Annyeong~Rere's back!
Mian kalo cerita geje,, typo & alur kecepetan~XD
review please..3
Semakin banyak review, akan semakin cepat Rerepublish chapter berikutnya.^^ Soalnya ff ini uda Rere ketik sampai tamat, tinggal dipublish..hehe XD
Enjoy it!
DLDR!
Ide cerita berasal seutuhnya dari otak Rere~Kalau ada kesamaan dengan FF laen, adalah ketidaksengajaan~~
.::My (Un)Perfect Life::.
Author::Redz Zaoldyeck
Cast:Kim Ryeowook(yeoja),Cho Kyuhyun,Lee Sungmin(yeoja),Jessica, Tan Yesung,dll
Pair::YeWook of course^^
Genre:Hurt/Drama,Love,OOC,Transgender,
Rate: T
Summary:
Harta, Kasih sayang orang tua, Pacar yang perfect sama dengan kehidupan yang yang sempurna. Dan itulah yang dimiliki oleh Ryeowook. Bagaimana jadinya kalau kehidupan sempurnanya berubah 180 derajat dimulai dengan putusnya ia dengan Kyu,ummanya yang hamil lagi& sang bos,Yesung yg super duper menyebalkan!
==================Redz Zaoldyeck Present================================
CHAPTER 3
"Mianhae, Wookie. Jeongmal mianhae.. aku benar-benar minta maaf. Aku mencintai orang lain..."
Jder! Rasanya bagai tersambar petir. Bagaimana mungkin ini terjadi? Hubunganku dan Kyunnie baik-baik saja tapi kenapa Kyu berkata seperti itu? Kyu mencintai orang lain? Sejak kapan? Berarti selama ini Kyu membohongiku. Ia tidak mencintaiku. Itu artinya semua yang ia lakukan selama ini adalah kebohongan, tidak dilandasi oleh cinta. Ini terlalu tiba-tiba. Aku tidak siap...
"Jadi kamu berselingkuh dibelakangku? Kamu tega sekali padaku,Kyu! Kamu jahat!"
Mataku panas, air mataku jatuh dan mengalir kepipiku. Aku tidak bisa menahan gejolak perasaan ini. Rasaya sakit..Hatiku sakit. Kenapa? Kenapa Kyunnie melakukan hal ini padaku? Apa salahku? Apa yang menyebabkan Kyu berpaling dariku? Apakah selama ini aku kurang bisa memahami Kyu? Apa aku terlalu over protective? Apakah aku mengekang kebebasan Kyu? Sepertinya aku tidak seperti itu..Lalu kenapa?
Kyu segera mendekatiku dan memelukku
"Mianhae,Wookie. Aku telah menyakiti dirimu. Aku tidak ingin terus menyembunyikan hal ini padamu. Berpisah, itulah jalan terbaik bagi kita."
Aku tidak menjawab, aku hanya menangis didalam pelukan Kyu.
Kyu, bagaimana bisa kamu sejahat ini sama aku. Aku ga siap, Kyu. Aku ga siap putus denganmu. Aku masih mencintaimu,Kyunnie. Sangat mencintaimu... Jebal, katakan ini hanya lelucon. Ini semua hanya kebohongan! Atau ini hanya hidden camera! Atau.. atau ini hanya mimpi dan ketika ku terbangun semuanya kembali seperti sedia kala!Jebal! Aku benar-benar tidak sanggup menghadapi semua terlampau mencintaimu, sangat mencintaimu, Kyu...Kenapa kamu sejahat ini sama aku?
"Kyu..jahat.. hiks.. kenapa.. hiks.. kenapa Kyu?!"
"Wookie.."
"Kenapa hiks..Kyu.. tega sama aku.. hiks"
"Mianhae..akupun tidak tahu mengapa aku mencintai dia. Cinta datang dan pergi tanpa kita ketahui, Wookie"
"Kyu..hiks..siapa..hiks..yang..kamu..hiks..cintai? "
" Kau tak perlu mengetahui dirinya."
Setelah itu, aku tidak mengatakan apa-apa lagi. Aku hanya menangis dan menangis dalam pelukan Kyu. Aku merasa sangat rapuh, hatiku bagai hancur berkeping-keping. Aku memeluk erat tubuh Kyu, berharap Kyu menarik kembali ucapannya dan berkata ini semua hanya candaannya. Aku tidak ingin melepaskan pelukan ini. Aku tidak mau melepaskan Kyu... Kyu milikku...Hanya milikku...
Egois...Ya, aku akui aku memang egois. Aku menginginkan Kyu. Kyu hanya milikku. Aku tidak mau melepaskan Kyu untuk cewek lain...Tapi... Kyu tidak lagi mencintaiku. Aku tidak mungkin mempertahankan egoku. Aku tidak mau memiliki Kyu namun didalam hati Kyu sudah tidak ada tempat untukku. Aku tidak boleh menjadi yeoja jahat seperti itu. Aku melepaskan diri dari pelukan Kyu dan mengusap air mataku.
"Kyu.. Baiklah.. Kita putus..Semoga kamu..berbahagia dengannya"
"Ya..gomawo sudha mau mengerti, Wookie"
"Kamu pulang duluan saja Kyu. Aku akan pulang sendiri"
"Wookie, kau yakin? Biarkan aku yang mengantarmu"
"Ani.. Aku bisa pulang sendiri"
"aku bisa mengantarmu, Wookie"
"Ani.. Aku ingin sendiri, Kyu. Kamu pulang duluan saja"
"Ani. Aku akan pulang setelah kau naik ke taxi"
"Kyu, kamu pulang duluan saja. Aku masih ingin disini"
"Aku akan menunggumu"
"Aku ingin sendirian, Kyu.. Mengertilah"
"Hmm..Baiklah, aku pulang dulu kalau begitu"
"ne, Kyu. Annyeong"
Sepeninggalan Kyu, aku jatuh terduduk ditempatku berdiri. Kakiku melemah seakan tak mampu menopang tubuhku. Air mataku mengalir lagi bahkan lebih deras. Sakit, rasanya sakit sekali.
Aku tidak pernah menduga hal seperti ini terjadi padaku. Hubunganku dan Kyu baik-baik saja. Apakah semua rasa cintamu untukku telah hilang seluruhnya dan tergantikan dengan cinta untuk dirinya? Apa dirinya lebih baik daripada aku? Apa dirinya lebih berharga dari pada aku, yang telah bersama denganmu selama 2 tahun? Kyu.. semua kegembiraan dan kebersamaan selama 2 tahun bersamamu telah lenyap berganti dengan rasa sakit dan perih ini.
Kyu.. Hubungan diantara kita sudah berakhir.. Kau sudah bukan My Lovely Kyunnie-ku.. Apakah aku akan sanggup menjalani sisa hidup tanpa dirimu? Sanggup ataupun tidak, aku harus bisa menghadapinya. Di hatimu, diriku sudah tergantikan oleh orang lain..
Berpisah adalah hal yang terbaik. Aku tidak ingin memiliki Kyu kalau di hatinya sudah tidak ada tempat untukku lagi. Selamat tinggal Kyu,semoga kamu lebih bahagia bersama dengan kekasihmu yang sekarang.
Aku mengusap air mataku dan segera keluar dari restaurant. Akupun pulang dengan menggunakan taxi. Didalam taxi, aku hanya terdiam. Pikiranku kosong. Aku berusaha untuk tetap kuat dan tegar. Aku berusaha untuk merelakan Kyu. Ya, masih banyak namja yang lebih baik dari pada Kyu di dunia ini. Mungkin Kyu memang bukan ditakdirkan untukku.
Sesampainya di rumah, aku segera masuk ke kamar dan menghempaskan tubuhku ke atas kasur. Setahuku, dikampus Kyu hanya dekat denganku dan Sungmin. Aku tidak pernah melihat Kyu dekat dengan yeoja lain di kampus. Lalu siapa? Siapakah orang yang Kyu cintai sampai ia tega meninggalkanku? Sungmin? ANDWAE! Sungmin sahabat terbaikku. Tidak mungkin ia tega melakukan hal ini. Aarrrgg.. Sudahlah.. Lupakan! Lupakan! Lupakan! Aku harus segera melupakan Kyu! Melupakan namja menyebalkan itu dan memulai kisah yang baru! Tapi.. terlalu banyak kenangan manisku bersama Kyunnie, mulai dari belajar bersama, jalan-jalan, bermain bersama, berlibur bersama, hujan-hujanan.. Semua kenangan itu berputar-putar dalam ingatanku seperti sebuah film. Hiks... Kyunnie...
Tuhan.. Kuatkan aku.. Semoga aku bisa melupakan Kyunnie.. Semoga setelah semua kesedihan ini berlalu, aku bisa menjadi Wookie yang ceria lagi dan menjadi Wookie yang lebih kuat dan lebih dewasa. Amien...
Aku mencintaimu,
Terlampau mencintaimu
Sulit bagiku menerima keputusanmu
Aku ingin bersamamu
Selalu bersama dirimu
Tapi tak ada lagi tempat bagiku dihatimu
Tempat itu telah terisi oleh dirinya
Dirinya yang kau pilih
Aku tak kuasa menahanmu
Kurelakan dirimu bersamanya
Menjadi miliknya
Dan bahagia dengan dirinya..
Terkadang kesedihan datang,
Namun percayalah,
Selalu ada hal yang membawa kegembiraan.
Kegembiraan akan membuatmu melupakan kesedihan dan
menghapus sedikit demi sedikit kesedihan yang kau alami...
Tok tok tok
"Wookie..Wookie"
Err.. Ku buka mataku. Ternyata sudah pagi. Sepertinya semalaman aku menangis sampai tertidur.
Tok tok tok
"Wookie..Wookie.."
"Iya umma.."
Dengan langkah gontai aku berjalan menuju pintu dan membuka pintu kamarku.
"Wookie.."
Umma menyentuh wajahku. Pasti umma sadar bahwa mataku bengkak.
" Waeyo? Kamu menangis?Matamu bengkak..Apa yang terjadi denganmu dan Kyu?"
"Mian umma, aku tidak ingin membahas masalah itu. Biarkan aku sendiri dulu"
"Hmm..baiklah chagi. Mandilah dulu, umma sudah menyiapkan sarapan untukmu. Kamu tidak lupa kan mau ikut mama ke tempat halmeoni?"
Halmeoni? Aigo! Aku benar-benar lupa telah berjanji untuk ikut umma menjenguk halmeoni.
"Akh.. ne umma. Aku tidak lupa kok. Aku akan segera bersiap-siap."
Setelah selesai sarapan, aku dan umma pergi menuju kerumah halmeoni. Rumah halmeoni terletak di pinggiran kota, lebih tepat disebut desa. Halmeoni tidak terlalu menyukai tempat yang ramai, dan lebih menyukai tempat yang tenang dan nyaman.
"Wookie, kenapa kamu membawa pakaian sebanyak itu?Kita kan hanya akan menginap semalam." Tanya umma ketika melihatku membawa sebuah koper besar
"Umma, bolehkan aku menginap selama seminggu. Aku ingin menenangkan pikiranku, umma"
"Baiklah, asal jangan merepotkan halmeoni dan Eunhyuk ya. Kau sebaiknya membantu mereka."
"Iya, umma"
Perjalanan kerumah nenek memakan waktu kurang dari 2 jam. Selama di dalam mobil, aku sibuk bermain dengan NDS yang kubawa. Tiba-tiba aku teringat bahwa aku lupa membawa handphoneku. Sejak semalam handphoneku masih berada di dalam tas yang kubawa saat ke restauran.. Akh, sudahlah. Toh sudah sampai sini, tidak mungkin aku meminta umma untuk kembali kerumah. Ditempat ini aku harus bisa melupakan Kyu! Harus!
~Tbc~
Review3 Review3 No Flame!
Baca FF Rere yang lainnya juga ya~~^^
Follow mysilverangel
