DISCLAIMER: Ojamajo Doremi © Toei Animation, 1999-2004. Tidak ada keuntungan komersial sepeserpun yang saya dapatkan dari fic ini.
Catatan Author: Yosh, inilah update kedua di minggu ini! \(^o^)/
Sama halnya dengan 'Doremi's Life' chapter 5 dan 'Aiko's Life' chapter 5, chapter yang satu ini juga menceritakan tentang episode-episode terakhir dari season 1. (ehm, rasanya saya nggak perlu terlalu jauh menjelaskan tentang yang satu ini ya?)
Tanpa buang waktu, ini dia!
Hazuki's Life
.
Chapter 4 – Not an Enemy, but a Friend
'Apa kami harus benar-benar bersaing dengan Onpu-chan? Dia itu kan teman sekelas kami,' pikir Hazuki, 'Dia memang murid Majoruka, tapi bukan berarti kami harus bersaing dengannya. Siapapun yang membimbing kami, setidaknya aku, Doremi-chan, Ai-chan dan Onpu-chan sama-sama majominarai. Harusnya kami saling mendukung dan saling mengingatkan satu sama lain, bukannya bersaing.'
Beberapa waktu yang lalu, Maho-dou sempat diambil alih oleh saingan Majorika sejak dulu: Majoruka, tapi untungnya, pada akhirnya Hazuki, Doremi dan Aiko dapat merebut kembali Maho-dou dari tangan Majoruka.
Dan sekarang, Majoruka kembali lagi ke Misora dengan membawa satu-satunya majominarai yang ia didik sekarang, yang juga merupakan teman sekelas Hazuki dan yang lainnya di sekolah mereka: Segawa Onpu.
'Bicara tentang saling mengingatkan, aku merasa bahwa kami harus mengingatkan Onpu-chan untuk tidak menggunakan sihir terlarang lagi, karena aku tidak ingin dia sempat mengalami apa yang pernah kualami saat aku nekat menggunakan sihir terlarang waktu itu...'
Hazuki teringat akan apa yang dialaminya beberapa bulan yang lalu, hanya sehari setelah ia, Doremi dan Aiko lulus ujian majominarai level 7. Ia nekat menggunakan sihir terlarang untuk menyembuhkan seekor kelinci yang dipelihara di sekolahnya supaya ia bisa membuat Nanako (salah satu teman sekolahnya sejak TK dulu) tidak membenci binatang lagi, dan akibatnya, Hazuki sakit demam selama seminggu. Selain itu, selama seminggu itu juga ia tidak bisa menggunakan sihirnya.
'Mungkin saat ini, Onpu-chan masih beruntung karena jimat pemberian Majoruka yang dimilikinya masih berfungsi, tapi... bagaimana kalau suatu saat nanti jimat itu tidak berfungsi? Bukan tidak mungkin bahwa ia akan dihukum seperti aku dulu, bahkan yang lebih parah, dia bisa sampai kehilangan nyawanya sendiri. Pokoknya kami benar-benar harus memperingatkan Onpu-chan tentang hal itu, walaupun mungkin ia hanya menganggap itu sebagai angin lalu saja. Aku harus terus mengingatkan dia, karena aku tidak ingin dia merasakan apa yang kurasakan saat itu. Aku tidak ingin dia celaka karena apa yang ia lakukan sendiri.'
Mungkin saat Hazuki sempat menggunakan sihir terlarang saat itu, ia beruntung karena Jou-sama menjaganya dan membuat hukumannya menjadi lebih ringan, padahal seharusnya ia bisa saja kehilangan nyawanya, karena memang, kondisi kelinci yang ditolongnya saat itu benar-benar kritis. Kelinci itu hampir saja mati, tapi saat ini, Hazuki tidak memperhatikan hal itu. Yang diperhatikannya sekarang adalah bagaimana jika Jou-sama tidak menjaga Onpu, dan disaat yang bersamaan, jimat milik Onpu menjadi tidak berfungsi: hukuman yang didapat Onpu pasti akan menjadi lebih besar.
'Onpu-chan harus tahu kalau ia tidak seharusnya menggunakan sihir terlarang.'
Tapi tetap saja, Onpu menggunakan sihir terlarang. Terakhir kali ia menggunakannya saat ia menolong Hazuki, Doremi dan Aiko untuk menyelamatkan identitas mereka sebagai penyihir, dan kali ini, apa yang dikhawatirkan Hazuki menjadi kenyataan: Onpu dihukum tertidur selama seratus tahun.
Biarpun begitu, Hazuki, Doremi dan Aiko menyadari bahwa kali ini, Onpu melakukannya bukan untuk dirinya sendiri, tapi untuk menolong mereka, karena itu mereka terus memikirkan cara untuk membangunkan Onpu. Atas usul Aiko, mereka lalu pergi ke Majokai dan menanyakannya kepada Jou-sama, sang Ratu penyihir.
Melalui percakapan yang sengit, akhirnya Jou-sama memberitahu mereka cara membangunkan Onpu, dengan syarat, setelah mereka mencobanya, mereka harus berhenti menjadi penyihir, walau usaha yang mereka lakukan berhasil atau gagal sekalipun.
'Kami rela melakukannya untukmu, Onpu-chan, karena kami tidak menganggapmu sebagai musuh,' pikir Hazuki, 'Kami menganggapmu sebagai teman.'
Catatan Author: Yah... mungkin hanya ini saja yang bisa saya tulis disini. I ran out my ideas when I wrote about the first season of this anime. XP
Sabtu depan, saya akan kembali mengupdate fic ini, jadi tunggu aja chapter berikutnya minggu depan ya?
Jangan lupa, kalau mau review, klik tombol biru dibawah ya?
