Hey…..hey……para readers!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! (lagi-lagi ditabok gara-gara tereak-tereak)
Jumpa lagi dengan author abal dengan fic gaje nya, yang udah sampe chap 4….! (nulisnya sambil megang pipi gara-gara abis ditabok) .
Buat para readers yang udah review makasih banyak ya…..! . Satu lagi maapkan atas kesalahan author yang oon ini. Karena lupa ngisi summary waktu di chap 3. (ngaku).
Huh.... akhirnya sampe juga di chap 4 (sok-sok capek biar dikasianin).
Makasih banyak ya yang udah review, aku bersyukur sekali karena fic aku bisa diterima. Aku jadi terharu...hiks..hiks.
mau jawab review:
Tamaru Ariki
Makasih telah sudi mereview fic gaje ini....hiks (lagi-lagi terharu). Sarannya makasih ya Tamaru-chan! Telah ku apdet fic ini.....(jreng..jreng....)
Chiwe-SasuSaku
Siip deh....aku bakal bikin fic ini jadi SasuSaku! *ngetiknya sambil ketakutan gara-gara di bawain golok sama chiwe* telah ku apdet......
Uzumaki Uru
cuup muach juga Uru-chan...hihihi... maap aku telah memakai avatar beserta judul buatanmu uru-chan....
NaruHina ya........kayaknya di chap 5 deh..*lemeng*
Mana fanfic mu Uru-chan....?? Kutunggu..hihi
Awan Hitam
KK...............!!! *melambai-lambai*
Senangnya fic ini bisa di review kk....!! Emang ka kmrn ada kesalahan di chap 3, kaga ada jeda, summary ga ada, dll deh.. emang ade mu ini rada oon....hihihi...telah ku apdet kk....review ya kak...(mohon-mohon).
Phia
Phia makasih telah me review fic ku ya....
Memang Phia teman les yang baik.......hihihi... waktu buat fanfic ini terinspirasi BBF, tapi jalur ceritanya asli loh...(dasar author kaga kreatif). makasih sarannya ya... Fanfic ini telah ku apdet....hihihi
Summary: " Ayolah, jangan sok seperti itu. Aku tahu kau lapar, jangan menolak tawaran ku" Sakura hanya bisa menganguk sambil berusaha menutupi wajahnya yang memerah karena malu.
Disclaimer: Sampai author ubanan, Naruto masih tetap punya Masashi Kishimoto!
The Shinobi Gank
Chapter 4 Pendekatan
" Gyaaaaa....Kenapa kau tiba-tiba naik? " teriakan Sakura langsung membuat semua pasang mata yang ada dihalaman kampus tertuju pada mereka berdua. Mendengar teriakan Sakura, Sasuke tetap duduk di sadel sepeda pink itu, sambil memasang tampang yang menurut Sakura, tidak berdosa.
" Di keluarga Uchiha, diam itu pertanda menerima. Tadi kan aku memintamu untuk mengantarku ke jalan besar, tapi kau malah diam. Dan seperti yang kubilang tadi, diam berarti menerima." Sasuke berkata dengan tidak berdosa sedangkan Sakura sudah benar-benar jengkel dengan ulah Sasuke.
" Aku diam karena berfikir! Sekarang cepat tu....." Belum sempat Sakura melanjutkan kata-katanya, Sasuke sudah menginterupsi kata-katanya. " Tapi aku kan sudah naik " Sasuke memang tahu benar bagaimana cara melumpuhkan hati kaum hawa. Dan binggo....
" Ugh....Pegangan yang kuat. Kalau kau jatuh aku tidak mau bertanggung jawab." Sakura luluh dan mengayuh sepedanya. Mengantarkan Sasuke, atau lebih tepat pulang bersama dengan Sasuke.
Hinata masih bertahan didalam rengkuhan tubuh kekar Naruto. Ia tidak ingin melepaskan Naruto, ia ingin Naruto tetap berada di sisinya. Mata lavender indah miliknya sudah tidak mengeluarkan air mata lagi. Tubuh Naruto hangat, setidaknya itulah yang Hinata rasakan sekarang. Sekitar kurang lebih lima menit Hinata dan Naruto bertahan dalam posisi berpelukan. Fans Naruto? Mereka semua sudah mulai menggali kuburan mereka sendiri(?).
" Kenapa kau menyakitiku?" Hinata kembali mengulang pertanyaan yang sama. " Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu." Kini Naruto telah melepas pelukannya, dan menatap kedua mata Hinata. " Kau ini, hanya jalan dengan teman perempuanku saja, kau sudah menyewa tukang pukul untuk menghukumku!" Nada bicara Naruto berubah menjadi nada bosan. Hinata menaikan sebelah alisnya, pertanda ia bingung dengan ucapan Naruto tadi. Ia baru menyadari ketika melihat tanda membiru di pipi Naruto.
'pasti ini ulah Sakura-chan' inner Hinata angkat bicara.
" Kau pantas mendapatkannya" Hinata berkata ketus. Hinata bisa berkata ketus? Dan inner Naruto menjawab ' pasti si pink, Sakura yang mengajarkannya'
" Hei...kenapa jadi ketus begitu? Jadi sekarang mau mu apa Hinata?" Naruto mengeluarkan suara menggodanya. Hinata sempat ragu untuk megatakan hal ini, ia sangat mencintai Naruto tapi disisi lain ia juga tidak mau terus menerus disakiti Naruto. Dengan suara yang bergetar, Hinata mengatakan hal yang sebelumnya tidak pernah terpikir olehnya...
" Aku mau hubungan kita berakhir...."
"Hosh...hosh...Hosh...."
" Haruno-san? Kau baik-baik saja kan? Kenapa ngos-ngosan begitu? " Tanya Sasuke (lagi) tanpa dosa.
" Apa kau tidak sadar ? Kau ini laki-laki! Tubuhmu itu berat..! Seharusnya kau mengendarai sepeda ini! Bukan aku...Uchiha!!" Jawab Sakura setengah berteriak. Ia berusaha mengatur nafas karena lelah.
" Maaf ya, Haruno-san. Tapi aku tak terbiasa mengendarai sepeda!" Kata-kata yang meluncur di dari mulut Sasuke sukses membuat telinga Sakura lebih memilih diam, sambil menahan rasa jengkel nya, yang suatu saat bisa meledak itu.
" Kenapa? Kau marah padaku ya, Haruno-san?" Sepertinya Sasuke sangat gemar menggoda gadis cantik berambut pink ini. Membuat Sakura jengkel adalah sebuah kesenangan tersendiri baginya.
" Ugh...kalau aku jawab iya, memangnya kenapa Uchiha!!!!!!!!!! " Lagi..lagi Sakura berteriak.
" Maafkan aku ya...! " Tiga kata itu dengan indahnya meluncur dari bibir Sasuke diiringi senyuman yang manis . Sakura hanya menghela napas. Ia ingin segera sampai ke toko roti milik Sasuke. Selain lelah ia juga tidak tahan dengan semua godaan Sasuke. Bagaimana pun juga ia perempuan, yang akan luluh dengan semua kata-kata manis dari laki-lak tampan , terutama Sasuke.
Didepan Uchiha Bakery house
" Sudah sampai " Sasuke segera turun dari sepeda pink milik Sakura, ketika Sakura memberitahukan kalau mereka sudah sampai. Belum sempat Sasuke mengucapkan terima kasih, Sakura sudah mengayuh sepeda miliknya. Untung saja Sasuke langsung refleks mencegahnya, sama seperti ketika di kampus.
" Tunggu...!" cegah Sasuke.
" Ada apalagi Uchiha?"
" Bagaimana kalau kau masuk dahulu, hanya sekedar untuk minum teh dan makan roti. Hitung-hitung untuk ucapan terima kasihku padamu. Bagaimana?" Tawar Sasuke, sebenarnya Sakura juga ingin menerima ajakan Sasuke, karena dari pagi tadi ia belum makan. Lagi pula ini sudah lewat jam makan siang dan satu lagi yang paling penting, kapan lagi bisa diajak makan gratis . Tapi...
" Tidak " Tolak Sakura. Ia gengsi menerima tawaran Sasuke. Apa kata orang-orang di kampus nanti, jika melihatnya yang selama ini anti dengan Shinobi Gank, malah makan berdua dengan Sasuke, yang anggota SG.
" KRIUK....." Suara alamiah itu terdengar. Sakura benar-benar mengutuk atas perutnya yang tidak bisa diajak kompromi. Mendengar suara itu, Sasuke berusaha menahan tawanya.
" Ayolah, jangan sok seperti itu. Aku tahu kau lapar, jangan menolak tawaran ku" Sakura hanya bisa menganguk sambil berusaha menutupi wajahnya yang memerah karena malu.
Mereka berdua memasuki toko roti itu . Nuansa Jepang klasik sangat kental terasa di sini. Dua orang pelayan laki-laki bertubuh tegap langsung membungkuk hormat ketika Sasuke dan Sakura memasuki toko roti itu, tak lupa disertai salam berupa ' selamat siang tuan muda, nona muda '. Sakura sedikit jengah dengan sambutan mereka.
Tanpa basi-basi Sasuke langsung mengintruksi salah satu dari mereka untuk mengambil mobilnya di kampus.
Sedangkan Sakura masih terkagum-kagum dengan keindahan Uchiha Bakery House itu. Aroma berbagai macam jenis roti tercium. Roti-roti itu tersusun rapi sesuai dengan jenisnya di rak-rak yang terbuat dari anyaman bambu. Indah sekali...
Suasana Uchiha Bakery House hari ini, cukup ramai. Beberapa kursi sudah terisi oleh beberapa orang. Dilihat dari tampang dan busana sepertinya mereka berasal dari kalangan menengah ke atas. Diatas rak-rak roti, terdapat papan yang bertuliskan harga berbagai jenis roti yang dijual di Uchiha Bakery House. Alangkah terkejutnya Sakura ketika melihat deretan nominal harga yang terpampang disana. ' Harga satu jenis roti manis saja 1000 yen! ' teriak Sakura dalam hati. Saking kagetnya, sampai-sampai mulut Sakura menganga. (lebay)
Melihat gerak-gerik Sakura yang agak aneh, Sasuke segera mengajak Sakura ke sebuah meja yang agak sedikit jauh dari keramaian. Pikiran Sakura masih berkutat dengan harga dari roti-roti tersebut, sampai teguran dari Sasuke membuyarkan semua pikirannya.
" Haruno-san "
" Eh! Ya..." Jawab Sakura gelagapan
" Kau baik-baik saja kan?" Tanya Sasuke sedikit khawatir. " Haha..aku baik-baik saja! ". Jawab Sakura garing.
Sasuke semakin khawatir dengan keadaan lawan bicaranya itu. Tadi di sepanjang jalan Sakura berbicara ketus. Kenapa mendadak jadi tertawa aneh begitu. Atau mungkin...
" Tenang saja, sebagai ucapan terima kasih, kau akan kutraktir! " Entah mengapa setelah Sasuke bicara seperti itu, Sakura langsung menghela napas lega, dan cukup jelas untuk terdengar di telinga Sasuke. Hal itu semakin membuat Sasuke geli sendiri. ' Ternyata maslahnya ada pada uang' gumam Sasuke dalam hati.
' Tunggu dulu, kenapa aku menghela napas lega sekencang itu?! Si Rambut Ayam ini kan jadi tahu kalau aku tidak punya uang untuk makan roti disini!! Dasar Sakura bodoh...bodoh...!!' Sesal Sakura dalam hati sambil menepuk jidatnya yang lebar itu.
Sasuke semakin bingung dengan tingkah Sakura (ni orang bingung mulu...)
" Haruno-san kau baik-baik saja kan? Kau sakit?" Tanya Sasuke memastikan dan kali ini sambil menyentuh jidat Sakura, seolah-seolah mengecek apakah badan Sakura panas. Wajah Sakura langsung memerah seperti tomat saat merasakan tangan lembut dan hangat milik Sasuke menyentuhnya.
" Apa yang kau lakukan Uchiha!? " Sakura membentak Sasuke dengan wajah yang memerah tentunya. Sasuke menyeringai penuh kemenangan.
" Haruno-san...aku kan hanya memastikan keadaanmu. Dan sepertinya kau memang sedang sakit ya? Wajahmu terasa panas dan memerah. Cantik sekali....!" Sasuke menggoda Sakura, dan lagi-lagi dengan senyum mautnya. Rasanya Sakura langsung mau pingsan karena malu. " Jangan mengejek penuh kemenangan seperti itu Sasuke.....!!!!!! " Sakura refleks langsung menutup mulutnya, karena memanggil Sasuke dengan nama depannya, padahal sebelumnya ia memanggilnya Uchiha. " Wah senangnya tidak dipanggil Uchiha. Lanjutkan terus memanggilku dengan nama Sasuke ya. Kalau perlu tambahkan –kun dibelakangnya agar terlihat lebih romantis, Sakura-chan! " Sasuke semakin giat menggoda Sakura, tak lupa mengeluarkan semua pesonanya. Sakura? Tetap duduk mematung mendengar godaan Sasuke dengan wajah memerah karena malu. Bahkan kemeja merah marunnya kalah warna dengan wajahnya sekarang.
End Chapter 4
Sasuke kok bisa gombal gitu sih....mana tampang cool nya?? (dichidori Sasuke)
Sasuke : Orang lo sendiri yang ubah image gua jadi bawel udah gitu doyan gombal lagi!!!
Dhitta: Maafkan aku Sasuke-kun.....! (dichidori lagi dan langsung buat dhitta sekarat)
Hehehe....maap readers atas kegajean fic yang abal ini.....Nantikan aku dalam chap 5 ya.....
Readers: Kagak.......!
Bocoran chap 5: Masih bahas soal SasuSaku, tapi akan aku usahakan untuk lebih banyak NaruHina di chap 5, tentunya dengan peristiwa putusnya NaruHina. Gimana mau NaruHina putus apa ga nih.....?
Dhitta butuh saran lewat review....!
Uru-chan dan Yui-chan tolong beri dhitta saran.....!!! (mohon-mohon gaje). Kutunggu fanfic kalian ya.......!!!
Saran lewat review semua........dan makasih untuk yang udah review...................................!!!!!!!!!
