"Byun Baekhyun?" Chanyeol melirik name tag yang digunakan oleh wanita yang telah menarik irisnya ini.
Ya, Byun Baekhyun. Terasa pas dan manis untuk diucapkan.
"Ah, namaku Park Chanyeol. Dan aku baru saja kehilangan passport dan ponselku di cafemu ini nona. Jadi, di bagian mana aku bisa meminta pertanggung jawaban?"
Dear No One
By Biacht
Main Cast : Park Chanyeol & Byun Baekhyun
Other Cast : Oh Sehun & Xi Luhan
Genre : Romance
Rated : M
Warning : Gender-Switch
Dont like? Dont Read. No bashing and Flaming.
Enjoy!
Note: Italic-Bold menandakan adegan flashback yaa.
Baekhyun mengerutkan alis mendengar penuturan pria tinggi dihadapannya ini. "Maaf, apa kau baru saja mengatakan kau mengalami kejadian kehilangan di cafeku?"
Pria dihadapannya ini mendecak sok keren –terdengar menyebalkan bagi Baekhyun, sungguh- lalu kembali menatap matanya.
"Ya nona muda. Aku, Park Chanyeol telah mengalami kejadian kehilangan di cafemu ini. Jadi dibagian mana aku harus meminta pertanggung jawaban?"
Baekhyun menghela nafas dan mengusap pasrah wajahnya. Demi Tuhan! Ini baru pembukaan pertama di cafenya dan sudah terjadi kekacauan seperti ini? Mimpi apa kau semalam Byun Baekhyun! Rutuknya dalam hati.
"Baiklah, ikuti aku." Setelah berfikir cukup lama akhirnya Baekhyun mengeluarkan suara. Wanita cantik itu mengambil langkah terburu-buru menuju ruangannya yang berada tepat diatas cafe ini.
"Masuklah. Dan kumohon berdua saja." Baekhyun melirik kearah lelaki cukup umur yang tepat berada di samping pria tinggi itu.
"Baiklah..." Baekhyun mendudukkan diri dan mulai menatap lawan bicaranya.
"Namaku Byun Baekhyun, pemilik sekaligus pengelola cafe ini. Dan koreksi jika aku salah, namamu Park Chanyeol bukan?"
"Ya, Park Chanyeol pemilik Park Enterprise."
Baekhyun memutar bola mata ketika pria arogan dihadapannya ini menyebutkan titel perusahaannya. Dasar tukang pamer!
Baekhyun tentu tidak bodoh, ia tahu benar perusahaan sebesar apa Park Enterprise itu. Perusahaaan yang digadang-gadang namanya beberapa hari ini di segala media cetak maupun sosial karena bekerja sama dalam sebuah proyek untuk pemerintah Seoul, negaranya. Track record perusahaan tersebut cemerlang dan bersih membuat setiap orang bertanya-tanya dibawah pimpinan siapakah perusahaan itu hingga dapat sesukses dan semegah itu. Baekhyun merupakan salah satu yang juga penasaran dengan hal tersebut. Namun melihat pemiliknya sekarang sedang duduk dihadapannya dengan segala keangkuhan dan kearoganannya membuat Baekhyun hilang selera untuk tahu.
"Ya. Kita tinggalkan masalah jabatan dan juga perusahaanmu itu karena menyebutkan itu sama sekali tidak membantu kita untuk menyelesaikan masalah ini." Tandas Baekhyun dingin.
"Jadi bisa kau ceritakan kronologis ceritanya?"
Chanyeol berdehem lalu membenarkan posisi duduknya. Ia menyilangkan kakinya dan menaruh sikunya di sandaran kursi. Mencari posisi ternyaman untuk memulai cerita panjangnya. Ia kemudian meceritakan semua kejadian yang dia alami semenjak turun dari mobil hingga saat ia mulai menyadari bahwa dirinya telah menjadi korban copet.
"Apa kau yakin bahwa memang orang itu yang mengambil ponsel dan juga passportmu?" Baekhyun memutar-mutar bolfoin yang ada di tangannya, berusaha untuk mencerna apa yang baru saja dikatakan oleh Chanyeol.
"Ya tentu saja. Orang itu cukup mencurigakan. Jadi aku berani bertaruh bahwa dia yang mengambil barang-barangku. Lagipula aku sama sekali tidak berinteraksi dengan orang lain selain dengan driverku yang kau usir tadi, pria itu dan sekarang kau." Mata cokelat beraura dingin milik Chanyeol menatap tajam iris lembut Baekhyun.
"Okay baiklah. Setelah kau menjelaskan kondisimu. Sekarang giliranku untuk menjelaskan kondisiku juga bukan? Ada beberapa hal yang mungkin harus kita klarifikasi disini. Yang pertama.." Baekhyun sengaja menjeda ucapannya dan menghirup nafas dalam-dalam.
"Cafe ini belum terpasang CCTV."
"Apa?! Bagaimana bisa kau membuka tempat umum tanpa ada satupun CCTV yang terpasang? Apa kau bodoh?" Sentak Chanyeol.
Baekhyun mengernyit tidak suka ketika mendengar kata-kata bodoh keluar dari bibir pria dihadapannya ini. Hey bahkan Sehun yang dekat dengannya saja tidak pernah mengatainya bodoh. Dasar manusia seenaknya!
Ah sudah berapa umpatan yang Baekhyun keluarkan sejak tadi? 3? 4?
"Begini tuan arogan dan seenaknya. Pertama jangan mengataiku bodoh. Kedua demi celana dalam polkadot yang kuberikan kepada Sehun, cafe ini baru dibuka untuk pertama kalinya. Perlu kuulangi? Pertama kalinya! Maka dari itu CCTV belum terpasang karena petugas baru datang nanti sore untuk memasang dan memrogamnya. Dan karena aku yakin sekali bahwa hari ini akan berjalan lancar, maka dari itu aku berani mengambil resiko untuk tidak memasang CCTV di hari pertama cafe ini dibuka. Namun tidak kusangka bahwa masih ada orang bodoh dan ceroboh yang meletakkan ponsel dan juga passportnya di saku mantel dan menjadi korban pencopetan!" Baekhyun mengambil nafas dalam-dalam setelah mengeluarkan semua isi pikirannya yang sejak tadi ia tahan.
Ia benar-benar sudah tidak tahan dengan pria dihadapannya. Dia pikir dia siapa bisa berbicara seenaknya dengan Byun Baekhyun, putri ayah Byun yang jika ingin buang air kecil ke kamar mandi di tengah malam masih harus ditemani. Apa? Tunggu, sepertinya itu bukan hal yang perlu dibanggakan. Astaga Byun Baekhyun!
"Wow wow, slow down nuna muda. Bolfoin di tanganmu itu hampir retak. Turunkan turunkan." Chanyeol mengedikkan dagunya ke arah tangan Baekhyun yang tengah mengepal dan memerah.
"Apa ada dari kata-kataku yang meminta ganti rugi hingga kau seemosi itu, Baekhyun-ssi? Akukan hanya meminta bentuk pertanggung jawabanmu saja sebagai pemilik cafe ini. Lagi pula aku hanya mempermasalahkan passportku saja, tidak dengan ponselku. Aku bisa membelinya lagi sepulang dari sini. Tapi perlu waktu yang cukup lama dan juga proses yang rumit untuk mengurus passportku. Dan coba pikir saja, aku ini pengunjung disini meskipun aku lahir dan besar disini. Sebagai orang yang terpandang, aku tidak ingin menimbulkan permasalahan di kedepannya karena kejadian ini." Chanyeol menyunggingkan senyum miringnya dan sialnya itu terlihat tampan di mata Baekhyun. Tunggu, apa?! Hell no!
"Ah dan satu lagi, hotel yang kutempati memiliki prosedur untuk menyerahkan passport juga sebagai syarat masuk karena hotel yang dipesan oleh sekertarisku adalah hotel kelas atas. Wah, bagaimana ini Baekhyun-ssi? Aku kehilangan ponselku jadi tidak bisa menghubungi sekertarisku dan hanya bisa bertemu dengannya besok. Lalu aku kehilangan passportku dan membuatku juga tidak bisa mendapatkan hotel, karena hell no aku tidak akan tidur di hotel biasa jika itu saran yang ada di kepala mungilmu itu."
.
.
.
"Ah dan satu lagi, hotel yang kutempati memiliki prosedur untuk menyerahkan passport juga sebagai syarat masuk karena hotel yang dipesan oleh sekertarisku adalah hotel kelas atas. Wah, bagaimana ini Baekhyun-ssi? Aku kehilangan ponselku jadi tidak bisa menghubungi sekertarisku dan hanya bisa bertemu dengannya besok. Lalu aku kehilangan passportku dan membuatku juga tidak bisa mendapatkan hotel, karena hell no aku tidak akan tidur di hotel biasa jika itu saran yang ada di kepala mungilmu itu."
Chanyeol terpaksa menggigit bibirnya untuk menahan tawanya sedari tadi. Reaksi wanita dihadapannya ini sungguh lucu. Byun Baekhyun benar-benar menggemaskan, sungguh jika ia bisa ia akan membawa wanita itu kedekapannya dan mengusak rambutnya sayang.
Hotel yang ia tempati memang menggunakan prosedur passport bagi pengunjung sepertinya yang ingin memesan kamar. Namun ayolah, dia Park Chanyeol. Pemilik Park Enterprise. Berpakaian seperti gelandanganpun dia tetap bisa diterima oleh hotel itu bahkab dengan segala fasilitas mewah dan lengkapnya. Sekertarisnya? Hanya ponselnyakan yang hilang? Tidak dengan laptop yang ia bawa di dalam tas ranselnya.
Tetapi bermain-main dengan wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta sepertinya lebih menarik ketimbang segala kemewahan dan kesempurnaan yang ditawarkan kepadanya. Ini masalah hati. Dan hati tidak bisa dibeli dengan uang.
"Baiklah 2 minggu! Hanya 2 minggu kau kuijinkan untuk menginap di apartemenku sebagai bentuk rasa tanggung jawabku dan juga solideritas sesama warga Korea Selatan!' Putus Baekhyun final.
"2 minggu? Oke! Persyaratan diterima!" Balas Chanyeol tegas.
.
.
.
Sehun menatap bingung ketika kembali mendapati sambungan teleponnya kepada Baekhyun lagi-lagi tidak terjawab.
"Ck, sesibuk itukah? Dasar bocah!" Sehun tersenyum melihat foto Baekhyun dan dirinya saat sedang merayakan ulang tahun ke 21-nya 3 bulan yang lalu. Foto itu ia jadikan wallpaper sehingga setiap saat ia bisa melihat wajah lucu Baekhyun.
"Sehun-ah selamat ulang tahun!" Sehun terkejut dan segera bangun dengan wajah linglung ketika mendengar suara teriakan yang berasal dari pintu kamarnya. Ia meolongo ketika melihat Baekhyun memakai topi ulang tahun berwarna kuning dengan membawa sebuah tart yang diatasnya tertancap lilin '21'
"Hey kenapa wajahmu melongo seperti itu? Ayo cepat kemari dan tiup lilinnya. Aku pegal Sehun-ah!"
Sehun tertawa mendengar rengekan Baekhyun dan segera bangkit sebelum princess kecil itu kembali merengek. Setelah memejamkan mata untuk memanjatkan doa –tentu saja ia berdoa agar hubungannya dan Baekhyun berjalan dengan lancar- ia meniup lilin tersebut disambut teriakan suka cita dari Baekhyun.
" Selamat ulang tahun, Sehun-ah!" Baekhyun kembali beteriak.
"Iya iya, sudah jangan berteriak Baekhyun-ah ini masih pagi. Nanti aku diprotes oleh tetangga karena mereka mendengar suara anak kecil yang beteriak-teriak."
"Yah aku bukan anak kecil enak saja!" Baekhyun mencubit perut Sehun gemas.
"Aduh Baekhyun-ah sakittt!"
"Biarkan. Sudah sana mandi, kau ini bau sekali. Pasti kau langsung tidur semalam tanpa mandi terlebih dahulu iyakan? Mandi yang bersih lalu kita sarapan bersama. Okay?" Baekhyun mencium pipi Sehun singkat lalu berlari keluar kamar.
"Mandi yang bersih!" suara teriakan Baekhyun kembali terdengar.
Sehun tersenyum lalu memegang pipinya "Aku mencintaimu, Baekhyun-ah."
Sehun jatuh cinta. Ia sadar sepenuhnya jika ia benar-benar sudah jatuh kepada seorang Byun Baekhyun.
Oh Sehun benar-benar mencintai Byun Baekhyunnya.
Ya. Byun Baekhyunnya.
T B C
Halooo, Bi update lagi nih!
Kemarin ada yang protes nih 'pasangannya kebalik kak!' tenang ajaaaa FF ini OFFICIAL PAIR kok karena Bi juga Chanbaek hard shipper /emot lope lope/
Ohiya walaupun Bi menghargai silent readers tapi Bi juga pengen liat comment dari kalian. Selain karena Bi pengen, Bi juga pengen denger kritik dan saran dan kalian supaya Bi semakin bagus nulisnya. Bi bukan penggila comment kok, tapi tolong kita saling menghargai juga ya? Hehe.
Review yang banyak reader-reader yang budiman /kissu satu satu/
Feel free untuk mengkritik, tapi gunakan bahasa yang sopan yaa.
Xoxo,
Biacht
