Disclaimer: Ada di bawah. *plakk*
Rating: K+ (maybe lol)
Genre: Humor/Mystery
Summary: Naoto adalah seorang detektif ternama. Ia harus menyelesaikan kasus-kasus aneh nan gajebo di sekitarnya bersama partnernya, Souji. AU ngaco dan abal, R&R?
Waring: Sangat ngaco sekali, gaje, abal, alay, banyak karakter game lain yang numpang lewat, and so on. -digiles-
"Nah, ini dia rumahnya!"
Trucy, Naoto, dan Souji berhenti di depan sebuah rumah yang sebenernya lebih cocok disebut laboratorium. Mau nggak mau Naoto dan Souji merasakan hawa nggak enak dari dalam rumah tersebut. Entah apakah mereka mempunyai feeling akan disiram pake cairan kimia, hanya Tuhan yang tau. (apa hubungannya coba?)
"Ini rumah siapa, Trucy-chan?"
"Ini rumah temenku dan Polly, yang tinggal di sini namanya Ema Skye. Dia detektip juga loh."
"...kalo temenmu detektif juga kenapa masih minta tolong orang lain?" tanya Naoto penasaran.
"Soalnya, salah-salah bisa dilemparin pake snackoos deh aku..." sahut Trucy agak sedikit terlalu didramatisirkan. Pada akhirnya Souji dan Naoto masih harus sweatdrop juga. "OK, mari kita pencet belnya!"
Trucy pun memencet belnya. Yang dipencet berbunyi tiga kali, kemudian muncullah seorang gadis dengan kacamata ilmiah(?) nangkring di atas kepalanya.
"Oh, halo Trucy. Ada apaan nih dateng ke sini? Dan... siapa yang ada di belakangmu itu?" Ema membanjiri Trucy dengan pertanyaan.
Trucy tertawa kecil. "Mereka itu, detektif dan asistennya. Oh iya, aku ke sini mau bertanya. Ini menyangkut soal Polly..."
Mau tak mau Naoto dan Souji sweatdrop untuk yang kedua kali. Beneran deh, lama-lama nama 'Polly' ini makin terdengar seperti nama anjing, pikir keduanya bareng. Naoto berdeham sedikit untuk membenahi suasana yang agaknya sedikit kacau itu.
"Hmm, Skye-san, kami di sini untuk bertanya sedikit mengenai... uhm, 'Misteri Hilangnya Apollo Justice'? Yah, bisa dibilang begitu. Apakah anda melihatnya di tiga hari terakhir ini?" tanya Naoto dengan Souji mengeluarkan buku catatan dan pena murahan.
Ema mengeluarkan sebungkus snackoo dan mulai memakannya. "Oh... Apollo? Nggak, aku nggak liat. Jangankan tiga hari, dalam seminggu ini aku bahkan belum melihat batang hidungnya," sahut Ema.
"Haah? Jadi, kamu juga nggak tau dia ada di mana?!" kata Trucy histeris.
"Begitulah. Sudah ya, aku masih ada kerjaan," balas Ema kemudian menutup pintu rumahnya, meninggalkan Naoto dan Souji yang cengo di belakang dan Trucy yang sudah biasa.
"Jadi... Trucy-chan, kita mau cari informasi kemana lagi, nih?" tanya Souji setelah mereka diem-dieman selama sekitar lima belas menit.
"...."
"Trucy-san? Haloo?" Naoto ikut manggil.
"...."
Souji langsung ngambil toa dari masjid terdekat (emang ada?). "TRUCY-CHAN!!"
"Sssst!! Aku lagi mikir nih!" sahut Trucy (akhirnya) sambil meletakkan jari telunjuknya di depan bibir. Naoto hanya bisa menghela nafas pasrah.
Akhirnya Naoto dan Souji pun memilih diam dan Trucy melanjutkan kegiatan berpikirnya...
Satu jam kemudian...
"Aaah! Aku tau!!" teriak Trucy tiba-tiba, membuat Naoto yang lagi baca koran (yang dibawanya dari kantor)melempar korannya ke udara dan Souji yang ketiduran terlonjak bangun saking kagetnya.
"Ngg... ada apa nih?" tanya Souji yang masih setengah melek.
"Aku punya dua kemungkinan di mana Polly berada!!" teriaknya lagi, kesenengan sehingga nggak nyadar kalau dia teriak tepat di samping telinga Naoto. Naoto langsung budek.
"Oh, dan di mana letak tempat dari 'dua kemungkinan' ini, Trucy-san?" tanya Naoto tak kalah antusias, sepertinya mereka berdua sama semangatnya.
Di luar dugaan ternyata nih dua orang cocok juga, batin Souji sambil sweatdrop.
"Yang pertama, di People Park! Kita belom sempet meriksa ke dalem sana, kan?" kata Trucy. Souji dan Naoto ngangguk-ngangguk gaje.
"Terus, yang kedua?"
"Yang kedua, ya di rumahnya!!" kata Trucy bangga dengan tebakannya. Naoto mangap sekitar lima menitan.
"Eeeh... emang belom dicari ke rumahnya, nih?"
"Belom lah! Aku bahkan nggak berpikir sampe ke sana!" sahut Trucy sewot.
Kalo gue, tempat pertama yang gue datengin kalo nyari orang ya rumahnya dong. Heran, nih orang jalan pikirannya gimana, sih? Pikir Souji sarkastis. (dan swt)
Dan akhirnya mereka bertiga pun berangkat ke People Park dengan langkah gontai-nggak-tapi-semangat-juga-nggak-soalnya-yang-semangat-cuma-satu. (???)
Sesampainya di tujuan mereka pun mulai mencari orang yang bersangkutan (setelah ditunjukin potonya ama Trucy)di setiap sudut.
...anehnya mereka mencari Apollo di tempat-tempat yang sedikit tidak waras, seperti di balik semak-semak, di atas pohon, di bawah kursi taman, dan bahkan di dalam tong sampah. Trucy bahkan menggali tanah karena mengira Apollo sudah membuat sarang (?) seperti kelinci di sana.
Setelah satu jam mencari dan nggak ketemu-ketemu juga (iya dong nggak ketemu, nyarinya aja di tempat-tempat kayak begitu)mereka pun memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil mendiskusikan cara lain untuk mencari Justice yang tengah menghilang satu ini.
"Hmm... di mana ya kira-kira Justice-san bersembunyi," gumam Naoto sambil minum coca-cola zero sugar, katanya biar dia nggak tambah gemuk.
Emangnya lagi maen petak umpet, batin Souji swt untuk yang kesekian kalinya dalam fanfic gaje ini.
"Bagaimana kalau kita tanya kakak itu saja untuk mencari informasi? Siapa tau dia ada ngeliat Polly mondar-mandir di sini," kata Trucy sambil menunjuk seseorang berambut perak (eh atau abu-abu ya? Author lupa)yang keliatannya sangar tapi sedang merajut.
"Oh, boleh juga."
Dan mereka bertiga pun menghampiri preman yang tengah merajut tersebut. Mau tak mau tiga-tiganya sweatdrop ngeliat apa yang sedang dilakukan oleh pemuda bertampang sangar nan serem tersebut yang bener-bener nggak cocok sama appearance-nya.
"Umm, permisi, boleh kami bertanya satu hal?" tanya Naoto sopan kepada orang tersebut.
Orang itu mengangkat wajahnya dari rajutan bergambar Hello Kitty yang sedang dibuatnya. "Hm? Ya, ada apa?"
"Kami sedang mencari seseorang, ciri-cirinya... silahkan lihat sendiri fotonya," kata Souji sambil menyodorkan foto Apollo kepada orang tersebut. Dia langsung meneliti(?) foto itu dengan saksama.
"Orang ini... oh, aku ingat pernah melihatnya di sini kemarin sore!" katanya yakin.
"Tolong lebih detailnya, tuan... umm...?"
"Kanji. Kanji Tatsumi."
"Detailnya, Tatsumi-san."
"Kemarin pas aku lagi buat boneka Donal Bebek, dia lewat di depanku sambil... mainin hape? Kalo nggak salah sih begitu, sekitar jam tiga atau empat sore begituu," katanya dengan nada bicara yang terdengar agak sedikit kebencong-bencongan(?) sehingga membuat tiga orang di hadapannya sweatdrop untuk yang kesekian kalinya. "Tapi cuma sebentar sih, soalnya dia langsung pergi. Pulang ke rumah kayaknya."
Trucy dan Naoto saling berpandangan, kemudian tersenyum puas. "Berarti benar dia ada di rumahnya! Ayo kita ke sana!"
"Oh iya, terima kasih Tatsumi-san!" kata Naoto sebelum pergi dengan semangat bareng Trucy.
"Sama-sama."
Souji yang merasa dikacangin mencoba untuk bicara dengan majikan (?) nya itu.
"Naoto, apa nggak sebaiknya kita cari tau dulu lebih lan—"
Terlambat. Naoto dan Trucy udah ngacir duluan saking semangatnya.
YEI, CUGAK. OYE OYE. Souji stress.
Trucy tanpa basa-basi lagi langsung nyelonong masuk ke dalam rumah Apollo dan berteriak, "POLLYYYY~!!"
Drap drap drap. Brak gedubrak gabruk. Ada orang jatuh dari lantai dua.
"APAAN SIH LO, TRUCE?! GAK USAH PAKE TEREAK SEGALA KENAPA?!" kata orang yang jatuh itu sewot. Yup, yang jatuh itu Apollo tentu saja. Cords of Steel-nya keluar dah.
"KAMU SENDIRI JUGA TERIAK, POLLY! GIMANA, SIH!" bales Trucy nggak kalah sewot.
Naoto dan Souji hanya bisa swt abis-abisan di belakang panggung(?) melihat adegan aneh bin ajaib yang bisa bikin gendang telinga pecah itu. Untuk menyadarkan dua orang yang lagi teriak-teriak itu, Naoto berdeham keras. Keduanya menoleh.
"Anoo... Trucy-san, kamu nggak lupa kan maksud dan tujuan kita dateng kesini pake lari-lari dari People Park tadi?" tanya Naoto yang merasa dikacangin seperti Souji tadi.
Trucy pun sadar. "Oh iya. Polly! Ke mana aja kamu tiga hari ini, hah?! Kok nggak ada kabar sama sekali, sih?!"
Apollo berkedip dua kali. "Hah? Bukannya aku dah bilang sama bapakmu kalo aku mau istirahat seminggu?! Mr. Wright bahkan bilang, "Iya, ntar kusampein ke Trucy. Teneng aja lah," kayak gitu!"
Hening.
Hening.
Hening.
Hen— —author digampar readers—
"HAAAH?! TAPI KENAPA DADDY NGGAK NGASIH TAU AKU APA-APA?!" teriak Trucy histeris.
"Ya meneketehe! Tanya ama bapakmu yang selebor itu dong!" protes Apollo yang ilpil karena disangka orang hilang, bahkan sampe ada acara manggil detektip segala.
Naoto yang merasa urusannya udah selesai, tanpa basa-basi langsung pamit pulang.
"Trucy-san, Justice-san, kami pulang ya," kata Naoto yang kemudian menyeret Souji pulang ke kantor mereka, tidak perduli apakah dua orang yang masih bertengkar gaje itu nyadar apa nggak.
Dan mereka berdua pun (Souji dan Naoto) pulang dengan damai... (halah)
Naoto langsung merebahkan tubuhnya di sofa terdekat setelah mereka sampai di kantor. "Hhh, perasaan klien-klien kita aneh-aneh semua deh..."
Souji cuma bisa geleng-geleng kepala. Detektipnya aja aneh, ya mau nggak mau kliennya juga pasti aneh dong. Kalo nggak bukan panpik humor namanya.
"Oh iya, Souji?"
"Hng?"
"Pegel nih. Pijitin kakiku, dong. Pake balsem geliga ya."
Souji pun langsung jedukin pala ke tembok terdekat.
~TBC?~
Uwoooo, akhirnya panpik gajel ini keapdet juga! Maafkan saya yang pemalas ini, wahai readers! -digampar- Oh iya, kalo nggak tau... 'cugak' itu artinya sama dengan dikacangin, dicuekin, nggak dipeduliin/diladenin, atau yang biasa saya sebut dengan 'dak diagu'i'. (pada akhirnya balik ke bahasa daerah /tendanged)
Dann... sebenernya sih di game aslinya Trucy dkk nggak dipanggil pake embel-embel 'chan' ato 'san', tapi yah, menyesuaikan gituu. Tapi nggak banget deh kalo Phoenix mau dipanggil 'Wright-san' makanya saya tulis apa adanya aja deh, wakakaka /taboked
-Disclaimer-
Souji, Naoto, dan Kanji itu punya ATLUS.
Trucy, Apollo, Ema, dan (Phoenix) Wright dari Apollo Justice: Ace Attorney + Phoenix Wright: Ace Attorney itu punya Capcom. Kalo punya saya Apollo dah saya pasangin ama Pearl hohohoho -dicincang readers-
Hello Kitty itu punya... punya siapa ya? Lupa. Pokoknya bukan punya saya. -ngeles-
Donal Bebek itu punya Walt Disney.
Dan apakah anda punya ide kasus? Jangan ragu-ragu untuk menuliskannya di review! XD
