Author's note:

Yippie! Chapter 4..!!! XDD

Nggak nyangka saia rajin ngetik di antara jadwal belajar yang padat *lebay*

Review Reply para reviewer anon buat Chapter 3 :

Light-Sapphire: Iya, saia tanpa sadar ngetik Gaara dan Naruto scene sambil membayangkan saat saia SMS-an ma Mr.J, dalam keadaan yang sama dengan Naru, tentu saja *melamun* Saat itu juga hati saia hancur..cur..cur..currrr.. *lebay lagi*

Tapi yah pokoknya saia berusaha tegar lah ;)

Sasuke yang senang pas ditarik-tarik Naru, terasa kayak NaruSasu gak ya? Saia ngerasaian tuh.. Tanpa sadar mengetik hal itu *digeplak*

Thank's udah review!!

Zizi Kirahira Hibiki: Saia juga gak nyangka Sasu bisa tersenyum, hehe.. XP *digaplok someone*

(someone: masa loe gak nyangka?! Kan loe yang ngetik, baka!!)

Ini udah diapdet, review lagi ya!! Sankyuu.. XD

.

.

Disclaimer: Semua chara yang ada di fanfic ini adalah milik Masashi Kishimoto-sensei. Saia cuma minjem charanya aja, buat fic saia!

Pairings: main pair SasuNaru, slight GaaNaru/NaruGaa (saia tidak tahu mana yang cocok XP), GaaX??? (or ???XGaa. Well, we'll see it sooner! *digeplak*)

Genre : Romance, dan er r- Drama maybe? Saia gak yakin *taboked* XP

Rated : T

Warnings: Shonen-Ai, Alternative Universe, Out Of Character, GaJe, bahasa yang setengah baku dan setengah tidak baku, dll yang tidak saia ketahui *dihajar massa*

See the warnings? I've told you before! DON'T LIKE IT? THEN DON'T READ IT!! It's my turn to unleash my imagination, okay..!!

Summary :

Namikaze Naruto, seorang murid SMA biasa yang sedang jatuh cinta pada seorang lelaki sahabat barunya, Sabaku no Gaara. Sementara ada seorang murid baru bernama Uchiha Sasuke yang jatuh cinta pada dirinya... Bagaimanakah kisah cinta Naruto?

.

.

=+..A Naruto Fanfiction..+=

MY LOVE STORY

by

=+..Uchiha Nata-chan..+=

ENJOY!

.

.

CHAPTER 4

.

.

"Teme! Kau sudah mengerjakan PR Kimia belum?!" tiba-tiba Naruto yang baru datang langsung menyerbu tas Sasuke dengan brutal. Sudah 1 bulan lebih sejak kepindahan Sasuke, dan sekarang mereka sudah bertambah akrab. Oh, dan jangan lupa terhadap perasaan Sasuke pada Naruto, juga perasaan Naruto pada Gaara.

"Dobe! Jangan mengobrak-abrik tasku! PR-ku ada di Kiba," seru Sasuke sambil merebut tasnya dari ancaman kebrutalan Naruto.

"Kibaaa!! Aku juga ingin lihat!!" tiba-tiba Naruto langsung menarik buku yang sedang dilihat oleh Kiba yang berada satu meja di depannya. Kiba yang sedang asyik menulis langsung protes.

"Apa-apaan kau ini! Duduk saja di sebelahku, jangan tarik bukunya!!" seru Kiba sambil tetap mempertahankan buku Sasuke di mejanya dan tetap menulis. Naruto pun langsung duduk di sebelah Kiba setelah mengusir Shikamaru yang sedang asyik tidur di mejanya. Shikamaru hanya menggumam "Mendokusei", lalu berpindah ke meja Naruto bersama Sasuke.

"Yeah, selesai!!" Kiba mengacung-ngacungkan bukunya sambil berteriak kencang dan mengelilingi kelas. Naruto yang merasa terganggu langsung menghentikan acara menulisnya dan hendak mengomeli Kiba yang berisik.

"Kiba! Kecilkan sua-" Tiba-tiba Naruto terpaku karena melihat Gaara yang sedang tertawa di pintu kelas dengan seorang err-gadis? Tapi gadis itu memakai celana panjang, aneh sekali. Naruto tak bisa melihat wajah orang itu karena Ia sedang membelakangi Naruto. Baru pertama kali Ia melihat Gaara tertawa lepas seperti itu, bahkan Gaara tidak pernah melakukannya saat bersamanya. Tiba-tiba pikiran buruk menghampirinya.

'Apa itu...'dia'?' batin Naruto sedih sambil memperhatikan orang yang sedang mengobrol santai bersama Gaara tersebut. Sasuke yang melihat Naruto yang bengong, merasa heran. Ia lalu berdiri dari tempat duduknya dan menepuk pundak pemuda pirang itu agar sadar dari lamunannya.

"Dobe, kau kenapa melamun begitu? Sebentar lagi masuk, kau tidak mau dihukum Kurenai-sensei karena tidak mengerjakan tugas 'kan?"

"Ah! Uh.. Ya, baiklah, aku akan menulis lagi," Naruto yang terkejut dengan tepukan di pundaknya langsung mulai menulis PR lagi. Tapi sebelum itu Ia sempat menatap Gaara sekilas.

'Gaara..'

ooOOo~ooOOoo~ooOOoo~ooOOoo~ooOOoo~ooOOoo~ooOOoo~ooOOoo~oOOoo

"Hei Dobe, kenapa kau bengong saat menyalin PR-ku tadi?" Sasuke bertanya saat Ia dan Naruto sedang berbaring dengan santai di atap sekolah. Sekarang sudah sore, dan murid-murid yang lain sudah pulang sejak tadi. Sedangkan para sahabatnya yang lain tak nampak batang hidungnya, mungkin sedang asyik berpacaran.

"Tadi.. Aku melihat Gaara sedang tertawa lepas bersama seseorang di depan pintu kelas. Apa menurutmu orang itu 'dia', Sasuke?" Naruto bertanya sambil menatap langit.

"Memangnya kenapa? Mereka hanya tertawa bersama 'kan?" tanya Sasuke heran.

"Teme, aku tidak pernah melihat Gaara tertawa seperti itu, bahkan saat bersamaku. Itu berarti..orang yang sanggup membuatnya tertawa lepas seperti tadi adalah orang yang disukainya.. Apa teoriku salah?" Naruto balik bertanya sambil setengah melamun. Kembali teringat saat Ia melihat Gaara tadi. Rasanya hatinya jadi bertambah perih.

"Yah.. Jika memang benar, kau hanya bisa mendoakannya agar Ia bahagia, karena kau sudah bilang kalau dia hanya sahabatmu, 'kan?" Sasuke berkata dengan hati-hati. Ia tahu, Naruto masih menyukai Gaara, bahkan setelah 1 bulan yang lalu Ia berkata kalau Ia hanya menganggap Gaara sebagai sahabat.

"Yeah, I'm trying.." Naruto berkata, masih menatap langit sore.

"That's good to you. Life must go on, Dobe. You'll find someone else who can love you whatever you are," Sasuke membalas sambil menatap ke langit yang sedang ditatap pemuda di sampingnya.

"And when I can find that 'someone'?" Naruto bertanya pelan.

"You'll find that 'someone', soon. I promise," jawab Sasuke dengan lirih.

"I'm hoping.." Naruto berkata sambil menutup matanya, membuat safir di matanya menghilang untuk sementara.

"I wish I can be that 'someone'.." Sasuke bergumam sangat lirih.

"Kau bilang apa, Teme? Aku tidak dengar, suaramu terlalu kecil," Naruto yang tidak mendengar kata-kata Sasuke barusan langsung menghadapkan kepalanya ke arah pemuda di sebelahnya.

"Ah, tidak apa-apa. Ayo kita pulang, hari sudah sore," Sasuke segera berdiri sambil berjalan dengan cepat. Ia tidak mau memperlihatkan wajahnya yang kacau sekarang. 'Aku memang bodoh! Untung Ia tidak mendengar ucapanku tadi! Kalau si Dobe itu sampai mendengarnya, bagaimana?! Baka!' batin Sasuke menggerutu tidak jelas. Ia menutup wajahnya dengan tangan kirinya sambil berjalan menuruni tangga, untuk menetralkan perasaannya yang kacau sekarang. Ia tidak menyadari tangannya yang kotor karena memegang pegangan tangga yang penuh lumpur tadi.

"Teme! Hei! Tunggu aku!!" Naruto yang kaget karena Sasuke tiba-tiba meninggalkannya begitu saja langsung ikut berdiri dan menyusul pemuda berambut raven itu.

"Ada apa denganmu, Teme?" tanya Naruto heran. Ia sudah sampai di sebelah Sasuke, dan sekarang Ia sedang menuruni tangga bersama pemuda tampan itu.

"Aku tidak apa-apa Dobe," Sasuke membalas dengan datar. Sepertinya Ia sudah bisa mengendalikan emosinya dengan baik.

"Hei, mukamu kenapa sih?" ucap Naruto sambil memperhatikan wajah Sasuke yang kotor. Oh, tampaknya ada banyak lumpur yang mengenai wajahnya, dan pemuda bermata onyx itu dengan bodohnya tidak menyadarinya sama sekali.

"Apa?" Sasuke balik bertanya dengan bingung.

"Baka Teme, wajahmu berlumpur begitu, lucu sekali! Hahahaha.." Naruto mulai tertawa saat selesai mengamati wajah Sasuke yang belepotan lumpur.

"Hah? Apa?" Sasuke yang masih tidak mengerti maksud perkataan Naruto langsung mengangkat tangan kirinya, hendak membersihkan wajahnya. Secara tak sengaja Ia melihat tangannya yang berlumpur saat ingin menyentuh wajahnya. 'Shit, sejak kapan ada lumpur di tanganku? Memalukan!' batin Sasuke sambil menundukkan wajahnya dan berjalan lebih cepat. Untung saja ini masih di tangga menuju atap, dan sekolah juga sudah sepi, jadi tak ada orang yang melihatnya selain Naruto.

"Teme, tunggu! Sini aku bersihkan, aku bawa saputangan," Naruto yang telah puas tertawa memegang lengan Sasuke untuk menghentikan langkahnya yang hendak pergi. Lalu Ia mengeluarkan saputangan dari saku celananya, dan membersihkan wajah Sasuke dengan lembut sambil tersenyum manis. Ia terus menatap mata onyx pemuda di depannya.

"..." Sasuke hanya terpaku menatap mata pemuda pirang di hadapannya, merasa seperti tersedot ke dalam indahnya langit yang terhampar di sana.

Sasuke tiba-tiba memegang kedua pipi Naruto, terus membawanya mendekat ke wajahnya sendiri. Ia melihat Naruto sudah memejamkan matanya saat jarak di antara mereka tinggal 3 cm lagi. Ia pun menutup matanya sambil terus mengecilkan jarak di antara mereka. Dan akhirnya, kedua bibir itu pun bertemu, meniadakan jarak di antara wajah mereka masing-masing. Ciuman yang manis itu berubah menjadi panas saat Sasuke mulai mencoba membuka mulut Naruto dengan lembut. Naruto hanya mengerang tertahan, membiarkan lidah Sasuke menjelajahi mulutnya. Membuat Sasuke dengan leluasa menggerakkan lidahnya di dalam mulut panas pemuda pirang itu. Setelah puas dengan mulut Naruto, Sasuke mulai mengalihkan ciumannya ke leher Naruto. Naruto mendesah kecil, membuat Sasuke semakin menggila. Ia terus saja memberikan kissmark di leher jenjang Naruto tanpa henti. Kegiatan itu terus berlanjut, sampai..

"..ke.. Sasuke.. Sasuke!!" Tiba-tiba suara itu membuat Sasuke yang sedang memejamkan matanya tersentak kaget. 'Shit, rupanya hanya khayalanku saja!' teriak Sasuke dalam hati. Dasar mesum, bisa-bisanya Ia memikirkan hal seperti itu.

"Kenapa?" Naruto bertanya dengan polosnya pada Sasuke dengan pandangan heran bercampur bingung. Ia baru saja selesai membersihkan wajah dan tangan kiri Sasuke, dan yang Ia lihat sejak tadi, Sasuke menutup matanya sambil terus mengeluarkan senyum yang err- mesum, mungkin? Naruto yang masih polos seperti itu tidak mungkin mengerti maksud dari senyuman yang tadi menghiasi wajah pemuda di hadapannya ini, jadi Ia hanya mengernyitkan dahi sambil memiringkan kepalanya sedikit, membuatnya terlihat semakin imut di mata Sasuke.

"Tidak apa-apa," jawab Sasuke sambil berusaha keras tetap mempertahankan wajah stoic-nya dan tidak mimisan saat itu juga. Tapi wajahnya mengkhianati keinginannya, karena sekarang wajahnya sudah merah padam, tanpa melewati merah terlebih dahulu.

'Kami-sama, kenapa kau mempertemukanku dengan pemuda seimut ini?! Aku tidak tahan!!!' batin Sasuke frustasi.

"Kau sakit ya? Kenapa wajahmu merah padam begitu?" tanya Naruto cemas sambil menarik kerah baju Sasuke dan berusaha menempelkan dahinya dengan dahi pemuda di depannya itu. Sasuke yang sedang mengatur nafas dan berusaha tenang, sangat kaget saat wajah Naruto tiba-tiba menjadi sangat dekat, dan otomatis membuat Ia berusaha menghindar. Tapi apa daya, Tuhan seakan hendak menjahilinya. Mereka sedang berada di tangga, ingat? Jadi, Sasuke dengan bodohnya malah terpeleset saat berusaha menjauhkan wajahnya dengan wajah Naruto yang ngotot ingin memeriksa keadaannya. Walhasil, Ia terjatuh di lantai yang memang hampir dicapainya saat hendak melarikan diri setelah kejadian di atap tadi. Ia tidak merasakan sakit setelah jatuh, aneh sekali. Ia malah merasakan sesuatu yang hangat di bibirnya. Tunggu dulu, hangat? Sasuke membelalakkan matanya saat melihat apa yang ada di hadapannya, dan segera memproses kejadian tadi hingga sekarang di otaknya yang orang-orang sebut jenius itu.

Tadi Ia menghindari wajah Naruto yang semakin mendekat ke arahnya, membuatnya terpeleset di tangga, dan membuatnya terjatuh tepat di atas Naruto dan menindihnya. Sekali lagi, TERJATUH TEPAT DI ATAS NARUTO DAN MENINDIHNYA.Dan apakah sesuatu yang hangat yang sedang menempel di bibirnya? Oh, ternyata itu adalah BIBIR NARUTO. Ia merasakan cengkraman yang kuat di kerah bajunya. Ternyata tadi saat Ia terpeleset, pemuda pirang itu tidak melepaskan pegangannya di kerah Sasuke dan membuatnya ikut terjatuh.

"Hmph..!" ucap Naruto tidak jelas karena mulut Sasuke yang menutupi mulutnya sambil mendorong tubuh Sasuke untuk menyingkir. Sasuke yang baru selesai memproses kejadian tadi segera berdiri dengan wajah yang memerah.

"Teme!! Apa yang kau lakukan?! Itu ciuman pertamakuuuu!!!" teriak Naruto histeris setelah tubuh dan mulut Sasuke menjauhi dirinya. Ia sekarang duduk di lantai sambil memegang kedua pipi bergarisnya dan memasang tampang horror. Wajahnya sangat merah sekarang, melebihi merahnya buah tomat kesukaan Sasuke.

"Bukan salahku, Dobe. Salahkan dirimu sendiri kenapa mengagetkanku dengan wajahmu tadi," ucap Sasuke berusaha datar dan terdengar acuh, tapi wajahnya malah memerah seperti wajah Naruto.

"Gah! Teme, kau menyebalkan!!" balas Naruto masih dengan wajah yang merah padam sambil berusaha berdiri. Tapi badannya masih sakit karena jatuh dari tangga tadi, jadi Ia berhenti berusaha. Sambil meringis Ia menatap Sasuke yang sedang berdiri di hadapannya.

"Apa?" tanya Sasuke.

"Bantu aku berdiri," Naruto mengulurkan tangannya. Sasuke pun menyambut tangan Naruto dan membantunya berdiri.

"Usuratonkachi," ujar Sasuke sambil tersenyum mengejek kepada Naruto yang sedang membersihkan seragamnya.

"Brengsek," balas Naruto sengit sambil menatap Sasuke tajam setelah menganggap seragamnya telah cukup bersih.

"Durian,"

"Pantat ayam,"

"Idiot,"

"Bastard,"

"Kuning,"

"Biru,"

"Manusia hiperaktif,"

"Mayat hidup,"

"Dobe,"

"Teme,"

"Dobe,"

"Teme! Kau menyebalkan sekali!!" teriak Naruto frustasi sambil mengacak-acak rambutnya yang memang sudah berantakan. Sasuke hanya tersenyum tipis melihatnya.

"Ayo kita pulang Dobe, kuantar," ucap Sasuke datar sambil memasukkan tangannya ke saku celana. Ia mulai berjalan santai meninggalkan sahabat sekaligus orang yang disukainya itu dan tersenyum mengingat kejadian konyol yang sudah membuat ciuman pertamanya diambil Naruto tadi.

"Teme, tunggu aku! Tas kita masih di atas lho!!" seru Naruto pada Sasuke yang mulai menjauh darinya.

"Ambillah, aku menunggumu," Sasuke membalas seruan Naruto datar dan menghentikan langkahnya. Naruto pun segera berlari ke tangga hendak mengambil tasnya dan Sasuke.

"Dobe, apa aku bisa membuatmu menyukaiku secepatnya?" ucap Sasuke lirih saat Naruto sudah menghilang di balik tangga.

ooOOo~ooOOoo~ooOOoo~ooOOoo~ooOOoo~ooOOoo~ooOOoo~ooOOoo~oOOoo

Saat ini Naruto sedang berada di depan gerbang sekolah sambil menunggu Sasuke yang duluan mengambil mobilnya di tempat parkir sekolah. Saat melihat sekeliling, Ia menyadari kalau sebentar lagi adalah ulang tahun Gaara.

'Aku mau memberikan apa ya pada Gaara?' batin Naruto sambil memasang pose berpikir. Saat Ia sedang sibuk memikirkan kado yang bagus, mobil Sasuke datang tepat di depannya. Segera Ia memasuki mobil berwarna biru itu dan duduk di sebelah kursi pengemudi, di sebelah Sasuke. Pemuda stoic itu pun langsung menjalankan mobilnya saat Naruto telah menutup pintu mobilnya.

"Hei Teme," tiba-tiba Naruto memanggil Sasuke yang sedang konsentrasi menyetir.

"Apa?" balas Sasuke yang tatapannya masih menghadap ke jalanan.

"Sebentar lagi 'kan Gaara ulang tahun, menurutmu aku memberikan apa ya, sebagai kado?" Deg! Hati Sasuke agak perih saat mendengar kata-kata Naruto barusan. Tapi Ia tetap memasang wajah stoic kebanggaannya.

"Hn, aku tak tahu. Kau 'kan sahabatnya, masa kau tak tahu apa kesukaannya?" jawab Sasuke dengan nada yang ketus tanpa Ia sadari. Ia kesal, Naruto masih saja memikirkan Gaara, padahal sekarang mereka hanya berdua sekarang.

"Teme, kau marah?" Naruto bertanya heran. 'Kenapa Sasuke terdengar ketus sekali ya? Ada apa dengannya?' batin Naruto.

"Hn, tidak,"

"Lalu kenapa nada bicaramu seperti orang yang sedang marah begitu?"

"Memang kenapa aku marah? Mungkin kau hanya salah dengar. Nada bicaraku biasa saja kok," Sasuke yang baru menyadari cara bicaranya yang agak terdengar kesal langsung berusaha bersikap biasa.

"Ah, ya sudahlah. Nah, menurutmu aku harus mencari kado dimana ya?" Naruto kembali ke topik utama tadi.

"Memangnya apa kesukaannya?" Sasuke mencoba bersikap biasa. Ia tidak mau Naruto menyadari perasaannya yang sebenarnya.

"Hm.. Aku hanya tahu kalau dia itu sangat mencintai basket," ujar Naruto sambil berpikir keras.

"Jangan berpikir terlalu keras, Dobe. Nanti otakmu yang dobe itu akan bertambah dobe," ejek Sasuke sambil menyeringai mengejek.

"Teme!!" Naruto menggembungkan pipinya, tanda Ia sedang kesal. Sasuke menatap wajah kesal Naruto sekilas, dan langsung kembali berkonsentrasi ke jalanan. Ia berusaha untuk tidak menerkam Naruto yang terlihat sangat imut itu sekarang juga.

"Jadi, kau ingin memberikan apa padanya?" Sasuke mengalihkan pembicaraan agar Naruto berhenti menggembungkan pipinya.

"Aku tak tahu.. Hei, bagaimana kalau kau menemaniku mencari kado untuknya?" usul Naruto sambil tersenyum cerah.

Sebenarnya Sasuke tidak mau jika harus membantu Naruto mencarikan kado untuk rival cintanya itu, tapi Ia tidak tega membuat malaikat manis di sebelahnya ini kecewa. Lagipula jarang-jarang Ia bisa kencan dengan Naruto.

"Hn, boleh juga," Sasuke berkata datar sambil tetap berkonsentrasi dengan setirnya.

"Benarkah Teme?! Yay! Arigatou!!" seru Naruto ceria. Ia refleks memeluk Sasuke.

"Hei Dobe, berhenti! Kau menggangguku yang sedang menyetir!" Sasuke berseru sambil melepaskan pelukan Naruto dan mengendalikan setir mobil bersamaan. Ia cukup kewalahan juga, meskipun hatinya sangat senang karena Naruto memeluknya.

"Hehe.. Gomen, gomen," Naruto berkata sambil melepaskan pelukannya dan nyengir kuda ke arah Sasuke.

"Hn," balas Sasuke datar.

"Jadi, kapan kita pergi Teme?" tanya Naruto sambil terus menatap Sasuke yang sedang menyetir. "Hari minggu saja, Teme. Jam 11, ya?" sambungnya.

"Hn," balas Sasuke datar.

"Oke, jangan sampai terlambat ya, Teme," ucap Naruto yang menganggap 'hn' tadi sebagai tanda persetujuan.

"Hn," jawab Sasuke lagi. Setelah itu Sasuke langsung menghentikan mobilnya karena mereka sudah sampai di depan rumah Naruto.

"Arigatou, Teme. Hati-hati ya!" seru Naruto setelah keluar dari mobil sport milik pemuda bermata onyx itu.

"Hn. Jaa, Dobe," Sasuke mengangkat tangannya sedikit pada Naruto dan langsung membawa mobilnya melaju di jalanan yang sepi.

"Teme.." Tiba-tiba Naruto teringat akan kejadian konyol di sekolah tadi, dan mau tidak mau Ia jadi tersenyum juga mengingatnya sambil menyentuh bibirnya dengan telunjuk kirinya.

"Baka Teme, kenapa sekarang aku jadi sering memikirkanmu ya? Kau benar-benar aneh," ujar Naruto sambil tersenyum manis, lalu Ia pun masuk ke dalam rumahnya dengan ceria.

.

.

TO BE CONTINUED

.

.

.

Author's note lagi:

Gimana clue-nya?? Sudah tahukah siapa yang disukai Gaara?! XDD

Kalau tidak tahu, anda keterlaluan lho!! XP

Lagi-lagi SasuNaru scene =__=a

Tanpa sadar ide mengalir gitu aja, ya apa boleh buat XP

Saia 'kan pecinta SasuNaru, jadi yang kepikiran ya adegan SasuNaru melulu *ngeles* *ditabok*

Hope you like it!

.

.

MIND TO REVIEW?

Domo Arigatou Gozaimazu!!