Specter X Sorcerer
.
Cast : All SEVENTEEN member, SEVENTEEN COUPLE.
Disclaimer : All member seventeen milik Tuhan YME, OrangTua mereka, Pledish Ent. Kecuali, Joshua punya author /Abaikan/ cerita murni hasil pemikiran ainq yang imajinasi kelewatan normal :v
Genre : romance&supranatural
Rated : T aman kok hehe :D
.
.
WARNING! Typo everywere -_- Tidak sesuai EYD, ff abal-abal, author newbie :v, don't be siders /puppy eyes/
BL,BROMANCE,YAOI
Don't like don't read it
Dilarang keras plagiat,alih bahasa, hargailah author yang labil ini /aegyo/
.
Happy reading guys hope you like this ^^
.
.
Chap 4 : My boy.
Mingyu menatap tak percaya kepada orang didepannya. Perawakannya tinggi rambutnya hitam gelap jatuh tepat dikeningnya matanya sedikit sipit namun sorotnya tajam. Warna pupilnya hitam gelap. Kontras dengan warna kulitnya yang putih pucat. Dia mengenakan sweater warna putih yang bersih sepatu kets hitam untuk membalut kakinya.
"mingyu" lelaki didepannya menatap tak percaya kepada mingyu. Dia berdiri dari posisi awalnya menyamakan tingginya dengan mingyu.
"hyung kau darimana saja?" mingyu mulai mendekati pria tersebut berusaha mengikis jaraknya.
"aku hanya saja baru jalan-jalan mingyu, kebetulan sekarang mantera perbatasan sedikit lemah jadi kami para penyihir bisa menerjangnya. Aku juga merindukanmu" lelaki lebih tua tersenyum sembari menunuduk. Pipinya merona merah.
"kau kenapa tidak menemuiku dahulu hyung baru kita jalan-jalan bersama" mingyu memiringkan kepalanya.
"aku tau berita tentang Vernon, karena dia kekasih seungkwan jadi beritanya menyebar. Raja cravia bingung harus melakukan apa untuk Vernon supaya seungkwan berhenti murung" dan memang semenjak diculiknya Vernon, seungkwan sudah tidak ceria lagi. Bahkan nafsu makan seungkwan menjadi turun, bahkan sangat drastic. Itu adalah hal yang sangat mengejutkan mengingat bahwa seungkwan adalah seorang bocah laki-laki yang hobby makan. "jika aku menemuimu dan mengajakmu jalan-jalan itu akan terlihat seperti aku ini calon kakak ipar yang jahat, yang tidak peduli kepada adik iparnya yang diculik" wonwoo berkata sembari tersenyum
"calon kakak ipar katamu hyung" mingyu tampak mengangkat alisnya. "memangnya siapa yang akan menikah dengan mu?" mingyu tersenyum jahil.
"kau bilang kau akan menikahi ku kan mingyu apa kau lupa" wonwoo bertanya dengan panic.
"tidak aku tidak pernah bilang seperti itu hyung" mingyu tersenyum memerlihatkan gigi taringnya yang seperti vampire.
"jadi selama ini kau menipuku mingyu ternyata kau seorang pembohong" wonwoo mulai mempoutkan bibirnya. Menatap jengah kepada mingyu.
Mingyu mendekati wonwoo membawa tubuh wonwoo kepelukannya. Mendekap tubuh ramping itu dengan erat dan menyandarkan kepalanya di perpotongan leher wonwoo. Memejamkan matanya sejenak. Dan menyesap dalam-dalam aroma yang menguar dari tubuh kurus wonwoo.
"memang aku tidak bilang akan menikahimu hyung" mingyu mulai merenggangkan pelukannya namun tangannya masih setia berada di pinggang wonwoo. "tapi aku bilang bahwa aku akan menjadi teman hidupmu temanmu menghabiskan waktu dimasa tua dan menjadi orang pertama yang menjadi tempatmu mencurahkan segala masalahmu" diakhir kalimat mingyu mengecup bibi tipis merah muda milik wonwoo.
Pipi wonwoo merona telinganya panas dan rasanya debaran jantungnya meningkat. Ini bukan pertama kalinya dia dicium oleh mingyu namun rasanya kali ini sangat berbeda. Mereka memang sudah lama tidak bertemu sekitar 2 bulan. Hal ini dikarenakan gerbang pembatas antara dunia manusia dengan dunia sihir diperkuat namun entah ada alasan apa tiba-tiba saja mantera pelindung itu melemah. Wonwoo yang melihat kesempatan ini menggunakannya sebaik mungkin. Dia menggunakan kekuatannya untuk menembus mantera itu. Dia sangat merindukan kekasihnya, kekasihnya yang lebih muda darinya namun lebih tinggi, kekasihnya yang menyebalkan namun sangat mempesona. Selain itu tujuannya kemari adalah untuk membantu mingyu yang sedang kesusahan. Dia berupaya melindungi kekasihnya ini kekasihnya yang hanya manusia biasa ini.
"hyung bagaimana jika kita pulang kerumah saja, jisoo hyung menyangka bahwa aku denganmu sudah berakhir" mingyu menggandeng tangan wonwoo.
"aku akan menemanimu sampai hari dimana kau bertemu dengan para puncuri Vernon yang bukan manusia itu bertemu denganmu mingyu, aku akan menjagamu" wonwoo berkata sembari menatap kearah dalam mata mingyu.
"terimakasih hyung" mingyu semakin mengeratkan genggamannya.
.
.
.
Di cravia seungkwan sibuk berunding dengan jeonghan serta dengan seorang pemuda yang bernama lee jihoon. Lee jihoon ini adalah kakak tingkat seungkwan disekolah badannya sedikit pendek dengan rambutnya yang berwarna ungu. Kulitnya sangat putih dia memiliki mata yang sedikit sipit namun tidak tajam. Dia juga orang yang periang meskipun dia adalah orang yang gampang marah. Karena hal itu lah jeonghan sangat berhati-hati jika menjaga perasaan jihoon.
"besok siapa saja yang akan kita ajak hyung" seungkwan bertanya, tatapan matanya kosong.
"kita bertiga saja sudah cukup seungkwan ditambah kemungkinan wonwoo juga akan ikut" jihoon menjeda kalimatnya. "wonwoo tidak akan mungkin membiarkan kekasihnya dalam keadaan susah"
"lalu benda apa saja yang akan kita bawa" jeonghan muncul sembari membawa segelas air lemon.
"bahkan kita tidak tau siapa yang akan kita hadapi hyung, kita harus menganalisis siapa pelakunya barulah kita bisa mengetahui cara mengalahkannya" jihoon megambil gelasnya dan mulai meminummnya.
"aku takut jika itu adalah kelompok penyihir hitam yang dipimpin oleh seungcheol hyung" jeonghan tersedak mendengar analisis seungkwan.
"ada apa hyung apa yang terjadi? Apa kata-kataku mengagetkanmu?" seungkwan menepuk-nepuk punggung jeonghan.
"tidak seungkwan tidak ada apa-apa kok" jeonghan mulai mengatur nafasnya kembali.
.
.
.
Mingyu berjalan beriringan dengan wonwoo menuju rumah sederhananya. Rumahnya masih sepi jisoo belum pulang bekerja. Mingyu mengambil kuncinya dan membuka pintunya.
"rasanya aku lama sekali tidak berkunjung ke rumah ini, aku sangat merindukannya mingyu" wonwoo bergelayut manja pada mingyu. Kekasih tiangnya itu.
"kami semua juga merindukanmu hyung terutama aku, aku bahkan sering tak bisa tidur gara-gara terlalu rindu padamu" mingyu berkata sembari mengecup sekilas pipi putih wonwoo. Wonwoo merona seketika.
Mereka memasuki ruangan kecil yang bercat putih dengan dekorasi warna biru ini. Yah pada hari itu wonwoo dan mingyu lah yang mengecat rumah ini. Mereka berdua telah melewatkan banyak hal pada dua tahun ini. Mereka bertemu secara tak sengaja didalam hutan. Pada saat itu mingyu baru pulang dari sekolahnya dan wonwoo sedang berjalan-jalan didunia manusia. Mereka saling jatuh cinta pada pandangan pertama. Wonwoo jatuh hati pada pesona ketampanan mingyu, dan mingyu jatuh hati pada wajah manis milik wonwoo.
"duduklah hyung anggap saja ini rumahmu sendiri" mingyu mempersilahkan wonwoo sembari melepas jaketnya dan sepatunya.
"baiklah mingyu" wonwoo duduk namun tiba-tiba saja perutnya berbunyi, dia memegangi perutnya. Mingyu yang mengetahui hal itu sontak tertawa.
"apa yang lucu mingyu kenapa kau tertawa jika kau sudah tau perutku berbunyi, segerahlah buatkan aku makan" wonwoo berkata sembari menendang-nendang lantai.
"aigoo kekasihku ini lucu sekali jika sedang marah lama-lama aku ingin menggigitnya saja. Baiklah-baiklah aku akan memasak untukmu hyung tahan dulu ya laparnya" mingyu melenggang masuk kedalam dapur.
Jeon wonwoo melihat ada majalah dirumah mingyu. "Tumben sekali mereka membeli majalah bukankah hidup mereka pas-pasan" batin wonwoo. Baru saja wonwoo membuka halaman pertama berniat membacanya agar rasa bosan selama ditinggal mingyu memasak menjadi hilang. Namun ponselnya berbunyi.
Sebuah pesan. Wonwoo mengernyit bingung, jeonghan mengiriminya pesan. Dibukanya pesan itu karena penasaran dengan isinya.
"Wonwoo, apa kau sedang bersama mingyu sekarang? Apa kau tidak merasakan ada mata-mata disekitarmu? Aku mungkin tidak perlu mengatakannya tapi kau pasti menjaganya dengan baik karena dia kekasihmu. Oiya malam ini jangan pulang dulu, sekarang daerah perbatasan semakin dijaga ketat. Pulanglah besok dengan kekasihmu itu. Dan kau jangan terlalu banyak bermesraan wonwoo."
Wonwoo membaca pesan dari jeonghan hyung sembari tersenyum sedikit. "Apa-apaan coba hal yang dilakukan mereka disana" batin wonwoo.
Kemudian dia mulai mengetikkan sesuatu berniat membalas pesan jeonghan.
"Kkkkkk iyaa aku sedang bersama dengan mingyu, hyung tenang saja walaupun aku uke, tapi aku sangat bisa diandalkan kok. Aku akan menjaga mingyu dengan sepenuh hatiku. Terimakasih hyung karena telah memberitau keadaan disana mungkin malam ini aku akan tidur sekamar dengan mingyu ahhh betapa senangnya aku. Sudah dulu ya hyung aku ingin bermesraan dengan mingyu. Byee"
Mingyu telah usia dengan acara memasaknya didapur lalu ia berjalan mendekati wonwoo sembari membawa makanan yang sudah matang. Dia tersenyum mendapati wonwoo yang sedang sibuk memainkan handphonenya.
.
.
.
TBC/END
Haai gue comeback nih ama nih ff ada/enggak yang ngereview gue tetep ngelanjutin ae wkwk :V di chap ini fluff banget karena akhir-akhir ini banyak liat meanie moment. Udah itu ae bacotan dari gue thanks dah mau baca nih ff gaje. Buat bunda gue, bunda cheonghan yang support dan always ngereview nih ff gaje, love you bun wkwk :v
