Title : Only You
Main Cast : Wonkyu, SiChul
Genre : Angst, Romance
Disclaimer : Super Junior adalah milik mereka sendiri. Saya hanya meminjam wajah dan nama. Kalo Kyuhyun sih punya saya /plak
Warning : Typo(s), OOC, Yaoi
NOTES : Kalau FF ini saya bikin jadi chapter gak apa2kan? soalnya ternyata kepikirannya chapteran :D
Sementara itu di Rumah sakit Seoul, tepatnya ruang ICU, dokter beserta perawat-perawat lainnya tengah mengusap bulir-bulir keringat yang mengalir didahi mereka. Berusaha menyelamatkan nyawa seorang anak muda yang berada diambang kematian. Melakukan CPR untuk memacu jantung anak itu lagi.
"Bertahanlah Kyuhyun-ah.."Dokter yang sudah dekat dengan Kyuhyun itu berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan anak itu. Tubuh Kyuhyun terbanting sekali lagi. belum ada tanda-tanda CPR yang dilakukan berhasil.
'Kumohon. Kau harus selamat.'
Chapter 3
.
.
.
Dokter muda itu keluar dari ruang ICU dan membuka maskernya.
"Bagaimana, Yun? Keadaan Kyuhyun?"Heechul bertanya pada Yunho, dokter yang selama ini menangani Kyuhyun. Ia menghela napas.
"Ia sudah melewati masa kritisnya. Tapi sudah kubilangkan, jangan biarkan ia berada disituasi yang membuatnya tertekan. Kau tahu jantungnya lemah, Heechul."Jelas Yunho. Kyuhyun sudah seperti dongsaengnya sendiri. Selain karena Kyuhyun yang sering sekali berobat padanya, Yunho memiliki seorang dongsaeng yang seumuran Kyuhyun. Membuat Yunho menyayangi Kyuhyun juga.
"Tertekan?"Tanya Heechul. Yunho mengangguk.
"Ia stress Heechul. Ia juga terlihat lelah."Ujar Yunho lagi.
"Kyuhyun akan segera dipindahkan ke ruang rawat biasa. Nanti kalian bisa menjenguknya."Heechul mengangguk. Setelah itu Yunho pergi meninggalkan Heechul dan Siwon.
Heechul terduduk di kursi. Siwon duduk di sebelah Heechul dan merangkul pundak kekasihnya.
"Tenanglah Heechullie.. Kyuhyun pasti tidak apa-apa. Dia sudah bisa dijengukkan? Ayo kita masuk."Ajak Siwon.
"Ja-jangan. Kau tidak usah masuk Siwonnie."Ujar Heechul cepat.
"Hum? Waeyo?"Tanya Siwon bingung.
"Aku.. Aku hanya ingin berdua dengan adikku hari ini."Jawabnya akhirnya. Siwon mengangguk ragu.
"Baiklah.. Kalau begitu aku pulang dulu."Siwon mengecup dahi Heechul dan tersenyum padanya kemudian berlalu pergi.
Entah kenapa Siwon sedikit kecewa karena sekali lagi Heechul tidak mengijinkannya bertemu dengan adiknya, Kyuhyun. Sebenarnya Siwon ingin memastikan, apakah Kyuhyun adik Heechul adalah Kyuhyun yang ditemuinya di danau atau bukan. Siwon masih ingat dengan jelas, senyuman anak itu saat ia membantu Kyuhyun berdiri. Matanya berbinar dan senyumnya merekah. Membuat Siwon ingin terus melihatnya. Siwon menggelengkan kepalanya. "Jangan pikirkan hal aneh Choi Siwon."Ujarnya pada diri sendiri.
Sepeninggal Siwon, Heechul masih terus memandang Siwon sampai laki-laki tampan itu tak terlihat lagi.
"Tu-Tuan muda Heechul.."Panggil seseorang.
"Ryeowook?"Ryeowook terlihat sedikit gugup. Bagaimana tidak? Ia melihat namja yang selama ini dicintai tuan muda kecilnya, ternyata adalah kekasih kakak Kyuhyun sendiri.
"Tuan muda Kyuhyun sudah sadar.."Katanya sopan. Heechul mengangguk.
"Aku akan segera masuk."Jawabnya dibalas bungkukan badan Ryeowook.
Heechul menghela napasnya. Entah belakangan ini, jika mau bertemu Kyuhyun ia merasa tidak nyaman. Tentu saja itu karena ia menyembunyikan sesuatu dari adiknya itu. Akhirnya ia berjalan memasuki kamar Kyuhyun.
.
.
.
CKLEK
"Kyu?"Kyuhyun menoleh kearah pintu yang terbuka. Heechul, hyungnya.
"Heechul hyung.."Jawabnya dengan suara seraknya. Mulut dan hidungnya masih tertutupi oleh masker oksigen. Heechul tersenyum.
"Kau sudah baikkan, Kyu?"Tanya Heechul kemudian duduk dikursi yang tersedia disamping tempat tidur Kyuhyun.
"Hm.."Jawabnya.
Tiba-tiba pintu kamar Kyuhyun terbuka lebar.
"Kyuhyun!"Seorang wanita langsung menghampiri Kyuhyun didampingi laki-laki paruh abad dibelakangnya.
"Umma, appa.." mengelus dahi Kyuhyun. Menyingkirkan poni yang menutupi rambut anak bungsunya.
"Kyu.. Kau membuat umma khawatir. Apa kau baik-baik saja, sayang?"Tanyanya dengan nada cemas.
"Aku baik-baik saja umma.."Jawab Kyuhyun lemah. Heechul hanya duduk diam. Tak ada salah seorang dari orang tuanya yang menyapanya. Tak menganggapnya ada.
"Ah, umma, appa, lebih baik aku pergi dari sini.."Ujarnya lembut. Mr dan Mrs. Cho menoleh.
"Heechul? Kau ada disini, nak?"Ujar Mrs. Cho sedikit kaget. Heechul tersenyum paksa.
"Ne. Daritadi aku disini. Umma dan appa tidak menyadarinya?"Tanyanya.
"Maaf Heechullie. Appa tidak melihatmu. Tadi appa dan umma sangat khawatir pada Kondisi adikmu."Jawab sang appa.
"Hm.. Aku keluar dulu"Jawab Heechul lalu melangkahkan kakinya kearah pintu keluar. Sebelum itu ia memandang Kyuhyun yang kini sedang dibelai oleh . Ia rindu. Merindukan sentuhan ummanya. Kehangatan umma dan appanya. Ia kemudian menggelengkan kepalanya lalu keluar dari kamar itu.
Kyuhyun terus memandangi Heechul sampai hyungnya itu keluar dari kamarnya. Entah, ia merasakan tatapan kecewa dari hyungnya. Ada apa?
'Heechul hyung..'
.
.
.
Heechul menghapus air mata yang mengalir dipipinya. Ia benci terlihat lemah seperti ini. Air matanya terus mengalir tanpa henti. Ia mengambil ponselnya dari saku celananya. Memutuskan untuk menghubungi kekasihnya.
"Wonnie.. Bisakah kau ke rumah sakit lagi? Aku ada ditaman.."Ujarnya dengan suara serak.
"Chullie? Waeyo? Kau menangis?"Tanya Siwon dengan nada cemas.
"Kumohon temani aku. Hiks."Akhirnya isakan yang ditahan Heechul keluar juga.
"Baiklah.. Kau tunggu disana. Aku akan segera kesana."Jawab Siwon.
.
.
.
"Umma, appa pulanglah. Aku baik-baik saja.. Sebelum pulang mengobrolah dulu dengan Heechul hyung. Aku yakin ia merindukan kalian.."Ujar Kyuhyun. Sang umma membelai kepala Kyuhyun.
"Iya sayang.. Kau baik-baiklah. Appa dan umma akan pergi Jepang setelah ini. Yah.. Mungkin untuk beberapa minggu. Jangan terlalu lelah. Kau tahu sendirikan kondisi tubuhmu.."Nasihat sang appa.
"Ryeowook, Kyuhyun kuserahkan padamu. Jaga dia selama kami pergi. Arasseo?"Perintah .
"Baik tuan, nyonya."Jawab Ryeowook.
"Appa dan umma pergi dulu, ya?"Kyuhyun mengangguk sambil tersenyum kecil. Ummanya mencium kening Kyuhyun lalu pergi bersama Mr. Cho.
"Ryeowookie.. Aku ingin jalan-jalan keluar.."Rengek Kyuhyun.
"Tidak, Kyu. Kau harus istirahat."Kyuhyun mempoutkan bibirnya kesal. Ryeowook menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah laku Kyuhyun. Iba juga saat melihat wajah Kyuhyun yang pucat dan kurus lebih dari biasanya.
"Hm.. Baiklah. Aku akan mengajakmu jalan-jalan keluar. Jangan cemberut begitu. Aku jadi ingin memakan pipimu. Kau tahu?"Canda Ryeowook. Kyuhyun tersenyum lebar walau disertai dengan gerutuan kecil dari mulutnya.
.
.
.
Kyuhyun menghirup udara segar ditaman rumah sakit. ia memejamkan matanya. Ia bosan seharian di ranjang rumah sakit. Matanya tertuju pada Heechul yang terduduk di kursi taman dengan wajah murung. Kenangan hari kemarin, saat melihat Siwon dan Heechul berciuman masih melayang-layang dipikirannya. Memikirkannya saja Kyuhyun sudah mau menangis lagi.
Ia menggelengkan kepalanya. Mencoba menghilangkan kenangan buruk itu dari pikirannya. Ia sedikit tersenyum. Bagaimanapun Heechul kakaknya, haruskah ia membencinya?
Kyuhyun menjalankan kursi rodanya kearah Heechul. Sendiri? Tentu saja. Kyuhyun meminta Ryeowook untuk meninggalkannya sendiri. Kalau ada Ryeowook, ia tidak mungkin mendapatkan ketenangan. Ia pasti membicarakan menu-menu barunya yang ia ciptakan. Sebenarnya Kyuhyun tidak keberatan. Ia hanya butuh ketenangan untuk saat ini. Untuk, yah.. Kalian pasti tahu untuk apa.
Tangan Kyuhyun berhenti memutar kursi rodanya saat melihat Siwon menghampiri Heechul. Heechul langsung memeluk namja gagah itu. Siwonpun membalas pelukannya itu. Kyuhyun mematung mendengar tangisan kakaknya. Ia jarang melihat Heechul menangis.
Taman itu memang sedang sepi. Kyuhyun sendiri kini berada dibelakang kursi taman itu, tepatnya dibelakang sebuah pohon yang cukup untuk menghalangi dirinya.
"Wae Chullie-ah?"Tanya Siwon lembut. Ia menghapus airmata yang menghiasi mata indah Heechul. Tangan Kyuhyun mengepal melihatnya. Ia mengigit bibirnya. Cemburu.
"Bolehkah aku bercerita padamu?"Tanya Heechul dengan suara serak. Siwon mengelus rambut Heechul.
"Tentu saja. Ceritakanlah padaku."Jawabnya.
"Aku.. Merasa tersisihkan.."Ujarnya. Dahi Kyuhyun mengernyit heran. Tersisihkan?
"Umma dan appa.. Hanya mementingkan Kyuhyun."Jantung Kyuhyun berdebar mendengar pengakuan sang kakak.
"Jangan bicara begitu Chullie.."Ujar Siwon.
"Tidak! Appa dan umma benar-benar hanya menyayangi Kyuhyun. Bahkan mereka tidak pernah menanyakan kabarku, bahkan mereka tadi tidak menyadari keberadaanku!"Ujarnya penuh emosi.
"Hei hei.. Tidak ada orang tua yang tidak menyayangi anaknya.. Mereka pasti menyayangimu. Mungkin mereka tahu kalau Kyuhyun lebih butuh perhatian daripada kau. Kau tahu bukan? Fisik Kyuhyun lemah.."Jelas Siwon.
Heechul menggelengkan kepalanya. "Tidak.. Sejak Kyuhyun lahir.. Semua perhatian hanya tercurah padanya. Aku.. Aku benci Kyuhyun!"Ucapan menyakitkan itu keluar dari bibir Heechul. Kyuhyun hanya mematung. Benci? Heechul membencinya? Air bening itu mulai mendesak untuk keluar.
Kyuhyun menggerakan kursi rodanya kembali. Ia tidak bisa mendengar lebih dari ini. Ia masih tak bisa menerima kenyataan kalau kakaknya membencinya. Ia terus berjalan meninggalkan pemandangan menyakitkan itu. Meninggalkan Heechul yang kini sedang berada dipelukan Siwon.
.
.
.
"Kau sudah bisa pulang ke rumah hari ini."Ujar Yunho. Kyuhyun tersenyum kecil.
"Terima kasih hyung."Jawab Kyuhyun singkat. Yunho mengernyit heran. Biasanya Kyuhyun akan sangat senang kalau sudah boleh pulang ke rumah. Tapi kali ini berbeda. Setelah mengucapkan terima kasih padanya, Kyuhyun hanya menatap jendela dengan pandangan kosong.
Yunho menghela napas. "Kyu.."Panggilnya. Kyuhyun menoleh.
"Kau ada masalah?"Tanyanya. Ia mendudukan dirinya disisi tempat tidur Kyuhyun. Memandang mata Kyuhyun dengan mata elangnya.
Kyuhyun menggeleng. "Tidak ada hyung."
"Aku tahu kau bohong. Kau tidak seperti biasa, Kyu."Jawab Yunho. Keheningan menghampiri ruangan itu untuk sementara.
"Yunho hyung.. Kalau kau disuruh memilih.. Kau akan memilih orang yang cintai, atau saudaramu?"Tanya Kyuhyun tiba-tiba.
"Hei.. Kenapa kau bertanya seperti itu?"Yunho menatap Kyuhyun bingung.
"Jawab saja hyung.."
"Kalau kau bertanya hal itu padaku, aku juga tidak tahu, Kyu. Aku tidak bisa memilih antara Jaejoong dan Changmin. Keduanya begitu berharga bagiku. Aku akan berusaha untuk mempertahankan mereka berdua. Bagaimanapun caranya."Jawab Yunho. Kyuhyun menatap mata Yunho. Mempertahankan keduanya? Bisakah?
"Kenapa kau bertanya seperti itu?"Tanya Yunho. Kyuhyun menggeleng.
"Tidak ada apapun.."
.
.
.
"Selamat datang kembali!"Ryeowook langsung menyambut Kyuhyun yang baru masuk ke dalam rumah. Mr dan Mrs. Cho tersenyum melihat kedekatan Ryeowook dan Kyuhyun.
"Kyuhyun-ah.. Drama favoritmu sudah mau mulaikan? Kau mau menonton bersama appa? Appa dan umma akan berangkat ke Jepang besok."Ujar Mr. Cho. Kyuhyun terdiam.
"Em.. Tidak usah. Aku lelah.. Sepertinya aku mau tidur saja. Appa menonton saja bersama Heechul hyung. Heechul hyung juga sangat menyukai drama itu."Ujar Kyuhyun dengan senyum lirih. Sang appa menganggukan kepalanya.
"Baiklah.. Umma akan mengantarmu ke kamar." sudah bersiap mendorong kursi roda Kyuhyun.
"Tidak usah. Aku sendiri saja umma. Umma dan appa temani Heechul hyung saja. Filmnya sudah mau mulai. Selamat malam.."Ujar Kyuhyun lalu menjalankan kursi rodanya.
Sebelum membuka pintu kamarnya, Kyuhyun menoleh kearah keluarganya yang kini sedang menonton drama komedi favoritnya. Mereka tertawa bersama. Alangkah bahagianya dirinya kalau bisa bergabung bersama. Tertawa bersama.. Namun Ia urungkan niatnya. Ia tak mau merusak kebahagiaan Heechul dengan kehadirannya disana.
Perlahan ia memasuki kamarnya dengan lunglai lalu mengunci pintu kamarnya.
.
.
.
Kyuhyun mendorong kursi rodanya kearah laci kamarnya. Mengambil benang biru yang akan menjadi topi yang rencananya ingin diberikan pada Siwon. Ia melanjutkan pembuatan saputangan itu dengan penuh perasaan.
Jam 12 malam telah berlalu. Mata Kyuhyun sudah menyiratkan kelelahan. Tapi tangannya terus merajut.
"Kau harus kuat, Cho Kyuhyun.. Kau pasti bisa. Ini.. Yang terakhir.."Ia bermonolog. Terakhir? Ya.. Yang terakhir.. Sebelum ia melepas Siwon untuk Heechul. Ia tersenyum lirih. Bulir air mata itu kembali membasahi pipinya. Tapi bibirnya tetap mengulas senyum. Walapun senyum itu terkesan dipaksakan.
"Dengan ini.. Selamat tinggal Siwon hyung.."Ujarnya.
TBC
.
.
.
Benarkah Kyuhyun menyerah?
Tunggu di Chapter berikutnya ;)
.
.
Sorry for late update ;) biasa.. saya sibuk sama urusan sekolah..
readers smua.. saya harap smuanya pada gak ngejek Heechul sampe segitunya yah.. saya liat bbrp review banyak yg bikin saya bersalah bikin Heechul dengan karakter begitu. ingat yah ini cuma FF.. hehehe.
Maaf juga buat WonKyu moment yang super sedikit. di chap depan baru ada wonkyu moment lagi. chap ini saya fokusin di konflik keluarganya dulu.
Jangan bosan untuk mereview yah.. karena satu review kalian bikin saya semangat menulis disela-sela kesibukan ^^
sedikit sedih karena review di prolog sampai 64 review, sedangkan disini hanya 49.. T_T saya harap yang lain review jg ya.. ;)
-kkyu32-
Thanks to :
iloyalty1/ xiankyuxiankuihyun/ Sora Hwang/ Blackyuline/ choYeonRin/ siscaMinstalove/ InspiritBlue/ wkyjtaoris ALL/ ReeGirlz0312/ Kayla WonKyu/ Fitri MY/ YukimaruNara/ Augesteca/ ghaida/ ratnasparkyu/ Indy/ anin arlunerz/ denia/ lovsslikes96/ Han Eunkyo/ shin min hyo/ rikha-chan/ vieta kyu/ wonnie/ chomhia/ Merry Bloom/ tya andriani/ amanda wu/cece/ Irmawks/ KyuChul/ Choihyun93/ BFM/ NaraKim/ Anakwonkyu Bingoo/ sansan/ andiera kim/ vihyun/ minions/ Cho Yura/ yuu kyuke/ Han Eunkyo/ shakyu/ lea/ MissBabyKyu/ Sparkyu
