Title: Bitter Sweet Love

Author: failedssaeng & heeyeoreumi

Genre: Angst Romance

Pairing: Shim Changmin x Cho Kyuhyun~ ChangKyuisREAL! :p

Cast: Shim (Siwon, Heechul, Changmin) Cho (Yunho, Jaejoong, Kyuhyun) Lee (Yoochun, Junsu, Sungmin) and other cast

Rating: M / NC21

Warning: typo, OOC, GS, BoysLove / Yaoi, MPreg, creepy bahasa!


Seorang namja baru saja tiba di Korea, tepatnya di Incheon airport. Dengan santainya ia berjalan membawa satu tas ransel di bahu kirinya dan menarik koper dengan tangan kanannya. Postur tubuh nya yang tinggi serta wajahnya yang tampan cukup menyita perhatian para pengunjung airport. Hari ini ia menggunakan kaos v-neck hitam berbalut jaket kulit coklat yang terlihat pas dengan tubuh atletisnya, jangan lupakan celana jeans hitam yang sengaja di robeknya di bagian paha dan lututnya, terlihat seperti berandalan eoh? Tapi hal itu pulalah yang membuat para yeoja di Incheon airport semakin tertarik pada namja jangkung ini.

Namja jangkung ini mengedarkan pandangannya keseluruh Incheon airport mencari seseorang, seseorang yang akan menjadi wali nya selama ia berada di Korea. Tidak butuh waktu lama untuk mencari orang tersebut, terulas senyum di bibir namja jangkung itu ketika melihat orang tersebut

"Ojisan!" teriak namja jangkung itu kemudian berlari menghampiri orang tersebut

"Ojisan, konnichiwa!" ujar namja jangkung tersebut sambil melepas kacamata hitamnya

"ah, ne Changmin-ah, konnichiwa.. jangan panggil aku Ojisan, disini Korea Changmin-ah~" balas pria tersebut

"mianhaeyo ahjussi, hanya belum terbiasa" ujar Changmin malu "eeerrr btw ahjussi, apa penampilanmu tak terlalu… berlebihan?" Changmin melihat namja yang ia panggil dengan sebutan ahjussi, ia menggunakan jas dan celana hitam yang pas dengan tubuhnya, dan juga ia mengenakan kemeja lengan panjang berwarna merah maroon yang dua kancing teratas dari kemeja tersebut terbuka memperlihatkan dada bidang nya yang menggoda

"wae? Ada yang salah?" Tanya namja bermata musang tersebut

"aniyo ahjussi, hanya saja kau terlihat.. errrrr seksi?" ujar Changmin sambil menggaruk tengkuk nya yang tak gatal

"oh really? Ahahhaha such a pleasure, tapi apakah kau tak sadar penampilanmu sama menggodanya dengan penampilanku?" ujar namja tersebut sambil menunjuk pakaian Changmin dengan jari telunjuknya "lagi pula ini cara ku berpakaian Min-ah, Entrepreneur must have a good appearance. aren't I?"

Changmin mengangguk mendengar pernyataan namja tersebut "ya anggap saja kita memberikan fashion show gratis, jarang – jarang kan ada dua pria tampan ngobrol di airport seperti ini?" lanjutnya dengan percaya diri penuh yang di susul tawa dari Changmin, tak di pungkiri namja bermata musang ini memang masih terlihat tampan di umurnya yang memasuki kepala empat

~! #$%^&*()_+~! #$%^&*()_+~! #$%^&*()_+

Sepanjang perjalanan, Changmin dan ahjussi itu bercakap - cakap, membicarakan hampir segala hal untuk membunuh waktu. Terlihat ahjussi tersebut terlihat seperti sudah menganggap Changmin sebagai anaknya sendiri. Ia mencubit gemas pipi Changmin dan juga sesekali mengusap lembut kepala Changmin, dan Changmin sepertinya tak keberatan oleh perlakuan ahjussi nya tersebut.

Tak terasa mereka sudah memasuki kawasan perumahan mewah, dan ahjussi itu segera memarkirkan Audi V8 nya kedalam garasi "nah Changmin, welcome home!" Ujar ahjussi tersebut sambil membentangkan kedua tangannya seraya ingin memberi pelukan

"Gomawoyo nae ahjussi!" Senyumnya tulus sambil membalas pelukan ahjussi nya

"Kajja! Tinggalkan saja barang - barang mu, biar para maid yang membawa nya" mereka berdua masuk ke mansion bergaya eropa tersebut, terlihat sepi, seperti tak berpenghuni, lalu..

"Yeobo~ odiya~?" Teriak ahjussi tersebut, memanggil penghuni dari mansion mewah itu

"Ne nae sarang?" Terdengar suara dari lantai dua mansion itu, tak butuh waktu lama sosok yeoja yang memiliki suara indah tersebut turun dari lantai dua. Ketika ia menuruni tangga, yeoja bersuara indah itu melihat Changmin "Astaga! Minnie-ah!" Teriaknya kemudian berlari untuk memeluk Changmin

Brruukkk

"Kau kemana saja Minnie-ah? Apa kau tak merindukan ahjumma? Kau kejam sekali tidak menghubungi kami sejak kau pergi ke Jepang~" omel yeoja bersuara emas itu

"Mianhaeyo ahjumma, appa terlalu kejam padaku, ia tidak membiarkan ku menikmati masa mudaku dengan bermain dan berpetualang~ beliau malah dengan tega nya menyuruh ku belajar untuk menggantikan beliau sampai - sampai aku tak punya waktu untuk berkomunikasi dengan malaikat kecilku.." Jelas Changmin pada yeoja bersuara emas yang di panggilnya ahjumma itu

"Sudahlah Boo~ kau seperti tak tau betapa kerasnya Siwon dan Heechul saja" sahut namja bermata musang itu sambil menarik istrinya ke dalam pelukannya

"Ah~ arra Bear, maafkan ahjumma ne Changmin? Pasti kau lelah karena perjalanan jauh ini, bagaimana jika kau beristirahat sejenak sebelum makan malam? Biar ahjumma siapkan makan malam dulu, oke?" Tungkas yeoja cantik tersebut yang ternyata adalah Cho Jaejoong, sahabat sekaligus sepupu umma nya Shim Heechul

"Baiklah ahjumma"

"Satu hal lagi..." ujar Jaejoong sewaktu Changmin akan beranjak meninggalkan ruang tengah menuju kamarnya

"...welcome back, welcome back to your home Minnie" sambung Jaejoong sambil menunjukkan senyum terbaiknya yang di sambung anggukan dari suaminya, Yunho

"Eung! Gomawo ahjumma, ahjussi.." Changmin pergi ke kamarnya yang terletak di lantai dua, dia hafal betul letak kamar tamu yang selalu menjadi kamarnya ketika dia menginap di kediaman keluarga Cho. Kamar paling ujung di lantai dua yang berhadapan langsung dengan kamar malaikat kecilnya, Cho Kyuhyun.

Ia lelah, sangat lelah malah. Butuh banyak perjuangan yang harus ia lakukan untuk pulang ke kampung halamannya, Seoul. Dari appa nya yang bersihkeras supaya ia tetap tinggal di Jepang, lalu nam-dongsaeng nya yang memaksa ikut untuk pergi ke Seoul, rasanya kepalanya mau pecah! Tapi bila di pikir lagi, hal itu sepadan dengan apa yang ia tuju dan perjuangkan, yaitu bertemu dengan belahan jiwa nya. Ia tak sabar untuk menemuinya, memeluknya, bahkan menciumnya. Masih ingatkah Kyuhyun akan seorang Shim Changmin?

~! #$%^&*()_+~! #$%^&*()_+~! #$%^&*()_+

Setelah merasa cukup segar Changmin memilih untuk mandi dan turun ke lantai satu, ia tak sabar ingin bertemu Kyuhyun. Entah mengapa sejak ia tidur tadi sampai sekarang yang ada di pikirannya hanyalah Kyuhyun. Ia melenggangkan kakinya menuju ruang tengah dan saat itu ia tak sengaja mendengar pintu mansion yang terbuka. Tebakannya pun benar, ternyata Kyuhyun sudah pulang dari sekolah. Ketika ia ingin menghampiri Kyuhyun yang akan memasuki mansionnya, ia melihat Sungmin. Mereka mengucapkan salam perpisahan. Oh well agak sedikit berlebihan, mereka kan tetangga gumam Changmin kesal, ternyata ia masih tidak terima bila Sungmin mendekati belahan jiwanya. Dan yang membuat Changmin tercengang adalah ketika Kyuhyun ingin masuk kedalam Sungmin malah menarik tangan Kyuhyun dan mencium pipinya. Changmin yang jengah melihat kelakuan genit Sungmin langsung memanggil Kyuhyun

"Kyu!" Kyuhyun mendengar seseorang membentaknya, ia masih kaget karena Sungmin noona mencium pipinya dan sekarang ada yang membentaknya? Di alihkannya pandangannya ke dalam rumah dan mendapati sesosok namja jangkung yang menatap nya dengan intens. Nugu? Pikir Kyuhyun. Sungmin yang hafal betul siapa namja jangkung itu langsung membungkuk dalam - dalam pada namja jangkung itu lalu lari pulang kerumahnya, seperti orang ketakutan eoh?

Dengan canggung nya Kyuhyun menghampiri namja jangkung tersebut "errmm annyeong haseyo hyung, nu-nugu?" Pertanyaan Kyuhyun seakan menjadi petir yang menggelegar di siang bolong, tak pernah menyangka bila kalimat itu akan keluar dari orang yang sudah ia anggap sebagai kekasihnya

"Kau sama sekali tidak mengenaliku?" Tanya Changmin sambil meremas lembut kedua tangan Kyuhyun. Kyuhyun hanya menggeleng pelan, ia benar benar tidak ingat. Melihat tanggapan Kyuhyun, perasaan Changmin berkecamuk, rasa sedih, marah, takut bercampur menjadi satu hingga tak sengaja ia meremas tangan Kyuhyun lebih kuat

"A-appo hyung.." Lirih Kyuhyun, Changmin tersadar dari lamunannya dan langsung melepas kedua tangan Kyuhyun. Ia tak berkata apa pun lagi, hanya menatap nanar wajah belahan jiwanya. Siapa yang tidak sedih bila di lupakan oleh orang yang ia cintai?

Kyuhyun yang menyadari tatapan hyung nya itu pun mulai merasa tidak nyaman, dan ketika ia sudah berhasil mengumpulkan keberaniannya untuk bertanya pada hyung yang bahkan ia tidak tau namanya itu malah meninggalkannya sendiri.

Kyuhyun sadar ada sirat kekecewaan dari mata namja jangkung itu, ia pun mulai mengejar namja jangkung yang sudah selesai menaiki tangga dan menemukan namja jangkung tersebut masuk dan membanting pintu kamar yang bersebrangan dengan kamarnya. Bukan kah kamar itu hanya milik Minnie? Malaikat penjaganya? Apa jangan - jangan namja jangkung itu Minnie?

~! #$%^&*()_+~! #$%^&*()_+~! #$%^&*()_+

Pemandangan yang sangat amat luar biasa ketika seorang Shim Changmin yang notabene nya adalah seorang food monster meletakkan sendok garpu nya dan berkata bahwa ia sudah kenyang padahal ia hanya memakan setengah porsi dari makanan yang di hidangkan

Jaejoong yang sadar akan tingkah laku Changmin ingin mengatakan sesuatu tapi suami nya Yunho malah menahannya, menggantikkan ia untuk berbicara

"Ada apa Changmin? Apakah masakan BooJae tidak enak?"

"Aniyo ahjussi, masakan Jae ahjumma selalu yang paling lezat, aku hanya sedang tidak ingin makan banyak, mungkin aku masih lelah.."

"Ah begitu kah? Sebaiknya kau beristirahat, supaya besok kau merasa lebih segar. Dan satu hal lagi, besok kau akan bersekolah di sekolah yang sama dengan Kyuhyun, aku sudah mengurus nya, aku harap kau bisa beradaptasi dengan sekolah mu yang baru"

"Aku mengerti ahjussi, kalau begitu, aku pamit untuk beristirahat" Changmin bangkit dari tempat duduknya dan pergi ke kamarnya tanpa mempedulikan tatapan memelas Kyuhyun yang sedari tadi meminta waktu nya untuk berbicara. Sungguh Kyuhyun merasa bersalah karena tidak mengingat Changmin sama sekali.

Changmin menghempaskan tubuhnya ke atas King bed nya, hanya mampu mengeluh pelan. Rasanya ia ingin sekali memeluk Kyuhyun, tetapi ia mengurungkan niatnya. Ia masih ingat betul kata - kata Kyuhyun tadi sore, Kyuhyun tak mengingatnya..

Terdengar dari luar suara derap kaki, Changmin tau benar bahwa itu adalah derap kaki Kyuhyun. Ia mencoba menghiraukannya, menutup mata nya dan mencoba tidur. Setelah bergelut dengan ego nya akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk masuk ke kamar Changmin, menghampirinya, menghampirinya yang terlihat enggan untuk bangun dari dunia mimpi

"Hyung.. Ireona hyung.. Aku ingin bicara.." Ujar Kyuhyun sambil menggoyang pelan badan Changmin, Changmin hanya diam, tak berkata apapun. "Apakah kau masih marah hyung? Sungguh, aku bukannya tak mengingatmu, tapi aku benar - benar tak mengenalimu hyung, kau berubah, lagi pula kita tak bertemu selama bertahun - tahun hyung, aku akui aku lupa padamu, tapi aku hanya melupakan rupamu hyung~ jaebal~ maafkan aku~ jangan seperti ini" ujar Kyuhyun lirih masih tetap mengguncangkan pelan tubuh Changmin. Ia menyerah, ya.. Kyuhyun menyerah.. Sepertinya hyungnya itu memang sudah tertidur, atau hyungnya itu tak mau mendengarnya? Mungkin ini hukuman dari Tuhan karena ia tak mengenali malaikat penjaganya

Greepp

Changmin menarik tangan Kyuhyun saat Kyuhyun hendak bangun, keluar dari kamar itu. Ia menarik tangan Kyuhyun lagi hingga akhirnya Kyuhyun jatuh terduduk di tempat tidur. Sedetik kemudian Changmin memeluknya dari belakang, sepenggal kata yang hampir terucap dari bibir Kyuhyun kini hilang. Jujur Kyuhyun kaget, ia tak mengerti apa yang ada di dalam pikiran Changmin.

"Biar kan aku memelukmu.. Biarkan seperti ini.." Kyuhyun yang tadinya memberontak kini diam membeku. Changmin mengeratkan pelukannya, menyesap sebanyak - banyaknya aroma tubuh Kyuhyun. Nyaman dan hangat, itulah yang dirasakan Kyuhyun ketika Changmin memeluknya, rasanya jantungnya ingin keluar ketika Changmin memeluknya. Tapi entah mengapa walaupun ada perasaan aneh, Kyuhyun tetap menyukainya.

"Hyuunngg.." Lirih Kyuhyun, ia tak nyaman dengan kesunyian yang ia rasakan, Changmin yang tadinya sedang menggesek - gesekan hidung mancungnya ke leher Kyuhyun, menikmati wangi mint yang ada di tubuh Kyuhyun, berhenti, melirik Kyuhyun sekilas dan melepaskan tangannya, memutar tubuh Kyuhyun, sehingga sekarang mereka berhadapan "Jujur.. ini menyiksaku.." Ujar Changmin sambil tetap menggenggam kedua tangan Kyuhyun. Di letakkannya tangan Kyuhyun di dada kirinya, jantung Changmin berdegup sangat kencang "apakah kau merasakan hal yang sama.. Disini..?" Tanya Changmin lagi sesaat setelah ia meletakkan tangannya di dada kiri Kyuhyun yang berdegup tak kalah kencang dari Changmin.

Kyuhyun hanya mampu tertunduk, tak berani berkata apapun. Memang benar ia merasakan hal yang sama, tapi ragu, takut lebih tepatnya. Takut bila Changmin meninggalkannya lagi.

"B-beri aku waktu hyung.." Kata - kata itulah yang terlontar dari mulut Kyuhyun sesaat sebelum ia meninggalkan Changmin yang masih terperangkap dalam lamunannya.

~! #$%^&*()_+~! #$%^&*()_+~! #$%^&*()_+

Pagi pun datang disambut antusias oleh Sungmin, ia bergegas merapikan seragamnya serta membetulkan pita pink yang tersemat di rambut ikalnya. Manis, pikirnya. Tak butuh waktu lama ia keluar kamarnya dan menghampiri kedua orang tuanya. Sepertinya appa nya yang berjidat lebar itu sedang sibuk membaca koran, tidak di pedulikannya Sungmin langsung mengecup pipi appa nya yang di balas senyuman lembut oleh appa nya. Seperti biasa, setiap pagi saat sarapan bersama, Junsu selalu bertanya pada Sungmin, apakah ia mau di antar supir ke sekolah atau ingin berangkat bersama Kyuhyun, dan jawaban Sungmin selalu sama 'aku akan berangkat bersama Kyu~'

Sungmin terdiam, hanya beberapa langkah ia keluar dari mansion nya, ia sudah melihat pemandangan yang mengiris hati. Terlihat Changmin dengan Ferrari merahnya menunggu Kyuhyun berpamitan dengan kedua orangtuanya. Kyuhyun masuk kedalam Ferrari itu kemudian Changmin melaju dengan kecepatan tinggi, meninggalkan Sungmin yang masih kaget, shock atas apa yang ia lihat. Sungmin sebenarnya tau cepat atau lambat Kyuhyun akan di rebut kembali oleh pemiliknya, Shim Changmin, tapi apakah secepat ini?

"Ming? Kenapa kau masih ada disini? Tak takut terlambat eoh? Mana Kyunnie mu?" Tanya Junsu yang bingung mendapati putri semata wayang nya itu masih terpaku di depan pintu.

"Aniyo umma, eung boleh kah aku di antar Park ahjussi saja?" Balas Sungmin masih tetap memandang jalanan tanpa melihat ummanya

Junsu yang menyadari keanehan Sungmin hanya diam menyetujui permintaannya, ia memanggil supirnya, memintanya untuk segera mengantarkan anaknya, Ming, ke sekolah.

Pemandangan yang tak jauh berbeda Sungmin dapatkan di pelataran parkir sekolah. Kyuhyun dan Changmin berjalan berdampingan sambil bergadengan tangan, atau lebih tepatnya Changmin yang menggandeng tangan Kyuhyun, menariknya berjalan memasuki gedung sekolah.

Adegan itu terus terulang selama dua minggu pertama, terhitung sejak Changmin menginjakkan kakinya di Toho High School. Dan tak tau sejak kapan Changmin di daulat menjadi Kingka Senior High School tersebut, mungkin karena wajah nya yang tampan serta tubuh atletisnya ia mendapatkan gelar itu.

Hal inilah yang membuat Kyuhyun selalu di bully oleh fans - fans Changmin. Kebiasaan Changmin yang selalu berangkat dan pulang sekolah bersama Kyuhyun serta Changmin yang selalu ada dimana pun Kyuhyun mendapatkan masalah, menumbuhkan rasa cemburu pada diri para penggemar Changmin, padahal yeoja - yeoja itu tau bahwa Changmin memang tinggal satu rumah dengan Kyuhyun. Seakan menutup mata, para yeoja it uterus mengganggu Kyuhyun. tetapi tak tau kah kalian, walaupun Changmin dan Kyuhyun terlihat akrab, mereka tak pernah berbicara satu dengan yang lain? Changmin masih menjadi sosok yang dingin, sedangkan Kyuhyun masih diam, masih menyangkal perasaan sukanya terhadap Changmin. Mereka selalu sibuk dengan pikiran masing - masing tanpa berani menyuarakannya.

Sungmin jengah juga melihat para yeoja – yeoja centil yang terus mengganggu Kyuhyun, ia membulatkan tekad, menemui Changmin, ingin menceritakan apa penyebab mengapa akhir - akhir ini tubuh Kyuhyun penuh dengan luka dan memar, yang tak lain adalah hasil karya yeoja - yeoja centil penggila Changmin.

"Oppa, bolehkah aku bicara pada mu? Sebentar saja.." Ujar Sungmin pada Changmin ketika ia melihat oppa nya itu sedang menghabiskan waktunya dengan membaca buku di perpustakaan.

Changmin melepas kacamatanya [author meleleh ngebayanginnya~ \o/] dan melihat Sungmin seakan - akan bertanya pada nya haruskah ia melakukannya?

"Jaeball oppa, hanya sebentar, ini tentang Kyunnie- ah maksudku Kyuhyun.." Sontak Changmin langsung bangkit dari tempat duduknya dan menarik Sungmin keluar dari perpustakaan, membawa nya ke taman belakang.

"Ada apa? Bicaralah"

"Eung, begini oppa, sebelum aku bercerita aku mohon oppa jangan menyelakku selagi aku berbicara, ini tentang Kyuhyun.."

"Ada apa dengannya?"

"A-aku mohon oppa m-menjauhinya.."

"Hah?! Kau ingin bertengkar denganku eoh? Kau tau aku sangat menyayangi nya kan? Ah bukan, aku mencintainya! Apa maksudmu berkata seperti itu Lee Sungmin?!"

"dengarkan aku dulu oppa! Aku tau kau mencintainya, begitu pula dengan ku, aku juga mencintainya, tapi aku tak tahan melihat ia tersakiti hanya karena keegoisanmu!"

"aku egois eoh? tau apa kau tentang Kyuhyun?" tungkas Changmin yang semakin meninggikan suaranya, emosi nya sudah tak bisa ia bendung lagi

"aku memang tak tau apa – apa, tapi aku masih tau diri, paling tidak aku tak menjadi Kingka dan memiliki banyak fans."

"apa maksudmu?"

"kau masih tak mengerti oppa? Fans mu lah yang membuat Kyuhyun terluka! Ia selalu menjadi bulan – bulanan para penggemarmu, mereka cemburu melihat idolanya selalu berdekatan dengan namja kutu buku seperti Kyuhyun!"

"aku tak percaya padamu, jika memang hal itu terjadi, kenapa Kyuhyun tak berkata apapun padaku?"

"oppa, percayalah, Kyuhyun hanya tak mau membuatmu khawatir.."


a/n: haiii~~~ bertemu lagi dengan saia *bow* jeongmal mianhamnida reader-sshi, di karenakan jadwal shooting dan pemotretan yang padat *di sambit readers* maksudnya dikarenakan jadwal kerja dan kuliah saya yang amburadul akhirnya saya terkesan agak melupakan ff ini, padahal TIDAK sama sekali =3=)/

maaf kalau di chapter 4 ini agak kurang 'mengigit' karena sejujurnya saya terjangkit writers block beberapa waktu yang lalu, jadi kalau ada bahasa - bahasa yang agak ngawur, mohon di maklumi *bow 90degree*

sekian dari saya, sampai berjumpa di chapter selanjutnya. ja! itadakimashou minnasan ^^