Always In My Heart (REMAKE)
Byun Baekhyun (GS)
Park Chanyeol
OCs
.
.
.
School Life. Romance, Hurt/Comfort
.
.
.
T (bisa berubah sewaktu-waktu)
.
.
.
Summary: ''apakah aku bisa bertemu kembali dengan pemilikmu?'' Tanya Baekhyun pada benda berkilauan di genggamannya. Tentu saja yang didapatnya hanyalah kesunyian tanpa ada jawaban.
.
.
.
DON'T LIKE DON'T READ
.
.
.
Chapter 4
Hari ini adalah hari pertama pelaksanaan kegiatan OSPEK/MOS. Setelah acara pembukaan yang dibuka dengan do'a bersama, para panitia MOS berjejer di hadapan para siswa baru untuk memperkenalkan diri masing-masing. Dimulai dari ketua OSIS sekaligus ketua panitia MOS yang ternyata dijabat oleh Suho, dilanjut dengan seksi-seksi dan anggota lainnya tanpa terkecuali.
''itulah nama para panitia MOS yang akan membina kalian selama 5 hari ini. Saya tahu ini akan sulit, tapi cobalah untuk mengingat nama-nama tersebut karena suatu saat kalian akan membutuhkannya'' ucap Suho dengan senyum misterius membuat sebagian besar peserta MOS mendesah resah.
''aku tahu pasti ini berhubungan dengan hukuman'' bisik Kyungsoo pada Baekhyun yang duduk di sisinya.
''ya, seperti kegiatan MOS pada umumnya'' angguk Baekhyun setuju.
''hukuman dari permainan konyol yang mereka buat lebih tepatnya'' sambung seorang yeoja yang duduk di barisan sebelah Baekhyun. Membuat Baekhyun dan Kyungsoo menoleh ke arah yeoja tersebut. Yeoja tersebut tersenyum kepada Baekhyun dan Kyungsoo.
''Tao!'' pekik Baekhyun tertahan.
''hai'' Tao nyengir, sedikit melambaikan tangannya.
''siapa Baek?'' tanya Kyungsoo kebingungan.
''ah.. ini Tao. Yeoja yang menolongku ketika jatuh di lorong.''jelas Baekhyun.
''eoh? Salam kenal Tao-ssi. Do Kyungsoo imnida'' Kyungsoo mengulurkan tangannya kepada Tao.
''ah ne. Huang Zitao imnida. Panggil Tao saja. Aku juga akan memanggilmu Kyungsoo, tidak apa-apa kan?'' tanya Tao. Sama seperti reaksi Baekhyun kemarin, Kyungsoo sedikit terkejut dengan sikap Tao yang mudah akrab. Tapi akhirnya mereka menyukai sikap Tao yang terkesan ramah itu.
''ne gwaenchanha''.
Lalu percakapan mereka terhenti karena intruksi panitia menyuruh mereka untuk memasuki kelas masing-masing.
. . .
''baiklah kita akan melakukan sebuah permainan'' ucap panitia pembimbing di kelas X-2 yang bernama Luhan.
''tapi sebelumnya kami ingin menyampaikan permintaan maaf dari Suho-ssi karena tidak bisa ikut membimbing kalian pada hari ini, begitu pula untuk hari-hari berikutnya mungkin ia hanya bisa menemui kita sesekali. Karena sebagaimana yang kalian ketahui, Suho-ssi adalah ketua OSIS sekaligus ketua panitia MOS tahun ini. Meski begitu, kelas kita harus tetap semangat dan kompak, ya. Kami berdua akan berusaha untuk membimbing kalian sebaik-baiknya. Mohon pengertian dari kalian semua'' ujar minseok.
''NEEEE'' jawab mereka serempak.
''sebelum permainan ini dimulai, aku minta kalian berhitung terlebih dahulu. Hmm.. dimulai dari baris paling depan'' ucap Luhan menunjuk seseorang yang duduk di bangku pojok kiri depan.
Bangku di kelas ini terdiri dari 5 baris. Setiap baris terdiri dari 4 bangku dan setiap bangku dihuni oleh 2 orang siswa/i. Jadi bisa disimpulkan bahwa siswa/i yang ada di kelas ini adalah 40 orang. Setelah mereka selesai berhitung, Luhan kembali meminta perhatian mereka.
''sudah terhtung semua?'' tanya Luhan.
''SUDAAHHH''
''oke, kalian harus mengingat angka kalian masing-masing, ya. Awas jangan sampai lupa'' peringat Luhan.
''jadi begini..'' ujar Minseok mengambil alih. ''kami akan membacakan sebuah cerita atau narasi. Saat kami menyebutkan angka atau bilangan dalam cerita tersebut, pemilik angka itu harus langsung berdiri menyebutkan nama lengkap dan tahun lahir dengan suara lantang. Telat 5 detik saja, kami akan memberikan hukuman. Bisa dimengerti?'' Tanya minseok.
''NEEE''
''ada yang perlu ditanyakan?'' Tanya Luhan. Lalu seorang gadis di ujung baris keempat mengangkat tangan.
''hukumannya sunbae yang menentukan?'' Tanya gadis itu.
''pertanyaan yang bagus.'' Jawab Luhan. ''kalian bisa melihat di meja depan ada toples bening berisi gulungan kertas?'' Tanya Luhan yang dijawab oleh anggukkan oleh para peserta MOS di kelas itu. ''nah, gulungan kertas dalam toples ini bertuliskan macam-macam perintah. Bagi yang melakukan kesalahan saat permainan ini nanti, akan kami suruh mengambil satu gulungan kertas yang ada dalam toples. Perintah dalam gulungan kertas yang diambilnya itulah yang akan menjadi hukumannya. Bagaimana? Mengerti?''
''NEEE'' jawab para peserta semangat.
''wah.. sepertinya ini cukup seru, Baek!'' ucap Kyungsoo.
''iya, Kyung. Setidaknya ini tidak sekonyol bernyanyi sambil mengoper korek api'' tanggap Baekhyun membuat mereka berdua terkikik pelan.
''tunggu sampai kau mendapat hukuman, apa masih bisa tertawa seperti itu'' celetuk seseorang dibelakang mereka membuat mereka menoleh dengan dua ekspresi yang berbeda, Kyungsoo dengan ekpresi herannya, sedangkan Baekhyun dengan ekspresi kesalnya. Namja ini lagi, batin Baekhyun.
''tak usah didengar Kyung. Dia memang namja gila.'' Ucap Baekhyun pada Kyungsoo.
''loh, bukannya yang gila itu yang suka berbicara sendiri, ya?'' balas si namja dengan wajah menyebalkan.
''ish..!'' kesal Baekhyun karena tak bisa membalas perkataan si namja. Ia pun kembali menghadapkan tubuhnya ke depan dan memasang wajah cemberut yang imut. Si namja tersenyum puas sedangkan Kyungsoo masih memasang raut tidak mengerti.
. . .
Permainan di kelas X-2 sudah berlangsung sekitar 30 menit. Sampai saat ini sudah ada beberapa siswa yang melakukan kesalahan dan akhirnya mendapatkan hukuman yang bermacam-macam. Dari hukuman yang biasa-biasa saja sampai hukuman yang memalukan. Semua peserta MOS di kelas itu berusaha untuk tetap fokus agar terhindar dari hukuman itu, termasuk Baekhyun. Tapi fokusnya sedikit terganggu karena seseorang di belakangnya ini dari tadi tak henti-hentinya mengganggu konsentrasinya dengan cara menendang-nendang pelan kaki kursinya, menarik-narik rambut ekor kudanya, atau menusuk-nusuk punggung si mungil dengan ujung pulpen seperti sekarang.
''…pada saat itulah korea dapat terlepas dari penjajahan jepang…''Luhanmembacakan cerita. Tapi hal itu jadi terdengar samar-samar oleh Baekhyun karena gangguan di belakangnya.
''hei..!'' bisik si namja yang kita ketahui bernama Park Chanyeol. Baekhyun tetap bergeming.
''..dua..'' Luhan memberikan jeda,
''kim Jongdae 1992'' seru jongdae cepat.
''..hari kemudian, salah satu Negara di asia juga..'' lanjut Luhan.
''hei gila..!'' bisiknya Chanyeol lagi. Masih tak ada respon.
''..negara yang bernama Indonesia tersebut..''
''hei pendek..!'' ulangnya lagi. Oke cukup itu adalah hal yang paling sensitif bagi Baekhyun, karena demi apa dirinya ini tidak pendek. untuk ukuran seorang yeoja dirinya bisa dikatakan ideal. Maka dari itu dengan segala kekesalan yang sudah mencapai batasnya, Baekhyun pun membalikan badan dan mendesis pelan kepada si namja.
''apaan, sih?!'' desis Baekhyun kesal, tapi justru malah membuatnya terlihat semakin imut menurut Chanyeol.
''oh.. mengaku pendek rupanya'' ujar Chanyeol dengan senyum mengejek dan merasa senang karena akhirnya si mungil di depannya ini merespon.
''ish..! ada perlu apa kau?!'' Tanya Baekhyun ketus.
''..tepatnya pada tanggal 17..''
''tidak ada apa-apa. Hanya ingin memanggilmu saja''. Jawab Chanyeol santai.
''..17?..'' ulang Luhan.
''mwo?!'' Baekhyun semakin kesal mendengar jawaban namja di hadapannya ini. Baru saja Baekhyun membuka mulut untuk mengucapkan kekesalannya kepada si namja, Kyungsoo yang duduk si sampingnya menyenggol pelan lengan Baekhyun. Baekhyun pun menoleh memandang Kyungsoo.
''wae?'' Tanya Baekhyun.
''angka-mu'' jawab Kyungsoo setengah berbisik.
''ne?'' Baekhyun masih bingung. Lalu Baekhyun melihat sekeliling dan bertanya-tanya kenapa sekarang padangan teman-teman sekelasnya tertuju padanya. Lalu dilihatnya Minseok perlahan mendekati bangku BaekSoo.
''angka-mu 17?'' Tanya Minseok pada Baekhyun.
''ah.. n-ne'' jawab Baekhyun setelah terdiam beberapa saat.
Minseok tersenyum geli, ''baiklah, kalau begitu silakan maju ke depan dan ambil salah satu gulungan kertas dalam toples.''
Baekhyun melongo, ''aku dihukum?'' Tanya Baekhyun pada Kyungsoo. Kyungsoo mengangguk sambil menahan tawa. Berbeda dengan namja di bangku belakang Baekhyun yang terkekeh puas membuat Baekhyun mendelikkan matanya sebelum kemudian bangkit dan mengikuti Minseok berjalan ke depan kelas dengan wajah ditekuk.
''silakan nona 17'' ucap Luhan sambil menyodorkan toples ke arah Baekhyun. Baekhyun pun mengambil salah satu gulungan kertas itu dan menyerahkannya kepada minseok. Minseok pun membuka gulungan kertas itu.
''oww, ini hukuman yang harus dilakukan oleh dua orang'' ujar minseok. Minseok menyodorkan kertas itu kepada Luhan agar Luhan bisa membaca tulisan di kertas itu. Luhan tersenyum jahil.
''ya, dan harus seorang namja'' ucap Luhan menimbulkan suasana riuh dari para peserta MOS. Sedangkan Baekhyun? Dia memasang wajah tidak mengerti.
''baiklah emm.. Byun Baekhyun'' Luhan membaca papan nama dari kertas karton yang tergantung di leher Baekhyun. ''duduklah dulu. Dan kita akan memulai kembali permainan. Siswa namja yang melakukan kesalahan akan menjadi pasangan Baekhyun-ssi dalam melaksanakan hukuman ini. Dan sebagai informasi, hukuman ini sedikit ekstrim. Jadi berhati-hatilah'' kekeh Luhan di akhir membuat suasana kelas kembali riuh.
Permainan pun berlanjut. Kali ini Minseok yang bercerita. Baekhyun sedikit cemas. Ia harap semua teman-teman namjanya bisa berkonsentrasi dengan baik dan tidak membuat kesalahan sampai permainan ini berakhir, sehingga hukumannya bisa diganti dengan hukuman yang lain yang tidak harus berpasangan. Di menit ke dua seseorang di barisan paling belakang membuat kesalahan dan beruntungnya orang itu seorang yeoja. Baekhyun pun dapat menghembuskan nafas lega. Minseok meneruskan cerita. Satu menit kemudian,
''...mengalami kecelakaan di kilometer 32..'' jeda minseok. Hening. Tidak ada yang bereaksi.
''32?'' ulang minseok. Masih tidak ada yang bereaksi. Para siswa celingukan. Baekhyun gelisah.
Luhan pun menghitung dari baris depan untuk menemukan si pemilik angka yang sepertinya tidak sadar bahwa angkanya Minseok sebut. Ia menemukannya. Seorang namja yang duduk di bangku dekat jendela di baris keempat. Akhirnya... batin Luhan senang. Luhan pun menghampiri si namja.
''hei'' Luhan menepuk pelan bahu si namja yang ternyata sedang sibuk mengorek-ngorek kuku jari-jari tangannya.
''ne, sunbae-nim?'' tanya si namja.
''bukankah 32 adalah angka-mu?'' tanya Luhan.
Si namja mendongak memandang langit-langit. Mengingat-ingat angka-nya. ''ah, ne. Maseumnida, sunbae-nim''. Jawaban namja itu membuat seisi kelas bersorak senang.
Luhan tersenyum lebar. ''baiklah berarti Byun Baekhyun akan berpasangan dengan emm..'' Luhan melirik tanda pengenal Chanyeol, ''Park Chanyeol untuk melaksanakan hukuman. Dan hukumannya adalah..'' Luhan memberi kode kepada Minseok untuk membacakan perintah yang terdapat di kertas hukuman Baekhyun.
''kalian harus mencari senior yang merupakan sepasang kekasih, lalu kalian beracting sebagai sepasang kekasih yang meminta restu kepada orang tua si gadis yang diperankan oleh sepasang senior itu'' ujar Minseok membuat kelas itu gaduh oleh sorakan dan tepuk tangan.
''MWO?!'' jerit Baekhyun. ''s-sunbae bercanda kan?'' Tanya Baekhyun tergagap.
''ani, kalau tidak percaya kamu boleh lihat sendiri kertasnya'' jawab Luhan membuat bahu Baekhyun terkulai lemas.
''Aku? Dengan si tiang menyebalkan itu? Aish mimpi apa aku semalam'' gerutu Baekhyun membuat teman-teman yang mendengarnya tertawa. Sedangkan Chanyeol? Ia cuek-cuek saja seolah tidak terbebani.
''well, ini memang hukuman terberat dari hukuman-hukuman yang terdapat dalam gulungan kertas ini. Kami juga tidak terlalu yakin akan ada yang mendapatkan hukuman ini dari sekian banyak gulungan kertas yang kami buat. Tapi sepertinya kertas ini berjodoh denganmu Baekhyun-ssi'' Luhan terkikik geli diikuti yang lainnya membuat Baekhyun mengerucutkan bibirnya. 'berjodoh pantatku' batin Baekhyun.
''baiklah karena ini cukup sulit, Byun Baekhyun dan Park Chanyeol memiliki waktu 30 menit untuk menjalankan hukuman ini, karena 30 menit lagi kita harus berkumpul di lapang untuk apel siang. Silakan Baekhyun-ssi, Chanyeol-ssi. Oh dan untuk yang lainnya kita lanjutkan kegiatan kita di lapang sambil menunggu apel siang dilaksanakan'' komando minseok.
Para siswa kelas X-2 pun berdiri dan bersiap meninggalkan kelas setelah memberikan tatapan dan kepalan tangan menyemangati ke arah Baekhyun yang tampak lunglai.
''jangan lupa! 30 menit ya.. semangat…!'' ujar Minseok kepada Baekhyun dan Chanyeol diikuti anggukan Luhan sebelum keduanya berlalu keluar kelas.
''semangat, Baek'' Kyungsoo menepuk pelan bahu Baekhyun dan berjalan mengekori Luhan dan minseok. Sekarang tinggal Baekhyun dan Chanyeol di dalam kelas. Chanyeol bangkit dan berdiri di samping bangku Baekhyun.
''hei pendek, ayo cepat. Nanti waktunya keburu habis'' ucap Chanyeol. Baekhyun mendongak dan memandang Chanyeol sinis.
''yak! Kenapa tadi kau tak konsentrasi! Seandainya kau tak dihukum mungkin hukumanku bisa diganti dengan hukuman yang lebih baik'' maki Baekhyun.
''eeeyyy.. tak perlu berlebihan begitu. Seharusnya kau bersyukur. Dengan menjalani hukuman ini setidaknya kau bisa menghabiskan waktu dengan orang tampan sepertiku'' ujar Chanyeol sambil menaik-turunkan kedua alisnya.
''percaya diri sekali kau! Sudah tinggi berlebihan, telinga lebar berlebihan, percaya diri pun berlebihan. Dasar tiang..!'' seru Baekhyun kesal.
Chanyeol terkekeh. Lalu Chanyeol menunduk menyejajarkan wajahnya dengan wajah Baekhyun hingga jarak wajah mereka hanya tersisa beberapa senti. Baekhyun sedikit memundurkan kepalanya.
''m-mau apa k-kau?'' tanya Baekhyun.
''segala yang ada pada diriku memang berlebihan.'' Ujar Chanyeol dengan suara rendah. ''tapi bukankah justru itu yang menjadi kelebihanku dan membuatku menarik?'' lanjutnya sambil ber-smirk ria. Baekhyun bungkam. Selain membenarkan pernyataan itu, jarak yang terlampau dekatlah yang membuat Baekhyun gugup.
Lalu Chanyeol kembali menegakkan badannya lalu berjalan ke arah pintu kelas. Ketika hampir mencapai pintu, ia membalikkkan badan kembali memandang Baekhyun dan berkata,
''ayo, chagi. Kita harus menemui orang tua-mu untuk mendapatkan restu'' dengan senyum jahil dan diakhiri dengan wink yang menyebalkan-menurut Baekhyun-, lalu kembali melangkah keluar kelas.
''YAKK DASAR TIANG MENYEBALKAAAAN..'' teriak Baekhyun dari dalam kelas disambut tawa Chanyeol yang menggelegar di sepanjang koridor.
. . .
15 menit dari waktu yang diberikan panitia sudah berlalu. Baekhyun dan Chanyeol masih menyusuri koridor lantai satu menanyai setiap senior yang memakai jas almamater panitia MOS. Sebenarnya hanya Baekhyun yang tampak berusaha keras, sementara Chanyeol hanya mengekor di belakangnya. Mood Baekhyun benar-benar buruk. Senior-senior yang ditanyainya selalu memberikan jawaban yang menyebalkan menurutnya,
'apa urusanmu?'
'Kenapa aku harus memberitahumu?'
'kepo!'
Juga sederet jawaban menyebalkan lainnya yang membuat mood-nya semakin hancur. Dan yang paling parah dari semua ini adalah ia dipasangkan dengan makhluk paling menjengkelkan yang tak membantunya sama sekali.
''yak tiang! Jangan diam saja! Ini hukumanmu juga, bukan hanya aku!'' seru Baekhyun kesal.
''oh, kukira kau tidak membutuhkan bantuanku'' jawab Chanyeol santai. Baekhyun sebenarnya sangat kesal, tapi kemudian ia menarik nafas dan menghembuskan nafasnya perlahan untuk mengurangi kadar emosinya.
''ayolah Chanyeol.. ayo cepat kita selesaikan hukuman ini..'' nada Baekhyun tidak sekeras tadi, malah terkesan merengek. Dan itu membuat Chanyeol mati-matian menahan gemas dan mencoba menenangkan jantungnya yang berdebar menyenangkan karena mendengar Baekhyun menyebut namanya untuk pertama kali.
''o-oh, o-oke'' Chanyeol berjalan mendahului Baekhyun, menutupi rasa gugupnya. Baekhyun menghela nafas lega.
Lalu ada seorang panitia MOS yang berjalan berlawanan arah dengan mereka. Chanyeol pun menegakkan langkahnya, bersikap setenang mungkin dan mulai menebarkan pesonanya.
''sunbae, maaf boleh kami bertanya?'' Tanya Chanyeol ramah diiringi senyuman mautnya membuat senior perempuan di depannya merona.
''o-oh silahkan'' jawabnya gugup.
''hmm.. apakah sunbae sudah memiliki kekasih?'' Chanyeol masih mempertahankan senyumnya. Sang senior sempat terkejut terlihat dari ekspresinya, sebelum kemudian menjawab,
''a-aku.. t-tidak'' ujarnya malu-malu.
''ah.. sayang sekali gadis secantik sunbae belum meiliki kekasih'' ujar Chanyeol dengan ekpresi menyesal yang dibuat semeyakinkan mungkin. Si gadis semakin merona mendengar pujian yang Chanyeol lontarkan. Baekhyun yang berdiri di belakang Chanyeol menahan muntah, mual.
''hmm.. begini sunbae. Aku dan temanku mendapat hukuman, kami harus mencari sunbae yang memiliki hubungan sepasang kekasih. Kami sudah mencari kesana-kemari selama hampir satu jam. Tapi tidak ada yang mau membantu kami. Aku harap sunbae mau membantu kami'' bohong Chanyeol sambil menatap intens perempuan di depannya.
''a-ah.. b-begitu..'' si senior gugup. Karena merasa gugup ditatap sedemikian rupa oleh Chanyeol, akhirnya ia lebih memilih mengalihkan pandangannya kepada Baekhyun, ''hmm.. kalian tahu Suho? Sang ketua OSIS?'' tanyanya.
Baekhyun mengangguk, ''kebetulan Suho sunbae-nim adalah pembimbing kelas kami'' jawab Baekhyun.
''ah.. begitu. Nah Suho punya seorang kekasih bernama Zhang Yixing. Sekretaris OSIS. Kalian tahu?'' Tanya si senior lagi. Baekhyun dan Chanyeol menggeleng.
''hmm..'' si senior memutar kepalanya ke segala arah seolah mencari sesuatu, lalu saat matanya menemukan seorang yeoja di ujung lorong-yang mengenakan jas panitia sama dengannya dan menenteng beberapa map di tangannya-, si senior pun berteriak '' Yixing-ah..!'' Chanyeol dan Baekhyun ikut melihat ke arah yeoja yang dipanggil Yixing tersebut. Yeoja itu menoleh.
''ne?'' Yixing balas berteriak mengingat jarak mereka yang cukup jauh.
''tunggu di sana sebentar!'' teriak si yeoja senior. Lalu mengalihkan pandangannya kepada dua hoobae di depannya. ''nah kalian bisa meminta bantuannya. Dia Zhang Yixing, kekasih Suho. Dia pasti bersedia membantu kalian''.
''ah ne, gamsahamnida sunbae-nim'' ucap Baekhyun membungkukkan badannya.
''gamsahamnida, yeppeo sunbae-nim'' ucap Chanyeol diiringi wink yang membuat senior di depannya merona. Sedangkan Baekhyun memutar bola matanya malas.
''a-ah.. n-ne'' jawab si senior lalu cepat-cepat meninggalkan canyeol dan Baekhyun dengan wajah yang merona.
''dasar tukang tebar pesona'' cibir Baekhyun. Chanyeol hanya mengedikkan bahu sambil tersenyum dan mulai berjalan mendekati Yixing diikuti Baekhyun di belakangnya.
. . .
Setelah menyapa, menceritakan tugas mereka, dan sedikit rengekan dari Baekhyun yang membuat Yixing gemas -Chanyeol juga, Yixing pun bersedia membantu Chanyeol dan Baekhyun. Baekhyun dan Chanyeol mengekor di belakan Yixing menuju lapangan dimana tempat Suho kini berada. Saat memasuki lapangan, tampak Suho sedang memberi arahan kepada salah satu panitia mengenai apel siang yang akan dilaksanakan 5 menit lagi.
''hei..'' Yixing menepuk bahu Suho pelan. Suho pun berbalik.
''oh? Hei..'' Suho tersenyum lembut pada kekasihnya.
''sedang sibuk, eoh?'' Tanya Yixing.
''ani. Sudah selesai kok. Tinggal menunggu semuanya berkumpul'' jawab Suho. Lalu perhatiannya teralihkan pada dua sosok di belakang Yixing dan membuatnya mengerutkan dahi. Yixing yang teringat pun langsung menjelaskan tentang tujuannya kemari dengan dua hoobae di belakangnya. Suho yang mendengarnya mengulum senyum. Ia tentu tahu tentang salah satu hukuman yang Luhan usulkan kemarin saat mereka membuat list hukuman untuk kelas bimbingan mereka. 'ternyata ada juga yang mendapatkan hukuman ini, malang sekali' pikir Suho antara geli dan kasihan.
''hmm.. baiklah. Ayo kita duduk, Yixing-ah'' ajak Suho kepada Yixing. Mereka pun duduk di kursi yang tak jauh dari tempat mereka berdiri. ''kalian bisa memulai acting kalian'' ucap Suho setelah Yixing duduk di sampingnya.
Baekhyun menggigit bibirnya dan dan kedua tangannya saling bertautan, gugup. Chanyeol yang melihat itu reflex meraih tangan Baekhyun.
''tenanglah Baekhyun, ini hanya acting'' ujar Chanyeol.
''arra, tapi ini memalukan'' ujar Baekhyun memelas.
Chanyeol menghembuskan nafasnya, ''tenanglah.. ini tidak akan lama. Kita harus bisa melakukannya agar ini cepat selesai. Okay?'' ucap Chanyeol. Baekhyun pun menganggukan kepalanya dan berusaha menenangkan hatinya.
Chanyeol menarik Baekhyun untuk berlutut di hadapan Suho dan Yixing.
''kau siapa, anak muda?'' Tanya Suho kepada Chanyeol mulai memerankan perannya.
''perkenalkan saya Park Chanyeol, kekasih Baekhyun'' jawab Chanyeol tenang.
''benarkah itu Baekhyunie?'' Tanya Suho pada Baekhyun.
''ne?'' Baekhyun tersentak kaget, ''a-ah.. n-ne''
''hmm.. begini tuan, sebelumnya saya mohon maaf sekirannya saya kurang sopan untuk berbicara, sebenarnya saya hanya sekedar ingin menyampaikan maksud untuk diterima menjadi bagian dari keluarga anda. melihat sosok puteri anda, saya suka dengan segala kepribadiannya yang sentiasa membuat saya terpesona bahkan di awal pertemuan kami. Dan ternyata setelah melalui pendekatan selama beberapa waktu, kami dapat merasakan kecocokan satu sama lain. Maka dari itu kedatangan saya kemari untuk mengharapkan restu dari orang tua gadis yang saya cintai, untuk mengikatnya dalam sebuah ikatan yang suci di hadapan Tuhan'' ujar Chanyeol lancar membuat Baekhyun, Suho dan Yixing tercengang. Suho sedikit berdehem.
''apa yang kau miliki sehingga berani meminta putriku yang berharga?'' Suho beracting dengan sangat baik. Yixing sampai geli membayangkan masa depan mereka sebagai orang tua kelak.
''Saya hanyalah seorang anak muda yang harus belajar banyak tentang kehidupan, apalagi saya belum memiliki pegangan hidup, sama sekali hambar jika dibandingkan dengan anda, namun Selama saya masih hidup, saya akan selalu berusaha sampai titik darah penghabisan untuk menjaga dan melindungi puteri anda semampu saya'' ujar Chanyeol dengan penuh tekad dan keyakinan.
Setelah Chanyeol selesai mengucapkan itu, terdengar riuh suara tepuk tangan di belakang mereka. Ternyata tanpa Chanyeol dan Baekhyun sadari, para peserta dan panitia MOS telah berkumpul di lapang untuk apel siang, dan kini mereka tengah menjadi tontonan seluruh penghuni sekolah.
''Baekhyunie, apa kau mencintainya?'' kali ini Yixing bertanya pada baekhyun.
'tentu saja tidak!' batin Baekhyun ingin berteriak, tapi ia harus memerankan perannya agar hukuman sialan ini segera berakhir.
''ne, eo-eomma. Nomu saranghe'' jawab Baekhyun membuat tepuk tangan riuh kembali terdengar.
''baiklah. Aku merestui kalian berdua. Aku serahkan putriku yang berharga ini untuk kau bahagiakan. Cintai dan lindungilah dia. Arrasso?'' ujar Suho.
''pasti. Saya berjanji dengan segenap jiwa dan raga saya'' jawab Chanyeol membuat sorak sorai dan tepuk tangan di belakang mereka lebih riuh dari sebelumya.
Suho dan Yixing terkekeh,
Chanyeol mengusap tengkuk canggung,
Baekhyun menunduk dengan wajah memerah.
Sejak saat itu nama Chanyeol dan Baekhyun dikenal oleh seluruh penjuru sekolah.
.
.
.
TBC
.
.
.
it has been a long time, keutji?
does anyone remember this story? Opso? Ah.. ne, gwaenchanha.. (padahal nangis di pojokan wkwk)
sebulan lebih ya? Maafiin... bener2 sibuk.. sebenernya ide udah ada dari lama, tapi baru sempet ketik.
Ini aku up ya.. sambil nungguin EXO datang,, atau sambil nyate juga boleh wkwk.. HAPPY IEDUL ADHA ya bagi yang merayakan..
Gomawo buat yang udah nyempetin baca ff-ku, apalagi yang review, follow/fav..
Mianhae buat jadwal update yang gak tentu..
And the last, Saranghae...
Follow ig aku ya: baekhill_byun
Big thanks to:
Sekaradachanyeolada makasih udah bantu ya, udah mau aku bawelin dan udah nyempetin baca
liyonyuzi09 makasih semangatnya, dan makasih udah baca..
LoeyPuppy614 makasih ya..
ByunYeol makasih kak udah baca ff aku .. mohon bimbingannya sunbae-nim #bow
Parkbaexh614, afrilany pahsya, baekaeri69, Yeolliepoppo makasih udah sempet baca, ini udah next ya
AyuBaek makasih kak udah sempetin baca.. makasih semangatnya.. mohon bimbingannya ya kak.. #bow
Vilay makasih udah baca, udah semangatin, udah kasih saran juga.. jeongmal gomawo :*
zenbaek jadi awalnya chan itu gak tau kalungnya ada di baek, makanya sikapnya cuek banget. Dia baru tau pas ketemu lagi sama baek di deket rumah itu, pas liat kalungnya. Makasih ya udah sempet baca dan nyemangatin. Ini udah next ya..
Saranghanda, RnR juseyo ;)
_Hill_ 010917
