Moshi-moshi minna-san! Gomen ne, updatenya lama~! Oke, ini dia
JKT48: Yuuhi wo Miteiru ka?
Chapter: 4 - Practice!
Rated: T
Genre: Fantasy, Adventure, dll.
Disclaimer: Siapa ja dech
WARNING(!): OOC, TYPO, GAJE, ABAL, GAK NYAMBUNG, DLL.
Setelah sarapan, mereka semua berkumpul di suatu ruangan. "Semuanya sudah berkumpul?" tanya Runa.
"SUDAH!"
"Oke, sekarang, kita akan latihan menggunakan senjata!"
"Senjata?" tanya Shanju.
"Iya" Runa mengangguk, "ketika kalian belum mempunyai Magic Song, kalian menggunakan senjata untuk melindungi diri!"
"Oh~" semua ber-oh ria.
"Dan sekarang..." Runa menarik suatu tuas, "pilih senjata kalian!" dinding dibelakangnya berputar balik dan muncul banyak senjata yang tertera di dinding. "WOW~!" semua ber-wow ria melihat senjata-senjata itu. Mereka langsung menyerbu senjata-senjata itu, kecuali Melody. Setelah semua mengambil senjata mereka, Melody yang tadi duduk sekarang berdiri dan berjalan mengambil senjata yang tersisa.
"Kenapa ambil paling terakhir?" tanya Dyle.
"Aku benci berebutan kayak gitu, mending nunggu aja!" jawab Melody.
"Sama!"
Melody mengambil senjata yang tersisa, "jadi, hanya ini?" ia memegang sebuah payung oriental berwarna merah tanpa corak.
"Wow! Itukan senjata yang pernah dipakai Acchan dulu!" seru Dyle berbinar.
"Acchan?" Melody menoleh ke arah Dyle.
"Iya, dulukan, 48 Family juga pernah mendapati keadaan seperti ini! Dan, yang terpilih dulu, Takamina, Jurina, Mariko dan Acchan! Selagi tak punya kekuatan, mereka menggunakan senjata, dan ini adalah senjata yang Acchan gunakan dulu!" jelas Dyle panjang kali lebar.
"Oh~" Melody ber-oh ria. Setelah itu, dia berkumpul dengan yang lain. Runa menjelaskan sesuatu, "ini adalah hari pertama kalian latihan! Jadi, kalian berlatih menggunakan senjata didalam ruangan dulu! Kalian akan berlatih dengan robot-robot ini!". SUatu pintu terbuka, lalu munculah beberaoa robot. "Keren!" puji Shanju berbinar.
Mereka berlatih sampai tengah hari. Setelah itu mereka bebas. "Hah..." Melody menghempaskan dirinya ke kasurnya yang empuk, "capek nya~".
"Ini belum seberapa, setelah beberapa hari, kalian akan berhadapan dengan alam, bukan robot lagi!" ucap Dyle.
"Hah!?" Melody menoleh ke arah Dyle.
~{SKIP TIME}~
Seminggu kemudian...
"Seperti yang kalian ketahui, kita sudah seminggu latihan..." ucap Runa, "jadi sekarang kita latihan..." Runa menggeser pintu dan menunjukan sesuatu, "diluar!"
"Yey!" semua bersorak ria kecuali Melody dan Nabilah.
"Aku punya firasat buruk tentang ini..." ucap Melody.
"Yeah...aku setuju dengan mu..." lanjut Nabilah.
"Ini lebih susah dan lebih menyapekan dari latihan dengan para robot! Kalian akan berhadapan langsung dengan makhluk-makhluk ajaib disini yang sangat kuat!" ucap Dyle.
"APA!?" teriak Melody dan Nabilah kaget.
"Bersiaplah...!" seru Nila.
Glek...Nabilah dan Melody menelan ludah mereka.
~{SKIP TIME}~
"GILA!" teriak Shanju, "Susah beud!"
"Capeekk~~~" Nabilah tiduran diatas batu besar.
"Hah..." Melody mengatur nafasnya. Betul kata Dyle, latihan diluar lebih susah dan capek daripada didalam, "huh?"
"Ada apa, Mel?" tanya Shanju dan Nabilah.
"Kalian dengar itu...?" tanya Melody.
"Huh?" Nabilah dan Shanju menajamkan pendengaran mereka.
Tepat di depan matamu
Ada sungai mengalir
Luas, sebuah sungai yang besar
Walaupun gelap dan dalamWalaupun arusnya deras
Tidak perlu ketakutan
Walaupun kau terpisah
Ya, tepian pasti ada
Lebih percayalah pada dirimu
"Itukan lagu..." Shanju sedikit membelalakan matanya.
"River!" lanjut Nabilah.
"Sepertinya ada salah satu dari kalian yang telah menemukan Magic Song-nya!" seru seseorang.
Ketiga member JKT48 itu menoleh, "Dyle! Nila! Netha!"
"Yup! Dan, member itu sungguh beruntung mendapati Magic Song River!" lanjut Netha.
"Ayo, kita lihat siapa yang mendapatkan Magic Song River!" ajak Nila. Semua setuju. Mereka ber-6 mendekati sumber suara/nyanyian itu. Nyanyian itu semakin terdengar jelas. Semakin dekat, mereka mendapati nyanyian itu diikuti dengan cahaya biru yang menyilaukan, biru air.
Mereka mengintip dari balik semak-semak. "Itukan..." seru Melody menyipitkan matanya, "Haruka!"
"Dan, HaruNaka!" lanjut Dyle.
"Uwaa~! Haruka beruntung sekali!" seru Shanju, membuat Nabilah, Netha, dan Nila sweatdrop ditempat.
Setelah sekian lama, cahay itu memudar. "A..apa itu..?" tanya Haruka kaget dan bingung.
"Kau memiliki Magic Song River!" seru HaruNaka.
"Apa!?" seru Haruka tak percaya.
"Itu benar sekali, sayangku..." ucap seseorang.
Haruka dan HaruNaka menoleh. Muncul seorang gadis berpakaian serba hitam, bersama seekor...singa? Singa hitam. "Hah!? Tidak, mereka..." Dyle membelalakan matanya.
"Siapa mereka?" tanya Melody menoleh ke arah Dyle.
"Dark Sound!" seru HaruNaka membelalakan matanya.
~{End of Chapter 4}~
Nacchan: Gomen ne, Chapter kali ini pendek banget! Hontou ni gomen! *bungkuk-bungkuk 1000000 kali*
Ryouta: Ya, ya, ya, terserah..!
Simon: Apa yang dilakukan Dark Sound disitu?
Ryouta: *angkat bahu* tanya ma Nacchan aja!
Nacchan: Well, liat aja di Chapter berikutnya!
Simon: Kasih clue-nya, please~! *pasang puppy-eyes*
Nacchan: *menghela nafas* TIDAK AKAN!
~|A|R|I|G|A|T|O|U||G|O|Z|A|I|M|A|S|U|~
