Hai Minnaaaa~ balik lagi nih ke Biscuit Land!
Sebelumnya, Karen minta maaaaaaaaafffff karena baru mengetahui dari reader bahwa masukin nama merek di fic itu melanggar guidelines. Makasih ya udah memperingatkan. Emang bener ya? Maklum lah, Karen kan gak jago bahasa inggris (dan males bacanya). Saya kan bego.
Nah, jadi Karen BERUSAHA mensensor dalam penggunaan nama produk disini dengan cara melesetin nama produk (contoh : Harpic - Harpac (?) atau Harahap (?))/dikasih bintang berkelip (?). Karen harap reader tidak merasa terganggu dengan aksi pensensoran ini.
Ah ya! Untuk memudahkan reader, Karen bikin kamus kecil di bawaaaaaaaaahhhhhh banget mengenai nama merk yang diubah. Okay?
Mungkin Karen akan memilih milih dalam mensensor, soalnya Karen gak mungkin nulis tanda bintang disetiap dialog nya Milkuat1, 2, dll. Nanti fic ini jadi Planetarium... (?)
Yang penting kan Karen tidak mengejek produk tertentu. Jadi walaupun dipake di fic, gapapa lah.
Oh iya! Balesin review bagi yang gak login yah! Ingat, yang login dibales di PM
Clover 4 Leaves : udah ditambahin! Makasih atas usul penambahannya. Maaf kalau reviewnya baru dibalas di chapter ini. Internet Karen entah kenapa bermasalah jadi nerima reviewnya lamaaaaaaaa banget. Anda boleh usul lagi kok! Tanpa batas waktu! Makasih yah udah mau mereview!
Nekoneko Yosh : makasih udah mau mereview! Kalo nasib Len-sama... tidak diketahui XD soalnya masa depannya terlalu cerah sampe profesinya gonta ganti mulu. Yang jelas nasibnya lebih bagus dari Gaku-pyon koq!
Guest : makasih atas pujiannya! Em... Gomen ne... Karen kan males baca guidelines nya. Tapi, thanks for the info! Chap ini akan Karen usahakan bikin mengikuti guidelines. Thanks udah memperingatkan yah! I really appreciate it! Dan thanks udah mereview!
Karen : ookkkeee... Yang Karen terima reviewnya baru segitu. Jadi yang dibales segitu. Nanti yang lain menyusul di chap depan!
Kaito : *bawa es krim* CEPETAN! Lama bener ceramahnya!
Karen : WHA! Gomen gomen gomen gomen gomeeeeeeeeeennnn. Oke...
Karen : Ayo kita LANJUTKAN!
Vocaloid at Biscuit Land
~Chapter 4~
Akhirnya Gakupo BERHASIL menculik Rin setelah pergulatan lahir batin dengan si HulukPitungMalinKundang... gajelah spesiesnya. dan membawanya hingga neraka kedua (?)
Ternyata, meeting room (?) Gakupo juga merupakan tempat pangeran Coco Kaito ditahan! *jeng jeng jeng JEEEEEEENNNNGGGGGGGG*
Gakupo : oke. RIN! Lu peramal kan? Gimana cara gue bisa BAB?
Rin : lah? Entu yang mau BAB kok jadi nanya ke gue?
Gakupo : CEPET KASIH TAU! Kalo enggak si Milkuat1&2 akan ku FLUSH! *megang tombol flush sambil berkonsentrasi (?)*
Rin : (apa ruginya buat gue? Tapi entah kenapa gua takut) TIDAAAKK! MILKUAT!
Sodara sodara sekalian! Ternyata seorang KAGAMINE RIN telah JATUH CINTA pada seorang Milkuat!
Didorong dengan rasa pede, ingin tahu (bukan tempe), dan tingkat kecemburuan yang tinggi (bahkan ke tinggian sampe mentok dan menjebol atap rumah author (?)), Len bangkit dari maut dan kembali mengejar Rin! (YAAAAYYY)
Len berlari menuju kantor Gakupo, berlari... Berlari.. Lalu ia mengoper bola ke Ronaldo, Ronaldo mengoper ke Jackie Chan (?), Jackie Chan menendang bolanya ke gawang dan GOOOOOOOOLLLLL!
Ha? Salah ya?
Oh, bego gue...
Oke... Len sampai di ambang pintu ruang kerja Gakupo! Tapi dia bingung cara masuknya karena dia tidak pernah melihat pintu sebelumnya (?)
Len : wuhalahalahalah... Mampus gue... Gimana cara masuknya nih?
Ternyata pintunya adalah pintu otomatis yang sudah terbuka sendiri! Tapi dasar di Len bego, dia tidak tahu bahwa pintunya udah kebuka (#plak)
Untunglah pintu itu dilengkapi dengan pemberitahuan otomatis (#apaantuh?)
Pintu : WOI! Mau masuk gak sih?! Cape nih!
Len : oh udah kebuka... Oke gue masuk.
Len pun melangkah masuk sambil membawa pedangnya yang entah dia dapetnya kapan. Kata author sih buat souvenir
Setelah melewati pintu pertama, ternyata masih ada pintu kedua, tapi pintu itu tidak berpintu (maksud?)
Len melangkahi pintu itu. Kali ini dia sudah mengetahui cara memasuki pintu! *syukur sembah sujud*
TOOOOOEEEEEEETTTTTT! BELENGEEEKK! TRATATATAK! BUAM BUAM!
Terdengar bunyi yang amat sangat ajaib dari arah pintu.
Ternyata pintu tak berpintu yang mengeluarkan suara terbaru itu adalah Metal Detector (versi 3333333333333)
Metal Detector itu berbunyi karena mendeteksi pedang milik Len!
Len : yah... Gak bisa masuk gue. Sumpah, ini Gua atau Mall sih?! Kok canggih bener?
Tiba tiba saja beberapa ekor sukuiriti (?) eh, security bersaudara menghampiri Len.
Sekurti : heh! Ngapain kamu ke mall bawa pedang?
Sekurito : kamu anggota cosplay yah?
Saku ku rata (?) : kyaaa! Kamu pasti personilnya NOENG (?), kan?
Len : eh? Eh?!
Para sekuriti bersaudara pun mengejar Len dengan semangat 1745 (tahun baru lebaran beruang)
Len kabur dari tempat itu dan akhirnya bisa lolos dari kejaran maut sekuriti bersaudara itu.
Len : hosh hosh... Gila! Tu sekuriti mantan pembalap GP apa?! Cepet amet larinya.
KRUYUK KUKURUYUK (?)
Len : wah, naga di perut gue ngambek nih. Sebaiknya ane cari makan.
Len pun menyusuri pertokoan yang ada di mall tersebut dan akhirnya ia memasuki sebuah toko sushi.
Ternyata Len dan pedangnya itu bagaikan artis nyasar, bahkan Abang abang sushi pun dibuat tersepona olehnya.
Dengan segera abang abang tukang sushi menyuruh Len membuat sushi karena dikira koki lamar kerja. Dan dengan kekuatan SunDark nya, Len berhasil membuat sushi dengan cara yang sangat fantastis!
Abang abang sushi dan pelanggan pun terpesona dengan cara Len motong sushi, karena motongnya pake pedang (?!)
Karir Len meningkat drastis. Len pun membuka sendiri restoran sushinya bernama SushiLen. Toko sushi itu pun menjadi terkenal, bahkan sudah membuka 10 cabang di ibukota, salah satunya di Mall Gren Indonesia, Mall Taman Mawar, Mall Eastern Park, dll.
Terkadang pelanggan komplain bila sushinya kecil kecil, karena Len motongnya telalu napsu.
Rin tidak mau kalah! Ia membuat restoran sushi disebelah restoran sushi milik Len yang bernama SushiRin. Persaingan amat ketat diantara kedua tokoh proklamator tersebut.
Suatu ketika, penyihir cakep kita, Gakupo mengunjungi kedua restoran sushi itu.
Gakupo : WOI! Ini ceritanya jadi gimana sih?! Ini 'Vocaloid at Biscuit Land' atau 'Asmara : The Legend of Sushi' nih?!
Len : ya elah, gue lagi gue lagi! Cinta banget lu sama gue, sampe dikit dikit gueeee...
Rin : salahin authornya tuh! Cemburu dia!
Author : yasudalah! Kita pakai mesin waktu ajah.
BRELEZIIIIIITTT!
Kita kembali ke cerita dimana Len memasukin pintu Metal Detector. Kali ini, Gakupo telah menempelkan peraturan, tata cara, dan peringatan untuk membuka pintu. Beruntunglah, Len dapat belajar dengan baik dan akhirnya menguasai 'Tata Krama Membuka Pintu' (?)
Sementara itu Rin sedang disekap oleh Gakupo karena tidak mau meramalkan tempat yang pas buat BAB.
Rin : L-lepaskan aku!
Gakupo : Kasih tau dulu! Buruan! Kebelet nih! *loncat loncat*
Rin : Aku tidak mau! Sihirku itu untuk perbuatan baik!
Gakupo : lu kira perbuatan INI gak baik apa?!
Rin : enggak. Soalnya jorok.
SPLAAASSSSHHHH!
Tiba tiba muncrat berliter liter air dari kloset tempat Milkuat1 dan 2 mampet. Beruntunglah, author menyihir air yang muncrat itu adalah AIR BERSIH! Camkan itu baik baik!
Sinar pun keluar dari toilet itu! Halilintar menyambar nyambar dan toilet itu pun bercahaya.
Dibalik sinar ilahi itu muncul lah sesosok pria berbadan guede. Dan pria itupun nyangkut di kloset dan tidakkan pernah bisa keluar lagi.
The End (?)
Rin : dasar author SUABLENG! Lanjutin!
Author : haiyaiyaiyaaaaaaa... (?)
Oke.. Kita balik ke setori (?)
Pria guede yang kita ketahui bernama Len Kukubima (?) pun keluar dari lobang kloset dalam wujud Pendekar Sakti nya. Cara keluarnya, yah model yang di felem 'Enchanted' itu loh... Jadi dia nyanyi lagu lagu pemanggil kecoa.
Len : AAAAA... AAAAA... AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!
Lantas Len pun ditangkep Hansip karena tereak tereak malem malem (?)
Gakupo : woi sumpah deh! Ni cerita kapan majunya?! Dari tadi meluenceng mulu!
Author : lah? Kok jadi nyalahi gue?!
Gakupo : lah emang iya! Orang author yang bikin ceritanya!
Author : Pemainnya siapa?
Gakupo : Suayaaaa!
Author : yang mulai mulai nangkep Rin siapa?
Gakupo : Suayaaa! (?)
Author : yang masang pintu di depan ruang kerja lu siapa?
Gakupo : Suayaaaa!
Author : kalo gitu yang salah siapa?
Gakupo : ya Suayaaaaaa! Loh... tunggu tunggu... Kok jadi Saya sih?!
Author : nih denger yah. Pemainnya siapa?
Gakupo : Saiya!
Author : yang mulai mulai nangkep Rin siapa?
Gakupo : Saiya!
Author : yang masang pintu di depan ruang kerja lu siapa?
Gakupo : ya Saiya!
Author : kalo gitu yang salah siapa?
Gakupo : ya Saiyah!
Author : baik? Tidak ada gangguan? Kalau begitu selamat siang dan terima kasih.
.
.
.
.
.
Suda suda... Kita tinggalin ajah mereka.
Kita beralih kepada manusia Gua (?), yaitu Flinstone! Eh salah.. Maksudnya Luka (bahkan sampe berdarah (?)) dan Puddle (?) kesayangan kita, Slei'o'lei! Mereka udah jadi tuna busuk dan biskuit basi karena nungguin Rin.
Luka : ah, Rin lama buangetz! Njing, yok masuk!
Slei'o lei: NJING mu enak banget!
Luka : daripada gue bilang lu kebencong (?) Dah lah! Nyok masyuk.
Akhirnya (Alhamdulilah (?)), Luka yang hari ini bahasanya lagi error dan Slei'o'lei pun masuk ke gua tanpa halangan karena pasukan Milkuat lagi mampet di WC
Kita kembali ke nasib Rinny, Gaku-pyon, dan Lenny!
Len : LEPASKAN RIN!
GAKUPO : TIDAK AKAN! AKU MAU BAB!
LEN : *SPEECHLESS* CUMA GITUAN DOANG?! LEPASIN RIN!
SEMENTARA RIN MENYAKSIKAN PERGULATAN BATIN ITU SAMBIL MENETESKAN AIR MATA. AIR MATA KEBAHAGIAAN (HA?)
*DUUUUUUAAAAAAARRRR GEJETER GEJETER PRFIUUUUUUUUUUUUUUUU TSANG TUING TUING FLASHHH DONGKREEEEEEEEEEKKKKK KCIETTTTTTT*
Capslock Author jebol dengan suara yang amat sangat ajaib (?)
Gakupo : haha.. Dasar Author ndeso. Kualat sih lu.
Author : diem lu, terong gaib! Kalo ngga si Rin gue bunuh! *nyiapin pistol Ak47, m4a1, berreta ar 70, mp5, dan awm (buset dah)*
Rin : k-kok gue?!
Len : *berlari ke arah Rin* LEPASIN RIN (entah kenapa author udah punya modal buat betulin caps)!
Gakupo : jangan dekati dia! *nyihir petir buat nyamber ke arah Len*
Hal itu mengundang kemarahan Dewa Zeus dan mendatangkan Hercules untuk Olimpiade angkat besi (?)
Hercules dengan sigap melempar Gakupo kearah Len.
Gakupo : KYAAAAAAA! (Sumpah tereaknya gak enak banget)
Gakupo pun jatuh dengan mulus, bahkan lebih mulus dari kulitnya Deidara (?) dan menyenggol Len yang lagi lari.
Len mental ke dunia antah berantah kena badan lonjongnya Gakupo dan jatoh di sangkar (?) nya Cici Cuwit Kaito (?), eh, Coco Kaito yang sendari tadi dikacangin.
GLEREMPKRBZZZTTTKREMESKREMES NGIUUUUNNNGGGGDUARRRR!
Seperti yang anda ketahui, benda benda di fic ini berteknologi tinggi, sampe suaranya pun 'semerdu' suaranya personil Uta no Prince-sama
Suara apa tadi?
Tadi tuh suara Len jatoh. Ajaib? Sangat.
Eh, tunggu sebentar PEMERISA! YUUUHHHUUUU~
LEN KUKUBIMA! Terjatuh di sangkarnya Coco Kaito, dan memecahkan penjara lolipop itu! Berhubung lolipop nya udah mulai keribisan karena diisepin sama Milkuat 1 dan 2 sebagai sumber energi dan pengharapan mereka, jadi sangkar penuh iler itu TERPECAHKAN!
Dan Len jatoh nimpa Kaito... DALAM POSISI PELUKAN (author gak tega nulis kata ciuman...)
Hati Rin seperti disambar kilat!
Len yang dicintainya...
YAAAAAOOOIIIIIIII!
Len menyadari hal itu. Ia segera berdiri, walaupun Kaito sebenernya ogah melepaskan pelukan cintanya (#eaaaaaaa)
Len : *meluk Rin*
Rin : *menjauh* lepaskan aku!
Len : k-kenapa?!
Rin : kau... Berpaling dariku!
*JENG JENG JUNG JENG JJJEEEEENNNGG*
Len : tapi aku mencintaimu!
Rin : *blush* B-BOONG!
Len : (berlutut) Aku mau hidup denganmu… aku mau mati pun karenamu… aku mau di sisa waktuku… bersamamu…
Rin : Emang gw pikirin!
Len : Kau mimpi-mimpiku… cinta gilaku hanya padamu… hanya kau belahan jiwa… cinta membara… tiada tara…
Rin : Malu-malu dong, malu-malu dong… kamu ketahuan bohong… malu-malu-malu-malu dong, kamu ketahuan bohong…
Len : Cintaku bukanlah cinta biasa… jika kamu yang memiliki… dan kamu yang temaniku seumur hidupku…
Rin : Wahai dirimu pemain cinta… penikmat nafsu dunia… walau dirimu begitu indah… maaf kau tak pantas bagiku…
Len : Aku mau makan, ku ingat kamu, aku mau tidur, juga ku ingat kamu, aku mau pergi, ku ingat kamu, oh cinta… mengapa semua serba kamu…
Rin : Ku ajak kau melayang tinggi, dan kuhempaskan ke bumi… ku mainkan sesuka hati, lalu kau kutinggal pergi…
Len : Jangan-jangan kau tak terima cintaku, jangan-jangan kau hiraukan pacarmu, putuskanlah sajalah pacarmu, lalu bilang 'I love you' padaku…
Rin : Jangan memilih aku… bila kau tak sanggup setia… kau tak mengerti aku… diriku… yang pernah terluka…
Len : Inilah saat terakhirku melihat kamu… jatuh air mataku, menangis pilu… hanya mampu ucapkan… selamat jalan kasih…
Rin : *nimpuk Len pake road roller* LU kira gw udah mau MATI apa?
Sementara duet maut yang dilakukan RinxLen (grup duet baru?) t'lah mengundang laksana tentara Matahari tuk berperang melawan kejahatan (?), Kaito secara diam diam blushing, tapi segera menghilangkan aura aura itu karena dia udah tobat demi bisa pacaran sama Miku.
Miku?!
EH IYA! Author ngelupain dia... Kecian deh loh Mikuuu...
Gimana nasib Luka, Slei'o'lei, Milkuat yang mampetnya gak ketulungan, Miku, Gakupo, Kaito, Rin, Len, dan Ted (masih inget?) Silahkan tunggu di chapter depan!
~ TBC ~
Okey! Cerita abal selesai lagi!
Gimana gimana? Gak ada yang melanggar guidelines kaann? (kecuali Milkuat). Tapi ngubahnya kebanyakan yah? Mari kita intip kamus kecilnya!
Kamus kecil gajelas :
-SunDark = Sunlight
-NOENG = NOAH
-Gren Indonesia = Grand Indonesia
-Taman Mawar = Taman Anggrek
-Eastern Park = Central Park
-SushiLen/SushiRin = Sushi Tei
-Asmara = Avatar (jauh banget!)
-Kukubima = Kagamine (halah...)
-Kebencong = Kecebong
Bin ajaib kan? Sama kayak authornya (#PLAKZED (?))
Oh iya, terimakasih buat Author Akanemori! Beliau mengusulkan sebagian dari cerita fic ini. Arigatou, senpai!
Oke, kita akhiri pertemuan kita kali ini. Salam sejahtera dan trims.
REVIEW PLEASE!
