Kyungsoo hanya bisa memandang memo yang ditinggalkan seseorang dilokernya hari ini. Setetes air mata keluar dari matanya, jantungnya menelocos, ia memegang dada kirinya. "Hiks.."satu isakan keluar dari mulut Kyungsoo. Ia membalikkan badannya dan menyandarkan badanya dipintu lokernya, untung saja kelas sudah mulai dan jalan ini sepi. Kyungsoo masih menangis sambil memeluk memo itu, dia tidak sadar bahwa ada seseorang yang tengah berdiri didepannya dan menatapnya lembut. "Kyungsoo ya~"panggil seseorang lembut didepan Kyungsoo, Kyungsoo tersentak lalu menatap orang yang berdiri didepannya. "Kai"kata Kyungsoo pelan sambil memandang Kai yang berdiri didepannya.
Kai hanya tersenyum lembut lalu mengusap air mata Kyungsoo menggunakan ibu jarinya. "Uljima, aku sakit saat melihatmu sedih"kata Kai pelan sambil tersenyum kearah Kyungsoo, Kyungsoo balas tersenyum lalu memeluk Kai dan menyandarkan kepalanya didada bidang Kai. "Aku… aku merindukanmu"kata Kyungsoo sambil menangis, Kai mengelus lembut kepala Kyungsoo, "Kau mau ke taman?"tanya Kai dan Kyungsoo hanya mengangguk pelan.
Kai dan Kyungsoo duduk dibangku taman yang berada ditengah kota. Mereka memutuskan untuk bolos pagi ini, "Kau tidak apa?"tanya Kai, tangannya menggenggam tangan Kyungsoo. "Kenapa kau mengirimkan sesuatu yang sangat menyakitkan seperti itu?"tanya Kyungsoo sambil melihat Kai. "Kau tahu Kyung, sangat sulit membuatmu kembali percaya padaku seperti dulu, aku akan menjelaskannya sekarang dan aku mohon dengar penjelasanku dan jangan menyelaku"kata Kai dan Kyungsoo mengangguk. Kai memulai dengan helaan nafas panjang, "Kau ingat malam itu, saat kita diundang untuk bertamu dirumah Oh Sehun, dia memberi semacan obat diminuman kita dan aku berani bersumpah aku tak pernah melakukan apapun padamu, tapi aku tidak yakin apa yang dimasukkannya didalam minuman kita"kata Kai berhenti sejenak, Kyungsoo terlihat kaget namun dia berusaha untuk mendengarkan penjelasan Kai lebih lanjut.
"Pada saat itu, kedua kalinya kita diundang Oh Sehun, malam itu aku tidak tahu kenapa aku merasa gerah dan aku langsung menarikmu masuk kedalam kamar dan yah kau tahu apa yang terjadi, tapi kau tahu sungguh aku tidak berniat untuk melakukannya sampai kau benar-benar mengijinkanku, dan aku tahu kau hamil Kyung"kata Kai berhenti. Kyungsoo menatap kosong kedepan, "Dari mana kau tahu tentang itu, tentang aku hamil dan Insoo?"tanya Kyungsoo, Kai menghela nafas lagi. "Erika"kata Kai, Kyungsoo sontak langsung menatap Kai. "Kau mengenalnya?"tanya Kyungsoo dan Kai mengangguk. "Aku tahu kau masih saling berkomunikasi dengannya saat Erika kuliah di London, dia bercerita padaku tentang kau dan Insoo"kata Kai sambil mengelus tangan Kyungsoo.
"Dimana kau mengenalnya?"tanya Kyungsoo. "Dia teman kampus kakak laki-lakiku, Yesung"kata Kai. Kyungsoo hanya mengangguk. "Kau tidak menginginkannya?"tanya Kyungsoo sambil menundukkan kepalanya. "Aku, aku bukan tidak menginginkannya, kau saja yang tidak pernah mengatakan yang sejujurnya padaku, katakan dari dulu dan aku akan langsung melamarmu"kata Kai. "Kau masih mencintaiku?"tanya Kai. "Aku tidak tahu tapi, aku rasa ya. Bagaimana denganmu?"tanya Kyungsoo, "Akan selalu sama"jawab Kai. "Bagaimana dengan Suho?"tanya Kai. "Aku tidak tahu Kai, aku suka dengannya tapi kenapa hatiku tetap merasa kurang"kata Kyungsoo. "Yakinkan perasaanmu lalu bawa aku didepan Kris dan Chanyeol"kata Kai sambil tersenyum begitu juga Kyungsoo.
Channie10
Malam itu Luhan sedang membaca buku diruang kerjanya, nuansannya begitu sunyi, dengan penerangan yang terang dan bau lemon dan daun mint yang menguar dari ruangannya. "Hah"helanya. Ia menatap langit malam yang terlihat dari jendela besar yang ada diruangannya. "Kapan kau akan mengerti tentang perasaanku Sehun, jangan egois karena itu menyakitiku"kata Luhan bermonolog. Ia bukan karakter wanita yang akan menangis karena cinta, meskipun itu sangat menyakitkan. Ia hanya menghela nafas sambil memandang bintang dan langit. Dia seperti bintang dilangit malam ini, hanya sendiri tanpa ada bintang-bintang lain yang mendampinginya.
Cklek..
Luhan langsung membalikkan badannya, ada Sehun dengan tas kerja dan dasi yang tidak terpasang dengan baik. "Sehunnie, kau baik?"tanya Luhan sambil menghampiri Sehun. "Luhan-hyung"panggil Sehun dengan mata yang sedikit terpejam. "Ugh… kau mabuk"kata Luhan lalu membopong Sehun masuk kedalam kamarnya. Luhan melepas jas, sepatu dan kaus kaki Sehun dengan pelan. Ia tak pernah melihat Sehun minum sampai semabuk ini. "Kyungsoo-ya…hajima…"Sehun berkata pelan dalam tidurnya, Luhan merenggutkan dahinya, Kyungsoo, dia tak pernah mendengar ada teman Sehun yang bernama Kyungsoo.
"Hajima… hikss..hikss"Sehun berkata lagi dan kali ini ada setetes air mata yang mengalir dari matanya, Luhan mendekat dan menghapus air mata Sehun yang menetes, "Kau begitu rapuh Sehun-ah"kata Luhan sambil mengelus sayang rambut Sehun. Dia ingin tahu tentang jati diri Sehun yang sebenarnya, karena selama ini yang dilihatnya hanya wajah dingin dan kata-kata sayang Sehun yang ditunjukkan padanya.
Luhan merasa kalau begini lah kehidupan Sehun sebelum bertemu dengannya, penuh dengan air mata, alkohol dan ekstasi. Luhan tahu Sehun pernah sekali dua kali memakai ekstasi untuk menghilangkan masalah dalam hidupnya dan Luhan tidak bisa melarang Sehun untuk melakukannya.
Luhan bertemu dengan Sehun sekitar setahun yang lalu, saat dia dan Sehun bertemu pertama kali di taman kota. Pada saat itu Sehun mendekatinya dan akhirnya menyatakan perasaannya. Setahun sebenarnya waktu yang cukup untuk mengetahui bagaimana Sehun yang sebenarnya, tapi itu Sehun dia bahkan tidak pernah menceritakan tentang masalahnya ataupun berbagi kebahagiaan dengan Luhan. Dan Luhan merasa bahwa dia dibohongi, dan sekarang ia melihat Sehun menangis meskipun saat Sehun tengah mabuk berat dan entah kenapa ia berpikir bahwa seseorang yang benama 'Kyungsoo'-lah yang membuat Sehun seperti ini.
Channie10
Pagi itu Kyungsoo sedang menemani Insoo sarapan diruang makan, Chanyeol datang dengan membawa sebuket bunga mawar merah dan sebatang coklat ditangannya. "Sebuket mawar merah untuk adik perempuanku yang manis dan sebatang coklat untuk keponakanku yang manis"katanya sambil memberikan sebuket bunga mawar pada Kyungsoo dan sebatang coklat kepada Insoo. "Oppa kau mau membuat Insoo tak bergigi ya?"tanya Kyungsoo sambil memandang Chanyeol, "Memang kenapa?"tanya Chanyeol. "Jangan terus memberinya coklat dan gula-gula oppa, dia masih kecil dan aku tidak mau putriku bergigi jelek"kata Kyungsoo pada Chanyeol yang tengah duduk disamping Insoo dan mengambil sarapannya juga.
"Oppa kau bisa mengantar Insoo pagi ini?, aku harus pergi ke perpustakaan kota terlebih dahulu"kata Kyungsoo sambil mengambil tas selempangnya. "Baiklah, keponakanku yang manis berangkat dengan oppa saja ya?"tanya Chanyeol pada Insoo, Kyungsoo tertawa kecil "Apa kau bilang oppa? Seharusnya Insoo memanggilmu ahjussi"kata Kyungsoo lalu tertawa. "Aku belum setua itu untuk dipanggil ahjussi"kata Chanyeol, Kyungsoo hanya memutar matanya. "Sudahlah terserah kau saja oppa, aku berangkat dulu. Insoo umma berangkat dulu"kata Kyungsoo lalu mencium pucuk kepala Insoo dan berlari keluar menuju mobilnya.
Tepat saat Kyungsoo akan masuk kedalam mobilnya masuklah sebuah mobil audy putih dan keluarlah seorang Suho dari mobil itu. "Kyungsoo, tidak berangkat bersama pagi ini?"tanya Suho, Kyungsoo menggeleng "Aku ada urusan sebentar, kau mau sarapan? Masuklah ada Chanyeol dan Insoo didalam, aku berangkat dulu bye~"kata Kyungsoo lalu masuk kedalam mobilnya.
Kyungsoo menatap jalanan dengan wajah yang tak ceria, dia masih ingat Kai dan sungguh, Kyungsoo benar-benar merindukan lelaki itu sekarang. Ponsel Kyungsoo berbunyi dan Kyungsoo melirik sebentar kearah ponselnya, Kai meneleponnya. Kyungsoo mengangkat telepon itu dengan tangan kanan yang masih memegang setir. "Yeboseo" "Bisa kau ke apartemenku sekarang?" "Ada apa Kai?" "Aku benar-benar butuh kau sekarang, apartemenku ada di sub-distrik XXX" "Baiklah tunggu aku" lalu Kyungsoo menutup sambungan telepon mereka.
Kyungsoo membalik arah mobilnya lalu dengan cepat menuju rumah Kai.
Channie10
Pagi ini Luhan bangun cukup pagi untuk membuat bubur untuk Sehun, kemarin pukul duabelas malam Luhan melihat Sehun lagi, dan Sehun sakit. Luhan berjalan menuju dapur dengan mata yang masih sedikit mengantuk. Luhan memasak bubur yang dulu sering dibuat untuk ibunya yang sering sakit-sakitan, sedangkan ayahnya sudah meninggalkan dia dan ibunya sejak Luhan berusia delapan belas tahun. Setelah matang, Luhan membawa bubur itu menuju kamar Sehun.
Luhan menaruh mangkuk bubur dan gelas diatas meja nakas Sehun. "Sehun-ah, bangunlah kau harus makan dan minum obat"kata Luhan sambil mengguncang kecil tubuh Sehun. Sehun membuka sedikit mulutnya "Ugh… panas"kata Sehun, lalu Luhan mendudukkan Sehun dan mengambil mangkuk bubur. Luhan mengambil sesendok kecil bubur itu, Sehun menggeleng "Aku tidak mau makan"kata Sehun menolak, Luhan tersenyum "Sehun-ah, kalau kau mau sembuh kau harus makan dan minum obat"kata Luhan pelan. Sehun akhirnya tetap makan meskipun tidak habis semuanya. "Ayo minum obatnya dulu"kata Luhan dan Sehun membukan sedikit mulutnya. Luhan memasukkan obat kedalam mulut Sehun lalu memberinya air putih.
Luhan kembali setelah menaruh mangkuk bubur dan gelas itu ke dapur. Dia duduk disamping Sehun yang tengah memejamkan matanya, ia menggenggam tangan Sehun yang terasa panas ditangannya. "Sehun-ah, cepatlah sembuh"kata Luhan pelan sambil mengelus pelan tangan Sehun, Sehun sedikit membuka matanya "Lu.."katanya pelan, Luhan menatapnya. "Terimakasih, aku mencintaimu"kata Sehun sambil mengelus tangan Luhan. "Aku juga… akan selalu mencintaimu"kata Luhan.
Channie10
Kyungsoo mengetuk pintu apatemen Kai, dan tak lama kemudian terbukalah pintu itu dan terlihat sosok Kai yang terlihat lelah. "Kyung… kau sudah datang"katanya sambil tersenyum lalu,
Bruk…
Kai pinsan tepat dibahu Kyungsoo. "Kai… kau kenapa?"tanya Kyungsoo sambil mengguncang tubuh Kai. "Kai, jangan membuatku takut"kata Kyungsoo lagi. Akhirnya dia membawa Kai masuk kedalam apartemen.
Kai bangun sekitar pukul duabelas tengah hari, "Kyung…"panggil Kai pelan, Kyungsoo yang tertidur terbangun karena dipanggil oleh Kai. "Ya.. Kai"kata Kyungsoo. "Tolong ambilkan obatku dimeja nakasku"katanya pelan, Kyungsoo mengangguk lalu berjalan menuju kamar Kai dan mengambil obat untuknya.
Kyungsoo memberikan Kai obat dan segelas air putih, "Kai kau sakit?"tanya Kyungsoo. Kai menggeleng sambil tersenyum "Tidak, aku hanya pusing biasa"katanya. Kyungsoo mengangguk, "Kau mau makan?"tanya Kyungsoo dan Kai mengangguk "Ya tapi kau harus menyuapiku, bagaimana?"tanya Kai. Kyungsoo meliriknya "Baiklah"jawab Kyungsoo.
Kyungsoo kembali dengan semangkuk ramyun dan segelas air putih dan sepiring nasi putih. "Kau mau aku gendut Kyung?"tanya Kai saat Kyungsoo menaruh piring gelas dan mangkuk diatas meja. "Tidak, hanya saja kau kan sedang sakit jadi harus makan yang banyak"kata Kyungsoo.
Kyungsoo pulang sekitar pukul lima sore, ia menghabiskan hari yang menyenangkan dengan Kai. Dia makan es krim dengan Kai, dia pergi ketaman bermain dengan Kai dan dia sempat pergi ke Namsan Tower dengan Kai, ini, ini seperti saat mereka berpacaran…. Dulu.
XXXXXXX
Chanyeol duduk diruang makan bersama dengan Insoo yang tengah makan sepotong pai daging yang dibuat oleh kekasih Chanyeol. "Bagaimana Insoo, enak?"tanya Chanyeol dan Insoo hanya mengangguk lucu. Kyungsoo duduk disamping Insoo setelah sebelumnya mencium kepala Insoo dan mencium pipi Chanyeol. "Maaf aku pulang terlambat"kata Kyungsoo. Chanyeol melihatnya, "Kau tidak kuliah hari ini?"tanya Chanyeol. "Ne?"kata Kyungsoo sambil menatap Chanyeol. "Junmyeon memberitahuku, dia bilang dia tidak melihatmu hari ini dikampus"kata Chanyeol
"Ya, aku memang bolos hari ini"kata Kyungsoo klimaks. "Kenapa?"tanya Chanyeol, "Seorang temanku sakit"kata Kyungsoo . Chanyeol hanya mangut-mangut lalu melihat Insoo yang sedang makan, "Hei, kau dapat dari mana pai daging itu?"Kyungsoo bertanya sambil menunjuk kearah pai daging yang sedang dimakan anaknya. "Kekasihku yang membuatnya, kau mau? Dia membuat satu pai daging untukku"kata Chanyeol sambil membuka tudung saji didepannya dan terlihatlah sebuah pai daging ukuran sedang. "Hwa… kekasihmu benar-benar baik hati, ajak dia kemari kapan-kapan"kata Kyungsoo lalu mengambil sepotong pai dan meletakkannya dipiringnya.
"Hmmm… mungkin akan sulit untuk mengajaknya berkunjung"kata Chanyeol kecewa, Kyungsoo menoleh, "Kenapa? Dia juga akan kuliahan seperti aku?"tanya Kyungsoo dan Chanyeol mengangguk. "Ya, tapi dia mengambil jurusan dokter dan kau tau dia benar-benar sangat sibuk sekarang"kata Chanyeol, "Semester akhir ya?"Kyungsoo bertanya dan Chanyeol mengangguk. "Mungkin saat wisudanya saja"kata Kyungsoo. Chanyeol terpenjat lalu melihat kearah Kyungsoo yang tengah menatapnya kaget "Kyungsoo, hari kelulusan Baekhyun dua bulan lagi. Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan"kata Chanyeol kalap, Kyungsoo menggeleng "Kau mau melamarnya ya?"tanya Kyungsoo dan Chanyeol mengangguk.
"Kau setuju kan Kyungsoo, aku hanya ingin memberikan Insoo seorang bibi yang cantik"kata Chanyeol. "Asalkan dia baik dan mencintaimu"kata Kyungsoo. Chanyeol kembali duduk "Dia benar-benar baik dan aku yakin dia sangat mencintaiku"kata Chanyeol yakin. Kyungsoo tertawa "Baiklah, lamar dia dan kenalkan padaku oppa"kata Kyungsoo. Chanyeol dan Kyungsoo sama-sama tertawa dan ….
"Fighting!"mereka berdua berteriak dan membuat Insoo yang sedang makan beralih memandang Chanyeol dan Kyungsoo.
XXXXXX
Luhan sedang ada diperpustakaan Sehun sore ini. Dia merasa bosan tapi, dia tidak mau meninggalkan Sehun yang sedang sakit sekarang. Luhan duduk dikursi goyang miliknya, Sehun sudah tidur dan ini waktunya untuk dia yang beristirahat. Dia tengah membaca sebuah buku sejarah keluarga Sehun, Luhan terus membalik halamannya hingga menemukan sebuah foto usang dengan tanggal yang tertera 20 April 20XX. "Apakah ini…
To Be Continue…
