The Deadly Inferno

Disclaimer : Tite Kubo

Warning : AE,AU,Canon,dan sedikit rempah-rempah

.

.

Sore itu, Kurosaki sengaja berada di dapur dengan kedua adik untuk menyiapkan makan makan malam untuk mereka dan beberapa 'tamu tak diundang'."Karin, apa kau sudah selesai menggoreng? Aku sudah selesai memotong sayurnya." Sahut Ichigo pada adiknya yang tengah menggoreng. Adiknya itu pun hanya mengiyakan dan segera mendekati kakaknya untuk menaruh daging yang baru matang itu diatas piring yang sudah dihiasi sayur oleh Ichigo.

"yosh! Nasinya sudah matang, oni-chan kau bisa membawanya kesana sekarang." Ucap Yuzu pada kakaknya. Ichigo pun membawa piring itu satu per satu ke meja yang dipenuhi 'shinigami' kelaparan.

"baiklah kalian semua, makanan tiba." Ucap Ichigo yang membawakan makanan pada yang lain, mereka yang sedang membereskan meja pun berhenti dan duduk di kursi masing-masing.

"oi, Ichigo cepatlah! Aku sudah lapar.." keluh renji dengan tidak senonohnya. Namun dia cepat cepat termengganti gayanya yang senonoh dengan duduk manis karena dipandang Ichigo dengan aura galak.

Akhirnya sampai pada acara makannya. Mereka menyantapnya dengan lahap dengan penuh nafusu makan yang luar biasa."Ini hebat! Aummm...di..seretei...ak..u aumm..tidak pernah merasakan makanan seperti ini...!" ucap Ikkaku dengan mulut penuh makanan. "yup! Ini enak sekali kau pandai memasak yuzu-san, karin-san" puji yumichika pada makanan yang dibuat oleh yuzu dan karin dan..Ichigo?."hei! aku juga membantu kau seharusnya berterimakasih juga padaku" keluh Ichigo yang namanya tidak dipanggil tadi.

"oh..iya dimana rukia?, sejak tadi dia tidak terlihat?" tanya Renji."dia bilang akan melihat sekeliling Karakura untuk mencari Informasi" balas Hitsugaya, namun obrolan mereka berdua disela oleh sebuah tepukan dari belakang.

"ssttt! Dilarang berbicara sambil makan.." ucap karin dengan wajah horornya yang ditunjukan ke arah Hitsugaya dan Renji. "summimasen..." ucap renji."dan kau bocah es! Jangan bikin masalah oke?" ancam Karin pada Hitsugaya."Oi! memangnya kapan aku sering membuat masalah!?" balasnya kesal dengan tanda perempatan merah.

"Oni-chan apa kau merasakan hawa dingin?" tanya yuzu pada Ichigo

"hm? Apa maksudmu Yuzu aku tidak merasakan apa-apa.." jelas Ichigo pada Yuzu dengan senyum simpul pada wajahnya.

"benarkah? Sepertinya hanya perasaanku saja" balas Yuzu

'sepertinya reatsu yang dari tadi kurasakan ternyata dapat dirasakan pula oleh yuzu, sebenarnya apa yang terjadi?'batin Ichigo yang sebenarnya mengetahui perasaan aneh Yuzu itu.

(-)

Sementar itu di dekat danau Karakura, sebagian besar daerahnya telah tertutupi es dan puncak hawa dinginnya berada di tengah danau.

"Tsugi no may, hakuren!" terlihat disana Rukia sedang bertarung dengan seseorang.

"cih..sial! aku terlalu meremehkan anak itu!" serangan Rukia tadi mengenai orang itu.

"apakah berhasil?" ujar Rukia. Rukia bertarung dengan mode bankainya sehingga dia terlihat sangat kedinginan, oleh karena itu bagian danau sebagian membeku.

"FIRE DRILL!" dari tumpukan salju milik Rukia orang itu mengeluarkan kemampuannya dengan mengeluarkan api yang berputar disekeliling tubuhnya."cih! aku paling benci jika sudah berhadapan dengan kemampuan es! Sekarang giliranku!" orang itu tidak lain adalah orang misterius yang melawan Byakuya, dan sedang bersiap-siap menyerang rukia dengan luka yang sudah cukup banyak dengan baju yang sudah mulai robek.

"apa!? Dia masih bisa bertarung?!" Rukia bisa menangkis serangan dari orang misterius itu dengan pedangnya, tapi karena sedang dalam mode bankai kemampuan kecepatannya menjadi turun, dalam mode bankainya tubuhnya menjadi 0 derjat sehingga gerakannya pun menjadi sedikit patah-patah.

SRING! SRINGG! SRINGG! Orang itu terus menyerang Rukia tanpa ampun, namun semakin lama pertahanannya bisa hancur.

"dasar kau ini! Rasakan Corona Blade!" dari tangan orang itu keluar sejumlah reatsu api yang membentuk pedang raksasa yang ditunjukan pada Rukia.

"Kuso!" Rukia pun terkena serangan itu dan terpental kedalam air dengan kondisi setengah terbakar. namun di tengah keadaannya yang buruk dia sedikit menyeringai.

" Hakka no Togame, Tsukikage!" dari pedangnya keluar semburan es yang tebal dan menuju ke arah orang misterius itu.

"cih! Apa ini!?" dia pun melompat dan menghindarinya, namun naas dari segala arah es tersebut sudah mengunci gerakannya."Kusoo!" orang itu pun terkena es milik Rukia dan membeku dalam es yang menjulang seperti pun kembali ke atas dan mendekati orang itu.

"jurus Tsukikageku tadi, adalah jurus yang memungkinkanku melepaskan semburan es, es yang dapat mengejar target, dan jika target itu tertangkap semburan es maka es itu akan mengeras dan segera menghisap habis reatsu target dan setelah habis akan berubah menjadi partikel roh menyebar." jelas Rukia pada orang misterius itu, dan benar saja perlahan-lahan dia kembali normal ke wujud shikainya.

"hosh...hosh..untung saja sebelumnya aku bisa menyadari keberadaannya, jika tidak aku akan mati lebih dulu karena serangan sebelumnya."

(-)

Flashback

Terlihat Rukia sedang berdiri tepat dia atas sebuah tiang listrik, dan sedang mengamati keadaan sekitarnya.

"hn? Perasaan apa ini?" ujar Rukia setelah dia merasakan reatsu yang sangat besar yang seperti mencekiknya. Lututnya mulai gemetar dan matanya mulai sayu karena efek reatsu itu.

"tidak mungkin reatsu hollow seperti ini apa mungkin..Quincy!?" diapun beranjak pergi dari tempat itu dan mendekati sumber reatsu itu."jadi dari sana ya..." Rukia pun tiba ditempat munculnya reatsu yang dia rasakan, yaitu di tepi danau Karakura

Namun setelah tiba Rukia menjadi bingung, karena reatsu yang dia rasakan tadi tiba-tiba lenyap. Mungkin dia pikir hanya perasaannya saja tapi mana mungkin perasaannya bisa membuat dia merasakan reatsu sebesar tadi, jawabannya adalah tidak.

"dimana itu?" ucap Rukia sambil melirik kesana-kemari memastikan memang tidak ada apa-apa.

"nihil..." gunamnya, menyerah untuk mencari diapun beranjak untuk pergi namun kejutan muncul dibelakangnya.

"Hn!?" sebuah panah reatsu mengenai lengannya, dan membuatnya terluka dan membuat darah segar mengalir dari tubuhnya.

"Siapa itu!?" ucap Rukia dalam posisi bersiap menyerang. Yang ada hanya angin yang menerpanya dalam kewaspadaannya.

'Sepetinya lawanku sangat kuat, reatsu sebesar tadi saja bisa dia tekan,dan seranagnnya tadi tidak mengeluarkan hawa keberadaan.' Batin Rukia yang masih waspada akan sekeilingnya.

'ternyata benar, dia tidak bisa merasakan keberadaanku, dengan ini aku bisa membunuhnya dengan mudah.' Batin seseorang yang berada dalam sebuah ruangan gelap.

"cih! Keluarlah kau tunjukan dirimu!" tidak ada balasan namun dari danau terlihat buih-buih yang sangat banyak yang cukup membuat Rukia curiga, dia pun mendekatinya.

"A..apa ini!?" ujarnya dengan wajah yang penuh tanda tanya.

"HELL! BURST!" dari dalam buih itu keluar seseorang misterius.

CLEBBB!

Tusukan api itu mengenai Rukia

"HAHAHA! Aku ternyata berhasil membunuh shinigami ini!" ujarnya dengan dengan nada girang.

"ba..bagaimana..kau bisa menghilangkan tekanan rohmu..dan ...menyerangku tanpa tekanan rohmu sedikitpun..." ucap Rukia dengan lemas. Orang itu pun terdiam denagn tanagnnya yang masih melobangi tubuh Rukia.

"baiklah akan ku beri tahu...pakaian yang aku pakai ini dapat menekan tekanan roh ku ini sehingga aku dapat menyerang musuh tanpa dirasakan musuh."

"begitu...kalo begitu.." Rukia pun mengangkat pedangnya.

"Ban..kai.." sontak mendengar itu orang misterius itu mulai mencoba melepaskan tangannya dari tubuh Rukia.

"Hakka no Togame!" sekeliling Rukia pun berubah menjadi seketika begitu pula sebagian tubuh si orang misterius itu pun berubah menjadi es.

"Ap..apa ini...!?" ucap orang Misterius itu dengan berontak, Rukia pun berhasil menyerang orang misterius itu dengan tebasan pedangnya.

"serkat kau sekarang aku tahu kelemahanmu, dan sekarang aku akan mulai serius! Ucap Rukia sambil menunjuk bagian pakaian orang misterius itu yang sobek.

End of Flashback

Rukia pun kembali ke tepi danau denagn tangan kanannya yang menopang tangan kirinya.

"sial...kesadaranku...menghilang..dan..dan tubuhku..kedinginan..." gunamnya sambil jalan terhuyung-huyung dan akhirnya ambruk. Tanpa sepengetahuan Rukia dibelakangnya sudah menunggu seseorang yang siap menebasnya yang tidak lain adalah orang misterius itu!.

"hosh...Hosh...,dasar kau! Kau sudah membuat ku marah sekarang rasakan!—UWAHHHH!" tiba-tiba datang serangan yang berasal dari depannya yang menghentikan serangannya. karena kaget juga penasaran orang itu melihat kearah datangnya serangan tersebut.

"Ka..kau!" dengan wajah yang kaget dan tidak percaya orang misterius itu pun mulai membuat jarak antara penyerangnya itu.

"bagus sekali Renji! Ternyata ada hasilnya kau berlatih di Soul Palace waktu itu!" ucap Ichigo pada Renji yang sedang menggunakan bankainya.

"DIAM! Kau lagi pula aku jauh hebat darimu dalam urusan seperti ini!"

"oh! Begitu!? Bagaimana kalau kita tanding saja disini hah!?" balas Ichigo dengan wajah yang mendahkan,

"OI! KALIAN! Seharusnya kalian tahu musuh kita ada didepan, jadi fokuslah!"bentak Hitsugaya yang membuat mereka berdua berhenti sekaligus kaget.

"cih, kalian!" geram orang misterius itu

"Oi Yumichika cepat bawa Rukia kemari" ucap hitsugaya, Yumichika mengiyakan dan langsung mendekati tempat Rukia,dan membawanya ketempat yang aman.

"dan kau Madarame.."ucap Hitsugaya."ya! aku tahu bertarungkan?" balasnya dengan ekspresi tidak sabar untuk bertarung."tidak kau bersama Yumichika." Balas Hitsugaya dengan nada bicara datar.

"APA!? Hei jangan seenaknya memutuskan kau! Bocah!" keluh Ikkaku yang langsung dihentiakn oleh yumichika."Oi! lepaskan Yumichika! Aku mau bertarung dasar bodoh!" Yumichika hanya tersenyum maklum dan membawa Ikkaku pergi.

'Ini untuk kebaikannya..' batin mereka berempat secara spontan.

(-)

Mereka pun memasang posisi bertarung dalam mode bankai.

"Baiklah kalian siap Renji,Toshiro?" mereka berdua mengangguk tanda mengerti dari aba-aba Ichigo.

"Baiklah kita maju!" mereka bertiga pun pergi ke tempat masing-masing untuk mengepung orang misterius itu.

'sial! Mereka berusaha mengepungku!' batin orang misterius itu. Sementara itu hitsugaya mulai menyerang lebih dulu.

"Daiguren Hyorinmaru! Hyōzetsu!" dari kaki orang misterius itu, es mulai merambat menuju tubuhnya sehingga dia tidak bisa bergerak.

"sekarang giliranku! O Hihi no tsume!" renji melanjutkan dengan menebaskan pedangnya yang dipenuhi energi merah itu.

DUARRRRR!

Orang misterius itu pun terpental dan tertahan oleh tembok jembatan.

"SIAL!" ujarnya kesal

"Ryūō sukēru" Hitsugaya pun menyerangnya dengan mengeluarkan es tipis yang membekulan tangan,kaki,dan tubuh orang misterius itu.

"Ichigo sekarang!" ucap hitsugaya pada Ichigo, dibelakang Hitsugaya Ichigo sedang mengisi energi pada kedua pedangnya dengan mengenakan topeng hollow.

"Getsuga Tenshou!" Ichigo melayangkan serangannya yang berupa dua buah tebasan reatsu yang membentuk huruf 'X' itu pada orang misterius itu

DUARRRR!

"Apa kita berhasil..?"tanya Renji, namun Ichigo dan Hitsugaya malah menunjukan ekpresi kecewa.

"Kuso!" geram Ichigo yang sudah melepaskan hollow modenya.

"tidak...dia berhasil kabur sebelum serangan Ichigo mengenainya, tapi setidaknya kita tahu apa yang kita lawan." Hitsugaya pun mengambil sesuatu dari sakunya,dan mengelurkan sebuah rantai yang putus.

"kapten, apa itu?" Tanya Renji, Hitsugaya pun memejamkan matanya dan bersiap untuk menjelaskannya."Musuh kita saat ini adalah..."

"...Pembunuh dari Neraka..." sontak Renji menjadi kaget, sementara Ichigo hanya memandangi lagit dengan mata yang begitu tajam.

"..Neraka-kah?" ujar Ichigo

Sementara itu..

"Uhuk..uhuk.." dalam keadaan yang sangat gelap orang misterius itu pun mengeluarkan darah segar dari mulutnya, dan dia pun melepas bajunya untuk memeriksa lukanya.

"SIAL!SIAL! padahal sedikit lagi aku dapat mendapatkan dari Klan gadis Kuchiki itu! Kalo saja dia...Kurosaki Ichigo tidak menghalangi sekarang pasti aku sudah dapat menggunakan 'itu'..." ucapnya dengan sangat murka

"cih! Sebenarnya aku masih harus mengincar 4 shinigami lagi, tapi mungkin sekarang itu tidak perlu...karena aku mendapat hadiah dari Ichigo Kurosaki!" ujarnya sambil memegang gumpalan reatsu berwarna hitam.

"sebelum aku menuju dunia manusia targetku untuk perang ini adalah..."

"Soul Society..."

DIA AKHIRNYA MENYALAKAN API PERANG!

A/N : Minna-san,Minna-san mmaf ya kalo updatenya lama soalnya author sedang males mikir dan susah dapet inspirasi*sok kepedean*mungkin minna-san pasti agak bingung dengan alurnya yang rada-rada ini, tapi apalah author Cuma manusia biasa*sok banget* jadi semoga di maklumi..T_T. oh iya soal update selanjutnya author akan usahain update cepat karena berhubung akan libur jadi ada waktu deh! Dan jangan lupa tinggalkan Review juga kripik Kritik dan Saran. Arigatou gozaimasu...