Haloooo minna-san! Saya kembali, lho! Hehee ... Ada yang kangen ga ya? *ditimpuk readers* apdet nih chapter 4!
Yosh! Daripada nunggu lama, langsung aja deh!
ENJOY! DON'T LIKE, DON'T READ! ^^
Pair : IchiHitsu
Warning : OOC, gaje, Yaoi, dll.
Disclaimer : Tite Kubo donk!
Chapter 4
"Ohayou, Toushiro!" Sapa Ichigo saat Toushiro baru saja masuk ke kelasnya.
"Ohayou." Sapa Toushiro singkat. Ia tidak sadar sedang berbicara dengan siapa sekarang. Toushiro pun blushing.
"Oi, Ichigo!" Teriak seseorang. Ichigo yang merasa nama nya dipanggil pun menoleh. Terlihat cowok berambut nanas merah sedang melambai-lambaikan tangannya.
"Renji? Kau sudah sembuh?" Tanya Ichigo. Renji memang sakit. Makanya ia jarang sekali author ceritakan.
"Iya dong! Eh, kau berteman dengannya?" Tanya Renji sambil berbisik dan melirik Toushiro.
"Eh… Yah.. begitulah.. Hehe, memangnya kenapa?" ucap Ichigo yang blushing sambil nyengir kuda.
"Tidak. Hanya saja-"
"Renji, kumohon jangan sakiti dia lagi," ucap Ichigo, wajahnya terlihat sangat sedih.
"Kenapa?" Tanya Renji.
"Kau akan tahu nanti," ucap Ichigo lalu melihat ke arah Toushiro yang sibuk dengan bukunya.
"Istirahat aku perlu bicara denganmu," lanjut Ichigo. Renji hanya mengangguk.
"Jadi mau bicara apa, Ichigo?" Tanya Renji. Sekarang mereka sedang ada di atap sekolah. Tempat mereka biasa curhat.
"Tapi, tolong rahasiakan ini, ya?"
"Hm.. Oke,"
"Maafkan aku Renji, tapi kumohon... Jangan sakiti Toushiro..." Ucap Ichigo.
"Memangnya kenapa?"
"Aku menyayanginya.. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri.. Aku akan melindunginya.. Siapapun yang membuatnya sakit hati atau menangis akan kubuat orang itu babak belur.. Sampai mati kalau bisa," ucap Ichigo agak menekan kata Siapapun. Renji kaget.
"Tunggu, Ichigo... Berarti siapapun itu termasuk aku? Sahabatmu sendiri?" Ucap Renji.
"Hm.. Yah, tertentu.. Kalau kau menyakitinya berarti kau harus kuberi pelajaran,"
"Haah.. Aku mengerti.." ucap Renji.
"Terimakasih,"
"Kau tahu? Sebenarnya aku tidak membenci Hitsugaya. Aku hanya ikut-ikutan yang lain saja,"
"Benarkah? Kalau begitu, kau mau berteman dengannya?"
"Ya! aku akan berteman dengannya," ucap Renji sambil tersenyum lebar.
"Kau mau berteman dengannya bukan karena takut aku hajar, 'kan?"
"Hah? Tentu saja tidak!"
"Thank you, Renji! Kau memang yang terbaik!" Ucap Ichigo tersenyum.
"Yaiyalah! Renji gitu loh!" Ucap Renji membanggakan diri. Ichigo sweat drop. Aku beruntung mempunyai sahabat sepertimu. Yah, walaupun kau agak bodoh, sih. Tapi, kau setia dalam masalah persahabatan ataupun pertemanan. Arigatou gozaimasu, Renji.
"Ah, Hitsugaya!" ucap Renji lalu mendekati Toushiro yang sedang jalan ke gerbang bersama Ichigo tentunya.
"Hm?" ucap Toushiro dingin. Hmm.. Abarai memanggilku? Kurasa, ia tak pernah memanggilku sebelumnya.
"Ah, aku mau minta maaf padamu.." ucap Renji.
"Minta maaf? Minta maaf soal apa?"
"Maaf, karena selama ini aku selalu menjauhimu dan selalu mengejekmu atau yang lainnya,"
"Tak apa," ucap Toushiro. Ia benar-benar kaget. Abarai minta maaf padaku? Kami-sama.. Aku merasa.. Tidak pernah ada yang mau minta maaf padaku.. Ini hal yang luar biasa untukku.. Biasanya juga 'kan aku yang meminta maaf duluan.
"Benar? Jadi, sekarang aku boleh 'kan berteman denganmu?"
"Tapi, Abarai… Kalau kau-"ucap Toushiro terpotong.
"Kalau apa?" Tanya Ichigo cepat.
"Kalau kau malah ikutan di ejek oleh teman,…bagaimana?" ucap Toushiro menundukkan kepalanya.
"Diejek teman? Itu bukan masalah! Yang penting, aku bisa berteman denganmu!" ucap Renji nyengir kuda.
"…," Toushiro diam. Masih kaget dengan apa yang baru saja dikatakan Renji. Sebegitukah dia ingin berteman denganku?
"Hitsugaya? Boleh ya?"
"Baiklah.."
"Arigato gozaimasu, Hitsugaya!" ucap Renji. Senyumannya makin lebar.
"Nah, sudah! Ayo kita pulang, Toushiro~" ucap Ichigo lalu merangkul Toushiro. Toushiro pun blushing, ia segera melepaskan rangkulan Ichigo.
"Lho? Kenapa dilepas, Toushiro?" Tanya Ichigo bingung.
"…,"
"Eh, Ichigo! Mana mungkin Hitsugaya mau dirangkul sama orang berambut jeruk seperti dirimu!" ucap Renji.
"Diam kau! Daripada kau, rambut model apa itu? Rambut nanas merah. Kurasa, kau perlu merubah model rambutmu!" balas Ichigo tak mau kalah.
"Grr! Model rambutku memang nanas merah! Daripada kau, tidak punya model! Hanya mirip dengan jeruk saja!"
"Haha, kau ini tidak tahu! Walaupun aku tidak punya model rambut, dan hanya mirip dengan jeruk.. Banyak yang antri!" bangga Ichigo.
"Oh? Benarkah? Aku fikir yang antri juga pasti cewek gila.. Mana ada cewek yang mau denganmu?"
"Enak saja! Sudah lumayan banyak tahu cewek yang aku tolak! Memangnya kau? Tidak punya penggemar! Walaupun punya juga pasti cewek itu katarak! Mana ada cewek yang mau dengan cowok bertato, berambut nanas merah dan jelek mirip babon sepertimu?"
"APA? BABON KATAMU?"
"STOP! Dasar bodoh! Kalau kalian mau berdebat, di tengah jalan saja!" ucap Toushiro marah. Jelas saja dia marah. Ichigo dan Renji berdebat di posisi dan tempat yang kurang tepat! Ichigo sebelah kanan Toushiro, dan Renji sebelah kiri Toushiro. Mereka juga berantem di depan gerbang sekolah! Mana suaranya gede, lagi! Siapa juga yang gak marah?
"OKE! AYO ICHIGO! KITA KE TENGAH JALAN SAJA DEBATNYA!" ucap Renji semangat dengan background rumahnya yang kebakar (?).
"KAU INI BODOH, YA? KAU MAU TERTABRAK TRUK ATAU YANG LAINNYA, HAH? MAKANYA, OTAK TUH SIMPAN DI KEPALA! JANGAN DI PERUTMU!" ucap Ichigo tak kalah semangat dengan background petir.
"Eh… Iya juga, sih.." ucap Renji lalu menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"BODOH! KAU MEMANG COCOK SEKALI DI PANGGIL BABOON BODOH!"
Toushiro makin marah. Suhu disana jadi turun drastis. Ichigo dan Renji tiba-tiba diam.
"SUDAH KUBILANG 'KAN, KALAU MAU BERDEBAT DI TENGAH JALAN SAJA! KALIAN INI BERISIK SEKALI! KALIAN INGIN MEMBUATKU TULI HANYA KARENA KALIAN BERDEBAT, HAH? DASAR BODOH!" Teriak Toushiro penuh emosi dengan background badai salju yang dahsyat nya naudzubilah. Suara teriakkan nya segede toa, sampai-sampai penjaga gerbang itu jadi tuli seketika.
"…," Ichigo dan Renji terdiam. Ya ampun… Terbalik kali, Toushiro/Hitsugaya… Mungkin kau yang akan membuat kami jadi tuli…
Toushiro yang masih emosi langsung pergi meninggalkan kedua orang yang tengah membeku.
"Toushiro! Tunggu akuuu~" teriak Ichigo lalu berlari mengejar sang kekasih.
"Hitsugaya, Ichigo! Tunggu aku!" teriak Renji berlari kearah Ichigo.
"Hosh..hosh… Kau..meninggalkanku…Ichigo..Hitsugaya…" ucap Renji yang baru saja sampai mengejar Ichigo dan Hitsugaya.
"Siapa juga yang meninggalkanmu? Wajar saja 'kan kalau babon lari nya lambat," ucap Ichigo santai.
"Diam kau!"
"Renji, bukannya rumahmu sudah terlewat?" Tanya Ichigo. Renji celingak-celinguk..
"Oh iya, udah kelewat! Hehe, yasudah, aku pulang ya! Jaa, Hitsugaya! Jaa, Ichigo!" ucap Renji melambai-lambaikan tangannya lalu berlari kea rah rumahnya.
"Bodoh," ucap Toushiro.
"Memang bodoh,"
"Kau juga bodoh,"
"Kan sudah ku kirim pesan kemarin, kalau aku bodoh karena kamu!" ucap Ichigo lalu memeluk Toushiro dari belakang. Toushiro hanya bisa blushing.
"Toushiro?" panggil Ichigo kepada sang kekasih.
"Hn?"
"Jangan begitu, dong. Aku ini 'kan kekasihmu," ucap Ichigo cemberut.
"…,"
"Yuki-hime,.. Jawab, dong! Jangan di diemin begitu,"
"Ah, maaf, Kurosaki. Aku sedang fokus ke PR fisika-ku," ucap Toushiro.
"Huh! Pelajarannya kan lusa, kerjakannya juga bisa besok,"
"…,"
Hening…
"Kurosaki.." panggil Toushiro.
"Ya, hime?"
"Um, kenapa tadi Abarai tiba-tiba meminta maaf padaku, dan ingin menjadi temanku?"
Ichigo diam, tidak menjawab pertanyaan Toushiro. Aku harus bilang apa? Apa aku harus bilang 'Renji meminta maaf padamu karena ia salah padamu, lalu Renji ingin berteman denganmu karena ingin lebih di ejek orang lain,' Tidak, jangan seperti itu. Apa ya?
"Kurosaki? Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?"
"Eh,… Itu, dia meminta maaf padamu karena ia mungkin merasakan bagaimana jadi dirimu. Lalu, ia ingin berteman denganmu karena ia mungkin memang ingin berteman denganmu," ucap Ichigo santai.
"Oh.."
"Yep,"
Toushiro melihat jam tangannya. Sudah jam 5 sore. Yah, sudah lumayan lama ia ada di rumah keluarga Kurosaki itu.
"Hm, Kurosaki.. Aku pulang dulu, ya? Sudah jam 5 sore," ucap Toushiro yang hendak berdiri.
"Eh… Hmm... Iya. Tapi, aku mau sesuatu sebelum kau pulang," ucap Ichigo menyeringai lebar.
Toushiro jadi ngeri sendiri.
"Kau mau apa?"Tanya Toushiro
"Aku mau kau mencium pipi-ku dulu sebelum pulang," ucap Ichigo
"…Mencium…pipi…mu?" ulang Toushiro.
"Ya! kalau kau tidak mau kau tak boleh pulang," ancam Ichigo dengan seringaian nya yang lebar.
"Um.. B-baiklah.."ucap Toushiro blushing.
Ichigo sangat senang. Bagaimana tidak? Cowok yang terkenal dingin,pendiam, dan gampang marah ini ternyata mau mencium pipi Ichigo!
Cup…
Ichigo merasakan sesuatu yang lembab menyentuh pipinya.
"Yasudah, aku pulang, ya!" ucap Toushiro lalu berlari keluar.
"Ah, ya. Arigato, Yuki-hime~!" ucap Ichigo yang kini sudah mulai melayang.
To be continued…
Ran-chan : Fuuh, setelah menunggu lama, akhirnya pulsa modem-ku diisi juga!
Ichigo : Oi, kemana aja lo? Lama amat ga apdet!
Ran-chan : Huhu, sibuk belajar sambil nungguin pulsa modem-ku! Pasti udah kangen berat yaa sama fictionku ?
Ichigo : Gimana ngga kangen coba, kalo disini gua pacarannya ama Toushiro my Yuki-hime!
Hitsugaya : ….Author! daripada ngebacot sama Kurosaki mendingan bales reviews aja!
Ran-chan : Ah ya! Hontou ni arigato, minna-san! Seneng banget akhirnya fictionku ada yang reviews juga!
Ichigo : Yak! Pertama dariii…. Kiruna Neophilina Phantomhive, PJ nya chapter ini aja ya? Huahaha~
Hitsugaya : Kedua, Diarza, Ya tuh, Kurosaki gombal. Padahal aku tak suka di gombalin!
Ran-chan : Yosh! CCloveRuki, Kyaa~ Terimakasih terimakasih! Saya apdet nih! xD
Renji (entah darimana nongolnya) : Nara, Terimakasih! Apdet! Nah, author! Kenapa aku baru dimunculkan sekarang, HAH!
Ran-chan :… Renji… jangan gitu dong! Aku kan baru kepikiran sekarang buat masukin kamu!
Renji : Hiks… Jahat kau author!
Ran-chan : Ah, ya, minna-san… Penname ku yang asalnya Ran-chan HitsugayaBleachLovers sudah diganti jadi Haruna Yumesaki.. Maaf ya kalau mendadak..
Hitsugaya : Akhir kata… READ AND REVIEWS, PLEASE?
