Chapter 4

.

.

Ruang Kepala Sekolah

"Chanyeol"

"Hah .. Ayah?! Kenapa bisa disini?!"

"Chanyeol, ayahandamu juga punya kaitan dengan semua ini."

"Eh, maksudnya Kepala sekolah pearl?!"

"Biar ayahandamu, Raja Park yang akan menjelaskan."

Kemudian mereka duduk ditempat duduk yang ada diruang kepala sekolah agar lebih nyaman. Kepala sekolah pearl duduk dekat denga raja park, sedangkan diseberang meja duduk Yifan dan Chanyeol.

"Chanyeol, kamu tahu Pemerintah Dragon di wilayah selatan, kan?"

"Yang bertetangga dengan kita itu?"

"Benar. Sejak zaman dulu, Phoenix dan Dragon selalu memelihara hubungan baik. Dulu ayah dan Raja Wu juga teman baik. Tapi, beberapa tahun yang lalu, sejak wafatnya istrinya yang tercinta, Raja Wu mulai menampakkan keanehan. Raja Wu yang selalu tenang mendadak jadi seperti orang lain. Dan memulai perang dengan pemerintah-pemerintah lain. Lalu akhirnya, dia mulai mengincar nyawa putranya sendiri. "jelas Raja Park.

Putra ..?

Tanda mata dari ibu ...

Perintah dari Tuan Wu!

Yifan ...

"Ma ... waktu, sich ?!" tanya Chanyeol sambil menatap ayahnya.

"Benar Chanyeol. Dia adalah pangeran kerajaan Dragon, Wu Yifan."

"EEhhhh ..?!"

Yifan itu pangeran ?! I..iya juga, ya .. kalau dipikir-pikir kebiasaannya yang suka main cium tangan itu, memang seperti seorang pangeran, sih. Tapi tunggu ..

"Kenapa pangeran seperti dia bisa ada di Princess Academy?!"

"Aku yang menyerahkan perlindungannya ke tangan Kepala Sekolah. Habisnya, Kepala Sekolah kan penyihir nomor satu di negara ini." jawab Raja Park.

"Untuk berjaga-jaga, aku juga sudah membuat tabir pelindung di sekitar sekolah. Tapi, mereka berhasil merusak tabir itu .." kata kepala sekolah pearl sambil berjalan kearah tirai diruangan tersebut.

SREEETT ...

"Eh, itukan mereka!" tunjuk Chanyeol pada para penyusup yang ternyata berada di balik tirai dengan kondisi tangan dan kaki yang dirantai.

"Yifan, ada yang kamu kenal?" tanya kepala sekolah pearl.

Saat Yifan melihat kearah mereka.

Degh

"Tao ..? Tao! Tao ini aku?" teriak Yifan pada salah satu penyusup tersebut dan mendekatinya.

"Mereka saling kenal?" Gumam Chanyeol, tapi sebelumnya dia mencoba membunuh Yifan.

"Tao dan aku sudah bersahabat dekat sejak kami masih anak-anak. Tidak mungkin dia berkeinginan untuk mengincar nyawaku. Kenapa dia bisa terlihat seperti orang lain begitu?! Seperti apa yang terjadi dengan ayah." jelas Yifan.

"Yifan,! Aku dan Kepala Sekolah sedang berusaha sekuat tenaga untuk menemukan penyebab perubahan pada Raja Wu." terang Raja Park meyakinkan Yifan.

Raja Park beralih melihat putrinya, "Chanyeol ... Aku tidak ingin membebanimu dengan kecemasan yang tidak perlu. Maka dari itu, baru sekarang aku memberitahukan masalah yang sebenarnya padamu. Kumohon Chanyeol bantulah pangeran Yifan."

.

Setelah mendengar penjelasan dari ayahnya dan kepala sekolah pearl tentang Yifan. Chanyeol segera keluar dari ruang kepala sekolah ke kamarnya dengan terburu-buru.

Drap Drap

"Chanyeol .. Chanyeol" panggil Yifan sambil menyusul Chanyeol. "emh, maaf ya .. kamu pasti marah ..." Chanyeol tidak menjawab Yifan sampai mereka masuk ke dalam kamar asrama mereka.

Blam

Grep

"Semua ini pasti membuatmu kesusahan. Meski begitu, aku masih menambah bebanmu dengan bersikap dingin. Maaf, ya. Mulai sekarang, selama aku ada di dekatmu, aku pasti akan melindungimu." setelah berbicara, Chanyeol semakin mempererat pelukannya pada Yifan.

"Chanyeol .." gumam Yifan membalas pelukan Chanyeol.

.

Chanyeol Is Boyish

.

Beberapa hari kemudian ...

"Akhir-akhir ini, putri Chanyeol lengket sekali dengan putri Yifan, ya." kata salah seorang putri saat melihat Yifan dan Chanyeol berjalan bersama ditaman.

Benar sekali, setelah Chanyeol mengetahui kebenaran malam itu. Chanyeol sudah tidak merasa marah lagi dengan Yifan. Malahan sekarang Chanyeol menjadi bodyguard pribadi Yifan, kemanapun Yifan pergi sudah pasti ada Chanyeol.

"Putri Yifan, putri Chanyeol, kalian berdua sudah melihat selebaran ini?" panggil kyungsoo sambil memperlihatkan selebaran yang berisikan pengumuman tentang pesta dansa.

"Pesta dansa ... Pesta dansa ..." gumam Chanyeol berulang kali.

Drap Drap

Terdengar suara langkah kaki menuju kearah Yifan, ternyata luhan sedang berlari ke arah Yifan sambil membawa kendi berisi air, dan bertanya pada Yifan sambil terus berlari, "Putri Yifan juga ikut pesta dansa?" belum sempat Yifan menjawab, luhan sudah berteriak lebih dulu saat kakinya tersandung batu dan membuat air yang berada di dalam kendi tumpah ke seluruh tubuh Yifan "BYUUURRR".

Huuuaaahhh ... Chanyeol yang melihat Yifan basah kuyup, segera berlari kearah Yifan.

"Kyaa, putri Yifan, maafkan aku." sesal luhan.

"Sudah tidak apa-apa, biar aku yang urus." sela Chanyeol sambil membawa Yifan menjauh dari luhan.

.

Ruang Kesehatan

"Maaf ya, Chanyeol ..!"

Kenapa setiap kali aku yang bersama Yifan, selalu ada adegan buka baju begini. "Sudahlah, tidak usah dipikirkan. Ngomong-ngomong, kamu mau ikut pesta dansa tidak?"

Sekarang Yifan dan Chanyeol berada di ruang kesehatan. Setelah pergi dari luhan Chanyeol membawa Yifan kesini untuk mengeringkan badannya. Chanyeol duduk di kursi yang disediakan disitu menghadap kearah Yifan, sedangkan Yifan berdiri didepannya bertelanjang dada dan handuk yang menutupi bagian bawahnya, serta handuk kecil dileher nya untuk mengeringkan rambutnya.

"Iya. Kepala sekolah menyarankan aku ikut untuk sekedar ganti suasana."

"Begitu, ya ..."

Yifan sih pasti nanti cantik banget. Benar-benar cantik, ya ... Padahal dia laki-laki, bukan hanya cantik dia juga kuat. Degh! apa yang kau pikirkan park Chanyeol? Chanyeol menggeleng untuk menghilangkan pikiran pikran anehnya.

"Chanyeol ada apa?" Yifan bertanya setelah melihat tingkah Chanyeol.

"Eh .. Tidak ada apa-apa." perasaan apa ini, gumam Chanyeol.

.

Chanyeol Is Boyish

.

Malam hari, sebelum pesta ..

Kamar asrama Yifan dan Chanyeol

Saat ini, Chanyeol sedang duduk didepan cermin sambil melihat penampilannya.

"Aku sudah memutuskan untuk datang dengan tuxedo. Padahal, aku sudah bermaksud akan berdansa habis-habisan dengan anak-anak perempuan yang nanti akan hadir disitu. Tapi, aku kok malah ..."

Chanyeol terus menatap penampilannya, pasalnya dia tidak pernah memakai gaun. Dengan kutukan pada dirinya Chanyeol lebih suka memakai pakaian yang terlihat seperti laki-laki. Dan sekarang Chanyeol sedang menggunakan gaun panjang berwarna merah dan mamperlihatkan bahunya yang putih dan mulus. Berbeda dengan keinginan awalnya untuk memakai tuxedo. Owh andai raja park melihat Chanyeol sekarang pasti senang banget dia. hehehe

"Bisa-bisanya aku berpikir ingin menjadi lebih cantik dari Yifan ... Sebenarnya apa yang salah denganku?" gumam Chanyeol.

Deg deg deg

Detak jantung Chanyeol berdetak cepat saat Chanyeol akan menaruh lipstik di mulutnya. "Ayo Chanyeol, hanya mengoleskannya dibibirmu dan selesai. Kamu siap ke pesta dansa" Semangat Chanyeol pada dirinya sendiri.

Kemudian dengan pelan-pelan dan sangat berhati-hati akhirnya Chanyeol selesai memakai lipstik dibibirnya.

1

2

3

BOOOOOM

Muncul sebuah kilatan cahaya yang menyebabkan Chanyeol terkejut sampai jatuh dari kursinya. "Apa itu tadi?" pikir Chanyeol sambil berdiri membersihkan gaunnya. Saat Chanyeol melihat kearah cermin sekali lagi. Mata Chanyeol melebar dan rahangnya jatuh.

"A ... apa-apaan kepalaku ini, huwaaaaa?" Chanyeol berteriak histeris.

Setelah itu, Chanyeol berlari menuju ruang kepala sekolah dengan menangis melihat rambutnya yang sekrang berdiri semua ke atas.

"Kepala Sekolah! Toloooooonnnggg!"

"Waduuhh." kepala sekolah terkejut melihat kondisi Chanyeol. "Ini adalah hasil kerja 'Prince Charming Magic' agar kamu tidak bisa terlihat seperti anak perempuan!"

"Huwaaaa ,, kepala sekolah tolong lakukan sesuatu. Pesta dansanya keburu dimulai."

"Waduh! Bagaimana ya?!"

.

Sedangkan di pesta dansa ...

Saat Yifan memasuki ruang, seluruh mata berpaling untuk melihat putri paling cantik di Princess Academy. Lihatlah, dengan gaun panjang hitam elegan, yang pas di tubuhnya. dan jangan lupakan kalung yang selalu menghiasi lehernya serta rambut panjang yang tergerai indah. Semua dapat melihat Yifan sangat cantik dan sempurna.

"kyaaa putri Yifan cantik sekali" ucap salah seorang putri kepada temannya dan disetujui oleh temannya.

Setelah memasuki ruang, Yifan menoleh ke kanan dan ke kiri seperti mencari sesuatu atau seseorang. hehehe yups, sekarang Yifan sedang mencari dimana keberadaan Chanyeol. Pasalnya, setelah Yifan selesai mandi, dia tidak menemukan keberadaan Chanyeol di kamar.

Benar, Chanyeol tadi sedang berdandan saat Yifan sedang mandi. Chanyeol tidak mau berdandan didepan Yifan sehingga dia bersiap-siap lebih dulu. Jadi begitu ceritanya, kembali ke pesta dansa.

"Emh, apakah kalian melihat Chanyeol?" Yifan bertanya pada beberapa orang di pesta.

"Entahlah. Kami belum melihatnya."

.

"Waaaaaa"

"Eh, itu apa? Itu bukan Putri Chanyeol?"

Mendengar keributan di depan pintu ruang pesta, semua orang termasuk Yifan melihat kearah sana. Betapa terkejutnya Yifan melihat Chanyeol disana berdiri diam sambil menundukkan kepalanya.

"Cha..chanyeol" gumam Yifan.

Pfffttt ... BHUaaaaaahhahahaha ..

Semua orang di ruang pesta tidak bisa menahan tawa mereka, melihat penampilan Chanyeol.

"Putri Chanyeol! Kenapa dengan dandananmu itu? Hehehe"

"Waduh, ini kan bukan pesta kostum! Whahaha!"

Mendengar dia ditertawakan dan dipermalukan seperti itu, Chanyeol merasakan hatinya sakit.

"Sudah kuduga, memang sebaiknya tidak usah saja. Mustahil bagiku yang kena kutuk ini untuk bisa menjadi cantik melebihi Yifan. Padahal Yifan sekarang sedang melihatku. Aku benar-benar malu." Chanyeol semakin menundukkan kepalanya, dia tidak bisa menahan airmatanya lagi.

Yifan yang melihat Chanyeol mulai menangis, tidak bisa berdiam diri lagi. Kemudian dia mengambil pisau yang berada diatas meja disampingnya.

CRAAK

Grep

"Eh, kyaaaa putri Yifan apa yang kamu lakukan."

Mendengar nama Yifan disebut, Chanyeol mendongakkan kepalanya. Betapa terkejutnya Chanyeol melihat Yifan memegang pisau dan rambutnya dimasing-masing tangannya.

ZREEEETT

Chanyeol membulatkan matanya melihat apa yang dilakukan oleh Yifan. Yifan memotong rambutnya dihadapan semua orang. Suasana ruang pesta menjadi hening, tidak ada yang berbicara, mereka hanya melihat Yifan.

Setelah memangkas rambutnya, Yifan berjalan kearah seorang pelayan laki-laki tanpa memperdulikan tatapan semua orang kepadanya.

"Maaf, bisa aku pinjam baju Anda?" tanya Yifan pada server tersebut.

"Hah? Baju ini?" server yang ditanya Yifan bingung, hanya bisa menganggukkan kepalanya.

.

Skip time ...

Yifan memasuki ruang pesta lagi dengan penampilan yang sangat berbeda dengan tadi. Meskipun hanya menggunakan baju pelayan yang dia pinjam tadi, Yifan tetap terlihat menawan. Dan sekali lagi, semua orang dibuat terpesona dengan penampilan Yifan.

Yifan mulai melangkahkan kakinya kearah Chanyeol, tanpa peduli dengan tatapan orang-orang sekitarnya, Yifan hanya menatap Chanyeol intens. Sedangkan Chanyeol sudah gugup melihat Yifan menatapnya seperti itu.

Yifan sudah berdiri di depan Chanyeol, Chanyeol mendongakkan kepalanya melihat Yifan. Acara saling menatap mereka terputus karena tiba-tiba Yifan menundukkan badannya dengan satu kaki menopang badannya dan mengambil tangan Chanyeol, kemudian menciumnya. Setelah itu, Yifan kembali berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Chanyeol.

"Putri Chanyeol .. Sudikah memberiku kehormatan untuk berdansa dengan Anda?!"

Chanyeol diam, dia terkejut dengan semua perlakuan Yifan. "Apa yang kamu lakukan? Kalau begini bisa-bisa kamu ketahuan .." Chanyeol bertanya karena semua mata kini melihat kearah mereka.

Yifan tersenyum melihat Chanyeol, "Asalkan Chanyeol bisa tersenyum lagi, aku tidak keberatan kalau memang harus ketahuan. Kan Chanyeol adalah dewi penyelamat yang selalu menolongku pada saat-saat sulit. Kamu cantik sekali. Jadi putri Chanyeol, kamu berkenankan berdansa denganku?"

Yifan mengukurkan tangannya sekali lagi pada Chanyeol. Dengan wajah yang sudah merah akibat mendengar kata Yifan, Chanyeol menganggukkan kepalanya dan menerima uluran tangan Yifan.

Saat musik mulai diputar, Yifan meletakkan tangannya dipinggang Chanyeol dan Chanyeol meletakkan tangannya di lengan Yifan. Mereka mulai berdansa dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajah mereka. Mereka tidak peduli dengan pandangan orang-orang disekitarnya.

"Terima kasih Yifan"

Yifan tersenyum menjawab ucapan terima kasih dari Chanyeol.

Melihat senyum Yifan, Chanyeol juga tersenyum, "Walau aku sangat senang, tapi aku juga merasa sedih. Kebaikan demi kebaikan Yifan yang kuterima membuatku begitu sedih. Sampai-sampai aku tidak kuasa untuk bernafas ..." batin Chanyeol dengan terus menatap Yifan dengan pandangan yang tidak dapat diartikan.

Kenapa ...?

.

.

.

TBC ...

.

An: wow, ini adalah chapter terpanjang yang aku tulis..hehehe. sudah terjawab kan siapa Yifan dan kenapa ayah Chanyeol bisa ada disitu dan siapa itu tuan wu..hehehe. terima kasih buat yg ngasih review n comment, dan jg ngasih masukan2nya. sekali lagi aku penulis baru disini, maaf kalo masih banyak typo n alur yang kacau, maklum masih belajar, bow. dan untuk biodata Yifan yang aku janjikan kemarin aku taruh di chapter berikutnya, soalnya chapter ini udah terlalu panjang, sekali lagi maaf. bow

.

Thanks to:

Huixiauu, enchris.727, my0061, Misslah, yousee, Kim sohyun, Nandha0627, winda

.

.

review and comment?