My Baby Monster

Author: Indiah Rahmawati

Cast:

Kom Joonmyeon (Suho)

Zhang Yixing (Lay)

All of member EXO and other

Rating: T

Genre: Mystery, Advanture, Crime, Tragedy

Disclaimer: cerita ini musni otak yang lagi gak jelas. Member EXO milik tuhan, orang tua mereka, dan SM saya cuma meminjam nama mereka. Terispirasi dari sebuah anime yang terus diomongin sama temen, yang tau? Sembunyiin aja didalam hati, jujur ini hasil otak gw yang miring

Summary: "aku hanya monster... mereka semua katakan itu... kenapa kau mau membantuku?" / "dia hanya hewan yang tak punya otak! Perlakukan hewan YA SEPERTI HEWAN!" / "kau manusia, didalam dirimu juga manusia..." / "SUHO HYUNG!"

Warning: YAOI fanfiction bagi yang tak suka harap menjauh. Saya akan terima semua keritikan dan saran, asal yang tak yang keterlaluan. Banyak TYPO bertebaran~ SULAY and offcial couple exo IS HERE!

.

.

.

.

.

Happy Reading~

.

.

.

.

.

Previous Chapter

Suho merasakan seseorang didepannya, ia menengok dan melihat sebuah kaki. Ia menengok keatas dan melihat sorot mata kosong putih itu.

DUAK!

Orang itu menendang wajah terpental. "Suho hyung!" Kai melompat dan menangkap tubuh Suho. Suho memegang dagunya yang sakit. Kai melihat Suho khawatir, lalu melihat kedepan dan melihat orang berjas hujan coklat. Kai terkejut setengah mati apa lagi melihat perban dikedua kaki orang itu.

"S-sehun..."

.

.

.

Kai masih menatap orang berjas hujan coklat itu. Suho mencoba untuk duduk tapi rahang bawahnya terasa seperti patah. Orang berjas itu terdiam, lalu ia menghilang disaat Lay melompat hendak memukulnya dengan tangan kirinya. Akhirnya Lay hanya memukul tanah, dan tanah itu retak cukup besar. "cih!" Lay berdiri dan mencari-cari orang itu. ia melihat ke arah Kai dan Suho "KAI! SUHO HYUNG! Dibelakang kalian!" teriak Lay

Kai dan Suho menengok kebelakang. Orang itu hendak menendang mereka, tapi Kai menahan kaki orang itu dengan tangan kirirnya. Orang itu hendak memukul tapi Kai menahan dengan tangan kanannya "Sehun! Sadarlah! Ini aku! KAI!" kata Kai mencoba membuat orang itu sadar.

Tiba-tiba tangan kanan orang itu memegang pundak Kai, Kai terkejut "Sehun_" kata-kata Kai terputus saat orang itu sedikit menekan bahu Kai dan menaikkan kaki kirinya dan menendang persis dipipi Kai, Kai langsung terlempar cukup jauh dari jarak mereka tadi.

BRUK!

Kai menghantam tumpukan kayu yang jaraknya 1 meter dengan jarak orang tadi dan Suho. "Kai!" Suho ingin pergi, tapi tangannya ditahan oleh orang itu. Suho terkejut. "aarrghh!" Lay melompat dan menyerang orang itu, tangan Suho lepas. Tapi orang itu terus menghindar dengan mudah. Orang itu menghilang. Lay mencarinya kesana kemari, tiba-tiba ada yang menyerangnya. Terus beberapa kali sampai Lay terjatuh tapi tak terlihat siapa-siapa. "Lay-ah!" Suho hanya bisa terdiam.

"ternyata kau disini... Lay-ah..."

Lay dan Suho hapal betul suara itu. "Sehun cukup..." tiba-tiba orang berjas hujan coklat itu berada didepan seseorang. Lay dan Suho menengok dan melihat... Luhan.

"kenapa kau disini?!" Suho mencoba melindungi Lay yang mulai gemetar

"bagaimana hewan baruku?" tanyanya enteng "aku menemukannya ditengah jalan... dan aku memberi obat khusus yang membuatnya hanya menuruti peritahku..."

"kau gila! Dia bukan hewan kau mengerti!" kata Suho meninggikan suaranya

Luhan tertawa "dia hanya hewan yang tak punya otak... perlakukan hewan YA SEPERTI HEWAN!" teriak Luhan kesal

DUAR!

Semua menengok tempat tumpukan kayu. Terlihat Kai dengan perban ditangan kanannya yang sudah tak rapi. "dia... bukan hewan... dia bukan hewan milikmu!" Kai berlari ingin menyerang Luhan. Tiba-tiba orang yang bernama Sehun itu muncul dan langsung menendang pinggang Kai, dan Kai terlempar sukup jauh, tapi Kai berhasil berhenti dengan kuku dan kakinya. Ia kembali meyerang tapi lagi-lagi Sehun muncul dan menendang dagu Kai hingga Kai terlempar ke atas. Lalu saat Kai jatuh kebawah sebelum menyentuh tanah, Sehun menendang perut Kai sehingga Kai terseret tanah.

"argh!" Kai memegang perutnya. Sehun berlari kearah Kai, tapi ia berhenti saat tiba-tiba Suho muncul merentangkan kedua tangannya melindungi Kai

"kau salah! Luhan!" teriak Suho. Luhan memiringkan kepalanya bingung. "kau... Sehun! Kau manusia! Jangan biarkan dirimu dikuasai amarahmu sendiri..." kata Suho melihat Sehun yang terdiam didepannya "kau manusia! Kau bukan monster yang bisa dikuasai orang seperti Luhan! Kau harus lawan ketakutanmu! Aku yakin kau punya impian iya kan?!"

"Sehun jangan pedulikan dia!" kata Luhan

"SEHUN! Kau sudah menyerang sahabatmu sendiri! Sadarlah! Kai adalah temanmu!" kata Suho dengan nada tinggi

"Sehun!" teriak Luhan kembali. Sehun terdiam, kepalanya pusing mendengar kata-kata yang saling berlawanan

"sehun... kau manusia, didalam dirimu juga manusia..." kata Suho

"SEHUN!" Sehun terkejut, dan langsung menendang tubuh Suho. Hingga Suho terseret cukup jauh. "Suho hyung!" Kai mencoba mendekati Suho. Tapi Sehun langsung menendang wajah Kai, hingga Kai cukup kesakitan. Sehun berlari kearah Suho, Lay mencoba mengahalanginya. Tapi dengan sedikit putaran dan tendangan kaki cukup kuat Lay langsung terlempar dan menghantam tiang besi. Sehun tepat didepan Suho sekarang.

"su-suho... hyun_" Lay menatap dengan tatapan setengah sadar. Kai masih tak bisa bergerak, perutnya masih sangat sakit. Suho menutup matanya saat Sehun seperti hendak menyerang

Bruk!

Suho, Kai, Lay dan Luhan terkejut. Sehun terduduk dengan kedua lutut yang menyentuh tanah sebagai tumpuan untuk menatah tubuhnya. Suho melihat Sehun yang menunduk membuat penutup kepala jas hujannya menutupi sebagian wajahnya.

Set! Grep!

Semua terkejut, Sehun memeluk pinggang Suho. "hiks... hiks..." Suho mendengar tangisan Sehun. Lalu tangan Sehun mengusap pinggang Suho, seperti meminta maaf telah menyakiti Suho. Suho mulai mengrti, perlahan tangannya mengusap kepala Sehun. Sehun semakin menangis ia mencengram baju Suho dan menangis lebih keras.

Luhan hanya terdiam "i-ini tak mungkin..." Luhan memegang kepalanya. Harusnya semua bahan yang ia siapkan sudah sangat sempurna, kenapa bisa jadi seperti ini. Luhan menengok dan melihat Kai berlari kearahnya, Luhan melempar perbannya ke sebuah besi diatasnya. Lalu ia bergelayutan dibeberapa besi dengan perbannya dan menghilang. Kai tak berhasil menangkapnya

.

.

.

.

"maaf..." Sehun duduk sambil menunduk, ia telah membuka penutup kepalanya. Mereka ada di kamar Suho saat ini, dan orang tua Suho sedang pergi ke jepang. Ya... mereka sudah saling berkenalan satu sama lain

Kai, Lay dan Suho mendapat cukup banyak luka. "Lay! Sakit!" kata Suho

"diamlah..." Lay mencoba menenagkan Suho, ia sedang mengobati gadu Suho yang memar cukup parah.

"tak apa yang penting kau disini sekarang..." kata Kai merangkul Sehun. Lay hanya tersenyum, sedang Suho mengusap dagunya yang sakit yang sudah disembuhkan Lay.

"trima kasih..." kata Sehun dengan senyuman tipis. Ia masih merasa bersalah menyerang teman barunya bahkan Kai sahabatnya sendiri

Suho melihatnya "tak usah difikirkan... kau dikuasai obat Luhan makanya kau menghajar kami" kata Suho masih mengusap dagunya

"sebenarnya... aku tak sepenuhnya dalam pengaruh obat Luhan hyung..." kata Sehun. Semua membulatkan matanya, kaget "aku menyerang kalian tak sepenuhnya obat Luhan... kalau tadi aku menendang Lay hyung sekuat tenagaku... harusnya besi yang terhantam punggung Lay hyung jadi bengkok" jelas Sehun

"benar juga ya..." kata Lay mengingat-ingat

"dan saat aku menendang dagu Suho hyung... jika aku gunakan sekuat tenagaku, rahang bawah Suho hyung sudah patahn tadi" jelas Sehun lagi. Suho langsung membayangkan dirinya dengan rahang yang bergelantungan dibawah rahang atasnya. HIII! Suho langsung merinding.

"jadi kau sengaja membiarkan Luhan memberi obat itu?" tanya Kai

"Luhan hyung... ia hanya memberiku obat penenang dan Vitamin saja... ia berkata begitu aku sendiri juga tak mengerti... tapi aku menerimanya" kata Sehun dengan wajah datarnya

"tapi aku tak suka! Bodoh!" kata Kai mencengkram kerah jas hujan Sehun. Lay dan Suho hanya menggeleng.

TOK! TOK! TOK!

"tuan... makan malam telah siap" kata pelayan dibalik pintu kamar Suho.

"kajja kita makan" kata Suho.

Suho masih penasaran dengan mereka bertiga. Jarang ada kasus seperti ini, tapi kenapa ia malah bertemu dengan orang-orang ini. Apa pemerintah menyembunyikan mereka untuk bahan penelitian? "Suho hyung" Suho tersadar dari lamunannya, ia sadar tiga orang itu manatapnya bingung

"ee... aku tak apa" kata Suho mencairkan suasana "ngomong-ngomong kalau Lay adalah kera, Kai adalah serigala... Sehun apa?" tanya Suho

"aku? Citah.."

"citah...?" pikir Suho bingung

"Citah punya kemampuan lari yang hebat... ternyata hyung bodoh ya?" kata Kai enteng sambil mengunyah makanannya

"apa kau bilang!" kata Suho tak terima

"memang Suho hyung tak sadar? Sehun menyerang dengan kakinya... titik kelemahannya adalah punggung dan kakinya..." kata Lay melihat Suho

"kaki? Citah pelari cepat kan? Berarti kaki Sehun adalah kekuatannya... iya kan?" tanya Suho

"karena kekuatanku dikaki... makanya itu jadi titik lemahku, kalau kekuatanku dikalahkan maka aku akan kalah... Kai benar, kau bodoh hyung..." kata Sehun sambil meminum minumannya

Suho menatap tajam kedua orang itu. Tapi Lay memegang pundak Suho "tenang hyung... aku ingin mereka disini... kalau para ilmuan tau kami disini, kami akan dipaksa kembali... mungkin kami akan dihukum dan dikurung diruangan khusus..." jelas Lay. Sehun dan Kai langsung terdiam

"ruangan... khusus?"

"layaknya orang tak waras... kami yang berbuat onar, akan dikurung disana. Ditempat itu tak ada pintu keluar kecuali pintu tempat kita masuk, tapi pintu itu akan terkunci rapat... dan kedua tangan kami diikat supaya kami tak memberontak atau mencoba kabur..." jelas Lay kembali "kalau tak dengan cara itu... mungkin kami akan... dibunuh"

Suho terkejut, ia langsung menunduk. "tapi sebenarnya apa yang kalian lakukan disana?" tanya Suho

"kami dipaksa mengeluarkan kekuatan kami yang sesungguhnya... mereka menelitinya, dan yang aku tau mereka mencobanya kepada manusia biasa... tapi selalu gagal" kata Kai mulai menjelaskan

"kakakku jadi korban disana... ia mati tak mampu menahan kekuatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya" kata Sehun mengingat kejadian mengerikan saat ia masih didalam penangkaran.

Suho mengerti sekarang, orang-orang ini hanya dijadikan penelitian. Apa mungkin kekuatan mereka akan digunakan untuk militer? Jika begini... mungkin korea selatan bisa saja hancurkan korea utara atau sebaliknya, yang jadi pertanyaannya siapa dalang dibalik semua ini? Dan apa tujuannya? Tak mungkin hanya untuk militer kan? Argh! Suho benar-benar pusing!

.

.

.

.

Matahari mulai bersinar. Cahanya mulai masuk kedalam kamar Suho. Perlahan Suho membuka matanya, ia cukup terkejut melihat wajah Lay disampingnya. Ia segera bangun dan melihat kesampingnya. Kai dan Sehun tidur dibawah. Ahh! Benar... Kai dan Sehun semalam menginap disini. Suho melihat Kai yang tidur berantakan sedang Sehun bisa tidur pulas meski kaki Kai ada diatas perutnya. "hhaah..." Suho menghela nafasnya. Lalu ia beralih melihat Lay.

Jika di ingat-ingat semalam Suho menggendong tubuh Lay yang tertidur dimeja belajar milik Suho, lalu ia tak ingat lagi apa yang terjadi. Dan seingatnya semalam dua setan itu (Kai dan Sehun) telah tidur dibawah. Suho melihat wajah Lay yang damai saat sedang tidur, ia menyingkirkan poni Lay yang menutup mata Lay.'Jika diperhatikan Lay manis juga, tunggu?! Suho? Kau berfikir apa?! Lay namja, kau membantunya karena kau mengingat adikmu kan? Atau...' Suho langsung menggeleng, tak mungkin ia mulai jatuh cinta dengan namja bernama Zhang Yixing, ini kan?

Perlahan Suho mendekatkan wajahnya pada wajah Lay, entah ia berfikir apa sekarang. Dan semakin lama-semakin dekat, dan...

"HOAM! Sudah pagi!"

Suho langsung menjauh dari wajah Lay mendengar suara Kai. Ia menengok dan melihat Kai dan Sehun telah bangun. 'setan sialan! Dasar! Nyamuk pengganggu!'kata Suho mengutuk dua namja didepannya saat ini. "pagi hyung..." kata Kai menyapa Suho

"pagi hyung" kata Sehun dengan wajah datar

"hemmm" kata Suho, kelihatannya ia malas meladeni dua orang ini. Ia segera memasuki kamar mandi untuk membasuh wajahnya.

SKIP TIME

Suho mencoret-coret buku catatannya, ia masih penasaran tujuan para ilmuan-ilmuan itu. Aneh rasanya kalau orang-orang ini dikurung hanya untuk dijadikan bahan penelitian, setidaknya pasti ada beberapa orang yang masih bisa diterima oleh keluarga mereka. Lalu Kai dan Sehun bilang kekuatan mereka diambil dan dimasukan kepada tubuh manusia biasa, tapi selalu berakhir gagal. Suho semakin pusing memikirkannya...

Ia menengok kearah pintu, Lay bilang ia ingin membantu para pelayan. Lay memang baik, bahkan terlalu baik untuk dibenci kakaknya sendiri. Lalu ia melihat Kai dan Sehun, sejak mereka berdua datang Suho merasa aneh. Seperti ada sesuatu yang mereka sembunyikan. Tak mungkin alasan Kai hanya untuk menolong Sehun, pasti ada alasan yang lain. "Kai-ah! Sehun-ah... bisakah kalian kesini..." kata Suho. Kedua orang itu langsung mendekati Suho "sebenarnya alasan kalian apa?"

"a-apa?" tanya mereka bingung

"Kai-ah... kau bilang kau hanya ingin bersama Sehun, tapi itu terlalu aneh untuk ku pasti ada alasan lainkan kenapa kau ingin mencarinya..." kata Suho

Kai terdiam, lalu menunduk. Sehun menyenggol lengan Kai. Sepertinya ia menyuruh Kai mengatakan yang sebanarnya "sebenarnya kami mencari sebuah penawar..."

"Penawar?" tanya Suho bingung

"penawar apa?"

Ketiga orang itu menengok kearah pintu, mereka melihat Lay yang berdiri dengan pandangan bingung. "penawar kutukan ini hyung" kata Sehun menatap Lay

"m-mwo?" kata Lay tak percaya

"kutukan? Maksut kalian setengah bagian hewan kalian itu?" tanya Suho

"ne... Ilmuan yang merawat kami, dia mengatakan seperti sebuah pennawar untuk menyembuhkan kecacatan kami..." jelas Kai "mungkin dengan itu kita semua ada harapan untuk menjadi manusia normal..." kata Kai melihat Lay yang berdiri mematung

Suho menatap mereka tak percaya "memang kenapa dengan tubuh seperti ini?" pertanyaan Suho langsung membuat Sehun dan Kai menengok kearahnya

"hyung... kau tau apa yang terjadi pada orang-orang 'terkutuk'yang tak ditangani para ilmuan atau yang tak mendapat kasih sayang orang tua/saudara mereka?" tanya Sehun, Suho menggeleng "mereka dijadikan budak di circus... mereka yang tertawa hanya penonton sedang orang 'terkutuk' dikurung dan disiksa... dan mereka yang tak bisa diterima dikeluarga mereka hanya akan dicaci maki... dan disiksa..." kata Sehun. Lay menunduk mengingat apa yang terjadi padanya. Suho mulai mengerti sekarang

"karena itu kami ingin hidup sebagai manusia biasa... tapi sebelum sempat tau penawar itu... ilmuan itu meninggal, kami sendiri tak tau apa penyebabnya" kata Kai

Suho mulai berfikir. Penawar... jika mereka dapat penawar, semua akan selesai, tak ada lagi luka yang membuat luka lain semakin membesar "baiklah... akan aku coba membantu kalian... tapi_ siapa ilmuan yang bisa membantu kita disaat seperti ini?" tanya Suho bingung

"Luhan hyung..." semua menatap Sehun "ia satu-satunya ilmuan yang tak bersama ilmuan lain ditempat penangkaran... ia bisa membantu kita!"

"dia tetap salah satu dari ilmuan-ilmuan tak waras itu... dan dia yang membuat Lay hyung tersiksa. Kau masih percaya padanya?" tanya Kai bingung dengan Sehun

"aku yakin Luhan hyung bukan orang yang seperti itu... aku tau dimana Luhan hyung tinggal, aku akan coba bicara padanya" Sehun berbalik, lalu berpapasan dengan Lay "hyung... lawanlah ketakutanmu... aku yakin kau orang yang kuat" lalu Sehun berjalan melewati Lay dan menutup pintu kamar Suho. Lay hanya diam mematung, Suho dan Kai hanya bisa saling berpandangan,

.

.

.

.

Sehun berjalan kesebuah apartemen. Ia berjalan menaiki tangga dan mencari kamar no. 22. Ia menemukannya, dengan pasti ia membuka pintu kamar itu. Tak dikunci. Lalu saat ia masuk...

DUAK! TENG!

"ARGH!" teriak Sehun merasakan sebuah panci membentur kepalanya cukup keras

"s-sehun... kenapa kau kesini?" tanya Luhan polos. Ia tadi yang memukul Sehun dengan panci.

Sehun mengambil panci ditangan Luhan dan membuangnya entah kemana. "kenapa memukulku?! Aish! sakit sekali!" kata Sehun memegang kepalanya

"mian... aku tak tau..." kata Luhan "habis listrik diapartemenku sedang mati, nanti sore baru dihidupkan kembali... maafkan aku, ne?"

Sehun menatap Luhan, lalu menghela nafasnya "baik aku maafkan... tapi tujuanku kesini adalah untuk meminta bantuanmu..."

"bantuan?" tanya Luhan

"tapi pertaman-tama ikut aku kerumah Suho hyung..." kata Sehun menarik tangan Luhan.

Luahan terkejut, tadinya ia mau saja menuruti apa kata Sehun. Tapi ia menarah Sehun untuk pergi. Sehun menatap Luhan yang terdiam "aku tak bisa..."

"wae?"

"karena... Lay membenciku"

Sementara itu...

Lay dan Suho ada ditaman rumah Suho saat ini. Sedang Kai? entah kemana orang itu. Suho memperhatikan Lay yang dari tadi diam. Sejak Sehun menyebut nama Luhan, Lay jadi pendiam "ayolah Lay... Luhan kakakmu... kau juga harus bisa menerimanya"

"t-tapi... Luhan hyung, ia sangat membenciku... aku sama sekali tak mengerti kenapa ia bersikap seperti itu... dia sangat membenciku"

"sudah aku bilang ia bukan benci... hanya belum bisa menerima keadaanmu saja Lay..." kata Suho mencoba membuat Lay tak befikiran negatif

"tapi Luhan hyung tak pernah mau menatapku... aku tak pernah bisa membuatnya bangga padaku" Lay memegang kepalanya. ia mulai gemetar jika membayangkan tatapan Luhan yang selalu dingin padanya. Suho hanya menghembuskan nafas berat, ia memegang pundak Lay dan hendak memeluknya

"ciieee! Suho hyung!"

Suho dan Lay langsung menengok ke atas, kearah pohon dibelakang mereka. Kai sedang duduk didahan tepat dibelakang mereka. Suho menatap tajam Kai, tapi Kai pura-pura tak peduli dengan tatapan itu. "sudah lanjutkan saja~ aku akan pura-pura tak lihat~" kata Kai membalik kan badannya.

Entah apa yang Suho katakan didalam hatinya, lalu ia kembali menatap Lay yang sedikit menunduk dengan rona merah dipipinya. Suho hanya tersenyum aneh.

"hey itu mereka" kata Kai melihat Sehun bersama Luhan dibelakangnya. Suho langsung menengok kearah mereka, kecuali Lay.

"aku sudah bawa dia..." kata Sehun "tapi pertama-tama biarkan mereka bicara terlebih dahulu" kata Sehun lagi sambil menatap Lay. Kai dan Suho saling bertatapan bingung. Sehun menghela nafasnya, lalu ia mendekati pohon dimana Kai duduk diatas dahan pohon itu. Lalu ia menendangnya cukup kuat. Pohon itu bergetar, sampai semua daun pohon itu rontok dan Kai ikut jatuh. Lalu ia berjalan menarik tangan Suho dan menarik telinga Kai, ia menyeret kedua orang itu pergi "argh! Sehun!" teriak Kai.

Luhan tertawa pelan, lalu ia melihat Lay yang masih diam ditempat duduknya. Luhan mendekati Lay lalu memgang pundak Lay. Lay seperti tersengat arus listrik merasakan tangan Luhan yang dingin. "Lay-ah..." Luhan berjalan kesamping Lay dan duduk di sampingnya. Ia menggoyang-goyangkan kakinya seperti anak kecil "mianne..." kata Luhan membuat Lay tersentak kaget "aku bukan kakak yang baik..." kata Luhan masih menunduk "dari dulu aku tak bisa baik... aku memang tak bisa terima tapi kau tetap adikku... apa pun kau itu" Lay menatap Luhan "kakak yang nakal bukan kau" Luhan mengangkat kepalanya lalu menatap Lay dengan senyuman tipis pada wajahnya.

Lay ingat, ini kedua kalinya Luhan meminta maaf padanya... yang pertama adalah saat umur mereka masih sekitar 10 tahun. Kata-katanya juga hampir sama, Lay menunduk lalu mulai terisak. Mulai menangis cukup keras. Luhan melihatnya, entah kenapa ikut mengeluarkan air mata. Ia mengusapnya, lalu mendekati Lay. Memeluk adik yang mulai bisa ia terima seperti apa pun Lay. Dari jauh terlihat tiga namja yang tersenyum melihat mereka, kelihatannya Sehun telah ceritakan semuanya pada Suho dan Kai

.

.

.

.

"penawar? Apa itu ada?" tanya Luhan bingung. Mereka berlima masih ada ditaman rumah Suho. Lay dan Luhan duduk dikursi taman itu, Sehun duduk dipinggir kursi taman itu yang dekat dengan Luhan, lalu Suho dan Kai duduk di bawah(tanah). "meski aku ilmuan disana, tapi aku tak pernah dengar soal itu..."

"tapi yang kami tau ilmuan yang bersama kami mengatakan ada penawar untuk... kecacatan kami" kata Kai

"itu benar... kami dengar sendiri" kata Sehun menatap tanah

"aku tak tau soal itu... tapi ada peraturan yang mengatakan kalau siapa pun yang membuat penawar... akan dimusnahkan" kata-kata Luhan membuat Kai dan Sehun tersentak kaget. Suho dan Lay juga ikut terkejut "karena itu kami sama sekali tak boleh membuat penawar apa lagi sampai mempelajarinya" lanjut Luhan

"jadi ilmuan Park..." Kai menunduk mengingat wajah ilmuan yang sudah ia anggap ayah sendiri. Suho langsung memegang pundak Kai

"maaf aku tak banyak membantu" kata Luhan menunduk

"tak apa..." Suho berfikir sejenak "bagaimana kalau kita periksa rumah ilmuan yang merawal Kai dan Sehun?" tanya Suho, semua menengok kearahnya. "mungkin kita bisa temukan sesuatu. Kalian masih ingat dimana rumah ilmuan itu kan?" tanya Suho ke Kai dan Sehun, kedua orang itu mengangguk

SKIP

Mereka berlima sampai disebuah rumah tua, tapi jika dilihat dari luar lebih mirip rumah hantu. "kami sudah lama tak kesini" kata Kai membuka gerbang rumah itu. Mereka berlima masuk, Sehun membuka pintu dan seketika salah satu pintu rusak, dengan satu engselnya lepas. Mereka berlima saling berpandangan. Dan berjalan hati-hati memasuki rumah tua itu. Mencari sesuatu apa pun yang bisa mereka temukan.

Bruk!

Semua melihat Suho yang jatuh sambil memegang sesuatu. Suho seperti tercekik, dan terus berusaha lepas. "Suho hyung!" Lay mencoba menolong tapi ia tak bisa lihat apa-apa. Lalu perlahan muncul sosok berjas hujan hijau susu diatas tubuh Suho sambil mencekik leher Suho dengan kedua tangannya. Semua terkejut, Sehun mendekatinya dan hendak menendangnya. Lalu orang itu melompat dan menempel (?) diatas langit-langit rumah tua itu. Semua menengok keatas, kecuali Lay yang membantu Suho. Mereka melihat sorot mata putih kosong orang itu, lalu kembali orang itu menghilang. "d-dia menghilang lagi..." kata Kai mencoba mencari orang itu

"tidak bukan..." kata Luhan mengubah sorot matanya "dia seperti membaur dengan sekelilingnya... sepertinya setengah bunglon" kata Luhan sudah menyiapkan perbannya

"bagaimana caranya melawan musuh yang tak terlihat?" kata Sehun berjaga-jaga takut ada serangan

"jangan gunakan mata... tapi telinga" kata Luhan. Ia menutup matanya dan mempertajam pendengarannya.

Krek!

Luhan mendengar pecahan kaca diinjak "disana!" Luhan melempar perbannya memutar diarah depan Kai. Lalu perban-perban itu dengan cepat seperti melilit sesuatu, dan...

BRUK!

Tubuh orang itu terlihat lagi dengan lilitan perban Luhan disekitar tubuhnya. Ia tak bisa bergerak. "bagus!" kata Kai. Mendekati orang itu dan mulai melepas perban ditangan kanannya. Ia berlari mau menyerang, tapi...

"HENTIKAN!"

Kai terhenti dan langsung menengok kearah kanannya, semua juga melihat arah yang sama. Terlihat seorang namja tinggi memegang lengan kanannya yang berlumuran darah, kelihatannya ia terluka

"hentikan... jangan sakiti... Baekkie..."

.

.

.

.

TBC/END?

POJOK INFO~ (about this story)

Annyeongnaneun Kai imnida! Tokoh tersexy yang ada dicerita ini /pose/

Aku setengah serigala kemampuanku bisa melelehkan apa saja dengan tangan kanannku ini. Kali ini aku akan jelaskan tentang para tokoh yang baru muncul dicerita ini

Pertama Lay hyung ia setengah kera ia bisa hancurkan apa saja dengan tangan kirinya. Terkena pukulan sekali saja tulangmu bisa patah. Lay hyung termaksut kuat, tapi ia akan berbeda jika ia bersikap polos seperti anak kecil. Ia memakai jas hujan berwarna kuning dengan celana pendek, jadi hati-hati saja kalau kalian bertemu dengan orang berjas hujan kuning dan celana pendek, bisa jadi itu Lay hyung

/Lay: ehh?! Kenapa begitu? Suho hyung yang aku hajar saja baik-baik saja/Kai: kenyataannya begitu hyung... ngomong-ngomong kenapa kau disini?! Chap sebelunya kau kan sudah! Sudah pergi sana hyung!/

Kedua Sehun ia setengah citah. Kedua kakinya bisa berlari lebih cepat dari pada kuda balap. Kakinya bisa membengkok besi yang tebalnya 30 CM. Ia memakai jas hujan coklat dan celana panjang. Kalau ia menendang bola, jauhnya mungkin... ya... dari seoul sampai busan mungkin bisa /Sehun: kau melebih-lebihkan/Kai: kenapa kau disini?! Minggir ini pojok ku tau!/Sehun: terserah!/

Lalu Luhan hyung, kenapa aku bahas dia? Karena sekarang ia bagian dari kami! /Suho: kami? Sejak kapan jadi kami?/ ia salah satu ilmuan di penangkaran tempat aku, Lay hyung, dan Sehun dikurung. Kemampuannya adalah perban. Ia bisa gunakan perban menjadi apa pun yang ia mau. Kemampuannya memang tak usah diragukan.

Dan terakhir aku! Sitampan yang sexy, berkarisma, dan bertalenta tinggi! /Sehun: pembohong/Lay: fitnah sekali/Suho&Luhan: itu benar/ seperti yang aku katakan dipertama aku bisa lelehkan apa pun. Aku mengenakan jas hujan biru tua dan celana panjang

Itu Akhir dari pojok info kali ini! /Suho: kenapa aku tak ada?!/ maaf Suho hyung durasi, sebelum sang Author melemparku keluar dari cerita ini.

Masih banyak tokoh yang akan muncul! Karena itu jangan lewatkan baca chapter berikutnya! Jangan lupa Review! Annyeong!

#cakarcamera #camerameleleh

CAMERA OFF