ScReW © PSC


Pair(s) : Kazuki/Byou(chibi), Aoi/Uruha, Reita/Ruki

~ Chapter 3 : Flu ~

~ ( ^O^ ) ~


Senja hampir menjelang, sementara Byou masih asyik bermain sepeda di taman bersama Rui. Mereka mengelilingi taman luas itu dengan sepeda mini mereka. Setiap sekolah libur, mereka selalu bermain berdua di tempat itu. Rui juga selalu membawa anak kucing kesayangannya—Maru.

"Bolehkah Maru menginap di rumahku malam ini?" tanya Byou sambil terus mengelus kepala Maru.

"Tidak boleh! Aku tidak bisa tidur kalau tidak ada Maru di sampingku," sahut Rui cepat.

Byou mendesah kecewa lalu memindahkan Maru ke gendongan Rui. Mereka beristirahat sejenak di rerumputan sambil berguling-guling ria.

Tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara yang mengejutkan mereka. "BYOU-NII!"

Mata Byou melebar melihat sosok yang barusan memanggilnya—sosok yang sangat dia rindukan—"Kazu-chan!" serunya lalu langsung memeluk sosok itu. Air matanya mengalir tanpa bisa dibendung. Byou terlalu bahagia hingga tak sadar kalau pelukannya terlalu erat.

"Byou-nii~" Kazuki membenamkan wajahnya ke leher Byou.

"EH?! Kazu-chan panas~" ucap Byou kaget sambil mengecek dahi dan leher Kazuki. Dia memperhatikan pipi Kazuki yang lebih merah dari biasanya, namun bibirnya pucat. "Kazu-chan sedang sakit?"

"Kepalaku pusing~ Tapi kangen Byou-nii~" lirih Kazuki merasa sangat lemas hingga tubuhnya limbung ke rerumputan.

"KAZU-CHAN!"

"..."

"Byoucchan!" seru Ruki yang langsung memeluk Byou.

Tak lama kemudian, Byou membuka matanya lalu memandangi Ruki lekat-lekat. "Mama, aku mimpi... Kazu-chan demam... tubuhnya panas..."

Ruki mencium kening Byou cukup lama. "Byou, itu hanya mimpi—"

Seakan tak ingin mendengarkan penuturan ibunya, Byou malah menangis dengan keras sambil memanggil-manggil nama Kazuki. "Kazu-chan sakit~ Huwaaaaa... Kazu-chan sakit~"

Rasa khawatir mulai merasuki benak Ruki. Dia terus mengelus punggung putranya yang masih terus menangis. Lama kelamaan tangisan Byou mulai mereda, mungkin dia sudah kelelahan menangis.

"Byoucchan..." bisik Ruki miris melihat Byou yang terus diam melamun dengan nafas sedikit tersengal. Ruki mengambil ponselnya untuk mengirim email kepada Uruha... [Uru, sepertinya Byou benar-benar merindukan Kazuki. Bisakah kalian main kerumahku hari ini?]

Selang beberapa menit Uruha membalas email Ruki... [Maaf, hari ini tidak bisa karena Kazu-chan badannya panas dan terus bersin-bersin.]

Sontak Ruki kaget setelah membaca email dari Uruha barusan. Kazu-chan badannya panas? Kazu-chan demam?

"Mama, aku mau bolos lagi!" seru Byou lalu melompat turun dari ranjangnya. Dia berlari kearah kamar mandi dan mengunci pintunya.

Ruki membiarkannya begitu saja. Dia masih sibuk memikirkan mimpi Byou yang –secara kebetulan- selalu sama dengan keadaan Kazuki yang sebenarnya. Mungkin dia bisa berasumsi kalau itu semua hanya sebuah kebetulan semata, namun jauh dilubuk hatinya, Ruki tidak dapat menyangkal kalau hal itu cukup ajaib –dan bukan sekedar kebetulan-.


~ ( ^O^ ) ~

"Zukki, minum obatnya!" seru Uruha sambil menyodorkan dua tablet penurun panas.

Kazuki menggeleng kuat sambil mengeratkan pelukannya pada Aoi. Hal itu membuat Aoi tertawa dan balas memeluk Kazuki sepenuh hati.

Uruha menghela nafas lelah lalu pura-pura membuang obat itu. "Yasudah kalau kamu memang tidak mau minum obat. Obatnya sudah Mommy buang kok. Berarti besok kau tidak boleh datang ke pesta ulang tahunnya Byou-nii."

"Aku ingin datang! Aku sudah membeli kado untuk Byou-nii!" protes Kazuki. Dia mengabaikan rasa nyeri di sekujur tubuhnya, pokoknya besok dia ingin datang apapun yang terjadi.

"Byou-nii jijik kalau harus melihat ingusmu itu, Zukki~" ucap Aoi yang mati-matian menahan tawanya.

Kazuki mengerutkan keningnya dengan bibir dimajukan. "Baiklah, aku akan minum obatnya..."

Uruha tersenyum lebar lalu menyuapkan dua tablet itu ke mulut Kazuki. "Jadilah anak yang baik dan penurut, maka Byou-nii akan sangat menyayangimu."

"Benarkah? Kalau aku baik, Byou-nii akan menyayangiku?" tanya Kazuki dengan mata berbinar-binar. "Byou-nii akan menyayangiku~ yeeeeeyyy~" Kazuki melonjak kegirangan di pangkuan Aoi. Dia sudah tidak sabar menunggu hari esok untuk bertemu dengan Byou.


~ ( ^O^ ) ~

Sebuah pelukan hangat menyadarkan Byou dari lamunannya. Dia menoleh kebelakang dan menemukan ayahnya tengah tersenyum hangat padanya.

"Selamat ulang tahun, Byoucchan~" ucap Ruki sambil meletakkan sekotak kado di pangkuan Byou. "Semoga kamu menyukai hadiah dari kami. Cepatlah bertambah tinggi dan jadilah anak yang baik."

Byou mengangguk singkat lalu memeluk kedua orang tuanya. Hari ini Byou ulang tahun dan sebentar lagi pasti teman-temannya akan datang untuk merayakannya—sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Byou sudah bersiap sejak pagi dan duduk di ruang tengah yang kini sudah dihias dengan berbagai ornamen pesta dan banyak makanan.

Satu per satu teman-teman Byou mulai berdatangan. Byou menyambut mereka dengan suka cita. Mereka semua bersenang-senang, suasana disana ramai sekali. Puluhan hadiah menggunung di sudut ruangan itu.

"Byoucchan!" sapa Rui lalu duduk di samping Byou. "Acaranya meriah sekali ya, Mana-chan sampai tidak bisa berhenti untuk terus tersenyum." Rui melirik Manabu yang terus memperhatikan apapun di sekitarnya dengan antusias.

"Dia manis sekali, Rui~" ucap Byou lalu menarik Manabu ke pangkuannya.

"Aku yang paling pendek disini," celetuk Manabu membuat Rui tertawa terbahak dan langsung ditabok olehnya.

Saat acara sudah setengahnya berjalan, Uruha dan Kazuki baru saja sampai di rumah Byou. Mereka langsung disambut Ruki di teras rumahnya. "Uru, dengarkan aku... Aku ingin menjodohkan mereka berdua."

Uruha terlihat sedikit terkejut, namun dia langsung tersenyum menanggapinya. "Dengan senang hati, Ruki."

"Bagus, silakan kalian masuk dulu. Byou pasti akan senang bertemu dengan kalian," ucap Ruki.

Uruha menggandeng Kazuki memasuki ruang pesta itu. Suasananya benar-benar ramai hingga mereka sedikit kesusahan menemukan Byou. Hingga akhirnya mereka menemukan Byou sedang duduk di ujung ruangan sambil menyuapi Manabu eskrim.

"Byou-nii!" seru Kazuki membuat Byou dan Manabu menoleh bersamaan.


~ T B C ~