi, apa Kyuhyun ada di cafe?" Tanyanya sopan.

"Oh. Baiklah." Lanjutnya.

"Ah. Tidak apa, aku hanya bertanya saja. Terima kasih Shindong-ssi." Changmin mengakhiri sambungannya. Aku menatapnya dengan mimik bertanya 'bagaimana' padanya.

"Shindong-ssi juga sedang mencarinya." Jawabnya sambil menghembuskan nafas.

"Bagaimana iniii..." Ucapku panik. Aku tidak bisa tenang kalau belum tahu keberadaan Kyuhyun.

"Aku sungguh menyesal, Chang." Air kini sudah mulai menumpuk di kedua mataku. Changmin menghampiriku dan memberikanku sebuah pelukan. Terasa berbeda dari pelukan Kyuhyun, rasanya kalau dipeluk Kyuhyun aku merasa hangat dan nyaman.

"Dia pasti baik-baik saja, Min. Aku akan menemanimu sampai Kyuhyun pulang." Ucapnya sambil melepaskan pelukan.

"Terima kasih." Ucapku tulus. Dia tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Aku menyayangi kalian berdua. Aku hanya punya kalian berdua di dunia." Lanjutnya. Aku tersenyum getir mendengar ucapannya, ia masih memiliki orang tua yang lengkap namun sayang mereka menyia-nyiakan Changmin hanya karena urusan perkerjaan.

Kyuhyun POV

Aku mengerjapkan mataku dan harus memicingkannya saat berhadapan dengan cahaya terang yang tiba-tiba. Ku tatap sekelilingku dan merasa kalau ini bukan tempat yang ku kenal.

Sebuah kamar yang luas dan berkesan mewah serta dengan interior yang cukup unik. Satu hal yang pasti ini bukan kamarku, karena tidak mungkin kamarku sebagus ini. Ini juga bukan kamar Changmin, aku sudah sering main ke kamarnya.

"Ukkh!" Aku merasakan sakit pada tengkuk belakangku saat mencoba bangun.

"Apa yang terjadi?" Gumamku. Aku memejamkan mataku dan mencoba mengingat apa yang kulakukan hingga bisa masuk ke dalam kamar asing ini.

"Ah!" Seruku ketika berhasil mengingat. Aku terlambat karena Minho meninggalkanku ke sekolah, lalu aku naik angkutan umum dan turun di tengah jalan karena jalanan yang sangat padat. Kemudian meneruskan perjalanan dengan berlari, tapi saat sudah hampir sampai tiba-tiba ada seorang pria berpakaian formal menghadangku. Ketika aku mencoba berjalan lagi tiba-tiba ada seorang lainnya di belakangku memukul tengkukku dan seketika semuanya menjadi gelap untukku.

"Itu berarti, aku diculik?" Tanyaku pada diri sendiri. Tapi ada yang aneh, setahuku kalau menculik seseorang maka ia akan di sekap di sebuah gudang yang gelap dan penuh debu. Tapi mengapa aku berada di ruangan yang mewah seperti ini. Aish! Aku terlalu banyak menonton drama sepertinya.

CKLEK

Sebuah suara yang secara tiba-tiba membuatku menoleh dengan kaget. Seseorang membuka pintu ruangan ini dan masuk ke dalam. Senyumnya mengembang seketika setelah melihatku tengah duduk di kasur yang mungkin miliknya ini.

"Kau sudah sadar?" Tanyanya tetap tersenyum. Aku menganggukkan kepalaku sebagai jawaban, senyumnya terlalu manis hingga aku tidak bisa berkata apa-apa.

"Sakit?" Tanyanya lagi. Kini tangannya ia gunakan untuk menggapai tengkuk namun seketika aku menepisnya kasar. Ia hanya tersenyum menerima perlakuanku.

"Siapa kau?" Tanyaku dingin. "Kau yang menyuruh orang-orang itu membawaku kesini? Dan kau pasti yang juga mengikutiku tadi malam kan?" Lanjutku.

"Aku tidak mengerti tentang kalimat akhirmu,Kyu. Tapi untuk yang membawamu kemari, ya memang aku yang menyuruh mereka tadi pagi." Jawabnya.

"Kau tidak mengingatku?" Aku menaikkan sebelah alisku mendengar pertanyaannya. "Haruskah aku mengingat semua orang di negara ini?" Dia tertawa pelan mendengar pertanyaanku.

"Kibum. Kim Kibum." Ucapnya. Aku mencoba mengingat nama dan wajahnya, namun nihil aku sama sekali tidak mengenalnya. Aku menatapnya dan menggelengkan kepalaku pelan.

"Sekitar 12 tahun yang lalu, kau sering sekali memanggilku dengan 'Bum Hyung'."

DEG

Aku sontak memundurkan tubuhku ke belakang mendengar perkataannya. Nama itu, salah satu nama yang berusaha aku lupakan untuk selamanya, namun kini nama itu terucap begitu mudah dari mulutnya. Kenangan-kenangan yang lama tersimpan rapi kini perlahan menyeruak memaksa keluar dari pikiranku. Kenangan yang seharusnya indah namun ternoda oleh kesalahan-kesalahan yang tidak bisa ku maafkan.

Aku perlahan bangkit dari ranjang dan hendak berjalan ke luar. Namun sebuah tangan yang ku yakin dari laki-laki di belakangku ini menahannya. Memegang lenganku erat seakan tidak membiarkanku untuk meninggalkannya lagi.

"Lepas." Ucapku dengan intonasi datar.

"Kau mau kemana?" Tanyanya. Aku menghempaskan tangannya kasar dan menoleh ke arahnya.

"Bukan urusanmu." Kemudian aku berbalik dan membuka pintu kamar, namun langkahku terhenti akibat beberapa orang tegap yang kurasa para bodyguard yang membawaku kemari memblock jalanku.

"Suruh orang-orangmu ini untuk menyingkir dari hadapanku." Perintahku.

"Aku ingin kau tinggal di sini bersamaku Kyu. Izinkan aku untuk menebus segala kesalahanku." Pintanya dengan nada lirih. Namun sayang itu sama sekali tidak mempan untukku.

"Tidak perlu repot-repot, hanya dengan tidak pernah hadir lagi di hidupku, itu sudah lebih cukup untuk menebus segalanya." Kini aku berbalik memandangnya.

"Aku tahu kau hidup dengan susah selama ini, Kyu. Aku ingin kau merasakan kasih sayang dari seorang kakak kandungmu ini." Ucapnya. Aku tersenyum getir saat ia mengucapkan kata 'kakak' dengan sangat mudah.

"Tidak usah memikirkan kehidupanku dan bagaimana perjuanganku dalam bertahan. Lebih baik kau urus saja kehidupanmu sendiri dan dua orang yang kau sebut dengan Orang Tua itu." Kataku tajam.

"Mereka…mereka telah meninggal Kyu. Karena kecelakaan." Ucapnya parau. Sedikit rasa sedih menyusup di hatiku namun itu tidak sebanding dengan rasa sakit akibat perlakuan mereka padaku di masa lalu.

"Bagus kalau begitu. Kenapa kau tidak sekalian ikut dengan mereka." Ia membelalakkan matanya mendengar ucapanku, mulutnya terbuka dan cairan bening mulai menumpuk di matanya. Aku gunakan kesempatan itu untuk mengambil tasku dan bergegas keluar. Entah karena perintah Kibum atau mereka memang masih kaget, tidak ada yang menghalangi kepergianku.

TES

Satu tetes air sukses jatuh dari mata kananku. Mendengar kedua orang yang telah menjagaku sampai usia 5 tahun telah pergi untuk selama-lamanya. Bagaimanapun juga aku adalah anak mereka, bohong jika aku tidak sedih mendengar kabar mereka seperti ini. Aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri, bagaimanapun juga aku merindukan mereka.

….

Author POV

TOK TOK

Hening

TOK TOK TOK TOK

Sontak dua pemuda, Changmin dan minho, yang tengah asik terlelap harus terbangun secara paksa. Dikerjapkannya mata mereka guna dapat melihat dengan jelas. Salah satu dari mereka bangun dan bergerak menuju pintu.

TOK TOK TOK

Merasa tidak ada sahutan, sang pengganggu tidur mereka terus saja mengetuk pintu dengan keras. Tidak diperdulikannya langit yang sudah sangat gelap, ia masih saja setia berkutat dengan pintu di hadapannya.

CKLEKK

"Tidak tahukah kau ini sudah jam berapa?!" Bentak Minho sambil mengucek-ucek matanya yang terasa berat. Tanpa menghiraukan bentakan Minho, sang pengetuk pintu menyelonong masuk ke dalam rumah.

"YA YA YA!" Teriak Minho sambil menghalangi jalan sang pengganggu.

"YA Choi Minho! Buka matamu!" Minho pun memicingkan matanya guna melihat lebih jelas objek di depannya.

"KYUHYUN!" Minho membuka matanya secara sempurna melihat Kyuhyun yang berada di hadapannya. "Kau kemana saja?" Tanyanya sambil memegang tangan Kyuhyun.

"Tidak usah dibahas. Aku lelah." Ucap Kyuhyun sambil melepaskan genggaman Minho dan berjalan menuju kamarnya.

"Tapiii.." Ucapan Minho terhenti ketika Kyuhyun memberikan gesture diam pada Minho. Minho pun mengerucutkan bibirnya kesal. Iapun mengikuti Kyuhyun yang berjalan menuju kamarnya.

"Sejak kapan bocah itu berada di sini?" Tanya Kyuhyun ketika melihat Changmin yang dengan sangat pulas tidur di kasur miliknya. Kyuhyun menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya yang tidak bergeming mendengar keributan akibat dirinya dan Minho.

"Sejak pulang sekolah. Dia khawatir padamu, Kyu. Lagipula kau kemana saja seharian ini? Tidak sekolah dan tidak berada di cafe." Kyuhyun hanya diam mendengar Minho, ia sibuk mengganti bajunya dan merebahkan tubuhnya di kasur milik Minho.

"Kyu, aku bertanya padamu." Ucap Minho pelan sambil duduk di tepi kasur miliknya itu. Sungguh ia sangat khawatir dengan Kyuhyun yang menghilang seharian.

"Kau tahu kalau kau penyebab aku tidak sekolah hari ini kan?" Minho menundukkan kepalanya mendengar sindiran Kyuhyun.

"Aku minta maaf. Tadi pagi aku benar-benar hanya bercanda. Aku mohon maafkan aku Kyu." Kyuhyun menghembuskan nafas keras melihat Minho yang sudah memasang tampang memelas andalannya. Ia kemudian mengangguk dan langsung berbalik memunggungi Minho. Hari yang berat untuk Kyuhyun dan juga ia belum bisa menceritakan kegiatan sehariannya ini pada siapapun.

Minho tersenyum senang melihat Kyuhyun menganggukkan kepalanya, itu berarti Kyuhyun sudah memaafkannya. Walaupun kepergian Kyuhyun selama seharian ini masih menjadi tanda tanya besar baginya, namun Minho berpikir kalau orang yang dia anggap sebagai kakaknya itu belum siap menceritakannya pada siapapun termasuk dirinya.

"Tidur sini, Min." Sebuah suara membuat Minho membalikkan badannya. Dilihatnya Changmin yang tengah menepuk-nepuk kasur milik Kyuhyun, seakan menyuruh Minho untuk meletakkan tubuhnya di sampingnya. Minho mengangguk dan segera berpindah ke kasur yang ditempati Changmin, setelah sebelumnya menyampirkan sebuah selimut disebagian badan Kyuhyun.

"Yang penting dia kembali dengan selamat." Lanjut Changmin. Minho tersenyum dan mulai merebahkan dirinya di samping Changmin. Walaupun terasa sedikit sempit namun tidak membuat Keduanya butuh waktu lama untuk terlarut dalam mimpi mereka masing-masing.

...

Kyuhyun harus kembali menutup matanya ketika sinar matahari tiba-tiba menusuk kornea matanya. Ia menggeliat pelan dan menyibak selimut yang masih membungkus tubuhnya semalaman. Dialihkan pandangannya pada ranjang yang terdapat di sebelahnya. Sebuah senyum terulas tulus dari bibirnya, melihat dua orang yang sudah dianggap sebagai saudara kandungnya tidur dalam satu ranjang yang sempit membuatnya tidak bisa menahan senyum.

Dengan perlahan Kyuhyun bangkit dari ranjangnya dan melihat ke arah jam dinding di dinding kamarnya.

"Jam 5 lewat 30 menit." Gumamnya. Ia kemudian menghampiri kasur yang seharusnya ia tempati semalam itu, dan perlahan mengguncangkan tubuh Minho dan Changmin. Keduanya hanya menggeliat malas dan bergumam tidak jelas, merasa terganggu dengan guncangan tersebut.

"Hahh. Terserah mereka saja." Kata Kyuhyun sambil beranjak keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar mandi meninggalkan Minho dan Changmin yang masih menikmati alam mimpi.

Kyuhyun mengacak-ngacak lemari makanan yang berada di dapur kecilnya. Seulas senyum tercipta ketika ia menemukan beberapa bungkus ramen, dan dengan segera ia mulai mengolah makanan instan itu untuk menjadi sarapan paginya sebelum berangkat sekolah.

"Kenapa tidak membangunkan kami, Kyu?"

Sebuah suara menginterupsi kegiatan memasak Kyuhyun. Dilihatnya Minho yang sibuk mengucek matanya sementara Changmin yang berada di belakang Minho sibuk menggaruk-garuk kepalanya. Wajah mereka masih menunjukkan rasa kantuk yang sangat.

"Aku sudah berusaha membangunkan kalian, tapi tidak ada reaksi." Jawab Kyuhyun sambil meneruskan kegiatan masak paginya. Setelah dirasa cukup matang, Kyuhyun mulai menaruh ramen dalam sebuah mangkuk dan dibawanya ke sebuah meja yang terletak tidak jauh dari dapur.

Melihat asap yang masih mengepul dan bau ramen yang sedap, membuat dua orang yang baru bangun itu mendekati Kyuhyun dan berusaha untuk sekedar mencicipi masakan Kyuhyun.

PLAK PLAK

Minho dan Changmin meringis merasakan tangan mereka yang terasa perih akibat perbuatan Kyuhyun.

"Mandi dulu." Perintah Kyuhyun. "Aku sudah memasak lebih untuk kalian." Lanjutnya. Baik Changmin dan Minho langsung bergegas lari menuju kamar mandi.

"Ya! Aku duluan Min."

"Tidak! Kau belakangan saja Min."

Suara ribut dari Changmin dan Minho mengganggu telinga Kyuhyun. Tidak ada yang mau mengalah, mereka ingin lebih dulu memakai kamar mandi yang memang hanya ada satu. Selain rasa lapar akibat mencium bau nikmat dari ramen milik Kyu, jarum jam yang sudah hampir menunjukkan pukul 6 itu juga yang membuat mereka sama sekali tidak mau mengalah.

"Mandi saja berdua." Suara ringan Kyuhyun membuat pertengkaran kecil Chang dan Minho berhenti. Keduanya saling bertatapan dan tersenyum penuh arti satu sama lain, lalu keduanya tertawa dan saling merangkul bahu untuk kemudian berjalan ke dalam kamar mandi tersebut.

"Dasar aneh." Gumam Kyuhyun sambil tersenyum. Namun dalam sesaat senyumnya mulai mengendur ketika ia mulai mengingat peristiwa semalam yang membuatnya sadar kalau ia tidak hidup sebatang kara di dunia ini. Perlahan ia berjalan menuju dapur dan membuka tong sampah didekatnya. Kemudian ia tuangkan sisa ramen yang tadi dimakannya, entah mengapa nafsu makannya menghilang begitu saja.

"Seandainya aku tidak pernah hidup di dunia ini.."

...

Skip Time

Suasana ramai dan berisik mewarnai salah satu tempat yang biasanya anak muda gunakan untuk berkumpul bersama teman atau sekedar melepas penat. Orang-orang yang berpakaian seragam sibuk kesana-kemari guna memenuhi permintaan orang-orang yang tengah asik duduk. Tidak terkecuali dengan Kyuhyun yang sedang serius mencatat beberapa pesanan di note miliknya. Tidak ia perdulikan rasa lelah dan keringat yang mulai membanjiri tubuhnya.

"Baiklah. Mohon tunggu sebentar." Ucapnya samibl tersenyum pada orang di hadapannya.

"Dua Strawbery Shortcake dengan dua buah milkshake sebagai minumannya untuk meja nomer 14." Teriak Kyuhyun sambil merobek satu lembar note miliknya dan menaruhnya di dekat sang koki.

Kemudian ia berjalan menghampiri meja lainnya untuk menanyakan pesanan untuk pengunjung yang berbeda.

"Permisi, apakah anda sudah ingin memesan?" Tanya Kyuhyun ramah pada pengunjung yang duduk di hadapannya.

"Berikan aku satu Hot Chocolate." Sahut sang pengunjung. Kyuhyun pun mengangguk dan meninggalkan sang pengunjung untuk membuat pesanan. Sang pemesan tidak dapat mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun sambil mengulam sebuah senyum di bibirnya.

"Ini pesanan anda, Tuan." Kyuhyun menaruh satu cup coklat panas sesuai dengan pesanan sang pengunjung tadi.

"Sudah lama bekerja di sini?" Kyuhyun mengerutkan keningnya ketika mendapat sebuah pertanyaan dari pengunjung tersebut. "Sekitar 3 tahun Tuan." Jawab Kyuhyun sopan.

"Oh." Hanya itu tanggapan dari sang pengunjung. "Apa ada lagi yang anda ingin pesan, Tuan?" Tanya Kyuhyun. Sang pengunjung hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dan mulai sibuk dengan minuman di hadapannya. Kyuhyun pun tersenyum dan beranjak meninggalkan sang pengunjung yang –menurutnya- aneh itu.

...

Seperti biasa, Kyuhyun selalu memilih untuk pulang paling belakang. Seperti saat ini, di saat sudah tidak ada pengunjung dan para pekerja sudah meninggalkan cafe tersebut, Kyuhyun justru masih sibuk dengan kursi-kursi yang harus ia taruh terbalik di atas meja.

Setelah berganti baju dan memastikan mengunci pintu utama cafe tersebut, Kyuhyun berjalan menuju tempat ia memakirkan motornya. Kyuhyun mulai menaiki motornya dan dikeluarkan kunci motor dari dalam sakunya dan menaruhnya tepat di tengah-tengah stang motornya.

"YA!"

Sembur Kyuhyun ketika seseorang mencabut kunci motornya. Ia turun lagi dari motornya dan menatap orang yang telah berani menganggunya dengan tajam.

"Siapa kau? Kembalikan kunci motorku." Perintah Kyuhyun sambil mencoba meraih kunci dari tangan laki-laki berpakaian seperti preman di hadapannya. Namun gagal karena sang laki-laki tersebut dengan gesit berhasil menghindari tangan Kyuhyun.

"Apa yang kau inginkan?" Tanya Kyuhyun. Ia menyerah dalam mencoba mengambil alih kunci miliknya itu. "Aku tidak punya uang, dan motor itu bukan milikku." Lanjut Kyuhyun bohong. Ia berharap laki-laki berpakaian preman itu kasihan padanya.

"Saya tidak menginginkan harta anda. Saya hanya ingin anda ikut dengan saya dengan tenang dan tanpa perlawanan." Jawab laki-laki itu tenang.

"Kalau kau diperintahkan oleh manusia bernama Kim Kibum itu, maka lebih baik kau ambil motorku dan bilang padanya untuk tidak mengganggu hidupku lagi." Sahut Kyuhyun sambil berjalan menjauhi laki-laki itu.

GREP

Sebuah tangan mencekal pergelangan tangan Kyuhyun , membuatnya terpaksa menghentikan langkahnya. Ia mendesah kasar dan mencoba melepaskan cengkraman tangan laki-laki yang sedikit membuat tangannya terasa sakit.

"Lepaskan!" Kyuhyun terus mencoba melepaskan tangannya, namun gagal karena cengkraman tangannya terlalu kuat untuk Kyuhyun.

"Lepaskan. Kau menyakitiku." Sesaat setelah Kyuhyun berkata sang laki-laki refleks melepaskan cengkramannya pada tangan Kyuhyun. Dan kesempatan emas tersebut Kyuhyun gunakan untuk berlari menjauhi laki-laki tersebut. Tanpa menunggu lama, sang laki-laki langsung mengejar Kyuhyun yang telah berlari di depannya.

Kyuhyun mulai menambah kecepatan berlarinya ketika ia menengok dan mendapati laki-laki itu mengejarnya. Satu hal yang ada di pikiran Kyuhyun adalah ia tidak ingin melihat ataupun menemui orang yang bernama Kim Kibum tersebut. Orang yang berstatus sebagai kakak kandungnya itu. Kyuhun tidak ingin membuka lagi kenangan masa lalu yang telah ia kubur dalam-dalam. Ia tidak ingin menemui kenyataan bahwa ia masih mempunyai anggota keluarga yang menurutnya telah membuangnya di masa lalu.

SRET

BRUK

"Akh." Karena berlari sambil terus menengok kebelakang, Kyuhyun tidak menyadari adanya sampah kulit pisang yang membuatnya terpleset dan jatuh dengan kepala belakang yang menyentuh kerasnya aspal jalanan.

Kyuhyun meringis sakit sambil memegang kepala bagian belakangnya. Kakinya juga sempat terkilir. Ia merasa tubuhnya ringan dan tidak menapak tanah. Pandangannya mulai terasa kabur untuknya, namun ia masih bisa melihat bayangan seseorang yang menghampiri dirinya yang tergeletak tidak berdaya di jalan.

"Maaf tuan muda, saya diperintahkan untuk tidak menyakiti anda. Tapi anda malah melukai diri anda sendiri." Laki-laki yang mengejar Kyuhyun tadi perlahan berjongkok di samping Kyuhyun. Diletakkan tangannya di ketiak Kyuhyun dan mulai mengangkat Kyuhyun dengan hati-hati. Ditaruhnya lengan Kyuhyun di sepanjang bahu miliknya. Kyuhyun hanya bisa diam menerima perlakuan laki-laki tersebut, kepalanya terasa sangat sakit akibat berbenturan dengan kerasnya aspal jalanan.

Tidak lama kemudian, sebuah mobil sedan menghampiri mereka berdua dan berhenti tepat di samping mereka. Laki-laki yang membawa Kyuhyun langsung memasukkan Kyuhyun ke dalam mobil sesaat setelah pintu bagian belakang terbuka, dan membawa Kyuhyun yang sudah mulai kehilangan kesadarannya.

TBC

Updateeee… Ini termasuk lama atau cepet ya. Hohoho

Terima kasih buat yang review, saya tunggu review selanjutnya..

Gamshaaaaaaaa *bow*