Di sebuah bangku taman, Sasuke duduk dan menunggu. Kemarin, ia dan kekasihnya, Naruto, merencanakan pertemuan ini secara khusus.
Seperti halnya pasangan lain, mereka juga merayakan hari jadi. Ini merupakan hari jadi Sasuke dan Naruto yang ke-3. Dan ritual mereka pada hari itu adalah pergi ke tempat yang memiliki kenangan tersendiri.
Di tempat ini adalah tempat pertama kali Sasuke menyatakan perasaannya. Saat itu. Naruto tidak langsung menjawab. Ia hanya melamun setelahnya. Akhirnya Sasuke membawa Naruto pulang.
Ketika sampai di depan rumahnya, si pirang berkata, "Tadi aku bermimpi? Tapi kok rasanya nyata sekali saat Sasuke mengatakannya. Kalau kubilang aku juga mencintainya, dia marah tidak ya?" Kemudian berlalu begitu saja.
Selama 15 menit lamanya Sasuke terlarut. Hingga ia tidak menyadari kehadiran Naruto.
"Hei," ujar Naruto sambil menyenggol lengan Sasuke. Kedua tangannya ia sodorkan pada Sasuke, "Mana hadiahku?"
"Sudah." jawab Sasuke. Membuat Naruto mengernyitkan matanya tidak mengerti.
"Oh ya?" Naruto memastikan. "Apa?"
"Kau bisa tanya orangtuamu." Naruto menatap Sasuke dalam diam. Bahkan kekasihnya itu belum mau memandang wajahnya. Tak lama ia membuka ponsel dan menghubungi ibunya. Ia berbicara tak sabaran pada ibunya itu.
Beberapa menit kemudian ia menutup teleponnya dengan mulut ternganga.
"K-kau..." ujarnya gugup, "KAU MELAMARKU?!"
Sasuke tersenyum tipis.
.
.
.
Untuk yang ini belum sempat dipublish di Wattpad. Error -,-
