HetaGakuen

.xX~World's Nightmare~Xx.

Disclaimer : All chara except OC belong to Hidekaz Himaruya

Warning : OC, OOC, OOT, GORE, Death chara, AU, bahasa gaul

.

.

.


Police Investigation : Victim's data

1. Lovino Vargas

Nationalism : Italy (south)

Age : 17

Cause of death : All bodies are been cutting by unknown sharp weapon.

2. Bella

Nationalism : Belgium

Age : 17

Cause of death : Head are been hitting by unknown weapon, bodies are been cutting by unknown sharp weapon


Chapter 4 : Art of Vengeance

Hari ini langit mendung, sangat pas dengan situasi di Hetalia Gaken yang kehilangan 5 pelajar terbaik mereka berturut-turut. Polisi mulai menyebar dan murid-murid mulai bersikap waspada terhadap apapun, takut nasib mereka akan sama seperti mereka yang telah terbunuh dengan sadis.

Lain halnya dengan para anggota United Nightmare yang senang dan berpesta pora di rumah mewah milik Belle atas keberhasilan mereka membunuh 5 orang dengan sangat mudah.

"Kau hebat sekali, frau Luz! Kau bisa menipunya semudah itu!" Ujar Chi sambil tersenyum senang, Belle mengangguk mengiyakan.

"Terima kasih, frau Chi~. Oh iya, kali ini giliranmu loh! Kau sudah tau siapa yang akan kau incar?" kata Luz senang karena dipuji sang gadis yang terkenal paling psycho ini.

"Tentu saja! Awalnya sih, aku mau 'dia' yang menjadi korban. Tapi alangkah baiknya bila 'dia' tersiksa terlebih dulu!" jawab Chi misterius.

"Memangnya siapa yang kau incar, frau Chi?" tanya Belle keheranan.

Chi hanya tersenyum misterius, "Kau akan lihat nanti," jawabnya seraya mengajak Ivan Braginski -murid asal Russia- keluar ke halaman belakang.

8) World's Nightmare (8

11.45.28, Hetalia Gakuen, koridor barat lantai 2

4 foto terletak di sebuah meja di aula Hetalia Gakuen, foto Lovino, Bella, Maria, dan Kiku. Menandakan mereka yang telah pergi karena sebuah pembunuhan yang terjadi di sekolah itu.

"Lucu sekali ekspresi mereka..." ujar Chi pada Belle yang berjalan menyusuri koridor Hetalia Gakuen menunjuk murid-murid yang raut wajahnya menampakkan ketakutan yang amat besar. "Bagaimana kabar dari dia?" tanya Belle pada Chi yang asyik mengelus kapak kesayangannya. "Dia bilang polisi menyebar dari jam 7 malam sampai jam 8 malam, namun akan ada 2 polisi yang berjaga malam ini." Jawab Chi tersenyum "Lily adalah mata-mata yang hebat," lanjutnya sambil mengingat-ngingat saat dia menghasut Lily masuk ke dalam United Nightmare.

Perhatiannya beralih ke pria yang-ngakunya-awesome-padahal-asem-kayak-jeruk-campur-jahe. Emang ada jeruk campur jahe? Nggak. Itu cuma khayalan author kok.

Pria asem yang merasa diperhatikan Chi daritadi menghampiri Chi. "Kenapa liat-liat? Suka sama gue yang AWESOME ini? Kesesese~!" tanyanya ke Chi dengan senyum bego. GEPLAKKK! Untung dia Cuma ditampar bukan ditebas pake kapak Chi yang sedari tadi dipegangnya.

Belle Cuma bisa jawdrop.

"Nggak! Ngapain gue suka sama lo? Kepedean banget sih!" Chi berteriak ke pria asem tersebut sambil menodongkan kapaknya.

"Santai, bro! Slow..." si asem mulai gemeter liat sang 'Blood Maiden' mulai menodongkan pisaunya.

Berhubung tadi author hampir mau dilindes tank karena nyebut asem melulu, dari sini kita pake nama si pria asem yang asli.

"Pasti lo suka sama gue kan? Secara gue tuh AWESOME! Kesesesese~!" kata si pria as-author dilindes- maksud author, kata Gilbert narsis bikin author hampir mati.

"Sekali lagi lo ngomong kayak tadi... gue jamin masa depan lo nggak lama lagi." Ujar Chi pake senyum yangire. Belle masih jawdrop.

"Oke, oke... ya udah lah. Daripada kepala gue yang AWESOME berakhir di tangan lo, gue yang AWESOME pergi aja deh..." akhirnya tuhan memihak Chi, sang asem alias Gilbert nyerah dan pergi menuju 2 sahabtnya yang juga agak bego tersebut, author langsung ngadain syukuran.

Chi tersenyum mengerikan saat Gilbert pergi meninggalkannya. Bukan, bukan karena soal yang tadi. Namun karena persoalan lain yang akan dia lalui nanti malam. Merasa tau apa arti senyum Chi saat Gilbert meninggalkan mereka berdua, Belle ikut tersenyum menyeramkan.

8) World's Nightmare (8

21.06.15, Hetalia Gakuen, koridor timur lantai 3

Sang gadis berpakain maid dan bermata merah darah itu selesai menjelaskan strateginya ditemani sang kekasih, Ivan Braginski.

"Nah, beres! Sekarang tugas kau gampang sekali, hanya seperti kemarin, membunuhnya!" kata sang gadis berpakaian maid kepada Ivan

"Beres, akan segera kulaksanakan, Chi" ujar Ivan seraya mencium Chi. Yang dicium blushing.

22.14.38, Hetalia Gakuen, koridor timur lantai 2

Semua murid sudah berada di rumahnya masing-masing, tidur atau mungkin sedang rate m sama pairnya. Kecuali sang pria asem albino itu, yang baru keluar dari sebuah gudang karena sang guru tergalak di Hetalia Gakuen, Germania, mengurungnya di gudang. Ya, gimana nggak dikurung! Masa GURU KILLER malah dilempar telor sama tepung! Begitu ditanya kenapa, si asem malah jawab "Iseng, pak. Kesesese~" diiringi tawa anehnya.

And this is it! Dikurung di gudang sampai ulang sekolah. Tapi mungkin pak Germania lupa, makannya di terkurung sampai jam segini.

Kayaknya author nyiksa Gilbert banget deh di chapter ini...

Back to topic,

"NGGAK AWESOME! Masa gue dikurung sampe jam segini? Gila ya, tuh orang? Anjir!" Gilbert misuh-misuh gaje sambil berjalan menyusuri koridor lantai 2.

"Wah, ada Gilbert, da~ kenapa belum pulang da~?" tanya si tukang pipa alias Ivan Braginski muncul secara tiba-tiba di belakang Gilbert.

"Bahaya loh, jam segini pergi sendiri~," Ivan berjalan mendekati Gilbert dengan muka kayak nih-anak-enak-diraep-nih-kayaknya.

Author dan para fujodanshi yang mendengarnya langsung berbondong-bondong kesana, tak terkecuali Kiku Honda yang sudah menjadi arwah di dalam sana, dan berakhir dibubarin frau Ry-chan dan frau Tjoo karena OOT.

"Daripada sama lo, mending gue pergi sendiri kali," jawab Gilbet sambil julurin lidah dan buru-buru meninggalkan Ivan karena takut di raep-eh, salah-maksud saya, di apa-apain.

Gilbert lari ninggalin Ivan karena ketakutan, namun berhenti setelah diteraikin "DI TANGGA ADA HANTUNYA BELLA, DA~" dasar penakut.

22.23. 51, Hetalia Gakuen, koridor timur lantai 3.

Karena terpaksa, Gilbert akhirnya menuruti permintaan Ivan dan pulang bersama.

Dikarenakan suara author yang menggema di kuping Gilbert untuk mencairkan awkward scene ini, Gilbert menanyakan Ivan perihal kejadian yang di alami Hetalia Gakuen.

"Hei, menurutmu... siapa yang melakukan itu semua?" tanyanya ke Ivan sambil -entah kenapa- gemeteran.

"..." Ivan diam tak berkata apapun.

"Mereka, Lovino, Bella, Maria, Kiku... mereka semua... terbunuh dengan sadis. Dan setahuku, tidak ada yang dendam pada mereka," ujar Gilbert gemeter, mengingatkan author akan Raivis.

"..." Ivan tetap diam, tidak merespon.

"Hei," Gilbert setengah berteriak, takut Ivan kesurupan.

"..."

"Ivan?"

BRAAAAAAAAK

Beruntunglah Gilbert tinggal dengan adiknya yang sifatnya udah kayak kapten siap tempur, dia cepat menyadari saat Ivan mengayunkan pipanya. Dan menghantam tembok koridor.

"NGGAK AWESOME! GILA!" mulai deh, Gilbert teriak-teriak gaje dengan gemeteran. 'Masa orang awesome kayak gue mau dibunuh kayak si Kiku?' pikirnya. Kiku bersin di alam sana.

"..." Ivan tetap diam, namun bibirnya menunjukkan senyum dan pupil matanya melebar, layaknya binatang yang menunjukkan mangsanya

Gilbert yang (agak) lihai menghindari serangan pipa keramat Ivan secara bertubi-tubi memilih kabur ke lantai 1 dan bersembunyi di suatu ruangan.

8) World's Nightmare (8

22.43.21, Hetalia Gakuen, art room lantai 1

"Semoga gue aman di sini..." bisik Gilbert sambil berdoa, bersembunyi di art room lantai satu

Drap drap

Suara langkah kaki yang terdengar cukup keras membuat Gilbert agak takut dan terkejut. Apalagi setelah mendengar suara itu semakin dekat dan...

"Hei," suara pelan perempuan mengagetkan Gilbert, Gilbert berteriak agak keras melihat Chi yang tiba-tiba ada di belakangnya, "GWAAAA!"

"WOI, INI GUE!" Chi bales berteriak sambil menutup mulut Gilbert, "Diamlah, nanti Ivan akan menemukan kita," Chi berbisik pelan ke Gilbert yang masih gemeter

"Ngomong-ngomong... Chi, sedang apa kau di sini? Nguntit ke AWESOME-an gue ya? Kesesese~" GEPLAK! Gilbert ditampar.

"Diem! Atau gue kasih lo ke Ivan!" ujar Chi mengancam, Gilbert langsung diam dan duduk manis.

"Gue tadi lupa nutup pintu UKS, makanya gue ke sini. Tau-tau Ivan nyerang gue," katanya sambil tersenyum.

Kelegaan Gilbert tidak bertahan lama setelah dia melihat Chi menyembunyikan sebuah kapak di belakang tubuhnya.

"Chi, ap.. apa.. itu? Nggak awesome banget," kata Gilbert gemeter sambil nunjuk kapak di belakang Chi.

"..." Senyum misterius langsung muncul di bibir Chi, beserta matanya yang langsung terasa 'kosong'.

CRASH!

"Urgh!" Gilbert memegang perutnya yang sedikit tertebas kapak yang diayunkan Chi.

"Ehe.. ehehe.. ehehehe... AHAHAHAHA! AHAHAHAHA!" Chi langsung mengayunkan kapaknya bertubi-tubi ke tubuh Gilbert sambil tertawa menyeramkan. Gilbert yang merasa tak aman, berlari menuju pintu di keluar di tengah koridor lantai 1.

"JANGAN LARI KAU!" Chi berteriak seraya mengejar Gilbert yang berlari meninggalkannya.

'PINTU KELUARRRR!' pikir Gilbert sambil lari dari kejaran 'psycho cantik' alias Chi.

"Sialan! Tidak terbuka! Pintu nggak AWESOME!" Gilbert yang panik langsung mendobrak pintu keluar. Namun usahanya sia-sia.

Tiba-tiba, kaki Gilbert ditarik oleh Ivan, membuatnya jatuh tersungkur. Gilbert berusaha melawan, dia menendang tangan Ivan, namun Ivan tidak merasa kesakitan dan terus menarik Gilbert dengan mudahnya ke art room.

Gilbert berusaha bertahan dengan memegang lantai dengan kuku-kukunya, namun Ivan masih menariknya dengan mudah. Gilbert mulai mengeluarkan air mata, berharap ada kejadian yang membuatnya selamat dan bertemu dengan adiknya yang pasti mengkhawatirkan dirinya di rumah saat ini.

CRASH!

Selanjutnya Gilbert hanya melihat pipa Ivan yang menuju mata kirinya.

8) World's Nightmare (8

"Huuf," Ivan menghela napas setelah menusuk mata kiri Gilbert dengan pipanya, "Pinjam pisau," pintanya ke Chi yang memperhatikan dan memotret tubuh Gilbert yang tidak berdaya. Chi mengangguk dan memberi pisau tajam ke Ivan.

Ivan mulai mencongkel kedua mata Gilbert dan membuka bagian perut Gilbert, mengoyak-ngoyak usus dan lambung Gilbert dengan tangannya sendiri. Chi tertawa sambil terus memotret pekerjaan Ivan.

Bagian dada Gilbert dilubangi, menampakkan jantung merah yang segar dan berhenti berdetak, hanya saja Ivan tidak mengambilnya. Lalu, Ivan memotong bagian tengkorak Gilbert, memotong otaknya, mengambilnya, dan melemparkannya ke Chi. Chi yang berhasil menangkapnya tersenyum, dan menginjak otak Gilbert sampai hancur.

Akhirnya Chi ikut memotong-motong bagian tubuh Gilbert, sambil tertawa. Chi memotong lidah Gilbert dan merobek bagian mulutnya sampai hampir ke bagian telinga. Lalu dia menyayat leher Gilbert sedikit, memperlihatkan cairan merah segar dan menggoda Chi untuk menjilatnya.

Terakhir, Ivan memotong tangan Gilbert dan menggantungnya terbalik, layaknya lukisan The Hanged Man[1]. Chi tertawa senang, menjilati darah yang keluar dari tubuh Gilbert dengan sangat bernafsu. Ivan hanya duduk melihatnya sambil tersenyum senang.

"Akhirnya, selangkah lagi... dan dendamku akan terbalas..." ujar Chi tertawa dan memotong bola mata Gilbert yang sudah dicongkel.

8) World's Nightmare (8

08.43.16, Hetalia Gakuen, art room

Hetalia Gakuen kembali dikejutkan oleh seorang mayat pria tergantung di ruang kesenian dengan kekerasan tingkat parah. Bola mata dan lidahnya hilang, bagian dadanya dibiarkan terbuka, sehingga jantungnya terlihat jelas. Usus dan lambungnya terkoyak-koyak, sedangkan lehernya tertebas sehingga hampir putus. Begitu juga dengan mulutnya yang sobek sampai hampir mendekati kupingnya, membuatnya terlihat sangat mengenaskan.

Mayat pria itu dikenali sebagai Gilbert Beilschdmit, kakak dari Ludwig Beilschdmit. Murid asal Jerman.

Yang menemukannya pertama kali adalah Elizaveta Herdevary, murid asal Hongaria, yang datang paling awal dan mencium bau menyengat yang berada di ruang kesenian. Elizaveta mengaku syok dan menangis saat menemukan mayat Gilbert tergantung dalam keadaan mengenaskan.

Sedangkan 2 polisi yang berjaga, tewas tertembak tepat di kedua bola matanya.

Yang paling membuat polisi dan murid-murid heran sekaligus terkejut adalah tulisan di sebuah kertas lukisan yang bertuliskan :

'Art of Vengeance - by United Nightmare'

~ To the next Chapter~


[1] The Hanged Man : lukisan/gambar kartu tarot yang menggambarkan pria/wanita yang tergantung terbalik. kadang lukisan Hanged Man juga disertai tumpukan korban/darah yang menggenang di bawah kepala korbannya


A/N:

#now playing : Hana no Saku Basho - Asami Imai, Corpse Party : Book of Shadows opening

Halo~! Kembali lagi bersama saya, HARUKA! #tebardarah

Maaf kalau jelek, author lagi bingung m(_ _)m

Oh iya, request Mokakoshi-san akan ditampilkan di chapter depan oleh frau Ry-chan~! Karena saya kurang bisa buat romance... #pundung

Maaf juga kalau cerita dan gorenya kacau... author lagi stress m(_ _)m

Oh iya, kami menambahkan data victim dari korban sebelumya~ namun karena author kurang jago bahasa inggris jadi jelek m(_ _)m

Sampai jumpa di chapter depan bersama frau Ry-chan!

Sign,

Darkness Maiden (Haruka Mifune)


OMAKE :

09.12.32, Luz House, Luz bedroom

"Hebat! hebat! hebat! hebat! hebatttt!" Belle tak henti-hentinya berteriak 'hebat' saat melihat foto dan video yang ditunjukkan Chi lewat hpnya, melihat otak Gilbert yang diinjak sampai hancur oleh Chi.

"Ahahahahahahahaha!" Luz juga ikut tertawa melihat foto saat Ivan meremas bola mata Gilbert sampai hancur.

Senangnya hati Luz dan Belle melihat Chi membawa oleh-oleh untuk mereka, tangan Gilbert

Feliciano dan Antonio yang kebetulan di sana, hanya diam membisu. Ivan tidak peduli dan terus membersihkan pipanya dari cairan marah lengket yang melekat di sana.

Sedangkan Chi hanya tersenyum hambar. Tinggal beberapa langkah, dan dendamnya akan terbalas. Namun, kata-kata itu terkadang selalu melintas di pikirannya setelah dia membunuh korbannya...

Apakah aku sudah melakukan hal yang benar?

Cooming Soon...

-Chapter ? : Regret-