Warning: TYPOS, OC, OOC (terutama Hinata), T Rate, kata baku-tidak baku.
Disclaimer: Naruto milik Masashi Kishimoto, OCnya milik readers yang mengirimkan.
This Story belong to Harashii
Chapter 4
TALES OF TAROTTIA
New Thing
Hinata memandang Naruto yang saat ini terbaring di kasur gadis itu. Sehari semenjak kejadian yang Hinata anggap 'mustahil' itu berlalu, Naruto belum juga menampakkan tanda-tanda akan sadar. Gadis bermata lavender tersebut bingung ingin memulangkan Naruto kemana karena dia tidak tahu menahu rumah pemuda itu. Tiba-tiba, kejadian kemarin terbesit dipikirannya.
'Mengapa Naruto bisa melakukan hal itu? Siapa dia sebenarnya?' batin gadis itu. Merasa percuma kalau memikirkannya tapi Naruto sendiri belum sadar, ia beranjak dari kursi dan berjalan keluar dari kamarnya. Gadis itu kembali menghela nafas ketika melihat jendela ruang tengahnya yang tertutupi oleh kayu karena kacanya pecah parah. Pada akhirnya, Hinata memutuskan untuk browsing. Dibukanya laptop ungu berukuran sedang pemberian Neji dan mulai menyalakannya.
BEEP BEEP
Tepat saat laptopnya menyala, suara yang bertanda masuknya sebuah chat dari handphone Hinata muncul. Gadis indigo itu meraih handphone-nya dan mengecek siapa gerangan yang mengirim chat kepadanya. Selain chat dari Hanabi yang menanyakan kabarnya (dan tentu saja sudah dibalas), chat baru itu berasal dari orang yang tidak gadis itu kenal. Orang itu mengundang Hinata masuk kedalam sebuah grup chat.
.
(CHAT MODE ON)
(VRS)
Hello miss :D M.i.I.s HH HINATA :DDDDD
(Hyuuga Hinata)
…Iya? Anda menanyakan saya? Anda siapa?
(VRS)
Siapa kah me itu tidak penting! YES U HINATA RIGHT. I KNEW IT!
(Hyuuga Hinata)
Ano… Darimana anda mendapatkan kontak saya?
(VRS)
ITS SECRET! OMG HE FINALLY FOUND YOU IM SO HAPPY 3
(Hyuuga Hinata)
Hah? Apa maksud anda?
(VRS)
YES FINALLY THE GAME IS START FROM NOW! MAU TAU SESUATU TIDAK! HH ADALAH CALON PENGANTIN SI BODOH! HAHAHAHA! ITS CRAZY DUDE!
(Hyuuga Hinata)
Game? HH? Calon pengantin the fool? Apa maksud anda?
(VRS)
TEEHEE. HINTNYA HH ADALAH HINATA HYUUGA HAHAHA. Eh? Hyuuga Hinata? Hinata Hyuuga?
(Hyuuga Hinata)
…Hah? Saya? Saya calon pengantin? Apa maksudmu?
(VRS)
HHEHEEHEHHEHEEHHEHEHEHEHEHEHEHEHHEHEHETEEHEEHEHEHEEH… WHOAHHHH STOPPP JANGAN AMBIL ALIH TUBUHKU HUWEEE STOP—!
-VRS leave the chatroom.-
(CHAT MODE OFF)
.
Hinata sweatdrop melihat kiriman chat dari orang bernama VRS itu. Hinata memutuskan untuk tidak ambil pusing chat dari orang yang tidak ia kenal itu.
.
Besok siangnya, di Konoha University…
Saat ini Hinata berada di kelasnya dan asik sendiri dengan makan siangnya. Gadis remaja itu memutuskan untuk kembali berkuliah karena tidak ingin menyia-nyiakan beasiswa yang didapatnya.
Pagi tadi saat masuk ke kelas, dia langsung dihamburi pertanyaan-pertanyaan dari mahasiswa/i di kelasnya. Seperti, 'Kamu dari mana saja?', 'Kok lama banget ga masuknya?', 'Aku ganteng banget ya?'. Abaikan pertanyaan terakhir. Semua pertanyaan yang dilontarkan kepada Hinata tidak satupun ia jawab karena ia tidak terlalu mengenal orang-orang di kelasnya. Sejujurnya, Hinata bukanlah orang yang pandai berteman. Teman yang saat ini ia punya-pun bisa dihitung oleh jari. Dikelasnya, ia hanya berteman dengan Shion saja dan… Naruto mungkin?
"Hinata-san! Ada mahasiswa yang mencarimu nih! Sini!" Panggil salah seorang mahasiswi. Awalnya Hinata bingung karena tumben sekali ada seseorang yang mencari dia. Tapi ia tidak memiliki pilihan lain selain berdiri dan melihat orang tersebut.
"Terimakasih pemberitahuannya." Ungkap Hinata pada mahasiswi yang tadi memanggilnya. Mahasiswi itu menganggukan kepalanya dan bersegera pergi dari situ. Hinata melihat kearah mahasiswa yang tadi mencarinya. Mahasiswa tersebut mempunyai mata berwarna biru muda yang dihiasi dengan sebuah kacamata. Ia mempunya rambut berwarna biru muda sama seperti matanya.
"Kamu yang mencariku ya? Ada apa?" tanya Hinata tanpa basa-basi.
"Sebelumnya perkenalkan, namaku Hitohoshi Ichigo. Aku satu fakultas denganmu, hanya saja kita berbeda kelas." Kata pemuda yang ternyata bernama Ichigo itu mengenalkan diri, "namamu Hyuuga Hinata kan?"
"Ah… iya nama saya Hyuuga Hinata. Ada urusan apa?" tanya Hinata kembali. Bukannya menjawab pertanyaan Hinata, Ichigo malah berubah menjadi kebingungan.
"Eh? Urusan? Aku tidak punya urusan kok?" Kata Ichigo. Hinata ikut bingung akibat perkataan pemuda biru itu, "entah kenapa… aku merasa kalau aku harus melihatmu?" lanjutnya.
"Hah? Apa maksudmu? Kamu ini kenapa sih?" Ujar Hinata kesal.
"Ahahaha, maaf menganggu waktumu. Aku duluan ya." Pamit pemuda itu sembari melangkah pergi.
'Dasar orang aneh.' Batin Hinata dalam hati. Gadis itu berjalan kearah mejanya.
.
Malam hari, di rumah Hinata…
Ingin sekali gadis berambut indigo itu mengistirahatkan kedua matanya. Tapi sayang, kedua mata lavendernya menolak untuk beristirahat. Hinata kembali mencoba menutup kedua matanya agak lama. Namun matanya malah perih akibat terlalu lama ditutup. Akhirnya ia memutuskan untuk tetap memaksa kedua matanya tertutup.
"Tidak bisa tidur ya?" tanya seseorang. Suaranya terdengar seperti seorang suara anak kecil.
"Iya, gatau kenapa mata ini sakit sekali ketika aku coba menutupnya!" Jawab Hinata dengan nada kesal.
"Hehehe. Mau kubantu untuk tidur?" tawar orang itu.
"Membantu gima—" TENG! Hinata baru sadar. Di rumah tidak ada orang lain selain dirinya dan Naruto. Sedangkan suara yang dia dengar pastilah bukan suara Naruto karena suara itu terdengar seperti anak kecil. Bulu kuduk Hinata merinding. Ia melihat kearah suara itu berasal dan disana terlihatlah seorang anak kecil berkulit putih pucat, kedua matanya yang berwarna putih, baju serba putih dan tidak ketinggalan rambutnya yang putih pula. Di mata Hinata, anak kecil itu terlihat seperti hantu. Sekedar info, salah satu kelemahan terbesar gadis itu adalah: HANTU.
"KYAAAA SETANNNNN!" Teriak Hinata yang mengagetkan anak itu. Diambilnya bantal dan dilemparkannya ke anak itu.
GEDEBUK!
Berkat lemparan maut Hinata, alhasil anak itu terkapar di lantai, "HEH! Aku ini bukan hantu tau!" protesnya. 'Semanis gula kok dibilang hantu!' batin anak bermata putih itu narsis.
"Kalau bukan hantu terus apa dong! Jangan-jangan… PENCURI?!" Seru Hinata.
"Bukan bukan! Apa aku ini tidak penting. Intinya aku bukan pencuri bukan hantu! Dengarkan saja aku dulu!" Jelas anak tersebut.
"Untuk apa aku mendengarkan kamu?" tanya Hinata, "ah, sebelumnya kamu siapa?"
"Hmm… aku… namaku Nerito. Senang bertemu denganmu, Hinata-neesan." Kata anak bernama Nerito itu memperkenalkan diri. Nama anak itu cukup mirip dengan nama Naruto.
"Ah? Darimana kau tau nama—"
"Begini Hinata-neesan, aku ingin kamu mempercayai pemuda pirang itu. Kamu tau siapa yang aku maksud kan? Berjalanlah berdampingan dengan dia, ikutilah perkataan dia. Aku yakin, pemuda itu bisa melindungimu." Jelas Nerito panjang.
"Pemuda pirang? Maksudmu Naruto-san?" tanya Hinata kembali. Nerito tidak menjawab apa-apa. Anak itu hanya menyunggingkan senyum.
"Waktuku disini sudah habis. Lain kali aku akan kembali lagi. Sekarang tidurlah, Hinata-neesan." Kata Nerito sembari menyimpan kedua tangannya di mata Hinata. Tak perlu waktu lama, Hinata langsung tertidur.
"Hari-hari merepotkanmu akan segera datang. Bersiaplah."
.
.
KRING KRINGG
Alarm disebelah Hinata berbunyi keras yang menandakan bahwa waktu pagi telah datang. Dengan keadaan masih mengantuk, Hinata mematikan alarm tersebut. Dilihatnya jam saat ini masih menunjukkan waktu pukul 06.00.
'Masih ada 2 jam lagi sebelum masuk kuliah…' batin gadis itu, 'tadi malam aku seperti melihat seorang anak kecil? Apa hanya mimpi ya? Eh… wangi apa ini?'
Dari tempat Hinata tidur (tepatnya di ruang tengah), tercium wangi makanan dari arah dapur. Penasaran, gadis itu memutuskan untuk pergi kearah dapur. Semakin ia mendekat, semakin pula wangi itu terasa.
"Sudah bangun ya rupanya?" Ujar seseorang dari belakang. Suara orang itu terdengar sangat familiar di kuping Hinata. Gadis itu menengok kearah belakang. Disana berdirilah pemuda yang sangat ditunggu oleh Hinata, Namikaze Naruto.
"Naruto-san! Akhirnya kamu sadar!" Kata Hinata lega.
"Yea. Terimakasih sudah mengurusku selama aku tidak sadar," ucap Naruto sambil tersenyum tipis, "maaf kamu harus tidur di sofa dan maaf telah merepotkanmu."
"Tidak apa-apa! Yang penting sekarang kamu sudah sadar!" ucap gadis itu, "ada hal yang ingin kutanya—"
"Simpan dulu pertanyaanmu itu ma princess! Makanlah dulu. Sebagai tanda terimakasih aku sudah menyiapkan makan pagi buat kamu." Potong Naruto. Benar saja, di meja makan sudah tersedia dua buah piring berisi omelet serta dua gelas air.
"Hoah… Ternyata kau bisa masak juga ya! Hebat juga." Puji Hinata begitu melihat hasil masakan Naruto.
"Hobi sih, dari dulu emang suka masak," ujar Naruto senyum-senyum sendiri mendengar pujian dari Hinata, "kalau begitu, ayo kita sarapan bareng!" ajak pemuda itu.
"Eh, tapi aku masih penasara—"
"Sst! Aku tidak akan menjawab pertanyaan darimu kalau kamu belum sarapan!" kata Naruto kembali memotong perkataan Hinata. Dia membimbing Hinata kearah meja makan.
.
"Yap! Aku sudah selesai! Terimakasih makanannya!" Seru Hinata sembari menyimpan sumpitnya. Naruto sempat takjub melihat kecepatan makan gadis itu. "Kalau begitu, sekarang jawablah pertanyaanku!" Pinta Hinata.
"Sebelum itu, ada sesuatu yang ingin kukatakan, Hinata." Kata Naruto yang sekarang nada bicaranya berubah menjadi serius.
"Apa?" tanya Hinata.
"Ini soal sahabatmu, Shion." Jawab Naruto singkat.
"Shion? Ah… ada apa dengannya?" tanya Hinata kembali dengan nada agak sendu.
"Shion… Dia tidak bunuh diri. Gadis malang itu dibunuh."
To Be Continued
Author: Yee sesuai janji saya diprofil saia kembali ditanggal 8 yang indah ini haha. Sebelumnya Happy New Year 2017! Semoga tahun ini menjadi tahun yang lebih baik dari tahun sebelumnya! Lucky Seven!
Sepertinya para OC akan mulai eksis dari sini. Oh ya terimakasih buat para OC yang sudah masuk. Tapi mungkin akan saya ingatkan kembali jangan lupa mencantumkan jurus yang OC kalian miliki. Ah saia juga ingin memberitahu kalau The Priestess itu harus seorang perempuan.
Oh iya buat readers bernama Akachiro, saia sudah kirim balasan PM maaf terlambat sekali.
Sejauh ini julukan yang SUDAH terisi: The Devil, The Moon, The Fortune, The Hermit, The Star, The Magician, The Lovers.
Julukan yang BELUM terisi (masih dibutuhkan): The Sun, The Justice, The Strength, The Priestess.
Jujur saat mau mengirim PM ke readers sekalian saia bingung mau pakai browsernya langsung atau dari aplikasinya langsung -.- entah kenapa kalau PM masuk browser eh di aplikasinya ga masuk begitupun sebaliknya ahaha… *ketawa gila*
Mungkin segitu saja yang bisa saia sampaikan. Mohon maaf jika tahun 2016 lalu saia ada kesalahan.
Terimakasih buat dukungan dari review, favorite, maupun follownya saia senang sekali.
Hope you enjoy the stories!
See u later~
(Don't forget to review and fav and follow wkwk, terima kritikan dan saran. Flame kelaot aje)
