Come from the Future?
Genre: Family, Romance, Humor (?)
Rating: T
Pairing: (eventual) KaiShin/KIDShin
Warning: AU, OOC, gaje, typo and SHONEN-AI ALERT! (don't like? don't read!)
.
Disclamer:
Detective Conan © Aoyama Gosho
Come from the Future? © MSN1412
.
Summary: Akibat KID mencuri permata yang diincarnya, mereka harus menghadapi dua anak kecil yang mengaku dari masa depan dan juga anak kandung mereka.
Chapter 4: Bedtime Story and... First Kiss?
.
Sementara itu, di lautan langit hitam yang dipenuhi bintang-bintang dan sang bulan, yang masih di selimuti kembali oleh awan-awan yang menghampirinya, KID masih saja melajukan terbangnya menuju kediaman Kudo, sambil mengangkut Satoshi untuk membuat Satoshi dan saudaranya Haruka tinggal sementara di rumah Shinichi. Sampai 'orangtua' mereka, KID dan Shinichi bisa mencari jalan keluar untuk membawa mereka kembali ke waktu asal mereka.
Satoshi hanya bisa terkesima akan pemandangan kota Beika pada malam itu. Meskipun aktivitas orang-orang pada malam itu telah terhenti untuk sementara, namun lampu-lampu yang berasal dari lampu-lampu jalan dan bangunan-bangunan di sekitarnya, menyinari gelapnya kota Beika dengan sinarnya. Tampaknya, Satoshi berpikir kalau suasana malam Beika masa kini dan masanya hampir sama. Walaupun ada perbedaan yang begitu tipis.
"Uwaaaah… Sugoi neee~" ujar Satoshi girang.
"Sudah Tou-san duga, pasti kau menyukai indahnya pemandangan malam ini, kan?" gumam KID menduga kepada 'anak laki-laki'nya, sambil mengatur gantolenya dari arah angin pada malam itu.
Satoshi pun mengangguk girang, sambil melirik ke KID, "Suasananya hampir sama seperti masa depan nanti, meskipun ada kemajuan daripada sekarang."
KID hanya tertawa mendengar jawaban polosnya, "Hahaha… Aduh Satoshi, masa kini dan masa depan kan berbeda. Jadinya di masamu pasti banyak perbedaan pada masa sekarang," terang KID.
Mendengar penerangan dari Tou-sannya, Satoshi hanya bisa tersipu malu karena menjawab hal-hal yang begitu simpang siur. KID malah tersenyum kecil ketika melihat anaknya tersebut. Entah mengapa dia merasa senang terhadap aksi pencuriannya saat ini, karena malam ini bisa bertemu kembali dengan dan menggoda Detektif kritikus favoritnya. Lalu bertemu dengan kedua anak darinya dan Tantei-kun dari masa depan, walaupun itu unsur ketidak sengajaan yang tak terduga.
Dia berpikir sejenak, apakah ini yang dimaksud arti dari keluarga yang sesungguhnya? Setelah dia harus menjadi Ayah dari mereka, meskipun Ayahnya telah meninggal semenjak dia berusia 8 tahun karena insiden itu?
"Umm… Tou-san."
KID mencoba menyadarkan dirinya dari lamunannya, "Err, ya Satoshi?"
"Kapan kita sampai ke rumahnya Kaa-san?" tanya Satoshi tidak sabar, "Aku ingin kita tidak mau kalah dari Kaa-san dan Haruka."
KID pun tertawa kecil akan pertanyaan itu, "Baiklah, satu putaran ini kita telah sampai ke rumah Ka… Kaa-san," jawab KID walaupun ada rona merah disaat dia menyebut Tantei-kun 'Kaa-san'. Dia tidak menyadari dan menduga kalau di masa depan nanti, dia bakal hidup bersama dan berkeluarga dengan Tantei-kunnya. Meskipun, mungkin itu hal yang sangat mustahil.
KID mencoba mengatur gantolenya ke arah kanan dari arah angin, lalu mencepatkan laju terbangnya menuju kediaman Kudo. Ada rasa khawatir juga kalau Tantei-kun dan Haruka telah tiba di sana, setelah pertemuan mereka kembali di atap gedung yang menjadi targetnya pada malam ini, dan juga pertemuan Satoshi dan Haruka untuk pertama kalinya. KID menyuruh Satoshi untuk berpegangan secara erat untuk sebuah pengaman, dan berkata kalau dia dan Satoshi hampir tiba dan akan mendarat di kediaman Kudo.
xXxXxXxXx
*CKIIIIIT*
Setelah Shinichi dan Haruka tiba di kediamannya, Shinichi memberhentikan laju mobilnya di depan pintu gerbang rumahnya di jalan raya yang begitu sepi pada malam ini. Hanya ada lampu-lampu jalan yang menyinari petak-petak jalanan tersebut. Lalu, mereka pun keluar dari mobil Shinichi dan langsung memasuki pintu gerbang kediaman Kudo.
Sebelum mereka memasuki rumah yang cukup besar itu, Shinichi melirik ke Haruka dan mengajaknya untuk masuk dan beristirahat. Namun Haruka malah mengarah ke suatu tempat, dan melihat sesuatu dengan wajah yang sedikit datar dan mengernyitkan dahinya. Hal ini membuat Shinichi curiga terhadap 'anak perempuan'nya tersebut, lalu melirik ke arah yang sama.
"Ada apa, Haruka?" tanya Shinichi curiga dan masih saja melirik ke jendela yang telah setengah terbuka.
"Tampaknya, Tou-san dan Satoshi telah sampai daripada kita, ya?" tanya Haruka sambil menunjukkan jendela setengah terbuka itu.
'Ha ha… Yang benar saja. Mereka kan ke sini dengan terbang, tidak dengan kita,' batin Shinichi bosan dan sedikit kesal karena KID dan Satoshi telah tiba lebih dulu daripada mereka, dan masuk ke rumahnya dengan jendela yang tidak tertutup rapat sebelum dia pergi untuk pencurian KID. Benar-benar seorang Pencuri yang masuk ke rumah orang lain melalui celah-celah jendela dengan diam-diam.
"Ayo kita masuk, Haruka. Aku yakin kalau Satoshi dan To… To… Tou-san menunggu kita di dalam," ajak Shinichi, meskipun ada rona merah ketika menyebut KID dengan sebutan Tou-san. Dia tidak menyadari kalau dia dan KID harus menjadi 'orangtua' Haruka dan Satoshi, sampai waktu yang masih belum ditentukan.
Ketika Shinichi membuka kunci pintu depan rumahnya dan memasuki bagian dalam rumahnya dengan Haruka, dia melihat sebuah ruangan yang lebih terang daripada ruangan lain. Mereka pun memasuki ruangan tersebut, dan terlihat KID yang telah duduk di sofa ruangan depan dan menunggunya selama beberapa menit, dengan Satoshi yang tampaknya sedang tidur pulas di pangkuan KID. Namun aneh, Shinichi melihat KID tanpa mengenakan topi pesulapnya ataupun monoclenya, sehingga Shinichi melihat rambut aslinya yang tampak sedikit acak-acakkan daripada dia. Apalagi, KID sekarang tidak mengenakan tuxedo putih yang selalu dia kenakan kalau dia beraksi, melainkan telah berganti pakaian dengan mengenakan sebuah T-Shirt berwarna biru, ditambah corak garis berwarna putih di lengan baju dan bagian dadanya. Dengan celana jeans yang tampak santai untuk melengkapkan pakaian yang dikenakannya.
"Kau terlambat, Tantei-kun. Satoshi dan aku telah lama menunggumu sampai-sampai dia ketiduran gitu," ucap KID pelan sambil menunjuk Satoshi, berharap ucapannya tidak membuat Satoshi terbangun.
"Oh. Jadi aku terlambat ya? Gomen deh, KID," sesal Shinichi, "Tapi kau juga harus tahu berapa menit harus aku tempuh untuk ke sini dengan mobil, daripada dengan terbang. Beda jauh kan?" lanjut Shinichi dengan nada kesal.
"Oke oke deh, Tantei-kun. Bukan, Kudo Shinichi-kun?" ucap KID dengan menyebutkan nama asli Shinichi, bukan dengan sebutan 'Tantei-kun'. Hal itu membuat Shinichi terkejut seketika dan pipinya kembali memerah karena sebutan itu. Oke, sepertinya dia harus berhenti membuat dirinya memerah melulu. Bakal habis darah, batinnya.
"Ja… Jadi, kalau kau menyebutku dengan nama asliku, apa aku harus memanggilmu KID? Selagi kau tinggal disini untuk menjaga mereka?" tanya Shinichi heran.
"Oh, aku lupa untuk memperkenalkan diriku yang sebenarnya kepadamu."
Segera, KID beranjak dari sofa dengan memindahkan Satoshi dari pangkuannya dan membaringkannya ke sofa yang telah dia duduki. Lalu, dia menggerakkan tangan kanannya dan melakukan sebuah sulap kecil-kecilan terhadap Shinichi hingga Shinichi hanya bisa terheran-heran akan aksi kecilnya itu.
*PLOP*
Setangkai mawar merah muncul secara ajaib dari tangan KID yang telah dia gerakkan, dan memberikannya kepada Shinichi sebagai tanda perkenalan. Shinichi hanya bisa tersipu malu kembali dan mulut yang sedikit menganga, hampir terkesima akan perkenalan KID yang tidak begitu biasa daripada orang lain yang dikenalnya.
"Boku wa Kuroba Kaito. Siswa SMA Ekoda kelas 12, pesulap amatir yang luar biasa. Yoroshiku ne, Shinichi~" sapa Kaito dengan mawar merah yang masih saja belum diterima oleh Shinichi. Shinichi menerima mawar dari Kaito tersebut dan meletakkannya di sebuah meja tepat di dekatnya.
'Kuroba? Berarti ternyata benar kalau dia… dia… dan aku… aku…,' ujar Shinichi dalam hati, dengan rona merah pada pipinya yang belum memudar sendirinya.
Di arah lain, Haruka hanya bisa terbelalak dan terdiam tanpa kata setelah melihat perkenalan oleh orangtuanya secara langsung. Dia telah mengetahui bagaimana Tou-san dan Kaa-sannya berkenalan diri di luar waktu pencurian Tou-sannya untuk pertama kalinya.
xXxXxXxXx
"Uhmmm… Apa aku ketinggalan sesuatu?"
Tiba-tiba, suasana itu langsung pecah ketika Satoshi telah beranjak dari sofa dan terbangun dari tidur jangka pendeknya. Dia langsung mengusap-usap pelupil matanya sambil pandangannya kembali normal, dan melirik ke arah Tou-san dan Kaa-sannya yang tampaknya dari penglihatannya sedang memandang satu sama lain. Lagi.
"Ya ampun Satoshiii! Kau baru saja melewatkan momen Tou-san dan Kaa-san berkenalan satu sama lain dengan identitas aslinya, tahu!" seru Haruka selagi dia melangkah menujunya dan menyadarkan saudara kembarnya.
'Oi oi oi. Apa dia harus memberi tahu momen yang begitu simple ini?' pikir Shinichi dan Kaito dengan sweatdrop, selagi mereka melirik kedua anak mereka.
"Haah?" Satoshi hanya bisa terheran-heran terhadap saudaranya tersebut.
"Makanya jangan ketiduran dong setelah tiba di rumahnya Kaa-san. Jadinya kau tidak bisa melihat momen ini, kan?" gumam Haruka sedikit kesal.
"Oi oi… Kalian…," kata Shinichi yang masih sweatdrop, sambil memotong pembicaraan mereka.
"Haloo! Aku kan telah mengantuk setelah insiden yang membuat kita terdampar ke sini kan? Ke masa dimana hubungan Tou-san dan Kaa-san masih belum akur?" protes Satoshi.
'Belum akur?' pikir Kaito dengan heran dan sweatdrop berkali-kali.
"Tunggu dulu… Bukannya semua itu salahmu yang mencuri Silver Warp pada awalnya, terus akhirnya seperti ini?" seru Haruka kesal bukan main. Dan akhirnya, Kuroba bersaudara itu kembali lagi bertengkar dan berdebat tepat di depan Shinichi dan Kaito, lagi. Kaito mencoba untuk mendekati mereka dan mencoba untuk melerai mereka, namun gagal, mereka masih saja bertengkar satu sama lain. Sepertinya, mereka harus mencoba mengatur anak mereka, supaya Haruka dan Satoshi tidak bertengkar lagi. Tapi bagaimana caranya?
Otak Kaito pun mengeluarkan sebuah ide dan menemukan sebuah cara untuk meleraikan mereka dari pertengkaran itu. Dia langsung menjentikkan jarinya kepada Haruka dan Satoshi yang masih saja marah-marah satu sama lain.
*POOF*
Tak lama kemudian, sebuah asap kecil mengelilingi mereka dan mereka berhenti bertengkar setelah Tou-san mereka, mengubah kembali gaya pakaian mereka menjadi pakaian tidur yang telah mereka kenakan. Satoshi telah mengenakan pakaian tidur berwarna putih, dengan corak garis berwarna biru di setiap sisi. Sama seperti Haruka yang telah mengenakan pakaian tidur, namun dengan corak garis berwarna merah dan jepit rambut yang dikenakannya pun menghilang sekejap karena baju yang telah diganti dengan super kilat tadi.
"Baiklah. Tou-san tidak mau mendengar ocehan dan amarah kalian yang tidak masuk akal itu. Kalian kan bersaudara, masa harus bertengkar melulu sih?" nasehat Kaito terhadap kedua anaknya. Mereka pun menunduk lesu dan menyesali akan perbuatan mereka tadi.
"Kalau begitu, kalian harus meminta maaf dan berjanji untuk tidak bertengkar lagi di depan Tou-san dan Kaa-san, ataupun orang lain. Janji?" perintah Kaito.
"Hai Tou-san, kita berjanji," ucap Haruka dan Satoshi pelan.
Mereka memandang satu sama lain dengan pasang muka yang begitu menyesal, dan memeluk satu sama lain sebagai pertanda minta maaf. Kaito tersenyum ketika Haruka dan Satoshi telah meminta maaf dan tidak akan melakukan hai itu lagi. Dia tidak mengetahui kalau dia telah melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh orangtua yang semestinya, meskipun dia masih begitu belum siap menjadi seorang Ayah.
Disisi lain, Shinichi hanya bisa terpaku melihat seorang KID yang ternyata memilki nama Kaito tersebut, meleraikan Haruka dan Satoshi seperti layaknya orangtua meleraikan anak-anaknya kalau mereka sedang bertengkar satu sama lain. Ternyata, dia bisa melakukan ini juga meskipun dibenaknya dia pikir kalau KID hanya bisa mencuri dan membuat para Polisi dan dirinya resah gara-gara dia. Tapi dia juga bingung, kalau KID telah melakukan seperti seorang Ayah yang semestinya, bagaimana dia bisa melakukan apa yang seorang Ibu biasa lakukan terhadap anaknya?
"Baiklah, karena kalian telah meminta maaf satu sama lain, kayaknya kalian harus segera beristirahat untuk besok." Shinichi langsung menghampiri mereka untuk bergegas tidur karena waktu semakin larut. Kaito hanya bisa tersenyum terhadap Shinichi dan berpikir kalau Tantei-kunnya telah melakukan apa yang seharusnya seorang Ibu lakukan. Meskipun itu hanyalah hal kecil.
"Dan sebelum tidur, Tou-san bakalan menceritakan satu cerita yang Tou-san siapkan untuk kalian," ucap Kaito.
Shinichi pun langsung mengajak Haruka untuk bergegas menuju tempat tidur sementara mereka berdua, sedangkan Satoshi mau digendong oleh Kaito. Berat sih iya, tapi ada rasa senang juga kalau Kaito melihat Satoshi senang karenanya. Mereka berempat bergegas menaikkan anak tangga demi tangga menuju lantai dua, dan tiba di suatu pintu dari 5 pintu di lantai yang paling atas itu. Shinichi langsung membuka gagang pintu tersebut dan setelah dibuka, telah disiapkan dua ranjang tidur secara terpisah. Sementara di tengah-tengahnya terpasang sebuah jendela yang begitu besar dan sebuah rak yang tidak begitu besar dengan lampu meja yang tertata di atas rak tersebut. Shinichi merasa lega karena di rumahnya telah disediakan dua kamar tidur yang kosong, untuk tamu-tamu kerabatnya yang mungkin bakal menginap di rumahnya.
xXxXxXxXx
Mereka langsung memasuki kamar tidur tersebut, Shinichi langsung menyalakan saklar lampu ruangan tersebut, dan lampu yang memajang di langit-langit ruangan itu menyala dengan kemampuan sinarnya yang masih tersedia. Kaito langsung menurunkan Satoshi di salah satu tempat tidur, dan Satoshi beranjak menuju tempat tidurnya dan membaringkan dirinya lalu menutup sebagian badannya dengan selimut yang telah terlipat rapi di setiap kamar tidur mereka. Haruka menguap keras dan matanya telah setengah tertutup, pertanda kalau dia benar-benar harus tidur dan beristirahat. Haruka langsung bergegas menuju tempat tidur yang masih kosong dan langsung menarikkan selimutnya.
"Jadi Tou-san, kapan Tou-san bakal menceritakan sebuah cerita Tou-san sebelum kita tidur?" tanya Haruka sedikit mengantuk.
"Huft, baiklah kalau kalian ingin mendengarkan cerita Tou-san yang sepertinya tidak begitu seru," keluh Kaito sambil berdiri di tengah-tengah mereka untuk mulai menceritakan ceritanya. Haruka dan Satoshi langsung mengarah ke Kaito dan bersiap-siap untuk mendengarkannya.
"Begini ceritanya." Kaito menghembuskan nafasnya perlahan-lahan, dan mulai bercerita, "Pada zaman dahulu kala, hiduplah dua saudara kembar yang tinggal di sebuah desa seperti kalian berdua. Apalagi, namanya juga sama seperti kalian. Yang satu bernama Satoshi, dan yang satu lagi bernama Haruka."
Haruka dan Satoshi masih terdiam dan mendengarkan cerita sebelum tidur dari Kaito.
"Mereka itu selalu saja bertengkar satu sama lain. Kalau ada hal atau masalah yang sepele, pasti kedua saudara tersebut mulai membantah dan bertengkar tanpa ada solusi untuk memecahkannya. Karena itu pada suatu hari, Haruka muak dengan saudaranya yang selalu saja membantahnya. Lalu secara diam-diam, dia kabur dari rumah dan pergi menuju hutan yang begitu lebatnya. Sampai-sampai penduduk desa yang mereka tinggal, tidak mau mendekati hutan itu karena ada mitos kalau seorang Penyihir tinggal disana. Dan ada cerita kalau seseorang diajak oleh Penyihir tersebut, maka dia tidak bisa keluar dari hutan itu selamanya."
Mereka langsung termenung akan cerita Tou-san, dan terbayang kalau mereka bertengkar terus seperti tadi, pasti akan ada jalan keluar yang tidak semestinya.
xXxXxXxXx
Kaito masih melanjutkan cerita yang dibuatnya, sementara Shinichi hanya bisa terdiam di depan pintu sambil mendengarkan ceritanya.
"Lalu, Haruka terkejut ketika ada seorang nenek-nenek berjubah hitam menghampirinya. Tapi Haruka tidak mengetahui kalau dia telah bertemu dengan seorang penyihir!" Kaito langsung memperagakan dan mengekspresikan suasana mencekam berdasarkan jalan cerita tadi. Mereka hanya bisa kaget dan gemetar, sedangkan Shinichi tersenyum lembut karena ekspresi itu.
Kaito melanjutkan ceritanya kembali, "Dia berkata, "Mengapa kau sendirian, nak?" Kemudian Haruka menjawab, "Aku kesal karena aku dan saudaraku bertengkar melulu." Penyihir itu malah menjawabnya dengan senyuman licik yang penuh dengan ancaman yang akan menghampiri Haruka. Penyihir itu mengulurkan tangannya dan mengajak Haruka untuk pergi menuju gubuknya." Kaito mengulurkan tangannya kepada Haruka selagi dia memperagakan seperti suasana di ceritanya.
"Ta… Tapi kalau Haruka di situ menerima ajakan Penyihir itu, pasti dia akan—"
"Tou-san tahu, Haruka," komentar Kaito, lalu berdiri kembali di antara mereka, "Awalnya Haruka tidak mau menerima ajakkan itu. Tapi Penyihir itu malah bersikeras sampai-sampai dia mencengkram lengan Haruka dan menariknya dengan paksa. Haruka ingin melepaskan cengkraman itu dengan semampunya, tetapi cengkraman itu begitu kuat sampai-sampai lengan Haruka hampir terluka. Di saat yang tidak genting itu, sebuah batu yang dilempar dengan kencangnya, mengenai kepala Penyihir itu dan Haruka langsung melepaskan lengannya dari cengkraman Penyihir tersebut dan langsung kabur darinya."
"Tapi Tou-san…"
"Hm?" Kaito pun langsung mengarah ke Satoshi.
"Apa Satoshi di situ mengetahui kalau Haruka pergi ke hutan itu? Lalu, yang melempar batu dan mengenai kepala Penyhir tadi itu siapa?" tanya Satoshi curiga.
"Hahaha… Kayaknya kamu tidak sabar dengan lanjutannya ya?" duga Kaito. Satoshi langsung mengangguk pelan.
"Baiklah." Kaito melanjutkan ceritanya kembali yang sepertinya telah menuju konflik lalu mengarah ke penyelesaian. Satoshi dan Haruka langsung mendengarkan kembali lanjutan ceritanya. Di sisi lain, Shinichi masih saja terkesima dengan Kaito yang memberikan sebuah cerita asal-asalan yang dia buat untuk sebuah cerita sebelum tidur. Sekarang dia mengetahui sifat Kaito yang sebenarnya, dibalik semua aksi-aksi pencuriannya sebagai KID.
'Aku tidak tahu harus berkata apa, KID. Tapi sekarang aku mengetahui bagaimana sifat dirimu yang sesungguhnya, beda sekali ketika kau menjadi seorang Kaitou KID. Meskipun ada sedikit kesamaan,' batin Shinichi tersenyum kecil kepada Kaito yang masih menceritakan ceritanya.
xXxXxXxXx
"Dan akhirnya, kedua saudara tersebut berjanji untuk tidak akan bertengkar lagi dan hidup akur sebagai saudara yang saling membutuhkan satu sama lain. Selesai…" Dengan lega, Kaito telah menyelesaikan ceritanya sebelum Haruka dan Satoshi beranjak tidur. "Jadi intinya seperti tadi, kalian itu tidak boleh bertengkar seperti tadi la—"
Sebelum Kaito menyelesaikan ucapannya, terlihat Haruka dan Satoshi telah tertidur pulas di ranjang mereka masing masing. Kaito hanya tersenyum kecil karena mereka mendengarkan ceritanya sampai akhir dan membuat mereka tertidur dengan pulas dan sedikit damai. Shinichi langsung memberi tanda dan menyuruh Kaito untuk keluar dari kamar tidur mereka dan meninggalkan mereka yang masih bermimpi di tidur lelap mereka. Mereka langsung keluar dari ruangan itu, Shinichi mematikan lampu kamar itu, dan cahaya Bulan yang kembali muncul memasuki celah-celah jendela dan menyinarkan kamar dengan sedikit samar-samar. Lalu, dia memegang gagang pintu untuk menutupnya dengan perlahan-lahan, takut kalau terdengar oleh mereka yang masih tertidur pulasnya. Namun sebelum itu, Shinichi mengucapkan sesuatu kepada mereka dengan pelannya, "Oyasumi Haruka, oyasumi Satoshi…"
*CKLEK*
Pintu tersebut telah dia tutup dengan rapat, dan mereka pun langsung bergegas menuju tempat lain. Tidak mau kalau anak-anak mereka terbangun dengan sengaja karena mereka.
"Oi KID…"
Kaito langsung memberhentikan langkahnya dan melirik ke Shinichi, "Jangan memanggilku KID disaat aku berada di luar waktu pencurianku, panggil saja aku Kaito," keluh Kaito.
"Baiklah umm… Kaito." Shinichi langsung berkata kembali, "Dari pertama kali kita bertemu, awalnya aku berpikir kalau kau itu… benar-benar menyebalkan, Pencuri budiman sombong yang selalu saja meresahkan Nakamori-keibu dan para pasukannya disaat mereka melindungi permata yang akan kau curi," ucap Shinichi selagi dia mengeluarkan keluh kesannya tentang Kaito.
"Tapi…"
"Tapi apa?" Kaito masih mendengar apa yang dikatakan Shinichi tadi.
"Tapi sekarang aku melihat kamu itu… berbeda dari biasanya. Sekarang aku mengetahui kalau dirimu yang sesungguhnya itu… ramah, ceria, bikin orang senang seperti mereka dan aku," ucapnya pelan, sampai-sampai rona merah di pipinya itu muncul kembali.
Kaito hanya bisa tersenyum kembali ke Shinichi, lalu mendekatinya dan langsung memegang pipinya dengan lembut. Shinichi langsung terkejut dan melirik ke Kaito, dan lebih terkejut kembali ketika dia menyentuh bibirnya yang sedikit dingin dengan halus dan lembutnya. Shinichi tidak menyadari kalau Kaito bakal menciumnya untuk pertama kalinya. Padahal dia tidak pernah mencium seorang pun, apalagi Kaito. Untunglah, Satoshi dan Haruka tidak melihat momen ciuman pertama mereka. Kalau mereka melihatnya, pasti bakal heboh lagi. Lalu, ciuman kilat itu dilepaskan halus dan sentuhan dari pipi itu juga dilepaskan.
"Aku senang kalau kau mengetahui diriku yang sebenarnya, Tantei-kun. Eh bukan, Shinichi," ujar Kaito sedikit senang. Lalu meninggalkan Shinichi yang masih terpaku dengan muka yang masih memerah karena ciuman darinya tadi. Shinichi langsung menyadarkan dirinya dan mencegah Kaito yang meninggalkannya.
"Tunggu! Mau kemana kau?" seru Shinichi pelan.
"Oh. Aku mau mengembalikan Silver Warp dulu, heh aku teringat dengan perkataan Haruka tadi," ucap Kaito jelas sambil mengeluarkan dan menunjukkan Silver Warp yang masih digenggamnya.
"Tapi. Kalau kau telah mengembalikannya, apa kau akan kembali kesini untuk menjaga mereka?"
"Heeh tentu saja, Shinichi," jawab Kaito sambil mendekatkan dirinya ke Shinichi, lagi. Lalu menolehkan kepalanya ke telinga Shinichi, "Aku akan kembali nanti, jangan khawatir," bisik Kaito, "Sekarang, kenapa kau tidak tidur saja?" sarannya.
Sebelum Kaito meninggalkan Shinichi kembali, Kaito memberikan sebuah kecupan di pipinya sebagai tanda ucapan 'oyasumi' terhadapnya. Shinichi langsung memegang pipinya dengan wajah yang memerah lagi dan melihat Kaito yang telah menghilang darinya dengan keluar melalui jendela di depannya, dan pergi mengembalikan Silver Warp. Walaupun Shinichi curiga kalau dia tidak bakal mengembalikan permata itu dan kabur darinya begitu saja.
Shinichi pun melangkah menuju kamar tidurnya yang tidak begitu jauh dari kamar tidur Haruka dan Satoshi, lalu masuk ke kamarnya dan menutup pintu kembali. Dia langsung menggantikan pakaiannya dengan pakaian tidurnya, dan menggantungkan pakaian sekolahnya di dalam lemari bajunya. Setelah itu, dia bergegas untuk tidur yang tidak begitu lama karena semua kejadian ini. Sebelumnya, dia melihat Bulan yang masih bersinar dan mengeluh sampai berbisik, "Oyasumi, Kaito…"
Lalu, dia mulai menarikkan selimutnya dan segera tidur di malam yang sedikit dingin.
.
.
.
To be Continued…
Seperti biasa, balas review sebelum curcol dikit XD (btw, arigatou reviewnya :D)
artemisaish: eh? pendek ya?._. gomen deh kalo gitu ^^" tapi yang chap ini panjang *dikit* kok XD *oalah, baru tau kalo kebanyakan blushing bisa kehabisan darah._.t*
LeeKyuChaMin: anyeong haseyoo~ :D yoroshiku! ^^ oh dari Screenplays ya? jarang kesana sih-_- *meskipun suka yg dikit2 tentang K-Pop XD* gpp kok kalo gatau juga, soalnya aku juga terbatas tentang bahasa jepang ehehehe~ ^^;
Yu-na milan: sippo! ini udah diapdet! :D
Misyel: baiklah, mumpung ini dikitpanjang._., harap menikmatinya ya! :D
No Name xD (a.k.a Tomat *I knew it-.-"*): yeah yeah my dearest tomato reader... #err pendek ya? PENDEK YA? #salah oke ini udah panjang kok, tomat puaaas? tomat masih sayang bekicot kaan? :3 #salahemot siip, as your wish tomat, ada dikit fluff di sini... *pasti udah baca kan?._. Cxv*
Tami nagasaki: dunia itu indah kalo KID itu Tou-san dan Shinichi itu Kaa-san XD #err *terlalu berlebihan XDv* siip deh, ini udah panjang n ada dikit eksplit romantisnya x3 btw, kamu amichan97 di Twitter kan?._. *gomen kalo salah ^^v*
Yuna Claire Vessalius Kusanagi: HAHAHAHAHA SAMA DONG! XDDD *caps ganyante* disengaja ada dikit eksplit humornya daripada berbelit2 (?) XD
haibara is sherry: oke deh... ini updateannyaa~ :D
A/N: kembali lagi neeeh! :D habis bertarung dengan TO minggu lalu x_X #hancurlebur dan untunglah pemantapannya diundur dari biasanya :D, jadi aku bisa melanjutkan fic ini deh XD
btw, jalcer *jalan cerita maksudnya* di chap ini dikit berbelit2 ya?-_-t terus cerita dongeng yang diceritain Kaito itu aku bikin sendiri dengan adegan yang dicut2 dengan sengaja XD lalu... mencoba memberikan sedikit fluff disini *dan akhirnya gagal-_-*
.
bakal update lama nih soalnya harus tahu lagi jalcer untuk chap selanjutnya *alias hari pertama (ato kedua?) Kaito dan Shinichi menjadi ortu Haruka dan Satoshi CX* akhir kata, sankyuu telah membaca fic ini :D akhir kata, review?
Ja-neeee~~
Love and Peace, MSN1412...
