JEALOUS?

.

.

Cast :

Kim Mingyu

Jeon Wonwoo (GS)

Kwon Soonyoung

Lee Jihoon (GS)

Yoon Jeonghan (GS)

Wen Junhui

.

.

Note : Just for fun! Happy Reading!

Wonwoo sedang berada di salah satu supermarket besar, ia sedang menemani kekasihnya belanja bulanan.

Awal bulan, suasana ramai ditambah hari libur.

"Kamu mau beli apa lagi sayang?" Mingyu menawarkan kalau Wonwoo ingin menambah belanjaan.

"Aku ke rak sebelah sana ya, mau ambil cemilan"

"Hmm ambil saja, aku ke tempat daging ya" lalu mereka berpencar. Saat Mingyu sedang mendorong troli belanjaannya ia melihat seorang gadis terlihat kesulitan ingin mengambil barang dirak yang tinggi.

"Uuh uuh tinggi sekali" gadis itu mencoba menjulurkan tangannya dan berjinjit meraih benda yang diinginkan.

Seketika Mingyu yang memang memiliki tinggi badan yang menjulang membantu gadis itu mengambil barang dan memberikannya.

"Oh, kamsahamnida" gadis itu berterima kasih lalu menghadap Mingyu.

"Oh Noona, Jeonghan Noona" Mingyu terkejut dengan gadis didepannya.

"Oh Mingyu-ya. Oh astaga aku tak menyangka akan bertemu denganmu disini" mereka bersalaman.

"Hahaha benar, sudah lama sekali ya sejak Noona lulus duluan" Jeonghan adalah kakak kelas Mingyu di SMA.

"Noona sama siapa?"

"Oh aku sendiri"

"Jinjja masa gadis cantik seperti Noona pergi sendiri?" Mingyu tersenyum sambil melirik kearah Jeonghan yang saat itu berpakaian dengan kemeja pas body dan rok mini hingga membuat lekuk tubuhnya terlihat sempurna.

"Kamu belanja bulanan?" Jeonghan melirik troli yang didekat Mingyu.

"Hmm iya, karena aku tinggal sendiri disini"

"Oh, apa nomormu masih yang lama?"

"Iya masih Noona, kenapa?"

"Hmm lain waktu kalau ada kesempatan kita reuni dengan mantan pengurus OSIS lain"

"Wah boleh Noona"

"Oke, aku duluan Mingyu-ya"

"Ne, Noona hati-hati"

Lalu Jeonghan pergi meninggalkan Mingyu, Mingyu masih menatap tubuh Jeonghan hingga menghilang diantara kerumunan orang. Tanpa ia sadari ada sepasang mata memandang tajam kearahnya.

.

.

Sepulang dari belanja, mereka terdiam dimobil. Mingyu fokus menyetir, sementara Wonwoo yang duduk disebelahnya terlihat asik main ponselnya. Mingyu hanya melirik sekilas kearah kekasihnya yang cantik dan manis.

"Sayang, koq kamu diam saja?" Wonwoo tak menggubris, dia masih asik sendiri.

"Kamu lagi apa sih, serius banget" Mingyu mencoba mengambil ponsel Wonwoo, buru-buru Wonwoo menyembunyikan ponselnya.

"Apaan sih, kamu fokus aja menyetir" omel Wonwoo.

"Mwo? Aku kan cuma tanya kenapa kamu marah?"

Wonwoo memalingkan mukanya kearah jendela tanpa menjawab pertanyaan Mingyu.

"Kamu kenapa sih, sejak tadi jadi diam begini sebelumnya baik-baik saja" omel Mingyu namun Wonwoo hanya diam.

"Siapa gadis tadi"

"Yang mana?"

"Yang bajunya sexy itu"

"Siapa?" Mingyu kelihatan berfikir mengingat-ingat kejadian dari saat Wonwoo terlihat baik sampai bersikap dingin.

"Oh, itu kamu lihat? Namanya Jeonghan dia kakak kelasku dulu"

"Cantik"

"Iya dia primadona disekolah dulu" Mingyu menjawab dengan tersenyum.

"Tubuhnya bagus"

"Dia pernah jadi Ulzzang" Mingyu menjelaskan, matanya tetap fokus kedepan.

"Payudaranya besar"

"Mwo?!" Mingyu kaget mendengar ucapan Wonwoo.

"Kenapa? Aku tahu mata kamu itu tak lepas melihat kearah payudaranya iya kan?"

"Ya ampun sayangku, kenapa jadi kearah situ?" Mingyu melirik kearah Wonwoo.

"Apa! Kenapa! Kamu lihat apa? Punyaku memang tidak sebesar asetnya" mata Wonwoo membulat mengisyaratkan kemarahan.

"Kamu marah karena hal sepele?"

"Sepele kata kamu hah?!" Wonwoo memukul lengan Mingyu dengan tangan kirinya.

"Sayang, jangan begitu aku jadi tidak fokus menyetir" Mingyu mengomel, Wonwoo menghentakkan kakinya merasa kesal.

"Kamu iri kalau gadis lain payudaranya besar? Kamu mau besar juga?"

"Aku bisa bantu membesarkannya sayang" Mingyu melirik genit kearah Wonwoo, ucapan Mingyu malah membuat Wonwoo tambah marah. Mingyu mencoba mengelus rambut Wonwoo, dengan cepat Wonwoo meraih tangan Mingyu dan menggigitnya.

"Aaaaahhh aahhh sayang sakit!" Mingyu meminggirkan mobilnya.

"Ya ampun kamu kenapa sih? Aku kan sudah jujur, dia itu kakak kelasku dulu, aku tidak ada hubungan apa-apa sama dia" Wonwoo memalingkan mukanya, wajahnya sengaja ia tutupi dengan rambut panjangnya. Mingyu mengelus rambut Wonwoo.

"Aku mau pulang" pinta Wonwoo lirih.

"Ya sudah aku antar kamu pulang" lalu Mingyu melajukan mobilnya lagi, mereka tidak berbicara sedikit pun. Setelah sampai, belum sempat Mingyu menarik rem tangan, Wonwoo sudah melepas seatbelt lalu keluar dari mobil tanpa bicara langsung masuk kedalam rumahnya. Mingyu hanya menarik nafas melihat kekasihnya marah.

'Ddrrtt… ddrrtt…' terdengar suara getaran hp, Mingyu melihat ponsel Wonwoo yang tertinggal, ada pesan baru masuk lalu ia mengambilnya. Sekilas ia membaca dari pop up dilayar pesan masuk.

Jun :

'Tentu saja bisa, besok kita bertemu ditempat biasa'

Pintu mobil terbuka, Wonwoo datang lalu dengan kasar merebut ponselnya dari tangan Mingyu, tanpa bicara sepatah kata ia langsung menutup pintu mobil lagi dan berjalan masuk kedalam rumahnya. Mingyu mulai kesal dengan sikap kekasihnya.

"Sial, siapa Jun? Berani sekali mereka janjian" Mingyu memukul setir mobil, lalu pergi melajukan mobilnya.

.

.

Keesokannya di kampus, Mingyu belum bertemu Wonwoo lagi. Mingyu terus kirim pesan namun tidak ada balasan.

"Sayang, angkat teleponnya. Kamu kemana sih?" Mingyu berbicara sendiri.

"Ya, Wonwoo masih belum bisa dihubungi?" tanya Soonyoung.

"Kalau bisa juga aku tidak sepanik ini, aku telepon kerumahnya katanya ia pergi kuliah"

"Mungkin dia masih ada kelas"

"Aku tahu jadwalnya Soon, dia sudah selesai dari satu jam lalu"

"Oohh begitu, baby kamu tidak tahu Wonwoo kemana?" Soonyoung bertanya pada kekasihnya.

"Ani, Wonwoo tidak bilang"

"Apa kau ada masalah dengan Wonwoo?" tanya Jihoon.

"Ah, jangan-jangan" Mingyu teringat saat membaca pesan di ponsel Wonwoo.

"Ah, Jihoonie apa kamu tahu siapa Jun?"

"Jun?" Jihoon kelihatan bingung lalu berpandangan dengan Soonyoung lalu menatap Mingyu lagi.

"Iya Jun, kemarin aku tanpa sengaja membaca pesan diponsel Wonwoo, namanya Jun, iya Jun"

Jihoon terdiam mencoba mengingat-ingat siapa saja teman sekelas Wonwoo.

"Aku tidak yakin Mingyu-ya, setahuku teman sekelas Wonwoo rata-rata perempuan, kalau teman sekolah tidak ada nama Jun. Dia juga tidak cerita ada kenal orang baru, sehari-harinya kan kalian selalu bersama"

"Ah sial, dia kemana sih?" Mingyu kelihatan frustasi sambil mengetuk ponselnya dimeja.

"Ya ya, kalian ada masalah hah?" tanya Soonyoung curiga.

"Hmm kemarin ia marah padaku, ia mengamuk, lihat tanganku sampai digigit" Jihoon dan Soonyoung melihat bekas gigitan ditangan Mingyu dan kelihatan membiru.

Soonyoung menelan ludah seolah tidak percaya, Wonwoo yang ia kenal selama ini selalu bersikap tenang.

"Mingyu-ya apa yang kamu lakukan terhadap Wonwoo? Kenapa dia bisa sampai marah begitu?" Jihoon menginterogasi Mingyu.

"Kemarin kita hanya berbelanja, lalu aku bertemu dengan kakak kelasku dia seorang gadis dan Wonwoo marah"

"Dia cemburu? Baby apa Wonwoo yang kita kenal seganas itu?"

"Mingyu-ya berhati-hatilah, jangan sampai buat Wonwoo marah. Dulu saat disekolah, ada siswa laki-laki yang mengintip siswa perempuan saat sedang berganti baju olahraga, Wonwoo memergokinya lalu ia menampar habis-habisan siswa itu sampai pingsan. Ia terkenal dingin dan galak makanya tidak ada siswa laki-laki yang mendekat walau Wonwoo cantik. Baru sama kamu saja, ia merasakan punya kekasih" Mingyu dan Soonyoung hanya terdiam tidak percaya kalau Wonwoo punya sifat yang keras dibalik penampilannya yang manis.

"Mingyu-sshi, ah benar kamu Mingyu kan? Pacarnya Wonwoo?" sapa seorang gadis membuyarkan lamunan Mingyu.

"Ah, ne ada apa?"

"Mian, bisa berikan ini pada Wonwoo? Tadi aku pinjam catatannya, aku sedang buru-buru tolong kembalikan ke Wonwoo"

"Ah ne, tidak masalah"

"Hmm gomawo"

"Ah tunggu"

"Ya ada apa?"

"Mian, apa dikelas ada yang bernama Jun?" tanya Mingyu hati-hati.

"Jun? Maksudnya Wen Junhui? Ah dia asisten dosen, Wonwoo sedang ada bimbingan dengannya. Ah mian, aku tinggal dulu" lalu gadis itu pergi.

"Jun? Dia asdos? Bimbingan?"

"Ah benar, Wonwoo kan mulai menyusun skripsi" ujar Jihoon.

Tanpa dikomando, Mingyu langsung pergi meninggalkan Soonyoung dan Jihoon mencari Wonwoo ke fakultasnya. Berbekal informasi keberadaan Jun, ia mencari ke perpustakaan. Benar saja, ia melihat Wonwoo bersama seorang laki-laki duduk bersebelahan dan mereka terlihat akrab.

'Brak..' Mingyu menaruh kasar tasnya dimeja dekat Wonwoo duduk dan mendudukkan dirinya disebelah Wonwoo. Wonwoo dan Jun menoleh kearah pembuat keributan di perpustakaan yang tenang. Beberapa pasang mata juga tampak memperhatikan seolah mereka terganggu.

Wonwoo acuh dengan kehadiran Mingyu, ia melanjutkan kembali pembahasan dengan Jun yang tertunda. Mingyu kesal didiamkan oleh kekasihnya yang lebih memilih laki-laki disebelahnya.

"Sayang, kenapa kamu tidak balas chat aku?" Mingyu berbisik, Wonwoo sempat terdiam lalu acuh lagi sementara Jun yang mendengar hanya melirik kearah Mingyu.

"Kamu juga tidak mengangkat telepon aku sayang" Mingyu sengaja menekan kata sayang agar terdengar jelas ditelinga Jun kalau Wonwoo sudah ada yang punya. Wonwoo yang sedang menulis meletakkan pulpennya dengan kasar, ia menggigit bibirnya kemudian menoleh kearah Mingyu dengan sebal.

"Kamu tidak lihat kalau aku sedang sibuk? Sebaiknya kamu pergi saja" usir Wonwoo.

"Mwo? Kamu usir aku hah? Aku tahu kamu sudah semester akhir, tapi setidaknya beritahu aku kalau kamu ada bimbingan, dan dengan siapa bukan begini caranya kamu diam-diam dibelakang aku, kamu janjian dengan laki-laki lain" Mingyu melirik tajam kearah Jun.

"Ehem Wonie, sebaiknya kita lanjutkan lain waktu saja ya. Kamu selesaikan masalahmu dulu"

"Mwo?! Wonie? Wonie kamu bilang?" Mingyu setengah berteriak hingga semua pengunjung perpustakaan menoleh kepadanya. Mingyu menahan amarah, tangannya sudah gatal ingin meninju hidung panjang Jun saat mendengar Jun memanggil Wonwoo dengan nama kecilnya.

"Ne, mian gege" lalu Wonwoo dengan sebal merapihkan buku dan laptopnya ke dalam tas.

"Gege?!" lagi-lagi Mingyu berteriak hingga penjaga perpustakaan mendekat. Mata Mingyu membulat dengan nafas yang memburu, ia terbakar api cemburu mendengar panggilan dari mulut Wonwoo untuk laki-laki lain. Selama ini Wonwoo selalu memanggilnya dengan nama 'Mingyu' karena usia Wonwoo yang lebih tua setahun. Jarang ia memanggil dengan kata 'sayang' kecuali saat sedang berdua karena Wonwoo gadis yang pemalu.

"Kalian bisa tenang tidak? Kalau mau ribut sebaiknya keluar saja!" omel penjaga perpustakaan.

Jun beranjak dari duduknya setelah merapihkan bukunya. "Kalau ada apa-apa cepat hubungi aku ya Wonie" Jun menekan panggilan Wonwoo sambil melirik tajam kearah Mingyu lalu pergi keluar. Lalu Wonwoo juga pergi meninggalkan Mingyu yang masih geram menahan marah.

.

.

"Jeon Wonwoo berhenti!" Wonwoo terdiam menghentikan langkahnya saat dikoridor, hatinya tercekat kaget mendengar namanya dipanggil Mingyu. Entah mengapa ia merasakan sakit, Mingyu marah sampai memanggil namanya lengkap. Tidak ada kata sayang yang biasa Mingyu ucap.

"Jeon Wonwoo kita harus bicara!" Mingyu mendekat dengan tatapan tajam, bibir Wonwoo bergetar, matanya membulat menahan air mata takut tumpah namun ia berusaha menahan.

"Mau bicara apa Kim, Kim Mingyu" balas Wonwoo tidak kalah tajam. Mingyu melihat mata bening Wonwoo merasa agak melunak.

"Tidak disini ayo pergi" Mingyu menarik lengan Wonwoo dengan paksa, Wonwoo memberontak tapi tenaganya kalah kuat.

Jihoon melihat Wonwoo ditarik paksa oleh Mingyu dari kejauhan.

"Wonwoo-ya" Jihoon merasa cemas, Soonyoung mengikuti arah pandang kekasih mungilnya dan melihat Mingyu sedang menarik Wonwoo menuju mobil Mingyu.

"Baby, sebaiknya kita diam saja jangan ikut campur" Soonyoung menahan Jihoon yang ingin menghampiri Wonwoo.

Mingyu membuka pintu mobil untuk Wonwoo seperti biasa namun caranya agak kasar seperti penculik. Wonwoo hanya diam dan masuk. Mingyu membawa mobil dengan kecepatan tinggi saat jalanan lengang, tak ada yang memulai percakapan sampai Mingyu memakirkan mobilnya di basement apartemennya.

"Ayo turun, kita bicara di apartemenku"

"Aku mau pulang"

Mingyu tidak menghiraukan permintaan Wonwoo yang minta pulang, ia membuka pintu mobil lalu menarik Wonwoo keluar dari mobil, lalu menariknya lagi menuju lift.

Mingyu membuang tasnya ke lantai tidak peduli ada laptop didalamnya. Wonwoo tahu Mingyu sangat marah padanya. Ia hanya duduk di sofa tidak mempedulikan Mingyu.

"Jadi, Jeon Wonwoo bisa kamu jelaskan siapa laki-laki itu?" Wonwoo hanya diam.

"Fine! Kemarin kamu marah melihat aku bersama gadis lain, aku sudah menjelaskan tapi sekarang? Lihat siapa yang bermain dibelakang" Mingyu berkacak pinggang.

"Aku tidak main dibelakang Kim!"

"Ooh akhirnya kamu mau jawab hah? Lalu, dia itu siapanya kamu, berani sekali dia panggil Wonie Wonie Wonie lalu kamu panggil apa tadi Gege?"

"Namanya Jun, dosen Park yang menyuruhku bimbingan dengan dia selama dosen Park keluar kota."

"Hebat, dia pasti pintar bisa jadi asdos" Mingyu tertawa meledek.

"Hah! Kamu juga bangga sama kakak kelas kamu yang cantik dan sexy itu!" Wonwoo beranjak dari duduknya lalu menatap marah ke Mingyu.

"Kamu cemburu? Aku dan dia tidak sengaja bertemu hanya bertegur sapa"

"Iya aku cemburu, saat melihatmu dengan gadis lain dan matamu yang jelalatan melirik bagian tubuh gadis lain!" nafas Wonwoo bergerak cepat, matanya sudah memerah menahan air mata lalu detik itu juga menetes, mengalir disisi hidung mancungnya. Wonwoo memalingkan mukanya, air matanya makin deras. Mingyu tidak tahan melihatnya, ia ingin menghapus namun tangannya ditepis. Ia baru tahu kalau Wonwoo tipe pencemburu buta. Wonwoo pergi ke kamar Mingyu lalu menguncinya, ia menangis didalam.

Mingyu yang mendengar merasa tidak tega sampai ia ikut meneteskan air matanya. "Sayang, aku minta maaf. Tolong buka pintunya" bukannya membuka pintu, Wonwoo malah semakin kencang menangis.

"Sayang, buka pintunya" Mingyu berusaha membujuk Wonwoo. Tidak ada jawaban hanya tangisan Wonwoo yang terdengar, Mingyu mencari kunci master dilaci untuk membuka pintu kamarnya.

Saat pintu berhasil dibuka, Wonwoo melempar bantal kearah Mingyu lalu ia bersembunyi dibawah bantal yang lain sambil tiduran. Mingyu mendekat, membelai perlahan rambut panjang kekasihnya yang kusut. Ia menarik bantal hingga wajah Wonwoo terlihat. Wajahnya memerah, matanya berair, dan sebagian rambutnya basah terkena air mata. Mingyu menindih Wonwoo dan mengecup kepala kekasihnya dan mengelus pelan punggung Wonwoo menenangkan tangisannya.

"Maaf, maaf sayang. Aku salah aku minta maaf" Mingyu mengusap poni Wonwoo hingga ia bisa melihat dengan jelas mata sembab Wonwoo lalu mencium keningnya. Wonwoo mendekat ke dada Mingyu dan memeluknya, Mingyu memeluk Wonwoo dengan posisi tiduran miring, ia berkali-kali mencium puncak kepala Wonwoo sambil memeluk kekasihnya.

Mingyu membenarkan posisi Wonwoo saat memeluknya, Wonwoo belum mau memperlihatkan wajahnya, ia masih bersembunyi dalam dekapan kekasihnya yang membuat ia merasa nyaman. Mingyu hanya diam sampai Wonwoo merasa tenang tidak ada isakan tangis lagi.

Setelah agak lama, Mingyu merasakan nafas Wonwoo mulai teratur, ia melirik sambil mengusap pipi kekasihnya, ternyata jatuh tertidur setelah lelah menangis. Mingyu tersenyum melihat wajah polos Wonwoo yang tertidur dengan bulu mata yang basah dan ujung hidung yang merah. Dengan hati-hati Mingyu menaruh kepala Wonwoo dibantal, lalu Mingyu mengecup pelan pipi kekasihnya saat tertidur.

"Maaf sayang, sampai membuat kamu menangis" Mingyu mencium kening Wonwoo lalu menyelimuti tubuh Wonwoo. Mingyu keluar kamar meninggalkan Wonwoo yang tertidur. .

.

"Mingyu… Mingyu…" Wonwoo berteriak memanggil kekasihnya, buru-buru Mingyu masuk kamar dan melihat Wonwoo sudah bangun.

"Ada apa sayang?" Mingyu mendekat duduk disebelah Wonwoo.

"Dari mana?"

"Aku diruang tamu sayang, lagi mengerjakan tugas, tidur kamu nyenyak?" Mingyu memeluk dari samping sambil membelai rambut Wonwoo.

"Kajima…"

"Iya sayang, aku kan disini"

"Piggyback" pinta Wonwoo manja.

"Eh, gendong maksudnya?"

"Ppali, aku mau ke toilet"

"Ya ampun, lucu banget sih. Ya sudah pesawat siap take off kapten" Wonwoo memeluk dari belakang sambil tertawa.

"Mau sampai sini apa aku ikut masuk?"

"Isshh jangan" lalu Wonwoo masuk ke dalam toilet.

Wonwoo menghampiri Mingyu yang sedang mengerjakan tugas. "Diminum sayang" Mingyu menyodorkan gelas berisi jus jeruk. Wonwoo menghabiskan jusnya, tenaganya terkuras sejak menangis.

"Mau tambah lagi sayang?" Mingyu terkekeh geli melihat kekasihnya yang kehausan sambil mengelus rambutnya.

Wonwoo hanya menggeleng imut lalu menaruh gelas dimeja. Ia memandang wajah kekasihnya, Mingyu tersenyum. Wonwoo memeluk manja lagi. "Maaf kalau aku bersikap kekanakan" Mingyu tersenyum menerima permintaan maaf kekasihnya yang cemburuan.

"Iya sayang, aku juga minta maaf sampai kamu merasa kesal. Jangan menangis lagi ya" Mingyu mengelus dagu kekasihnya dan mencium bibirnya. Wonwoo tersenyum lalu mengangguk.

Wonwoo melihat bekas gigitan ditangan Mingyu. "Mian" ucap Wonwoo sambil mengelus tangan Mingyu.

"Kamu mau makan apa? Kamu belum makan, pasti lapar"

"Ani" Wonwoo menggeleng sambil mengembungkan pipinya.

"Mau pesan delivery?"

"Ani"

"Eiih kamu belum makan nanti sakit, itu cemilan yang kemarin beli ada dilemari"

"Ani, aku mau disini saja" Wonwoo lebih memilih memeluk Mingyu.

"Aku menginap disini boleh?"

"Eeh memangnya boleh sama orang tua kamu?"

"Bilang saja aku menginap dirumah Jihoon"

"Andwee, kamu tidak boleh berbohong sayang, apalagi itu orang tua kamu. Ayo siapa yang mengajari eoh?" Mingyu mengelitik pinggang Wonwoo.

"Bercanda, aku cuma mau ngetes kamu aja"

"Eiih nakal ya"

"Aaahhh gelii, geli, sayang geli" tangan Mingyu berhenti.

"Aku buatkan spaghetti ya, kamu mau kan?" tanya Mingyu dan Wonwoo mengangguk sembari tersenyum.

.

.

"Yak, Wonwoo-ya akhirnya. Kamu kenapa hah? Bertengkar sama Mingyu hah?" cecar Jihoon ditelepon, Wonwoo hanya tertawa sambil mengeringkan rambutnya setelah mandi.

"Aniya, Jihoonie aku baik-baik saja"

"Ya, apa kau gila Mingyu ketakutan tidak bisa menghubungimu, kamu dimana sekarang?"

"Aku? Dirumah baru selesai mandi. Eoh Jihoonie, mian ada telepon masuk dari Mingyu"

"Ya, kau harus menceritakan semuanya padaku arachi"

"Ne Jihoonie"

"Yeoboseyo"

"Kenapa lama sayang?"

"Mian, tadi Jihoon telepon"

"Sudah mandi?"

"Hmm iya sudah"

"Istirahatlah sayang, jaljayo"

"Kamu juga, jaljayo"

.

.

.

END

Happy New Year 2017 Yeorobun…

Duh ga berasa udah ganti tahun aja, masih jomblo aja hihihi… #abaikan

Di ff Meanie and their children ada yang minta tentang 'cemburu' jadi aku bikin di versi saat Meanie masih pacaran. Feelnya dapet ga ya? Dapet ga? Mian kalo belom 'ngena'.

Review sebelumnya banyak yang bilang kalo Wonwoo kalem, disini Wonwoo keliatan jutek tapi tetap kelihatan sisi manisnya.

Thank you so much yang sudah mau baca.

Happy Holiday

Selamat hari Mingyu

1 Jan 2017