Nyaaaraaaaaaaaaaaa, Salma kembali di Chapter 4!XD-terbang ala Superman-
Konichiwa, bagi yang baca pagi. Guten Tag, bagi yang baca pagi juga-geplacked-
Udah chapter 4 nih…, yang pasti cerita akan makin aneh bin ajaib seperti yang dikatakan Riichiro Inagaki dan Yuusuke Murata, "Cerita ini hanya fiksi, tidak terkait dengan suatu kejadian atau sekelompok orang tertentu.". Jadi…, berita si Ichigo meninggal itu boongan dong. Berarti….ICHIGO MATI SURI SELAMA 3 TAHUN?-ditimpuk Ichigo-
Kebanyakan cuap cuip aih. Padahal updetnya udah lama banget…-ditimpuk readers- Wew, terimakasih yang udah review! Saya bales disini, yah!
SatanSpawn:Iyaa…., ini udah apdet chap 4. Review lagi yah!
hamazaki youichi:Kembar 3 bersama Ichigo juga! Ah, makasih perbaikannya. Apdet chap 4 ^_^v
00Ayuzawa Michaele Gabrriele Takumi00:Weew..., 1 word, Thanks :D
undine ya-ha:Hana-san kah? Updet!X9
Kurita and Two Strowberry
Rated T
Genre:Romance/Friendship
Eyeshield 21 by Riichiro Inagaki & Yuusuke Murata
Summary: Sekuel of Tiramisu
Warning:Typo, OC, OOC memuncak, pemfitnahan author terhadap para pemain, alur kecepatan dan sebagainya.
Backsong:Justin Bieber(One Time), Buono! (My Boy)
Chika POV…
Tap
"Berat…," keluhku sambil membawa tas yang sangat berat. "Lagipula, siang bolong begini disuruh angkat barang beginian. Capek tahu!" gerutuku.
Hm…, kembali mengingatku. Namaku Ichika Nomuyama. Biasa dipanggil Chika. Kembar, kakakku adalah Ichiyo Nomuyama. Sifat diriku yang menurutku patut dibanggakan adalah 'Pantang menyerah.'. Dan, yang harus ditinggalkan mungkin.., cerewet, suka marang, suka ngambek, tomboy dan lain lain. Kebanyakan, warga sekitar bilang aku ini seperti cowok karena sikap kebiasaanku.
Pertama, aku selalu main layangan dengan para anak laki laki tetanggaku. Dan, jika layangan itu putus dan nyangkut, aku selalu mengambilnya di atas genteng. Tak peduli itu rumah siapa.
Kedua, aku orangnya selalu rajin. Seperti waktu aku dan teman teman cewekku pergi membeli sebuah cake di salah satu toko kue di Osaka. Waktu sedang memilih kue mana yang ingin kubeli dengan kedua teman perempuanku, tiba tiba ada 3 orang lelaki yang kelihatan seperti mahasiswa menggoda aku dan teman temanku. Lalu, salah seorang dari mereka ada yang membuang bungkus sisa makanan secara sembarangan. Tidak memasukkannya ke tong sampah. Dengan tanpa ba-bi-bu lagi, aku langsung menendang lelaki yang membuang sampah sembarangan itu. Lelaki itu takut dan pergi. Tapi, kedua temanku juga pergi karena ketakutan.
Dan masih banyak lagi tanda tandaku saat menjadi laki laki. Entah sampai kapan penyakit laki lakiku ini melekat di tubuh seorang Ichika Nomuyama.
Seperti yang dikatakan di chapter sebelumnya, aku akan pindah ke SMU Deimon. Dan kata Chiyo, dia satu kelas dengan si gendut Kurita.
Sekarang, aku sedang memindah barang barangku yang berada di Osaka. Menuju ke rumah baruku di Tokyo.
"Chika! Cepat kamu taruh barang itu dan cepatlah tidur karena besok lusa, kau sudah mulai sekolah!" perintah ayahku sambil menunjuk ke suatu kardus coklat.
"Iya, iya!" jawabku dengan ogah ogahan. Tak lama kemudian, aku menemukan sosok kakakku, Chiyo.
"Ah, aku pulang! Chika, mau kubantu?" tawar Chiyo.
"Jelaslah," jawabku singkat, "Ngomong ngomong, gimana suasana di SMU Deimon? Rame? Sepia tau kelam?" tanyaku.
"Fu fu fu, tentu saja rame, seru dan lain sebagainya," ujar Chiyo. "Hei, barang itu aku angkat saja. Kamu istirahatlah dan cepat tidur. Biar ke SMU Deimonnya segar! Yah.., walaupun itu besok lusa..," lanjut Chiyo. Aku mengangguk dan menyerahkan kardus itu ke tangan Chiyo.
"Hup!" kata Chiyo sambil menaiki kardus yang bisa dibilang berat. Lalu aku segera tidur atau istirahat untuk kepindahanku di SMU Deimon besok lusa.
-HiruMamo-
Mamori POV
"Duh.., pake baju yang mana, ya?" gerutuku sambil memandangi beberapa dressku. Hari ini, aku janjian dengan Hiruma buat nonton acaranya Justin Bieber secara Live di Easter(Peach Pit, kuambil dulu nama ini, ya!). Ini pertama kalinya Justin Bieber tour ke Jepang, makanya aku tak mau melewati momen bahagia ini.
Aku menemukan sebuah buku, dan kebetulan disitu ada artikel tentang Justin Bieber. Aku melihatnya. Dan menemukan tulisan yang sangat berharga. Yaitu "Warna kesukaan Justin Bieber adalah Ungu(1)". Lalu aku segera melihat dressku yang bertebaran. Untungnya, aku menemukan baju bewarna ungu yang manis. Lalu aku memakainya.
"Hm…, tunggu aku! Justin Bieber, hehehe…"
End of Mamori POV
Hiruma POV
Gusrak
"Ck.., sialan! Baju unguku robek!" gerutuku sambil mengacak acak rambut spikeku. "Aku sudah mengira kalau si manager itu memakai baju ungu!" batinku. Aku menghela nafas panjang. Sebelum itu, aku sepintas melihat sebuah baju yang berada di ranjang. Lalu aku melihatnya, "Keh? Warna baju ini agak keungu unguan. Hmm…, bingo!" akhirnya aku bisa memakai baju bewarna ungu walaupun ungunya sedikit. Aku lalu memakainya dengan pasangan jeans dan jaket hitam bercorak tengkorak.
Klek
Aku memutar knop pintu apartemenku. Lalu diteruskan dengan mengunci pintu dan segera pergi keluar.
-SenaSuzu-
Sena POV
"A…, Riku…., kira kira mana baju yang bagus. Ini atau yang ini?" tanyaku canggung. Aku ingin meminta saran kepada Riku dengan memilih baju mana yang paling bagus kupakai. Baju bercorak garis garis dengan paduan warna hitam-abu abu ditambah kerah di tangan kanan atau baju atasan polos berwarna biru di tangan kiri.
"Sena, kenapa harus aku yang memilihnya?" tanya Riku bingung.
"Soalnya…, kamu kelihatan sudah punya pengalaman berpacaran. Begitu..," jawabku singkat.
Plak
Tangan Riku yang kecil nan hangat itu mendarat di pelipisku.
"Aduh!" responku.
Blush
Wajah Riku bersemu merah. Aku bingung.
"Riku…, ada apa? Kenapa mukamu memerah?" tanyaku kawathir. Riku tertunduk dengan beberapa helai rambut yang menurun sehingga bola mata Riku tak tampak.
"SENA! Sejak kapan kamu jadi seperti ini? Memfitnah orang dengan seenaknya!" bentak Riku. Rona merah dipipinya masih belum hilang.
"B…, Bukan begitu, Riku! Wajahmu yang tampan pasti banyak disukai setiap wanita. Makanya, kupikir kamu punya pengalaman cinta..," bantahku. Riku akhirnya mengerti.
"Hah, baiklah. Sebagai pria tulen(?) sejati, aku memilih baju di tangan kirimu!" ujar Riku sambil menunjuk ke tangan kiriku. "Lalu dipadukan dengan jeans ini!" lanjut Riku. "Jangan lupa, kasih jaket bercorak bola, lalu ditambahkan dengan rantai ini! Dan lalu ini, bla bla bla…" tambah Riku. Sampai tak sadar, dia terus nyrocos sampai 10 menit.
"Riku…, mengaku sajalah. Sebenarnya dirimu berangan angan menjadi desainer baju daripada menjadi pemain Amefuto, 'kan?" batinku dalam hati. Lalu aku segera memakai baju yang dipilih Riku dan segera berangkat ke tempat janjian.
End of Sena POV.
Kurita POV
"Hm.., sudah jam 2, aku harus bekerja!" tuturku sambil memakai topi dan jaket yang telah tersedia dihadapanku. Lalu aku segera berangkat ke toko kue Tiepido Strowberry.
-5 menit kemudian-
Aku telah sampai di toko kue itu. Aku lalu membuka pagar dan segera masuk ke dalam.
"Chika dan Chiyo belum datang, ya?" batinku. Aku tidak melihat kedua perempuan kembar yang datang. "Sudahlah, mungkin saja mereka hanya terlambat sebentar!" aku menyemangati diriku. Tak lama kemudian, aku menemukan sosok yang kucari. Chika dan Chiyo.
"Wah…, sepertinya kami terlambat. Maafkan kami, Kurita!" ujar Chiyo sambil membungkukkan badannya.
"Nggak apa apa, Chiyo. Lagipula, aku juga baru dateng, kok!" jawabku. Chiyo bernafas lega. Lalu Chika dan Chiyo memakai celemek dan memulai bekerja.
End of Kurita POV
-HiruMamo-
Hiruma POV
-An Easter-
"Hiruma! Sini! Konsernya sudah mau dimulai, lho!" si manager sialan itu melambai lambaikan tangannya. Aku segera menghampirinya.
"Iya! Kau sudah membawa tiketnya, 'kan?" tanyaku.
"Tentu saja. Kalau tidak, kau boleh membunuhku! Hehehe…," jawab manager sialan itu sembari tertawa kecil. Aku juga mengikutinya dan segera masuk kedalam. Aku dan dia menduduki tempat VIP.
Sang MC datang, "Yak! Mari kita saksikan, Justin Bieber dengan lagu pembukanya, One Time!" teriak sang MC. Si bule sialan itu keluar sambil melambaikan tangannya. Jerit dan teriak para Justin Bieber Fansclub sangat membuatku hampir budeg. Termasuk juga si manager sialan ini.
Me plus you, I'ma tell you one time. Me plus you, I'ma tell you one time
"Jaga suaramu, manager sialan! Bisa bisa, pita suaramu habis! Kekeke." godaku.
Me plus you, I'ma tell you one time
"Biarin. Lagipula, Justin Bieber sangat ganteng sih!
One time, one time
"Kyaa!"
When I met you girl my heart went knock knock
"Hei, manager sialan?" kataku. Manager sialan itu tidak melihatku.
Now them butterflies in my stomach won't stop stop
Kutatap dia, manager sialan. Kutatap rambut pendek bewarna pink dan matanya yang berwarna biru Shapire. Dia kelihatan indah, lebih indah dari kupu kupu yang terbang di malam hari…
And even though it's a struggle love is all we got
Kenapa kau tak mengerti? Bahwa aku selalu memendam perasaanku padamu? Apakah hatimu ada pada orang itu atau padaku?
And we gon' keep keep climbing to the mountain top
Tapi, aku tidak akan menyerah jika aku belum mencapai puncak gunung tertinggi, gunung Everest….
Your world is my world. And my fight is your fight
Kau adalah duniaku…, dan duniaku adalah duniamu. Semangatmu adalah semangatku, dan semangatku juga adalah semangatku!
My breath is your breath. And your heart
Nafasmu adalah nafasku…, dan nafasku adalah nafasmu. Dan engkau adalah milikku. Aku tidak akan pernah melepaskanmu…
.
Mamori Anezaki, managerku, kekasihku, pujaanku, aku akan membawamu ke Chrismast Bowl!
.
-11.45-13.15-
"Hei, Hiruma. Tadi kau lihat? JB menyapaku!" ujar manager sialan itu dengan senyuman yang melengkung.
"Ya, ya, ya. Bule itu cuma menyapamu." jawabku, "Padahal ada yang lebih senang menyapamu daripada bule sialan itu!" batinku dalam hati.
And girl you're my one love, my one heart. My one life for sure
"Memang kenapa, Hiruma? Cemburu ya?" goda Mamori.
Let me tell you one time. (Girl, I love, girl I love you)
"Bukan…, madsudku, para fansmu di sekolah akan cemburu," aku menyeringai lebar, "Aku juga cemburu, bodoh!" batinku lagi.
I'ma tell you one time. (Girl, I love, girl I love you)
"Hahaha, lagi pula, aku ingin semua fansku cemburu," ujarnya. "Tapi, aku mempunyai seseorang yang lebih berharga daripada JB…" tambahnya. Aku lalu menoleh kehadapannya. "Kau mau tahu? Dia selalu yang nomer 1 bagiku!" lanjutnya.
And I'ma be your one guy. You'll be my #1 girl
"Kuharap kau member tahukannya kepadaku 50000 abad lagi!" jawabku, "Kuharap, kau member tahuku langsung pada detik ini, menit ini sebelum kau pergi!"
Always making time for you
"Jawabannya….adalah…, RAHASIA! WEEK!" kata manager sialan itu sambil menjulurkan lidahnya.
I'ma tell you one time. (Girl, I love, girl I love you)
"Hei, wajahmu sudah aneh tahu. Lebih baik, kita cari pengganjal perut kita yang sedang konser! Ikut aku!" lalu aku menyeret dia. Aku merasakan hangat tangannya. Lebih hangatnya api unggun yang terpajang saat musim dingin.
I'ma tell you one time. (Girl, I love, girl I love you)
End of Hiruma POV.
-SenaSuzu-
Suzuna POV
"Aduh.., nanti aku minta tanda tangannya siapa ya? Airin, Miya-chan, atau Momochi,(2) ya?" batinku dengan agak ragu. Sebentar lagi aku akan melihat band yang paling kugemari. Buono.
Setelah beberapa menit, aku menemukan sosok seorang lelaki, jabrik bewarna kamarel, itulah rambutnya. Aku melambaikan tangan kepadanya.
"Sena..Sena.., sini!" aku melambaikan tanganku, dia melihatku langsung.
"Suzuna….?" Sena canggung melihat diriku.
"Hm? Memang ada yang beda, ya?" tanyaku.
"Eng..enggak! Cuma, bajumu sangat cute. Seperti baju yang pernah dipakai para pemain Buono saja…," jawab Sena. Aku tertawa kecil.
"Tentu saja, Sena! Lagipula, aku penggemar beratnya, 'kan? Aku harus berpenampilan rock seperti Buono! Yeah!" aku mengepalkan tanganku. Lalu, aku dan Sena menuju ke tempat duduk yang telah disediakan.
End of Suzuna POV
Sena POV
"Huh…, hampir saja wajahku memerah karena melihat baju Suzuna…," aku mengelus dadaku sambil menghempas nafas lega. Suzuna yang cute dengan berpakaian agak gothick dengan baju hitam dan kaos polkadotnya, ditambah dengan rambut yang dihiasi pita yang mencerminkan dirinya adalah fans Buono.
"Sena! Sena! Lihatlah, Buono akan tampil sebentar lagi!" ucap Suzuna riang sambil menggoyang goyangkan diriku.
"Para hadirin sekalian! Maafkan keterlambatan kami menampilkan 3 orang perempuan cute yang bergabung dalam band rock di Jepang! Saksikanlah, Buono dengan lagunya, My Boy!" sang MC lalu menunjuk kea rah sang band rock, Buono. Aku melihat Airi, Miyabi dan Momo menggunakan baju yang agak sama dengan Suzuna.
"Kya! Buono!" teriak Suzuna, dilanjutkan para fansclub Buono yang datang.
Kimi no nayami kizukazuso warukatta kamo…
Buono, mereka memang band yang paling cute. Tapi, itu tidak bisa mengalahkan Suzuna..
Zenbu uchiakenakute Mochiron iikara ne
Matanya…, rambutnya.., hidungnya…, telinganya.., aku suka semua dari bagian tubuhmu…
Kurai kao shitetara kurai koto wo yobu. Omoi kimochi no mama iru no mottainai yo
Suzuna…, kumohon lihat diriku…, sosok seorang lelaki lugu yang menyukaimu..
Ride On!
Aku mulai terasa tak diperhatikan. Lalu aku mencerna kata dari lagu ini…
Sou janakute kounan dato iitakute mo. Ienai kimi wo ne shitteru
Tunggu.., aku mempunyi firasat aneh dari kata lagu ini…
Itsuka kitto gururi kawaru toki ga kuru yo. Ima ga sono toki!
Oh tidak, sekarang aku mengerti apa yang dimadsudkan Buono dalam alunan lagu ini…
Umarete kite Omedeto- nante iwaretai janai?
Lagu ini.., tentang seorang perempuan yang telah dicampakkan oleh pria lain..
Kyou no kaze ni fukaretara kimochi ii yo ne!
Dan pria lain itu mempunyai simpanan yang lebih baik daripada dia
Ikasareteru manma ni ugoiterutte kanji mo. Kimi no suki ni kaerareru yo It's so nice!
Yang lebih mengejutkan, Buono pernah bilang, bahwa jika ada seorang perempuan yang telah dicampakkan oleh seseorang ataupun sedang patah hati.
Subete wa kimi no tame ni arutte…
Sialan….
Koto nara dounano? MY BOY!
Aku salah memilih lagu! Ini bukan lagu yang cocok jika aku pergi berdua dengan Suzuna! Hiks…
-11.45-13.15-
"Hei, Sena! Tadi lagu My Boy bagus banget, 'kan?" tanya Suzuna. Sedangkan aku hanya tertunduk lemas.
"Sena….?" Suzuna bertanya kepadaku lagi dengan nada yang agak ragu. Dengan rasa ogah, aku menjawabnya.
"Eh…, Suzuna. Maaf, kemarin aku muntah muntah. Jadinya masih ada rasa mual gitu. Maaf, ya. Hehehe.." aku mencoba menjawab dengan jawaban bohong. Aku tak mau membuat Suzuna khawatir.
"Oh…, tak usah minta maaf. Justru aku mau berterima kasih kepadamu." ujar Suzuna.
Uwasa kiitari shitari sou saretari shite
"Eh? Apa madsudmu, Suzuna?" tanyaku bingung. Suzuna menggaruk pipinya dengan jarinya.
Nayami bukeki seishun Sugoshiteru wake desu
"Kau pernah lihat di TV? Katanya, lagu 'My Boy' ini cocok sekali dengan orang yang lagi dicampakkan atau patah hati," terang Suzuna.
Moteru Motenai sou sore ga mondai ka na?
"Suzuna…, maaf kalau aku berbicara begini.., apa kamu pernah dicampakkan?" tanyaku.
Aitsu Sugo ude nandatte iwaretai no?
"Kau mau tahu?" tawar Suzuna. Aku mengangguk pelan.
Come on!
"Baiklah. Kejadian ini tak lama sebelum kau mengajakku pergi melihat konser Buono. Aku mempunyai seseorang yang aku sukai di kelasku. Aku selalu memperhatikannya. Tapi, tak lama kemudian, ternyata dia sudah pacaran dengan orang lain! Huh, wajar saja kalau aku kesal. Padahal aku pernah berkata kepadanya, 'Hei! Kamu punya pacar, nggak?'. Lalu dia menjawab 'Nggak'. Dan, keesokan harinya, aku memergoki dia sedang bergandengan tangan dengan seseorang dan dia adalah pacar orang yang kutaksiri! Dan saat itulah, aku patah hati. Jadi, sama 'kan dengan lagu Buono yang My Boy?" ujar Suzuna panjang dan lebar. Aku yang mendengarnya merasa tersentuh. Siapa sih orang yang tak sedih kalau orang yang ditaksirnya ternyata udah punya pacar?
Puk..
Aku menepuk pundak Suzuna.
"Nggak apa apa, Suzuna. Mungkin dia bukan jodohmu. Serahkan saja pada yang diatas. Lagipula, kau masih mempunyai aku dan anggota Deimon-Uph!" saking semangatnya ingin menasihati Suzuna, aku malah keceplosan berbicara ungkapan hatiku yang sebenarnya. Suzuna lalu tertawa.
"Makasih, Sena! Aku jadi kembali semangat lagi!" ujar Suzuna dengan sepintas senyumannya. "Eh…, kenapa kamu membungkam mulutmu?" tanya Suzuna bingung.
"Aih…ano…e…, nggak apa apa, kok! Cuma bau mulut aja!" jawabku canggung.
"Oh…, begitu." ujar Suzuna. "Bagaimana kalau kita makan dulu? Toh aku lapar. Disini ada nggak ya, makanan yang enak dan terkenal?" ucap Suzuna. Lalu dia menarik tanganku dan aku terseret oleh tangan kecilnya.
End of Sena POV
Sugo ude ni wa Sugo ude no kodoku ga aru. Kimi yuku michi de wa nai desho? Tetsunagitai hito ga doko ka matteiru ne, sugu soko!
Umarete kite Omedeto- sore de juubun deshou? Kyou no kaze wa kyou shika fuitenai kara! Dejitaru na yo no naka dakara ukkari shichau. Honto no jibun sukkari wasurechattari. Subete wa kimi no tame ni arutte. Koto nara dousuru? MY BOY!
Kurita POV
"Huaaa, capeknya!" ucapku sambil mengelap keringat yang membasahi dahiku. Ini dikarenakan para pelanggan yang datang lebih banyak daripada pelanggan sebelumnya.
"Hah! Pegel!" keluh Chika sambil mengsudahkan pekerjaannya, menyapu.
"Fiuh. Tapi, dalam waktu dekat, toko ini sudah sangat terkenal, ya!" ujar Chiyo yang masih menghitung uang yang terkumpul.
"Yah, sekarang 'kan udah mau malem, jadi aku mau pulang dulu, ya?" tutur Chika.
"Hei! Tunggu Chika! Pekerjaanmu belum selesai! Cepat menyapu dan cepat pulang!" jawab Chiyo sambil melempar sapu kepada Chika. Chika mengambilnya dengan wajah cemberut.
"Chika, Chiyo, aku mau menyapu di luar, ya!" ucapku sambil membawa sapu.
"Iya!" jawab Chika dan Chiyo serempak. Lalu aku keluar dan segera menyapu daun daun yang berguguran di halaman.
"Hmm.., Ichigo melihatku nggak, ya?" batinku dalam hati. Tiba tiba, aku mendengar sebuah suara.
"Hei, kita akan makan disini?"
"Tentu saja! Emang kenapa?"
"Kelihatannya sudah mau tutup. Kita cari toko yang lain saja! Toh, nanti merepotkan!"
"Kekeke, tenang saja. Aku sudah tau siapa pemilik toko kue ini."
Tap
Langkah mereka berdua semakin dekat. Aku menemukan sosok seorang lelaki berambut spike kuning. Berwajah seperti setan. Kupingnya dihiasi dengan anting anting yang melingkar di bolongan kupingnya.
Sang cewek berambut pendek dengan warna pink. Bermata biru sapphire. Berwajah anggun seperti malaikat.
Tunggu.
Dia 'kan Hiruma dan Anezaki? Kenapa mereka berdua ada disini?
Baiklah, lebih baik, kusapa saja mereka berdua.
"Anezaki! Hiruma! Ada apa disini?" tanyaku.
"Loh? Kurita? Kamu kok pakai baju kerja begini? Ini toko punyamu?" tanya Anezaki. Aku menggeleng.
"Bukan. Aku cuma bekerja disini. Kalian mau mampir?" tanyaku.
"Nggak usah, Kurita! Lagipula, kau mau tutup, 'kan?" ujar Anezaki.
"Ah.., nggak apa apa! Untuk teman sekelas, aku akan buka sampai kalian puas!" jawabku semangat. Mereka berdua lalu masuk ke dalam toko.
"Chika, Chiyo! Ada tamu!" teriakku. Lalu Chika dan Chiyo datang.
"Loh, Chiyo? Kamu disini, toh!" kata Anezaki. Lalu Chiyo mengangguk.
"Hei, kau mau pesan apa? Kubayari!" ujar Hiruma sambil menyodorkan menu kepada Anezaki.
"Aku mau pesan….KUE SUS!" mata Anezaki langsung bersinar terang. Keadaan menjadi hitam.
"Eh…, iya…, Anezaki san…" ucap Chika dengan nada yang gagap karena ketakutan dengan Anezaki. Akhirnya Chika membuatkan kue sus untuk Anezaki.
Tap
Loh, ada suara langkahan kaki lagi.
Sekarang, aku melihat seorang cebol lelakid dan perempuan. Lelaki berambut jabrik dengan warna caramel. Sedangkan sang perempuan berambut pendek dan bewarna biru tua.
He?
Lagi lagi…
Dia orang yang aku kenal…
Sena dan Suzuna!
"Sena! Suzuna! Apa kalian mau masuk ke toko kami?" tanyaku. Kedua orang yang kupanggil itu menoleh.
"Loh? Kuritan bekerja disini?" tanya Suzuna. Aku mengangguk. "Kebetulan! Sena, kita makan disini aja, yuk!" ajak Suzuna. Sena mengangguk. Lalu mereka berdua masuk ke dalam toko kue Tiepido Strowberry.
Kring
"Chiyo! Tolong angkat teleponnya, ya!" ujarku. Chiyo langsung mendatangi telepon yang berdering.
"Kuritan! Aku dan Sena mau pesan cake apel, yah!" ujar Suzuna. Aku menggangguk.
"Chika! Pesankan Sena dan Suzuna cake apel 2, ya!" teriakku. Chika lalu datang.
"Iya iya!" jawab Chika. Dia membawa pesanan Mamori. Tanpa sengaja, mata Chika memandang wajah Sena.
Blush
"Kamu…."
-Chapter 4 end-
(1)Err…., setahuku sih.., JB itu suka banget sama warna ungu. Dapet sumber dari temen yang amat sangat nge fans ama JB nih…, Marshaa…..
(2)Itu cuma nama sayang aja. Ya…, kayak si Suzuna, pake chan, chi, san, tan, nee, nii dan embel embel lainnya. Nama sebenernya kalo nggak salah Airi, Miyabi dan Momo…, tapi…, sebenernya aku paling suka lagunya Buono yang Garakuta no Yume, lho! Coba dengerin, yah!-promosi mode:on)
Dan yang lebih mengejutkan, sebetulnya saat adegan Hiruma ngajak Mamori ke konser Justin Bieber, ternyata itu beneran. Saat itu, saya lihat Global tv. Entah kenapa, saya denger kata kata "Justin Bieber tour ke Jepang.". Dan…, saya sangat terkejut. Tulisan di fic ini kok jadi beneran? Kalau gitu, kenapa aku nggak nulis kalo "Justin Bieber tour ke Indonesia"? Kenyataan nggak, yaaa? *mustahil Sal, nyebut! Nyebut! Kucing lo belum lo kasih makan!*
Hahaha…, tanpa perlu babibubaba lagi, ending chapter ini lagi lagi sangat tidak memuaskan!
Gomen, yang nungguin fic ini! Dikarenakan keterlambatan author + Keterlambatan modem saya! Hueee…, modem sialan!-plak-
Hoee…, thanks kalo mau yang ripyu :3
Chapter berikutnya, saya kasih data tentang Chika dan Chiyo, eui! Dan ada juga OC baru! Hehehe…
Ripyu?
