Tittle : My Heart Voice

Author : JungYoungest

Cast : Oh sehun

Kim jongin

Genre : Romance, Comedy, aneh, hambar kurang garem /?

Rated : T

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

My third fanfic

Don't be plagiat othe?

Maaf jika ada kesamaan. Sebagian atau seluruhnya

Jung gak maksud plagiat kok /bow

.

.

.

.

.

Disetiap lagu yang dinyanyikan jongin selalu terselip kisah cintanya. Berharap sehun sadar akan itu. Tapi, pada kenyataannya.. itu tak semudah yang jongin bayangkan.

.

.

.

.

.

Sequel from before you sleep

.

.

.

.

.

Chapter 4 : Tell Me Your Wish

.

.

.

.

.

Sehun melemparkan tas sekolahnya kesembarang arah. Tubuhnya ia rebahkan diatas ranjangnya. Matanya menerawanglangit-langit kamarnya yang bersih tanpa noda.

Hah

Sehun menghela nafasnya. Hari ini berjalan sangat lamban dari hari biasanya. Ia sama sekali tak fokus dengan pelajaran serta penerangan dari songsaenimnya selama disekolah. Yang paling parah, ia hampir saja tertabrak mobil saat pulang sekikag tadi.

"Apa ini ada hubungannya dengan dia?" Gumam Sehun.

Sehun menggelengkan kepalanya. Tak setuju dengan pendapatnya sendiri.

"Mungkin saja aku sedang tidak konsen" Sehun mengoreksi ucapan sebelumnya.

Sehun mengubah posisinya menjadi duduk diranjangnya. Tangannya terulur untuk membuka laci nakasnya, berniat mengambil ponselnya yang tak sempat ia bawa kesekolah. Mungkin bermain-main sebentar dengan ponsel dapat sedikit menghiburnya.

Niat sehun mengambil Ponselnya sirna terbawa angin, saat matanya menemukan sebuah bingkai foto yang diletakkan terbalik. Tangan sehun lebih memilih mengambil bingkai foto itu ketimbang ponselnya. Kemudian, ia menutup laci nakasnya.

Sehun mengembalikkan bingkai itu lalu tersenyum.

Itu fotonya saat kelulusan Junior high school bersama Hyerin.

Dan ada Luhan juga disana.

Sehun meraba foto itu dengan ibu jarinya perlahan. Ibu jarinya berhenti tepat diwajah Luhan. Ia tersenyum miris memandangi foto Luhan yang nampak ikut berbahagia atas kelulusannya.

"Aku harus segera melupakanmu. Sebelum semuanya bertambah buruk"

Sehun bangkit dari ranjangnya. Ia berjongkok disebelah ranjangnya . Tangan kanannya ia masukkan ke kolong renjangnya lalu menarik keluar sebuah kotak berwarna merah yang lumayan besar.

Sehun membuka kotak itu perlahan lalu menaruh tutupnya diatas ranjangnya. Kini, tangan Sehun meraba-raba ranjangnya untuk menemukan bingkai foto yang ia letakkan diatas ranjangnya. Ia meraih bingkai foto itu lalu memandanginya sejenak.

"kau harus bergabung bersama yang lain. Jaga dirimu kenanganku" Sehun berucap pelan yang diakhiri sebuah senyuman.

Sehun meletakkan bingkai foto itu diatas tumpukan barang-barang lain didalam kotak. Ia berdiri tanpa menutup kotak merah itu terlebih dahulu. matanya memandangi setiap sudut kamarnya dan Jongin lalu pandangannya terhenti di Lemarinya.

"Sepertinya banyak bajuku yang akan menjadi kenangan" Sehun tersenyum penuh arti setelah mengucapkan itu.

Sehun berjalan menghampiri lemarinya. Ia membuka pintu lemarinya perlahan dan mulai mengamati baju-bajunya. Tangannya meraih beberapa baju lalu melemparkannya kelantai. Ia kembali menutup lemarinya setelah dirasa cukup.

Sehun menatapi sejenak beberapa bajunya yang tercecer dilantai. Ia memungutnya satu persatu, melipatnya dengan acak acakan lalu menaruhnya diatas ranjangnya. Setelah ini, Sehun harus membeli banyak baju baru agar lemarinya tak teralalu kosong.

"aku butuh kardus untuk semua baju ini" ucap sehun seraya menatap baju-bajunya yang tergeletak di ranjangnya.

Sehun berjalan keluar kamarnya lalu menuruni tiap anak tangga dirumahnya. Rencananya ia akan ke dapur untuk mencari kardus bekas karena Hyerin sering mengumpulkan kardus bekas di dapur. Langkahnya terhenti saat menemukan Jongin yang masih mengenakan seragamnya tengah duduk di sofa dengan beberapa makanan dan tv yang menyala.

"setidaknya ganti dulu seragammu sebelum menonton tv" cibir Sehun sambil terus berjalan kearah dapur.

"kau juga masih memakai seragammu" balas Jongin dengan nada mengejek.

Sehun menghentikan langkahnya lalu menatap Jongin sengit. "apa maksudmu?"

"lihat dirimu. Kau masih mengenakan seragam bukan?"

Sehun mendengus. Kenapa ia bisa lupa dengan hal sekecil ini? bahkan Sehun masih sempat-sempatnya menyeramahi Jongin disaat Sehun juga melakukan hal yang sama seperti yang Jongin Lakukan. Mau ditaruh dimana wajah Sehun hah?

"terserahlah" balas Sehun cuek untuk menyembunyikan rasa malunya. Ia kembali berjalan. kali ini lebih cepat dari sebelumnya.

Sehun mennyusuri setiap sudut dapur rumahnya. Matanya berbinar saat menemukan apa yang ia cari yang berada di sela kecil antara rak piring dan dinding. Ia menarik kardus berukuran sedang lalu berjalan meninggalkan dapur.

Sehun memalingkan wajahnya saat kembali melewati Jongin yang sedang menonton tv. Ia masih merasa malu denga kejadian beberapa saat lalu.

"kau mau pindah?" tanya Jongin

Sehun mengerutkan keningnya tanpa sadar ia menoleh kearah Jongin lalu menatapnya meminta penjelasan. "Pindah?"

"apa urusanmu dengan kardus yang berada ditanganmu?"

Sehun menatap kardus yang berada ditangannya lalu mengumamkan kata 'oh' dengan pelan. Ia menegrti maksud Jongin sekarang.

"hanya beres-beres"

"sekalian tempatku kau bereskan juga"

Sehun menatap horor Jongin. tangannya meraih vas bunga yang berada didekatnya lalu berpose seperti ingin melempar vas bunga itu.

"kulempar jika kau berbicara lagi" ancam Sehun.

"sungguh aku masih ingin hidup Oh Sehun"

"Bagus"

Sehun kembali meletakkan vas bunga itu ditempat semula lalu menaiki tangganya dan hilang di balik pintu kamarnya.

.

.

.

.

.

Jongin menatap horor pintu kamar Sehun dan dirinya. ada apa dengannya dan kardus bekas itu? apa maksud ucapannya tentang beres-beres? Setau Jongin, Sehun itu pemalas. kamarnya selalu rapih karena Sehun selalu menjaga kamarnya agar tetap rapih. Yang membersihkan kamar Sehun selama ini adalah Hyerin. Itu juga sebulan sekali.

Jongin mengedikkan bahunya, acuh. Matanya kembali menatap layar Tv yang sedang menampilkan acar musik favoritenya. Sesekali tangannya ia masukkan kedalam bungkus makanannanya, menarik makanannya keluar dari bungkus lalu memasukkannya kedalam mulutnya.

Sepuluh menit kemudian Terdengar bunyi pintu yang baru saja dibuka. Jongin mendongakkan kepalanya lalu menatap Sehun yang baru keluar dari kamarnya dengan dua tumpuk kardus yang berbeda warna. Sehun tampak kesusahan saat menuruni tangga.

"mau kau apakan dua kardus itu?" tanya Jongin saat ia sadar bahwa Sehun berjalan emnutu pintu rumah.

Sehun berhenti lalu memeringkan sedikit kepalanya yang terhalang dengan kardus. "ku taruh digudang"

"apa isinya?"

"kenanganku bersama Luhan hyung"

Tanpa Sehun sadari, Jongin tersenyum miring. Oh Sehun benar-benar berniat melupakan Luhan ternyata.

"tunggu sebentar" pinta Jongin yang disambut tatapan bingung dari Sehun.

Jongin membuka tasnya yang berada disampingnya lalu mengeluarkan sebuah Flashdisk yang baru saja Jongin beli. Walaupun pembungkusnya sudah Jongin buka terlebih dahulu. Ia menghampiri Sehun dengan menggenggam Flashdisk ditangan kanannya.

"Ini" Jongin menyerahkan flashdisk itu pada Sehun

Brak

Sehun melepaskan pegangannya pada kedua kardusnya untuk mengambil sebuah Flashdisk dari tangan Jongin. Sehun tak sadar jika Kedua kardusnya menimpa jari-jari kaki kanan Jongin terutama Jempol kaki Jongin. Jongin meringis pelan.

Sehun memandangi Flashdisk itu dengan lekat. "ini untuk apa?"

"bisakah kau menyingkirkan kardusmu terlebih dahulu?" pinta Jongin dengan wajah yang menahan rasa sakit.

"Ya tuhan! Jongin maafkan aku" jerit Sehun. Sehun segera mengangkat kedua kardusnya dari kaki Jongin lalu memindahkannya kesebelahnya.

"aku tidak sengaja sungguh" tambah Sehun dengan wajah yang nampak bersalah.

"sudahlah. Lebih baik kau pindahkan foto-fotomu dengan Luhan yang kau punya keflashdisk itu. agar tak benar-benar terhapus"

"baiklah" Sehun berucap dengan girang lalu segera berlari menuju kamarnya. semoga saja Sehun tak terjatuh saat menaiki tangga.

.

.

.

.

.

Jongin kembali fokus menonton acara musik favoritenya. Kakinya sengaja ia selonjorkan diatas sofa panjang milik keluarga Oh. Tak ada kata baik-baik saja dengan jari kaki kananya untuk saat ini. bahkan jempolnya bengkak karena insiden kecil itu.

Jongin kembali mendongakkan kepalanya saat kembali mendengar suara pintu yang sedang dibuka. Ia menatapi Sehun yang sedang berjalan dengan cepat kearahnya dengan memegang sebuah Flashdisk pemberiannya.

"aku sudah melakukannya" Lapor Sehun. "lalu apa yang harus kulakukan lagi?"

"taruh flashdisk itu didalam salah satu kardusmu"

Sehun berlari menuju kardusnya yang masih berada ditempat semula. Ia membuka kotak berwarna merahnya yang tak pantas sekali disebut kardus, memasukkan flashdisknya, dan kembali menutupnya.

"lalu?" tanya Sehun lagi.

"taruh digudang"

"terimakasih Jongin" Sehun tersenyum setelahnya hingga membuat Jongin diam mematung.

.

.

.

.

.

Sehun menuruni tangga dengan Ponsel yang berada digenggamannya. Ia memutar matanya saat mendapati Jongin yang lagi lagi tengah sibuk dengn Tv dan juga cemilannya. Apa Jongin tak punya pekerjaan lain hah? bahkan Sehun tak pernah melihat Jongin belajar setiap malamnya.

Sehun mendudukkan tubuhnya di sebelah Jongin. "aku lapar" keluh Sehun

"masih ada ramen" balas Jongin cuek

"aku tidak bisa memasak"

"tak usah makan jika tak bisa memasak"

"ayolah. Buatkan ramen untukku" rajuk Sehun tanpa sengaja berpose imut didepan Jongin.

Jongin menghela nafasnya. Ia tak kuat harus melihat tingkah Sehun yang menggemaskan. Lagipula ia juga lapar.

"baiklah. Tunggulah dimeja makan"

Sehun berteriak girang setelah bahkan sampai memeluk Jongin dengan eratnya seraya mengucapkan 'terimakasih' secara berulang-ulang. Jongin dibuat salah tingkah olehnya

.

.

.

.

.

Jongin membawa dua mangkuk ramen buatannya menuju meja makan. Langkahnya terhenti saat sebuah cahaya menyilaukan mata Jongin.

"hahaha. Kau lucu Jongin" ucap Sehun dari meja makan seraya memegangi perutnya yang sakit karena menertawakan Jongin. Ia meletakkan Ponselnya yang telah ia gunakan untuk memfoto jongin di meja makan.

Jongin menghela nafasnya lalu kembali berjalan menuju meja makan. Ia menaruh semangkuk ramen dihadapan Sehun lalu semangkuk lagi ia taruh dihadapannya yang menghadap Sehun. Ia tersenyum kecil mengamati ramen hasil tangannya sendiri.

Kilatan cahaya lagi-lagi timbul saat Sehun memfoto hasil ramen buatannya. Jongin bahkan menyipitkan matanya karena merasa silau.

"apa yang kau lakukan?" tanya Jongin

"memfotonya"

"untuk apa?"

"aku ingin membuat kenangan baru"

Deg!

Kenangan baru? Jangan bilang Sehun telah benar benar melupakan Luhan? Oh betapa senangnya hati Jongin saat ini.

"setelah ini kita berfoto ya"

Makan malam kali ini tak berjalan seperti biasanya. Tak ada keributan yang diciptakan oleh Jongin dan Sehun. hanya ada Sehun yang sibuk memfoto sana-sini dan Jongin yang sibuk menutupi kegembiraannya dnegan wajah datarnya.

.

.

.

.

.

Sehun menatapi Jam weaker yang berada dipangkuannya. Ini sudah memasuki waktu tidurnya tapi Jongin belum masuk kekamarnya. Apa Jongin lupa dengan kebiasaan Sehun? tak mungkin. Jongin bukanlah kakek-kakeh yang mudah lupa dengan sesuatu hal.

Klek

Sehun menatap pintu kamarnya yang baru saja dibuka dari luar. Jongin masuk dan berjalan kearahnya dengan sedikit—tertatih?

Sehun buru-buru menghampiri Jongin yang nampak tidak beres."kau kenapa?" tanya Sehun seraya megenggam lengan Jongin untuk membantunya berjalan

"ada apa dengan cara berjalanmu?" tanya Sehun lagi. Sehun menuntut Jongin untuk duduk diranjangnya.

"tidak apa" jawab Jongin seraya tersenyum.

Sehun menatap kaki Jongin. Ia mempertajam tatapannya pada jari Jongin yang terlihat bengkak.

"Oh jangan bilang karena kardus-kardusku tadi?" terka Sehun

Jongin hanya tersenyum.

"Tunggu disini. aku akan mengobatimu"

Sehun berlari keluar dari kamarnya. ia butuh air dingin dan handuk kecil untuk mengobati bengkak di jari Jongin

.

.

.

.

.

Sehun mengobati jari Jongin yang bengkak secara perlahan. Jeritan tertahan dari Jongin menjadi backsound kegiatannya kali ini.

"maafkan aku" ucap Sehun pelan.

"tidak masalah. Aku tau kau tak sengaja"

"apa ini sakit?" Sehun menekan jempol Kaki Jongin yang lebih parah dari jari yang lain. Jongin meringis setelahnya.

"Maafkan aku" lirih Sehun.

"berhentilah meminta maaf Sehun. aku sudah tidak apa-apa"

"benarkah?"

Jongin mengangguk.

"kalau begitu. Ayo nyanyikan sebuah lagu untukku. Aku ingin tidur" pinta Sehun seraya menarik tangan Jongin untuk pindah keranjangnya.

Jongin tersenyum lalu mengangguk. Ia membiarkan tangannya ditarik bahkan ia juga dituntun oleh Sehun untuk duduk dikursi yang biasa ia duduki saat menyanyikan lagu pengantar tidur untuk Sehun. Sedangkan Sehun telah rapih dengan selimut yang menutupinya hingga dadanya.

"kau mau kunyanyikan lagu apa?" tanya Jongin.

"terserahmu saja"

"tapi aku tidak memakai gitar oke?"

"baiklah"

Jongin berdehem sebentar lalu mulai menyakikan lagu yang sering ia dengan akhir-akhir ini.

geuraeyo nan neol saranghae eonjena mideo
Kkumdo yeoljeongdo da jugo sipeo

(memang aku mencintaimu, percayalah selamanya impian, hasrat, ingin kuberikan semua)
nan geudae sowoneul irwojugo sipeun(sipeun) haengunui yeosin

(aku ingin mewujudkan permintaanmu, dewi keberuntungan)
sowoneul malhaebwa! I'm Genie for you, boy!

(ucapkan permintaanmu!. Iam Genie for you boy!)
Sowoneul malhaebwa! I'm Genie for your wish.

(ucapkan permitaanmu! I'm Genie for you wish)
Sowoneul malhaebwa! I'm Genie for your dream.

(ucapkan permintaanmu! I'm Genie for your dream)
Naegeman malhaebwa! I'm Genie for your world

(ucapkan hanya padaku. I'm genie for your wolrd)

"Jongin?" panggil Sehun memotong Jongin yang sedang bernyanyi

"apa?"

"boleh aku meminta satu permintaan padamu?"

"apa?"

"bantulah aku melupakan Luhan hyung"

Jongin hanya tersenyum menanggapi permintaan Sehun. ia kembali menyanyi hingga bait terakhir.

Jongin menatap Sehun yang sudah pergi kealam mimpi. Ia mengeus surai Sehun perlahan lalu mencium pucuk hidungnya.

"Tanpa perlu kau minta aku akan melakukannya Oh Sehun"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continue

.

.

.

.

.

Maaf telat apdet u.u

Otak Jung tiba tiba buntu dan gak dapet lagu yang pas.

Dan jadilah chapter 4 ini agak kurang memuaskan.

Ini juga tanpa pengeditan yang panjang u.u

Maafkan jung /bow

Makasih buat yang review ~

Maaf gak bisa bales lagi :v

Terakhir ~

Peliss krituk jung jika terjadi kesalahan atau apapun itu.

Annyeong ^^