Rated : T

Genre: Fantasy dan Adventure klo mau ada romance juga boleh :3

Disclaimer : naruto punya masashi - senpai, klo Reiya punya saya, kekuatan atau bisa dibilang equip nya Reiya, terus beberapa karakter yang muncul sebagai summon (rencananya) punya nya SE (Final Fantasy)

Warning! : bahasa gaje, OOC (mungkin :/), bahasa campur, dll! Gak sepenuhnya bahasa Indo! Typo bertebaran, Chara (rahasia) x Author.. Not like? Please like it *plak :p

A/N : gara-gara UN sih! ,

Makanya telat buat nge update chapter baru.. Gomenasai (_")

Oh ya, namanya disini hampir banyak yang diubah, dan juga ini fic pertama berantem ku :D

Special thanks for yang udah mau nge review ^^

Fran Fryn Kun : hehe... Iya ^^" kemungkinan dalam pikiranku endingnya bakalan seperti itu, tapi, bisa juga berubah ending ny seiring berjalannya cerita :D

Lion : oke,, nanti aku usahakan ^^

Swilder : sip.. Sip :3

AN NARA : hehe... Iya ^^ aku ngetiknya dari hape makanya ada kata-kata yang mirip sms.

Sip udah aku jawab :D Read & Review nya lagi yah :D

Angel from heaven

Cahaya matahari yang cerah mengintip dari balik jendela kamar Naruto yang ditutupi oleh tirai putih.

'Kring... Kring...'

Bel berbunyi dengan nyaringnya di pagi itu yang sudah menunjukkan jam 8 pagi.

"Naru-kun... Bangun! Udah pagi! Hoaam..." Ucap Reiya seraya mengucek matanya dan merenggangkan tubuhnya.

"Mmmm... 5 menit lagi!" Ucap Naruto sambil menutupi badannya dengan selimut.

"Ayo bangun, Naru-kun!" Ucap Reiya sambil narik selimutnya Naruto. Dan pertarungan tarik menarik selimut itu pun sangat sengit (Author : kayak perang aja -_-). Tiba-tiba saja si gadis blonde mendapatkan sebuah ide yang bisa membuat Naruto bangun.

Reiya sejenak menutup matanya untuk berkonsentrasi. Dan..

"Water!"

'Brush'

Seketika badan Naruto basah oleh air yang banyak sampai membuat Naruto bangun saking kagetnya.

"Uwwaaah! Hujan!" Teriak Naruto, langsung duduk dengan mata kaget. Sedangkan yang menyebabkan si jinchuriki bangun, hanya bisa ngakak ria.

"Kok nyiram pake air sih, Rei-chan?"

"Ha... Habis, ka-kau... tidak mau bangun sih." Jawab Reiya di sela-sela tawanya.

"Hu-uh!" Ucap Naruto dengan memasang tampang cemberutnya.

"Udah ah... Aku mau mandi dulu." Reiya jalan dan berhenti. "Aku pinjem handuk!"

'Gedubrak'

"Ada di lemari..." Jawab Naruto sambil menunjuk lemarinya.

"Arigatou!" Ucap Reiya setelah selesai ngambil handuk di lemari dan ngebirit ke kamar mandi.

15 menit kemudian ~

Reiya keluar dari kamar mandi sudah menggunakan pakaiannya. Kali ini, ia memakai celana pendek sedengkul, bagian kanan dan kirinya terdapat tali yang udah nempel dari sananya dan diikat pita, bagian belakang celananya ada kain panjang dari atas celananya sampai kaki begitupun depannya hanya saja pendek, yang semuanya itu di selang selingin sama warna hitam dan putih, juga menggunakan baju serotan pada bagian tengahnya yang berwarna putih, dan lengan pendek yang tidak terlalu pendek (A/N : kira-kira diatas siku) berwarna hitam.*

"Wow!" Naruto takjub

"Kenapa?" Tanya Reiya sambil mengeringkan rambutnya pake handuk dan juga berjalan ke arah jemuran handuk di luarnya. Cuek.

"Dapet dari mana tuh baju?" Tanya Naruto.

"Kasih tau gak yah?"

'Gedubrak' Naruto jungkir balik ke dua kalinya.

"Ya udah deh, aku mau mandi dulu!"

"Oke!"

Naruto pun masuk ke kamar mandi meninggalkan kamar yang masih berantakan. Mau gak mau, Reiya membereskan kamar nya Naruto.

10 menit kemudian ~

Naruto keluar dari kamar mandi menggunakan baju khasnya begitupun juga Reiya yang selesai membereskan kamar Naruto.

"Habis ini aku ada latihan... Rei-chan mau ikut?" Tanya Naruto.

"Boleh... Aku juga pengen tahu latihan untuk guardian ku kayak gimana..." Jawab Reiya. Mendengar jawaban Reiya, Naruto sedikit blushing mengingat dia seorang penjaga untuk seorang gadis yang cantik bagai malaikat walaupun aslinya seorang warrior.

"Naru-kun! Kok bengong?" Tanya Reiya sambil melambaikan tangannya di depan muka Naruto yang jauh lebih tinggi darinya.

"Ah... Gak... Kita makan dulu ya sebelum latihan." Usul Naruto.

"Sip.. "

Dan mereka berdua pun keluar dari rumah Naruto. Reiya kali ini memakai sepatu bertali warna hitam dan warna putih pada talinya. Mereka pun berjalan menuju kedai ramen langganan Naruto. Untuk kali ini, mereka mesti bayar. (A/N : ya iyalah.. Masa' mau gratisan mulu -_-) 10 menit kemudian mereka selesai makan dan menuju tempat latihan Naruto. Disana sudah ada Kakashi, dan Sakura. Kali ini, si pengendali kayu tidak hadir

"Ah... Sakura-chan, sedang apa disini?" Tanya Naruto setelah mereka sampai di tempat latihan Naruto yang luasnya segede apaan tau. Banyak pohon dan tanah yang retak akibat latihannya Naruto.

"Ah, Naruto! Aku kesini diminta Kakashi untuk menemani mu untuk latihan kali ini." Jawab Sakura.

"Halo Rei-chan!" Sapa Kakashi yang tersenyum walaupun yang kelihatan di matanya doang.

"Halo juga Kakashi-san!" Jawab Reiya seraya tersenyum.

"Nah.. Ayo kita mulai latihannya sekarang Naruto!" Perintah Kakashi.

"Yosh!" Jawab Naruto.

Sementara Naruto dan Kakashi latihan, Sakura dan Reiya melihat mereka berdua dari pinggir dan mulai mengobrol banyak. Mulai dari Sakura yang menceritakan asal usul desa sampai Reiya yang menceritakan pertempuran antar dewa dan juga para pejuangnya yang membuat Sakura agak bingung menanggapinya.

Tanpa terasa hampir 2 jam mereka menunggu Kakashi dan Naruto latihan. Dan tibalah disaat para cowok ke capek an dan memutuskan untuk istirahat.

"Haah... Melelahkan!" Ucap Naruto sambil menyatap onigiri yang Sakura bawa. Mereka berempat sudah duduk di bawah pohon yang rindang.

"Sakura, kau tidak latihan?" Tanya Reiya.

"Uhm... Tidak, aku ahli ninja medis." Jawab Sakura.

"Tapi kan kekuatan mu hebat Sakura-chan! Bisa memecahkan batu berkeping keping." Cerocos Naruto yang dibales death glare oleh Sakura. Tiba-tiba saja, Reiya berdiri.

"Sakura, bagaimana kalau kita coba bertarung?" Tanya Reiya.

'Brush..' Air teh yang muncrat dari mulut Kakashi yang untung gak diliat sama yang lain.

"Eh?!" Tanya Sakura.

"Ayolah..." Pinta Reiya sambil menarik tangan Sakura.

"Tapi..."

"Tidak apa-apa." Reiya sambil tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih dan rapih.

"Baiklah kalau begitu..." Sakura mau tidak mau menuruti perimintaan Reiya.

Mereka berdua pun berjalan sampai ke tempat tadi Naruto latihan.

"Tidak apa-apa nih, Rei-chan?" Tanya Sakura kedua kalinya.

"Iya... Gak apa-apa kok." Jawab Reiya sambil menggunakan sarung tangan karetnya yang berwarna hitam. Begitupun Sakura.

Mereka berdua pun memasang kuda-kuda nya masing-masing.

"Siap?" Tanya Sakura. Dan dibales anggukan oleh Reiya.

Sakura pun mulai berlari ke arah Reiya, dia mengajukan pukulannya ke arah Reiya dan berhasil dihindar oleh Reiya dengan merunduk dan mulai membalasnya dengan pukulan. Sakura terlempar tidak jauh dari tempat bertarungnya.

"Sakuraaaa... jangan sampai kalah!" Teriak Naruto.

"Naruto, berisik!" Teriak Sakura. Ia pun membetulkan sarung tangannya mendandakan ia mulai serius.

Mendadak, Sakura menyerang Reiya, kali ini ia benar-benar memakai kekuatan ninja nya sehingga tanpa sadar, dia sudah ada di belakang Reiya dan menghantamkan tinjuannya. Beruntung, Reiya menyadari kehadiran Sakura dan bisa menghindarinya dengan bergeser beberapa senti sehingga Sakura hanya mengenai udara kosong dan akhirnya menyentuh tanah. Dan tanah yang terkena tinjuan tangan Sakura, retak sepanjang 10 meter kemudian hancur (A/N : tau kan tenaga nya Sakura kayak apa? Author agak susah ngejelasinnya).

Naruto dan Kakashi yang melihatnya langsung tercengang.

'Di... Dia serius!' batin Naru dengan muka memutih.

'Untung gak kena... Klo kena bisa kita dimarahin abis-abisan sama hokage.' batin Kakashi dengan ekspresi yang sama kayak Naruto.

"Uwaah! Hebat!" Teriak Reiya takjub.

"Ini masih belum apa-apa..."Ucap Sakura seraya mulai menyerang Reiya kembali. Dengan cepat Sakura memukul Reiya, Reiya yang lengah, langsung membuat pertahanan dengan kedua tangannya membentuk silang sebagai tameng dia dan terkena hantaman Sakura. Ia terpental jauh, lebih jauh dari pukulan Reiya tadi. Reiya menahan pentalannya untuk tidak lebih jauh lagi dengan kedua kakinya.

"Tenaga mu hebat!" Seru Reiya sambil mengacungkan jempol nya. Yang dipuji hanya tersenyum sinis.

"Giliran ku!" Ucap Reiya seraya mulai menyerang Sakura. Sekejap dia sudah ada di depan Sakura dan memukulnya. Sakura yang terkena pukulan Reiya, terlempar jauh. Sakura menyerang balik.

Pertarungan atau mereka bilang latihan berlangsung sangat sengit. Sampai-sampai duo cewek itu nggak nyadar makanan nya habis diembat oleh Kakashi dan Naruto yang asik nonton pertarungan mereka berdua.

Sore pun tiba!

'Kaaak... Kaak...'

Burung lewat ceritanya.

Terlihat dua orang perempuan yang udah ngos - ngosan, penuh peluh keringat, pakaian + badan yang udah kotor, dan juga sekelilingnya yang berantakan karena kekuatan mereka sama kuatnya.

"Nggak nyangka... Ternyata... seorang warrior... bisa sekuat ini..." Ucap Sakura masih dalam posisi kuda - kudanya.

"Haah... Haah... Kau juga... Nggak nyangka, aku harus memakai level 10 ku..." Jawab Reiya. Ia pun melepaskan kuda-kudanya. Sakura masih dalam posisinya.

"Cukup latihannya sampai sini! Arigatou ya Sakura!" Ucap Reiya sambil mengangkat satu tangannya ke udara. Sakura yang melihatnya mulai melepaskan kuda-kudanya.

"Terima kasih buat latihannya juga ya... Rei-chan!" Ucap Sakura sambil tersenyum. Mereka berdua pun kembali ke tempat Naruto dan Kakashi istirahat tadi.

"Sensei! Lihat! Mereka sudah selesai!" Ucap Naruto kepada Kakashi yang lagi asyik membaca buku... Tau kan?

"Hoo, udah selesai toh..." Ucap Kakashi sambil melirik kedua cewek yang sedang berjalan ke arah mereka dan menutup bukunya.

"Gomen udah menunggu lama!" Ucap Reiya sambil menepukkan kedua tangannya (seperti orang minta tolong) sesampainya mereka berdua di tempat Kakashi dan Naruto.

"Iya, tidak apa-apa, Rei-chan!" Ucap Naruto. Dan dilanjutkan anggukan oleh Kakashi.

"Baiklah... Kalau begitu, bagaimana kalau kita kembali ke desa. Hari sudah mulai gelap." Ucap Kakashi menyadari hari mulai agak gelap.

"Ha'i!" Ucap ketiga remaja tersebut dan mereka pun kembali pulang.

Di balik pohon yang jauh, ada bayangan yang asing dari tadi mengawasi mereka. Lalu, ia tersenyum licik.

"Ketemu..."

Hooo... Selesai xD

Hmm.. Seperitnya author yakin kayaknya gak ada kemajuan deh di fanfic ini... T,T

Review yah :3 katakan pendapat readers semua x3

Next chapter 5 xD