Disclaimer : Bleach_Tite Kubo

Disclaimer : Guild Of Bleach_Dhiya Chan

Genre : Fantasy, Romace, Adventure, Humor

Pair : Ichigo Kurosaki X Rukia Kuchiki

Warning : Jelek, abal, Ga nyambung, rusak parah, bisa menyebabkan sakit mata, de el el

.

.

.

Chapter 4.

.


Rukia benar-benar tidak habis pikir kenapa hidupnya begitu sial hingga harus meringkut ditempat aneh dengan orang-orang yang dalam arti kata 'Tingkat kewajaran seorang manusia benar-benar jauh dari di bawah batas normal'. Bagaimana ia tidak bisa berpikiran seperti itu. Lihat saja aksi umat-umat yang sudah beberapa hari ini membuat kepala Rukia rasanya mau pecah. Rukia setengah mati setengah hidup harus menghafal semua mantra yang harus diselesaikan dalam waktu 2 hari man ! 2 hari lagi sisa waktunya. Ehh malah direcok'in ga orang tua, ga orang muda sama saja. Huhh!

"Bakudo#30, Shitotsu Sansen. Ummm lalu...Bakudo#37. Tsuriboshi..." gumam Rukia mulai melafalkan mantra Kidou.

"Ya~~~~siiin~~~~" teriak seseorang tidak kalah sibuknya dari bangku sebrang yang letaknya tidak jauh dari bangku Rukia berada. Rukia memunculkan satu siku dari sudut kepalanya tanda terganggu .

"Bakudo#39. Enkosen...Bakudo-..." baru saja Rukia bersusah payah menghafalkan mantra kidou setelah gangguan tidak tertuga. Kini kembali terusik saat sang pembuat onar mulai berkicau lagi.

"Yaa~~~~siinnnn~~~. Hemphh rasanya masih fals tadi, baiklah ulangi lagi dari awal ! YA~~~~SINNNN~~~~" ulang orang itu dengan suara lebih keras dari sebelumnya hingga Rukia memunculkan 10 siku dari semua kepalanya. 'Sabar Rukia...Sabar...' ungkapnya dalam hati.

"Bakudo#58. Kakushitsuijaku... Bakudo#6-..."

"YAA~~~SINN~~~...WALQUR'AANIL HAKIIM~~~~" kini seluruh wajah Rukia merah padam menahan emosi yang sendari tadi ditahannya. Dengan nafas terengah, mata terpejam erat, tangan bergetar kuat, kepalanya mengeluarkan asap mengepul layaknya gunung melutus mengeluarkan abu vulkaniknya. Rukia siap menghamburkan orang yang sendari tadi mengacaukan konsentrasinya, siapa lagi coba Readres biang onar yang bersiap mengadakan acara yassinan untuk Ichigo yang jelas-jelas masih-sehat-bugar tanpa kekuarangan apapun kalau bukan ini dia kita sambut~~~ Eng-ing-eng... Kokuto !

"BISA DIAM GA SICH ! GANGGU KONSENTRASI ORANG AJA !" teriaknya Rukia melengking hingga yang ada disekitar tempat itu kudu nutup telinga. Waduh ! bakal diremukin tuh si Kokuto !

"Waahh~~ Sungguh terlalu kau Rukia ! Aku menyenandungkan ayat-ayat suci alqur'an kenapa kau memarahiku. Ohh~~ tuhan ampunilah temanku karena 'dia tidak tau'" doa Kokuto sambil bersujud dengan cahaya-cahaya berkilauan di sekitarnya.

"Bukan kau yang ku maksud Kokuto ! Tapi mereka !" tunjuk Rukia sekelompok orang-orang yang sedang bersorak-sorai dengan pakaian ala-ala Chearleaders.

"Go Rukia yo ! Go Rukia yo ! Go Rukia yo ! Kau pasti bisa yo ! Kau pasti bisa yo !" teriak Ashido semangat sambil mengerak-gerakkan kaki dan kedua tangannya yang tidak pernah melepaskan benda khas anak-anak Chelarleadres. Ga tau namanya apa, Dhiya-chan diskipsikan aja ya Readers. Readres pasti tau benda apa yang Dhiya maksudkan. Hehehehe

"Ishida, Jinta ! Ayo kerahkan semangat kalian untuk Rukia-chan agar bisa menghafal mantra Kidou nya dengan cepat ! Beri semangat dia, waktunya tinggal dua hari lagi nich !" teriaknya pada Ishida dan Jinta yang seperti tidak berniat (Bukan seperti tidak niat, tapi benar-benar ga niat !) melakukan aksi konyol yang dilakukan Ashido sedangkan Chad dan Tessai yang ikut serta cuma menggerakkan tangannya keatas seperti gerakan 'hip-hip-horai' dengan wajah tanpa ekspresi tentunya.

"Rukia-chan ! Aku sudah menyiapkan aksesoris yang lucu untuk mu" Inoue berlari kecil kearah Rukia.

'Huhuhuhu... Tuhan kalau kau memang benar ada tolong keluarkan aku dari orang-orang aneh ini... (T_T)' doa Rukia dalam hatinya ikut bersujud disebelah Kokuto.

"H-Hei..." bisik seseorang dari sebelah kiri Rukia.

"Engg ?"

"K-Kau m-mau kutunjukkan tempat yang sepi tidak dari orang-orang bodoh ini !" Ichigo berbisik-bisik pada Rukia menggunakan frekuensi suara yang emm~~ bahkan cicak pun tidak bisa mendengarnya. Ckckck hebat ~~~

"Eh ! I-Iya" ucap Rukia antusias.

"O-Oke ! Kau ikuti aba-abaku ya. Jika aku sudah menghitung mundur sampai angka 1, kita harus berlari secepatnya. Mengerti ?" saran Ichigo. Rukia mengangguk pasti.

"3..." Rukia dan Ichigo sudah bersikap siaga.

"2..." Rukia mulai mengancang-ngancang kakinya sementara Ichigo melirik kekanan-kekiri memastikan orang-orang sedang sibuk dalam urusan masing-masing hingga tidak ada yang mengetahui aksi kabur mereka.

"Sa-..." baru akan menyudahi kata-katanya Ichigo dikagetkan dengan hantaman angin super kuat disisi kanannya menuju ke luar guild.

"Oiii~~~ ngitungnya belum selesai woi ! Maen kabur seenaknya aja !" teriak Ichigo saat tau hembusan angin itu ternyata Rukia yang sudah memilih untuk melaju duluan. Wuiih, benar-bener emang niat kabur tuh Rukia. Kasian-kasian-kasian *Niru upin-upin.

.

.

.

Rukia POV

"Wahhh ! Indahnya !" teriak ku tiada hentinya berdecak kagum saat melihat pemandangan yang ada didepanku. Sebuah padang rumput yang luas dengan berbagai macam bunga-bunga tumbuh sekitar sana. Tak hanya sampai disitu, kupu-kupu yang bertebangan silih berganti, kicauan burung-burung yang berteger di dahan pepohonan yang rimbun, serta semilir angin yang memainkan ujung rokku sangat memanjakan suasana hatiku. Ohh~~ sungguh indah surga dunia yang kau ciptakan tuhan...

Yuupz dengan keadaan yang menguntungkan ku seperti ini, pasti aku bisa menghafal mantra Kidou sialan yang nauzubilaah, hanya tuhan lah yang tau betapa menderitanya diriku saat ini. Ternyata menghafal mantra Kidou lebih menyusahkan dari pelajaran fisika maupun matematika yang paling sering ku sumpahi penemunya karna sudah membuat otakku buntu dengan susunan rumusnya yang lebih rumit dari susunan gigi Ashido ! (Kok jadi larinya ke Ashido sich ?)

"Dasar ! Baru segini saja kau sudah kagum" Uggh ! Suara menyebalkan ini. Oh my god ! Saking aku terpesona nya oleh pemandangan yang sangat memanjakan mata ini, aku benar-benar lupa kalau pria jeruk ini masih ada disampingku. Sabar Rukia-sabar... Lebih baik kau segera menghafal mantra Kidou ini dari pada harus beradu urat dengannya. Uhh~~ bersyukurlah lah kau strawberry setengah matang ! Aku sedang berbaik hati saat ini, hitung-hitung sebagai ucapan terima kasihku karna sudah membebaskan ku dari jeratan orang-orang aneh bin ajaib itu.

Dengan segara ku hempaskan tubuhku dengan tangan yang masih setia mengendong sebuah buku besar berisikan mantra-mantra sihir. Ku rapatkan ujung rok ku yang pendek dengan buku yang kupegang agar angin jahil ini menghentikan keinginan mereka untuk memainkan rok mungilku. Ahhh~~ kalau kuperhatikan lagi baju yang kupakai ini benar-benar sangat menguras tekanan darahku. Taukah teman-teman dari mana ku dapatkan baju ini. Tentu saja dari gadis terseksi yang ada di Bleach saat ini, siapa lagi kalau bukan Orihime Inoue... Jreng ! Jreng ! Jreng !

Gadis itu sangat hyperaktif sekali saat aku pertama kali menginjakkan kaki ke dunia 'tidak normal ini', bagaimana tidak ! Setiap pagi aku selau di jadikan kelinci percobaan gadis itu. Rambut sebahuku yang super pendek malah dirombaknya habis-habisan seperti dikuncir, dijepit, dikeriting, dilurus, dirol, pokoknya segala macam gaya yang ada di dunia ini habis dipraktekannya untukku. Bahkan rambut gaya anak-anak 'Punk' pun hampir di praktekannya padaku, untung saja saat itu aku berhasil kabur, kalau tidak entah apa jadinya nasip rambutku. Ternyata penilaianku atas ke'normalan' sikapnya benar-benar salah besar. Itu kalau dia sedang tidak beres otaknya teman-teman, kalau sedang beres seperti sekarang ini, yah... Dia Cuma memakaikan ku terusan berwarna merah dengan motif seperti baju-baju orang china dengan lengan pendek dan rok yang super pendek, wow ! Paha ku saja hampir kelihatan karna ada belahan di pinggirnya. Benar-benar memalukan !

"Baiklah ! Sekarang saatnya menghafal !" teriak ku lantang sambil menyingkirkan beberapa anak rambutku yang bergoyang karna tertiup angin. Ohh menyebalkan sekali rambutku ini ! Rasanya gatal sekali saat beberapa helai rambutku mencoba menerobos kelubang hidung dan menusuk mataku yang sedang fokus-fokusnya membaca mantra. Benar- benar ! walaupun rambutku sekarang ini dikuncir bercepol dua tapi tetap saja menganggu. Haahh~~~

"Oii jeruk" panggilku pada pria yang ada disebelahku karna dari tadi aku tidak mendengar suaranya. Kulihat dia sedang berbaring dengan posisi telentang tak jauh dari tempatku berada. Dilihat lebih detil, dia sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Tampak dari alisnya yang menekuk tajam, meskipun mata nya sedang terpejam, tapi aku bisa menilai sikapnya saat ini... Seperti sedang menyimpan sesuatu yang tidak bisa membuatnya tenang.

"Jeruk aku memanggilmu, kau dengar tidak" panggilku lagi dengan suara yang cukup keras. Orang ini tuli atau apa sich ! Kenapa tidak menjawab panggilanku.

"Woii Jeruk !" Kali ini aku tidak tanggung-tanggung untuk berteriak. Ku naikkan lagi nada suaraku, ya ampun orang ini sepertinya sedang menguji kesabaranku.

Tidak juga mendapat respon, membuat siku kepalaku memunculkan diri menjadi 5 bagian. Kau tidak akan ku ampuni jeruk ! Berani sekali memancing emosiku. Dengan segenap kekuatan, kukerahkan seluruh energi yang telah meletup-meletup terbawa hawa panas yang sudah menjalar di semua aliran nadiku. "WOIII JERUK ! KAU DENGAR TIDAK AKU MEMANGGILMU DARI TADI, TAU !"

Seketika tubuhnya yang sedang terbaring di rerumputan langsung terpelanting menabrak pohon yang berjarak 10 meter dari tempat kami berada. Rasakan itu strawberry jadi-jadian ! Mantapkan rasanya terkena suara speker terbesarku dengan kekuatan 1200 Oktaf !

"Apa yang kau lakukan, hah !" teriaknya berang dengan hidung mancungnya telah membengkok.

"Kau itu punya telinga, ga sich. Aku memanggilmu dari tadi !" teriakku tidak kalah lantang dari suaranya.

"Namaku Ichigo tau ! Bukan jeruk, seenaknya saja kau menganti nama ku, dasar pendek !" dengusnya kesal. What the he*l !

Seketika ku banting buku yang ada digenggaman ku kearah wajahnya. Orang ini benar-benar cari mati rupanya !

"Adooffhh !"

"Dasar !" aku benar-benar kehabisan akal untuk membungkam orang sinting ini agar tidak lagi memanggilku dengan kalimat paling mengerikan itu. Memang tubuhku ini pendek, kalau sudah tau pendek. Diem dikit napa sich, ga perlu diralat-ralat segala.

"Lalu kenapa kau memanggilku ? Apa lagi yang kau inginkan ?" kepala jeruk itu pun mendekat kearah ku sambil menyerahkan buku mantra yang baru saja ku lemparkan padanya.

"Kau kenapa membawaku ke sini ?" seketika alis si jeruk menekuk tajam saat mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulutku. Hey ! Kenapa ? Memangnya ada yang salah dengan pertanyaanku.

"Aku hanya tidak ingin nenek sihir itu membunuhku kalau kau tidak hafal mantra itu. Yang membawamu kemari kan aku, jadi kalau ada apa-apa menyangkut tentang dirimu, aku juga yang kena imbas nya" Oke, ternyata pertanyaan ku tadi benar-benar pertanyaan terbodoh yang pernah ku lontarkan sepanjang hidupku.

"Ohh" gumam ku singkat dan kembali kutekuri satu demi satu kalimat yang ada dibuku ini. "Bakudo#61. Rikujoukourou...Eng..Lalu eng...Bakudo#62. Hy...Hyapporankan"

Aakhhh ! benar-benar pikiranku saat ini sedang kacau-kacaunya. Kenapa sich makin aku berusaha menghafal Mantra sialan ini, makin tidak bisa ku hafal dengan baik ! Uhhh... Hidupku benar-benar akan tamat kalau aku tidak bisa menghafal semuanya. Nenek sihir itu benar-benar keterlaluan.

Sadar tidak ada yang bisa ku lakukan selain mengistirahatkan pikiranku sebentar. Kurebahkan tubuhku dengan kasarnya. Tidak peduli dengan keadaan punggungku yang sangat ngilu karena membentur tanah yang luar binasa kerasnya. Terserahlah ! Yang kubutuhkan saat ini adalah istirahat !

"Umm~~ Ichigo..." panggilku lagi. Siap-siap saja kau jeruk kalau tidak mau menjawab panggilanku lagi. Akan benar-benar kupatahkan tulang rusukmu itu.

"Hemm..." jawabnya singkat.

"Bolehkan aku bertanya satu hal kepadamu ?"

"Apa ?"

"Emmm...Guild kalian kan berada dinauangan 'Soul Society', K-Kenapa k-kalian seperti bermusuhan dengan mereka. Maaf sepertinya aku lancang mengenai masalah kalian saat ini ?" Astaga ! Apa yang sedang kupikirkan saat ini. Kenapa di saat seperti ini kebodohan ku sedang keluar-keluarnya sich. Aku tidak ada hubungan dengan mereka, tidak seharusnya aku sok-sok ingin tau urusan mereka.

Ichigo tampak terdiam sejenak. Tuh kan ! Apa aku bilang, tidak seharusnya aku ingin mengetahui atas apa yang tidak boleh aku tau. Pasti si jeruk ini berfikir, siapa anak ini berani-beraninya mau tau urusan orang !

"Kenapa kau berkata seperti itu. Sekarang kan kau bagian dari Bleach, jadi tidak ada salahnya kau mau tau apa yang sedang terjadi dengan guild mu" Stop jeruk ! Jangan berkata lebih dari itu, aku tidak ingin benar-benar jadi bubur jika tau apa yang sedang terjadi diantara kalian. Bisa-bisa aku sudah hancur duluan sebelum bisa kembali keduniaku. Aku tidak ingin terlibat lebih jauh dengan kalian.

"Guild kami dari awal terbentuk, sangat tidak menyukai orang-orang dari 'Soul Society'. Sebab mereka benar-benar orang yang sangat tidak manusiawi"

"Maksudmu ?" Rukia ! Sudah kubilang padamu untuk diam saja, kenapa kau malah ikut menjerumuskan dirimu kedalam jurang kematian mereka.

"Mereka itu orang-orang kejam yang lebih mengutamakan peraturan dari pada nyawa seseorang. Banyak sekali nyawa dari orang-orang yang tidak berdosa begitu saja mereka buang hanya demi mentaati aturan yang telah mereka buat. Tanpa rasa kasihan, tanpa memikirkan 'Kebenaran yang sebenarnya', mereka terus saja menyalahkan orang-orang yang menurut mereka melanggar peraturan tata hukum 'Soul Society', padahal orang itu sama sekali tidak melakukan apa pun. Malah ia melakukan seperti itu hanya untuk menyelamatkan semua orang. Tapi bagi orang-orang 'Soul Society', hukum adalah hukum. Mau apapun yang telah orang itu lakukan baik itu kebaikkan maupun kejahatan. Sekali melanggar tetap melanggar, dan 'Soul Society' akan bertindak tanpa pandang bulu bagi orang-orang yang sudah dianggap melanggar tata hukum itu"

Ohh tuhan... Kini aku mengerti mengapa mereka semua benar-benar sangat murka dengan orang-orang 'Soul Society' itu. Aku sendiri tidak habis pikir. Tega sekali mereka lebih mengutamakan hukum dari pada kebenaran. Dan biar kutebak, korban yang berjatuhan pastilah sangat banyak sekali. Benar-benar tidak manusiawi. Apa di dunia ini tidak ada yang namanya 'HAM' apa ? Didunia ku saja orang yang sudah membunuh, korupsi, maling ayam, maling mobil, atau tindak kriminal apapun masih bisa ditoleransi dan diberikan keringanan. Tapi kenapa disini tidak ada yang seperti itu ? Memang bagus sih kalau orang-orang seperti mereka memegang teguh hukum di dunia mereka tanpa memandang status sosial atau gender dari seseorang. Tapi tetap saja tidak boleh begitu, kalau orang yang tidak bersalah kenapa harus disalahkan ? Bukankah itu tidak adil. Ahh ! entah kenapa aku jadi emosi sendiri dengan orang-orang 'Soul Society'. Memang aku ini telah termakan hasutan si jeruk ini. Namun melihat dari sudut pandang ku dengan mereka yang bisa berbuat apa saja. Termaksud hampir menghilangkan nyawa ku dan Mizuiro yang 100% tidak bersalah sama sekali. Aku benar-benar benci sekali dengan orang-orang seperti mereka ! Menghilangkan nyawa yang tidak berdosa atas dasar 'Perdamaian'. Ternyata benar kata nenek sihir itu, 'Penegak Keadilan' apanya. Hanya nama saja yang mereka sandangkan, selebihnya benar-benar sampah !

"Hei kenapa kau melamun ? Apa jangan-jangan kau kaget dengan apa yang baru saja ku katakan ?" Aku hanya diam saja, memang benar apa yang dikatakan Ichigo, aku sangat-sangat shock berat mendengar kenyataan seperti itu.

"Jangan terlalu dipikirkan, mereka memang seperti itu. Sudah tidak asing lagi bagi kami dengan apa yang mereka lakukan. Dari pada kau memikirkan mereka lebih baik kau hafal saja mantra Kidou itu. Aku tidak mau dicabik-cabik nenek sihir itu karna otak lamban mu itu tidak bisa menghafal mantra-mantra ini"

"APA KAU BILANG !" teriak ku ganas pada pria jeruk itu yang sudah lebih dulu berlari meninggalkan diriku. Sepertinya dia memilih lari karna tidak mau kena 'bogem mentahku'. Ughh ! Dia benar-benar menyebalkan, sudah berjarak lebih jauh dariku, dia malah menjulurkan lidahnya tanda mengejekku. Lihat saja kau kepala jeruk ! Tunggu pembalasan dariku. Huhh !

Tapi melihat dia yang tersenyum jahil seperti itu, cukup membuatku senang dari pada melihatnya berdiam diri seperti tadi dengan alis ulat bulunya menekuk tajam seperti orang yang sudah bosan hidup. Yossh ! Entah kenapa aku jadi sangat bersemangat menghafal mantra Kidou yang sangat panjang seperti rel kereta api ini. Pikiran ku terasa Fresh, rasanya isi kepala ku yang tadinya sangat penuh dan sumpek. Kini jadi lebih relaxs. Apa ini karna cerita Ichigo tadi yang bisa membakar semangatku hingga sangat ingin sekali aku bisa menghafal semua mantra ini biar bisa menendang pantat si pria ¼ meter sok dingin itu. Atau memang karna pikiran ku yang sedang-sedang bagusnya ? Bodoh amat ! Yang penting aku harus menghafal mantra ini secepat mungkin. Menghindari amukan nenek sihir itu dan~~~ setidaknya aku tidak lagi menyusahakan mereka karna harus melindungiku ku bila ada serangan mendadak seperti kemarin. Mereka telah susah, jangan ditambah susah lagi. Ohh... Kaien-san, kumohon doa kan aku ya...

.

.

.


.

.

.

"Hatchuuu~~ !" Kenapa disaat seperti ini aku harus flu sich. Ahh~~ kumohon Rukia, kau harus fokus ! Harus !

"Hadou#31. Shakkahou... Hadou#32. Oukasen... H-Ha...Hatchou ! (Menyeka hidung dengan telapak tangan) #33. Soukatsui...Huaaachiiim !"

Akhh ! benar benar mimpi buruk. Kemarin-kemarin aku tidak pilek seperti ini, kenapa bisa jadi begini sich...

"Apa yang kau lakukan malam-malam ditempat seperti ini ?" Kudengar suara seseorang sedang berjalan menuju kearahku. Dan reflek, aku pun menoleh kearah si penyuara yang ada tepat dibelakangku.

"Ohh kau. Aku tidak bisa tidur, jadi ku pikir lebih baik aku mencari udara segar diluar. Yaa~ sekalian aku menghafal lagi mantra-mantra ini agar besok, tidak ada lagi yang terlupakan olehku" jawabku singkat.

"Masa sich kau tidak bisa tidur ? Kulihat kau dari tadi siang berada disini terus. Mentang-mentang kutunjukkan tempat yang bagus, jangan lantas kau terus-terusan berada disini dan lupa diri seperti ini hingga tidak bawa jaket di cuaca dingin begini" Hah~~ ! Apa aku tidak salah dengar, dari nada yang kutangkap, kenapa pria jeruk ini sepertinya khawatir sekali padaku ya.

"Hemm, maksudku aku belum mau tidur. Jadi kuteruskan saja menghafal mantra nya. Toh aku juga belum mengantuk sama sekali" Pria jeruk ini pun duduk disebelah ku dan mengalihkan pandangannya menuju bintang-bintang di langit.

"Kau suka tempat ini, Ichigo ? Kalau aku suka sekali di tempat seperti ini. Begitu bebas dan tenang..." kata ku dengan nada suara seolah-olah aku sangat bersyukur sekali melihat pemandangan indah yang ada tepat didepan mataku. "Kau sendiri kenapa bisa tau tempat indah ini ?"

"Aku suka tempat ini, karna tempat ini bisa menenangkan kekalutan hatiku ..." Hemmphh, kalau dilihat-lihat, wajah si jeruk ini seperti sedang bersedih. Seperti sedang terluka karena mengenang seseorang.

"Apa kau sedang merindukan seseorang Ichigo ?" tembakku langsung. Dan sepertinya dugaanku tepat sasaran. Pria orange ini membelalakkan matanya kearahku, pastinya dia sangat kaget sekali akan kata-kataku yang begitu tepat sasaran di pikirannnya.

"Ahhh... I-Itu, bu-bukan be-..."

"Kau merindukan pacarmu ya ?" Ichigo hanya diam saja ku lontarkan lagi pertanyaan keduaku. O'o, kamu ketahuan~~. Ternyata memang benar, dia itu sedang merindukan pacarnya.

"Hahh~~, kalau kau merindukannya kenapa kau tidak menemuinya ? Tidak baik tau memendam perasaan seperti ini" Sesebal-sebalnya aku dengan pria ini, tetap saja aku memahamai perasaan nya yang sedang merindukan orang yang ia cintai.

"Ak-Aku t-tidak se-..."

"Tidak perlu malu seperti itu padaku jeruk. Ceritakan saja padaku, mungkin aku bisa membantumu ?" Belum sempat dia meneruskan kalimatnya, sudah ku sanggah terlebih dahulu. Aku ini bukan pertama kalinya menghadapi pria yang malu-malu mengakui perasannya pada semua orang. Terlebih tentang masalah asmara. Mereka lebih memilih menyembunyikannya dari pada mengakuinya. Alasannya singkat 'Demi Harga Diri'. Pria benar-benar makhluk yang paling menyusahakan, ya.

Dia tetap diam. Ckckck, benar-benar keras kepala !

"Kau tau Ichigo..." kata ku singkat. Si jeruk ini pun memutar kepalanya kearahku menanti apa yang inginku katakan sebenarnya. "Kata orang rindu itu indah, namun bagiku itu sangat menyiksa..." aku tetap memfokuskan pandanganku kearah langit dari pada kearah Ichigo. Ya... itu kulakukan karena saat ini yang sedang ku bicarakan kan adalah tentang perasaan ku pada Kaien-san, dan aku paling tidak ingin jika sudah mengingat tentang Kaien-san, aku melihat wajah orang lain. Terlebih lagi, wajah si Jeruk ini yang Notabene sangat mirip sekali dengan Kaien-san. Aku takut...takut menyakiti hatinya yang saat ini berada disurga.

Sama seperti halnya dengan ku, Ichigo melihat kembali melihat kearah langit dengan hiasan berjuta-juta bintang. "Yah... Kau benar..." lirihnya serak. Bisa ku rasakan getaran suaranya seperti sedang menangisi seseorang yang telah tiada. Apa jangan-jangan pacar Ichigo sudah pergi sama seperti halnya Kaien-san ku ? Mungkin teman-teman pikir, aku ini sok tau sekali menduga-duga pacar Ichigo sudah meninggal. Tapi memang begitu lah yang ku rasakan. Suaranya itu, seperti sedang kesakitan... Kesakitan karna orang yang dia cintai sudah meninggalkannya. Sama seperti saat aku sedang menangisi Kaien-san karna aku terlalu merindukannya.

"Kalau kau merindukannya, kau bisa melakukan sesuatu Ichigo" kata ku berusaha menghiburnya. Aku tau rasanya kehilangan orang yang kita cintai, rasa ingin kembali berasa disisinya, rasa ingin mencium aroma tubuhnya saat dia memeluk kita, suaranya, segala sesuatu yang menyangkut tentang 'seseorang yang kita cintai' tapi pada kenyataannya dia tidak mungkin lagi kita genggam. Aku tau akan hal itu, dan rasanya sangat menderita sekali. Aku sangat bersyukur sekali mempunyai teman-teman yang tetap setia berada disampingku dan menghiburku. Aku tau, Ichigo tidak ingin menceritakan pada orang-orang terdekatnya tentang perasaannya saat ini karna tidak ingin membuat teman-temannya khawatir, tapi walaupun aku tidak tau apa masalah yang sebenarnya sedang menimpa dirinya. Setidaknya... aku bisa meringankan sedikit kegundahan hatinya.

"Apa ?" tanyanya lagi.

"Pejamkan matamu... Dekatkan tanganmu tepat diatas jantungmu, dan dengarkan.. Panggil nama nya dari dasar dalam hatimu... Dia akan memanggil namamu dan selalu berada disampingmu" ucapku lagi sambil mendekatkan tangan kirinya tepat diatas dada bidangnya dengan tangan kananku. Lebih tepatnya di atas jantungnya berada. Awalnya dia sempat kaget dengan apa yang kulakukan, namun segera ku pejamkan kedua mataku saat ku dengar dari telapak tangannya yang sedang kugenggam...ku dengar detak jantungnya yang sedang berirama cepat.

Sesaat ku terbuai dengan nada-nada dari jantung Ichigo yang sekarang berdetak lebih pelan dari sebelumnya. Sepertinya dia sedang mencoba apa yang kukatakan. Oh~~ suasana angin malam yang mengalun lembut ini, semakin membuatku terhanyut. Dengan mata yang masih terpejam, ku coba mengingat seseorang yang selalu mengisi relung hatiku. Kaien-san... lirihku dengan suara dalam dan sarat akan makna kerinduan yang menjulang tinggi.

"Rukia..."

Segera kubuka kedua mataku saat ku dengar suara seseorang yang sangat kurindukan selama 7 bulan ini. Dengan mata terbelalak lebar, ku kerjapkan lagi kedua mataku saat tau orang yang ada didepanku ini seorang pria berambut hitam memandang ku dengan senyum terlembut yang hanya ia tunjukkan padaku seorang. Tidak mungkin ! Apakah aku sedang bermimpi sekarang ini ? Bila ini memang benar mimpi, tuhan... Ku sangat mohon padamu jangan bangunkan aku, aku ingin lebih lama melihat wajahnya...

"Rukia... Rukia..." sosok itu terus memanggil namaku. Ohh ! betapa aku sangat menginginkan lagi dia memanggil namaku dengan suara syahdu seperti itu. Dengan air mata yang sudah mencapai pelupuk mataku, ku dekatkan tanganku yang semula mengenggam tangannya tepat diatas dadanya. Ku eluskan dengan lembut jemari kecilku menyapu pipinya yang kenyal, kupandangi sosok itu dengan penuh hasrat cinta.

"K-Kaien-san..." lirihku merasa bahagia orang ini ada didepan mataku. Semula sosoknya yang tersenyum lembut padaku kini berubah tiba-tiba, tidak ada lagi senyum hangat, tidak ada lagi kata-kata lembut memanggil namaku, tidak ada lagi pandangan cinta yang selalu dia pancarkan padaku. Yang ada sekarang hanya pandangan kaget dengan bola mata melebar di mata.. Tunggu dulu ! Bukankah warna mata Kaien-san ku berwarna abu-abu. K-kenapa sekarang berwarna jadi o-orange. D-an k-kenapa ram-rambutnya jadi berwarna ora-...

"Rukia..." bola mataku yang semula menatap syahdu pria yang ada didepanku ini tampak membulat saat tanganku yang sedari tadi ku eluskan kewajah tirusnya, digenggamnya dengan sangat erat. Ohh ! Noooooooo! Apa yang sedang merasukiku hingga dengan berani-beraninya aku menyentuh pria lain selain Kaien-san.

"Kyaaaa !" teriakku ganas hingga dengan tidak sadar kulayangkan buku yang ku genggam hingga mengenai wajahnya yang sok-sok meniru wajah kekasih hatiku.

"Apa yang kau lakukan midget !" teriaknya lagi dengan kepala terus mengeluarkan darah. Gawat ! Gawat ! Gawat ! Aku pasti terkena ilmu sihir, ilmu hitam, atau ilmu apapun dari pemuda jeruk sialan ini hingga aku bisa berhalusinasi sosok Kaien yang ada didepan mataku. Kaien –saannnnnn, kumohon maaf kan diriku. Hiks-hiks T_T

"D-Dasar mesum !" tuduhku sambil mengosok-gosok kan telapak tanganku yang sudah menyentuh wajahnya. Ufhhh! Tangan ku benar-benar harus ku sertu dengan tujuh tanah, tujuh air, dan tujuh gosokkan hingga bekas wajah pria ini bisa hilang dari tanganku ! (Parah nich Rukia, Ichigo tidak najis Rukia walaupun kau sentuh beribu-ribu kalipun =_=")

"Siapa yang mesum ! Kau itu yang mesum tau ! Menyerangku seperti itu !" Apa kau bilang jeruk busuk ! Sepanjang hidupku, sepanjang sejarahku, sepanjang kelahiranku, aku tidak pernah menyerang laki-laki duluan ! Terlebih laki-laki bertampang strawberry, dan berkepala jeruk seperti mu. Sungguh sial tujuh turunan hidupku jika menyerang laki-laki berotak dodol garut layaknya dirimu itu.

"Enak saja kau bilang aku yang menyerangmu duluan ! Buktinya kau memegang tanganku tadi !" aku tidak mau disalahkan dengan kata-kata anehmu itu, pria kecebur cat !

"Kau duluan yang menggenggam tanganku, buktinya kau memegang tanganku dengan alasan 'Pejamkan matamu dan dekatkan tangan mu tepat di atas jantungmu'. Itu semua sudah jadi bukti kalau kau yang duluan menyerangku. Dasar cewe-cewe girang !"

"Apa ! Oh~~ aku tau, aku tau. Jangan –jangan tadi aku benar-benar terkena ilmu hitamnya sampai-sampai bisa jadi terhipnotis seperti itu. Tuhan~ tolong hambamu yang sedang dalam bahaya ini tuhan. Mohon kuatkan imanku dari pengaruh iblis berambut aneh ini" rengekku dalam doa dengan wajah sangat ketakutan.

"Ilmu sihir tau ! Bukan ilmu hitam ! Lagi pula mana mungkin aku melakukan hal seperti itu" teriaknya didekat telingaku. Benar-benar orang ini ! Suaranya super-super ngebass, telingaku saja sampai berdenging mendengar suara cemprengnya.

Apa benar aku ini terkena ilmu sihir atau aku hanya berhalusinasi semata ? Aku tidak tau, tapi yang jelas aku tadi melihat wajah Kaien-san ku ! Sangat jelas malah, dia tampak seperti hidup lagi. Aku pun tidak menyangka akan bisa melihatnya lagi. Tapi.. Entah kenapa perasaanku ini saat ini benar-benar takut.. Takut sosok Kaien-san akan tergantikan dengan orang aneh ini. Memang wajah mereka mirip, tapi tentunya mereka orang yang berbeda bukan. Dari rambutnya, dari matanya. Aku benar-benar takut warna hitam dari Kaien-san bisa tergantikan dengan warna matahari ini.

PLAK ! Segera ku tampar dengan sekuat tenaga pipiku agar aku tidak lagi berpikiran yang aneh-aneh. Tidak perduli lagi dengan wajah si jeruk itu yang menatap aneh pada diriku. Lebih baik aku menyiksa diriku dari pada harus melupakan Kaien-san. Astaga... Aku ini kerasukan hantu apa sich, bisa- bisa nya pikiran ku melenceng jauh seperti itu.

"Oiii, Ru-Rukia..." panggilnya lagi. Ada apa lagi jeruk ! Kau belum puas mengejekku ya !

"T-Terima kasih..." What ! Apa otak jeruk ini sedang kerasukan hantu juga. Kenapa bisa-bisanya dia berbicara kata-kata mengerikan nan menyeramkan seperti itu. Waspada Rukia ! Waspada !

"K-Kenapa kau ?" tanyaku berusaha menyembunyikan tubuhku yang sudah merinding-merinding dibuat olehnya.

"Aku cuma mau bilang terima kasih. Kenapa ekpresi wajahmu seperti itu,ha !"

"Habisnya kenapa kau berbicara seperti itu, membuatku merinding saja mendengarnya... Ha-Ha-Hatchimmm !" Grrttt ! Pilek ini ! Kenapa harus datang disaat seperti ini sich.

Hah ! Aku tidak salah lihat kan ? Apa yang sedang dilakukan jeruk bodoh ini ! Kenapa dia membuka mantel yang dikenakannya ! D-ia kenapa juga malah mendekatiku.

"Ja-Jangan mende...kat !" Seketika mataku membulat sempurna saat merasakan mantel yang dibukanya tadi, ia pasangkan pada diriku. Apa sich yang kupikirkan ! Kenapa aku bisa berpikiran yang tidak-tidak jeruk mesum ini mau melakukan sesuatu yang tidak lazim padaku.

"Hemmm Ichigo ?"

"Apa ? Jangan bilang kalau kau ingin menyerangku lagi seperti tadi" Bletak ! Kupungkul kepala jeruknya itu dengan sekuat tenagaku. Pria ini benar-benar menyebalkan. Padahal tadi aku sangat kagum sekali dengan sikap gentel nya menyelimutiku agar tidak kedinginan. Ternyata sikap jeleknya ini benar-benar sudah mendarah daging di tubuhnya, ku tarik kembali kata-kataku kulit jeruk kalau aku mengagumi mu tadi !

"Bukan itu BODOH ! Kau kalau benar-benar sudah bosan hidup bilang padaku ! Biar kucabut seluruh nyawamu itu dengan senang hati. Dasar !"

"Sakit ~~~~" keluhnya dengan memegang kepalanya yang benjol sebesar buah melon.

"Hemm, aku masih penasaran kenapa kau mau menolongku waktu itu. Padahal kan waktu itu kau belum mengenalku sama sekali. Malah kau berani menghadapi pasukan dari pria boncel kemarin dan nenek sihir itu. Kau ini terlalu baik atau terlalu bodoh, hah ?"

"Kau... ! Dasar kau ini tidak tau terima kasih ! Sudah ku tolong jiwamu yang sedang terancam seperti itu, sampai sekarang aku tidak mendengar ucapan terima kasihmu padaku. Malah kau mengataiku bodoh !"

Aye ! benar juga aku belum mengucapkan terima kasih pada trio bodoh ini. Walaupun aku sangat kesal sekali dengan tingkah menyebalkan mereka tapi tidak enak rasanya jika tidak mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah mereka lakukan untukku. Malu juga sich, tapi apa boleh buat, ku keluarkan saja cengiran khasku. Sudah tertangkap basah, tidak mungkin lagi kan aku menyangkal apa yang sudah mereka lakukan padaku.

"Ahhh~~ ( Menghela nafas berat) Sudahlah, aku juga tidak butuh rasa terima kasih dari anak SD yang sudah hampir mati hanya karena terkena panah saja. Benar-benar bukan gayaku"

"Apa maksudmu dengan anak SD, hah !" Masih mending anak SD sich, dari pada anak TK. Tapi... Bukan ! Bukan begitu ! Tetap saja aku tidak terima dikatai begitu. Aku ini bukan anak SD, aku gadis 17 tahun yang sudah SMA tau !

"Ingat tidur jangan malam-malam, dan kalau kau sudah selesai menghafal mantranya. Cepat masuk kedalam, berada di luar dalam keadaan seperti ini tidak baik untuk kesehatan. Kalau kau sampai sakit, kami juga yang repot !" katanya singkat kemudian berjalan menjauh dari ku. Sepertinya dia sedang menuju kearah guild. Ichigo Kurosaki... Huh ! Dasar Jeruk !

"Baiklah ! Besok aku harus melakukan yang terbaik ! Doakan aku Kaien-san..." (\^_^/)

End Rukia POV

.

.

.

"Apakah kau sudah siap ? Bocah ?" tanya seorang wanita memakai baju lengan pendek menutupi lehernya dan rok berlipat seperti seragam SMA berwarna putih. Rambut wanita itu tampak dikuncir tinggi dengan anak rambut berberapa helai sengaja ia tinggalkan.

"Tentu saja !" jawab sesosok wanita berambut pendek dengan poninya terjepit rapi dengan jepit rambut bunga aster berwarna ungu.


TO-BE-CONTINUE

Hahahahah...Kalo diliat-liat makin gaje dan ancur yuaa Readres Chapter 4 nya. Abis,, ga pinter beginian sich Dhiya nya...Huhuhu (Malu-malu kayak Kucing).

Ichigo : Emang ga pinter ! Buktinya di Fic ini gue kok lemah banget sich sama si Midget itu! (Mencak-mencak sendiri)

Dhiya : Mupph Plend! Lo ga lemah kok, cuma kalah adu mulut aja sama si Ruki..Heheheh (Senyum-senyum nista)

Ichigo : Kalah sih kalah ! Tapi ga perlu wajah ganteng gue juga donk yang kena tabokan si Mid-..

Rukia : Ape Lo bilang ! Berani banget bilang gue Midget! (Nembak basoka ke arah Ichigo)

Ichigo : Gyaaaa!

Errr (=_="). Maaf yaaa Readres jadi ngeliatin pertengkaran anak SD VS Anak ilang ini ( Bungkuk-bungkuk 1000x). Othee~~! Saatnya bales Review !

Dari hirumaakarikurosakikuchizaki : Ngakak ? Heheheh ati-ati loch Hiru, entar kemasukan Laler terlalu sering mangap. Huehehehehe, terima kasih ya atas Reviewnya, sekaligus udah baca Fic melebur ini.. Ini Ch 4 udah Dhiya siap'in. Moga suka ya, walaupun agak ga nyambung dan Miss Typo banyak. ^_^

Naruzhea AiChi : Inget Fairy tail nyelamti'in Lucy..Hehehe, Fic ini emang terinspirasi dari mereka kok. Apalagi, ama Natsu, Lucy, Erza, Gray, Jellal, Juvia en Gajjell.. Waduh, mencak-mencak girang tuh kalo ngeliat'in mereka.. Hihihi, Yupppz! Udah selesai nich Ch4 nya.. Moga senang ya...rada minder nich ama Ch 4 ini. Cz abal, jelak, dan ancur abis nich! Hehehehe

Kiki RyuEunTeuk: Kikiiiiii~~~ (Lari-lari gaya alay, mau meluk kiki) *Dhiya di masuk'in ke got ama Shiro n Kokuto
Seru ? Wah~~~ (Sparkling-sparkling nangis mode on) Hiks-hiks, tangkyu yaa Kiki udah mampir di Fic ancur melebur kayak bubur Pak haji sulam. Salam kenal ya buat kiki. (T_T) *Masih nangis saking terharunya.

Sampai disini dulu ya. Sampai ketemu di Ch 5... Bye_Bye (Melambai-lambai tangan)