BITTERSWEET CHAPTER 4

Cast:

~Choi Siwon

~Kim Ryeowook

~Lee Sungmin

~Park Hyungsik

~Lee Donghae

~Kangin

~Lee Eunhyuk

~Cho Kyuhyun

~SeoHyun

~etc (menyusul!)

Genre & Warning: Yaoi

Pairing: SiWook

OoooO

Bip bip bip bip

Alarm dari handohone Ryeowook berdengung keras membuat pemiliknya terpaksa bangun kembali kedunia nyata saat itu juga. Belum juga Wookie membuka mata sepenuhnya, tiba-tiba sebuah suara terdengar menyapa tepat dihadapannya

"Good morning"

Ryeowook refleks hendak bangun untuk duduk tegap, tapi tidak jadi lagi karna kaget melihat seorang pria yang muncul dihadapannya. Yap, ada Siwon yang sedang duduk manis tepat didepan tempat tidurnya.

"Aigoo gamjakkiya. Apa yang kau lakukan disini?" Ujar Ryeowook kaget baru setelahnya mulai mengucek-ngucek matanya

Siwon terkekeh melihat Ryeowook yang terlihat sangat lucu dengan rambut masih berantakan, mata yang masih setengah terbuka dan masih terbalut didalam selimut.

"Membangunkanmu, tentu saja. Sejak tadi para pelayan bulak balik membangunkanmu tapi tidak berhasil, jadi aku menawarkan diri untuk membangunkanmu secara langsung"

Aduhh Ryeowook hanya bisa mendengus kecil mendengar penjelasan Siwon yang masih belum bisa diproses oleh otaknya. Ia jadi sibuk sendiri ditengah ranjang luasnya mencari dan memakai kacamata, dan juga handphonenya. Wookie mengecek waktu sambil menguap.

Hoahh.. seperti biasa banyak sekali notifikasi di handphone nya, dan ternyata sekarang sudah jam 8 pagi. Matahari sudah bersinar terang diluar sana, sedangkan dia.. Ahhh sampai jam berapa aku berkerja semalam? Berapa jam ia tertidur? Haduuhh pikiran Ryeowook baru pelan-pelan kembali sambil ia merangkak bangun dari tempat tidurnya dan buru-buru kabur ke kamar mandi dan walking closet nya; tidak sempat meladeni pria bernama Choi Siwon yang hanya memperhatikannya sejak tadi sambil tersenyum-senyum sendiri. Aigoo lucunya pria satu ini oh?

Flashback tadi malam

22:30

Malam semakin larut sunyi senyap dan sangat damai dikediaman keluarga Kim di tengah pulau Jeju ini. Di paviliun Kim Ryeowook, lampu kamar dua kamar tidur di bangunan tersebut belum juga dimatikan, keduanya masih menyala terang.

Setelah 10 menit menunggu dan menimbang-nimbang, Siwon melangkahkan kakinya dengan perlahan keluar kamar lagi, iseng melihat apa yang sedang dilakukan Ryeowook.

Pintu kamarnya Ryeowook memang sudah tertutup, tapi karna design dan model kamar tradisional yang memungkinkan untuk mengintip dari atas, dan karna Siwon yang tinggi; Jadilah Siwon bisa melihat dengan jelas Ryeowook yang masih melipat kaki didepan meja kerjanya, didepannya tergeletak laptop dan berbagai kertas dan buku-buku tebal.

Siwon mengerutkan dahi dan bibirnya mengetahui pria kecil ini masih saja berkerja hingga jam segini sambil perlahan lahan melangkahkan kakinya kembali kekamar tidurnya sendiri. Ia tidak boleh membuat suara sekecil pun kalau tidak ingin menarik perhatian Ryeowook.

23:30

"Ryeowook sedang banyak belajar teknik terbaik untuk membangun banyak rumah dalam waktu bersamaan, bagaimana mengefisienkan semua prosesnya semaksimal mungkin dan untuk mengontrolnya dengan maksimal juga. Ia sedang belajar lagi karna proyek dari perusahaan kalian ini."

Entah kenapa perkataan Sungmin minggu lau terus terngiang-ngiang di kepala Siwon selama 15 menit terakhir. Ia sudah mencoba tidur, tapi setiap mau mematikan lampu, cahaya dari kamar seberang selalu menganggunya dan membuatnya enggan untuk tidur duluan. Haruskah ia tidur kalau sang tuan rumah saja belum tidur?

Apa yang sebenarnya ia lakukan? Apa Ryeowook sebegitu gila berkerjanya sampai masih saja belajar di tengah malam akhir minggu libur seperti ini?

Melihat waktu sudah hampir menunjukkan pukul dua belas malam, Siwon iseng keluar lagi untuk menjinjit lagi melihat isi kamar Ryeowook dengan hati-hati.

Tidak seperti tadi, kali ini Siwon dibuat tersenyum saat melihat apa yang ada didalam kamar luas tersebut. Dengan hati-hati, mengikuti instingnya Siwon membuka pintu kamar dari kayu dan kertas tersebut untuk diseret kesamping, lalu ia menyelipkan tubuh rampingnya melangkah kedalam tatami ruang belajar kamar tidur tersebut.

Dihadapannya sekarang ada Ryeowook yang sudah tertidur di atas tumupukan buku dan kertas-kertasnya. Laptop Wookie masih terbuka, kakinya masih dilipat, begitu juga dengan kedua lengannya untuk menyangga kepala kecilnya. Tapi Siwon tau, Wookie sudah terlelap. Terlihat jelas dari nafas nya yang teratur dan kedua mata yang sudah tertutup rapat itu, terlihat sangat menawan ditemani bulu matanya yang sangatlah lentik secara natural.

Siwon tidak bisa tidak tersenyum saat mengamati wajah Ryeowook yang sedang tertidur dengan tenang seperti ini. Wajahnya terlihat sangat lelah, tapi itu tidak sedikitpun mengurangi kesempurnaan fisik Ryewook.

Kulit wajahnya sangat mulus. Bulu matanya yang lentik, pipi nya yang agak chubby tapi masih tirus karna ia sangatlah kurus, hidung dan bibirnya yang kecil. Hahh , tidak pernah Siwon sadari betapa menariknya pria dihadapannya ini.

Selesai mengamati Ryeowook, mata Siwon lanjut menerawang buku-buku yang tergeletak dimeja tersebut. Ya, Sungmin ternyata benar (lagi), Ryeowook sepertinya sedang belajar lagi, semua buku-buku tebal berbahasa inggris ini adalah buku arsitektur modern dan gaya industrial, ada juga beberapa tentang taman, dan hiasan natural buatan. Siwon mengetahui semuanya dengan kira-kira menebak gambar cover bukunya. Dan ia yakin karna semua ini adalah konsep dari calon vila yang akan mereka buat di Jeju. di pulau ini.

Walaupun masih hari besar, Ryeowook masuh saja mengorbankan waktu senggangnya untuk mempelajari semua ini. Siwon benar-benar dibuat sedikit terkejut dan senang bisa melihat seorang Kim Ryeowook dari sisi yang seperti ini.

Ryeowook yang dilihatnya dirumah ini sangat berbeda dengan sosok arsitek Kim yang ia lihat diluar. Dan ada sesuatu yang terus menarik Siwon untuk mau tau lebih dan lebih lagi tentang sisi Kim Ryeowook yang satu ini.

Setelah senyum-senyum sendiri selama 3-4 menit lagi, Siwon mengulurkan tangannya untuk meraih tubuh Ryeowook dengan sangat hati-hati, membopongnya dan memindahkannya ke tempat tidurnya yang layak.

Tentu saja Siwon tidak mau Ryeowook sampai terbangun, makanya ia sampai menahan napas dan berjinjit jinjit saat berjalan dilantai beralaskan tatami tersebut. Untungnya Ryeowook tidak sampai bangun juga. Ia hanya melenguh kecil tapi tidak sampai tersadar.

Siwon membukakan selimut dan memasukkan tubuh Ryeowook kedalamnya. Ia juga mengambil kacamata dan handphone Ryeowook dari meja dan meletakkan dua benda itu di samping tubuh Ryeowook masih di ranjang luas tersebut.

Siwon mematikan lampu kamar masih dalam kesunyian. Saat ia hendak keluar kamar, tidak ketinggalan Siwon menutup laptop Ryeowook dulu yang sejak tadi memang masih menyala.

Setelah semuanya selesai, Siwon menenggak satu gelas air lagi untuk meredakan degup jantungnya sendiri dulu, baru setelahnya mematikan lampu dan beristirahat di kamar nya sendiri dengan tenang.

He's probably busy on Monday
Tuesday seems too soon, don't you think?
Wednesday feels kind of awkward
I don't like Thursday for some reason

This Friday
How is this Friday?

OoooO

Jumat 2 minggu kemudian di Busan –Kantor Arsitek Kim & partners

"Ryeowook ssi.. Eodiga?" Tanya Siwon dengan raut wajah sedikit kecewa saat masuk ke ruangan tersebut tapi tidak menemukan Ryeowook disana.

Ryeowook sedang di Seoul. Dia diundang menjadi guest speaker di universitas almamater kami di SNU haha." Jawab Sungmin "Semua materi meeting nya sudah dipersiapkan kok Siwon ssi, anda bisa tenang walaupun tidak ada Ryeowook disini" Sungmin belum menangkap maksud Siwon.

Jadilah Siwon pun diam saja mendengar balasan Sungmin barusan

Disela-sela Siwon meraih handphonenya menulis sebuah pesan singkat pada Ryeowook

Kau sedang berada di Seoul?! Kenapa tidak bilang-bilang kepadaku?

Wae? Kenapa aku harus bilang padamu?

Balas Ryeowook cukup cepat

Kita bisa makan bersama kalau dari kemarin aku tau kau sudah di Seoul

Aku disini untuk berkerja Siwon ssi

Aku tau. Tapi sesibuk-sibuknya kerja bukan berarti tidak ada waktu luang di sore dan malam hari kan?

Ryeowook tidak membalas hingga Siwon sudah selesai rapat.

Dimana kau tinggal?

Untuk apa kau tau?

Untuk menghampirimu dan mengajakmu keluar karna kau tidak akan menghampiriku duluan

Adalah. Tidak usah repot repot Siwon ssi

Ani aku serius bertanya padamu

Siwon mengerutkan dahinya menunggu balasan Ryeowook yang tidak kunjung datang lagi. Duh lagi lagi dicuekkin sama orang ini. Batin Siwon

Untung dia masih berada dikantor Kim karna Eunhyuk yang belum selesai ngobrol dengan Sungmin sejak tadi.

Siwon yang tadinya sudah bersiap menuju mobil jadi berbalik arah menghampiri Eunhyuk dan Sungmin lagi di lobi kantor.

"Sungmin ssi. Eh maaf memotong obrolan kalian"

"Ah Gwenchanende. Kenapa Siwon ssi?" Tanya Sungmin

"Apa kau tau dimana Ryeowook menginap saat ini di Seoul?"

Sungmin berpikir sejenak saat ditanya seperti itu

"Emmm dihotel yang masih ada di komplek SNU aku rasa. Aku lupa namanya apa" jawab Sungmin sambil masih berpikir sebentar

"Ohhh.. Ah ne oke. Terima kasih!" Siwon tersenyum-senyum sendiri lagi srtelah mendapatkan informasih yang sudah lebih dari cukup tersebut.

"Eung "Sungmin lanjut bicara dengan Eunhyuk sedangkan Siwon sibuk langsung mencari nama hotel terdekat di SNU lewat smartphone nya.

Siwon tiba di Seoul sekitar jam tiga sore dan kembali ke kantornya. Kata Sungmin tadi ini sudah hari ketiga Ryeowook di Seoul; besok dia akan kembali ke Busan lagi. Hemm kalau aku tidak menghampirinya hari ini, kita sudah tidak bertemu selama 2 minggu. Pikir Siwon menimbang-nimbang antara untuk mencari Wookie atau tidak.

Eumm ani, aku harus tetap menghampirinya walaupun Ryeowookie tidak menjawab. Ini saatnya kau menunjukkan seperti apa Choi Siwon yng sebenarnya pada Ryeowookie, Ma Siwon. Batin pria tinggi ini sambil menggigit ujung pulpennya menungu waktu agar cepat berlalu ke pukul lima sore.

Di kompleks SNU memang ada sebuah hotel cukup elit yang biasanya dipakai oleh tamu-tamu universitas ternama ini.

Pulang kantor Siwon langsung menyetir mobilnya sendiri menuju hotel tersebut.

"Selamat sore Tuan, ada yang bisa saya bantu?"

Sambut seorang resepsionis saat Siwon datang menghampirinya

"Ah ne annyonghaseyo. Aku ingin menanyakan sesuatu. Teman dekatku sedang menginap di hotel ini tapi aku tidak tau nomor kamarnya dan aku tidak bisa menghubungi nya. Bisakah kalin membantuku untuk menemukan temanku tersebut?" tanya Siwon pelan dengan sopan

Sang resepsionis yang menghadapi Siwon terlihat berpikir sebentar lalu dengan sigap menjawab

"Emm chuesonghamnida tuan, kami minta maaf tapi salah satu peraturan dari hotel kami adalah untuk melindungi informasi pribadi tamu termasuk nomor kamar mereka"

Siwon tau benar peraturan hotel tersebut. Industri ini bulanlah sesuatu yang baru untuknya. Tapi bukan Choi Siwon namanya kalau tidak bisa menghadapi masalah seperti ini.

"Iya aku mengerti, tapi dia adalah teman dekatku…. HyeJin ssi…." Siwon mencoba mengajak bicara dengan lebih pribadi dengan menyebut nama resepsionis yang melayani nya ini yang ia baca dari badge di dada kirinya.

"Dan aku benar-benar perlu menemui nya hari ini juga; aku mendapat info dari universitas kalau ia menginap disini. Bisakah kau membantu sekali ini saja, ne?"

Siwon masih mencoba membujuk dengan tatapan mautnya. Sayang staff hotel yang satu ini masih tidak bisa luluh dengan bujukan Siwon.

"Mohon maaf sekali Tuan, tapi kami benar-benar tidak bisa memberikan informasi tersebut.

Yang paling banyak bisa kami lakukan hanyalah mengecek apa teman yang Tuan maksud menginap di hotel ini atau tidak"

Siwon mengangguk mengerti tapi masih tidak kehilangan akal

"Emm ne aku mengerti kalau begitu. Em kalau begitu bisakah kau panggilkan supervisor atau manager front desk mu? Aku ingin bicara dengannya"

Sang resepsionis tersebut terlihat sedikit terkejut saat Siwon meminta untuk bertemu dengan atasannya. Apa pria ini mau melapor macam-macam?

"Aniyo aku tidak ingin membuat keluhan. Aku hanya perlu bicara dengan manajer hotel ini saja. Bisakah kau menghubunginya dan katakan kalau Choi Siwon sedang berada di lobi? "

Siwon meyakinkan staff tersebut dan akhirnya sang resepsionis itu pun memenuhi keinginan Siwon

10 menit kemudian sang manager front desk hotel tiba di lobi untuk menyambut Siwon secara langsung. 15 menit kemudian, sang manager sudah ada didepan komputer mengecek data para tamu. 20 menit kemudian, Siwon sudah mengetahui nomor kamar Wookie dan sekarang ia sedang memegang telepon lobi hotel menunggu Wookie untuk mengangkat teleponnya.

Ya, aku memang sekeren itu, aku tau. Pikir Siwon bangga dalam hati. Koneksinya sangat luas di bidang perhotelan bintang 5 di Seoul. Nama dan reputasinya cukup terkenal, jadilah dengan mengobrol dan meyakinkan sedikit saja, tidak sulit untuk membuat manager front desk hotel memberikan informasi yang ia perlukan.

Café di Ground Floor -Lobby Hotel

"Siwon ssi"

"Hey"

Siwon tersenyum lebar dengan bangga dengan ekspetasi pasti Ryeowook akan melihatnya dengan tatapan bingung waaa kenapa kau bisa tau dimana aku tinggal? Saat pria mungil ini tiba dihadapannya.

Yap, Pasti begitu, hahaha

Tapii kenyataannya, ekspetasi Siwon tersebut harus dikuburnya dalam dalam saat melihat Ryeowook yang datang dengan wajah datar dan hanya menanyakan satu kalimat sambil melipat kedua tangannya di dada

"Kenapa kau kesini?"

"Aku tau dari Sungmin kau bermalam disini. Dan mencari namamu di resepsionis". Jawab Siwon langsung sambil tersenyum

"Aku tidak bertanya hal itu. Aku tanya untuk apa kau kesini?" Balas Wookie dengan nada bicara yang masih pelan dan rendah.

"Untuk bertemu denganmu tentu saja. Bagaimana kalau kita malam bersama?"

Siwon mencoba santai dihadapkan dengan pertanyaan Ryeowook yang sangat lagsung seperti itu. Mencoba menahan rasa kecewanya menghadapi Ryeowook yang sepertinya tidak terlalu senang untuk bertemu dengannya lagi. Ani, sabar Siwon. Sabar. Hmpphhh.

"Wae? Kenapa aku harus makan malam bersamamu?"

"Tentu saja untuk ngobrol dan mengenalmu lebih jauh. Salah?"

Dan akhirnya Choi Siwon sudah mulai tidak bisa bersabar lagi.

Ryeowook hanya masih mendengarkan.

"Memang wajahku terlihat seperti orang jahat sekali ya hingga untuk pergi denganku saja kau takut sekali?

Aku ingin bertemu denganmu karna kita belum bertemu minggu ini. Wae? Salah?" tanya Siwon bertubi-tubi.

Ryeowook terdiam sebentar mendengar ucapan Siwon barusan

Siwon melihat Ryeowook yang mengenakan sweatshirt biru, jeans santai dan sebuah sepatu tertutup. Pria ini tinggal butuh jaketnya saja. Cuaca nya masih agak dingin diluar

Siwon menghempaskan nafas panjang sejenak mencoba terlihat cool. Walaupun ia tidak tau apa strategi terakhirnya ini akan berkerja atau tidak. Setidaknya ia harus mencoba.

"Ambillah jaketmu agar kita bisa jalan keluar. Aku mengajakmu makan malam sebagai teman supaya bisa mengenalmu lebih jauh.

Apa kau mau memakai jaketku saja? Aku masih punya jaket cadangan dimobil sih" Ujar Siwon kali ini dengan nada serius. Ia tidak boleh terintimadasi dengan segampang itu.

"Ani, aku akan ambil jaketku sebentar. Tunggulah disini" balas Ryeowook akhirnya dan dia menghilang dari pandangan Siwon lagi keluar dari kafe tersebut.

"Yess! Berhasil! Selamat Choi Siwon akhirnya kau bisa menaklukkan Ryeowook selangkah lebih dekat lagi!" Siwon komat kamit sendirian merayakan keberhasilannya saat Ryeowook sudah membalikkan pundaknya pergi menjauh

OooooO

"jadi kau mengisi kuliah di Seoul Nationa University dua hari ini?" tanya Siwon saat seorang pelayan baru saja berlalu membawa pesanan mereka kebelakang untuk segera dibuat.

Siwon dan Ryeowook makan di sebuah restoran Korea tidak jauh dari kampus. Restoran yang tidak mewah tapi juga tidak kecil, lebih kearah restoran normal dimana mereka bisa ngobrol dengan santai.
"ya, aku dimintai tolong oleh dosenku dulu.."

"memangnya kau pernah kuliah di SNU ya? Bukannya kau kuliah di Inggris?" tanya Siwon penasaran.

Ia tau benar Ryeowook lulus kuliah dimana. Dari ia belum menginjakkan kaki di Busan dan tau alamat perusahaan Ryeowook pun, Siwon sudah mempelajari profile dan cv seorang Kim Ryeowook karena kemampuan dan image positif nya di masyarakat..

"ya, aku hanya satu tahun di SNU, setelahnya transfer ke universitas disana"

"ohhhh" Siwon mengangguk-angguk sendiri mendengarnya

"em"

Ryeowook hanya mengiyakan sambil memperhatikan keadaan disekitarnya.

"apa kau merasa deg-degan bicara didepan banyak orang seperti itu?" tanya Siwon mencoba membayangkah rasanya bicara didepan puluhan mata dengan mic apalagi saar harus membawakan 'ilmu' terhadap orang-orang tersebut

"hmm lumayan, tentu saja nervous pada awalnya, tapi aku sudah mulai terbiasa setelah beberapa kali"

"eummm" Siwon mengangguk lagi

"mata kuliah apa yang kau bawakan?"

"salah satu pelajaran wajib dasar arsitektur. Sebanarnya aku tidak mengajar.. hanya lebih ke menceritakan pengalaman apa saja yang aku sudah lewati, bagaimana keadaan sebenarnya di dunia nyata saat ini dan di lapangan langsung, dan memaparkan sedikit teori didalamnya. Lebih ke sesi informal sih, aku kembali sebagai alumni saja" jawab Ryeowook.

"tetap saja keren" ujar Siwon dengan jujur.

"pasti waktu di tahun pertama mu nilai mu bagus-bagus semua"

Ryeowook hanya menggulum senyum tipis dan tidak menjawab

"kau itu dari dulu memang sudah mau menjadi arsitek ya?" tanya Siwon lagi setelah beberapa detik terdiam

"eung, kenapa?"

"ani, enak saja jadimu. Bisa tau apa yang sebenarnya kamu mau dan sukai, menekuninya, dan berhasil didalamnya" ujar Siwon sambil mengangkat sebelah alisnya.

"memang apa yang kamu tekuni sekarang tidak kamu sukai?" tanya Ryeowook pelan

"aniyo… tapi yah sejak dulu aku tidak pernah punya preference khusus didalam satu bidang, Aku mempelajari ilmu bisnis untuk melanjutkan usaha keluarga, baru setelahnya aku menemukan passion ku sebenarnnya saat sudah terjun langsung ke dunia pekerjaan" ujar Siwon menjelaskan

"sedangkan kau Ryeowook ssi; lebih bebas, tau apa yang kau inginkan sejak awal dan menekuninya hingga bisa se-sukses ini" Siwon menutup penjelasannya dengan senyum

"aniyo… kalau kau bilang aku beruntung bisa menemukan passion ku sejak usia muda, sepertinya itu hanya tergantung dari keadaan kita tumbuh saja menurutku.

Setiap orang punya alasan pribadi kenapa ia menyukai satu bidang yang mereka bisa tekuni. Dalam kasusku aku memang bercita-cita ingin membangun rumah yang nyaman dan aman untuk banyak keluarga di daerah sekitarku, makanya dari situ aku menggunakan kemampuanku untuk mewujudkannya" gantian Wookie yang menjelaskannya

"tapi menurutku tidak pernah ada istilah terlambat untuk seseorang menemukan passion nya. Ada yang setelah berkerja puluhan tahun, ada yang sampai harus belajar semuanya dari awal lagi, tapi memang itulah yang terpenting sebenarnya. Untuk kita menemukan sesuatu yang kita bisa nikmati untuk dikerjakan.

Setidaknya selama kau bisa menikmati pekerjaanmu saat ini, tidak penting kapan kau menemukan passion mu tersebut dan apa yang sudah kamu lewati sebelumnya dan seberapa banyak waktu yang terbuang sebelumnya.

Aku kira yang penting sekarang adalah asalkan kau bisa menikmati pekerjaan sesuai passion mu. Itu saja"

Siwon tersenyum sendiri mendengar jawaban bijak Ryeowook barusan

"ya itu benar. Apa yang kau katakan semua ada benarnya"

Secara tidak sadar kedua pria ini bertukar senyum tulus dengan satu sama lain. Tidak ada paksaan, perbincangan mereka mengalir seperti air sambil mengajarkan banyak hal kepada satu sama lain.

"tapi tetap saja kau pasti sangat pintar! Sungmin ssi saja yang lulusan SNU juga tidak diundang menjadi guest speaker disana"

ucap Siwon sambil mengangkat garpunya, siap melahap hidangan mereka yang baru saja tiba

"aniyo.. Sungmin melanjutkan Master nya di Korea University makanya dia tidak dipanggil untuk bicara di SNU, hahah" jawab Wookie (SNU dan Korea Uni itu saingan berat) "dia sesekali diundang keacara alumni Korea Uni juga kok. Sungmin tidak kalah pintar dan berbakat dibanding aku"

Siwon tertawa kecil sambil masih mengunyah mendengar pembelaan Ryeowook soal Sungmin barusan. Ya, dari percakapan sederhana seperti ini saja, sebenarnya kita bisa membaca kepribadian seseorang dengan baik dari hal se-simple ini.

" oh ya,ngomong-ngomong soal belajar dan berkerja; setidak nya kau tidak harus stress saat belajar karna sudah mempelajari apa yang kau sukai Ryeowook-ah, tidak dipaksa seperti aku dulu" ujar Siwon lagi ditengah percakapan mereka

"animnida, tidak segampang itu juga Siwon ssi. Jangan kau kira kalau hidupku selama ini juga datar-datar sajaa" balas Ryeowook sambil membersihkan mulut dengan napkin nya

"wae?"

"appa juga tidak mengijinkanku belajar arsitektur saat kuliah dulu, ia hanya ingin aku melanjutkan ke bisnis juga" jawab Ryeowook.

Oh iyaa.. benar juga.. Selama ini Siwon sudah kepikiran, agak aneh Ryeowook bisa berbeda sendiri lebih memilih jadi arsitek daripada mengurus bisnis ayahnya di Jejudo.

"lalu, kamu kok bisa terus menjadi arsitek?"

"aku tidak merubah jurusanku walaupun appa memintanya. Tanpa ia ketahui aku terus lanjut 2 tahun universitas belajar arsitektur, bukan bisnis atau ekonomi atau finance seperti keinginannya" jawab Ryeowook dengan enteng "saat aku hampir wisuda appa baru tau kalau aku adalah bachelor of engineering, bukan bachelor di bisnis ataupun ekonomi walaupun dialah yang membayarkan semua uang sekolah ku selama bertahun-tahun"

Dan Choi Siwon pun dibuat ternganga sebentar saat mendengar jawaban Ryeowook barusan.

OooooO

TBC!