Kembali kepada saya di Chapter 4 ini,
Harus saya akui cerita ini amat gaje karena yang buat ga mikir dengan serius alur ceritanya, alias langsung ngetik apa yang kepikiran di benaknya,
Diharap review dari semua pembaca desu!
"Nah, ini Gereja, tempat orang-orang berdoa dan menyembah Tuhan Yang Maha Esa, pendeta tetap disini adalah Carter, dan dibelakang Gereja ini terdapat-..." sebelum Zack selesai menjelaskan tentang Gereja, Claire teriak duluan,
"ANJENK! ADA ANJING!"
"DASAR KAU MAKHLUK NON-ROHANI-AH!" teriak Zack,
"BENERAN ADA ANJING!" teriak Claire,
Lalu keluarlah seekor anjing kecil nan unyu dari balik semak-semak yang berada tepat di sebelah Gereja, lemes-lah Zack dan Jack melihatnya, anjing itu menggongong dengan imutnya sambil mendekat kearah segerombolan pemuda-pemudi itu alias Claire, Zack, dan Jack.
Lalu Jack langsung mengulurkan tangannya kearah anjing itu dengan maksud mau mengelus-elusnya, tapi naas, tangan Jack malah digigit dengan unyunya oleh anjing itu, Jack menatap anjing itu sesaat, lalu mengeluarkan teriakan mautnya, "GGRUUAAHHHHHHH!"
~Beberapa saat kemudian~
Jack terbaring lemas di sebuah ranjang putih tak empuk dengan bantalnya yang agak keras, Jack terbangun dan melihat tangan yang digigit anjing itu sudah terperban rapih dengan tulisan...
Jack! Gue tinggal lu ke farm tadi! Dan sekarang gue udah jadi 'the rightful owner of the farm'! HAHAHAHAH! Gue menang! Lol
Jack terdiam terpaku membeku membatu setelah membaca kata-kata itu, lalu ia langsung lari keluar dari tempat yang ia tidak ketahui itu alias Rumah Sakit dan langsung menuju ladang-"nya" tercinta.
Sesampainya disana, ia melihat tanah gersang dengan rumput hijau mengelilinginya, lingkungannya sudah seperti padang gurun di tengah taman, lalu dilihatnya-lah sebuah rumah bobrok nan megah terbuat dari kayu dengan sebuah mail box yang warnanya merah darah, lalu keluarlah Claire dari rumah itu,
"Eeeeeh, ada Jack," sahut Claire dengan nada mengejek,
"Kembaliin ladang gue!" teriak Jack,
"Enak aja! Ini ladang gue, oon! Bukannya udah gue kasih tau di perban lu itu?" kata Claire,
"POKOKNYA KEMBALIIN LADANG GUE!" teriak Jack,
"LADANG LO YANG MANA SIH?" balas Claire,
"YA INI LADANG GUE! SEKARANG LU ENYAH DARI SINI!" teriak Jack,
"LU YANG ENYAH DARI SINI!" teriak Claire,
"ADA APA SIH INI ENYAH-ENYAH-AN?" teriak seseorang yang muncul dari belakang tubuh Claire,
"DIEM LO MANUSIA CEBOL BERKUMIS!" teriak Jack tanpa mikir,
"HAH? BERANI-BERANINYA KAO BICARA BEGITU KE SAYA?" teriak orang itu,
"EMANG SIAPA LO?" tanya Jack,
"GUE MAYOR DISINI!" balas orang itu,
Jack melongo dan langsung menyesali perkataannya itu, Jack langsung dengan sigap meminta maaf,
"Oh... Maafkan perkataan kasar saya tadi, kata-kata itu tadi dipicu oleh perkataan menusuk dari manusia berambut blonde itu," kata Jack sambil melihat ke arah Claire,
Claire langsung marah dan melempar tasnya yang berisi peralatan bertani itu ke arah Jack,
"BRAK!" tas itu langsung mendarat dengan cepat dan singkat ke muka Jack, dan seketika itu juga, jatuhlah Jack dengan lemas dan menggosok-gosok mukanya itu,
"Rasain lo!" kata Claire sambil melipat kedua tangannya layaknya orang hebat,
"Oke, mari kita masuk lagi ke dalam," kata mayor kepada Claire,
"Ah, tentu!" balas Claire sambil menutup pintu meninggalkan Jack merenung dibawah pepohonan,
Jack melihat kearah kolam ikan yang ada di depan pohon itu, dan ia mulai memikirkan tentang nasibnya, dia ga ada duit lagi buat pulang, dia juga ga punya tempat tinggal disini, tambah lagi penduduk kota ini yang dia kenal cuma Zack.
Jack memutuskan untuk beristirahat sebentar di bawah pohon itu, sambil menikmati indahnya ladang yang menjadi incarannya sampai ia datang ke kota ini,
"Huh..." gumam Jack, lalu tiba-tiba datanglah seseorang menghampiri Jack, tak lain adalah Zack,
"Heh, napa lu disini?" tanya Zack,
"Gue cuma mau istirahat bentar kok, entar gue pergi, tenang aja," jawab Jack muram,
"Lho, bukan, maksud gue napa lu ga masuk ke rumah itu?" tanya Zack sambil menunjuk ke arah rumah kayu tempat Claire dan sang mayor berada,
"Kan rumahnya udah jadi punya Claire, masa gue seenaknya masuk kedalem?" balas Jack,
"Hah? Gimana sih? Kan ada tes dari si mayor biar bisa di pekerjakan jadi petani," kata Zack,
"Heh? Maksud lu?" tanya Jack bingung,
"Kan setiap calon petani di tes dulu ama si mayor, nah itu sekarang si Claire kan lagi di tes, lu cepetan ikut tes-nya sebelum di diskualifikasi," jawab Jack menjelaskan,
"BRAK!" pintu rumah itu langsung didobrak oleh Jack dan langsung saja ia memasuki rumah itu,
"NGAPAIN KAO KESINI HAH?" dari kejauhan Zack mendengar teriakan mayor,
"SAYA MAU AMBIL TES, PAK!" jawab Jack lantang,
"HAH? KAO CALON PETANI JUGA, KAO?" tanya sang mayor,
"IYA, PAK!" jawab Jack,
"KAO UDAH DINYATAKAN GAGAL DARI KAPAN-KAPAN!" teriak sang mayor,
"HAH? KENAPA BEGITU?" tanya Jack,
"DIAM SAJA KAO, MANUSIA BIRU GENDUT!" teriak mayor,
"EH! SIAPA YANG GENDUT DASAR CEBOL!" balas Jack,
"BERANI SEKALI YA KAO SAMA ORANG TUA!" teriak mayor,
"KAO JUGA BERANI SAMA ORANG MUDA!" teriak Jack,
"STOOOOOOOOOOOOOOOOOP!" teriak Claire menghentikan mereka berdua,
Suasana menjadi hening sejenak, lalu mereka berdua saling kata-mengatai lagi,
P.s. Semua teriak-teriakan itu terdengar oleh Zack yang Cuma bisa menikmatinya (?)
Zack akhirnya memutuskan untuk ambil bagian dalam pertengakaran antara orang muda dan orang tua itu, Zack masuk kedalam rumah itu dan...
"BERHENTI KALIAN SEMUA! ATAU SAYA BUNUH KALIAN!" teriak Zack ala preman,
Jack dan mayor langsung merinding ketakutan dan berkeringat dingin, Claire langsung tepuk tangan karena kagum atas sikap ke-preman-an si Zack.
~Beberapa saat kemudian~
Claire, Jack, Zack, Mayor, terduduk diam melingkari sebuah meja mini yang terbuat dari kayu di rumah kayu itu, lalu Zack memecahkan keheningan dengan berkata,
"Mari langsung saja mulai tes-nya, mayor,"
"Baiklah," jawab mayor,
Setelah berkata demikian, sang mayor langsung memberikan masing-masing 3 lembar kertas berisi pertanyaan-pertanyaan seputar hidup kepada Claire dan Jack, pertanyaannya yaitu sebagai berikut :
Nama lengkapmu?
Darimana asalmu?
Berapakah jumlah umurmu?
Untuk memulai hidup di bidang pertanian, peralatan yang dibutuhkan antara lain...
Status : Laku / Ga laku
Dan pokoknya semacam itu lah!
Claire dan Jack mengisi lembar "ulangan" itu dengan rileks, namun tiba-tiba mereka saling tatap menatap lalu terpikirlah di benak mereka, "Gue harus selesai duluan!"
Mayor dan Zack dikagetkan oleh kecepatan ngejawab + nulis yang super duper dari Jack dan Claire, gila tuh pulpen buat ngisi sampe berkobar-kobar dengan asap, untung aja ga kebakar tuh kertas.
~Beberapa detik kemudian~
"SELESAI!" sahut Jack, sedangkan Claire masih mengisi lembaran terakhir, mayor dengan segera mengecek jawaban Jack halaman demi halaman, dan...
"Tulisannya ga kebaca," kata mayor dengan sweatdrop,
"Hah? Yaudah sini gue bacain!" kata Jack,
"Oke..." kata mayor dengan jempol terangkat keatas dan mulut segitiga kebalik,
Jack lalu mulai membacakan jawabannya satu per satu, dan Claire dengan sabarnya menunggu Jack menyelesaikan jawabannya itu, lalu setelah Jack selesai membacakannya...
"Hn... Hn..." gumam mayor,
"Jadi gimana, pak?" tanya Jack,
"Hnng..." gumam mayor,
"JADI GIMANA, PAK?" tanya Jack sekali lagi dengan nada ditinggikan,
"HAH?" sang mayor berteriak kaget dan sepertinya ia baru bangun dari tidurnya,
"...Jadi bapak selama ini tidur selagi saya bersusah payah membacakan jawabanku ini?" tanya Jack,
"Ya... sepertinya begitu..." jawab mayor tenang,
"KENAPA ANDA TEGA SEKALI TERHADAP SAYA?" tanya Jack kesal,
"Yah, mau bagaimana lagi, orang nada ngebacamu udah kayak orang pidato aja," jawab mayor,
Jack langsung stress berat dan akhirnya membetulkan tulisannya yang ancur lebur kayak rumput itu,
"Pak, bagaimana dengan punya saya?" tanya Claire sambil menyerahkan lembar kerjanya, sang mayor langsung membacanya dengan teliti, lalu mengatakan,
"Kau lulus!"
Jack langsung menoleh ke belakang dan bertanya, "APA?"
"Dia lulus," jawab sang mayor,
"T-t-terus... Saya gimana?" tanya Jack,
"Udah lu betulin dulu itunya," jawab mayor sambil nunjuk-nunjuk lembar jawaban si Jack,
"Iya..." kata Jack sambil kembali membetulkan tulisan rumputnya itu.
~Beberapa saat kemudian~
"Selesai," kata Jack sambil menyerahkan lembar jawabannya ke mayor, mayor meneliti jawaban Jack dengan seksama dan langsung memberikan jempol kebalik kepada Jack,
"Kau lulus," kata sang mayor,
"Heh? Tapi kok jempolnya kebalik?" tanya Jack,
"Yaudah sih, suka-suka dong," jawab mayor,
"Tapi bukannya tadi Claire juga lulus? Jadi gimana dong?" tanya Jack,
"Lha kan, lahan disini kan ada 3, tapi pas banget cuma 2 yang butuh pekerja," jawab mayor menerangkan,
"Hah, terus ladangku mana?" tanya Jack,
"Hnnn... Kau akan bekerja di sebuah peternakan," jawab mayor,
"Lha, saya ga jadi petani dong?" tanya Jack,
"Iya, mau ga? Jadi peternak? Kalo ga mau ya udah, enyah dari sini," balas mayor,
"Iya deh mau," kata Jack setuju,
"Oh iya, entar banyak sapinya dong," tambah Jack,
"Iya, napa? Demen sama sapi ya?" tanya mayor,
"Yaa... Kan enak bisa meres-meres," jawab Jack dengan pikiran mesumnya,
"DUAK!" kepala Jack dipukul Claire,
Jack terbaring kesakitan di lantai sambil meraung-raung kesakitan, sang mayor dan Zack Cuma bisa cekikikan sendiri (?)
~Setelah Jack tenang~
"Oke, sekarang akan saya tunjukkan tempat peternakan yang akan menjadi tempatmu bekerja itu," kata mayor kepada Jack,
"Iya..." kata Jack sambil mengusap-usap kepalanya,
Akhirnya sang mayor-pun membawa Jack ke Yodel Ranch...
Dan... Chapter 4, end! XD
Thanks for reading!
Awas, jangan lupa reviewnya lho...
