KAISOO FANFIC
Summary : pembalasan dendam Kim Jongin kepada seorang Ketua Mafia yang sadis dan juga tak berperikemanusiaan. Serta perjuangan Kim Jongin mendapatkan cintanya
MainCast : Kaisoo
Ps : perhatikan setiap tanggalnya
FANFICTION by KKAIBEAR
in
~~ RAPPRESAGLIA ~~
Seoul, 16 Januari 2016
Kyungsoo POV
Di kereta menuju Busan ini aku bertemu dengan pria yang sudah lama kurindukan, si mata elangku. Entah sudah berapa lama aku tak melihatnya. Kali ini aku harus menanyakan namanya bagaimana pun caranya. Dulu saat masih kecil aku melihatnya di rumah sakit jiwa, seseorang memanggil dengan nama Jongin kepadanya. Pasti itu adalah namanya tapi aku harus mengonfirmasinya. Aku masih menatap mata elang itu, baru saja akan melangkah dia mendekatiku terlebih dahulu. Berjalan ke arahku membuat jantungku tak karuan. Aku harus apa? Memeluknya? Tidak mungkin, bahkan kami bertemu setelah dewasa bagaimana mungkin dia mengingatku.
Tanpa disadari dia sudah berada tepat dihadapanku. Berdiri dengan tegapnya. Ohh jangan lupakan rahang tegas dan kulit tan nya yang tepat berada di depan mataku. Jantungku serasa akan melompat, bagaimana tidak dia mengangkat tangan kanannya dan mengusap kepalaku lembut seraya tersenyum kepadaku. Mataku semakin sayu dibuatnya. Tanpa kusadari air mataku mengalir dengan lembut di pipi gembilku menurut Baekhyun. Tangan satunya lagi yang bebas tak menyentuhku terangkat membelai pipi yang basah akibat air mata yang jatuh dengan tak tahu malunya. Dia mengusap pipi bekas air mata, masih bisa kutangkap perkataanya yang membuat ku melayang "aku merindukanmu Kyungsoo" lantas dengan cepat aku memeluknya posesif. Tak lama kami berpelukan, aku mundur selangkah untuk melihat wajahnya kembali. Dia benar-benar Jongin mata elangku? Aku cukup yakin dengan mata elang dan rahang tegas itu. Aku memberanikan diri memeluknya kembali namun dengan sigap dia malah menahan kedua bahuku dan mulai mendekatkan wajahnya kewajahku. Semakin dekat, dan dia mulai mendaratkan bibirnya di bibirku. Aku hampir saja pingsan jika dia tidak menahanku. Dia masih betah dengan bibir di atas bibir ini. Dia melumat lembut bibirku, sedangkan aku hanya diam mematung tak tahu harus apa. Bibirnya terasa manis, aku bergumam dalam hatiku apakah aku akan merasakannya kembali? Tak lama setelah kami berciuman dia tersenyum kepadaku seraya mengatakan bahwa bibirku jauh lebih manis dari gula yang pernah dia coba. Aku tersenyum membalasnya. Pipiku sudah memerah namun apa aku harus berharap padanya? Kami bahkan baru bertemu setelah dewasa. Dan satu pertanyaan dibenakku "apakah dia menyukai seorang lelaki juga?". Entah kapan pertanyaan itu akan terjawab. Setelah ciuman pertamaku, dia mendekatkan wajahnya lagi kepadaku. Aku menegang ditempat, baru saja aku akan menutup mata suara familiar jelas terdengar di telingaku.
"Kyungieee, Soo-ya!"
Baekhyun mengacaukan segalanya. Aku melirik ke kanan dan melihat pria mata elang itu masih di dekat pintu gerbong 12 menatapku dengan teliti. Aku mengernyit kebingungan. Baru saja pria itu berada di dekatku dan kenapa tiba-tiba dia di dekat gerbong lagi. Padahal tempatku berdiri dan pintu gerbong masih ada tiga meter. Apa dia bisa berpindah tempat secepat itu?.
Apa aku baru saja…..
"ada apa denganmu? Apa yang kau pikirkan? Melamun tidak baik Kyung bagaimana kalau kau kesurupan hah?
Melamun…..
Aku tak menghiraukan pertanyaan Baekhyun, aku kembali melihat ke sisi kanan dari gerbong pria itu masih menatapku dengan teliti seperti akan mengulitiku. Aku menatap mata elangnya, ahh ternyata semua itu hanya khayalan. Aku melamun bahwa dia menciumku. Memalukan.
Aku beranjak meninggalkan Baekhyun dan bermaksud mendekati pria mata elang itu tetapi seseorang datang dan memaanggilnya dengan sebutan asing ditelingaku. Pria yang satunya berkulit pucat, tinggi dan tegap berjalan mendekati mata elangku…
"Kai! Kemari, kita cari tempat"
Pria yang dipanggil Kai pun mengangguk dan menyusul pria yang berkulit pucat. Aku menghentikan langkahku ketika dia berbalik menatapku sekali lagi kemudian dia benar-benar pergi. Mungkin saja dia menghentikanku lewat tatapannya itu.
Aku kembali ke Baekhyun, mencari pria bertubuh mungil yang notabenenya adalah sepupuku untuk meluapkan segalanya. Aku benar-benar malu mengingat semuanya. Aku melamun pria mata elang sedang menciumku. Ohh tidak, itu menjijikkan. Aku merasa pria yang rendah, dengan tak tahu malunya melamun hal-hal yang kurang pantas dilakukan oleh pria sepertiku.
Kyungsoo POV END
FANFICTION by KKAIBEAR
in
~~ RAPPRESAGLIA ~~
"Kai, tim Beta sudah mengejar korban selanjutnya. Salah satu dari mereka telah membelot. Dia memihak kita". Kai mengernyit, musuh tak segampang itu untuk bertekuk lutut dihadapan lawannya. "Periksa kembali, aku yakin dia tidak membelot. Aku serahkan padamu Sehun" Kai menatap dalam mata Sehun. Sehun pria albino yang menemani Kai adalah anggota resmi Cosa Nostra- Mafia Sisilia. Sehun berdarah asli Korea, tetapi karena beberapa alasan Sehun terpaksa harus hidup di Italia. Sejak kecil Sehun dilatih militer oleh keluarganya sehingga sehun sangat ahli dalam bidang itu. Sehun dan Kai tumbuh bersama di Markas besar Cosa Nostra. Bedanya, Kai sudah dianggap anak kandung oleh Signore Don Matteo sedangkan Sehun menjadi anggota resmi dari perkumpulan itu. Kai dan Sehun berteman baik sejak di Italia. Sehun sudah seperti adik Kai. Kai merasa Sehun memiliki derita seperti dirinya, kehilangan seorang adik.
"Kai? Boleh aku bertanya sesuatu?"
Kai menautkan alisnya "tanyakan saja. Asal bukan hal gila seperti kemarin"
"tidak, tidak. Kali ini serius. Siapa yang kau lihat tadi? Sepertinya kau sangat serius"
"Non lo so. Non riesco ancora a ricordare." (entahlah. Aku masih sulit mengingatnya)
Sehun hanya menganggukkan kepalanya berusaha mengerti maksud dari Kai. "Vedo" (begitu)
Sehun dan Kai berjalan ke gerbong 14 yang tak beratap. Gerbong 1 memang khusus digunakan untuk acara berpesta saja. Terdapat beberapa pasang kursi dengan meja lengkap. Kursi yang terbuat dari besi itu dilapisi dengan cat berwarna emas dibagian atasnya sedangkan bagian bawah dilapisi cat berwarna coklat tua. Sungguh perpaduan yang serasi. Sehun terlebih dahulu duduk di salah satu kursi menikmati setiap pemandangan yang Ia lewati bersama Kai. Kai yang hanya berdiri di dekat Sehun pun ikut menikmati pemandangan yang ada. Memang indah menatap sunset. Namun, tak lama setelah itu Kyungsoo dan teman-temannya juga menuju gerbong yang sama dengan Kai dan Sehun. Sehun menoleh ke kanan melihat Kyungsoo dan teman-temannya sementara Kai masih diam menatap sunset itu.
"My Owl" gumam Sehun yang masih bisa di dengar oleh Kai namun samar.
"Sehun, ada apa?" Kai bertanya dengan nada khawatir, Sehun menggelengkan kepala memberi isyarat bahwa dia baik-baik saja. Kai pun melanjutkan kegiatannya menatap pemandangan indah di depannya tanpa terusik dengan sekelilingnya. Lain Kai, lain pula Sehun yang masih tetap dengan pemikirannya setelah melihat seseorang dengan mata bulat seperti burung hantu.
Kyungsoo dan teman-temannya bermain dengan bahagianya di gerbong 14 itu. Namun semuanya berhenti ketika seseorang menodongkan senjata tepat berada di samping kepala Kyungsoo. Sontak semua berdiri sembari mengangkat tangannya tanda menyerah kecuali Kai dan Sehun. Semua menatap Kyungsoo masih diposisi yang sama. Kyungsoo sangat ketakukan dengan dua orang bertubuh jauh lebih besar darinya apalagi disertai todongan senjata api itu. Sontak Sehun berdiri melihat pemandangan itu, sedangkan Kai sudah siaga mengambil langkah lebih dulu. Kai sebelumnya memerhatikan senjata api dengan jenis berbeda dari yang sering digunakan oleh beberapa anggota mafia lainnya. Senjata dengan jenis Raging Bull 454 adalah pistol asli buatan perusahaan Taurus yang berlokasi di Brasil ini mampu melakaukan tembakan sampai kecepatan 580 meter per detik. Energi yang dilontarkan pistol ini juga tak main-main, hingga 2700 joule. Pistol ini sengaja dibuat untuk berburu dan untuk perlombaan olahraga. Namun ada beberapa polisi di dunia yang menggunakan senjata luar biasa ini untuk melawan kejahatan. Dengan jarak jauh saja senjata ini sangat berbahaya bagaimana dengan jarak yang kurang dari sepuluh sentimeter ini? Tidak ada yang bisa membayangkannya. Salah satu pistol dengan identitas pistol paling mematikan dengan daya tembak luar biasa ini berada di tangan seseorang secara legal? Tidak mungkin tentu saja itu adalah benda illegal,
Kai tahu persis pistol itu tidak digunakan oleh sembarang orang. Bisa saja ada yang menyuruh orang untuk menghabisi pria mungil pikir Kai. Dengan cepat Kai melakukan perlawanan pada orang yang sedang menodongkan pistol itu. Kai menendang tangan pemegang pistol, peluru pertama berhasil ditembakkan namun tak mengenai seorangpun karena dengan cepat Kyungsoo telah berada dipelukan Kai. Kyungsoo hanya menatap Kai, akhirnya Kyungsoo merasakan sentuhan langsung seseorang yang diyakininya adalah mata elangnya. Tangan kiri Kai memeluk Kyungsoo dengan erat, sedangkan tangan kanannya digunakan untuk melakukan perlawanan terhadap orang di depannya. Pistol tersebut sudah berada di tangan Sehun. Berkat kelihaian dalam bela diri, Sehun berhasil merebut pistol tersebut dari tangan lawan. Sehun kemudian menodongkan pistol itu ke pria bertubuh besar di depannya. Kedua pria bertubuh besar ini diyakini sebagai bawahan musuh Kyungsoo ataukah Ayahnya. Karena kedua pria ini tetap pada pendiriannya yang masih melakukan perlawanan akhirnya Kai dan Sehun terpaksa menghabisi keduanya. Semua menatap Kai dan Sehun secara bergantian. Baekhyun lantas memeluk Kyungsoo dengan erat.
"Kyung, kau tak apa?"
Kyungsoo masih diam dengan nafas memburu. Dia masih gugup, jantungnya tak karuan antara gugup dan juga ketakutan semuanya menyatu. Kai menatap Kyungsoo dengan tatapan khawatir lantas mendekat kearahnya. Semakin dekat, Kyungsoo lantas menatap Kai dengan mata bulat yang berkaca-kaca. Kai mengurungkan niatnya dan melewati Kyungsoo dengan angkuhnya kembali. Melihat Kai yang kembali menjadi tegas dan menghindarinya membuat hati Kyungsoo merasa nyeri. Baekhyun yang menatap keduanya mengernyitkan alisnya. Ingin bertanya pada Kyungsoo namun ingin berterima kasih juga pada Kai yang sudah menolong Kyungsoo. Baekhyun memang tak melihat kejadian berlangsung namun seseorang yang memanggil Baekhyun membuatnya berlari dengan secepat mungkin.
"Kau baik-baik saja?"
Kyungsoo mengangkat wajahnya menatap seseorang yang bertanya kepadanya. Kyungsoo menatap seseorang di depannya dengan penuh tanya.
"Sehun, namaku Oh Sehun. Senang bertemu dengan mu tuan…"
"ahh Kyungsoo, namaku Do Kyungsoo dan aku baik-baik saja berkat mu dan juga temanmu" Kyungsoo membalas uluran tangan Sehun sembari tersenyum.
"ahh namanya Kai. Dia memang sedikit introvert" jawab Sehun dengan senyuman. Ohh Sehun kau lupa bercermin ternyata. Kau lebih introvert dari Kai. Entah mengapa Sehun langsung berbicara pada Kyungsoo tanpa pertimbangan, padahal Sehun adalah orang yang sangat cuek dan juga introvert.
"maaf, kami permisi tuan Sehun. Terima kasih atas bantuannya tuan Oh" Baekhyun memotong pembicaraan Sehun dan Kyungsoo kemudian menarik Kyungsoo menjauh dari tempat kejadian. Sehun hanya memandang Kyungsoo dan Baekhyun menjauh dari hadapannya kemudian Ia menyusul Kai yang sedari tadi menghilang entah kemana.
FANFICTION by KKAIBEAR
in
~~ RAPPRESAGLIA ~~
"kau yakin tidak mengetahui pengguna pistol ini?"
"Mi dispiace signore, ma questa pistola è solitamente usata dalle persone per la caccia e per le competizioni sportive" (Maaf tuan, tapi senjata ini biasanya digunakan oleh orang-orang untuk berburu dan untuk kompetisi olahraga)
"ci sono alcune persone che ce l'hanno già" (ada beberapa orang yang sudah memilikinya)
Kai mengernyit mendengar penuturan dari seseorang yang berbicara di ponsel pintarnya. Mengatakan ada beberapa orang yang memilikinya membuat Kai bertanya-tanya siapa yang ingin melenyapkan pria bertubuh mungil dan menggemaskan itu.
"ultima vendita in Corea" (penjualan terakhir ke Korea)
Mendengar kalimat itu membuat Kai semakin emosi. Kemarahan telah menguasainya, entah mengapa Ia merasakan ini lagi. Kai mengepalkan tangannya dan mengakhiri telepon langsung ke Italia, ke markas lamanya.
"ada apa?"
Kai langsung menoleh ke belakang, melihat seseorang yang masuk ke kamar kereta itu. Sehun, bertanya dengan nada khawatirnya yang melihat Kai menggertakan gigi dan mengepalkan tangannya.
"pistol itu, penjualan terakhir ke Korea. Aku rasa seseorang dengan sengaja ingin membunuh pria itu" Kai menjelaskan masih dengan sedikit emosi, merasa seseorang telah mengusik apa yang sudah seharusnya menjadi miliknya.
"pria mungil tadi? Kyungsoo? Mengapa kau tiba-tiba peduli?"
"K-Kyungsoo?" Kai membulatkan matanya mendengar pernyataan yang dikeluarkan Sehun
"hmm. Ahh jadi Pria yang menatapmu tadi adalah Kyungsoo? Kau punya hubungan dengannya?" Pertanyaan Sehun menjadi sangat banyak dari sebelumnya, membuat Kai memutar matanya malas melihat sikap Sehun yang gampang berubah ini.
"sepertinya aku pernah mendengar nama itu sebelumnya. Mata bulat, kulit seputih susu dan juga bentuk bibir yang menyerupai hati" Kai masih dibuat bingung dengan segala pemikirannya yang diisi penuh dengan pria bertubuh mungil itu. Mulai dari mata, hidung, bibir, bentuk tubuh, warna kulit, sampai kepercobaan pembunuhan yang terjadi pada pria tadi.
Sehun menggelengkan kepalanya melihat Kai yang terlarut dalam pemikirannya sendiri. Sehun memutuskan untuk tidur terlebih dahulu, Ia berjalan mendekati ranjang yang ada di kamar kereta itu dan langsung tidur terlebih dahulu tanpa berniat membantu Kai dengan segala pemikirannya.
Seoul, 16 Januari 2018
"Kau berhasil membunuhnya?"
"tidak tuan. Ada dua orang pemuda yang menolongnya"
"a-apa? Kau bercanda? Siapa mereka? D-dan bagaimana bisa mereka menolong Kyungsoo?"
"kami juga tidak tahu tuan. Bahkan orang yang kita kirim untuk membunuhnya justru terbunuh lebih dulu"
"kau bercanda? Mereka adalah yang terbaik. Keduanya mendampingiku selama 10 tahun. Tak ada yang mengalahkannya selama ini."
"itu kenyataannya tuan. Aku juga hanya mendapat kabar dari orang kita yang masih berada di kereta itu"
Orang yang dipanggil tuan itu pun memutuskan sambungan lebih dulu lantas menggertakkan giginya.
Di lain sisi, Getaran handphone menyadarkan Kai dari lamunannya. Kai bergegas mengangkat telepon dari seorang bawahan yang dipercayanya.
"berhati-hatilah terhadap masinisnya. Seseorang mengatakan Ia mata-mata dari Kwon Young-Jae"
Perkataan Taeyeong-bawahan Kai sontak membuat Kai menatap lurus kedepan. Mata elang Kai semakin memerah menahan emosi dan air mata yang akan meluap kapan saja. Kai langsung bergegas membangunkan Sehun untuk menyusun sebuah rencana. Mendengar nama Kwon Young-Jae membuat Kai tidak bisa berhenti untuk berfikir sedetikpun. Satu yang terlintas di benak Kai "kuharap bukan kau juga yang berusaha membunuh pria mungil yang dikenal Kyungsoo itu"
Entah apa yang ada dipikriran Kai, Ia hanya terfokus akan hal itu orang yang berusa membunuh Kyungsoo. Pesona apa yang dimiliki oleh Kyungsoo sehingga Kai si pria angkuh selama di Italia ini menjadi peduli terhadapnya? Ataukah Kai hanya tak ingin sesuatu yang seharusnya menjadi miliknya tidak diusik oleh orang lain? Tak ada yang tahu.
FANFICTION by KKAIBEAR
in
~~ RAPPRESAGLIA ~~
TBC
Hai hai hai, Bear balik lagi
Hayo giamana kelanjutan ceritanya? Ada yang bisa menebak? Mari ber opini haha
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan mereview fanfic dan juga jgn lupa untuk follow + favorite fanfic ini
Jejak dari kalian sangat berarti untuk dukungan tulisanku ini
Tak ada editan dalam pembuatan chapter ini, jadi bila ada ke typo an maafkan diriku
Salam hangat dari Bear, terima kasih atas dukungan dan waktunya
