Episode 4 (Adamantium Stone)

Memang, dipanggil oleh presiden USA merupakan hal yang membanggakan baginya. Semestinya dia senang dipanggil olehnya, tetapi bagi kazuto, panggilan ini merupakan pengalaman buruk. Bukan karena prestasinya, tetapi dia takut jika dia menceritakan soal Demigod, titan yang muncul secara tiba-tiba yang bernama Helios, dan juga bertemu dengan pemuda ini. Tetapi, dia mengesampingkan perasaan itu karena dia bukan perfect seperti orang kira. Di jepang, dia selalu di puji oleh semua orang. Bahkan, tunangannya asuna pun memujinya karena dia pernah menyelamatkannya dari pernikahan paksa bersama Sugou. Dan pada akhirnya dia pun bisa bersama-bersama dengannya lagi. Tetapi, di Amerika, mau tidak mau kazuto hanya warga biasa yang ingin belajar banyak tentang kultur dan ilmu.

Kalau dilihat-lihat, Percy terlihat sedikit tenang. Setidaknya, dia belum memikirkan teman-temannya karena kondisi saat ini kritis. Banyak warga Manhattan bertanya-tanya mengapa ada Helios muncul secara tiba-tiba begitu saja dan kenapa dia mengatasnamakan Uranus, bukan Gaia seperti percy bilang. Dia pun akhirnya berfikir dan konsentrasi. Saat konsentrasi itulah dilhat oleh David dan berbicara dengan Admiral Briggs lewat gadget intercom phone (namanya juga gadget, gak tahu namanya). Tetapi bentuknya seperti TV mini, bentuk persegi panjang dan terlihat seperti jam tangan.
"Commander, apa kau yakin kita bisa percaya kepada anak itu? Dia terlihat sangat tidak yakin."
"Lebih baik kau percaya kepadanya karena dia kunci satu-satunya melawan kecoa payah itu! Karena misi kita adalah membantu mereka dan juga memusnahkan para kecoa itu." Kata nya dengan tegas
"Lalu aku harus memanggil bantuan jika terdesak?" Tanya david
"Kita tidak boleh kehilangan banyak prajurit, Section. Kau harus mencari cara sendiri untuk melawannya. Atau begini saja, bagaimana kalau aku menyuruh seseorang untuk membantumu dalam misi ini?" kata briggs memberi saran.
"Apa maksudmu? Kau hanya menyuruh 1 orang saja? Kita lawan para raksasa. Mana sanggup untuk— Ow. Kau rupanya."

Barulah sadar didepan David ada seorang pasukan JSOC. Dia terlihat sedikit rapi rambutnya dan tidak terlalu panjang amat, tidak terlalu kekar, dan juga matanya berwarna hitam. Dia tidak memakai senjata apa-apa karena dia sedang duduk bersama dengan sopir
"Rupanya, Section jadi komando dalam misi ini. Perkenalkan, aku Arrighi Wildan. Code name ku Lockon." Sambil berjabat tangan kepadanya.
"Aku mau bertanya." Kata harper "Apa kau tahu misi ini? Kau kan mata-mata saat waktu di perusahaan Cabex. Sebenarnya apa yang dikerjakan oleh perusahaan sialan itu?" Wildan pun memberi sebuah dokumen yang ternyata ada nama Anastasia Ivastrov

"Kau! Kau telah menjebak dia! Kalau saja kau tidak ada, dia pasti akan—" geram Kazuto
"Maksudmu Perempuan itu? Dia memintaku untuk membawa dokumen ini kepadaku karena dia diincar sama monster itu. Dia tidak bisa jelaskan dan dia hanya bilang 'Kau harus membantuku. Para monster itu, bukan titan itu. Dia mengincarku dan aku tidak tahu harus percaya kepada siapa lagi. Pemerintah sengaja menutupi kejadian ini. Aku sudah jelaskan kepada bosku, tapi dia hanya bilang '"Aku tidak peduli kau diincar oleh orang manapun. Entah pencuri ataupun monster seperti kau bilang. Dan aku tidak mau tahu alasan hal itu bisa mengganggu pekerjaanmu. Mengerti?"' semenjak itu, aku mulai benci kepadanya. Kau harus percaya kepadaku. Aku akan kembali' Cuma itu yang aku tahu darinya." Kata wildan jelaskan. Ketika mendengar penjelasan darinya, Percy dan juga Kazuto mengerti mengapa dia sangat paham ketika dia kesulitan dalam masalah soal Titan.
"Kalau boleh tahu, apa yang dikerjakan oleh Anastasia itu? Sampai sekarang aku belum paham, kazuto dan percy." Kata wildan. Akhirnya, Kazuto jelaskan mengenai Demigod, perkemahan blasteran, dan juga monster-monster terdahulu yang muncul secara tiba-tiba.

Tidak ada yang tertawa saat itu dan mengerti penjelasannya
"Begitu iya. Berarti ada kaitannya dengan Adamantium Stone itu." Kata Wildan. Ares hanya minum sambil mengelas tombaknya sampai mengkilap.
"Kalau sampai Adamantium itu jatuh kepada orang itu, bisa berbahaya karena aku yakin ada orang dibalik munculnya titan bernama Helios. Sedikit mengenai batu itu, batu itu sebenarnya adalah batu untuk menyatukan monster ataupun titan dari lubang tartarus. Itu lah yang aku tahu. Sebenarnya, aku juga tidak hal berbau takhayul itu. Tapi, mengingat kejadian ini muncul tiba-tiba, lebih baik aku percaya dengan penjelasanmu. Sekarang, aku ingin tahu, apa tujuanmu di sini, percy?" Tanya david sambil mengecek kondisi manhattan sekarang. Kalau dipikir-pikir, david ada benarnya juga. Dia belum bertanya mengapa dia berada di sini. Kazuto melihat percy seolah-olah dia tidak tahu apa-apa
"Aku tidak tahu. Aku hanya tahu aku berada di—"
"Bah!" ngejek ares "Pasti kau ada alasan berada di sini, bocah! Mestinya, aku bisa saja membunuhmu sekarang juga jika tidak ingin memberitahu kita semua kenapa kau di sini!"
"Kau, mestinya kau tidak di sini! Aku bisa saja ingin membunuhmu sekarang juga. Tapi, tidak ada pilihan lain selain membantumu." Kata percy enggan. Memang, masuk akal juga mengingat kelakuan Ares lebih menyebalkan daripada Hera. Kazuto bisa merasakannya dan ingin bertanya kepadanya karena kebenciaan nya kepada dewa perang itu

"Membantu apa? Kau tidak dibutuhkan di sini, bocah! Aku yang dibutuhkan karena aku ini dewa!" Ares menyombongkan diri "Aku tidak yakin kau bisa mengalahkan mereka semua dengan sendirian. Pasti nya kau akan membutuhkanku, bocah!" Percy ingin menghajar Ares sekali lagi. Tapi di cegah oleh Kazuto
"Hentikan. Tidak ada gunanya berkelahi. Aku mungkin mengerti kenapa batu ini menyimpan misteri. Tetapi setahuku, itu adalah ingatan para monster dan juga kejadian-kejadian yang aneh. Entahlah, seperti teriakan seseorang, kemudian ada yang tewas dan aku ingat sekarang. Ada batu itu terlihat seperti kau, percy. Kau tewas saat itu saat lawan Gaia." Kata Kazuto enggan

"Begitu iya? Terkadang ingatan hanya sebuah ilusi saja. Seperti diperlihatkan olehmu barusan. Jika ingin merubah sejarah, silakan. Tetapi, kita tidak merubah takdir orang lain."
"Kalau memang benar begitu? Berarti kita tidak perlu ambil batu adamantium ini kan?"
"Tidak." Ujar wildan dan ambil batu adamantium " Sebenarnya ada lagi fungsi dari adamantium itu. Hanya saja—" dia terlihat bingung untuk menjelaskan kepadanya. Akhirnya, mereka sudah sampai di white house, istana presiden Amerika Serikat. Memang tampak bagus dari segi luar, masih banyak tanaman-tanaman hijau, dan terlihat bangunan masih tetap megah. Memang, dari Manhattan ke Washington DC naik mobil butuh waktu lama sampai di sana. Kemungkinan sampainya bisa 3-4 hari (kemungkinan sich begitu. Maklum, belum pernah ke sana sich. Jadi diandai-andai jarak nya. Hehehe). Namun, jika naik pesawat helicopter, membutuhkan waktu 5-6 jam ke sana. Akhirnya, disambut oleh Presiden Elliot. Perawakannya umurnya udah 50an, wajah tetap sehati, beruban dan juga selalu menggunakan baju hem berwarna putih. Sewaktu dia menjabat, dia pernah berhasil menyelesaikan perang dingin China dan Amerika Serikat, mengurangi tingkat pengangguran dan juga membuat UU tentang penggunaan senjata bagi berumur balita dan anak-anak. Oleh karena nya, dia terkadang menyamar dan menyerahkan tugas kepada wakilnya.

"Presiden!" wildan hormat kepada nya "Kami membawa 2 orang seperti pak presiden minta. Dia adalah Percy Jackson dan juga Kirigaya Kazuto. Mereka adalah saksi di mana mereka melihat kejadian itu." Presiden pun mengerti dan mengganguk
"Kalau begitu, silakan masuk. Ada yang ingin aku tanyakan kepada mereka berdua. Dan juga, aku mengundang para senator dan legislatif lainnya untuk mendengarkan penjelasan kalian berdua." Terlihat Kazuto waspada dengan presiden itu. Biasanya, dia tidak terluka mengingat dia berada di White House. Namun, ketika ada darah di kakinya, terlihat jelas ada kecurigaan dalam hati Kazuto.

"Ada yang aneh dengan Pak Presiden. Kayaknya, dia terlihat kotor deh. Apa jangan-jangan dia—? Tidak mungkin. Mungkin dia berusaha menolong warga yang terkena musibah sehingga tidak ada waktu untuk berganti pakaian. Aku harus berhati-hati supaya tidak salah langkah"

Terlihat jelas bahwa White House sekarang dijaga ketat oleh bodyguard-bodyguard super garang. Mereka menggunakan kacamata hitam, jas hitam dan selalu membawa pistol glock di pinggang belakang jika terjadi ada insiden penyerangan terhadap presiden. Baik ruang tamu, ruang rapat maupun ruang rahasia. Oh iya, ruang rahasia itu terlihat dijaga sangat ketat sebanyak 5 orang di luar dan 10 orang di dalam. Ketika kazuto dan percy masuk ke dalam ruangan itu, terlihat banyak sekali batu adamantium di sana. Berwarna-warni batunya. Dan kazuto ingin mengambil batu dari saku nya, terlihat ada sebuah ingatan aneh yang menghampirinya. Dan cahaya berkilau menyinari semua orang.

Kazuto membuka mata dan dia melihat bahwa dia sekarang berada di ruang hampa. Ada David, Percy yang lagi belum sadarkan diri
"Percy, Mr David. Bangun." Akhirnya mereka berdua bangun
"Kita…ada di mana?" kata percy masih setengah sadar. Lalu muncullah Ares, sang dewa perang
"Kalian sadar rupanya? Inilah ruang latihan kalian. Aku ingin kalian tidak main-main karena kalian akan berhadapan dengan para titan sialan itu."
"Tunggu!" ujar david "Di mana presiden? Di mana Harper? Di mana semua orang di ruangan ini? Apa kau—"
"Tidak, tidak, dan tidak! Mereka tidak tahu kalian di sini. Aku berhentikan waktu di sana sehingga kalian bisa meningkatkan skill kalian dan juga bertahan hidup. Termasuk kau, bocah laut! Aku kali ini akan membunuhmu secara sungguh karena kau sudah bikin aku muak!" kata ares
Percy menghunuskan pedang Riptide nya "Jadi kau di balik ini semuanya? Para titan tiba-tiba bangkit, dan juga kau berusaha untuk—"
"Kau selalu saja menuduhku tidak tidak!" bentak Ares. "Begini, sebenarnya aku diminta oleh Athena dan juga ayahmu, Poseidon untuk melatihmu karena dia tahu, bahwa bertahan hidup saja tidak cukup. Kau harus punya kemampuan untuk mencegah terjadinya perang antara dewa dan titan. Lagian, aku utang budi karena kau udah membiarkan anakku, Clarise berhasil dalam menyelesaikan misinya. Karena itu, aku lakuin ini karena aku utang satu hal padamu." Dan ares pun berubah wujud menjadi seorang Sparta.

"Rupanya, aku juga harus menghabisimu, Ares. Aku ingin menghentikan para raksasa sekarang. Kazuto, Percy, aku akan membantu dari serangan jauh. Sisanya, kalian menyerang dari jarak dekat. Dan code name ku adalah Section. Paham?"
"Aku Kirito. Aku tidak peduli apa maunya dia, tetapi menyelematkan ancaman kepunahan manusia, kenapa tidak?"
"Ares, aku berbeda denganmu." Ujar Percy "Kali ini, aku akan menghentikan masa ini. Sekaligus, menghabisimu."

To Be Continued