The Prince of Olympus

Genre:

Adventure, Fantasy, Romance.

Rating:

M

Pairing:

Naruto X ?

Warning:

Typo, OOC, GodLike!Naru, Strong!Naru, Smart!Naru, Demi-God!Naru, Blade of Athena!Naru, and Blade of Olympus.

Summary:

Naruto merupakan seorang manusia setengah dewa,anak dari dewi Athena yang berambisi membalas dendam kepada pembunuh kedua orang tuanya.

Sudah dua hari berlalu semenjak peristiwa malam itu, seluruh anggota Occult Reasearch Club pada kejadian itu di temukan tak sadarkan diri oleh ketua OSIS dan wakilnya, saat Rias di tanyakan oleh Sona tentang malam itu, Rias hanya menjawab dia tidak tahu apa-apa dan hal ini juga terjadi pada seluruh anggota klub Gremory.

Sona mulai beranggapan bahwa seluruh ingatan anggota klub Rias telah di hapus oleh sang pelaku. Pada akhirnya Sona memberitahukan peristiwa itu kepada Onee-sama-nya yang merupakan Maou Leviathan saat ini dan di sampaikan kembali kepada Sirzecsh Lucifer, Onii-sama Rias Gremory dan sekaligus Maou Lucifer saat ini.

.

.

.

Seperti hari biasanya Naruto menjalani aktifitasnya di sekolah, mengikuti pelajaran dengan tidur di meja menjadi kesehariannya, sampai-sampai sang Sensei di buat jengkel oleh murid baru itu.

Terlihat di dalam ruang OSIS saat ini tampak Sona sedang berkutat dengan berkas-berkas di atas mejanya. Pikirannya terfokus pada di berkas di tanganya yang berisikan biodata Naruto Uzumaki. Seorang siswa bersurai pirang yang di ceritakan Rias kepadanya untuk di jadikan salah satu Peeragenya sebelum kejadian malam itu.

"Mungkin kejadian ini ada hubungannya dengan orang ini" gumam Sona.

"Sepertinya belum saatnya aku memberitahukan orang bernama Naruto ini kepada Onee-sama dan Lucifer-sama" gumam Sona kembali.

"Apa aku harus menyebaknya dan membuat dia menunjukkan kekuatannya, ya?" tanya Sona.

"Kurasa itu ide yang buruk, Kaichou" ucap Tsubaki Shinra yang berjalan mendekati Sona.

"Apa buruknya, Tsubaki?" tanya Sona.

"Dia bisa dengan mudah menghilangkan ingatan seluruh anggota ORC dengan cepatnya. Itu membuktikan seberapa kuatnya dia" jawab Tsubaki.

"Kau benar. Ini malah akan merugikan kita nanti" balas Sona sambil melempar berkas itu keatas meja.

"Jadi kita harus apa?" tanya Tsubaki.

"Kita hanya akan menjadi pengawas saat ini, tapi apabila dia sudah menunjukkan kekuatannya kita baru bergerak" jawab Sona.

"Aku jadi sangat penasaran dengan orang bernama Naruto itu" ucap Tsubaki.

"Aku juga" balas Sona dengan matanya kembali menatap berkas biodata Naruto.

.

.

.

Naruto POV

Haaa… hari yang melelahkan, hidupku sekarang sudah terusik bocah mesum di sampingku ini yang selalu menceritakan hal-hal nista bersama kedua sahabatnya. Aku? aku hanya menjadi pendengar saja, apa mungkin ya aku mempraktekkan hal nista yang dibicarakan Issei kepada Kurumi di rumah? tidak, tidak! itu gila, aku bisa babak belur di keroyok banyak Kurumi nanti.

Ngomong-ngomong tentang Kurumi, aku baru menyadari bahwa dia memiliki kekuatan yang unik, dia dapat membagi tubuhnya menjadi beberapa mungkin lebih dengan menggunakan pistol yang ia sebut Zafkiel, mungkin saja kekuatan itu bersangkutan dengan masa lalunya, dia bahkan hanya tahu namanya saja saat aku menyelamatkannya dulu.

Naruto POV: Off

.

.

.

Naruto kembali berkutat dengan tidurnya, tapi dia menyadari bahwa ada seseorang yang terus mengawasinya sejak tadi.

'Orang ini… tidak salah lagi Peerage ketua OSIS' pikir Naruto dengan kepala di tenggelamkan di kedua tanganya.

'Apa aku harus bergerak sekarang, tapi mungkin saja Kaichou sudah mencurigai gerak-gerikku saat ini' pikir Naruto kembali.

Yap, orang yang memperhatikan Naruto sejak tadi ialah seorang gadis bersurai putih bergelombang dengan nametag di kanan dadanya bertuliskan "Momo Hanakai".

Mata beriris biru-hijaunya terus mengamati setiap pergerakan Naruto yang kebetulan sekelas dengannya.

Tiba-tiba saja Naruto beranjak berdiri dan berjalan keluar kelas karena memang saat ini sedang jam istirahat.

Tanpa di duga, Momo juga ikut beranjak dari duduknya dan mulai berjalan keluar kelas dengan tujuan mengikuti Naruto.

Naruto berjalan dengan santai di sepanjang koridor, sesekali dia membalas sapaan para gadis yang menyapanya, tapi sebenarnya dia hanya sedang menguji kebenaran pemikirannya yang ternyata benar bahwa Momo terus mengikutinya walau diri Momo merasa dia tidak akan ketahuan.

Naruto berbelok kekiri saat persimpangan koridor dan tentu saja Momo masih mengikuti walau dengan jarak yang cukup jauh.

Naruto berjalan menaiki tangga menuju lantai atas lebih tepatnya dia menuju atap sekolah dan lagi-lagi Momo tetap mengikuti.

Ceklek!

Wuuussh…

Saat Naruto membuka pintu atap hal pertama yang ia rasakan adalah hembusan angin yang cukup tenang menerpa wajah tampannya.

"Aaaa… segarnya" ucap Naruto sambil merenggangkan tubuhnya di tepi besi penyangga.

Momo berjalan sembunyi-sembunyi tanpa suara sedikitpun memasuki pintu yang sedikit di biarkan terbuka oleh Naruto agar mangsanya tetap masuk.

"Jika kau terus bersembunyi seperti itu aku tidak akan segan-segan membunuhmu saat ini" ucap Naruto tanpa mengalihkan pandanganya dan membuat Momo yang bersembunyi di balik tembok menegang.

Tep!

Tep!

Momo mulai berjalan keluar dari tempat persembunyiannya tadi dengan keringat diingin mengalir di beberapa sudut wajahnya.

"Kenapa kau mengikutiku?" tanya Naruto masih tanpa mengalihkan pandanganya.

"He-hei… siapa juga yang meng-ikutimu, berkunjung ke tempat ini sudah menjadi kebiasaanku" jawab Momo yang awalnya gugup tapi dia masih bisa mengendalikan emosinya seperti yang di ajarkan Kaichou kepadanya.

"Jadi begitu…" gumam Naruto dengan kepala menunduk.

Syuuut!

Greb!

Crink! Crink! Crink!

Tiba-tiba saja muncul rantai dari pergelangan tangan Naruto melesat menuju Momo yang langsung tubuhnya terikat kuat rantai tersebut.

Bruk!

"Aargh!"

Momo 'pun terjatuh saat Naruto menarik paksa rantai tersebit membuat Momo terjerembab dan di seret mendekati Naruto.

Greb!

Naruto langsung menarik surai putih Momo membuat gadis itu meringis kesakitan dengan memperlihatkan wajahnya yang tampak kesakitan.

"Jangan sesekali kau berbohong kepadaku, Akuma" ucap Naruto sambil mendekatkan wajahnya.

Momo mulai membuka matanya dan menatap wajah Naruto yang sangat dekat denganya, bahkan hidung mereka 'pun sudah bersentuhan.

"Kau memang cukup cantik menjadi seorang manusia, tapi kau sangat jelek saat menjadi seorang iblis" ucap Naruto pelan.

Momo melebarkan matanya, tapi sedektik kemudian dia tidak sadarkan diri saat Naruto memukul tengkuknya.

Wuuussh!

Tump!

Tiba-tiba muncul Kurumi dengan memakai seragam Kuoh Academy di samping Naruto. Ya, Kurumi sudah bersekolah disini sudah satu hari yang lalu.

"Kau terlalu berlebihan Naruto-kun" ucap Kurumi.

"Haaa… biarkan saja, lagi pula aku sangat membenci Akuma. Kau tahu, salah satu orang yang membunuh kedua orang tuaku adalah iblis saat aku merasakan aura di sekitarnya" balas Naruto dengan berjalan dan duduk di sebuah bangku panjang disana.

Kurumi juga berjalan mendekati Naruto dan duduk di atas pangkuan pemuda pirang itu.

"Tenanglah Naruto-kun, sekarang kau tidak sendirian ada aku yang akan selalu menemanimu" ucap Kurumi sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Naruto.

"Arigatou, Kurumi-chan" balas Naruto sambil mengusap lembut rambut hitam Kurumi.

"Jadi, kita apakan dia?" tanya Kurumi denga menegakkan badanya kembali diatas pangkuan Naruto sambil menatap Momo yang pingsan dengan rantai mengikat tubuhnya.

"Mungkin aku akan menghilangkan ingatannya tentang ini dan menanamkan sedikit ingatan palsu kepadanya agar aku terbebas dari pengawasan iblis Sitri itu" jawab Naruto sambil menatap Momo yang masih tak sadarkan diri.

.

.

.

Saat Sona tengah sibuk dengan tugas OSISnya datanglah Momo dari pintu depan menghampiri Sona.

"Oh, Momo, apa kau sudah tau siapa Naruto sebenarnya?" tanya Sona yang di balas gelengan kepala Momo.

"Dia hanya pemuda biasa yang rajin belajar, kurasa Kaichou terlalu berlebihan menyalahkan pemuda biasa itu atas kasus ini yang belum tentu kebenarannya" jawab Momo.

"Begitunya… kurasa kau benar, aku hanya terlalu keras kepala mengambil kesimpulan menyalahkannya karena Rias menceritakannya mempunyai kekuatan tersembunyi dalam dirinya" ucap Sona.

"Tapi buktinya sekarang Rias tidak perduli lagi dengannya, mungkin dia sudah salah mengira Naruto memiliki kekuatan tersembunyi, aku saat dekat dengannya tidak merasakan apapun yang seperti Rias bicarakan" balas Momo.

"Sepertiny kau benar lagi. Lebih baik aku mencari kebenaran sesungguhnya dari pada menyalahkan orang lain" ucap Sona.

Sementara itu seorang pemuda pirang yang bersandar di samping ruang OSIS, wajah Naruto menyeringai saat dirinya mendengar setiap kata yang Momo lontarkan.

'Dengan ini, aku terbebas dari iblis Sitri itu dan menjalankan rencana kedua' pikir Naruto sambil berjalan menjauh dari ruang OSIS.

'Mencari Da-tenshi...'

To Be Continue

A/N: Hai! Hai! Minna! salam hangat dari Author tampan ini, hahaha…! (Pembohong). Jika kalian membacanya tadi kenapa Naruto membenci iblis karena itu, salah satu pembunuh orang tuanya adalah Akuma. Kata maaf mungkin tidak bosan-bosannya ucapkan karena saya mungkin mengecewakan para Author dan Reader sekalian atas word yang tidak terlalu banyak, mungkin Author-san mau request membantu saya membuat alur cerita ini.

Profil

Name: Naruto Namikaze

Nicknames: The Prince of Olympus

Race: Demi-God

Abilities: Thunderbolt

Equipment:

The Blade of Athena

The Blade of Olympus

Relatives:

Minato (Father) - Dead

Athena (Mother) - Alive

Kushina (Foster Mother) - Dead

Pair: Kurumi Tokisaki

Affiliations : Olympus

Kritik dan Saran

Review