Between Black and White Desire


Chapter 4 (Miracle)


Hari ini adalah hari tersibuk bagi Sungmin serta teman-teman satu jurusannya. Sang dosen tiba-tiba menyuruh nya untuk membuat sebuah laporan dengan tema 'Arti Cinta' kalau hanya sekedar membuat saja tidak masalah, tapi sayangnya sang dosen menyuruhnya untuk menyertakan foto moment dengan pasangan yang dijadikan narasumber untuk laporannya. Sungmin tidak tahu harus bertanya pada siapa. Pasalnya Kangin tiba-tiba mendapat tugas untuk ke Jepang selama dua minggu sedangkan laporan tersebut harus dikumpulkan satu minggu lagi, kalau mengingat tentang moment dengan Jungsoo –eomma Sungmin- seingatnya ia tidak pernah diceritakan tentang arti cinta lebih detail. Karena yang ia tahu 'Cinta' hanya sebatas cinta rasa sayang terhadap orang yang special, dan orang yang Sungmin anggap special hanyalah Kangin, Jungsoo, beserta keluarganya yang lain. Dan selain mereka tidak ada.

"Aisshh telpon Hyukkie saja" Sungmin pun mengambil ponselnya dan mencari nama kontak sahabat nya itu.

Tuuttt tuutt

Bunyi sambungan telpon terus terdengar yang bertanda bahwa nomor yang dituju belum menunjukkan respon. Sungmin menunggu dengan sesekali menggigit kuku jarinya.

"Ayolah Hyukkie" Sungmin terus menggerutu berharap gerutuan nya dirasakan oleh sahabat nya dan segera mengangkat panggilan telponnya.

"Yeoboseo"

GOTCHA!

"Ya! Kau ini kenapa lama sekali mengangkat telfonnya?"

Hyukjae sontak menjauhkan ponsel dari telinganya takut kalau ia mendadak mengidap penyakit gangguan telinga setelah mendengar teriakan Sungmin. "Aku sedang di luar kamar tadi. Tapi bisakah tidak teriak juga!"

"Itu kau juga teriak" balas Sungmin datar

Hyukjae terdiam sebentar. "Terserahlah, dan ada apa menelfon, Min?"

"Aku bingung dengan laporan dari dosen Park." Tanpa disengaja Sungmin memang sering mengeluarkan suara yang sangat imut ketika sedang menelfon dan itu membuat orang yang menjadi lawan bicaranya seakan ingin segera mencubit pipi bulat Sungmin itu.

"Kau belum dapat juga ya? Nanti akan kubantu mencarikannya othe?"

"Eh? Mencarikanku? Memang kau sudah dapat?"

Hyukjae terkekeh sebentar sebelum melanjutkan pembicaraannya. "Sebenarnya aku akan meminta bantuan salah satu mahasiswa. Namanya Lee Donghae"

Sungmin mendengus. Hey! Dia tidak bodoh, Sungmin tahu kalau sahabat nya itu kini sedang jatuh cinta dengan siapa nama nya tadi? Donghae? Ah ya itu namanya.

"Ya ya ya… terserahlah tapi bantu aku juga untuk mendapatkan narasumber"

"Sebenarnya aku sudah ada calon untukmu, itusih kalau kau menyetujuinya"

"Jinjja? Nugu? Aishh kau ini, aku mana mungkin menolak. Dengan begitu laporan ini aka segera selesai dan aku terbebas dari tugas kurang kerjaan ini"

.

.

.

Mansion Cho

BRAK

"Kenapa sampai kita kalah? Perusahaan kita sangat kuat dan mustahil rencana kerja sama dengan Hwag corp ditolak mereka?"

"Jeosonghamnida tuan, itu karena Hwang Corp lebih tertarik dengan salah satu perusahaan lain"

Hangkyung mendelik tajam ke arah salah satu bawahannya itu. "Nuguya?"

"Lee Corp, tuan. Perusahaan atas pimpinan Lee Kangin"

Wajah Hankyung sontak mengeras, tangannya terkepal kuat di atas meja kerjanya. Ia benar-benar benci ketika apa yang dia inginkan tidak bisa dicapainya. "Keluar!" titah Hankyung. Dan dengan sigap karyawan itu menurutinya.

"Kau benar-benar ingin hancur untuk kedua kalinya"

Hankyung segera mengambil ponsel nya dan menelfon salah satu orang kepercayaannya. "Carikan aku data selengkap mungkin tentang putra Lee Kangin" setelah itu satu seringai tajam terlukis di bibir appa dari Cho Kyuhyun itu.

.

.

.

Hari terasa seakan cepat bergulir ketika sang raja siang digantikan dengan dewi malam untuk bertugas menjaga setiap makhluk hidup di bumi termasuk sosok cantik yang kini tengah bergelung di tengah-tengah selimut tebalnya. Di ruangan yang dominan akan nuansa putih itu terlihat sangat damai dan nyaman. Sentuhan pernak-pernik lucu dan beberapa pohot frame yang memperlihatkan senyuman bahagia dari pemiliknya. Membuat siapapun yang berada di dalam akan betah untuk berlama-lama di kamar ini.

Jam menunjukkan pukul Sembilan malam. Sosok manis itu memang telah terpejam sejak sore tadi. Tak lama kemudian sosok manis itu menggeliat perlahan seiring dengan kedua kelopak matanya yang terbuka menampilkan pesona mata foxy sosok manis itu.

"Hahhh… rasanya benar-benar tidak ingin membuka mata saja kalau tau narasumber untu ku adalah orang itu"

Sungmin sang sosok manis itu perlahan beringsut menuruni tempat tidur nya dan berjalan gontai menuju meja makan untuk santap malamnya. Walau hanya sendiri, ia tidak peduli karena rasa lapar lah yang mendominasi perutnya saat ini.

.

.

.

"Kyuhyun-ah?"

"Nde appa"

Kyuhyun yang melihat appa nya pun segera bangkit dari meja belajarnya, sebelum itu ia melepaskan kacamata bacanya yang selalu ia pakai ketika sedang belajar. Walau bergitu kadar ketampanan namja jangkung itu malah semakin meningkat.

"Kau sibuk?" sosok yang dipanggil Kyuhyun dengan sebutan appa itu terlihat basa basi. Inilah cara Hangkyung untuk memulai pembicaraan. Agar terkesan tidak kaku.

Kyuhyun menggeleng perlahan sebagai jawabannya.

"Kalau begitu appa ingin kau menemani appa untuk bercerita sebentar. Appa harap kau setuju"

Kyuhyun kembali mengangguk tanpa mau mengeluarkan satu patah kata saja.

Hankyung memposisikan duduknya senyaman mungkin. Semua rencana di dalam otaknya telah ia fikir matang-matang. Bukankah sang putra kebanggaannya itu sangat amat penasaran dengan satu hal? Mungkin inilah saatnya ia tau.

"Kemarin kau menanyakan tentang Sungmin kan? Yah.. appa kenal namun tidak dengan Sungmin, melainkan appa nya. Dulu perusahaan appa dan appa Sungmin berjalan baik-baik saja. Tapi saat appa tidak mendapatkan salah satu tender besar, perusahaan kita hampir gulung tikar. Lee corp yang merebutnya. Lee Kangin yang hampir membuat Cho Corp diambang batas kehancuran. Appa tidak menyerah, perusahaan yang haraboeji mu bangun sejak dulu tidak akan appa biarkan bangkrut begitu saja. Karena itu, appa menghancurkan salah satu asset berharga milik Lee Corp" Hankyung menjeda pembicaraannya mencoba mengatur nafasnya sebaik mungkin. Mencoba mengingat kembali rentetan peristiwa yang pernah ia alami.

Kyuhyun masih terdiam dan tidak berani berkomentar karena jujur saja perasaan nya sejak tadi memang sangat amat tidak enak.

"Aset berharga nya adalah –Lee Jungsoo- istri dari pimpinan Lee Corp sekaligus eomma dari Sungmin. Appa memang tidak memusnahkannya dengan tangan appa sendiri namun appa melihat dengan jelas bagaimana cara orang-orang suruhan appa menganiyaya Lee Jungsoo sampai benar-benar tewas. Dan perlu kau tau, Sungmin juga ada saat peristiwa itu"

Kyuhyun membelalakan matanya dan menatap Hankyung seolah ingin cepat-cepat menjelaskan semua. "Lalu?"


*FLASHBACK

"Ku mohon ahjussi jangan sakiti eomma komohon lepaskan eomma"

"Sssunngg.. min"

"Eomma hiks.. hiks.."

Hankyung melihat pemandangan menyedihkan itu hanya berdecih. "Habisi secara perlahan. Tapi tidak dengan anak itu"

Sungmin menggeleng kasar ia tidak kuat harus melihat eomma nya menjerit kesakitan. Tamparan yang eomma nya terima benar benar membuat Sungmin ingin lari ke pelukan eomma nya dan melindungi nya.

"Jangan bunuh eomma ku. Bunuh saja aku tapi biarkan eomma ku tetap hidup"

"Tidak.. Sssung ugghh minh.. eomma.. tidak.. ahh.. apa-apa.." Jungsoo benar-benar ingin menangis melihat putra nya nampak begitu tersiksa dengan apa yang ia lihat. Bagi jungsoo tidak apa ia harus mati di tangan orang-orang ini tapi ia sangat memohon jangan sampai putranya melihat detik-detik menjelang kematiannya .

"Berikan dia suntikan yang sudah kuberi racun. Suntikan berkali-kali pada tubuhnya. Setelah dia mati kau boleh urus mayat nya sesukamu. Dan untuk anak itu biar aku yang mengurusnya"

Perlahan tubuh Jungsoo melemas. Racun dari suntikan itu berhasil membekukan syaraf tubuh nya dan membuat detak jantung nya mulai melemah.

"Bahagialah.. Sung.. min-ah… eomma mencintaimu" seiring dengan ucapan Jungsoo, kedua matanya menutup perlahan dan saat itulah ruh nya telah pergi bersama malaikat yang menjemputnya dan membawa sosok itu menuju surga.

"EOMMMAAAAAA"

*Flashback end


Kyuhyun menatap datar sang appa. Sejak awal sosok dingin itu tidak menunjukkan ekspresi yang berarti. Siapa sangka di dalam hatinya benar-benar terasa seperti terbakar. Kyuhyun telah menemukan jawaban atas tuduhan Sungmin padanya. Kyuhyun merasa dirinya telah berdosa besar pada keluarga Lee karena atas perlakuan appa nya, Sungmin menjadi seorang anak tanpa ibu. Walau Kyuhyun pernah berbuat hal yang sama dengan Hankyung. Tapi untuk kasus Sungmin, dirinya terasa sangat berbeda. Perasaan bersalah dan perasaan ingin melindungi lah yang sekarang berkelebat di batin tuan muda Cho itu.

"Dan sekarang Lee Corp telah mengalahkan perusahaan kita. Tidakkah kau marah dengan hal itu? Maka dari itu appa ingin kau juga melakukan hal yang sama seperti appa. Dengan membunuh Sungmin."

Kyuhyun menatap tidak percaya pada Hankyung. Sebenarnya apa yag diincar appa nya dalam hidup yang tidak selama nya abadi ini? Kekuasaankah? Kyuhyun ingin tertawa sekencang-kencangnya lalu kemudian menangis melihat keadaan keluarganya. Tidak cukup kah appa nya menghabisi satu nyawa tak berdosa? Membuat seorang anak menjadi hidup tanpa ibu? Tidak cukup kah appa nya membuat eomma nya pergi?

Kyuhyun tidak mungkin melakukan itu. Membunuh Sungmin sama saja membunuh hatinya juga. Apa pantas tangan kotor Kyuhyun melukai sosok manis yang seakan sudah cukup banyak beban yang harus ia tanggung.

"Appa harap kau mau melakukan itu untuk ku ,Cho. Atau appa yang akan turun tangan untuk mengatasi semuanya" Hankyung pun beranjak dan meninggalkan sosok Kyuhyun yang masih mematung di tempatnya.

'Sungmin-ah maafkan aku'

.

.

.

Pikiran Kyuhyun dari semalam sangat amburadul. Hingga hampir saja ketika mengendarai mobil mewahnya, ia menabrak penyebrang jalan. Dan untung saja dewi fortuna berpihak padanya dengan bukti ia selamat hingga sampai di kampus nya.

Setiba di kampusnya, Kyuhyun langsung disambut dengan teman-teman dekatnya seperti Changmin, Zhoumi, dan tidak ketinggalan teman yang paling dekat di antara teman dekatnya yang lain. Ya siapalagi kalau bukan Lee Donghae.

"Kyu? Kebetulan kau di sini. Ada tugas penting untuk mu"

"Apa"

"Menjadi narasumber Lee Sungmin"

Kyuhyun sempat terkejut mendengar nama itu. Apa yang sebenarnya Tuhan rencanakan untuk hidupnya.

"Hey.. hey.. tenang dulu. Ini hanya tugas ringan. Kau hanya cukup menjawab apapun yang Sungmin tanyakan padamu. Lalu membantunya untuk membuat laporan hasil wawancara dengan mengambil tema 'Arti Cinta'. Mudah bukan" jelas Donghae

"Kenapa tidak kau saja. Aku benar-benar sedang malas"

"Tidak bisa. Karena aku sudah memutuskan untuk membantu Hyukjae. Target ku selanjutnya. Heheheh"

Kyuhyun memutar kedua bola matanya seakan tahu betul apa yang akan dilakukan Donghae setelah itu. Pasti akan menggoda Hyukjae yang ia tau sebagai teman Sungmin itu.

Melihat Kyuhyun tidak merespon. Donghae mencoba berfikir untuk membujuk sahabat nya itu agar mau membantu Sungmin. Dan tak lama ide cemerlang pun menghampiri dirinya.

"Baiklah baiklah kalau kau tidak mau. Masih ada Changmin dan Zhoumi di sini. Hey! Kalian pasti mau kan? Siapa yang tega menolak tawaran Sungmin? Namja manis itu tidak boleh disia-siakan" ujar Donghae sembari melirik Kyuhyun.

-No Respon- Dari Kyuhyun.

Seakan mengerti situasi. Changmin dan Zhoumi ikut menjalankan ide Donghae.

"KAMI PASTI MAU!" sahut Changmin dan Zhoumi bersamaan.

"Bagus! Nanti kalian akan melihat betapa sempurnanya Sungmin itu. Aku bisa membayangkan bagaimana jika hanya berdua dengan Sungmin. Menikmati senyumnya, tawanya. Dan itu hanya kau yang melihatnya. Oh jangan lupakan tema yang dibahas itu tentang Arti Cinta' pasti kalian akan terbawa suasana dan perlahan membujuk Sungmin dengan memberitau arti cinta itu_" Donghae mengangkat alisnya member tanda pada Zhoumi dan Changmin untuk segera mersepon kalimatnya.

Karena Changmin yang lebih dulu tanggap. Ia pun menyambung dongeng dari Donghae."Arti cinta itu adalah saling memiliki. Lalu memiliki itu harus melalui proses yang sangat sederhana yaitu melalui penyatuan tubuh" Changmin punmenyikut Zhoumi untuk menyambung kalimatnya.

"Melalu proses penyatuan tubuh itu. Sungmin akan mengerti bahwa ia sudah ada yang mencintai dan sudah ada yang memiliki. Itulah arti cinta"

Kyuhyun menelan ludah nya dengan perlahan. Secara tidak langsung ketiga temannya membangunkan sifat mesum dalam dirinya. Kyuhyun rupanya tergoda hm?

"Jadi kau masih tetap menolak, Cho?" Tanya Donghae sekali lagi

"A..aku.. aku. Aaiiishhh baiklah aku terima. Kau puas Lee" setelah berteriak di depan wajah Donghae. Kyuhyun pun meninggalkan ketiga temannya itu.

"Bwahahahahahah" sontak tawa pun menggelegar dari 3 namja tampan itu. Puas. Satu kata itu yang berhasil mewakili perasaan mereka setelah berhasil mengerjai Kyuhyun.

.

.

.

.

"Kyuhyun-ssi?"

Kyuhyun yang merasa namanya dipanggil pun menoleh ke belakang. Dan didapatinya sosok Sungmin dengan wajah menunduk sambil sesekali menggigit bibirnya. Kyuhyun benar-benar merasa terpanggil oleh bibir bershape M itu. Apa boleh ia mencoba nya sekali lagi?.

"Ada apa?"

Nampak jelas raut keraguan di wajah Sungmin. "Kau pasti tau apa yang ingin ku sampaikan, Kyuhyun-ssi"

Kyuhyun terdiam. Ia masih ingat, Sungmin meminta Kyuhyun untuk menjadi narasumber nya dalam tugas laporan Sungmin. Tanpa Sungmin sadari, sebuah seringaian samar tercetak di wajah stoic milik Kyuhyun. Bermain dengan makhluk manis ini sebentar saja tidak apa-apa kan.

"Aku tau, tapi waktu dan tempat aku yang tentukan."

Sungmin mendongakan wajah nya mencoba memandang Kyuhyun dengan tatapan tidak terima. Kyuhyun hanya narasumber, kenapa harus dia yang mengatur jadwalnya. Harus nya kan Sungmin. "Mana bisa begitu!" protes Sungmin

"Terserah jika kau tidak mau, aku juga tidak akan bersedia jadi narasumber mu"

Baiklah Sungmin-ah sepertinya kau harus bersabar menghadapi tuan muda Cho yang sagat banyak maunya itu. "Baiklah".

Kyuhyun tersenyum sekilas dan mendekati tubuh Sungmin. Sungmin yang melihat gelagat tidak beres itupun sontak memundurkan langkahnya. Takut jika Kyuhyun berbuat yag tidak-tidak padanya lagi. Perlahan tangan Kyuhyun masuk ke kantong baju Sungmin. Kebetulan kantung bajunya terletak di dada sebelah kirinya. Tubuh Sungmin bergetar hebat. Entahlah, ia merasa bingung pada dirinya sendiri. Disaat ia menerima pelecehan dari Kyuhyun yang menurutnya sangat mesum ini, tubuhnya tidak memberontak rasa nikmat lah yang mendominasi pikiran Sungmin. Bukan pelecehan namanya, jika keduanya saling menikmati.

"Ngghh" Walau sudah ditahan, satu desahan pun akhirnya lolos dari bibir Sungmin. Ia merutuki mulutnya yang terkadang tidak sejalan dengan hatinya.

Kyuhyun tersenyum mesum. "Kau kenapa baby? Aku hanya mengambil ponsel mu dari kantung. Kau berniat aku melakukan lebih hm?" Kyuhyun memang sengaja menekan tonjolan kecil di dada Sungmin, sebelum mengambil ponsel namja manis itu dari kantung bajunya. Setelah sekian menit berkutat dengan ponsel Sungmin, Kyuhyun pun memberika kembali ponsel itu pada pemiliknya. "Aku sudah menyimpan nomor ku di ponsel mu, begitupun sebaliknya aku juga sudah menyimpan nomor mu di ponsel ku. Secepatnya akan kuberitau di mana tempatnya. Okay sayang?"

Chup!

"Omo.. lihat itu lihat.. Kyuhyun mencium dahi Sungmin?"

"Tolong bantu aku berdiri. Tubuhku lemas sekali. Sungguh aku tidak percaya ini"

Shit!

Sungmin benar-benar merasa dipermalukan di depan umum oleh Kyuhyun. Kyuhyun dengan lancangnya menegcup dahinya tanpa permisi. Tapi kenapa kecupan itu terasa special ya?

Sungmin menggelengkan kepalanya, mencoba mengusir semua fikiran yang tidak-tidak. Dan berjalan menunduk dan menutup kedua telinganya untuk menghindari omongan-omongan pedas dari mahasiswi penggemar Kyuhyun.

'Dasar Cho mesum!' umpat Sungmin dalam hati.

Setelah sampai di kelas nya. Sungmin bergegas duduk dan menenggelamkan wajahnya di antara dua pergelengan tangannya yang ia lipat di atas meja. Hyukjae yang melihat gelagat aneh sahabat nya itupun menghampiri Sungmin.

"Ada apa? Maafkan aku Sungmin-ah. Kau pasti tidak suka jika dipasangkan dengan Kyuhyun ya? Mianhae"

Sungmin mendongakka kepalanya. Dan tersenyum ke arah Hyukjae. "Hey! Aku tidak apa, sudahlah ini bukan salah mu. Harusnya aku berterima kasih padamu"

Hyukjae mengangguk perlahan dan memegang bahu Sungmin. "Tapi kalau kau tidak ingin juga tidak apa, Min. Jangan memaksakan dirimu."

Sungmin kembali tersenyum walau pada kenyataannya Sungmin sangat enggan tersenyum. Dirinya memang sedikit risih dan takut jika Kyuhyun meminta nya untuk melakukan wawancara di rumah Kyuhyun. Sungmin belum siap bertatap langsung dengan Cho Hangkyung.

"Sudahlah, aku benci melihat wajah sedih mu itu!" gertak Sungmin dan berhasil membuat Hyukjae gelagapan dan mendadak memeluk tubuh Sungmin.

"Iya iya.. tapi kau harus menguhubungiku jika terjadi apa-apa"

"Baiklah Hyukjae yang manis"

Hyukjae pun melepas pelukannya da mengerucutkan bibirnya. "Kau lebih manis Sungmin-ah.. lihatlah pipi gembul mu itu"

.

.

.

Ddrrttt.. ddrrtt..

From: Handsome Kyuhyun

Temui aku di taman belakang kampus, ku tunggu kau di sana jam 5 sore ini. TIDAK BOLEH TELAT!

Sungmin berdecih melihat id pengirim pesan dari ponselnya. "Ternyata selain mesum. Kau itu narsis dan pemaksa" Sungmin melirik jam dinding nya. Masih ada 2 jam lagi untuk bersiap-siap. Beruntung sekali Kyuhyun tidak mengajaknya ke rumah. Tapi kenapa rasanya hati Sungmin sangat senang hari ini? Apakah karena ingin bertemu Kyuhyun? Ahh tidak mungkin.

Setelah selesai bersiap Sungmin bergegas menemui supir pribadinya. "Pak Hong, antarkan aku ke taman belakang dekat kampus" pinta Sungmin.

"Baik tuan muda"

.

.

.

Sungmin menghentak-hentakan kakinya. Ia sudah terduduk di bangku taman sejak 30 menit yang lalu. Kyuhyun sendiri yang bilang tidak boleh telat. Tapi nyatanya dia yang harus menunggu kedatangan Kyuhyun. Menyebalkan!.

Tak lama sebuah mobil audi silver berhenti tepat di depan mata Sungmin. Kaca mobil sang pemiliknya pun perlahan terbuka menampilkan sosok yang sedari tadi ingin Sungmin jambak karena telah membuat dirinya menunggu.

"Mian aku telat. Sekarang naik!" perintah Kyuhyun

'Mwo? Naik? Berarti aku dan Kyuhyun tidak wawancara di sini? Lalu di mana?' batin Sungmin terus bertanya tanya.

Kyuhyun yang menunggu respon Sungmin mulai terlihat jengah. Karena sosok cantik itu tak kunjung beranjak dari duduk nya. Kyuhyun pun turun dari mobil mewahnya dan membuka pintu mobil sisi kiri untuk Sungmin masuki.

"Tunggu apalagi? Masuklah!"

Sungmin yang tersadar segera memasuki mobil Kyuhyun. Dan menatap penampilan Kyuhyun saat ini. Kyuhyun ternyata sangat tampan jika ia tersenyum tipis seperti tadi. Eh? Tunggu dulu. Apakah barusan Sungmin memuji Kyuhyun.

Mereka sama-sama terdiam. Sungmin sibuk memandang pemandangan luar lewat kaca mobil. Sedangkan Kyuhyun fokus menyetir walau terkadang sepasang matanya mencuri-curi pandang ke arah Sungmin.

Setelah kurang lebih empat puluh lima menit perjalanan, mobil Kyuhyun sampai di sebuah gedung apartement megah di pusat kota gangnam.

"Kenapa di sini?" Tanya Sungmin

"Memang kenapa? Kau menolak?"

"Bukan begitu tapi_"

"Sudah jangan banyak bicara dan ikuti saja"

Sungmin sangat kesal jika ia dengan seenaknya diatur atur oleh Kyuhyun. Dengan cepat Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin dan menariknya menuju sebuah kamar apartement bernomor 1307. Sungmin mengernyit heran merasakan telapak tangan Kyuhyun yang terasa panas. Dilihatnya lagi wajah Kyuhyun, Sungmin akui wajah pemuda itu sedikit berbeda dari biasanya. Bibir nya memang pucat tapi kali ini lebih pucat.

Setelah sampai Kyuhyun langsung merebahkan dirinya di kasur. Sungmin pun mengikuti Kyuhyun. Namja aquarius itu nampak sangat lelah dengan mata terpejam di tempat tidurnya. Dengan reflek Sungmin meraba dahi Kyuhyun dan benar saja namja itu sedang demam. Sungmin pun berlari menuju dapur dan menyiapkan air hangat serta sebuah handuk kecil untuk mengompres Kyuhyun. Berharap setelah ini demamnya mulai turun.

Di saat sedang mengompres, Kyuhyun tiba-tiba mengigau. "Ku mohon appa, jangan menyuruh ku untuk melakukan itu. Aku ingin ia tetap hidup appa. Ku mohon. "

Sungmin mengernyit heran. Apa sebenarnya yang sedang dialami Kyuhyun. Nampaknya Kyuhyun memang sedang lagi ada masalah dengan Hangkyung.

"Ku mohon appa. Aku mencintainya"

DEG

Mendadak hati Sungmin terasa sakit mendengar bahwa Kyuhyun mencintai seseorang. Sungmin berusaha supaya rasa ini tidak seperti apa yang ia fikirkan. Tapi percuma. Sungmin telah jatuh dalam pesona Cho Kyuhyun. Sungmin menggeleng. Tidak! dia tidak boleh jatuh cinta pada keluarga yang telah membunuh eommanya.

Tapi rasanya sia-sia saja, semakin Sungmin ingin melupakan itu semakin rasa sesak itu datang. Kyuhyun sudah mempunyai orang yang ia cintai. Lalu apa boleh Sugmin berharap dirinyalah yang dicintai Kyuhyun.

Sungmin memilih meninggalkan Kyuhyun menuju dapur setelah nampaknya pemuda itu mulai tenang. Ia berencana membuat bubur. Entahlah apartement ini memang sangat luas. Dan setelah Sungmin membuka kulkas ternyata isinya lengkap. Sungmin hanya tinggal mengambil bahan-bahan yang ia perlukan.

Setelah siap, Sungmin pun membawa nampan berisi semangkuk bubur, segelas air putih, dan obat penurun panas. Sungmin tekejut ketika mendapati Kyuhyun tengah bersandar di kepala tempat tidur sambil menatap ke arah nya.

"Makanlah!"

"Suapi aku!"

Sungmin membelalakan matanya. 'Mwo menyuapi Kyuhyun. Yang benar saja'

"Tidak bisakah kau makan sendiri?" Sungmin membuang pandangannya ke segala arah agar ia tidak bertatap langsung dengan mata Kyuhyun.

"Bagaimana aku bisa makan. Jika memegang sendok saja tangan ku masih bergetar"

Sungmin menghela nafas nya dan meraih mangkuk berisi bubur itu dan mulai menyuapi Kyuhyun dengan perlahan.

Baru beberapa suap. Kyuhyun sudah enggan untuk menelan buburnya lagi. "Cukup, Ming"

'Ming? Apa itu panggilan untukku?'

"Kalau begitu sekarang minum obat mu"

Kyuhyun menggeleng perlahan. "Tidak, Ming. Aku tidak ingin minum obat" Kyuhyun pun kembali berbaring dan memejamka matanya.

Sungmin yang hendak menuju dapur tiba-tiba pergelangan tangannya ditahan oleh Kyuhyun. "Sungmin-ah"

"Wae"

"Jebal temani aku"

"M..mwo.. kau tidak sedang bercanda Kyuhyun-ah?" Sungmin mati-matian menyembunyikan perasaan gugup nya.

"Aku tidak pernah bercanda. Aku kedinginan"

Sungmin perlahan meletakan kembali nampannya dan tidur di sisi Kyuhyun.

"Mendekatlah, kalau jauh begitu aku tidak bisa memelukmu"

Sungmin merasa sangat gugup. Jangan ditanya bagaimana detak jantungnya saat ini.

"Tentang tugasmu. Akan kubantu untuk membertitau apa arti cinta sebenarnya" ujar Kyuhyun sambil tetap memejamkan matanya.

"Kau kan masih sakit. Bagaimana cara aku mewawancaraimu?"

"Nanti kau juga pasti tau" jawab Kyuhyun sambil menyunggingkan senyuman misteriusnya sambil terus memeluk tubuh Sungmin mencoba mencari kehangatan dalam tubuh mungil itu. Sungmin pun ikut menikmati, walaupun tubuh Kyuhyun cukup panas namun itu membuatnya tetap nyaman berada dalam dekapan namja tampan itu.

.

.

Demam Kyuhyun sudah mulai reda nampaknya Kyuhyun sudah mulai sehat sekarang. Sungmin yang hendak melepas dekapan Kyuhyun tiba tiba ditahan oleh Kyuhyun. Perlahan Kyuhyun membuka matanya dan menyeringai ke Sungmin

"Sekarang akan kutunjukan apa arti cinta sebenarnya" Kyuhyun mendorong tubuh Sungmin dan Kyuhyun pun menindih tubuh Sungmin. Sungmin sangat terkejut, Ia tidak mengerti apa yang ingin dilakukan Kyuhyun terhadapnya.

"Cinta itu dilandaskan dengan rasa saling menyayangi, melengkap, dan saling memiliki~" Kyuhyun berbisik seduktif di telinga Sungmin yang membuat Sungmin menggeliat geli.

"You want it?"

Sungmin tau apa yang sebentar lagi akan ia terima. Sungmin mencoba untuk menolak tapi apa daya dirinya saat ini memang telah jatuh sangat dalam pada pesona namja yang kin tengah menindihnya. Melupakan bahwa Sungmin mempunyai dendam terhadap keluraga Cho Kyuhyun.

Sungmin mengangguk samar. Kyuhyun tersenyum lembut. Sebagai awal Kyuhyun tidak inginmenyakiti tubuh yang saat ini sedang ia tindih.

Perlahan Kyuhyun mencium dahi Sungmin cukup lama lalu dilanjutkan menuju bibir Sungmin. Di sanalah Kyuhyun merasa sangat sesak di bagian bawahnya. Kyuhyun menekan bibir Sungmin sedangkan Sungmin memejamkan matanya dan menikmati permainan Kyuhyun. Dengan refleks Sungmin membuka mulutnya untuk memberikan akses lidah Kyuhyun bermain dalam mulut Sungmin.

"Ngghh" Sungmin tidak mampu menahan desahannya ketika lidah Kyuhyun dengan mahirnya membelit lidah Sungmin serta sesekali menjilat permukaan bibir manis itu. Seakan telah selesai dengan tugas nya wajah Kyuhyun menurun mendekati ceruk lehe Sungmin. Hembusan nafas Kyuhyun yang mengenai leher mulus Sungmin membuat Sungmin menggeliat. "Kau sangat harum, Ming"

"Don't tease me Kyuhhh" Desahan Sungmin makin membuat Kyuhyun bergairah, tidak mau berlama-lama Kyuhyun pun segera mulucuti pakaian Sungmin dan juga dirinya. Kyuhyun menatap tubuh naked Sungmin. Kyuhyun tidak ingin menyakiti Sungmin, ia tau bahwa ini adalah pengalaman pertama namja manis itu dan juga dirinya. Kyuhyun bermain lembut sehingga Sungmin pun Nampak menikmati service yang diberikan Kyuhyun padanya.

"Ngghh Kyuuhh.. ak..akuh.. akkhhhh"

Slurp

Tidak perlu waktu lama, Sungmin sudah mencapai puncak nya untuk pertama kali. Tubuhnya melengkung merasakan cairan hangat keluar dari bagian bawah tubuhnya. Sungmin melenguh merasakan Kyuhyun yang menghisap sisa-sisa cairan nya.

Sungmin masih terengah-engah setelah menikmati puncak nya beberapa saat yang lalu. "Ungghh.. Kyuhh" sungmin kembali melenguh ketika merasakan jari Kyuhyun yang melesak di bagian hole ketatnya.

"Sempithh Ming.. ungghh nghh.." Kyuhyun Nampak kesusahan untuk memperdalam tusukannya karena hole Sungmin benar-benar sempit.

"Dalam Kyuhyunngghh.."

Setelah dirasa Sungmin sudah bisa beradaptasi dengan keberadaan jari Kyuhyun, ia pun kembali melesakkan satu demi satu jarinya.

"AAAAkkkhhhhhh" Sungmin merasa benar-benar perih, Kyuhyun telah menikmati titik ternikmat namja manis itu. Kyuhyun yang tersadar akan Sungmin yang merintih kesakitan segera mengobatinya dengan memberikan kecupan kecil di bibir namja cantik itu.

Merasa telah cukup Kyuhyun pun menarik keluar jari-jarinya dari dalam lubang Sungmin. Lenguhan panjang terdengar dari Sungmin untuk sesaat hole nya terasa hampa.

"Aku akan memasukkan nya sekarang, bilang jika sakit" Sungmin pun menangguk dan mengatur nafasnya, menyiapkan dirinya untuk permainan inti.

"Akkkkhhh Kyuu sakit sekalihhh anghhh" Kyuhyun yang panik langsung meraup bibir Sungmin untuk mengurangi rasa sakitnya. Tangan Sungmin meremas rambut Kyuhyun. Bagian bawah nya terasa sangat perih. Setelah Sungmin merasa tenang Kyuhyun kembali melesakkan kejantanannya hingga benar-benar masuk sempurna. Rintihan kesakitan kini telah tergantikan oleh desahan nikmat yang baik Kyuhyun maupun Sungmin lontarkan. Mereka berdua saling memanggil satu sama lain. Menandakan mereka sangat menikmati.

Sungmin merasa kejantannya berkedut kembali. Kyuhyun yang merasakan itu segera mempercepat gerakannya, menaik turunkan tubuhnya, begitupun Sungmin yang ikut menggerakan pinggulnya berlawanan dengan gerakan Kyuhyun.

"Ngghh.. ngghh.. Kyuuhh"

"Sebentarhh Minghh unghh"

Kejantanan Kyuhyun terasa berkedut dengan cepat Kyuhyun mendekap tubuh Sungmin.

"Aaaannngghhhh" desah hebat keduanya. Tubuh Sungmin melengkung merasakan puncaknya untuk kedua kalinya, sedangkan Kyuhyun mendekap erat tubuh Sungmin. Cairannya masuk ke dalam tubuh Sungmin sedangkan cairan Sungmin mengotori perutnya dan Kyuhyun serta sprei yang mereka jadikan tempat untuk mereka bercinta.

"Hhh.. hh..hh.." Sungmin terengah. Tubuhnya terasa lemas. Selangkangannya terasa sangat perih.

"Ming.. hh"

"Hmm?"

"Perlu kau tau, bahwa cinta juga harus dijalani dengan tulus"

Sungmin tersenyum dan kemudian tertidur saking lelahnya, ia tidak peduli tubuhnya lengket dikarenakan cairan dan juga keringat dari nya dan Kyuhyun. Rasa kantuklah yang mendominasi tubuh Sungmin sekarang.

Kyuhyun melihat wajah damai Sungmin yang kini tengah terlelap. Perlahan tangan Kyuhyun tergerak untuk menyeka sisa keringat di wajah Sungmin dan perlahan megecup kedua kelopak mata Sungmin, hidungnya, dan berakhir pada bibir mungil nya.

"Saranghae"

.

.

.

.


TBC


Nahhh udah ada NC nya kan? Nggak hot ya? Biarin *sewot
Yang nanya siapa dua namja misterius di bagian akhir chap 2 kemarin belum bisa dimunculkan. Mungkin untuk next chap baru bisa.
Yang minta flashback kejadian meninggal nya eomma Sungmin udah ada tuh. Jadi hutang saya lunas ya..

Special thanks for:

Cho Adah Joyers, zaoldkyu, audrey musaena, abilhikmah, , delimandriyani, reiasia95, kim hyun nie, Cho Minhyun 137, ShinJiWoo920202 *hug

Dan juga special thanks and hug buat readersdeul yg udah review di chap-chap sebelumnya walau gak saya sebutin. Review kalian baru masuk sesudah saya update. tapi tenang kok saya ingat nama kalian.

Saya bener2 kecolongan untuk nama Hankyung kemarin heheh.. tapi udah saya perbaiki. Kalo masih ada yang kelewat maafkan saya. Saya hanya seorang anak KyuMin yang tak luput dari keslahan. TT

SEE YOU AT NEXT CHAP~