Jealous

.

.

.

Rate : M

Genre : Romance, Drama, Family.

Pairing : MinYoon Couple, GOT7 Bambam.

Warning : Boy x Boy, Typo bahasa berteberan, Don't like don't read, tidak suka pairingnya silahkan tidak untuk membaca.

Disc : Min Yoongi hanya milik Park Jimin, couple yang real di group Bangtan Boys. BTS milik Bighit Ent, kedua orang tua mereka, dan milik Tuhan. Author hanya pinjem ko. Jika ada kesamaan cerita bukan unsur kesamaan, karena cerita ini murni ide dari author.

.

.

.

Happy Reading^^

-Jimin's Family-

Sudah dua hari yang lalu Jimin tidak masuk kantor karena harus menemani sang istri yang sedang hamil muda, bahkan usia kandungan Yoongi kini sudah memasuki bulan keempat. Rencananya pasangan suami istri itu akan menghabiskan sisa waktunya diapartemen saja, sebenarnya itu kemauan Yoongi yang tidak bisa dibantah oleh siapapun. Jimin tentu saja akan mengalah terhadap istri tercintanya, Jimin ingin sekali pergi berlibur berdua dengan Yoongi tapi apa daya ketika Yoongi sudah memutuskan keputusannya makan Jimin mau tidak mau tidak bisa menolak pula keinginannya itu. Bersyukur karena Miniie sedang mengikuti camp disekolahnya selama beberapa hari, ditemani oleh nyonya park yang merengek-rengek pada Yoongi ingin menemaninya cucu kesayangannya itu dan Yoongi mengangguk sebagai jawaban tanda setuju.

Sejak kejadian kemaren Jimin tidak begitu baik beradaptasi dirumah dengan istrinya, ya kemaren teman satu sekolah Yoongi maen ke apartemennya. Yoongi dengan senang hati tentu mengajaknya masuk padahal Jimin yang duduk santai sambil menonton televisi itu sudah memasang tampang tidak sukanya pada honbae Yoongi yang bernama Bambam. Jimin jadi kesal sendiri melihat keakraban keduannya yang seringkali tertawa dan saling meledek satu sama lain. Heoll ingatkan Yoongi bahwa Jimin adalah suami yang overprotektif, tentu hal ini sering kali menjadi keributan di dalam rumah tangga Jimin dan juga Yoongi. Salahkan Jimin yang tidak bisa membiarkan Yoongi bergaul dan dekat dengan siapapun, bahkan dengan ayahnya sekalipun Jimin masih saja cemburu. Jimin begitu besarkah cintamu terhadap seorang Park Yoongi? Bahkan Yoongi sudah menyandang status istrimu saat ini? Apa masih pantas kau bersikap seperti anak kecil hanya karena masalah sepele? Padahal Jimin sudah menjadi seorang ayah untuk putrinya yang bernama Miniie.

"Jiminie." rengek Yoongi, baru bangun dari tidurnya.

Jimin yang duduk disofa dekat jendela besar dikamarnya itu langsung menoleh, dan mendapati Yoongi yang memakai kemeja putih besar milik Jimin dengan hickey kiss yang dibuat Jimin diseluruh tubuhnya begitu terlihat jelas. "Ada apa?" jawabnya ketus.

Dengan perlahan-lahan Yoongi mengucek matanya membiasakan retina matanya untuk menangkap cahaya matahari diluar, Jimin melihatnya Yoongi bertingkah sangat lucu dan menggemaskan saat ini membuat Jimin tidak tahan melihat kebiasaan istrinya itu. Tapi rasa cemburu selalu memenuhi pikirannya sejak kemaren, padahal Yoongi sudah meminta maaf bahkan dihukum oleh Jimin. Tentu kalian tau bahwa hukumannya adalah Jimin ingin menyetubuhi Yoongi diatas ranjang, untuk pertama kalinya saat melakukan dengan Jimin Yoongi menangis. Jimin tidak pernah memperlakukan Yoongi sekasar itu ketika mereka sedang melakukannya diranjang, tapi tadi malam Yoongi mendapatkan Jimin yang habis-habisan menerjangnya hingga pagi. Hickey kiss yang dibuat Jiminpun sudah terlukis indah ditubuh Yoongi, membuatnya hanya bisa pasrah dan menikmati permainan Jimin saat itu.

"Aku mau spaghetti Jiminie." manjanya.

"Baiklah akan aku suruh pelayan noona untuk membuatkan nya."

"Tidak mau!" tolak Yoongi dan memasang wajah cemberutnya.

Jimin memperhatikan Yoongi dengan tampang lucunya, Yoongi itu kalau sedang cemberut sangat menggemaskan dimata Jimin. Sungguh Jimin ingin mendekat dan merengkuh tubuh kecil seputih salju itu, tapi saat ini Jimin masih kesal pada istrinya. "Lantas?"

"Aku mau kau yang memasaknya." rengeknya sambil mengembungkan pipi putihnya.

"Baiklah, akan aku masakan." pasrah Jimin dan keluar dari kamar.

Yoongi hanya tersenyum sekilas dan menatap punggung Jimin yang sudah menghilang disana, Yoongi tau Jimin masih sangat kesal dan marah padanya. Tapi bukankah Yoongi sudah meminta maaf padanya, bahkan ia mengatakan maafpun secara gamblang didepan pelayan noona yang bekerja sebagai rumah tangga diapartemen Yoongi. Kenapa Jimin tetap bersikap dingin padanya? Yoongi jadi sedih melihat hal ini, Jimin mana pernah semarah ini pada dirinya. Biasanya Jimin akan berusaha bersabar dan mengalah pada apa yang Yoongi lakukan, namun sekarang berbeda Jimin benar-benar bersikap dingin dan cuek pada dirinya.

Yoongi ingat terakhir kali Jimin marah seperti ini, ketika ia dan kakanya kepergog saling berpelukan disebuah caffe. Dan setelah itu Jimin marah terhadap Yoongi selama berhari-hari, padahal Yoongi sudah menjelaskannya. Mungkin ini resiko yang Yoongi ambil, ketika ia memilih Jimin sebagai pendamping hidupnya. Sifat Jimin yang masih sangat childish dan kadang suka bertindak sesukanya itu adalah resiko yang Yoongi ambil, tapi apa pantas Jimin masih bersikap seperti sekarang? Hell ia sudah menyandang seorang ayah bukan seorang anak abg yang masih labil.

Setelah setengah jam Yoongi menunggu dan masih dalam posisi yang sama, Jimin akhirnya datang dengan membawa nampan yang berisi menu favorite Yoongi akhir-akhir ini. Jimin meletakannya dengan hati-hati diatas meja, dan menatap Yoongi dengan wajah pucat dan sembab karena semalam ia menangis. Jimin jadi tidak tega melihat Yoongi yang seperti ini, biasanya Yoongi akan selalu tersenyum bahagia ketika bangun pagi tapi kali ini wajahnya begitu pucat dan matanya yang sedikit memerah.

"Aku harus mengerjakan tugas kantor terlebih dulu, kau sarapanlah dulu. Jika butuh sesuatu panggil aku." Jimin mengusak rambut Yoongi dengan perlahan, bahkan tidak ada lagi embel-embel babby yang Yoongi dengar dari mulut Jimin pagi ini membuat Yoongi menyimpulkan Jimin masih marah terhadap dirinya.

"Jika kau melangkah satu langkah saja dari pintu itu, maka aku akan membencimu!" Yoongi berucap dengan menatap punggung Jimin.

Jimin menghentikan langkahnya dan hanya terdiam mematung disana, ia tau tidak seharusnya ia bersikap dingin pada Yoongi. Saat ini Yoongi tentu membutuhkan Jimin bukan siapa-siapa lagi, Yoongi sedang hamil dan Jimin melupakan fakta itu.

"Bukankah aku sudah meminta maaf? Kenapa kau masih bersikap dingin terhadapku? Aku bahkan sudah menerima hukumanku Jimin, aku tau kau sangat marah terhadapku. Tapi..hikss hikss." runtuh sudah pertahanan Yoongi saat ini, ia sudah kembali menangis dan menggenggam selimutnya kuat-kuat ia tidak suka Jimin bersikap seperti ini. Sungguh ini tidak adil untuk dirinya, Yoongi menarik nafasnya dalam-dalam sambil menggenggam selimutnya semakin kuat.

"Aku..aku tau hikss aku salah, Jiminie tidak pernah sekasar dan sedingin ini terhadapku. Aku mengerti kau melampiaskan kekesalanmu dengan menyetubuhiku dengan kasar, aku bisa terima itu meskipun sangat sakit tapi aku mohon hikss berhentilah bersikap dingin seperti ini." Yoongi sudah menangis kencang.

Sakit hanya itu yang bisa Jimin rasakan ketika mendengar suara Yoongi dan tangisannya semakin pilu, Jimin benar-benar merasakan sakit yang menamparnya secara paksa. Jimin kenal dengan sifat Yoongi yang terkenal cuek dan sangat dingin itu, ia tidak pernah melihat Yoongi menangis seperti ini dan memohon padanya. Jimin benar-benar harus menyampingkan rasa gengsinya terhadap Yoongi, sungguh ia tidak tahan juga lama-lama bersikap seperti ini terhadap Yoongi. Tangisan Yoongi selalu mampu membuat keegoisan Jimin luluh hanya dengan suara rintihan lemahnya.

Jimin dengan cepat menghampiri Yoongi dan merengkuh tubuh Yoongi kedalam pelukannya. "Maafkan aku babby." Jimin mengelus pundak Yoongi dengan perlahan-lahan.

Jimin semakin mengeratkan pelukannya terhadap Yoongi, dan membisikan kata-kata cinta dan maaf ditelinga Yoongi. Yoongi tentu saja semakin menangis dan tidak mau berhenti, membuat Jimin jadi semakin bersalah pada Yoongi.

"Aku mau pulang hikss.." suara Yoongi yang terdengar lemah disela-sela tangisannya, dengan tubuh yang semakin bergetar.

"Kau mau pulang kemana babby? Disini rumahmu." Jimin masih terus memeluk Yoongi.

"Aku mau pulang kerumah eomma hikss..hikss." cairan bening terus mengalir diwajah Yoongi.

Jimin dengan perlahan menangkup wajah Yoongi disana, ia bisa melihat Yoongi yang memejamkan matanya dan pipi putih yang sudah basah karena kristal bening yang terus mengalir dipelupuk mata indahnya. Jimin menjilat setiap air mata yang mengalir dikedua mata indah Yoongi, dan masih terus memperhatikan wajah sang istri yang nampak begitu pucat dan sangat kacau.

"Buka matamu babby." Jimin mencium kelopak mata Yoongi, tapi sang empu justru menggelengkan kepalanya dan memejamkan matanya semakin rapat.

"Maafkan aku babby, aku sungguh-sungguh tidak bermaksud untuk membuat sedih seperti ini. Maafkan aku, karena telah menyakitimu. Maafkan aku telah menyakiti tubuhmu dengan sangat kasar, sungguh aku hanya sangat marah dan kesal saat itu. Kumohon tatap mataku babby." Jimin memohon dengan suara sedihnya, karena melihat Yoongi yang masih tidak mau menatap dirinya.

Jimin merasakan tubuh Yoongi yang semakin bergetar hebat dalam rengkuhannya, dengan cepat Jimin menempelkan bibir kissable miliknya dengan bibir semerah cherry milik Yoongi. Jimin melumat setiap inci bibir cherry milik Yoongi disana, membiarkan Yoongi menikmati dengan setiap perlakuan yang dibuatnya. Tidak ada lagi perlakuan kasar dan liar ketika Jimin menciumnya, Jimin hanya ingin menyalurkan kelembutan setiap lumatannya dan Yoongi mau berhenti menangis. Sudah tidak terdengar lagi suara isakan Yoongi ditelinga Jimin, Yoongi masih menutup matanya rapat-rapat dan melenguhkan nama Jimin didalam ciuman lembutnya, Jimin selalu sukses membuatnya terhipnotis hanya dengan setiap sentuhan dibibirnya.

Perlahan-lahan Yoongi membuka matanya dan melepaskan ciumannya dengan Jimin, ia menundukan kepalanya malu. Jimin hanya tersenyum melihat tingkah istri manisnya itu, ia tidak tau mengapa bibir Yoongi selalu menjadi candu yang paling memabukan untuk dirinya. Jimin menggenggam tangan sang istri dengan memberi sentuhan lembut disana.

"Babby kau sudah memaafkan aku?" Jimin menatap istrinya yang masih enggan menatap dirinya.

Yoongi hanya mengangguk sebagai jawaban dan mengancingkan satu-persatu kemeja milik Jimin disana. "Tatap mataku babby, jika aku sedang berbicara." Jimin menarik tangan Yoongi, membuat Yoongi menghentikan aktivitasnya.

Mata setajam elang, bibir kissable dan hidung mancung milik Jimin sanggup membuat Yoongi terhipnotis kembali. Wajah Yoongi sudah memerah padam saat ini, Jimin memperhatikan wajahnya begitu intens dan Yoongi benar-benar gugup saat ini. Bagaimana cara menghindar dari Jimin kalau sudah begini? Hahh Yoongi rasanya ingin berteriak sekencang-kencangnya dan meminta untuk Jimin berhenti menatapnya dengan cara seperti itu. Gerakan tangan Jimin perlahan-lahan mulai membuka kancing kemeja Yoongi dan menampilkan banyak hickey kiss disana atas perbuatan Jimin semalam. Yoongi hanya bisa menggenggam selimut yang menyelimuti tubuh bawahnya saat ini, Jimin hanya tersenyum dan mengecup dahi Yoongi dengan sayang.

"Apa ini membuatmu sakit, babby?" tanya Jimin dan memperhatikan hickey kiss yang dibuatnya begitu kontras dengan kulit putihnya.

"Ya." jawab Yoongi singkat dan menolehkan pandangannya kesembarang arah. Help me! Yoongi benar-benar tidak sanggup dalam posisi seperti ini, Jimin membuatnya semakin gugup dan sebagian hatinya menggelitik karena merasakan ribuan kupu-kupu yang ingin dibebaskan dari sana.

"Maafkan aku babby, aku berjanji tidak akan melakukan hal ini lagi." Jimin mencium bibir Yoongi dengan sekilas.

"Aku suka Jiminie memperlakukanku dengan lembut." tukas Yoongi dengan suara kecilnya, dan sedikit malu-malu.

Jimin hanya tersenyum sambil mencium setiap inci wajah Yoongi disana, mulai dari kelopak mata yang biasa terlihat berbinar kini sudah memerah karena tangisan, hidung mancungnya, pipi gembil putih yang sudah dipenuhi cairan bening, dan bibir semerah cherry yang sudah membengkak atas perbuatannya. "Ya babby, minhae ne? Tidak seharusnya aku bersikap seperti ini pada istriku. Aku mencintaimu, sangat-sangat mencintaimu." Yoongi langsung memeluk Jimin dengan sangat erat.

"Kalau begitu sekarang kamu makan dulu ya babby?"

"Ambilkan piyamaku dulu dilemari." titahnya dan menyandarkan punggungnya dikepala kasur.

"Aku suka melihatmu seperti ini babby, kenapa harus memakai piyama hm?" Jimin mulai menggoda Yoongi.

"Jiminie." rengeknya dengan wajah yang sudah memerah padam. "Aku kedinginan."

"Biarkan aku yang menghangatkannya, aku bahkan ingin selalu melihat istriku tidak memakai apapun saat dirumah." Jimin mengelus perut Yoongi disana.

"Jimin! Kau..kau.. Kau pikir aku apa? teriak Yoongi gugup dan menutupi wajah memerahnya dengan kedua tangannya.

"Pikir apa? Aku pikir istriku sangat sexy tanpa memakai sehelai benangpun." tawa Jimin dan menarik selimut yang menutupi tubuh bawah Yoongi.

Yoongi refleks memukul dada bidang milik suaminya, ketika Jimin dengan tiba-tiba menarik selimut yang menutupi tubuh bawah Yoongi disana. Jimin hanya terkikik kecil dan melihat menampilan Yoongi sangat-sangat sexy dimatanya. Yoongi yang memakai kemeja putih besar milik Jimin dengan hickey kiss mark yang menghias seluruh tubuh nya dan celana pendek hitam yang sangat ketat digunakan Yoongi.

"Rupanya kau ingin menggodaku, hmm?" Jimin semakin mendekatkan tubuhnya kearah Yoongi.

"Jiminiee kumohon, jangan mendekat!" Yoongi sekuat tenaga mendorong Jimin, namun nihil Jimin yang memang memiliki tenaga lebih kuat dari Yoongi sudah merengkuh tubuh mungilnya kedalam pelukan hangat Jimin.

"Kumohon jangan menangis lagi, aku tidak sanggup melihatmu menangis." Jimin membisikannya diantara perpotongan telinga dan leher Yoongi.

Jimin langsung menggedong Yoongi ala bridal style dan membawanya ke balkon apartemennya, Yoongi dengan refleks langsung mengalungkan tangannya dileher kokoh Jimin dan menyembunyikan wajahnya didada bidang milik suaminya. Jika Miniie melihat dirinya berpakaian seperti ini bagaiamana? Atau melihat daddynya yang benar-benar mesum dan selalu bertindak diluar kepala ini bagaimana? Yoongi hanya bisa tersenyum dan membayangkan semuanya dalam pikirannya.

Pelayanan noona yang sedang membersihkan lantai hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan kelakuan tuannya itu, ya pelayan noona yang diambil dari rumah Jimin itu sudah hafal betul bagaimana karakter tuannya yang terkenal sangat mesum dan sering bertindak sesuka hatinya. Hampir setiap hari atau bahkan setiap menitnya, ia melihat pemandangan seperti ini. Dimana Yoongi yang tak bisa berjalan karena harus digagahi oleh Jimin dan berakhir dengan digendong oleh Jimin. Tapi pelayan noona nya tidak pernah melihat jika Yoongi bernampilan sangat sexy dan hickey kiss yang dibuat Jimin tampak jelas dikulit putihnya. Pelayan noona hanya bisa mengelus dadanya dan kembali kedapur.

"Jiminie." rengek Yoongi dengan manjanya.

"Ada apa babby?" Jimin menurunkan Yoongi dari gendongannya, dan membaringkan tubuh istrinya disofa.

"Aku merindukan Miniie, apa kita tidak bisa melihatnya kesekolah?"

"Babby kau lupa, jika dirimu saja tidak bisa berjalan. Memang kau mau pergi kesana dengan banyak hickey kiss diseluruh lehermu?"

"Yak! Ini semua gara-garamu juga! Dasar idiot!" teriak Yoongi dengan memukul bahu Jimin dengan brutal.

"Hehhe maafkan aku babby, habis kau selalu menggodaku juga sih. Mana tahan aku kalau sudah begini." keluh Jimin dan menarik pinggang Yoongi untuk mendekat kearah tubuhnya.

"Hei itu otakmu saja yang mesum! Dasar park pabbo!" protes Yoongi.

Kini keduanya menikamati udara pagi yang menjadi moment terbaik mereka. Awan-awan putih seakan membentuk sebuah eyesmile untuk dirinya, dan langit biru yang menjadi keindahan pagi hari ini. Beberapa burung ikut melintas dilangit-langit memberi kesan menarik bagi negara seoul. Jimin tersenyum menatap istrinya yang kembali tertidur didalam pelukannya dengan wajah bahagianya, Jimin benar-benar bodoh telah melakukan hal yang bahkan diluar nalar hatinya tersebut. Jimin mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan memencet layar homenya, tangannya dengan lincah mencari aplikasi kamera disana.

"Pagi yang indah, annyeong aku Park Jimin suami dari Park Yoongi. Hihii lihatlah istriku sudah tertidur kembali didalam pelukanku." Jimin beralih merekam Yoongi yang sedang tertidur. "Istriku sangat cantik ketika tertidur dan terlihat sexy hari ini, kau bisa melihatnya hickey kiss disana bukan? Hahah aku yang telah melakukannya. Aku sangat mencintai istriku, kumohon mimpilah dengan indah babby." Jimin mencium bibir Yoongi disana, dan merekamnya melalui ponsel pintarnya merekam setiap detail moment bersama istri tercintanya. "Babby jaga eomma untuk daddy, oke? Jimin mengelus perut Yoongi yang sudah sedikit membesar disana.

.

.

.

Flashback

"Yoongi hyung." Bambam langsung menerjang Yoongi ketika pintu apartemen dibuka.

"Yakk! Bambam kau mau membuatku guguran, lepaskan!" teriak Yoongi yang mulai sesak.

"Hahaha maafkan aku yaa hyung, hihii." Bambam tersenyum senang.

"Ada apa kau kemari?" tanya Yoongi yang mulai bingung, pasalnya Bambam ini jarang mengcontect Yoongi. Tapi lihatlah sekarang ia justru melihat Bambam yang berdiri dihadapannya.

"Hahhh aku sudah menelponmu berulang kali hyung, tapi kau tidak mengangkatnya. Kupikir kau sedang sibuk, jadi aku berinisiatif untuk main kesini." Bambam memberikan dua buah pelastik yang berisi cheescake favorite Yoongi.

"Aku tidak tau jika kau menelponku, kemaren ponselku dipegang oleh Jimin. Minhae, oh ya, mari masuk." Yoongi mempersilahkan Bambam untuk masuk dan duduk diruang tamu.

"Hahaa gwencana hyung. Ngomong-ngomong suamimu tidak ada dirumah?" Bamabam memperhatikan setiap sudut ruangan apartemen Yoongi nampak megah dan luas.

"Jimin sedang menonton tv. Sudah sejak kemaren ia tidak pergi kekantor, setidaknya aku merasa tidak sendiri karena ada yang menemani heheh." curhat Yoongi dengan tawa riangnya.

"Hah Jimin memang suami idaman ya hahaha, bagaimana kandunganmu? Sepertinya sudah terlihat sedikit membesar."

"Seperti yang kau lihat, bagaimana? Heheheh."

"Besar hyung hahha." Bambam memegang perut besar Yoongi disana, tanpa sadar Jimin yang sedang memperhatikan keduanya itu hanya bertampang cemberut dan sangat cemburu melihat keakraban istri dan honbaenya tersebut.

END...

YESSS UPDATE! HHHIHIII.. sebelumnya author mau ngasih tau, kalau cerita ini belum benar-benar end hehehe. End disini dalam kata arti setiap moment mereka itu berbeda-beda setiap chapternya kekkkk~ hahha disini member GOT7 dimunculkan ada Bambam, kenapa Bambam? Karena kemaren pas Bambam lagi live di app V ia nelpon suga, dan suga gak angkat panggilannya. Bambam pikir suga lagi sibuk hihii. Moment ini jadi author pake deh buat FF Yoonmin kekekkk lucu banget Jimin kalau lagi cemburu hahahha. Dibalik keluarga yang terlihat baik-baik saja, Jimin bisa marah dan sangat kasar.. eh tapi ujung-ujungnya baik lagi hahaha, susah yee kalau udeh cinta mau gimana juga tetep balik lagi hhehhee.

Thanks for : | GitARMY | minkook94 | Jimsnoona | Riska971 | MixYoonFm | chimscheeks | R iani Lee | laffyouu bangettt hihii *boleh peluk bias masing-masing*

Akhir kata

Don't silent readers! hargai setiap karya dengan me-review, bukan untuk di judge! Gamsahamnida… Annyeonggggg~ saranghaeeeeee…