Tittle : Dream of My Love and Life

Disclaimer : All cast belong to themselves and family

Chapter : 4/?

Rate : T

Genre : Romance and Family

Warning : AU, Crack Pair, YAOI, OOC karena tuntutan plot, Abal, Author newbie

Cast :

Cho Kyuhyun as Tan Kyuhyun

Choi Siwon as Choi Siwon (namjachingu Kyuhyun)

Kim Heechul as Tan Heechul (eomma Kyuhyun)

Kim Kibum as Tan Kibum (hyeong kedua Kyuhyun)

Lee Donghae as Tan Donghae (hyeong pertama Kyuhyun)

Hangeng as Tan Hangeng (appa Kyuhyun)

etc.

Pair : WonKyu, HanChul, ChangBum, HaeHyuk, etc.

Summary : Kyuhyun yang cacat. Kyuhyun yang selalu salah. Kyuhyun yang selalu dihina. Kyuhyun yang selalu diasingkan. Kyuhyun yang tak pernah mendapat kasih sayang. Kyuhyun yang selalu disiksa, bahkan oleh keluarganya. Kyuhyun yang terbuang. Semua tentang kisah hidup seorang Cho Kyuhyun yang malang. Bisakah ia tetap bertahan ditengah segala kesulitan yang ia alami, bertemankan dengan kesendirian?

DON'T LIKE, DON'T READ!

Previous chap :

'Cho Kyuhyun bodoh! Sekarang apa yang harus kau lakukan? Kau membuat keluargamu semakin membencimu karena perkataan konyolmu tadi.' rutuk Kyuhyun yang kini sudah berabring dikamarnya yang kecil, bahkan kamar itu hanya berisi tempat tidur, lemari juga meja belajarnya. Tak ada kamar mandi dalam dan rak TV sekalipun, tak seperti kamar milik kedua hyeongnya yang berisi seperangkat home theatre lengkap.

'DRRT... DRRT... DRRT...'

Saat tengah bingung memikirkan eommanya, ponsel Kyuhyun yang sejak tadi ia letakkan di meja belajarnya bergetar pelan, yang lantas segera diambil Kyuhyun.

'Eoh? Nomor siapa ini?' batinnya bingung saat mendapati nomor asing mengirim email ke ponselnya. Tak mau ambil pusing, Kyuhyun segera membuka email itu, dan yang membuatnya terkejut adalah isi pesan yang tengah dilihatnya kini menunjukkan foto sang eomma saat masih muda yang tengah dirangkul oleh seorang namja yang baru tadi siang ia temui, Jung Yunho.

'Apa-apaan ini? Sebenarnya siapa ahjusshi ini?' pikir Kyuhyun heran.

Chapter 4

'TOK TOK TOK'

"Kyu, buka pintunya, aku mau bicara padamu." Suara ketukan pintu kamarnya menyadarkan Kyuhyun yang masih berpikir tentang masa lalu sang eomma dengan Jung Yunho tadi.

"Hahhuk hahha hhungg. (Masuk saja hyung.)" sahut Kyuhyun pelan, dengan sedikit terburu-buru ia melemparkan ponselnya ke atas ranjang dan menghampiri Kibum yang bersandar di pintu kamarnya.

"Ahha aha, hhungg? Huhhehnh hhau hehhahhi? (Ada apa, hyung? Tumben kau kemari?)" tanya Kyuhyun, namun Kibum tak menjawab, ia justru masuk ke kamar Kyuhyun dan mengunci pintunya membuat Kyuhyun menatapnya heran.

"Apa yang sebenarnya kau pikirkan, Kyu? Kau mau membuat appa dan eomma semakin membencimu, huh? Apa kau tidak berpikir sebelum kau menanyakan hal bodoh ini pada eomma?" Kibum bertanya pada Kyuhyun yang hanya bisa menundukkan kepalanya saja saat Kibum mulai menatapnya tajam.

"Hianhhae hhung. (Mianhae hyeong.)" cicitnya pelan tanpa menatap Kibum membuat Kibum jengah dan mendongakkan kepalanya agar ia mau menatap Kibum.

"Dengar Kyu, sampai kapan pun kau adalah dongsaengku. Tak peduli sekalipun ahjusshi itu berkata kalau kau adalah anaknya. Kau adalah dongsaengku dan aku adalah hyeongmu, tak akan ada yang bisa menyangkal itu, arra?" ujar Kibum tersenyum lembut sambil menatap Kyuhyun dengan teduh sedangkan Kyuhyun hanya bisa mengangguk pelan dan menyunggingkan senyum manis pada Kibum.

"Hyeong pergi dulu, ingat kata-kataku, jangan sampai hal ini terulang lagi Kyu."

'CKLEK! BLAM!'

Kyuhyun menghela nafasnya pelan saat Kibum sudah keluar dari kamarnya. Ingin rasanya ia percaya pada ucapan Kibum tapi disisi lain hatinya menginginkan kebenaran dari hal-hal yang berkaitan dengan Jung Yunho yang ia ketahui belakangan ini.

'Aish, sudahlah Kyu. Kau harus percaya pada Kibum hyeong, jangan pedulikan ahjusshi bodoh itu lagi.' batin Kyuhyun sebelum memejamkan matanya menuju ke alam bawah sadarnya.


Kyuhyun terbangun saat ponselnya terus bergetar karena mendapat panggilan masuk. Dengan sedikit enggan ia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya pagi-pagi buta begini.

'Eoh? Ini nomor siapa?' batinnya melihat ada nomor asing yang menghubinginya, tak mau ambil pusing Kyuhyun segera menjawab panggilan itu tanpa mengatakan apapun.

"Yeobseo?"

"..."

"Kyu? Kyunnie? Ini aku Choi Siwon, bicaralah," tutur seseorang yang ternyata adalah Choi Siwon.

"Hhhe? Hhoi Hihhon? (Nde? Choi Siwon?)" ulang Kyuhyun tak percaya, ah mimpi apa ia semalam, bagaimana bisa seorang pangeran kampus seperti Siwon menelponnya.

"Ne, ini aku, Siwon." tegas Siwon sambil tersenyum manis, yang sayangnya tidak bisa dilihat oleh Kyuhyun.

"Haehho? (Waeyo?)" tanya Kyuhyun begitu ia biasa menguasai innernya yang terlalu senang karena Siwon menelponnya.

"Aku ada di depan rumahmu sekarang. Ku tunggu kau 15 menit lagi."

"Hho? Hahhi ahhu hihhakh hihha hehhuahh huhhah! (Mwo? Tapi aku tidak bisa keluar rumah!)" pekik Kyuhyun panik. Ah, seandainya di kamarnya yang sempit ini ada jendela, sudah dipastikan Kyuhyun akan melihat apakah benar Siwon ada di depan rumahnya, sayangnya ia tak dapat melakukannya karena kamarnya tak memiliki jendela.

"Waeyo? Kenapa kau tak bisa keluar rumah?" tanya Siwon bingung, namun Kyuhyun tak kunjung menjawab membuatnya menyimpulkan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan Kyuhyun.

"..."

"Kyu! Jawab aku! Apa yang sedang terjadi di rumahmu? Apa eommamu menyakitimu lagi?" sentak Siwon tak sabaran.

"Ahhi. Ahhu hanhha hehhangh hahhith hahha. Emh, ahhshahhu hahmhhuh, hahhi ahhu hihhahkh hohheh hehhuahh huhhah. (Ani. Aku hanya sedang sakit saja. Emh, ashmaku kambuh, jadi aku tidak boleh keluar rumah.)" ah, untung saja otak jeniusnya bisa dengan cepat mengarang alasan untuk Siwon.

"Kau bohong." tanggap Siwon.

"Ahhiha! (Aniya!)"

"Hhh, arraseo. Jadi kau tak masuk sekolah hari ini?"

"Hhhe. (Nde.)" jawab Kyuhyun seadanya.

"Ck, baiklah. Jangan lupa minum obatmu, aku harap kau bisa segera sembuh dan masuk sekolah lagi."

Kyuhyun menghela nafas pelan begitu Siwon memutuskan sambungan teleponnya setelah ia menyelesaikan ucapannya. Dengan perlahan ia membaringkan tubuhnya yang masih terasa sakit sebelum ketukan di pintu kamarnya memaksa ia kembali bangun dan membuka pintu kamarnya.

"Huhha? (Eomma?)" kagetnya saat melihat Heechul tersenyum lembut padanya.

"Kyu, boleh eomma bicara?" tanya Heechul sembari tersenyum, berbanding terbalik dengan sikapnya selama ini yang selalu memusuhi Kyuhyun. Sementara Kyuhyun yang masih syok karena perubahan sikap Heechul padanya, hanya bisa diam dan menatap Heechul tanpa berkedip.

"Kyu?" Heechul melambaikan tangannya di depan mata Kyuhyun saat melihat Kyuhyun hanya terdiam dan menatapnya tanpa berkedip, namun Kyuhyun masih acuh dan menatapnya tak berkedip.

"YAH! TAN KYUHYUN!" Kyuhyun tersentak kaget saat Heechul berteriak tepat di depan telinganya, hingga membuat telinganya berdengung.

"Hhhe, hhaeho huhha? Hahhuhhkh hahha, hihha hihharha hhi hahlham. (Nde, waeyo Eomma? Masuk saja, kita bicara di dalam.)" ucap Kyuhyun akhirnya sambil membuka pintu kamarnya semakin lebar supaya Heechul bisa masuk ke kamarnya yang sempit.

"Ani, tak perlu. Ikutlah dengan Eomma Kyu, ada yang ingin Eomma tunjukkan padamu." tolak Heechul sembari menggamit lengan Kyuhyun agar mengikutinya. Kyuhyun hanya terdiam sembari melihat tangan Heechul yang masih memegang lengannya, Tuhan, jika ini mimpi, aku mohon jangan bangunkan aku. Biarkan aku merasakan kelembutan Eomma lebih dari ini, batinnya tersenyum bahagia.

Heechul terus menarik lengan Kyuhyun hingga mereka sampai di paviliun yang ada di belakang rumah mereka. Kyuhyun mengernyitkan keningnya begitu Heechul menariknya menuju sebuah pintu bertuliskan 'Joongie's AREA!' di pintunya, eoh? kamar siapa ini?, pikirnya bingung.

"Hhhh, sudah waktunya kau tau Kyu." Heechul menghela nafasnya pelan dan mulai membuka pintu kamar tersebut.

"Huhm-huhma? Ih-ihhi... (Eom-eomma? In-ini….)" Kyuhyun kesuliatan bicara saat melihat pemandangan yang ada di depannya. Kamar bernuansa pink yang begitu feminim dengan pernak-pernik gajah dan hello kitty yang berserakan di dalamnya. Tanpa Kyuhyun sadari, kakinya melangkah ke dalam dan membawanya duduk di kasur king size dengan sprei pink bermotif gajah itu.

"Ini kamar Jaejoong, Kyu…" terang Heechul kemudian membuat Kyuhyun mengernyitkan dahinya bingung. Siapa Jaejoong yang eommanya maksud? Apa hubungannya dengan semua ini? pikir Kyuhyun bingung.

"Humma, hiahha Haehhongh hhangh Humma hahhkhudh? (Eomma, siapa Jaejoong yang Eomma maksud?" tanyanya pada Heechul, sedangkan yang ditanya justru melangkahkan kakinya mendekati meja nakas yang berada di samping ranjang ,mengambil sebuah buku yang ada di laci meja nakas dan menyerahkan buku yang ternyata adalah album foto tersebut pada Kyuhyun.

"Bukalah Kyu, mungkin kau akan mengerti setelah melihatnya." Ucap Heechul lirih, matanya sibuk menelusuri ruangan yang sudah sangat lama tak ia masuki ini. Kyuhyun yang tak mengerti hanya menganggukkan kepalanya dan mulai membuka album foto itu. Dan ia kembali dibuat terkejut saat melihat foto Heechul, Hangeng, seorang yang tadi mengaku sebagai appanya dan juga seorang yeoja yang memakai baju toga sembari memegang gulungan kertas di tangan masing-masing tengah tersenyum bahagia dan membuat sign 'v' dengan tangan kirinya yang bebas. Sepertinya foto itu diambil ketika Eomma dan Appanya baru saja lulus dari kuliah mereka. Masuk ke lembar kedua, Kyuhyun kembali dikagetkan dengan foto Yunho yang tengah mencium pipi seorang lain di foto tersebut, alisnya mengkerut heran dan menatap penuh tanya pada Heechul.

"Hhhh, lanjutkan saja Kyu, Eomma akan menceritakannya setelah kau selesai melihat album itu." Jawab Heechul yang mngerti arti tatapan Kyuhyun padanya.

Kyuhyun kembali melihat album foto yang ternyata hampir semuanya berisi foto Yunho dengan seorang namja yang tak ia ketahui namanya dengan beberapa figure Heechul dan Hangeng di dalamnya, entah saat mereka terlihat bahagia ataupun terlihat konyol dengan begitu bahagianya. Namun foto terakhir yang ada di album itu kembali membuat Kyuhyun harus membelalakkan mata bulatnya untuk kesekian kalinya. Foto itu, foto Yunho yang tengah berciuman panas dengan namja yang sama yang ada di dalam foto-foto sebelumnya, bisa ia lihat wajah sang namja tengah memerah sempurna dengan beberapa tanda merah yang terlihat di sekitar dagu namja itu.

"Humma, Hunnie hohhonh hehhashkhan hahhudh ihhi hehhua, Hunnie hahha hehhalhi hihhakh hehhehhi Humma. (Eomma, Kyunnie mohon jelaskan maksud ini semua, Kyunnie sama sekali tidak mengerti Eomma)." Ucap Kyuhyun sembari menatap penuh permohonan pada Heechul, yang hanya diangguki ragu oleh Heechul. Dengan pelan, Kyuhyun menarik Heechul duduk di sebelahnya dan meletakkan album foto yang terbuka lebar di pangkuan Heechul.

"Eomma tak akan menjelaskan semuanya secara detail Kyu, Eomma hanya akan memberi tahumu apa maksud ini semua dan apa hubungannya dengan dirimu. Di foto pertama yang kau lihat, kau pasti mengenali Eomma dan Appa bukan? Juga Yunho yang ada di samping Eomma, dan yang ada di samping Yunho, dia adalah Jaejoong adik Eomma." Terang Heechul perlahan, jemari lentiknya terus mengusap wajah Jaejoong yang tengah tersenyum begitu lebar di foto itu.

"Hahhu? Ahha huhuhhanhha henghanhhu Humma? (Lalu? Apa hubungannya denganku Eomma?)" tanya Kyuhyun penasaran, menghela nafas sejenak sebelum Heechul membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun.

"Dulu sewaktu kuliah Eomma dan Appamu, juga Jae dan Yunho adalah pasangan yang paling terkenal di kampus kami Kyu, dimana ada Eomma dan Appa, disitu selalu ada Jae dan juga Yunho. Kami berempat selalu menghabiskan waktu bersama dan melakukan apapun bersamaan. Termasuk Jae yang rela belajar mati-matian agar bisa lompat kelas dan berada satu tingkat dengan kami bertiga walaupun kami tak mengambil jurusan yang sama. Tapi, sejak lulus kuliah semuanya berubah. Yunho mulai menjauh dan sibuk dengan karier kerjanya yang terus melejit dan melupakan kami. Kami hanya bisa berhubungan dengannya lewat ponsel, itupun hanya sesekali karena ia selalu tak ada waktu untuk kami. Bagi Eomma dan Appa itu tak terlalu menjadi masalah karena kami tahu mnejadi direktur di sebuah perusahaan setingkat Jung Corp pasti sangat menyita waktu, tapi tidak dengan Jae. Dia merasa kalau Yunho sudah mulai bosan padanya dan berniat mencari penggantinya. Joongie Eomma yang dulunya ceria berubah menjadi pendiam, ia yang biasanya selalu membuat onar lebih memilih mengurung dirinya di kamar dan mengabaikan kesehatannya. Yang paling parah, ia mulai mengonsumsi obat tidur agar bisa tidur nyenyak tanpa harus memimpikan Yunho. B-bahkan Eomma pernah menemukannya hampir bunuh diri dengan meminum begitu banyak obat tidur beberapa hari kemudian. Karena tak kuat melihat Joongie terus-terusan bertindak bodoh akhirnya Eomma dan Appa memutuskan untuk menemui Yunho dan memintanya memnemui Joongie di rumah sakit…."


-FLASHBACK-

"Ck, ayolah Jung. Apa kau lebih mementingkan pekerjaan bodohmu ini dibanding 'Boojae'-mu yang sedang ada di rumah sakit?" ucap Heechul sarkastik, tangannya terlipat di dada dengan pandangan menusuk yang mengarah pada Yunho yang tengah terduduk di meja kerjanya. "Aish, sudah ku bilang aku akan kesana setelah pekerjaan ini selesai hyung. Tak bisakah kau lihat aku sedang banyak pekerjaan?" omel Yunho pada Heechul yang terus-terusan mendesaknya.

"Aigoo, bagaimana mungkin kau lebih mementingkan pekerjaan dibanding kekasihmu yang sedang sakit Yunho-ya?" Hangeng yang sedari tadi diam akhirnya mulai angkat bicara karena melihat Yunho yang tetap kekeuh menyelesaikan pekerjaannya dari pada menengok Jaejoong yang sedang sakit di rumah sakit.

"Ck, sudahlah Hannie. Biarkan saja beruang bodoh ini, kalau sampai nanti sore ia tak menepati janjinya pada Joongie aku akan membawa Joongie ke luar negeri. Sekalian aku akan mencuci otak Joongie supaya dia bisa melupakan beruang bod-…."

"Yah! Hyung! Jangan melakukan yang aneh-aneh pada Joongie! Ck, arraseo, kka kita ke rumah sakit sekarang. Hhh, dasar iblis." gumam Yunho sembari mengemasi dokumen-dokumen yang masih ada di mejanya, melangkahkan kakinya meninggalkan Heechul dan Hangeng yang tengah tersenyum penuh arti dibelakangnya.

"Yah! Kenapa kalian masih berdiri disana, eoh?! Cepatlah hyung!" teriak Yunho kemudian membuat Hangeng dan Heechul segera menyusulnya dan merangkul bahu Yunho sembari memukulnya keras-keras, hhh sungguh pemandangan yang membuat siapa saja tersenyum melihat tingkah 3 sahabat ini.


"Joongie, lihat siapa yang hyung bawa." ucap Heechul begitu sampai di ruang rawat Joongie, tapi apa yang dilihatnya sukses membuat Heechul berteriak histeris.

"Omo! Joongie!"

"Hyung, Joongie kenapa eoh? Han ge cepat panggil uisanim!" Yunho yang ada di depan kamar Jaejoong dan berniat memberi kejutan pada Jaejoong justru dibuat terkejut saat mendengar teriakan Heechul dan mendapati Jaejoong yang terkapar di lantai dengan dahinya yang mengeluarkan darah. Dengan sigap Yunho mengangkat Jaejoong dan membaringkannya di ranjang pasien.

"Hiks, Joongie, irreona! Jangan menakuti hyung, jangan bercanda Joongie! Hiks, bukannya kau mau bertemu dengan si bodoh ini eoh? Hiks, bangun Joongie!" Heechul terus berteriak histeris sembari mengguncang tubuh Jaejoong hingga dokter datang dan menyuruh mereka menungggu diluar.

Yunho yang merasa bersalah karena selama ini terkesan tak mempedulikan Jaejoong hanya bisa menundukkan kepalanya dan memanjatkan do'anya dalam diam. Merutuki kebodohannya yang terlalu mementingkan pekerjaannya dan mengabaikan Jaejoong yang selama ini selalu ada di sampingnya.

"Jung pabbo! Hiks, kau puas eoh? Kau puas melihat Joongie seperti itu?" teriak Heechul, dengan kalap ia memukuli Yunho sampai suara uisanim yang memeriksa Jaejoong menginterupsi kegiatannya.

"Ehm, mianhae Heechul-ssi, apa Jaejoong-ssi adalah namja yang 'spesial'?" tanya Park Uisa, uisanim yang menangani Jaejoong selama Jaejoong dirawat di rumah sakit itu.

"Eoh? Maksud Anda apa, Uisanim?" tanyanya balik, tak mengerti dengan arah pembicaraan sang dokter.

"Eng, sebaiknya masalah ini kita bicarakan di ruangan saya. Kajja." ucap Park uisa mengarahkan mereka bertiga agar masuk ke dalam ruangannya yang memang bersebelahan dengan kamar rawat Jaejoong.

"Jadi begini, Heechul-ssi, dari pemeriksaan yang sudah kami lakukan, sepertinya Jaejoong-ssi merupakan namja 'spesial' yang mempunyai rahim dan tubuhnya juga bisa memproduksi hormone esterogen dan progesterone yang memungkinkannya bisa mengandung. Dan dari hasil pemeriksaan yang baru saja kami lakukan, Jaejoong-ssi saat ini tengah mengandung, usia kandungannya baru menginjak minggu ke-6, beruntung saat terjatuh tadi tak terjadi benturan yang dapat menyebabkan kandungannya terganggu." tak ada suara satu pun saat Park Uisa selesai menjelaskan keadaan Jaejoong, baik Heechul, Yunho maupun Hangeng masih terkejut karena kenyataan Jaejoong yang bisa mengandung.

"Ehm, Heechul-ssi?" suara Park Uisa yang tengah melambaikan tangannya di depan Heechul akhirnya menyadarkan mereka bertiga yang terlihat salah tingkah.

"Eoh, nde Uisanim. L-lalu apa yang harus kami lakukan?" tanya Heechul cemas.

"Tidak perlu cemas Heechul-ssi, cukup perhatikan asupan nutrisi yang harus Jaejoong-ssi penuhi setiap hari. Dan jangan lupa jaga perasaan Jaejoong-ssi karena biasanya orang hamil memiliki sensitifitas yang lebih tinggi dibanding biasanya." lanjut Park Uisa sembari tersenyum hangat melihat Heechul yang mengangguk antusias.

"Eng, boleh aku bertanya Uisanim?" gumam Yunho lirih.

"Ye, apa yang ingin anda tanyakan Tuan?"

"Emh, apa Joongie masih bisa melakukan aktivitas ranjang? Engh, maksudku apa aku dan Joongie masih bisa berhubungan seksual saat Joongie hamil?" tanya Yunho canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Aish! Dasar Jung Yunho beruang mesum! Bisa-bisanya kau bertanya hal seperti itu saat Joongie hamil! ck, tentu saja Uisa tak akan mengizinkannya!" gerutu Heechul menanggapi pertanyaan Yunho yang terdengar konyol di telinganya.

"Hahaha, tidak Heechul-ssi, Jaejoong-ssi masih bisa melakukannya tapi dalam batas yang wajar. Jangan sampai Jaejoong-ssi kelelahan dan emh, kalau memungkinkan jangan terlalu kasar saat melakukannya." ucap Park Uisa yang kini tersenyum geli pada Heechul dan Yunho, sementara Hangeng hanya bisa menghela nafas pasrah saat melihat Yunho yang kini tengah ditarik Heechul keluar dari ruangan Park Uisa. Dengan pelan ia mengikuti Heechul dan Yunho setelah mengucapkan terima kasih pada Park Uisanim.

-FLASHBACK END-


"Semuanya berjalan dengan baik sampai kandungan Joongie memasuki bulan ke-9, tapi kejadian hari itu sungguh membuat Joongie kembali terpuruk dan membuatnya kembali masuk rumah sakit. Yunho yang saat itu ada meeting di Jepang dan bertemu dengan mantan kekasihnya sewaktu SMA seakan kembali melupakan Joongie. Tak ada kabar yang diberikannya selama seminggu dan membuat Joongie kesal dan nekat menyusulnya ke Jepang, tapi apa yang ada disana sungguh membuatnya terpuruk."

"Ahha hangh hihhahuhkhan Hunhho ahhuhshi, Humma? (Apa yang dilakukan Yunho ahjusshi, Eomma?)" potong Kyuhyun tak sabaran.

"Joongie memergoki Yunho tengah tidur bersama mantan kekasihnya Kyu, malam itu juga Joongie memutuskan kembali ke Seoul, tapi naas saat Joongie sudah sampai di Seoul taxi yang ia tumpangi mengalami kecelakaan dan menyebabkan Joongie pendarahan hebat. Beruntung Joongie dapat dibawa ke rumah sakit tepat waktu sehingga aegyanya bisa diselamatkan, tapi Joongie tidak dapat bertahan lebih lama. Ia meninggal sesaat setelah memberikan nama padamu Kyu."jelas Heechul dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.

"Humma, hahhi Hunnie…(Eomma, jadi Kyunnie…)"

"Nde Kyu, kau memang bukan anak Eomma, Joongie lah Eomma kandungmu. Maafkan Eomma sudah membohongi dan memperlakukanmu dengan buruk. Semua Eomma lakukan karena Eomma selalu teringat perlakuan Yunho pada Eommamu saat melihat wajahmu." terang Heechul, Kyuhyun yang melihat Eommanya kembali meneteskan air matanya mulai merengkuh Heechul dan mengusap punggung Heechul lembut, mencoba menenangkan Heechul yang kini terisak di dadanya.

Tanpa mereka sadari, sepasang mata kini tengah menatap nyalang pada keduanya. "Jadi semuanya sudah terbongkar, eoh?" desisnya lirih sambil menyeringai jahat.


"Kibummie, apa tak apa aku menginap disini? Bagaimana kalau Eommamu marah?" bisik Changmin saat Kibum menariknya duduk di ranjangnya.

"Tak akan, Minnie. Eommaku bukan orang tua kolot yang tak akan mengizinkan kekasih anaknya mengin ap. Ck, lagipula apa kau mau tinggal di rumahmu sendiri selama Ahjumma dan Ahjusshi keluar kota? Aku tak menjamin kau masih bisa hidup tanpa ada Junsu Ahjumma yang akan memasakkanmu." Kibum menjawab pertanyaan Changmin sambil berkacak pinggang di depan Changmin, dengan pelan ia menoyor jidat Changmin yang tengah mengerucutkan bbibirnya.

"Berhenti melakukan aegyo Shim! Sama sekali tak cocok dengan status sememu." komentar Kibum kejam. Changmin hendak membalas ucapan Kibum saat seseorang mengetuk pintu kamar Kibum.

"Bummie, keluarlah sebentar." suara Heechul terdengar sesaat setelah ketukan pintu itu berhenti.

"Nde Eomma, sebentar. Aku sedang ganti baju." jawab Kibum dan bergegas mengganti seragamnya dengan baju casual yang ia ambil di lemari.

"Waeyo Eomma?" alis Kibum terangkat saat melihat Heechul menuntun Kyuhyun dibelakangnya.

"Mulai hari ini Kyu akan tidur bersamamu Bummie, bisa 'kan?" ucap Heechul kemudian membuat Kibum sedikit terkejut.

"Mianhae Eomma, tapi malam ini sampai 3 hari ke depan Changminnie akan menginap disini jadi tak mungkin kalau Kyu juga tidur di kamarku. Sebaiknya Eomma menitipkan Kyu ke kamar Hae hyung." kata Kibum sebelum menutup pintu kamarnya dengan pelan, Heechul hanya menghela nafasnya pelan dan tersenyum pada Kyuhyun.

"Arraseo, karena Donghae dan Kibum tidak bisa maka kau akan tidur dengan Eomma." putus Hecchul kemudian dan berbalik melangkah ke kamarnya sambil menarik Kyuhyun bersamanya.

-TBC-

Mianhae baru lanjut sekarang, momo lagi sibuk banget di sekolah, tugas dan ulangan semuanya pada numpuk, belum lagi tugas pw yang nguras otak + tenaga. buat readers yang udah sering nagih ini ffnya momo lanjut, mianhae kalau kalian kesel nunggunya.

btw, HAPPY WONKYU DAY! mian ffnya belum ada wonkyu momentnya, chap depan wonkyu moment udah mulai bejibun kok. insya allah, besok atau lusa momo publish oneshot wonkyu buat ngerayain wonkyu day, idenya udah ada tinggal nuangin di ffnya aja, semoga readers berkenan baca nantinya.

buat semua readers mianhae kali ini momo nggag bisa bales reviewnya satu per satu tapi semuanya udah momo baca kok, gomawo yang udah mau nunggu ffnya, semoga chap depan nggag butuh waktu lama buat updatenya.

yosh, akhir kata,

review please?