LIFE
Yunjae, Yoosu, Changkyu
BoyXBoy, YAOI, BL, humor, family, drama,
Rated : T
Warning : humor gak lucu, humor tersirat dan tersurat *apaan coba* OOC berat, AU, crime
Langsung aja,
Enjoy happy reading happily ever after!
Kyuhyun berdiri di depan kaca besar yang tertempel di dinding. Ia agak tidak percaya diri dengan penampilannya sekarang, ini merupakan kali kedua Kyuhyun tidak percaya dengan dirinya sendiri. Yang pertama adalah saat dia menyadari dia mencintai Changmin. Tiba-tiba Jaejoong datang menepuk bahunya dari belakang.
"Wah,.. kau manis sekali, saeng! Sudah jangan lama-lama, cepat keluar."
'Manis? Yang benar saja, aku ini tampan.' Kyuhyun bersuara dalam hati. Kyuhyun lalu keluar dari ruangan itu.
Yunjae, Yoosu, dan Changkyu masih berada di rumah Yoochun sekarang. Mereka tidak pulang, karena rayuan Junsu. Junsu dengan muka melas memohon kepada Changkyu dan Yunjae untuk tidak meninggalkannya berdua saja dengan Yoochun. Mereka berdua sudah dewasa, kalian tahulah apa yang dilakukan orang dewasa, apalagi seperti Yoochun.
"Suie-ah... hiks .. hiks..."
"Hoaamh... wae Chunnie?"
"Kenapa kau tidur? Nasib pemeran utama sungguh menyedihkan... lihatlah... hiks.."
"Aku lelah. Lagian kenapa tidak selesai-selesai sih dramanya? Sudah episode berapa ini?"
"Baru episode 125, Suie.. Suie! Dia ditusuk pacarnya sendiri! Hua... hiks hiks"
"Zzzzzz..."
Kalian tidak tahu saja Yoochun suka nonton drama tengah malam.
$o$
Jam 9 malam waktu Korea Selatan. Yunho yang sudah memakai piyama sedang mengecek-ngecek file-file penting perusahaan. Ia sibuk sendiri, siapa suruh kalau di kantor hanya main TTS. Jaejoong sedang mengecat kuku kakinya dengan kutex warna hitam sambil menonton televisi di ruang keluarga. Changmin sedang bermesraan dengan kulkas dua pintu milik Yoochun. Kyuhyun sedang mengerjakan PR. Anak kelas 12-3 adalah pelajar yang buruk, tapi beruntung mereka memiliki Kyuhyun. Kyuhyun anak yang pintar, ia mengerjakan semua PR yang diberikan sonsaengnim mereka. Bagi Kyuhyun itu tidak ada apa-apanya, Eunhyuk dan yang lain hanya bisa berurai air mata mengais tanah saat Kyuhyun menolak meminjamkan buku PRnya. Meskipun Kyuhyun tersusun dari komponen evil, ia memiliki sisa 1,5 persen komponen malaikat tak dominan. Itu berarti kabar baik bagi 28 siswa kelas 12-3. Di Toho SHS, semua guru akan memberikan tugas tambahan di hari Sabtu, hal itu sengaja dilakukan supaya murid-murid tidak keluyuran maling ayam di malam Minggu. Toho SHS dikenal dengan prestasi mereka yang tidak terkalahkan di kejuaraan sabung ayam tingkat SMA seKorea Selatan.
"Suie, apa kita perlu menonton film?" Yoochun mencari koleksi filmnya di lemari kaca. Ia tidak dapat dari tadi. Ia baru ingat kalau dia minim sekali dalam mengoleksi film keluarga. 'Bagaimanapun yadong kan film untuk membentuk sebuah keluarga.' pikir Yoochun.
"Boleh. Yang ini saja bagaimana?" Junsu mengeluarkan satu compact disc dari laci meja kerja Yoochun, ia juga sibuk mencari film dari tadi.
"Eh? Yang itu,.. itu,.." Yoochun menerawang kaset yang dipegang Junsu. Dengan senter.
"Ini film apa? Tidak ada covernya begini?"
"Itu,. Yang itu,. Jangan, sayang... itu,..."
Junsu mengambil remote DVD player. Yoochun gelisah keringat dingin.
"Itu video presentasi perusahaan! Iya, aku ingat! Presentasi perusahaan. Kami sedang mengeluarkan produk baru, dan video itu akan aku tunjukkan pada presentasi minggu depan..." Yoochun mengangguk-angguk meyakinkan dirinya sendiri.
"Benarkah? Ini pasti hasil kerja Chunie. Kalau begitu aku ingin lihat!"
Yoochun langsung berlari membanting DVD player.
$o$
Kyuhyun berkutat dengan laptopnya. Ia sudah selesai mengerjakan semua PR. Yang sedang dilakukannya sekarang adalah mengirim semua itu lewat email. Sonsaengnim di Toho semuanya gaptek, yang paling mereka tahu adalah chatting di situs pencarian jodoh tiap Rabu malam. Menyebarkan PR lewat email adalah cara yang paling praktis dan aman menurut Kyuhyun. Kalau menunggu hari Senin untuk membiarkan anak-anak lain menyalin PR, itu tidak akan sempat. Jadinya Kyuhyun melakukan semua ini. Untuk semua jerih payahnya, Kyuhyun dapat voucher makan gratis tiap hari di kantin perusahaan MLM tempat Taemin bekerja. Kyuhyun juga menjadi pelanggan tetap yang mendapat pelayanan terbaik di Mario Bross.
"Kenapa kau banting DVD playernya?!" Junsu marah dan heran melihat tingkah Yoochun.
"Ada lebah tadi, chagi. Aku takut dia menyengatmu!"
"Jinjja? Gomawo Chunnie sudah menyelamatkanku." Junsu memeluk Yoochun.
"Ne, ya sudah kita pergi dari sini. Nanti ada lebah lagi." Yoochun langsung menarik pinggang Junsu keluar dari ruang kerjanya. Yoochun hanya memandang DVD playernya yang sudah hancur lebur dengan tak rela.
Jaejoong menghampiri Yunho, ia tersenyum melihat raut wajah serius sang kekasih. Yunho sedang serius sekali memeriksa dan menandatangani kertas-kertas putih itu. Lama-lama Jaejoong bosan juga. Ia langsung melompat dan duduk di atas meja. Yunho berjengit kaget.
Yunho's PoV
Aku sedang sibuk menandatangani file penting. Hari ini sudah deadlinenya. Besok hari Minggu dan aku ingin bersantai dengan boojaeku. Memang salahku sih ketagihan main TTS, ini gara-gara butler Hwang. Menyimpan TTS koleksinya di meja makan. Aku ambil saja beberapa.
HUP. Tiba-tiba Boojae sudah duduk di meja. Dengan tampang menggodanya, piyama yang 2 kancing terbuka, dada putih mulusnya. Air liurku sudah nyecer ke mana-mana. Jangan Yunho, jangan! Aku hanya memandang dengan senyum ke wajah manis Boojae.
"Ada apa boo?" aku berdiri untuk memeluk boojaeku. Aduh hangat sekali... enaknya...
"Ani. Joongie hanya ingin menghibur. Yunnie pasti bosan sekali ya? Sering sekali berkutat dengan hal-hal membosankan seperti itu..."
Ya, bagus sekali boojae. Menghibur sekaligus membuatku coret*horny*coret. Aku senang sekali punya pacar perhatian begini. Tapi lihat sekarang, ia menempelkan badan kami berdua. Aku ingin merontokkan bulu Jiji sekarang. Karena aura evil Changmin dan Kyuhyun begitu kuat di rumah ini, aku langsung melepas pelukan Jaejoong. Bisa-bisa aku kesurupan dan bangun di pagi hari dengan keadaan naked bersama Jaejoong. ANDWE! Bukannya aku tidak mau melakukan hal itu dengan Jaejoong. Sangat mau malah *angguk-angguk kayak Taepoong*. Tapi aku tidak ingin melakukannya sebelum menikah. Bagaimanapun aku ini kan pewaris Jung Corp, kalau ada gosip bisa berabe #-.-
"Gomawo chagi. Boojae jjang!" aku memuji boojae dengan tidak biasa. Ia mengerjap-ngerjapkan doe eyesnya lucu. Boojae please, jangan lebih dari ini. Nanti yang di atas *tunjuk atas* bisa terjadi...
"Ne. Gomawo Yunnie. Yunnie jjang!" boojae juga memujiku. Dia menggenggam tanganku erat, mengelus-elus jariku. Darahku berdesir hebat. Ya Tuhan, apalagi ini?
"Cincin cartiernya mana? Katanya Yunnie janji mau beliin hari ini."
...
End of Yunho's PoV
$o$
Changmin's PoV
Aku baru saja selesai berkencan dengan gebetan baruku. Kulkas 2 pintu punya si jidat. Senang sekali rasanya. Sekarang aku berjalan menuju kamar tamu di lantai dua. Aku sudah menyikat gigi dan cuci kaki, sekarang waktunya tidur. Kubuka pelan pintu kamar. Eh? Siapa itu?
Namja memakai piyama pikachu dengan warna dasar biru. Aku langsung membalik badan namja yang duduk membelakangiku itu. EH? Kyuhyun?
"Chagi? Cantik sekali seperti ini..." aku memuji kecantikan pacarku yang sedang mengerjakan PR ini. Dia pintar, sama sepertiku.
"Berani bilang aku cantik sekali lagi, bukan hanya pipimu yang dower, bibirmu juga." aku langsung pegang pipi, bekas tamparan kemarin masih terasa. Bukan sakit fisiknya, tapi hati.
"Ne, jangan tampar lagi. Kyu chagi sedang mengerjakan PR? Mau kubantu?" aku bermaksud membantunya. Bagaimanapun juga aku selalu percaya diri dengan kemampuan otakku. Kemarin aku berhasil menang kuis lawan anak kelas 4 SD.
"Tidak perlu. Sudah selesai. Kau sudah selesai kencannya?" aduh, dia tahu saja aku baru berkencan, perhatian sekali..
"Sudah sayang. Sudah jam 9, ayo kita tidur." aku menarik lengan Kyuhyun.
"Eits. Tunggu dulu."
"Apalagi?"
"Apa kau mencintaiku?"
Pertanyaan apa ini? Jelaslah, tidak perlu diragukan lagi. Kalau aku mencintai namja keluarga Cho bernama Cho Kyuhyun. Aku dan Kyuhyun sudah berpacaran 5 tahun, dipotong 4 tahun 2 bulan. Dari Kyuhyun kelas 3 junior high school sampai dia sudah hampir lulus di Toho Senior High School. Dari dulu kami memang tidak pernah satu sekolah. Tapi akses sudah begitu fleksibel. Aku sangat bersyukur, di belakang sekolahku adalah Toho National School. Kalau aku bolos dan loncat pagar dari sekolahku, Jung SHS, aku akan sampai di taman bermain Toho Kindergarten. Berlari sebentar sudah sampai di Toho SHS dan bertemu Kyuhyun.
Aku bisa bertemu Kyuhyunku karena kerjasama yang baik antara Toho dan Jung. Kami kalah dalam turnamen sabung ayam ke-23. Waktu itu Toho yang menjadi tuan rumah, aku melihat Kyuhyunku sedang berjualan merchandise-merchandise khas Toho. Dia dan temannya yang bermuka monyet, aku sudah lupa siapa namanya. Dia berhias peluh tapi kecantikannya tidak berkurang.
"Kau jadi beli tidak?" si monyet ini, tidak sabaran sekali.
"Iya, aku beli. Pen yang biru itu." aku menunjuk asal pen biru berlabel Toho lalu mengeluarkan selembar uang dari dalam dompet.
"Gamsahamnida. Silakan berkunjung lagi!" Kyuhyun memberikan paperbag kecil itu padaku. Senyumnya yang cerah masih kuingat sampai detik ini. Sungguh berbeda dengan dia yang sekarang, sangat dingin.
Aku mengingat jelas perkataan Kyuhyun saat itu. 'Silakan berkunjung lagi!' jadi yang kulakukan adalah berkunjung setiap hari ke stand tempatnya berjualan selama 10 hari turnamen sabung ayam.
"Changmin! Kau datang? Beli apalagi hari ini? Pen lagi?" Kyuhyunku bertanya saat aku datang. Ia berbinar sekali. 9 hari sebelumnya aku sudah beli pen, sudah lengkap 9 warna pen dari Toho. Masa hari ini beli pen lagi?
"Ani. Aku tidak datang untuk beli pen." aku berkata jujur. Mengeluarkan tangan kananku yang tersembunyi di belakangku.
"Eh? Apa ini?" Kyuhyunku bertanya. Mungkin ia heran aku menyodorkan bunga mawar dan berlutut di hadapannya.
"Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun. Jadilah pacarku."
End of Changmin's PoV
Kyuhyun's PoV
Kalian lihat kan apa yang dia bilang di atas?
"Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun. Jadilah pacarku."
Dia tidak bertanya apakah aku mau menjadi pacarnya atau tidak. Tapi dia memaksa.
Aku langsung menariknya untuk pergi dari situ. Sekolah sedang ramai-ramainya karena kami menjadi tuan rumah turnamen, kami juga mengadakan bazar. Aku menarik lengan Changmin untuk naik ke atap sekolah di lantai 5.
"Hosh.. hosh... apa maksudmu?" tanyaku.
"SARANGHAE CHO KYUHYUN!" si bodoh ini malah berteriak.
"YA! Hentikan! Siapa yang menyuruhmu berteriak, huh, tiang listrik?"
"Bagaimana? Kau mau kan jadi pacarku?"
Aku diam sebentar. Aku akui aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama padanya saat ia berkunjung ke standku.
"Hm, ne."
Dia langsung menarikku ke dalam pelukannya.
Jangan keburu senyum, kalian. Itu hanya reka awal. 3 bulan kami lewati dengan lancar dan aman. Bahkan sampai satu tahun. Aku tidak menyangka kami bisa seawet ini. Aku seperti mengikuti reality show Ga Nyangka. Tapi semuanya berubah saat tiang listrik itu meninggalkan aku ke Amerika. 4 tahun bukan waktu yang singkat. Bagi beberapa orang itu waktu yang cukup untuk menjalin hubungan baru. Tapi aku menunggunya. Huh, aku bodoh sekali. Aku melihatnya yang terduduk di ranjang. Aku duduk di kursi kamar ini. Dia hanya memandang ke bawah. Kalimatku tadi membuatmu shock ya, Min? Mian...
Aku menangkup wajahnya, kulihat mismatched eyes Changmin yang membuat aku kesengsem padanya. Changmin hanya menatapku dengan pandangan yang sulit diartikan. Aku mencium pipi tirus Changmin. Setelah itu Changmin tersenyum cerah padaku, aku serasa mendapatkan kekuatan kembali. Dia membalasku dengan mencium bibirku lembut. Kami berciuman lama. Changmin melepasnya setelah dilihatnya aku sesak.
"Kau memandang apa tadi? Kenapa serius sekali, aku hanya bercanda.." aku berusaha menghibur Minnieku.
"Dua nyamuk itu bertengkar di dekat kakiku. Seru sekali menontonnya, lihatlah, seperti itukah nyamuk kawin?"
PLAK PLAK PLAK PLAK
Changmin pingsan di tempat.
$o$
"Yunnie-ya, apakah Changmin dan Kyuhyun benar-benar tidak ingin ikut?" Jaejoong bertanya sambil mengipas-ngipas sate yang ada di panggangan.
"Aku tadi ke kamarnya. Changmin sudah tidur. Kyuhyun tidak tahu di mana. Mungkin di toilet." dugaanmu memang benar Jung Yunho. Changmin pingsan dengan rapi dan Kyuhyun menangis di kamar mandi.
"Jae hyung,.. hangus!" Junsu langsung mengangkat semua sate ke piring.
Saat ini mereka bukan sedang jualan sate. Bukan, bukan. Itu pekerjaan Yoochun sebelum dia mengenal Yunho, jangan diingat-ingat lagi. Mereka sedang pesta barbeque. Setelah insiden penghancuran DVD player dan cincin cartier, Junsu keluar dengan membawa panggangan barbeque ke halaman belakang rumah. Disusul Yoochun yang membawa 2 botol wine di tangan kanan kiri dan sekantong besar daging yang ditempel di jidat. Malam Minggu tapi hanya tidur-tiduran bukan ide yang bagus. Apalagi ada teman-teman, harusnya kita bersenang-senang sedikit. Yoochun juga sudah sembuh, moodnya bagus walaupun tadi sempat kejang karena terkena panggangan.
Jaejoong duduk di tepi kolam renang. Ia mencelupkan kakinya ke air sambil meneguk wine. Yunho datang sambil membawa sepiring sosis panggang. Mereka makan dengan tenang dan mesra. Jaejoong juga masih setia menagih cincin cartiernya. Junsu mengalungkan syal tebal ke leher Yoochun. Selimut tebal juga ia lilit ke badan namjanya itu. Yoochun dengan senang hati menerima, ia masih agak pusing dan kedinginan karena sudah malam. Junsu minum wine dengan anggun berbeda dengan Yoochun yang langsung teguk dari botol ala ahjussi ahjussi mabok. Botol wine yang besar menimpa jidatnya. Junsu yang melihat Yoochun masih sakit tapi malam minum wine langsung menghantam sekali lagi jidat Yoochun dengan botol wine.
"Biar kau sadar, Chunnie. Sakit tapi masih bandel." Junsu berkata dengan percaya diri. Pacarnya sudah menggelepar di tanah dengan jidat berdarah.
$o$
Pagi yang cerah di Korea Selatan, Seoul, rumah Yoochun. Jaejoong bangun pagi dan langsung membuka gorden untuk mengundang matahari masuk.
"Ayo sini, matahari! Sini, kita bangunkan Yunnie."
Orang ini benar-benar mengundang matahari.
Yunho yang kedatangan matahari langsung bangun. Ia kepanasan. Dan ingin mandi. Bersama jaejoong. *smirk*
Kyuhyun dan Junsu juga sudah bangun. Mereka ribut-ribut di lantai satu memperebutkan kotak P3K. Kotak P3K bersorak senang.
"Kyu, kemarikan. Aku perlu kotak P3K itu!" Junsu berusaha merebut si kotak P3K yang bersorak senang dari tangan Kyuhyun.
"Tidak bisa, hyung.. aku juga perlu.." Kyuhyun sudah mau lari, tapi Junsu menahan tangannya.
"Aku lebih perlu! Ayo kemarikan!" Junsu ngotot.
"Aku yang lebih perlu!"
"Aku!"
"Aku!"
"Aku!"
"Aku! Ya, hyung! Kenapa kau ambil?!" Kyuhyun protes.
"AKU YANG LEBIH MEMERLUKANNYA. KALIAN INI LAMA SEKALI. AKU SUDAH MENUNGGU, KALIAN RUPANYA SIBUK BERKELAHI MEMPEREBUTKAN BENDA INI. KALIAN TIDAK LIHAT DIA KESENANGAN KALIAN MEMPEREBUTKANNYA BEGITU?"
Junsu dan Kyuhyun memandang si kotak P3K. Tapi kemudian memandang Changmin dengan miris. Namja itu menenteng kotak P3K lalu mendudukkan pantatnya di sofa. Ada Yoochun juga di situ.
"Ini, hyung. Kita pakai sama-sama."
"Ne, jangan habiskan salepnya. Aku perlu juga."
Tbc
...
Annyeong readers! Ketemu lagi dengan life chap 4..
Bagi yang minta humornya ditambah, sudah saya tambah... semoga kalian bisa ketawa dengan tenang dan ceria.. bagi semua cast yang saya siksa di sini, bener bener tidak ada maksud .. no hard feeling.. *senyum nista*
Saya juga berterimakasih kepada semua readers yang menanti ff norak (seperti penulisnya) ini... saya cinta kalian semua *popo, didorong, tenggelem masuk sungai han*
