KAGAMI-HIMURO 7 GHOST STORY
Disclaimer : TADATOSHI FUJIMAKI
Summary : Kali ini mereka berdua akan pergi ke toko
tapi tentu ceritanya belum selese looo
WARNING : GA SEREM, ABAL, NGEBODOR.. NANONAO
AMERIKA PUKUL 22.00
.
.
.
HIMURO POV :
Jujur lhoo..lama-kelamaan aku jadi merasa kalau penginapan ini emang sarang hantu..atau mungkin disini tempat transitnya hantu turis dan hantu bule mulai dari Jepang ampe ke Arab kali yaa? Yaah sebodo amat si, toh mereka udah pada mati…tapi.. kayaknya prinsip yang udah mati itu ga bakal berlaku lagi sekarang..
END OF POV
.
.
.
"Hooii jangan kelamaan ngomong ntar lo di depak sama authornya" Kagami menimpuk Himuro dengan bantal.
"Aduh. Kau tau Taiga, makin lama semakin kita cerita makin ga enak aja suasanannya" jelas Himuro dengan bantal masih nemplok di wajahnya.
"Haaaahh kau sendiri yang bikin kayak beginian.. mending sekarang kita makan deh. Kita beli ke toko 24 jam" ajak Kagami.
"Tapi kita ga boleh berhenti cerita sampai 7 cerita lho.." jelas Himuro
. "Masi mau cerita sambil jalaaan!?" Kagami kayaknya makin depresi dengan kelakuan Himuro.
"Yaah mau gimana lagi yaa? Mending daripada kita diikutin sama puluan hantu deh.." jelas Himuro.
"Hmm? Ya udah..tapi sekarang lagi bulan purnama lho. Ga masalah keluar kan?" Kagami mulai panic.
"Selama kau percaya kalo hantu itu ga doyan ngemut kamu" Himuro langsung ngeloyor duluan.
"TATSUYA! APA MAKSUDMU! HEI KEPALA BALON!" Kagami langsung ngacir ngikutin Himuro, sedangkan mereka ga nyadar kalau ada sosok berambut panjang bermuka putih pucat mendelik-delik di dekat lemari baju.
.
.
.
.
Di jalan mereka berjalan beriringan mencari toko 24 jam. "Karena ga mungkin kita cerita di toko mending sekarang giliranku yang cerita.." sahut Himuro. "Hooo terus giliranku?" tanya Kagami.
"Nant isaja di rumah Taiga" Jawab Himuro lagi.
"Ya udah lah... selama di perjalanan kita ga diikuti oleh hal-hal aneh" Kagami Cuma mengiyakan saja.
"Baiklah ini cerita yang kudengar dari seniorku di YOSEN" Himuro mulai bercerita.
.
.
HIMURO POV : CERITA HANTU 5
Saat itu, adalah hari hujan di bulan Maret. Seniorku mendengar ada rumor kalau jalan tikungan di dekat sebuah toko besi sering mengalami kecelakaan. Tapi karena hanya gossip saja, tak ada yang menghiraukan hal itu. terutama karena memang factor jalan yang berlubang mungkin membuat banyak pengendara kurang berhati-hati.
Tetapi tidak ketika sebuah kasus tragis terjadi. Kala itu di siang hari yang masih gerimis, di depan toko besi itu terdapat beberapa balok baja, baja-baja tersebut dimakusdkan untuk membuat papan reklame dan akan dikirim hari itu juga.
tapi.. tanpa ada yang menduganya, ternyata seorang pejalan kaki yaitu seorang pria yang hendak menyebrang di senggol oleh sebuah sepeda motor, badannya terhempaskan dan kepalanya langsung menghantam baja-baja hitam tajam itu.. dengan kondisi yang mengenaskan, jalan di sana benar-benar dicap sebagai jalan yang angker.
Tak berapa lama setelah itu, banyak yang suka melihat sosok cowok berjas suka menampakkan dirinya, dengan kepala bocor dan darah yang masih melekat. Dia sering terlihat tersenyum dan kadang dia suka menyebrang dan membuat para pengemudi kaget.
Seniorku juga mengatakan kalau hantu itu juga suka mengganggu para pejalan dan membuat para pejalan terlempar ke jalanan dan tertabrak… suatu hari seorang wanita melihat hantu itu dan dia… mati terlindas bus karena tiba-tiba dia terjatuh ke jalan raya…
.
.
.
"Sekian" Himuro menutup ceritanya. Dan suasana kota yang makin sepi membuat ceritanya makin membekas saja.
"Aww.. aku mulai merinding.. kau tahu..kalau.." Kagami berhenti bicara, dia melihat sebuah..atau sesuatu di sebrang jalan. Cowok dengan jas yang dikatakan oleh Himuro itu sedang menghadap ke samping, terlihat bajunya yang merah dan sebuah cairan menetes dari balik belakang kepalanya yang bolong.
"Ta..tsuu..yaa~ bagaimana kalau kita putar dan jangan menyebrang" Kagami yang udah cenat cenut hatinya itu mulai memucat, dia ga mau hantu buruk rupa cermin dibelah itu mendongak dan memperlihatkan wajahnya.
"Oke..jangan buat dia melirik kea rah kita" jawab Himuro dengan nada dingin karena ketakutan.
Tapi sayang banget, belum berapa langkah hantu itu mendongak dan cengirannya membuat kedua cowok unyu itu berkata "WAAAAAAAAAA!" sosoknya dari depan makin menyeramkan, apalagi separuh kepalanya berlubang sampai ke mata kirinya.
"Apaaa kita langsung cerita yang selanjutnya? Soalnya di depan ada kursi kita bisa…DUDUK!" Himuro langsung melakukan fake dan langsung duduk di bangku itu membuat Kagami koprol.
"Kalau mau melakukan fake..jangan di tempat beginian sialan!" Kagami yang mukanya nyium tanah keki sampe ke ubun-ubun.
"Maap deh.. tapi ga kerasa perjalanan kita makin deket aja" Himuro melihat kalau toko 24 jam udah ada di depan mata.
"Haaah Tatsuya, mending kita ambil oksigen di sini.."sahut Kagami.
"Ah dari tadi kan memang ambil oksigen ahahaha" Himuro mulai ngelawak.
"Diam atau kutonjok wajahmu.." Kagami sekarang benar-benar dalam tahap siaga satu.
"Baiklah daripada kita tonjok-tonjokan disini bagaimana kalau kau cerita cerita selanjutnya? Cerita ke 6.." Himuro mengalah padahal di dalem atinya udah pengen banget ngerujak kepala Kagami yang kayak sapu ijuk itu.
"Oke..okee aku akan cerita sekarang.." Kagami menggeliat dan siap meluncurkan aksi balas dendamnya dengan cerita horror ke 6.
.
.
KAGAMI POV : CERITA HOROR 6
Kabarnya ada sebuah mini market, di dekat setasiun kota G.
di sana terkenal dengan berbagai barang-barangnya yang murah dan lengkap. Tetapi entah karena apa, tiba-tiba sekelompok remaja datang dan menjarah mini market itu.
di sana sang kasir yang ternyata adalah seorang wanita yang baru saja lulus SMA dibunuh dengan sadis, setelah menjarah, sekelompok remaja itu kemudian melarikan diri meninggalkan sang nona kasir yang sudah tewas.
Dan setelah kasir itu meninggal beredarlah kabar kalau di sana sering ditemukan sosok cewek dengan bersimbah darah sering muncul di tempatnya bekerja. Pisau di perutnya masih menempel menurut kesaksian.pelayan itu mengenakan baju putih dengan rok hitam selutut, dengan wajah hancur karena dipukuli.. bahkan dia sering melayani tamu ketika toko itu buka 24 jam…
Suatu ketika seorang siswi SMA sedang membeli sabun malam hari itu lalu pergi ke meja kasir,dia dilayani dengan biasa tapi ketika dia hendak memberikan uangnya, di depan gadis itu bukanlah manusia tetapi sosok cewek berlumur darah tengah menyeringai..dengan mata hitam dan kosong, kemudian toko itu ditutup..tetapi wanita itu tetap ada di sana..selalu… dan tak heran sering terjadi suara cekikikan seperti "HIHIHIHIHIIIIIII"...
.
.
.
"Yak..selesai" Kagami mengatupkan kedua tangannya.
"Kau sengaja mencari topic soal toko yaa?" tanya Himuro dengan senyum tetapi ketakutan amat sangat besar melebihi stadium olahraga(halah).
"Kenapa kau takut? Waah tak biasanya kau mau jujur" sela Kagami. Himuro Cuma terdiam dia ga tau kalau perasaanya yang udah susah payah dia umpetin ketauan dalam waktu 4 detik.
"Oke, sepertinya kita harus mencari makanan.. oh ya katanya Atsushi bilang kalau semakin menyeramkan saja perjalanan mereka" Himuro melihat sebuah mail baru dari Murasakibara.
"Sepertinya kau dirindukan oleh si terong itu" cletuk Kagami.
Himuro Cuma cengo mendengar Himuro yang segede gitu dijulukin terong, Himuro ga yakin segede apa pohonnya.
"Oke lebih baik kita langsung capcus deh ciin" Himuro sekali lagi jalan di depan.
"Kok Kau jadi congbe begitu…? Aduh gawat aku kebanyakan ngasih dia bodrex" Kagami mulai kuatir kakak angkatnya sakit.
Tak butuh 10 ribu langkah anlene, mereka berdua sudah sampai di sebuah toko yang bercat putih. Di sana Cuma ada segelintir atau mungkin Cuma 1 biji orang yang beli. Ga ada yang lain, kasirnya juga ga ada orang. Suasanannya agak terkesan ngeri soalnya kan lagi Halloweenan. Banyak dekorasi nyeremin di sudut ruangan.
"Tatsuya mending cepetan deh.. hawanya udah ga enak nih.." cletuk Kagami mulai ga sreg sama suasana yang wah banget.
"Sabar dong aku baru mau milih lebih enak makan mie atau sup instan.." Himuro emang agak cerewet kalo udah nyangkut soal makanan.
"Aduuhh ga dia ga sohibnya sama-sama rempong sama makanan.." batin Kagami yang udah menemukan dimana titik persamaan Himuro dan Murasakibara, kalo ga yang satu doyan makan yang satu cerewet banget kayak ibu-ibu milih makanan buat anak balitanya.
"Woi cepetan, dikau mau ngebuatku ngebangke di sini?" geram Kagami.
"Oke aku beli mi instan, kau Cuma beli nasi kotak aja?" tanya Himuro.
"Nasi kotak 4 bungkus ukuran jumbo kan udah cukup" jawab Kagami sambil jalan ke kasir.
"Waahh ehh ga berlebihan noh" Himuro sweatdrop.
Tak lama setelah mendapat kembalian dan beberapa barang, Kagami yang hendak mengembalikan kelebihan receh ke kasir itupun mendongak.
"Anu.. Mrs.. uang recehnya kelebi..han.." Kagami melotot tingkat dewa, dia ngeliat nona kasir yang ada di depannya sama persis plek banget kayak yang dia ceritakan, Kagami noel-noel Himuro, Himuro berbalik, dia ternganga, semua hening, Bang Roma nyanyi begadang(lho?) dan kemudian…
"Ambil aja recehnya hihihihi" sahut nona itu dengan suara parau sambil cengar-cengir dan suara tawanya yang ga banget.
"Anu..permisi.." Himuro dan Kagami keluar toko.
"Do you think what I think?" tanya Himuro dalam bahasa Inggris.
"Of course.." kemudian keduanya hadap kanan lalu dalam hitungan detik keduanya paduan suara dengan ketukan 4/4 dengan lirik
"WAAAAAAAAAAAAAAA!"
"Himuroo! I just want to say.. I WANT TO COME BACK TO BENCONG!" seru Kagami mulai ngalor ngidul ga jelas.
"WHAT! WHAT ARE YOU SAY TAIGA?! BECONG!? Kau suka Bencong!?" tanya Himuro ga kalah gaje.
"JUST RUN!" Kagami dan Himuro ga saling menyalahkan bencong, tapi mereka langsung ngacir begitu mereka melihat kalau wanita yang jadi kasir tadi
ternyata tak punya bagian bawah kakinya...
bagaimana kelanjutan mereka di hari Halloween di Amerika? Apakah cerita terakir bakal jadi yang terseram?
Apakah Himuro bakal ngomong soal Bencong? atau Kagami akan bertemu dengan bencong? jangan urusi Bencong... karena Author akan mengatakan
.
.
.
TO BE KONTINYUU~~
Minna akirnya akirnyaa updatee! senangnya hatikuu
maap ya ceritanya kurang serem~ soalnya Yuzu mau move on sedikit untuk settingnya
semoga kalian cukaa
karena kalian sukaa.. ehehehe.. silakan
R^R yaaa
