New Line
Disclaimer : Aku bukanlah pemilik Naruto maupun Highschool DxD, namun Fic ini murni tulisanku dan beberapa Inspirasi dari para Fic buatan Senpai hebat disana
Rating : M (untuk kata yang kurang sopan dan beberapa adegan Lime ataupun yang lain)
Pair : Naruto x ? (Locked)
Warning : OOC, Typo, Gaje, Amburadul, Alur Berantakan, Mainstream, DLDR, AU, Semi-Canon, Strong!Naru, Dll
Summary : Menjalani hidup digaris yang berbeda, membuat Naruto harus mau tak mau bisa beradaptasi didunianya sekarang, perlahan Naruto mencoba kembali ke Garis awal, apakah ia bisa? (Bad Summary)
.:: oo0oo ::.
~ Chapter 4 : Gadis Blonde
"Apa Naruto-kun Menyukai Rias-Buchou?"
Siang hari melanda kota Kuoh, tepat di atap sebuah gedung sekolah, terlihatlah satu pemuda pirang yang kita kenal sebagai Naruto, dan sato orang-, ah salah, maksudnya iblis cantik bernama Akeno atau lebih tepatnya Himejima Akeno
Naruto terkejut mendengar penuturan sang fuku-Buchou di klub ORC itu, Naruto agak salah tingkah menanggapi pertanyaan yang terkesan pribadi itu
"A-ano.. I-itu aku-" "Sudah sudah!, aku sudah tau yang sebenarnya" ucapan Naruto dipotong oleh Akeno, Naruto hanya bingung mau bicara apa
"Sejak kapan kau menyukainya" Tanya Akeno, Naruto bangkit berdiri dari duduknya dan menghadap ke arah Akeno
"Entah aku bahagia atau tidak, namun kau telah mengetahuinya, aku menyukainya sejak ia merawatku saat pertama kali aku datang ke dunia ini, rambut merahnya yang mengingatkanku dengan Kaa-chan ku, serta sifat keibuan dan penyayangnya yang membuatku menyukainya" Ucap Naruto
"Ia amat menyayangiku sampai ia menganggapku sebagai adiknya, aku amat senang dengan itu namun aku ingin lebih dari seorang adik" ucap Naruto
"Ada yang ingin kau tanyakan lagi?, nanti sore ada seseorang yang ingin aku temui dan sekalian memarahinya" ucap Naruto sambil mengbil minuman kalengnya di bangku yang tadi ia duduki dan berjalan melewati Akeno
"Siapa yang ingin kau temui?" Tanya Akeno
"Ini tidak ada hubungannya denganmu maupun anggota ORC, dia hanyalah sesosok pria berambut aneh dengan hobi kesukaannya yaitu memancing" ucap Naruto lalu berjalan kearah pintu dan meninggalkan Akeno sendirian disana
.
.
'Kriiiingg kriiinngg'
Bel sekolah berbunyi menandakan jam pulang sekolah tiba, para siswa berhamburan keluar seperti anak ayam yang kehilangan induknya
Kembali ke Naruto, kini ia terlihat kesal sambil mengelus kepala belakangnya, mengingat saat belajar tadi ia tertidur dan sang Sensei melemparnya dengan penghapus sehingga kepala belakangnya agak sakit
"Sensei sialan! Bagaimana jika ingatanku hilang, dasar!" gerutunya sambil terus berjalan kearah klub ORC
'Ckleeek'
Ia membuka pintu klub itu, lalu berjalan kekamarnya menghiraukan anggota ORC yang lain yang tengah memandangnya dengan tatapan yang bingung
"Kenapa dia?" tanya Rias
"Entahlah Buchou, Naruto-kun terlihat sedang kesal" ucap Kiba
"Aku tahu!, tadi ia dilempar penghapus oleh guru Matematika karena ia ketiduran" ucap Issei, Akeno tertawa dengan tawa khasnya, sedangkan Koneko hanya diam sambil mengunyah makanannya
Setelah beberapa menit Naruto keluar dari kamarnya, ia kini tengah memakai T-shirt berwarna putih dengan celana dasar panjang berwarna hitam yang terlihat normal
"Naru!, ayo kesini duduk, aku ingin memperkenalkan anggota Peerage baruku" seru Rias, Naruto menurutinya dan duduk disamping Akeno dan kiba, sedangkan Rias duduk disamping Issei dan Koneko
"Sebelumnya, Perkenalkan nama kalian" Ucap Rias menyuruh Anggota Peerage nya dan Naruto
"Konichiwa Minna-san, namaku Akeno, Himejima Akeno, Queen dari Rias salam kenal, ufufufu~" ucap Akeno memperkenalkan diri
'Entah mengapa suara tawa Akeno membuatku takut' Batin Naruto
"Konichiwa, Namaku Kiba Yuuto, aku merupakan Knight dari Buchou, salam kenal" ucap sang pria cantik yang merupakan pangeran Kuoh Academy, Kiba Yuuto
"Koneko, Toujo Koneko, aku merupakan Rook dari Buchou, salam kenal" ucap Koneko
"Konichiwa Minna, Namaku Uzumaki Naruto, aku bukan peerage dari Rias-Oneechan, namun karena suatu hal, aku direkrut ke Klub ini, salam kenal" ucal Naruto dengan senyuman hangatnya
"Nah, selanjutnya Kau Issei" ucap Rias menyuruh anggota peerage barunya yaitu Issei
"Namaku Issei, atau lebih tepatnya Hyoudou Issei, aku merupakan Pawn dari Rias-Buchou, salam kenal" ucap Issei
"Dan merupakan salah satu dari Trio mesum yang pernah tertangkap basah sedang mengintip, benarkan?" tambah Naruto membuat anggota ORC yang lain tertawa, Issei hanya menggerutu Kesal
Mereka lalu mengobrol ria diruang klub ORC itu, tak terasa sudah sore hari, Naruto lalu meminta Izin kepada Rias dan yang lain untuk keluar sebentar, Akeno yang curiga lalu meminta Izin kepada yang lain untuk keluar juga dan membuntuti Naruto
'Uh, kenapa Akeno mengikutiku sih?' batin Naruto yang merasakan Akeno mengikutinya, tanpa sepengetahuan Akeno, Naruto membuat satu Bunshin
"Aku akan pergi ke Azazel dan biarkan Akeno mengikutinya, setelah itu kau Ikuti Akeno dari belakang, dan alihkan perhatiannya saat aku sudah bertemu dengan Azazel" ucap Naruto pada Bunshinnya
Naruto lalu berjalan dengan santai, sedangkan Akeno tengah membuntutinya dari belakang, namun tanpa Akeno duga, Bunshin Naruto tengah mengawasi Akeno dari belakang, sungguh Rumit
Sesampainya di tempat yang biasa Azazel memancing, Naruto lalu mencari keberadaan Azazel, yah dipikiran Naruto hanya satu, 'Gubernur kok mancing?' pikirnya
Sementara Akeno yang tengah kehilangan jejak akibat cepatnya berjalan Naruto kini tengah kebingungan, ia sempat melirik kearah bawa jembatan namun dengan segera, sang Bunshin memukul tengkuknya hingga Pingsan
"Sebenarnya aku tak tega melakukan ini terhadapmu Akeno, namun mungkin jika kau mengetahui hal ini, maka ini akan menjadi hal yang rumit" ucap sang Bunshin lalu menggendong ala bridal Style dan menghilang meninggalkan kepulan asap
Beralih kepada Naruto yang asli, kini ia tengah berbicara dengan Azazel yang tengah memancing, ia melihat Ember yang berada disamping Azazel sudah separuh penuh
"Whooaa!, tak kusangka Malaikat jatuh sepertimu hebat dalam hal memancing" ucap Naruto mencoba basa basi, Azazel hanya tersenyum senang
"Yah aku juga beruntung hari ini mendapatkan ikan yang banyak, kupikir aku hanya pulang dengan ember yang kosong" ucap Azazel senang
"Huufftt, Namun kedatanganku bukan untuk memujimu ataupun membantumu Malaikat jatuh Miskin" ucap Naruto dengan sindiran kecil
"Lalu apa? Apa ada masalah denganku?" ucap Azazel menautkan sebelah alisnya
"BAWAHANMU ITU MENGGANGGUKU KAU TAHU!, IA BAHKAN MEMBUNUH TEMANKU, NAMUN SAYANGNYA IA SEKARANG MENJADI SEORANG IBLIS" teriak Naruto kesal, sementara Azazel hanya buang muka sambil bersiul ria
"Bukankah kemarin sudah kubilang?, jika ada bawahanku yang berbuat seenaknya, kau harus mengatasinya bukan?" ucap Azazel seenaknya membuat Naruto menggerutu kesal,
Namun tak berselang beberapa menit, sebuah boklam yang entah dari mana asalnya muncul diatas kepala Naruto, lalu Naruto menyeringai
"Ya kau boleh mengatakan itu, tapi sebagai imbalannya kau harus membayarku dengan uang, hmm?" ucap Naruto sambil menyeringai, kini Giliran Azazel yang menggerutu
'Tak kusangka Blonde ini Materialistis' batin sang gubernur malaikat jatuh itu
"Nih imbalannya" ucap Azazel kesal sambil memberikan beberapa lembar uang kepada Naruto
"Cuma Segini? Kau pikir aku mau mengorbankan tenagaku hanya untuk uang segini hah?" ucap Naruto agak berteriak melihat lembaran uang yang diberikan Azazel yang menurutnya sedikit
"Nih nih lah!" ucap Azazel kesal lalu memberikan kembali beberapa lembaran Uang membuat Naruto menyeringai senang
"Dan sebaiknya kau pergi Sana bocah Kuning!, uangku habis karena kedatanganmu" ucap Azazel kesal sambil mengusir Naruto untuk pulang
Namun sebelum Naruto membalikkan badannya hendak pergi pulang, sebuah lingkaran sihir muncul diantara Azazel dan Naruto, menampilkan sesosok remaja berambut perak yang terlihat tampan
"Yoo Vali!, ada apa kau kesini?, Oi Naruto perkenalkan ini Vali, dan Vali perkenalkan dia adalah Naruto" ucap Azazel sambil memperkenalkan keduanya
"Yoosh!, salam kenal" ucap Naruto mencoba mengakrabkan diri dengan pria didepannya itu
"Naruto huh? Aku tertarik denganmu" ucap Vali dengan Senyum tipisnya membuat Azazel hanya menghela nafas, sementara Naruto yang tak mengerti ucapan Vali hanya kebingungan
'Huuh Dasar!, sifat Maniak bertarungnya muncul kembali' Batin Azazel
"A-ano Vali, maksudmu itu apa, aku tak mengerti?, atau kau mungkin BERUBAH HALUAN!" ucap Naruto histeris diakhir ucapannya, Azazel hanya tertawa dan Vali terlihat menghela Nafas
"Baka!, bukan itu maksudku, aku ingin bertarung denganmu" ucap Vali, dan akhirnya Naruto mengerti apa arti kata 'tertarik' yang diucapkan Vali tadi
"Maafkan aku Naruto, tapi dia memang seperti itu, sifat Maniak bertarungnya kadang membuatku pusing" ucap Azazel
"Ohh! Namun sebelumnya aku Minta Maaf, Aku tidak bisa menuruti permintaanmu itu Vali, aku juga sebenarnya ingin bertarung, namun keadaannya sangat tidak baik, ini akan menjadi perbincangan hangat antara tiga fraksi jika mengetahui ada pertarungan hebat yang dirasakan oleh ketiga fraksi" ucap Naruto sopan lalu pergi meninggalkan Vali dan Azazel
"Huuftt, padahal aku ingin sekali bertukar tinju dengannya" ucap Vali membuat Azazel pusing
'Entah kenapa Sifat Maniak bertarungnya harus merepotkan seperti ini"
.
.
.
Beralih ke ruang UKS kuoh Academy, Kini Naruto tengah merawat Akeno yang tengah pingsan karena ulah Naruto tadi, ia mengelap Kening Akeno yang berkeringat, dan terpaku melihat wajah polosnya saat pingsan seperti ini
"Eenngghh!"
Naruto tersenyum melihat Akeno yang perlahan membuka matanya, ia lalu mengambil segelas air dan menyodorkannya ke Akeno
'Gulp gulp'
"Arigatou, Naruto-kun"
Naruto lalu mengambil gelas yang berada di tangan Akeno dan menaruhnya dimeja, Naruto lalu kembali mengelap dahi Akeno yang berkeringat
"Kenapa kau mengikutiku? Seharusnya kau bersama Onee-chan dan yang lain, kau hanya membuatku Khawatir jika kau mengikutiku" ucap Naruto
"Yasudah, Kau sudah bangun Aku pergi dulu, Jaa!" ucap Naruto sehabis mengelap dahi Akeno lalu berbalik berjalan namun tangannya ditarik Akeno sehingga..
'Cup!'
Kedua Bibir dari kedua makhluk berbeda jenis itu bertemu di satu titik, Akeno terlihat menikmati ciumannya ini, sementara Naruto hanya terbelalak dan hendak melepaskan ciumannya, namun Akeno mengalungkan tangannya di leher Naruto sehinga Naruto tak bisa mengelak dan hanya diam tak membalasnya
'Mmhhh'
Akeno lalu melepas ciumannya dari pemuda blonde itu, terlihat wajahnya merona hebat akibat adegan panas tadi, berbanding terbalik dengan Naruto yang tengah menatap Akeno dengan tatapan yang seolah olah mengatakan 'Apa yang kau lakukan?!'
"Anggap saja ciuman itu atas rasa terima kasihku terhadap perlakuanmu, Naruto-kun" ucap Akeno tersenyum manis tak lupa rona merah yang masih berada di kedua pipinya, Naruto hanya mengangguk sambil tersenyum lalu berjalan meninggalkan Akeno
.
.
At Konoha Gakure, 11:30 AM
Di kantor hokage, sesosok wanita berambut blonde yang terlihat cantik walaupun umurnya yang bisa dikatakan sudah tua, tengah kebingungan, dan juga sesosok Anbu didepannya yang tengah memikirkan sesuatu
"Ini Kasus yang Aneh, beberapa minggu yang lalu ditempat kejadian Naruto hanya menyisakan bekas bekas pertempuran yang dahsyat, namun tak ada satupun jejak yang ditinggalkan disana" ucap Wanita itu yang merupakan Hokage di deka Konoha yaitu Tsunade
"Benar Hokage-sama, aku bahkan menyuruh beberapa Anbu keluar desa untuk mencari keberadaan Naruto namun hasil yang didapatkan nihil, tak satupun petunjuk yang ditemukan untuk mencari keberadaan Naruto" ucap sang Anbu
Sang Hokage terlihat memikirkan sesuatu, ia mengingat saat sang Bunshin Naruto mengatakan sesuatu bahwa Naruto yang asli tengah dalam pertempuran
'Sebenarnya diriku yang asli tengah bertarung dengan seseorang yang bersayap yang mungkin berasal dari dimensi lain, kau bisa menemui diriku yang asli di hutan hutan arah Barat, jaa nee'
Ucapan Bunshin Naruto berputar putar dikepala sang Hokage membuatnya menemukan sesuatu yang mungkin bisa menemukan keberadaan Naruto walaupun tak bisa bertemu dengan Naruto secara langsung
"Ku pikir Naruto berada di dimensi lain" ucap Tsunade membuat Anbu didepannya mengangkat sebelah alisnya
"Maksud Hokage-sama?"
"Begini, kau ingat saat Bunshin Naruto katakan?, ia tengah bertarung dengan Manusia bersayap yang mungkin berasal dari dimensi lain" ucap Tsunade memberi penjelasan, sang Anbu lalu mengangguk
"Ya anda benar Hokage-sama, di Elemental Nation tak ada satupun Manusia bersayap, jika itu ada mungkin sayap yang merupakan jutsu Air, api, dan lainnya" ucap sang Anbu
"Jika Feelingku benar, Mungkin Naruto berada di dimensi Lain, dan Manusia yang bersayap yang dikatakan Bunshin Naruto merupakan seorang penjelajah Waktu, namun aku tak tahu pasti, petunjuk yang kita punya hanyalah Ucapan sang Bunshin itu" ucap Tsunade
"Ya, Kita hanya bisa berdoa Kepada Kami-sama semoga Naruto baik baik saja" ucap Anbu
"Kita harus menutupi Kasus ini, kita bisa mengelabui para Shinobi maupun warga bahwa Naruto tengah berlatih diluar desa selama beberapa tahun kedepan" ucap Tsunade dibalas Anggukan sang Anbu
.
.
.
Tak terasa Malam hari telah tiba, angin malam menyelimuti permukaan bumi, disebuah tempat perbelanjaan, Naruto sedang kebingungan memilih sebuah Ponsel yang ingin ia beli ( ceritanya Di dunia Naruto sudah ada Ponsel bro, jadi Naruto ngerti tentang cara memainkan Ponsel)
"Aku memilih yang Ini" Naruto menunjuk sebuah Ponsel layar sentuh atau orang orang sering menyebutnya Smart Phone, sang Penjual lalu memasukkan sebuah kotak Ponsel beserta isinya kedalam sebuah Plastik belanjaan dan memberikannya kepada Naruto, dan Narutoemberikan beberapa lembaran uang kepada sang penjual
Naruto lalu mampir ke toko swalayan hendak membeli sesuatu, ia membeli beberapa cemilan seperti Snack, Biskuit ataupun yang lainnya, setelah membayarnya kelada sang Kasir Naruto lalu berjalan pergi ke Klub ORC
Disaat ia melewati sebuah gang, ia melihat seorang biarawati yang tengah kebingungan hendak mencari jalan, Naruto yang merasa kasihan lalu mendatanginya
"Ano.. Ini sudah malam, kenapa Kamu masih disini?, apa yang kamu lakukan?" ucap Naruto sopan, mendengar sebuah ucapan melalui telinganya, membuat Biarawati itu menoleh keasal suara
"Go-Gomen, apa kau bisa membantuku?" ucap Biarawati itu, Naruto sempat terpana melihat seorang gadis blonde yang menurutnya manis itu yang merupakan biarawati yang tengah tersesat dijalan
"Kau mau Ke Gereja Bukan?, ayo ikut aku, Aku akan menunjukkan jalannya" ucap Naruto lalu berjalan kearah Gereja bersama Biarawati itu
Beberapa menit kemudian, mereka berdua telah sampai di sebuah jalan yang beberapa meter didepannya merupakan Gereja yang akan ditempati Biarawati yang bersama Naruto itu
"Arigatou.." "Naruto, Uzumaki Naruto" potong Naruto saat biarawati yang masih belia itu mengucapkan terima kasih
"Namaku adalah Asia Argento, salam Kenal, jika ada waktu mampir ya!" ucap Biarawati itu lalu berbungkuk atas terima kasihnya terhadap Naruto, Naruto tersenyum lalu meminta Izin untuk pulang
'Entah Kenapa? Aku merasakan aura Malaikat jatuh yang berasal dari Gereja itu'
.
.
.
'Ckleeekk'
Suara pintu terbuka memaksa beberapa Orang- uh salah lagi, tapi maksudnya Iblis yang tengah berbincang bincang didalam ruangan itu berhenti dan melihat siapa yang membuka Pintu
"Konbanwa Minna-san, Aku membawakan beberapa cemilan untuk kita semua" ucap Naruto memecah keheningan, membuat suasana diruangan klub itu menjadi ceria
Suasana di Klub itu semakin ceria disaat Rias mulai mencoba menggoda Issei dengan Memegang cemilannya dan mengarahkannya ke mulut Issei namun Issei tak bisa menggapai cemilannya, Disamping itu, ada seorang pemuda yang tengah menatap cemburu perlakuan kedua Iblis didepannya itu
Akeno yang merasakan Naruto sedang merasa Cemburu mencoba mengalihkan perhatian Naruto dengan mencoba melakukan hal yang sama dengan Rias
"Aku tau maksudmu Akeno, tapi tenang saja, aku tak seperti pria yang kau pikirkan kok" ucap Naruto yang sedikit berbisik kepada Akeno, Akeno terkejut bahwa Naruto mengerti maksud dari perlakuannya
Akeno kini dilanda bingung, ia menatap Rias yang tengah senang bermain dengan Issei, dan sedikit melirik kearah Kiba yang memakan Cemilannya bersama Koneko, namun ia merasa kasihan pada Naruto, Naruto akan tersiksa melihat orang yang dicintai Naruto bersenang senang dengan orang lain
"Rias!" ucap Akeno menghentikan setiap gerakan Anggota ORC yang tengah bersantai ria
"Ada apa Akeno?"
"Aku mendapat kabar bahwa di sebuah gudang yang sudah tua ditempati oleh sesosok iblis yang menuntun manusia untuk memasuki gedung itu lalu memakannya, bagaimana jika kita menghabisinya?" ucap Akeno dibalas Anggukan oleh Rias, sementara Naruto hanya menatap heran Akeno
Mereka lalu berteleport dengan sebuah lingkaran sihir yang berada dibawah telapak kaki mereka semua lalu menghilang bersama lingkaran sihir
Tak berselang beberapa menit, mereka srmua telah sampai di tempat tujuan mereka yakni sebuah gudang tua yang katanya didiami iblia liar
"Issei.. Kali ini kau hanya memperhatikan saja cara bertarung Iblis" ucap Rias pada Issei dibalas dengan Anggukan oleh Issei
"Hmm... Aku mencium bau Manusia dan Iblis, apa kalian mau menjadi santapan malamku huh?" dari balik sebuah tiang yang menahan gedung itu, muncul sesosok iblis liar berbentuk raksasa
"Yuuto!" Seru Rias, Kiba yang namanya dipanggil lalu mengangguk dan menerjang sang iblis
Kiba langsung menebaskan pedangnya ke tubuh sang Iblis liar, dengan kecepatannya ia bisa menghalau setiap serangan iblis liar yang menyerangnya
'Arrggghh! Sialan kau!" erang Iblis Liar itu
"Itulah Kiba Yuuto, ia merupakan bidak Knight, kecepatannya yang amat luar biasa yang menambah nilai plus baginya" jelas Rias
"Koneko!" seru Rias kembali pada sang Maskot Kuoh Academy itu, Koneko yang merasa dipanggil lalu mengangguk
Koneko langsung menghajar sang Iblis liar dengan tinjunya, Issei sempat terkejut dengan Kekuatan Koneko, tubuh kecil tapi bisa mementalkan sesosok raksasa, sungguh mengagumkan (?)
"Koneko, kemampuannya sebagai Rook membuat daya bertahan dan menyerangnya sangat kuat, namun dalam hal kecepatan ia bisa dikatakan kurang mumpuni" ucap Rias menjelaskan
"Akeno!"
"Ha'i Buchou"
Akeno lalu menghampiri sang Iblis liar yang terkapar karena serangan Koneko, ia lalu menyiapkan petir yang berada ditangannya hendak menyerang iblis yang terkapar itu
'Bzzzzztt!'
"Aaarrrgghhh!"
"Disini Akeno adalah Queen, ia mempunyai kekuatan dari semua bidak, Pawn, Knight, maupun Rook, sangat mengagumkan bukan?" ucap Rias membuat Issei mengangguk saja, sementara Naruto hanya memutar matanya Bosan tak mendapat giliran
Lalu Rias maju dan menyerang Iblis liar itu dengan Power of Destruction nya, hingga iblis itu lenyap, Naruto kembali memutar bola matanya, ia benar benar bosan
"Ano.. Buchou, kegunaan Naruto-san disini apa?" ucap Issei bertanya, berbeda dengan Naruto, ia agak kesal dengan ucapan Issei 'Guna? Dia pikir aku ini apa?' batin Naruto
"Hei Mesum Sialan! Seenaknya kau bicara!, kau pikir aku ini benda huh?" ucap Naruto kesal, Issei hanya terdiam membisu dan Anggota yang lain hanya tertawa
"Issei, Disini Naruto adalah Kartu As, yah walaupun bukan bagian catur namun julukan itu cocok dengannya, ia bisa mengalahkan Iblis liar dengan mudah tanpa bantuan orang lain" ucap Rias
"Kau berlebihan, Onee-chan" ucap Naruto dibalas senyuman Oleh Rias
"Yasudah, Ayo Kita kembali"
.
.
.
- Keesokan Harinya
Bertepatan dengan Hari libur sekolah, Naruto hanya bermalas malasan di rumahnya itu yaitu Klub ORC, yah terkadang Hal yang Naruto lakukan hanya diam sambil mendengarkan lagu dari Earphone yang tersambung dengan ponselnya
"Naru!, kau sudah sarapan?" ucap Rias agak berteriak dari dapur, Naruto yang mendengar agak samar hanya membalas dengan kata "Belum Onee-chan!"
"Yasudah kesini, Ayo kita sarapan!"
- Skip Time
"Huaahh! Masakan Onee-chan sangat enak" ucap Naruto sambil mengelap sisa makanan yang menempel dipipinya dengan punggung tangannya
"Siapa dulu dong yang Buat!" ucap Rias membanggakan diri
"Aku yakin suatu saat nanti kau akan menjadi istri yang baik" ucap Naruto dengan cengirannya yang membuat Rias memerah karena malu
"Baka!, aku belum berminat untuk menikah" Lirih Rias menyembunyikan ekspresinya yang tengah merona hebat akibat godaan Naruto
"Yasudah aku pergi dulu Onee-chan!, ada yang kau inginkan selagi aku keluar?" tanya Naruto, namun dibalas gelengan oleh Rias pertanda ia tak menginginkan apapun
Ia lalu pergi keluar dan mencari hal yang mungkin membuatnya senang diluar
Siang itu, Naruto sempat mengunjungi Game Center, namun game yang ia mainkan selalu kalah hingga membuatnya kesal, lalu ia keluar dari tempat itu dan menuju sebuah toko swalayan
Disana Naruto membeli sebuah snack dan Minuman kaleng saja, ia lalu pergi ke kasir dan membayar barang belanjaannya, dan seterusnya ia melakukan masa mudanya
.
.
"Huaaahh! Memang benar yang dikatakan Shikamaru, menatap awan pada sore hari dengan tenang ditemani sebuah minuman memang serasa damai" ucap Naruto
Kini Naruto tengah berada di pinggir sebuah air mancur, ia duduk di bangku yang disediakan disana, ia menyeruput minuman kalengnya sambil menikmati pemandangan didepannya, yah walaupun itu hanyalah sebuah awan yang berbentuk abstrak
"Naruto-san!" mendengar Namanya dipanggil, remaja bersurai pirang itu menengok keasal suara, dimatanya kini ia melihat sesosok gadis yang ia bantu kemarin
"Oh Asia-san! Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Naruto
"Tak ada kok, aku hanya keluar dari gereja hanya sekedar bermain" ucap Asia dengan senyumnya, namun Naruto merasakan ada sebuah beban dibalik senyuman gadis biarawati itu
"Ayo duduk sini" ucap Naruto sambil memukul mukul tempat hang ia duduki, Asia menuruti lerkataan Naruto dan duduk disamping pemuda pirang itu
Bagaimana kabarmu? Apa orang orang di gereja baik padamu?" tanya Naruto, hanya dibalas anggukan oleh Asia
"Kau mau?" Naruto menyodorkan sebuah Snack yang ia beli tadi, mau tapi malu akhirnya Asia menerimanya dan memakannya, Naruto kembali tersenyum
"Kau tau Asia?, suasana sore hari ini membuatku tenang" ucap Naruto sambil menyilangkan kedua tangannya menjadi bantalannya
"Naruto-san, tanganmu kenapa?" kini sang gadis biarawati itu berbicara, ia melihat lengan Naruto ada sebuah luka sayatan yang ada darah mengering disana
"A-ah, ini aku terkena... Pisau, ya Pisau" ucap Naruto agak ragu pasalnya ia tak tahu kenapa ada sebuah luka dilengannya, Asia lalu mengadahkan tangannya tepat diatas luka Naruto
Tak lama kedua tangan Asia mengeluarkan aura hijau yang membuat luka dilengan Naruto perlahan sembuh yang membuat Naruto kagum
'Sepertinya ia mempunyai Sacred Gear, dan Kurasa Aura hijau itu berasal dari kedua cincin yabg dipakainya' Batin Naruto sambil melihat kedua cincin yang dipakai Asia
"Sudah selesai" ucap Asia tersenyum setelah melihat Luka Naruto sembuh total
"Arigatou, Asia-chan!" ucap Naruto dengan senyum khasnya sambil mengacak acak rambut Asia membuat Gadis biarawati itu merona merah
Tak berselang lama, langit sore tiba tiba menjadi gelap, dan muncul sosok Malaikat jatuh yang terlihat familiar bagi Naruto, ia lalu bersiaga dan menarik tangan Asia agar berlindung dibelakangnya
"Asia-chan! Bukankah sekarang sudah saatnya kau kembali ke gereja" ucap sang Malaikat jatuh tersenyum sinis
"Ohh! Jadi kau yang waktu itu kencan dengan temanku, tapi malah kau membunuhnya, sudah ku duga kau tidak akan mati dengan mudah" ucap Naruto memberikan sebuah pernyataan membuat sang Malaikat jatuh hanya tertawa meremehkan
"Heheh!, jangan kau pikir kau bisa membunuhku dengan seranganmu itu, Manusia Rendahan!" ucap sang Malaikat jatuh yang harus membuat Naruto bersabar mendengar hinaan yabg dilontarkan sang Malaikat jatuh
"Aku tidak akan membiarkan Asia-chan masuk kedalam pelukanmu itu!, TIDAK AKAN!" ucap Naruto lantang nan tegas
"Naruto-san!"
Naruto menengok keasal suara yang merupakan suara dari Asia, ia lalu menatap heran Asia
"Tidak Naruto-san, Biarkan aku akan pergi dengannya, kau hanya akan mendapatkan luka jika kau menolongku!" ucap Asia dan berjalan kearah Malaikat jatuh itu yang sudah merentangkan tangannya
Entah kenapa kaki Naruto serasa kaku walau hanya untuk berjalan selangkah, ia benar benar ingin menyelamatkan gadis biarawati itu, karena ia tahu, malaikat jatuh itu hanya akan memanfaatkan Asia di akhirnya
"Asia-chan! Jangan!" larang Naruto terhadap Asia yang terus berjalan kearah Malaikat jatuh itu
Akhirnya Asia lalu masuk kedalam pelukan Malaikat jatuh itu yang membuat Malaikat jatuh itu tertawa senang, Naruto memandang tak percaya
"Blonde-kun, Asia akan pergi bersamaku dan aku akan mengambil sesuatu yang berharga dari dirinya, hahaha" ucap Malaikat jatuh tertawa dan pergi meninggalkan Naruto sendirian disana
'Apakah Aku tidak bisa walau hanya satu nyawa yang aku selamatkan?'
.
.
.:: To Be Continued ::.
A/N : halo! Balik lagi denganku sang Author yang gak pernah Konsistenn ini..
Untuk Chapter kali ini Adegan Fight nya kurang yah, ya memang begitu sih tulisanku, tapi seiring berjalannya waktu aku akan merubahnya dengan kritik maupun saran Reviewers ataupun Senpai hebat disana
Dan juga adegan Romance yang Feel nya gak kena sama sekali, jadi apapun kesalahanku, Hontou ni Gomenasai! ツ
Mungkin sampai sini saja, sampai ketemu di Chapter depan!
:: Log Out ::
