It's Love

Cast : Eunhyuk, Donghae, Sungmin, Heechul

Rate : T

Genre : Romance, Friendship

Warning : GS! Cerita gaje, typo(s) bertebaran dimana-nama, dll.

Disclaimer : Super Junior hanya milik mereka sendiri dan orang tuanya, dan tentu saja couple-nya.

.

Musim semi tidak terasa dengan cepat berlalu digantikan musim panas, seorang yeoja manis dengan seragam sekolahyang membalut tubuh mungilnya tengah berjalan dengan gontai di sepanjang jalan menuju rumahnya. Wajar saja, siang itu matahari di kota Seoul bersinar dengan teriknya, membuat kulit putih mulusnya terasa seperti dibakar.

"Aku pulang" yeoja itu –Eunhyuk– memasuki rumahnya tanpa semangat, segera ditaruhnya sepatu sekolah yang tadi dipakainya di rak sepatu lalu segera beranjak menuju dapur untuk membuat segelas minuman dingin. Eunhyuk mengambil buah jeruk yang ada didalam lemari es-nya, lalu mulai membuat orange juice untuk melepas dahaganya.

Setelah jadi, Eunhyuk segera meminum orange juice tersebut dalam sekali teguk, tenggorokannya benar-benar terasa panas "Ah segarnya" ditaruhnya gelas tadi di tempat cuci piring, lalu segera beranjak menuju kamarnya dilantai dua. Tak dipedulikannya keadaan rumah yang sepi 'Paling eomma sedang ke supermarket' pikir Eunhyuk cuek.

Eunhyuk menyalakan pendingin ruangan atau yang biasa kita kenal air conditioner sesaat setelah memasuki kamarnya, dihempaskan (?) tubuhnya diatas tempat tidurnya yang empuk tanpa memperdulikan seragamnya yang akan kusut. Dia benar-benar lelah bahkan hanya untuk mengganti seragam sekolah dengan baju rumah.

'Naega tteossdahamyeon da oechyeo oppa, oppa
Tokyo, London, New York, Paris oppa oppa~
I'm so cool, I'm so cool, party like a superstar
Ippeun –deul da moyeola tteossda oppa oppa~
'

Saat mata Eunhyuk telah tertutup sempurna dan siap melangkah menuju alam mimpi, ponselnya tiba-tiba berdering dengan nyaring. Eunhyuk menghiraukan dering ponselnya dengan menutup telinganya menggunakan bantal agar dapat meredam suara dering ponselnya. Tapi sepertinya sang penelpon benar-benar niat dan tak pantang menyerah. Meski sedari tadi Eunhyuk tak menghiraukannya, dering ponsel itu terus saja berbunyi.

Eunhyuk dengan malas bangun dari tidurnya lalu mengambil ponselnya di atas meja nakas, dengan segera Eunhyuk mengangkat panggilan tersebut tanpa melihat id caller-nya "Yeoboseyo" jawab Eunhyuk, matanya masih setengah terpejam saat mengangkat telpon tersebut.

"HYUKJAEEE….." teriakan nyaring memekakan telinga menggema dengan nyaring dari seberang telpon tersebut, membuat mata Eunhyuk terbuka sempurna dan reflex menjauhkan ponsel dari telinganya.

Eunhyuk mendelik, ternyata yang menelpon tak lain dan tak bukan adalah ratu kegelapan sepanjang masa –Heechul– "Ya! Eomma! Jangan berteriak ditelpon! Eomma bisa membuat anakmu yang paling cantik ini budek" Eunhyuk menggembungkan pipinya seraya mengelus telinga kanan yang terkena teriakan maha dahsyat dari Lee Heechul.

"Neo! Kenapa dari tadi eomma telpon tidak kau angkat, eoh?" sungut Heechul dari sebrang telpon.

"Hyukkie baru saja akan menuju taman indah bernama mimpi, tapi tiba-tiba eomma menelponku dan mengganggu semuanya. Ok, sekarang mengapa eomma menelpon Hyukkie?" cibir Eunhyuk.

"Aissh.. kau ini! Apa kau tidak ketempat Hae?" Eunhyuk menepuk jidatnya, dia benar-benar lupa jika hari ini adalah jadwal dia les privat dengan Donghae. Salahkan saja cuaca yang begitu panas, sehingga Eunhyuk tidak dapat memikirkan hal apapun selain pendingin ruangan dan tidur. Untung saja Heechul menelpon dan mengingatkannya, yah walau sebenarnya cukup mengganggu sih "Jangan bilang kau lupa?"

"Hehehe…"

"Aissh.. kau ini! Usiamu lebih muda dari eomma, tapi ingatanmu jauh lebih tua dari eomma" Eunhyuk mempoutkan bibirnya sebal, hei wajar saja kan jika manusia lupa? "Sudahlah lebih baik cepat kau kerumah Hae, jangan sampai dia menunggumu terlalu lama, arra!" Eunhyuk baru saja akan mematikan sambungan telponnya, tapi sang eomma kembali berbicara "Oh ya, hari ini mungkin eomma akan pulang malam. Eomma akan kerumah Jae ahjumma, jadi kau makan diluar saja ne Hyukkie?" ujar Heechul kemudian memutuskan sambungan telponnya sepihak. Inilah kebiasaan Heechul, selalu mematikan sambungan telpon secara sepihak. Menyebalkan.

Eunhyuk mempoutkan bibirnya, kemudian bangkit menuju lemari bajunya, mengambil kaos putih dan celana pendek. Setelah itu diikatnya secara asal rambut panjangnya, lalu segera beranjak menuju rumah yang tepat berada disebrang rumahnya.

.

.

Eunhyuk menaruh kepalanya di atas meja, tidak di dengarkannya Donghae yang sedari tadi menjelaskan tentang rumus-rumus susah nan rumit didepannya, dia benar-benar ngantuk dan lelah sekarang. Donghae yang merasa jika sedari tadi Eunhyuk tak menghiraukan penjelasannya menatap Eunhyuk sebal "Eunhyuk-ah jika kau tidak mendengarkan penjelasanku lebih baik kau pulang saja!'" ujar Donghae jengah.

Eunhyuk yang mendengar suara Donghae yang datar dan dingin segera menengadah menatap Donghae dengan cengiran khas-nya, "Mianhae, kali ini aku akan mendengarkanmu" ucap Eunhyuk dengan tangan membentuk 'v' sign.

Donghae kembali menjelaskan, membuat Eunhyuk mau tak mau memperhatikannya "Arraseo?" Eunhyuk mengangguk lemas, membuat Donghae didepannya menghela nafas "Ada apa denganmu?"

"Aku ingin ice cream Hae. Kajja kita keluar beli ice cream?" ujar Eunhyuk menatap Donghae dengan mata berbinar-binar seperti anak kecil, sungguh menggemaskan.

"Ani, cuaca diluar begitu panas. Apa kau mau keluar dengan cuaca sepanas itu?" tolak Donghae mentah-mentah. Eunhyuk melihat cuaca diluar melalui jendela, benar juga kata Donghae. Cuaca hari ini begitu terik, tapi Eunhyuk merasa jika dia benar-benar haus dan ingin ice cream.

"Tapi Hae, aku benar-benar ingin ice cream" rengek Eunhyuk keras kepala.

"Orange juice saja, eottae?" Eunhyuk menggeleng imut. Jika diperhatikan mereka tampak seperti sepasang suami istri, dimana Eunhyuk hamil dan ngidam ingin makan ice cream kepada sang suami –Donghae– "Berhentilah memasang wajah seperti itu!" Eunhyuk tak menghiraukan perkataan Donghae, dia tetap menatap Donghae dengan puppy eyes yang dipinjam dari sahabatnya –Sungmin–. Donghae menghela nafas berat kemudian mengangguk "Ne, baiklah" ujar Donghae terpaksa.

Eunhyuk melonjak kegirangan, "Iyey.. kajja Hae kita berangkat" ajak Eunhyuk dengan semangat, diraihnya lengan kanan Donghae dengan semangat, lalu menariknya menuju garasi rumah Donghae untuk mengambil motor. Entah disadari atau tidak, jantung Donghae berdetak berkali-kali lipat dari biasanya saat yeoja polos didepannya menarik lengannya. 'hangat' itulah yang dirasakan Donghae.

..

..

Mereka berdua kini telah berada disebuah taman yang hanya berjarak tiga blok dari rumah mereka, sore itu taman dipenuhi oleh anak kecil yang sedang bermain. Eunhyuk turun dari motor Donghae, matanya berbinar senang tatkala melihat pedagang ice cream tak jauh dari tempatnya berdiri, "Hae kajja kita kesana" kembali Eunhyuk menarik lengan kekar Donghae dengan penuh semangat, membuat Donghae harus mengikuti langkah –kelewat– semangat Eunhyuk. Sungguh tingkah Eunhyuk saat ini seperti anak tk.

"Ahjussi ice cream strawberry-nya satu" ujar Eunhyuk dengan antusias, Eunhyuk mengalihkan tatapannya kearah Donghae yang berdiri malas disampingnya "Hae, kau mau ice cream rasa apa?"

"Terserah kau saja" Eunhyuk menatap Donghae tidak suka. Donghae menghela nafas "Baiklah, ice cream vanilla saja"

"Kalau begitu ice cream strawberry satu, dan ice cream vanilla satu" pesan Eunhyuk, membuat ahjussi penjual ice cream tersebut tersenyum maklum melihat sikap semangat Eunhyuk.

"Apa kalian berdua sepasang kekasih?" tanya ahjussi penjual ice cream tersebut, membuat Eunhyuk dan Donghae tersentak dengan wajah memerah. Ahjussi penjual ice cream tersebut tersenyum "Kalau kalian sepasang kekasih akan kuberi kalian potongan harga"

"Ah bu-"

Baru saja Eunhyuk akan menjawab –menyangkal, Donghae sudah terlebih dahulu berbicara kepada penjual ice cream tadi "Ne, dia adalah yeojachingu ku" ucap Donghae, membuat Eunhyuk disampingnya tersentak dan menatap tak percaya kepada Donghae. Wajahnya kembali memerah, bahkan kedua daun telinganya pun juga ikut memerah saat ini. Ahjussi penjual ice cream tadi tersenyum melihat sikap dua anak manusia didepannya yang salah tingkah, diberikannya ice cream strawberry dan vanilla kepada Donghae dan Eunhyuk. "Berapa?"

"Karena kalian sepasang kekasih maka akan kuberi potongan harga menjadi 2000 won" Donghae merogoh dompetnya lalu mengambil dua lembar uang seribu won, lalu menyerahkannya kearah ahjussi tersebut "Datanglah lain kali"

Donghae dan Eunhyuk mengangguk seraya tersenyum "Ne, gomawo ahjussi" Eunhyuk berbalik menghadap Donghae yang ada disampingnya "Ya! Kenapa tadi kau bilang kalau kita adalah sepasang kekasih? Bukankah yang benar kita adalah sepasang guru dan murid, eoh?" Tanya Eunhyuk sembari menatap Donghae sebal. Well, bukannya yang sebal juga sih, karena pada dasarnya –entah disadari atau tidak– dia merasa begitu bahagia mendengar pernyataan Donghae tersebeut.

Donghae tersenyum kecil melihat tingkah kekanakan dari Eunhyuk "Ne, tapi kata ahjussi tadi kita akan mendapat potongan harga jika kita sepasang kekasih bukan?"

Eunhyuk menggembungkan pipinya, "Kau pelit sekali Hae" Donghae yang gemas melihat tingkah menggemaskan Eunhyuk mengacak surai auburn Eunhyuk "Hae, kau merusak ikatanku"

Deg~

Deg~

Jantung Eunhyuk tiba-tiba berdetak dengan sangat kencang, ada apa dengan jantungnya? Apakah dia jatuh cinta pada Donghae? Tidak, tidak! Eunhyuk menggelengkan kepalanya kuat, berusaha menghilangkan pikirannya yang semakin aneh.

Donghae menatap Eunhyuk yang menggelengkan kepala disebelahnya dengan aneh "Kau kenapa Hyuk?"

"Ani, kajja kita ketaman itu dulu baru setelah itu kita pulang" Eunhyuk berlompat-lompat kecil menuju kursi yang ada ditaman tersebut, membuat Donghae tersenyum lembut melihat sikap childish Eunhyuk. Eunhyuk yang melihat Donghae tidak beranjak dari tempat tadi memiringkan kepalanya bingung "Hae? Kenapa kau masih disana? Ayo kisini!"

Donghae yang baru tersadar dari lamunnya berjalan kearah Eunhyuk yang tengah duduk sembari melihat anak-anak bermain.

.

o0o

.

Eunhyuk melangkahkan kakinya dengan malas dikoridor sekolah yang sudah sangat sepi itu, kembali diingatnya pembicaraannya dengan Sungmin sewaktu istirahat tadi.

"Hyukkie nanti sehabis ekskul aku sepertinya tidak bisa pulang bersama" Eunhyuk menatap Sungmin seolah mengatakan –wae?- "Karena.. aku.. itu.. aku harus mengantar eomma belanja, iya begitu" jawab Sungmin gugup, tapi nampaknya Eunhyuk tidak curiga sama sekali, benar-benar yeoja yang polos.

"Euhm, geurae"

Eunhyuk menghela nafas berat, tidak ada teman mengobrol benar-benar membosankan. Tiba-tiba dia merasa ada sebuah tangan memegang pundaknya, membuat tubuhnya membeku seketika, bulu kuduknya mulai berdiri. Hei, ini sudah sore jadi tak banyak murid yang tertinggal di sekolah. Dibalikannya tubuh mungilnya kearah tangan tersebut dengan takut-takut, saat melihat orang yang memegang pundaknya dia menghela nafas lega "Kau Hae, aku pikir siapa" ujar Eunhyuk sembari mengelus dadanya lega.

Donghae mengangguk "Kajja kita pulang bersama" Donghae menarik pergelangan tangan Eunhyuk lembut, membawanya ke area parkiran untuk mengambil motornya. "Ini pakailah" Donghae menyerahkan helm-nya kepada Eunhyuk, dan dengan segera Eunhyuk memakainya. Kemudian Eunhyuk menaiki motor Donghae sembari berpegangan, walau jika dia berpegangan dengan Donghae dia merasa jika jantungnya akan senam sore (?), tapi tak dapat dipungkiri jika dia merasa hangat.

Sepanjang perjalanan mereka habiskan dengan mengobrol, well sebanarnya sih lebih banyak Eunhyuk yang bicara, sedangkan Donghae hanya menanggapi ucapan Eunhyuk. Saat melewati taman yang mereka lewati kemarin, tak sengaja mata Eunhyuk menangkap (?) wajah sahabatnya dengan sesosok pria.

Segera Eunhyuk menarik seragam bagian belakang Donghae, "Hae hentikan motornya!" Donghae hanya menuruti permintaan Eunhyuk dan dengan bingung memarkirkannya di sisi taman.

"Wae?"

Eunhyuk hanya menggeleng, matanya sekarang terfokus pada Sungmin dengan namja yang ada didepan Sungmin. Donghae yang bingung dengan tingkah Eunhyuk pun mengikuti arah pandang Eunhyuk, dapat dilihatnya dua orang berbeda kelamin (?) dengan seragam sekolah yang sama dengan yang dia kenakannya tengah duduk di bawah pohon dengan mesra. "Hae coba kau lihat itu"

"Dia Sungmin bukan?" Eunhyuk mengangguk, matanya memicing saat matanya melihat namja disamping Sungmin, bukankah itu adalah teman Donghae?

"Hae, coba kau lihat namja disebelah Sungmin! Bukankah itu Kyuhyun?" Donghae memicingkan matanya seperti yang Eunhyuk lakukan tadi, dan benar! Namja disamping Sungmin adalah Kyuhyun sahabatnya.

"Ne"

"Apa yang mereka berdua lakukan? Aku akan kesana untuk menanyakannya!"

Baru saja Eunhyuk akan melangkah ketempat Kyumin duduk, lengannya ditahan oleh namja tampan berwajah ikan #plak disebelahnya. Eunhyuk mengernyit menatap Donghae "Waeyo Hae?"

"Biarkan saja" Eunhyuk mengerutkan keningnya mendengar penuturan Donghae, dia sama sekali tidak mengerti apa maksud perkataan Donghae. Tapi sedetik kemudian dia mengangguk walau sebenarnya dia masih tidak begitu paham "Kajja kita pulang" Donghae menarik tangan Eunhyuk kearah motornya.

Donghae melajukan motornya hingga sampai didepan rumah Eunhyuk, Eunhyuk turun dan melepas helm yang dipakainya "Gomawo, kalau begitu sehabis makan malam nanti aku akan kerumahmu, ne? Aku mau mandi dulu" Donghae mengangguk kemudian berbalik menuju rumahnya, Eunhyuk pun juga memasuki rumahnya untuk mandi.

.

.

Dibawah sinar rembulan dan taburan (?) bintang, seorang yeoja dengan rambut panjangnya yang terurai bebas serta mengenakan balutan celana pendek berwarna putih dengan kaos atasan merah tengah berjalan menuju sebuah rumah yang berada tepat didepan rumahnya.

Tok tok tok

Yeoja itu mengetuk pintu kayu didepannya, tak lama pintu itu terbuka menampilkan seorang yeoja yang kira-kira sebaya dengan eomma-nya tengah tersenyum bak malaikat "Eh Hyukkie, apa kau ingin belajar dengan Hae?" Eunhyuk menatap Leeteuk ahjumma bingung, 'apa Donghae tidak memberitahu eommanya?' Eunhyuk mengangguk pelan "Ne, masuklah. Biar ahjumma panggilkan Hae dulu"

Eunhyuk memasuki rumah yang belakangan ini sering dikunjunginya, dapat dilihat dari sudut matanya jika di ruang tamu ada appa Donghae –Kangin– tengah menonton berita di TV. Eunhyuk jadi merasa tidak enak untuk duduk ditempat itu.

Kangin yang merasa ada seseorang yang berdiri disamping sofa, mengalihkan matanya dari TV kearah orang tersebut, dapat dilihatnya Eunhyuk berdiri tanpa berniat duduk disampingnya "Hyukjae-ya?" Eunhyuk yang tersadar dari lamunnya menatap kearah Kangin seraya tersenyum "Kenapa tidak duduk? Duduklah disamping ahjussi"

Eunhyuk hanya mengangguk pelan "N-nde ahjussi" segera dilangkahkannya kaki mungilnya menuju sofa disebrang Kangin duduk.

"Ahjussi dengar kau belajar dengan Hae?" tanya Kangin memecahkan kesunyian diantara mereka berdua.

"Eh? N-nde Hyukkie memang belajar bersama Hae, ahjussi"

Leeteuk tersenyum melihat tingkah Eunhyuk seperti itu kepada sang suami "Hyukkie-ya" Eunhyuk menoleh ke sumber suara "kata Hae kau belajar saja dikamarnya" Eunhyuk mengangguk lalu menunduk sedikit kearah Kangteuk kemudian segera beranjak menuju kamar Donghae. Namun, saat dia berada tepat didepan tangga, dia berhenti sembari memikirkan sesuatu.

Eunhyuk berbalik menghadap kearah pasangan Kangteuk yang sedang menatapnya bingung "Ahjumma, kamar Hae dimana?" tanyanya sembari menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

"Dilantai dua sebelah kiri tangga, nanti akan ada tulisan 'Fishy Room' masuk saja, itu kamar Donghae" jawab Leeteuk disertai dimple smile andalannya.

Eunhyuk mengangguk paham, "Gomawo ahjumma" kakinya menaiki anak tangga rumah Donghae, sesampainya dilantai dua dia segera mencari letak kamar Donghae. Dan sampailah dia didepan pintu bercat putih dengan gantungan bertuliskan 'Fishy Room'. Diketuknya pintu itu perlahan "Hae, ini aku Hyukkie. Aku masuk ne?"

Eunhyuk membuka pintu bercat putih itu pelan, dan matanya disuguhkan oleh nuansa biru. Mulai dari cat dinding-nya berwarna sea blue, gordennya berwarna sapphire blue, bahkan sampai lemari pakaiannya pun berwarna baby blue. Matanya melirik kearah Donghae yang sedang berbaring diatas kasur dengan kaos v neck membalut tubuhnya, 'Tampan' kesan itulah yang didapatinya dari Donghae saat ini. Matanya melihat kearah seprei dan bad cover Donghae yang bergambar kartun animasi 3 dimensi bernama nemo, serta beberapa figuran berhiaskan ikan nemo dikamar Donghae. 'Apa Donghae menyukai ikan nemo?'

"Kenapa diam saja? Masuklah?" tanya Donghae menyadarkan lamunan Eunhyuk, dapat dilihat Eunhyuk jika Donghae telah duduk dilantai dengan meja kecil didepannya. Apa mereka akan belajar disana?

Eunhyuk menutup pintu kamar Donghae, kemudian melanghkah mendekati Donghae dan mendudukan dirinya disamping Donghae. Dikeluarkannya buku matematika dari tas, tak lama mulai terdengar suara Donghae yang mulai menjelaskan.

"Ah Hae, ayo kita istirahat sebentar aku benar-benar lelah" sela Eunhyuk, sebelum Donghae kembali memberikan penjelasan yang membuat kepalanya serasa penuh (?). Padahal seharusnya dia sudah selesai belajar dengan Donghae sejak seminggu yang lalu karena telah menyelesaikan ulangan semester satu. Tapi karena nilai matematika-nya dibawah rata-rata atau bisa kita sebut rendah, makanya dia harus remidi dan belajar lagi dengan Donghae.

"Benar Hae, biarkan Hyukkie istirahat dulu. Ini eomma bawakan kue yang baru eomma pelajari kemarin" Leeteuk masuk sembari membawa setoples cornflakes beserta dua gelas lemon tea untuk anak-nya serta orang yang sudah dianggapnya sebagai anak.

"Gomawo ahjumma" ujar Eunhyuk sembari tersenyum manis kearah Leeteuk.

Donghae memandang eomma-nya yang sedang berpakaian rapi itu dengan aneh, apa eommanya akan jalan? Seakan bisa membaca kebingungan Donghae Leeteuk pun menjawabnya "Ne, oh ya Hae nanti eomma dan appa akan pergi ke pesta penyambutan Kim ahjussi, jadi mungkin eomma akan pulang malam. Kalian tidak apa kan ditinggal berdua saja?"

"Ne" jawab mereka serempak, membuat Leeteuk tersenyum melihat kekompakan anaknya serta orang yang sudah dianggap anak didepannya ini.

"Kalau begitu eomma pergi dulu ne, belajarlah yang semangat Hyukkie, ne!" Leeteuk menutup pintu kaamr Donghae, dan tinggallah mereka berdua dikamar bernuansa sea blue itu.

Eunhyuk mulai mengambil cornflakes yang tadi dibuat eomma-nya Donghae "Uhm.. mashitta" Eunhyuk yang merasa dipandangi oleh seseorang pun mengalihkan pandangannya menatap orang itu yang ternyata adalah Donghae. Eunhyuk memiringkan kepalanya sembari menatap Donghae bingung "Aeyo Ae (Waeyo Hae) ?" tanya Eunhyuk dengan mulut menggembung penuh dengan kue. Neomu kyeopta.

Donghae yang gemas melihat tingkah Eunhyuk pun mengacak surai rambut Eunhyuk "Jangan memasang tampang aegyo seperti itu, jika kau tidak ingin ku makan"

Uhuk..

Perkataan Donghae tadi berhasil membuat Eunhyuk tersedak oleh kue yang dimakannya, segera diambilnya lemon tea yang berada disampingnya kemudian meminumnya dengan cepat. Donghae yang bingung dengan Eunhyuk pun hanya mengelus tengkuk Eunhyuk dengan lembut.

"YA! Kenapa kau mengatakan hal itu eoh? Kau mau membuatku mati tersedak?!" tanya Eunhyuk sebal sembari mengerucutkan bibirnya –imut, namun tak dapat dipungkirinya jika perkataan Donghae barusan dapat membuatnya sport jantung dan merubah warna diwajahnya. Lihat saja wajah putih Eunhyuk sekarang telah berganti seperti warna pakaian yang dikenakannya.

Donghae yang melihat wajah Eunhyuk telah bertransformasi (?) menjadi merah pun mendekatkan dirinya kepada Eunhyuk, membuat Eunhyuk memundurkan tubuhnya masih dengan posisi duduk *ngerti ga? Kalo ga anggep aja ngerti ya?*. Donghae menyeringai melihat Eunhyuk duduk terpojokan oleh lemari bajunya, segera didekatkannya tubuhnya pada Eunhyuk dan mengunci pergerakan Eunhyuk dengan lengan kiri menempel(?) pada pintu lemari.

"A-apa yang mau kau lakukan Hae?" tanya Eunhyuk gugup. Bayangkan saja wajah Eunhyuk dan Donghae sangat dekat sekali, mungkin hanya berjarak 5 cm.

Donghae kembali menyeringai, entah dipelajarinya dari siapa seriangaian itu, tapi kemungkinan dari sahabat evil-nya yang tak lain dan tak bukan adalah Kyuhyun. Donghae mendekatkan wajahnya kearah Eunhyuk, membuat Eunhyuk reflex memejamkan matanya. Donghae tertawa dalam hati melihat tingkah Eunhyuk "Ada noda disudut bibirmu" ujar Donghae tepat didepan bibir Eunhyuk, kemudian mengusap sudut bibir tadi pelan. Segera dijauhkannya wajah beserta tubuhnya dari Eunhyuk sembari tertawa geli.

Eunhyuk membuka matanya kemudian menatap Donghae sebal, "YA! Lee Donghae! Jangan menggodaku!" kesal Eunhyuk dengan wajah merah padam. Eunhyuk yang tadi duduk segera berdiri kemudian kembali ketempat dia belajar, disusul Donghae yang tengah tertawa terbahak-bahak disampingnya. Eunhyuk memakan kue kering yang ada didalam toples itu dengan brutal (?), sebal dan malu beradu menjadi satu didalam dirinya, ah bagaimana bisa Donghae menggodanya seperti tadi?

"Mian mian, aku hanya bercanda kok" Donghae menghentikan tawanya seketika tatkala mlihat Eunhyuk mempoutkan bibirnya. Bukannya apa, dia hanya takut apa yang dipikirkan Eunhyuk *emangnya apa? #Plak* tadi menjadi kenyataan.

"Ne, tapi jangan diulangi lagi ne?!" ujar Eunhyuk polos seperti anak kecil. Donghae terkadang bingung dengan yeoja manis didepannya ini, sebenarnya berapa umur yeoja ini? Mengapa sikap dan sifatnya seperti anak sekolah dasar saja? Apa benar dia sudah SMA?

Eunhyuk yang melihat Donghae memandangnya sembari mengerutkan keningnya, memiringkan kepalanya bingung "Hae? Waeyo?" tanya Eunhyuk sembari melambaikan tangannya didepan wajah Donghae. Seketika Donghae tersadar dari lamunnya kemudian menggeleng menatap Eunhyuk dengan senyum kecil.

Lama tak ada percakapan diantara mereka sampai Eunhyuk membuka suara "Hae, kau menyukai nemo?" tanya Eunhyuk sembari mengedarkan penglihatannya di area kamar Donghae, "Habisnya dari tadi aku melihat banyak sekali barang dengan tema nemo disini"

"Ne, aku menyukainya. Wae?"

Eunhyuk mengangguk "Oh.. ani, gwaenchana"

"Aku benar-benar sebal dengan Park seonsaengnim" Donghae kembali mengalihkan tatapannya kearah Eunhyuk "Masa hanya karena nilai ulangan matematika ku rendah, aku harus remidi? Lagi pula minggu depankan sudah liburan dan pembagian raport! Kurang kerjaan sekali"

"Geurae?" Eunhyuk mengangguk dengan imut "Mungkin saja Park seonsaengnim ingin membuat nilai di raport mu menjadi lebih baik"

"Uuh.. jangan bahas nilai donk! Aku tahu kalau nilai ku itu tidak sebagus Hae!" sungut Eunhyuk sebal.

Donghae mengacak surai auburn Eunhyuk "Ne mian"

"Oh ya Hae, summer camp nanti apa Hae akan ikut?" tanya Eunhyuk semangat. Yap, Seoul Digitech High School memang setiap musim panas akan mengadakan summer camp tiap tahunnya.

Donghae menggeleng, "Ani, itu sangat membosankan"

"Geuraeyo? Ah, padahal aku ingin sekali ikut. Tahun lalu aku sudah tidak ikut, dan tahun ini pun juga tidak bisa karena ahjumma akan menikah" Eunhyuk menundukan kepalanya, kentara sekali dari nada bicaranya jika dia sedih karena tak dapat ikut summer camp ini.

"Memangnya kenapa kau ingin ikut?"

Eunhyuk mengangkat bahunya "Molla, kupikir asyik saja. Pokoknya tahun depan aku harus ikut!" ujar Eunhyuk dengan tangan dikepal keatas. Eunhyuk memandang kearah Donghae lagi, "Kajja kita belajar lagi!"

…..

Leeteuk dan Kangin memasuki rumahnya dengan lelah, diliriknya jam yang menggantung didinding ruang tamu 11.00 p.m, sudah lumayan larut. "Ah, aku lelah sekali yeobo" ujar Kangin manja sembari memeluk istrinya dari belakang, bibirnya pun mulai menciumi leher Leeteuk yang terekspos karena dress yang digunakannya tanpa lengan.

"Enngghh~ Kangin-ah lepaskan! Bagaimana kalau Hae nanti melihat?" Leeteuk berusaha melepas pelukan Kangin, namun sepertinya sia-sia mengingat tubuh sang suami yang besar dan itu tentu saja membuat kekuatannya tak sebanding dengan kekuatan Kangin. Mata Leeteuk tiba-tiba melihat lampu kamar Donghae yang masih menyala, 'Apa mereka masih belajar?' pikir Leeteuk. "Yeobo kenapa lampu kamar Hae masih menyala? Apa mereka masih belajar?"

Kangin menghentikan aktivitas-nya tadi, kemudian mengalihkan tatapannya kearah kamar Donghae. Benar kata sang istri, lampu kamar Donghae masih menyala "Molla, lebih baik kita cek saja yeobo" Kangin menggandeng tangan Leeteuk menuju kamar Donghae yang berada di lantai dua, setelah sampai didepan pintu bertuliskan 'Fishy Room' segera dibukanya gagang pintu tersebut.

Ceklek

Mata mereka membulat melihat Donghae dan Eunhyuk tertidur lelap dengan posisi saling berhadapan, dengan kepala bertumpu pada lengan masing-masing diatas meja tadi. Leeteuk tersenyum, "Kajja kita keluar yeobo" ajak Leeteuk menarik lengan Kangin. Kangin mengangguk kemudian menutup pintu bercat putih tersebut, "Sepertinya kita harus menelpon Chullie agar dia tak khawatir"

.

o0o

.

Krrriiiiiinggg….. krrriiiiiinggg…..

Bel istirahat telah berbunyi membuat sluruh penghuni kelas itu mendesah lega karena telah selesai menyelesaikan remidi matematika yang susahnya tidak menahan itu, murid XI IPA-3 mulai beranjak meninggalkan kelas. Tapi sepertinya tidak untuk Eunhyuk, dia lebih memilih untuk menelungkupkan kepalanya dilipatan tangannya, kembali kejadian tadi pagi saat dia terbangun terputar jelas di otaknya.

Flashback

Matahari mulai kembali duduk ke tahta-nya, burung-burung pun mulai berkicau dengan nyaring dipagi yang cerah itu, sinar matahari mulai memasuki kamar nuansa sea blue melalui celah-celah gorden sapphire blue-nya. Membuat seorang yeoja menggeliat tidak nyaman "Engh~" perlahan dibukanya matanya dengan perlahan. Dapat dilihatnya sesosok namja tengah tertidur didepannya dengan hanya berjarak 5 cm.

1 detik

2 detik

10 detik

"KYAAaa…." Teriak Eunhyuk menggema dikamar berukura meter tersebut. Donghae –namja didepan Eunhyuk tadi- membuka matanya kemudian menatap Eunhyuk dengan sebal. Pagi-pagi sudah ada yang teriak, ck! "Ke-kenapa aku bisa ada disini?" tanya Eunhyuk bingung.

"Apa kau lupa, jika kemarin kau ketiduran?" jawab Donghae malas, kemudian mulai beranjak, sepertinya dia akan mandi.

Eunhyuk mengangguk, pantas saja kemarin tidurnya tidak nyaman. Badannya pun jadi pegal semua, terutama lehernya "Lalu kenapa kau tidak membangunkanku?"

"Aku juga ketiduran pabbo!" jawab Donghae kemudian memasuki kamar mandi yang ada disudut ruangan itu.

Eunhyuk kemudian berdiri "Ah!" pekik Eunhyuk, kakinya benar-benar terasa keram hingga membuatnya susah untuk diluruskan. Diliriknya sekilas jam berbentuk nemo yang menggantung dikamar Donghae "Sudah jam segini, aku harus segera pulang" dengan langkah pincang Eunhyuk kembali kerumahnya.

Flashback end

Sungmin menghampiri Eunhyuk yang terlihat lesu, kemudian mendudukan dirinya disebelah Eunhyuk "Wae geurae? Kenapa lemas sekali?"

"Aniya"

"Jangan bohong, ada apa denganmu?" Eunhyuk menatap Sungmin malas, kemudian segera bangkit berdiri "Hei, mau kemana?"

"Kantin" jawab Eunhyuk singkat, lalu berjalan dengan malas.

Sungmin mengerutkan keningnya melihat sikap Eunhyuk yang lumayan aneh "Hyukkie waeyo?"

Eunhyuk hanya menggeleng sebagai jawaban, kemudian segera menuju kantin untuk membeli Patbingsoo. Eunhyuk dan Sungmin duduk di pojok kantin, sembari membawa dua buah patbingsoo ditangannya. Eunhyuk mulai mengambil sesendok es tersebut kemudian memasukannya dkedalam mulutnya "Min, kemarin aku melihatmu dengan Kyuhyun, apa kau dan dia pacaran?"

Sungmin yang tengah melahap patbingsoo tadi, jadi tersedak mendengar penuturan Eunhyuk tadi, "A-ah itu aku…" Eunhyuk menatap Sungmin dengan senyum menggoda, membuat Sungmin jadi semakin salah tingkah dengan rona merah disekitar pipi chubby-nya "N-ne" jawab Sungmin gugup.

"Kalau begitu kenapa kemarin harus bilang kalau akan ke supermarket bersama eommamu? Seharusnya kan kau jujur saja jika ingin berkencan" goda Eunhyuk semakin membuat Sungmin menundukan kepalanya dengan wajah yang semakin memerah.

"YA! Jangan menggodaku"

Eunhyuk tertawa melihat sikap imut sahabatnya "Ne mian, kalau begitu bagaimana kalian bisa dekat bahkan pacaran? Kupikir kalian tidak dekat"

"Itu.."

Flashback

Seorang yeoja dengan rambut digulung keatas tengah berjalan meninggalkan koridor sendirian, yap karena tadi temannya –Eunhyuk- tengah ada urusan dengan Donghae. Jadi tinggalah dia sendirian di koridor yang sepi itu.

Sungmin melewati gerbang sekolahnya kemudian berjalan menuju ke halte, saat akan menyebrang jalan tiba-tiba sebuah mobil melaju dengan cepat menuju kearahnya, ingin sekali Sungmin pergi dari tempat itu, tapi kakinya serasa tidak bisa digerakkan.

Ckiiitt…

Suara gesekan antara roda mobil itu dan jalanan berbunyi cukup nyaring, Sungmin membuka matanya setelah dirasanya tidak terjadi apapun pada tubuhnya. Matanya membulat terkejut, mobil merah didepannya ini hanya berjarak lima sentimeter dari tempatnya berdiri *perasaan dari tadi 5 cm terus ya?* membuat Sungmin mengelus dadanya bersyukur. Dapat Sungmin lihat seorang namja dengan rambut ikal keluar dari mobil tersebut, "Gwaenchana?"

Sungmin mengangguk pelan "Ne"

"Kalau begitu ayo kuantar kau pulang"

"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri" tolak Sungmin halus.

"Tapi Sungmin-ssi, aku merasa tidak enak denganmu. Ayolah" bujuk namja bernama Kyuhyun itu, Sungmin terpaksa mengangguk lalu mengikuti Kyuhyun memasuki mobilnya.

Flashback end

"Dan karena kejadian itu aku dan Kyu jadi semakin dekat dan yah.. kita jadian" jelas Sungmin. Eunhyuk mengangguk, lalu tak lama dia menatap Sungmin sembari mengerucutkan bibirnya "Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Sungmin tatkala melihat sang sahabat memasang ekpresi seperti itu.

"Kenapa kau tidak memberitahuku, eoh? Jahat sekali!" Eunhyuk mempoutkan bibirnya, lengannya pun dilipatnya di depan dada –memasang ekspresi kesal–

"Hehe.. bukannya aku tidak mau Hyukkie chagi, hanya saja aku dan kyuhyun berpacaran diam-diam" Eunhyuk menatap Sungmin bingung, buat apa berpacaran diam-diam? Sungmin tersenyum seperti dapat membaca apa yang Eunhyuk pikirkan "Aku tidak ingin fans Kyu tahu, kau tahu kan seberapa banyaknya fans Kyu disekolah ini?" Eunhyuk mengerutkan keningnya kemudian menggeleng dengan polos, membuat Sungmin menghela nafas "Kalau sampai fans Kyu tahu bisa gawat, maka dari itu aku dan Kyu memutuskan berpacaran diam-diam"

"Lagi pula aku tidak mau seperti kau yang sering ditatap dengan tatapan tidak suka dari fans-fans nya Donghae" lanjut Sungmin membuat Eunhyuk membulatkan matanya.

"Eh? Aku?" Eunhyuk menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuk kanannya.

Sungmin mengangguk "Ne, apa kau tahu alasan mengapa yeoja-yeoja itu sering menatapmu seperti itu?" Eunhyuk menggeleng polos "Karena kau dekat dengan Donghae. Kau hanya teman saja sudah mendapat perlakuan seperti itu, bagaimana jika mereka tahu aku pacaran?" Eunhyuk mengangguk lagi, benar juga yang dikatakan sahabat didepannyua ini. "Lalu kapan kau akan menyusulku untuk punya pacar? Bukankah sudah ada seseorang yang kau suka?"

Eunhyuk membulatkan matanya kearah Sungmin, "Mwo? Apa maksudmu? Aku sedang tidak menyukai siapapun kok" elak Eunhyuk dengan wajah memerah.

"Kalau tidak mengapa wajahmu jadi merah seperti itu? sudahlah mengaku saja" goda Sungmin sembari mencolek dagu Eunhyuk.

Eunhyuk menggembungkan pipinya sebal, "Sudahlah aku mau kekelas" Eunhyuk pergi meninggalkan Sungmin yang tengah sibuk tertawa dengan menghentakkan kaki.

"Ya! Tunggu aku Hyukkie!" Sungmin berlari mengejar Eunhyuk, masih dengan tawa lebar tersungging dibibir plump-nya.

.

.

Tbc

Patbingsoo (es serut) : makanan penutup Korea pertama dalam sejarah. Hal ini pada dasarnya semangkuk es serut dan diisi dengan berbagai item, kacang merah yang biasanya manis/kacang Azuki, bit mocha, dan buah-buahan. Banyak toko juga melayani dengan ice cream dan dengan rasa yang berbeda, seperti the hijau, kopi, buah, dll.

.

Biasanya di Korea libur semester pertama itu pada saat musim panas yah sekitar bulan juni sampai agustus, kalau di Indonesia kan itu semester kedua. Terus liburan semester kedua pada saat musim dingin sekitar Desember hingga February, biasanya libur semester dua ini dua bulan.

Holla~~ author –bukan– author ini kembali lagi membawa chapter 4~
Eottae? Tambah aneh kah? Oh ya, tadi adegan pas Haehyuk tiduran dimeja itu terinspirasi dari drama playfull kiss, itu loh yang pas bagian Oh Hanna sama Seung Jo(?) ketiduran.. pada ingat ga? Ingat donk? *maksa

Biggest thanks for :

Aulia, nurul. , HyukBunnyMing, Love haehyuk, lyndaariezz, nvyptr, SSungMine, Amandhharu0522, Anchofishy, Jiaehaehyuk, haelvoe, LeeAh Ra, Mei Hyun15, Haiiro-Sora, lisky861015

Maaf apabila ada kesalahan pada nama dan gelar #plak
Aku juga minta maaf karena ga bisa ngebales review, tapi next chapter janji bakal ngebales deh.

Mind to Review?