Kisah konyol ini dimulai lagi!

SasoDei! SasoDei! SasoDei!

Coba aja Sasori ga mo sama Deidara, Ao-chan rebut deh jadi: SasoAo.(disambit Deidara)

Thanks yang udah mo sempet-sempetnya kasih review ke cerita ini!

Hhoho, met baca!

--XoX--

Gimana yah? batin Sasori kebingungan.

Apa gua telpon hp-nya mak erot aja yah? Ato gua telpon hp-nya Dedi KokBusyet?Ato gua telpon hp-nya dokter kandungan? Bingung nih ane, batin Sasori lagi.

Apa gua cium Deidara abis itu gua tinggalin yang lainnya? otak mesum dan licik Sasori mulai jalan. (Author dikejar Sasori FC)

Jangan ah, dosa! DJ bisa marah sama gua, batin Sasori yang ketularan Hidan.

Perasaan gua bawa minyak nyong-nyong deh, nih dia! Sasori mengeluarkan sebuah botol kecil dari dalam bajunya.

Hehe, gua pakein aja satu-satu ke semuanya biar bangun. Siapa tau manjur! Mahal neh 1 botol! 500 ribu! Sasori mengoleskan minyak nyong-nyong tersebut ke jidat mereka satu persatu. Tetapi mereka tidak bergeming. Yang ada hanya suara jangkrik jantan berderik-derik godain Sasori: Cowo! Cowo! (Ketahuan deh tuh jangkrik yaoi)

Sasori makin lama makin bingung. Ia mulai putus asa.

Sasori, Sasori!

"Weks, kayanya ada yang manggil gua neh!" kata Sasori kaget.

Sasori, janganlah dikau bingung! Aku, Dewa Jashin akan memberimu penerangan.

"Ya Aulloh, Dewa Jashin! DJ, ane lagi bingung neh! Ane mesti gimana yah?" tanya Sasori.

Jegeerr!!

"DJ, kok ane di samber petir sama dikau sih!?" protes Sasori.

Lu sopan dikit kek sama gua! Udah tau judulnya "Dewa", pake bahasa sopan gitu! Jangan pake bahasa betawi!

"Maafkan hamba, Dewa Jashin. Hamba tidak akan mengulanginya lagi." kata Sasori sopan.

Ya sudah, kali ini aku memaafkan kesalahanmu. Aku akan memberitahumu cara membangunkan mereka semua.

"Beneran DJ!? Wah, makasih banget yah, DJ!"

Jegeerr!!

Lu udah gua bilangin kata 'sopan', masih aja kurang ajar!

"Ampun Dewa Jashin." Sasori nangis.

Iya, iya. Sekali lagi lu kurang ajar sama gua, gua datengin tsunami lo!

"Baik, Dewa Jashin." Sasori nurut aja. Nyesel gua masuk ajaran DJ, batin Sasori.

Nah, cara mengobati mereka adalah kamu mencium mereka satu persatu.

Seperti yang sudah ku duga, batin Sasori.

"Tapi Dewa Jashin, apakah tidak ada cara lain? Bibir hamba bisa jontor seperti Tukul kalau hamba mencium mereka semua." jawab Sasori.

Hmm, cara lain yah. Ada! Caranya, kamu harus nari ala Inul Daratista sambil melempar kelopak 8 bunga mawar.

"Wat de pak!? Nari ala Inul Daratista!? Dewa Jashin, apakah tidak ada yang lebih gentle seperti melawan naga gitu?" Sasori masih keberatan.

Lu mau kaga? Kalo kaga mau yah ga usah.

"Eh!! Ya udah deh, hamba akan melakukannya." kata Sasori terpaksa. Meninganlah daripada cium 8 orang berturut-turut, batin Sasori.

Sasori mulai mengumpulkan 8 bunga mawar. Sebenarnya sama sekali tidak susah mencari 8 bunga mawar, tetapi yang susah adalah nari ala Inul Daratista-nya.

"Dewa Jashin, hamba sudah menemukan 8 bunga mawar! Sekarang hamba langsung goyang aja nih?" tanya Sasori.

Jangan, menarilah di atas meja sambil lempar kelopak bunga tersebut ke lantai.

"Sip!" jawab Sasori.

Sasori mulai naik ke atas meja dan menari ala Inul Daratista. Sedangkan Dewa Jashin sedang menahan ketawa melihat Sasori, sayangnya Sasori tidak tahu kalo Dewa Jashin sedang mecoba menahan tawanya melihat Sasori.

Asoy, bo! batin Dewa Jashin.

Dewa Jashin pun pergi berlalu.

Tiba-tiba Deidara terbangun.

"Lho!? Sasori, ngapain kau nari di atas meja sambil nyebarin bunga!?" tanya Deidara kaget.

Yang lainnya ikut terbangun.

"Wahahahahahahahahahaahahahah!!!!!!!!" tawa semuanya, kecuali Sasori.

"Heh! Gua udah bantuin lu pada biar bangun dari tidur lu pada, lu semua malah ketawain gua!" protes Sasori sambil turun dari meja.

"Whahaha!! Haram deh tuh meja diinjek banci!" teriak Hidan sambil tertawa.

"Wahahahahaha!!!!" yang lainnya makin tertawa kencang.

Bletak!!!

Sasori yang ngamuk memukul kepala mereka semua dengan nampan tempat ia menaruh bunganya tadi. Bahkan Deidara pun di pukul oleh Sasori.

"Aduh, yayang, pelanan dikit kek kalo mukul! Napsu amet mukulnya!" protes Deidara.

"Arggh!! Berisik lu! Lagian gua kan udah bantuin lu pada, lu pada malah ketawain gua!" Sasori ngambek.

"Iya deh, kita semua minta maaf. Tobi kan anak baek, jadi maapin Tobi yah." kata Tobi.

"Ngemeng-ngemeng, siapa lu?" tanya Kisame.

"Aku Sasori, putra Kerajaan negri sebelah." kata Sasori penuh wibawa.

"Kok bisa nyasar ke sini?" tanya Kakuzu.

"Dari kemaren gua uring-uringan gara-gara ga ketemuan sama Deidara berhari-hari. Jadi gua nyasar deh ke sini." kata Sasori sembari mendelik ke arah Deidara.

Muka Deidara memerah.

"Eh, nanti aja mesra-mesranya deh!" sela Zetsu.

"Ok, ok! Sekarang gua mau nanya, kenapa lu semua bisa pingsan bebarengan!?" tanya Sasori penasaran.

"Begini, tadi kita kan lagi makan malam." kata Pein.

"Trus tiba-tiba ada yang gedor-gedor pintu." sambung Kisame.

"Ternyata itu otouto gua yang minta bantuan." kata Itachi.

"Dia minta sedikit perban buat kaki cowonya yang terluka." Zetsu menyela.

"Gila! Muantep tuh cowo! Cakep banget!" kata Hidan.

"Terus kita persilahkan masuk deh dan mereka menjual apel ajaib ke kita." kata Deidara.

"Terus kita makan sama-sama apel itu." sambung Tobi.

"Dan kita langsung pingsan deh." kata Kakuzu.

"Kalo boleh tau, siapa yah nama tuh cowo cakep?" kata Sasori ileran. Sasori langsung disambit Deidara.

"Namanya Naruto, tapi dia udah punya pacar lho! Namanya Sasuke." kata Zetsu.

"Hah!? Sasuke dan Naruto!? Aku tau mereka! Mereka adalah pesuruh Ratu Konan." kata Sasori.

"Apa!? Pantesan mereka memberikan kami apel beracun itu!" kata Pein.

"Langsung tancep aja yuk ke istana buat demo!" kata Hidan.

"Ayo!" kata semuanya.

"Tunggu!" kata Pein sambil pasang muka serius.

"Napa?" tanya Itachi dan Kisame penasaran.

"Gua mau ganti baju terbaik gua dulu buat ketemu Ratu, siapa tau tuh Ratu cakep!" kata Pein mesum.

Semuanya langsung melempari Pein dengan sendal.

"Tunggu!" kata Tobi dengan suara yang menggelegar dan serius juga.

Mereka semua langsung menelan ludah dan bertanya bebarengan. "Napa?"

"Tobi mau ambil mainan Tobi dulu buat main di perjalanan." kata Tobi.

Lagi-lagi mereka semua melempari Tobi dengan sendal.

"Semuanya udah siap?" teriak Sasori.

"Sudah!" teriak mereka semua.

"Ayo kita berangkat!" teriak Sasori lagi.

Mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudra. Bersama teman bertualang! (Author jadi nyanyi sendiri)

Akhirnya mereka sampai ke dalam istana.

Bagaimana dengan prajurit yang menjaga gerbang istana? Mereka semua pingsan karena melihat muka Kisame yang setengah hiu setengah manusia. Lagi-lagi Kisame ngambek.

Pein yang pertama kali melihat Ratu langsung jatuh cinta.

"Will you marry me?" tanya Pein ke Ratu Konan ga tau malu.

"Ah, bisa aja nih! Mau-mau aja deh." kata Ratu Konan malu-malu ayam.

Gagal naek pangkat deh! tangis Kankuro dalam hatinya.

"Tapi kalo lu selingkuh, gua cincang-cincang lu jadi 9 bagian terus gua kasih lu ke buaya gua!" ancem Konan.

Pein langsung mikir-mikir lagi buat kawin sama Konan.

"Ngapain kalian datang kemari!?" tanya Konan menggelegar.

"Nyak! Kok lu jahat amet sih sama gua!? Gua dibuang gitu aja ke hutan, sekarang malah di kasih makan apel beracun." protes Deidara.

"Tau nih! Kita-kita juga kan yang kena getahnya!" protes Kakuzu.

"Alah, nih buat lu pada! Puas sekarang!?" kata Ratu Konan sembari melempar sekarung uang.

"Puas dong!" kata Kakuzu sambil mengambil karung uang tersebut.

"Ya udah, sono pulang!" kata Ratu Konan.

"Ga mau! Rumahku kan di istana ini. Kenapa sih bunda begitu jahatnya sama aku! Apa sebenarnya salahku!? Apakah aku membuat bunda begitu tersiksa sampai aku dibuang ke tengah hutan?" tangis Deidara meledak(buum!). Sasori langsung memeluk Deidara.

Ratu Konan tergerak hatinya.

"Ratu jahat! Kan tante Deidara ga salah apa-apa!" teriak Tobi.

Konan makin tambah merasa bersalah.

"Tau nih! Bisanya cuman bikin masalah aja!" teriak Kisame yang sudah sadar dari ambekannya.

Konan jadi minder.

"Ada apa ini berisik-berisik begini?" tiba-tiba Sasuke dan Naruto muncul.

"Otouto!" Itachi kaget.

"Aniki!" Sasuke juga kaget.

"Lho, kalian saling kenal?" Ratu Konan kebingungan.

"Tentu saja! Mereka berdua kan kakak beradik." kata Zetsu dan Hidan berbarengan.

"Tapi kenapa muka kalian berbeda jauh? Kok Sasuke lebih cakep yah? Sedangkan kakaknya mukanya keriput-keriput begitu?" Konan keheranan.

Sasuke langsung menyanyi lagu "Life is So Cool" by "SweetBox", sedangkan Itachi langsung mencari tali buat gantung diri.

Lanjutt!!

"Ratu, kenapa kau kejam dengan Deidara!? Walaupun dia anak angkatmu, dia tetaplah anakmu!" kata Sasori dan kata-katanya langsung menggugah Ratu Konan.

Ratu Konan kini tambah merasa bersalah. Ratu Konan pun menangis dan memeluk Deidara.

"Maafin bunda yah, nak. Bunda khilaf. Bunda bersalah sekali sama kamu. Apa yang harus bunda lakukan buat menebus semua kesalahan bunda?" tangis Ratu Konan.

"Gimana kalau biarkan mereka semua tinggal di istana ini dan biarkan Deidara menikah dengan Sasori?" tiba-tiba muncul Neji dan Gaara sambil bergandengan tangan dengan mesra. (Author langsung teriak ala YaoiFanGirl)

"Baiklah, aku akan membiarkan kalian semua tinggal di sini dan kau Sasori." kata Konan sembari memandang ke arah Sasori.

"Ya, baginda ratu?" tanya Sasori.

"Kau harus membahagiakan Deidara. Jika ia tersiksa denganmu, maka.." Konan langsung menunjukkan otot-ototnya yang luar biasa dan Sasori yang melihatnya langsung menelan ludah.

"Baiklah baginda ratu, hamba berjanji akan membahagiakan Deidara untuk selamanya." kata Sasori sambil tersenyum hangat.

"Nah, itu dia calon menantu gua!" kata Konan bangga. Konan langsung berbalik arah ke Pein.

"Jadi nikah ga nih, mas?" tanya Konan.

"Err, mikir-mikir dulu deh yah, Ratu." kata Pein.

Pein langsung ditimpuk sama apel oleh Ratu.

Akhirnya, Sasori menikah dengan Deidara. Tidak lupa, Naruto menikah dengan Sasuke dan Neji menikah dengan Gaara.

Mereka pun hidup bahagia di istana tersebut.

--THE END--

Yosh! Udah tamat deh!! ^^

Hho, makasih berat yang udah mau review selama ini dan bilang fanfic bikinan Ao-chan lucu.. . (padahal Ao-chan bilang ga lucu sama sekali lho)

Sekarang, kita ada sedikit interview sama tokoh-tokoh Snow White's Story:

Deidara: "Lagi-lagi gua dijadiin cewe! Ao-chan, kayanya lu seneng banget yah liet gua jadi cewe!"

Ao-chan: "Kaga ah, biasa aja. Sebenernya sih, gua juga kurang suka kalo Deidara jadi cewe, tapi mo gimana lagi!? Namanya juga tuntutan peran."

*semuanya nganggukin kepala*

Sasori: "Tapi kamu tetep manis kok jadi cewe!" *alah! gombal!* (Author lari dari serbuan Sasori FC lg!)

Deidara:
"Ah, mas Sasori bisa aja!"

Sasuke: "Woy! Woy! Mesraan di kamar! Jangan di depan umum begini! Hai, perkenalkan semuanya, aku makhluk terganteng di dunia ini!"

Konan: "Pede banget sih lo! Pelayan gua aja!"

Sasuke: *duduk sendirian di pojok ruangan*

Konan: "Btw, Pein, kita jadi nikah ga neh?"

Pein: "Jadi dong say! Mana mungkin aku menolak nikah sama makhluk tercantik sejagad ini!"

*Semuanya ambil ember buat siap-siap muntah*

Neji: "Enak aja lo! Makhluk tercantik itu Gaara!"

Gaara: *blushing* "Neji, jangan bikin malu ah!"

Kakuzu: "Dari situnya aja ga ada kemaluan, gimana mo malu!?" *sambil ngitung duit*

*Neji langsung kejar Kakuzu*

Sasuke: "Bukan kale! Makhluk tercantik itu Naruto!"

Naruto: "Teme! Malu-maluin aja lu sama kaya Neji!"

Tobi: "Emang yah lu semua tuh pada ga tau malu!" Uchiha Madara mood: ON

*Semuanya langsung kejar Tobi*

Hidan: "Ngapain sih lu pada kejar Tobi? Meningan mari kita doa ke Dewa Jashin!"

Sasori: "Kaga mau! Dendam gua sama si Dewa Jashin!"

Jegeerr!!

*Sasori disamber petir lagi*

Temari: "Nak, kamu ga apa-apa?!"

Shikamaru: "Biarinin ajalah mi, pasti gak apa-apa, namanya juga anak laki-laki. Hoaamm.."

Deidara: "My sweet honey! Are you ok?"

Kisame: "Alah, sok Inggris dikau!"

Zetsu: "Betul! Bahasa Inggris pas-pasan aja dipamerin!"

*Deidara nyambit Kisame dan Zetsu*

Itachi: "Otouto, kau sudah besar yah sekarang."

Sasuke: "Urusan apa gua sama lu!? Mo gua kecil, mo gua gede, terserah gua dong!"

Itachi: "Teganya-teganya-teganya dirimu.." *Itachi nangis termehek-mehek.

Kankuro: "Ratu-ku, teganya dirimu meninggalkan diriku! Padahal aku belum ngomong kata putus!!" *Kankuro nangis*

Konan: "Emang nya kita pernah jadian?" *Konan niru iklan ******

*Kankro nangis meraung-raung*

Orochimaru: "Aku tak mau, di madu olehmu!" *Orochimaru nyanyi dengan tenaga 150 watt.

*Semuanya langsung muntah-muntah*

Ao-chan: "Udah ah! Ancur fic gua gara-gara lu pada!"

Semuanya: "Ya udah, kita berhenti!"

Ao-chan: "Wah! Jangan dong! Kalo lu pada pergi, siapa yang bakalan main di fanfic gua selanjutnya???"

Konan: "Btw, abis ini lu mo bikin fanfic tentang siapa?"

Ao-chan: "Tentang SasuNaru!!"

Sasuke: *Nari kesenengan* "Yessss!!!!!"

Yup, fanfic selanjutnya Ao-chan tentang SasuNaru!!

Tapi Ao-chan masih rada-rada bingung juga, apalagi tanggal 27-3 Juni Ao-chan ada ulangan umum!

Siapa sih yang adain ulangan umum!? Biar Ao-chan rasengan deh!!!

Huhuhu, meningan buat 5 fic sekaligus daripada ulangan umum!

Ngantuk nih, udah jam 3.07 pagi. (Besok Author bangun siang deh, mumpung lagi libur!)

Ao-chan kalo bikin fic ga bisa siang, soalnya ga muncul selera humornya siang-siang begitu. Jadi pas ngantuk, baru bisa bikin fanfic humor. (Betapa anehnya diriku ini)

Makasih yah yang udah setia menunggui fic ini! Ao-chan terharu.. :'(

Ao-chan, Deidara, Sasori, Konan, Pein, Tobi, Itachi, Kisame, Zetsu, Hidan, Kakuzu, Sasuke, Naruto, Neji, Gaara, Temari, Shikamaru, Orochimaru, Kankuro, Dewa Jashin: "Arigatou gozaimasu, minna-san!!"