Title : Trust Me It Will All be Good
Author : Feodora Lee
Genre : Drama, romance
Rating : T
Summary : Kau yeoja murahan yang tidak ada bedanya dengan pelacur jalanan./Kyumin/GS/RnR please
Disclaimer : Cerita ini adalah semata-mata untuk menghibur dengan ide yang pas-pasan dan cerita yang biasa, dikupas secara tidak rinci tetapi mempunyai kesenangan sendiri baik penulis maupun yang membaca #disclaimer apa ini. Ok Kyuhyun dan Sungmin milik Tuhan YME begitu juga dengan author dan readers. Jadi berbahagialah kita sama-sama dimiliki Tuhan. ok
Warning : ini fanfic GS. Karena untuk kebutuhan alur cerita. Jadi jika kalian yang tidak suka dengan ff GS langsung aja tinggalkan ff ini. Bukan bermaksud untuk mengusir tapi untuk menghindari adanya bash or flame. Romance, angst, typo
Don't like, don't read n don't copas
Happy reading
.
.
.
.
.
.
Sungmin POV
.
Apa yang harus aku lakukan sekarang. Hidupku hampa tanpa adanya kepercayaan darinya. Sampai kapan ini berlanjut? Kapan ini akan berakhir? Aku selalu bermohon pada yang Maha Kuasa untuk memberiku kesabaran dan membantuku menelesaikan masalah rumah tanggaku. Ku tahu Tuhan tak akan membiarkanku seperti ini terlalu lama. Semuanya akan indah pada waktunya.
Aku begitu sedih melihat keadaan rumah tanggaku sampai-sampai anakku, ah tidak anak kami tidak lagi mendapat perhatian dari ayahnya. Ini semakin buruk saja.
'Kyu, kau harus percaya dan ku harap aku bisa kuat untuk bertahan. Aku takut nantinya aku akan lelah dengan sikapmu ini dengan keadaan kita seperti sekarang ini.'
Ku pandang wajah aegya kami, dia terlihat begitu polos saat tertidur. Tidurnya yang begitu pulas hingga tak menyadari sentuhanku yang mengelus rambut tipisnya. 'walaupun wajahnya mirip denganku tapi sifatnya mirip seperti appanya. Ku harap anakku kelak menjadi orang yang bijaksana.'
Donghae-ah kenapa kau seperti ini? Aku tidak mengenalmu ketika kau berbuat hal semenjijikan itu terhadapku. Kau bukan orang yang seperti itu, itu bukan kau yang biasa.
.
Sungmin Pov And
.
.
0o0o0o0o0o0o0o0o0
.
.
.
"Min"
"Hyukkie"
"Wae? Ada masalah lagi? Apa kalian masih belum berbaikkan? Apa Kyu masih terus memukulmu? Ini sudah kelewatan min-ah. Kau harus bertindak."
"Tidak lagi Hyukkie tapi sekarang dia mendiamkanku dan ini telah berlangsung satu bulan belakangan ini. Aku begitu sedih akan sikap dia sekarang. Aku begitu tersiksa dengan sikapnya itu. Apa yang harus aku lakukan?" Kini Sungmin mencurahkan isi hatinya kepada teman yang dia percayai. Setidaknya dengan mencurahkan isi hatinya kepada seseorang akan mengurangi bebannya yang dia hadapi saat ini. Sampai akhirnya Sungmin mengeluarkan air matanya, menangis di hadapan sahabatnya sungguh sangat tidak biasa dilakukannya. Menyadari keadaan Sungmin yang lagi menangis Hyukkie memeluk Sungmin, menenangkan temannya yang mempunyai beban berat saat ini. Hyukkie yang bernama asli Lee Hyukjae ini mencoba membagi kehangatan kepada sahabatnya saat ini.
"Tenanglah Minnie, kau harus tenang dan berfikir jernih. Ku tahu itu memang berat dan tak mudah tapi yang bisa kau lakukan hanya bersabar. Kyuhyun memang sudah keterlaluan kali ini. Aku begitu iba atas keadaanmu. Jika kau sudah tak tahan kau bisa mengambil tindakan. Kau tidak bisa selamanya seperti ini Minnie-ah."
"Apa yang harus ku lakukan Kyukkie? Aku tidak tahu tindakan apa yang harus ku perbuat untuknya?"
"Kau harus berbicara kepadanya. Tanya mau dibawa kemana keadaan yang seperti ini."
"Aku sudah mencobanya, tapi dia menolak untuk bicara kepadaku"
"Ini gawat. Dia telah keterlaluan sekali. Min, tetaplah bersabar" Hyukkie tetap memeluk temannya dan menenangkan Sungmin. 'Aku harus bertemu dengan namja bodoh itu. beraninya dia menelantarkan sahabatku seperti ini' batin Hyukkie.
.
.
.
.
0o0o0o0o0o0o0o0o0
.
.
.
.
Hyukkie membuka paksa pintu ruang kerja Kyuhyun setelah berdebat kecil dengan sekretaris baru Kyuhyun yang tidak mengetahui namanya. Kyuhyun kaget dengan suara keras yang menghantam pintu ruang kerjanya.
"Kau lelaki brengsek. Kenapa kau memperlakukan istrimu dengan tidak baik? Kau menelantarkannya setelah kau menyiksanya. Sungguh kau namja yang tak punya hati".
"Apa-apaan kau Hyukkie? Beraninya kau masuk membuat keributan di kantorku. Dan untuk apa kau sibuk mengurusi rumah tanggaku. Itu bukan urusanmu".
"Bukan urusanku? Jika Sungmin tak menceritakan ini kepadaku aku tak akan mau mengurusimu. Dia sahabatku dan dia terluka karenamu. Apa begitu sikap suami terhadap istri?"
"Dia istriku dan dia tanggung jawabku. Kau tak berhak mencampurinya".
"Aku berhak dan aku bisa saja melaporkan tindakanmu ini kepada pihak yang berwajib karena kau telah melakukan tindak KDRT. Kau tahu, kau telah menyiksanya lahir batin".
"Cih, kau jangan sok tahu. Dia yang berselingkuh dengan teman sepermainannya yang dari dulu menyimpan perasaan terhadap istriku. Aku melihat langsung dia bermesraan bersama namja brengsek itu. Kau tidak tahu betapa sakitnya hatiku saat mengetahui itu dan melihat langsung dengan mata kepalaku sendiri. Dan kau jangan coba mencampuri urusanku terhadap istriku".
"Kau tidak mendengar penjelasan Sungmin. Apa kau pernah bicara baik-baik kepadanya? Bahkan dia yang ingin bicara denganmu untuk menyelesaikan masalah yang terjadi terhadap kalian kau tidak mengindahkannya. Kau hanya menghindarinya kerap kali dia ingin bicara denganmu. Apa seperti itu sikap suami terhadap istri? Kau tak kasihan dengan aegya kalian?"
"Sudah ku bilang itu bukan urusanmu. Kau pergilah dari sini jika hanya membahas hal ini. Aku tak ingin membicarakannya denganmu."
"Cih, kau akan menyesal nanti. Jika kau seperti ini terus Sungmin tidak akan tahan dan memilih pergi dari hidupmu dan jika kau telah menyadari semuanya, kau telah terlambat dan penyesalanmu nantinya tidak ada gunanya lagi", ancam Hyukkie lalu pergi begitu saja meninggalkan ruangan Kyuhyun. Kyuhyun terdiam. Tidak tahu apa yang harus dilakukannya saat ini. Melanjutkan pekerjaannya pun tidak akan mengembalikan pikirannya terhadap pekerjaan yang ada di hadapannya sekarang karena perkataan Hyukkie barusan.
"Dia mengancamku"
.
.
.
0o0o0o0o0o0o0o0o0
.
.
.
Kyuhyun pulang dari kantornya setelah seharian penuh berkutat di kantor miliknya. Dia masih saja memikirkan perkataan Hyukkie dan ingin secepatnya bertemu dengan istrinya.
Dia melihat istrinya di dapur sedang memberikan makan anak mereka. Di lihatnya muka anaknya yang belepotan dengan makanan. Anaknya sedang menggelengkan kepala tidak ingin lagi memakan makanan yang diberikan ibunya terhadap anaknya tersebut.
"Chagi ayo dimakan." Sungmin mencoba memasukan sendok yang berisi makanan lagi untuk anak mereka tapi anak itu tetap menggeleng.
"Ayo makan chagi. Aaaaak. Buka mulutnya." Sungmin masih saja mencoba lagi memberikan makan anaknya tapi anak mereka bersih keras menolak makanan itu.
"Huufffft. Baiklah, jika tidak mau makan lagi Minhyun tidak eomma beri susu saat hendak mau tidur nanti." Ancam Sungmin kepada anaknya.
"Eomma susu", kata anaknya
"Makan dulu ne? nanti akan eomma beri susu untuk Minhyun". Lalu Sungmin memberi lagi suapan lagi kepada anaknya, sang anakpun menerima pasrah makanan yang diberi eommanya.
Melihat itu Kyuhyun menyadari dia telah menelantarkan anak mereka. Setelah pertengkarannya dengan Sungmin, Kyuhyun tidak lagi memerhatikan anaknya. Jangankan menyentuh sang anak, menyapa anaknya saja sudah tidak pernah lagi. Tapi untuk saat ini Kyuhyun malas untuk memperbaiki hubungannya dengan yeoja yang bersama anak mereka. Dia masih belum menerima kenyataan yang dihadapinya saat ini.
"Minhyun," ucap Kyuhyun kepada sang anak.
"APPA" teriak anak mereka yang tak menyangka sang appa telah pulang. Sang anak begitu senangnya telah bertemu dengan sang appa, Minhyun merentangkan tangannya agar sang appa menggendongnya.
"Ternyata anak appa begitu merindukan appa yahh?" ucap Kyuhyun sambil menggendong anak mereka. Sungmin yang masih memegang sendok untuk memberi makan sang anak terhenti dan akhirnya terdiam. Melihat reaksi istrinya, Kyuhyun melirik sang istri tapi tak berapa lama Kyuhyun kembali fokus terhadap anaknya.
"Appa bogoshippoyo". Minhyun memeluk sang appa melepas rindu kepada appanya.
"Nado chagi"
"Minhyun bobo sama appa", kata anaknya sambil mengeratkan pelukannya didekapan sang appa.
"Ne, malam ini Minhyun akan tidur dengan appa". Kemudian sang anak mengangguk setuju.
.
.
.
.
.
.
"Kenapa Minhyun belum bobok?"
"Uuggghhh.. susu appa. Mana susunya?"
"Minhyun mau susu?"
"Ne, Minhyun minum susu.. susuu appa. Susu.. mau susu"
"Baiklah appa buat dulu ne!" Kyuhyun pergi meninggalkan anaknya di kamar miliknya, menuju dapur. Sebelum sampai menuju dapur Kyuhyun melewati kamar anaknya. Tanpa niatan yang berarti Kyuhyun membuka pintu kamar sang anak dan melihat yeoja yang berstatus sebagai istrinya tidur memunggunginya. Kyuhyun yang masih di depan pintu sang anak tak berani masuk menghampiri sang istri. Ketika hendak beranjak dari kamar anaknya untuk kembali menuju dapur Kyuhyun melihat sang istri berbalik. Sungmin membalikan tubuhnya dan betapa kagetnya Kyuhyun melihat sang istri yang tertidur mengeluarkan air mata. Walaupun air mata itu sedikit mengering Kyuhyun tahu sebelum istrinya tertidur, istrinya telah menangis sejadinya, tapi rasa sakit yang begitu besar dirasakan Kyuhyun saat ini belum sedikitpun berkurang dengan menghela nafas berat Kyuhyun kembali keniatan awalnya.
"Ini susunya" Kyuhyun memberi susu untuk anaknya yang menunggu dari tadi, dengan antusiasnya Minhyun menggambil susu dari tangan appa dan meminumnya segera.
"Minhyun, apa selama ini eomma tidur di kamar Minhyun?" Tanya Kyuhyun kepada anaknya
"Ne.", ucap anaknya cepat sambil menganggukkan kepala sambil memunum susunya secepat mungkin.
"Jadi kenapa Minhyun tidur dengan appa?" Tanya Kyuhyun penasaran.
"Rindu appa. Minhyun mau sama appa." Kini anaknya ngambek. Minhyun mengerucutkan bibirnya mirip dengan Sungmin istrinya.
"Jangan ngambek seperti itu. Maafkan appa ne? Akhir-akhir ini appa sibuk". Kyuhyun mengusap kepala anaknya dengan kasih sayang penuh. Sang anak menunduk cepat dengan lugunya.
"Sudah habis susunya, ayo kita tidur!" Kyuhyun mengajak anaknya untuk tidur kembali.
"Appa. Eomma bobok sini".
"Eommamu sudah tidur chagi. Ayo kita tidur juga." Kyuhyun menidurkan anaknya dan menyelimuti tubuh sang anak. Kyuhyun tidak lagi menelantarkan sang anak. Cukup satu bulan belakangan ini dia melupakan anaknya karena masalahnya dengan sang istri. Dia ingin menebus segala kesalahannya dengan sang anak dan berniat menghabisi waktu bersama jagoan kecilnya. Walaupun begitu Kyuhyun masih heran dengan keadaan istrinya yang habis menangis itu, namun hatinya masih sakit. Dia telah disakiti begitu dalam.
'Wanita itu layak mendapatkannya' batin Kyuhyun.
.
.
.
.
.
Pagi harinya Sungmin menghampiri Kyuhyun yang baru membuka pintu kamarnya. Sungmin sudah tidak tahan lagi. Dia sudah muak dengan semua ini. Dengan tergesa-gesa Sungmin menelusuri lorong rumahnya dan menghampiri Kyuhyun yang hendak mau pergi.
"Kyu, kita harus bicara. Aku tak peduli kau mau mendengarkan atau tidak. Ini serius. Aku sungguh tidak tahan dengan sikapmu ini terhadapku. Aku harus bagaimana lagi untuk kau mempercayaiku?. Aku begitu sakit kau ginikan. Marahlah kepadaku jika kau marah, tapi jangan seperti ini. Berhentilah bersikap dingin dan menganggap aku tak ada." Kini Sungmin tak kuasa menahan air matanya yang sedari tadi ingin keluar. Walaupun air matanya telah keluar Sungmin mencoba tegar. Berharap ini akan berakhir.
"Berhentilah menangis. aku tak akan luluh dengan air matamu. Dan lagi, kenapa kau beritahu keadaan kita dengan Hyukkie sahabatmu itu? kau ingin mendapat pembelaan? Aku jadi berfikir, ada baiknya jika kita pisah," ucap Kyuhyun dan seketika itu juga Sungmin terbelalak. Begitu tak percaya dia akan pendengaran yang dia dengar saat ini. Ini jauh lebih menyakitkan.
"Kau bercanda Kyu?" Sungmin masih tak mempercayai ucapan yang dilontarkan Kyuhyun suaminya.
"Ani, aku tak bercanda. Aku serius. Aku sudah muak denganmu."
"Kyu, hiks…hiks.." Sungmin pergi meninggalkan Kyuhyun suaminya. Dia begitu terkejut, tak menyangka akan seperti ini jadinya. Kali ini sakit yang dirasanya bertambah berlipat ganda. Beribu kali lipat sakit ini begitu perkataan itu keluar dari mulut namja yang di cintainya.
.
.
.
.
.
0o0o0o0o0o0o0o0o0o0
.
.
.
.
Sungmin Pov
Aku akan baik-baik saja. Aku yakin. Ini tak akan berlangsung lama. Kenapa masih sakit? Oh Tuhan tolong jauhkan hal-hal buruk yang ada di pikiranku.
'Kyu, ini tidak benarkan? Ini tidak akan terjadikan? Kenapa bisa seperti ini? Bukan ini yang ku inginkan. Pisah? Aku tak ingin ada kata itu. Ku mohon dengan sangat Tuhan bantulah aku!"
"Hiks…hikss ini teramat sangat sakit.. hiks".
Sungmin Pov End
.
.
.
.
.
.
.
.
0o0o0o0o0o0o0o0
.
.
.
.
.
.
"Eomma"
"Eomma". Minhyun memanggil sang eomma yang sedari tadi tidak kelihatan keberadaannya.
"Huuueeeee….. eomma….. hiks…hikss eomma….". Minhyun menangis sejadinya memikirkan sang ibu yang menghilang setelah lelah dalam pencariannya.
GREK
Pintu rumah terbuka menandakan ada orang yang datang. Lama tak menemukan orang di dalam rumah segera berjalan ke arah dapur berharap yang dicari ketemu dan benar saja baru mendekati lorong dapur ia menemukan yang dicari.
"Minhyun sedang apa di sini?" Dengan sigap dia menggendong Minhyun yang masih setia menangis.
"jangan menangis lagi ne? appa ada di sini". Ternyata yang datang adalah Kyuhyun yang telah pulang dari kantornya.
"Eomma…eomma…..hhhhhuuueee eomma"
"Dimana Eomma emm?" Anaknya menggeleng tanda dia tak mengetahui dimana keberadaan sang ibu.
"Hiks..hiksss Eomma"
"Sudah, jangan menangis lagi, appa ada di sini. Minhyun mau apa?"
"Eomma… hueeeee…huee" Minhyun semakin menangis.
"Baiklah chagi kita akan mencari eomma bersama yahh… jangan menangis lagi". Sambil menenangkan aegyanya Kyuhyun berjalan menelusuri sudut rumahnya. Di dapur sudah di pastikan tidak ada Sungmin karena sedari tadi dia bersama anaknya tidak ada tanda-tanda bahwa Sungmin berada di dapur miliknya. Begitu juga di ruang tamu dan kamar anaknya, lalu kemana Sungmin berada sekarang? Tidak mungkin dia meninggalkan anaknya sendiri di rumah tanda penjagaan darinya. Kyuhyun mulai frustasi atas pencariannya. Dia mulai marah akan ketidakadaan Sungmin yang sedari tadi di carinya. Muncul pemikiran-pemikiran buruk yang terlintas dalam benaknya sehingga menambah emosi yang ada pada dirinya.
'Sungmin kemana kau? Teganya kau meninggalkan Minhyun demi kesenanganmu.'
Setelah lelah dangan pencarian yang sia-sia Kyuhyun memutuskan untuk menyudahinya dan meletakkan anaknya ke dalam kamar amknya setelah itu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang telah bekerja seharian di kantor. Tapi begitu di membuka pintu kamar mandi yang ada di kamar miliknya betapa kagetnya Kyuhyun mengetahui Sungmin yang tergeletak tak berdaya. Sungmin pingsan dan tanpa berfifkir panjang Kyuhyun mengangkat sang istri dan merebahkannya di tempat tidur milik mereka.
"Sungmin"
.
.
.
.
.
.
.
.
"Eeenghhhh" Sungmin perlahan membuka mata dan menguceknya. Butuh waktu beberapa detik matanya beradaptasi dengan keadaan sekitar sampai dia melihat dengan jelas sekarang dia berada di kamar miliknya oh tidak lagi semenjak satu bulan yang lalu tepatnya Kyuhyun tak memberi izin Sungmin untuk menempati kamar yang dulunya milik mereka dan sudah satu bulan lebih Sungmin dan Kyuhyun pisah ranjang walaupun tidak pisah atap.
Setelah 2 jam Sungmin pingsan akhirnya dia sudah sadar. Mata Sungmin menjelajah kamar yang di tempatinya sekarang berharap dia menemukan seseorang yang dicarinya. Ternyata tidak ada. Hanya dia sendiri yang berada di kamar milik Kyuhyun.
Tidak ingin belama-lama Sungmin berada di kamar milik suaminya, Sungmin segera beranjak untuk meningalkan kamar tersebut. Ketika Sungmin tengah berdiri datanglah Kyuhyun dari luar pintu masuk ke tempat Sungmin berada.
Sungmin takut Kyuhyunnya marah lagi. Takut karena telah ketahuan masuk ke kamarnya, pingsan di kamar miliknya dan berlama-lama berada di dalam kamarnya belum lagi tatapan dingin Kyuhyun terhadapnya membuat ketakutannya bertambah berkali lipat. Sungmin segera mundur beberapa langkah dari hadapan Kyuhyun.
"Mianhae,, aku..aku tidak bermaksud masuk ke kamar. Maaf"
"…" Kyuhyun hanya diam
"Aku..aku keluar" Sungmin bergegas pergi dari kamar tersebut dan ketika melewati Kyuhyun Sungmin berlari secepat mungkin.
.
.
.
.
Sungmin Pov
.
Kyuhyun begitu menakutkan. Dia bahkan tak berkata sepatah katapun kepadaku. apa benar dia begitu membenciku? Sebegitu bencikah dia terhadapku. Bahkan sampai aku pergi dari hadapannyapun dia tak bergeming.
'Apa yang harus aku lakukan'
'Apa dia benar-benar meninggalkanku'
'Jika benar aku harus bagaimana'
Aku tak sanggup lagi berfikir lebih jauh tentang apa yang akan terjadi kedepannya terhadap kehidupanku. Kepalaku semakin pusing. Aku tidak kuat untuk menahan tubuhku. Tiba-tiba
GREP
Ada seseorang yang menolongku. Aku hampir saja terjatuh, sungguh aku begitu bersyukur, tapi siapa yang menolongku?
'Apa mungkin'
"Kyu" Aku begitu terkejut ternyata Kyuhyun yang menolongku yang hampir saja terjatuh ke lantai karena tidak kuat menahan diriku.
Kyuhyun membawaku ke kursi terdekat. Aku tak berani melihat matanya. Sungguh dia membuatku sangat-sangat takut. Aku tak mau dia semakin membenciku sehingga aku memilih diam. Takut salah-salah kata yang membuatnya semakin marah kepadaku.
Beberapa menit lamanya kami hanya diam tak bersuara. Aku benar-benar gelisah karena sejak tadi pandangannya terus melihatku. Atu tak berani memandangnya sehingga aku hanya menunduk.
.
Sungmin Pov End
.
.
.
.
.
Author Pov
.
Sudah beberapa menit lamanya Kyuhyun dan Sungmin hanya terdiam tak ada satupun dari mereka yang memulai pembicaraan. Sampai akhirnya
" Apa yang sedang kau pikirkan?" Kyuhyun memulai percakapan.
" Tidak ada" Sungmin masih saja menunduk masih tak berani memandang Kyuhyun
" Kenapa kau bisa pingsan?"
" Aku,, tadi aku.. aku hanya kelelahan" jawab Sungmin pelan.
" Benarkah?"
" Aku memang kelelahan".
'Sakit. Hatiku terasa sakit. Dia tidak mempercayaiku lagi. Dia memandangku dengan tatapan curiganya bahkan kau merasa ada tatapan jijik. Aku tak tahu lagi harus bagaimana. Aku pasrah. Apa yang akan terjadi nantinya aku tak bisa lagi berbuat apapun dengan apa yang terjadi selanjutnya di kehidupanku kedepan'.
Kenyataanya Sungmin memang kelelahan. Terlalu banyak berfikir tentang rumah tangganya sampai dia tidak selera makan dan akhirnya tidak makan sama sekali. Hanya Kyuhyun yang ada dipikirannya hingga dia pingsan tak sadarkan diri.
"Apa yang kau fikirkan?" Tanya Kyuhyun lagi
"Tidak ada", jawab Sungmin. Sungmin sungguh berhati-hati dengan perkataannya kali ini dan Sungmin kembali menunduk diam.
"Apakah kau tahu apa yang sedang aku fikirkan? Kyuhyun kembali bertanya setelah Sungmin menjawab seadanya dan kemudian diam.
Sungmin menjawabnya dengan gelengan kepala tanda dia tak tahu apa yang Kyuhyun fikirkan saat ini.
"Aku tak yakin dengan rumah tangga ini akan berlanjut. Aku juga tak ingin kita akan seperti ini terus maka lebih baik kita pisah saja. Ini yang terbaik untukku dan untukmu" Kyuhyun akhirnya memutuskan apa yang akan di tempuhnya kini setelah sekian lama dia berfikir akan kelangsungan rumah tangganya sampai akhirnya dia benar-benar mengahirinya dengan keputusannya yang dianggap oleh Kyuhyun ini adalah jalan yang terbaik.
Sungmin hanya diam. Untuk beberapa waktu lamanya dia hanya diam mematung. Jujur Sungmin juga tak tahu arus bicara apa dan bagaimana. Tak ada yang bisa dilakukan Sungmin saat ini. Tubuhnya yang kenyataannya begitu lelah dan lemas tak bertenaga begitu terkejut dengan semua perkataan namja yang sangat dicintainya ini.
Menangis. Sungmin tak bisa lagi mengeluarkan air matanya. Seakan air matanya telah habis karena setiap malam Sungmin hanya menangis memikirkan hubungannya dengan Kyuhyun dan akhirnya ketakutannya yang selama ini di buangnya jauh-jauh menjadi kenyataan. Kyuhyun telah mengatakannya. Kyuhyun memutuskannya dengan caranya sendiri. Sungmin berharap ini hanya mimpi, Sungmin berharap dia salah mendengar tetapi semua yang didengarnya barusan benar-benar terlontar dan terucap dari mulut Kyuhyun sendiri. Sungmin tidak bisa lagi memungkirinya ataupun menolaknya. Dia telah mengatakan pasrah. Pasrah dengan takdir apa yang menantinya.
Di pihak lain Kyuhyun menunggu. Menunggu reaksi Sungmin. Menunggu apa yang akan di katakana yeoja yang saat ini masih menjadi istrinya. Dia meyakinkan hatinya bahwa keputusannya ini tidak salah. Dia tekatkan dalam hati.
Perlahan Sungmin menggerakkan tubuhnya berhadapan dengan namja tampan masih sebagai suaminya. Diberanikannya memandang wajah Kyuhyun. Sungmin melihat pancaran mata Kyuhyun dan mencari kebenaran dari mata Kyuhyun dan memang Sungmin hanya menemukan keseriusan dari Kyuhyun. Akhirnya Sungmin yakin bahwa Kyuhyun kali ini benar-benar serius. Serius meninggalkannya dan serius menceraikannya.
"Baiklah"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
Mianhae.. jeongmal mianhae telah menelantarkan ff ini dan readers.
Feo baru saja selesai PPL. Semalam lebih tepatnya Feo resmi selesai PPL setelah tiga bulan menjalankan PPL yang menurut Feo sanagtlah berat dan penuh tantangan. Jauh dari orang tua, tinggal di kos bersama teman-teman teamwork yang memang letaknya di sebuah desa, mengapdi dengan masyarakat yang ada di sana. Sungguh pengalaman yang sangat luar biasa.
Dan setelah merasa sangat bersalah kepada readers semua akhirnya saya melanjutkan ff ini. Chapter kali ini sangatlah panjang bukan? Jika kalian masih merasa belum panjang dan cerita ini tambah ngawur, Feo sebagai author minta maaf karena belum memberikan yang terbaik.
Doain Feo ya… semoga semester kali ini mendapat nilai yang baik. Amin dan cepat lulus. Amin.
.
.
.
Jika ada yang kesal atau masih kesal sama author silahkan deh di review. Tulis semua keluh-kesah kalian sama author yang tidak berperasaan ini.
.
.
Feo harap kalian sedikit terobati dnegn jalan cerita ff ini.
Selamat menikmati chapter ini.
Dan untuk ff Feo "For My Brother" dan "Crash Love" belum Feo lanjut. Mungkin minggu depan. Bagi yang penasaran sama dua ff Feo ini bersabar yahhhh.. Feo akan memberi yang terbaik untuk semua ff Feo.
.
.
Cahpter kali ini tidak feo edit. Alasan malas, capek dan ngantuk. Jadi maaf aja terdapat banyak sekali typo yang berserakan di ch ini. Sama dengan perkataan Feo yang sebelumnya, semua ff saya terdapat banyak sekali typo dan begitulah saya sangat susah terhindar dari namanya typo jadi harap maklum aja. Ok
.
.
Sampai disini dulu yahh…. Terimakasih bagi para readers yang begitu setia menantikan fanfic ini dan terimakasih bagi readers yang udah meripiu begitu juga dengan siders yang setia menjadi siders.
Ch kali ini Feo tidak bisa membalas tapi di ch selanjutnya akan Feo rangkap. Ok
Sampai Jumpa
