Chapter 4~


Malam hari di meja makan keluarga Oh, dan bingung melihat keadaan anaknya yang sedikit rada-rada. Sehun yang senyum-senyum sendiri dan memegangi bibirnya sambil ber-blushing ria dan seketika menggelengkan kepalanya sambil berucap tidak, dia lagi tidur Oh , Mrs. Oh yang sudah tidak tahan pun sedikit berteriak kepada anaknya yang berada disebrang meja makan.

" Yak! Oh Sehun, makan makananmu sekarang!" hanya menggelengkan kepalanya melihat kearah anak dan istrinya. Sehun yang mendapatkan teriakan dari sang ibu pun hanya menundukan kepalanya sambil mendengus pelan dan melanjutkan makannya tetapi terhenti kembali ketika seseorang masuk kedalam rumah keluarga Oh dengan membawa piring yang berisi makanan, orang itu adalah jongin.

" ah.. jeosonghamnidaeommonim mengganggu, ini dari eomma" kata jongin menyerahkan piring yang berisi makanan. " aigoo.. kenapa repot-repot sih jong? Kamu sudah makan belum, ayo makan bersama. Katanya kamu lagi demam benarkah jongin?" kata sambil meyuruh jongin ke kursi yang kosong.

" oh sudah mendingan ? Sehun? Helloo!"

Uh aku sebal dengan mu eomma! Aku melanjutkan acara makanku yang tertunda dengan malas-malasan. Tiba-tiba tlingaku langsung peka, ketika seseorang membuka pintu tanpa diketuk terlebih dahulu. Siapa tuh yang masuk rumah gak ketok pintu? Gak sopan banget sih.

Duh kenapa jadi kepikiran sama jongjong sih.

" ah.. jeosonghamnidaeommonim mengganggu, ini dari eomma." Sebuah suara yang aku kenal mengintrupsi kegiatanku. " aigoo.. kenapa repot-repot sih jong? Kamu sudah makan belum, ayo makan bersama. Katanya kamu lagi demam benarkah jongin?"

Tadinya aku ingin memarahi orang tersebut tapi akhirnya aku tidak jadi dan memutuskan untuk mengalihkan pandanganku dari layar ponsel kearah seseorang yang sedang mengobrol dengan eomma sambil membawa piring. Itu Jongin, bukanya tadi dia demam ya? Apa udah sembuh? Dia sadar gak ya sama kejadian yang tak disengaja itu? Itu bener-bener gak disengaja. tapi anehnya akal kotorku ingin meminta lebih.

Aku terus bergulat dengan pertanyaan yang hanya sekedar lewat dipikiranku dan secara tidak sadar aku tertuju pada sesuatu. Sesuatu yang membuatku beberapa jam yang lalu seperi orang gila. Bibir kai. Bibir yang tak sengaja bersentuhan dengan bibirku. Aku tidak bisa beralih pandang kearah lain, kebenda lain selain bibir kai. Sedikit lama aku memandangi bibirnya sambil mengingat kejadian beberapa jam yang lalu , membuatku ber-blushing ria-kembali-, hingga suara kai memberhentikan ku untuk memandangi bibirnya yang er.. sexy itu.

" oh sudah mendingan ? Sehun? Helloo!"

Kai yang tadinya hanya berdiri tiba-tiba mendekat dan berada tepat didepan muka dengan smirk yang hanya bisa ku lihat seorang. Aku mengerjapkan mataku, kaget sekaligus malu yang aku rasakan. Seperti maling yang tertangkap basah oleh pemilik rumah. Dengan mengumpulkan tenaga dan keberanian aku hanya bisa menghindar dari kai yang menatapku penuh tanda tanya. Dan jangan lupakan smirknya.

"KYAAAA!"

" Ya Oh Sehun mau kemana kau! Selesaikan makanmu! Dan JANGAN BERTERIAK!"

" EOMMA JUGA BERTERIAK!" balasku tak kalah menggelegar.

Keesokan harinya, sama dengan pagi-pagi sebelumnya tetapi kini sehun merasa jantungnya sedang tidak beres. Kejadian kemarin sore rupanya. Dia sudah siap untuk berangkat sekolah, dan tak lupa ia mengunci pintu rumahnya. Ketika berbalik sehun telah mendapati kai didepan halaman rumah sehun dengan motor kesanyangannya. Jantung sehun malah berdegup dengan gila. Aishh aku bisa-bisa kena serangan jantung begitu sehun membatin. Ia pun dengan cepat membuang muka untuk menghindari tatapan orang yang sedang ada dihadapannya.

" hun, ikut?" tawar kai

"kesambet apaan nih anak? Tumben ngajak berangkat bareng." Batin sehun

" tapi.. ak-"

" cepat naik"

Dengan pemaksan, sehun akhirnya pasrah dan membenarkan duduknya di jok motor kai. Jalanan kota Seoul memang selalu ramai, apalagi jika memasuki jam-jam seperti ini. Sepanjang perjalanan sehun terus-menerus menetralkan debaran jantungnya yang sudah kelewat batas. Tiba-tiba entah disengaja atau tidak, kai mengerem mendadak ditengah jalan.

" heh jong! Kamu tuh kalau mau modus jangan ke aku deh. Mendingan ke orang lain yang 'melon'nya jauh lebih lebihh dari pada aku."

" siapa juga yang mau modusin kamu. Ogah banget dah, kalo gak ngerem kita bakal ditilang oon."

" kita? Lo aja kali. Kok bisanya ditilang?" ucapan sehun benar-benar membuat kai speechless. Sabar kai belum diambang batas kalau sudah diambang batas bisa-bisa semua poster idol yang ditempel dikamar sehun ia akan mencorat-coret dengan spidol adiknya.

" hun, kita itu dilampu merah please liat keatas hun." Jawab kai sedikit membuat sehun malu. Pasalnya, sehun dengan pd selangit menuduh kai ingin memodusi dirinya, padahal berhenti karena lampu merah.

Perjalanan sehun menuju sekolah sangatah berat. Dia harus terus-menerus menetralkan detak jantungnya yang berdegup seperti kesetanan. Akhirnya sebentar lagi dia akan turun dari motor kai. Sehun yang tadinya sudah bersiap ingin turun dari motor kai " pakai ini." Ucap kai seraya melepas jaket yang sedari tadi membungkus tubuhnya. "buat apaan?" Tanya sehun dengan nada berbisik. Bukannya dijawab, kai malah berbalik dan memakaikan jaketnya dikepala sehun sehingga mukanya tertutup semua hanya tersisa kakinya yang menggantung dibawah. " kai, aku gak bisa nafas." Lirih sehun. dia ini bodoh atau bagaimana sih kai berbalik lagi menghadap tubuh sehun dan membuat sedikit celah untuk sehun bernafas. "sudah bisa bernafas?" Tanya kai lembut. sehun hanya mengangguk kaku. "kamjjong! Kau benar-benar membuatku hampir mimisan." Batin sehun berteriak. Kai dan sehun akhirnya melanjutkan perjalanan ke sekolah yang berada kurang lebih dua ratus meter dari tempat mereka tadi berhenti.

Setelah sampai didepan gerbang sekolah, motor kai terus melaju hingga ke area parkir. Sehun yang mukanya ditutupi oleh jaket kai, hanya bisa mendengar teriakan fans kai yang terdengar seperti orang cemburu. Apalagi sehun mengitip dari balik jaket kai dan terlihat sahabatnya itu seperti orang yang cemburu berat dan hampir ingin menangis. Sebenarnya sehun merasa bersalah kepada fans kai terutama Luhan, sahabatnya sendiri. Tapi apa boleh buat, jika kita mencintai seseorang bukankah harus berjuang?

" tapi kai, nanti bisa-bisa aku jadi bahan gosipan fans-fans kamu"

" tutupin aja terus pake ini." Jawab kai sambil menyerahkan jaketnya.

" tapi kai nan-"

"udah pake aja. Sana pergi kekelas" ucap kai seraya mengusir sehun.

" makasih kai udah ngaterin sampe sekolah."

Sehun pun berbalik memilih pergi kekelasnya, karena dia telah diusir oleh kai. Belum ada lima langkah, sehun sudah dibuat kaget dengan perkataan kai.

" bisakah kita lakukan lagi seperti kemarin sore?" ucap kai dengan ambigu. Sehun yang mengerti maksud kai langsung menegang dan tak tau harus membalas ucapan kai dengan bagaimana. Sehun selalu mempunyai cara andalan ketika sedang gugup atau semacamnya, yaitu lari dari orang tersebut atau kau akan ditanyain macam-macam oleh orang itu.

" eung .. kai .. aku tida- KYYAAA! BAEEKK! Save me please" Kai tertawa geli melihat bagaimana raut wajah sehun tadi, apalagi mukanya yang memerah itu. Setelah dirasa tertawanya sudah cukup, kai berdehem kecil sambil merapih kan kembali pakaiannya yang sedikit berantakan dia pun melihat sekeliling tempat parkir yang sepi.

" untung saja sepi."

Sehun yang masih menutupi mukanya dengan jaket kai merasakan merasa risi ketika dia melewati koridor sekolah yang lumayan panjang. Dia dipandangi dengan pandangan menusuk,rasa benci,dan lain-lain. Ugh pasti gara-gara kamjjong. Sehun akhirnya memilih kabur dari koridor itu dengan kecepatan tinggi. tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang yang berlari lumanyan kencang dan sengaja menabrak sehun, alhasil sehun pun jatuh dengan gaya yang tidak elit.

Bugh~

" arghh.." sehun sedikit meringis ketika orang itu dengan tidak elitnya menubruk sehun. Sebenarnya sehun ingin memarahi pelaku dengan kata-kata sepedas samblado karena sudah menabrak dirinya, tapi karena dia tau siapa pelaku jadi sehun tidak jadi memarahi dan dia tidak langsung membuka jaket kai. " sorry sorry aku buru-buru. Eh.. bukannya kamu yang tadi dibonceng sama Kai sunbaenim?" sehun benar-benar bingung kepada teman sebangkunya ini. "baek masa kamu gak ngenalin aku?" sehun pun memilih bangun dan meninggalkan baekhyun sendirian. " eh.. kamu belum jawab pertanyaan aku. Kamu kelas X-4? Kita sekelas dong." Dibalik jaket, sehun benar-benar ingin menjambak rambun si byun baek itu tapi dia harus melancarkan aktingnya terlebih dahulu. " huh.. kasian sehun, makin banyak banget saingannya." Sehun pasti benar-benar akan bertarung dengan pemikirannya lagi nanti malam. " baek.. ini aku."

" kamu siapa? Kamu belum kasih tau nama kamu siapa? Atau jangan-jangan kamu hatersnya sehun ya? Sampe segitunya"

" baek-baek goreeenggg!"

" hun? Jadi-"

" ya aku hatersnya diri aku sendiri."


Plak! Pluk!Bugh!

Baekhyun terus memukul tubuh sehun dengan tidak berprikemanusian, karena sehun sudah membuatnya hampir ketakutan. Tapi sehun hanya bisa diam, dia masih dihantui oleh omongan baekhyun tadi. Dan baekhyun yang melihat perubahan mimic wajah dari sehun akhirnya dia meghentikan pukulannya itu. " ada apa?" baekhyun benar-benar penasaran, tidak seperti biasanya sehun tidak membalas pukulannya. Bukan seorang Oh Sehun namanya jika dia tidak menyembunyikan sesuatu yang sangat membebani pikirannya. " tidak, aku hanya sedang berfikir."

" berfikir tentang apa?" oke ke-kepoan baekhyun mulai aktif. " aku hanya berfikir kenapa orang yang tadi menyebutku seorang haters dari Oh Sehun tidak meminta maaf." Jelas sehun panjang. " Ya! OH SEHUN!" "bukan itu kan hun,yang mengganggu pikiranmu?"

" kau saja yang salah kenapa harus memakai jaket Kai… tunggu kamu pakai jaket Kai sunbae dan kamu sudah membuat banyak wanita disekolah ini patah hati. Kau benar-benar OH. Tapi kenapa kau pakai jaket kai sunbae? Gak biasanya, kan kalau dianter juga ga sampe bikin semua orang broken heart." Ucap baekhyun panjang x lebar. " ceritanya panjang." Jawab sehun singkat

" Ya!" sehun tidak menggubris panggilan baekhyun. " YA! OH SEHUN!" sehun memilih menjauh dari jangkauan si byun baekhyun itu.


" kalian itu harus rajin memegang buku! BUKANNYA MEMEGANG BENDA PERSEGI PANJANG YANG MEMBUAT KALIAN BODOH SEPERTI HALNYA TEMANMU ITU! YA PARK JIMIN! BERIKAN PONSEL MU SEKARANG DAN KELUAR DARI KELASKU SEKARANG JUGA!"

Semua orang yang berada di ruangan itu benar-benar ketakuatan akan amukan guru yang berada didepan kelas. Tak terkecuali mereka semua juga menatap kepada seorang yang gurunya tadi sebutkan dengan tatapan ibanya. Mereka benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa. dan suruh siapa dia memaikan ponselnya saat jam pelajaran dimulai?

" kalian renungkan, saya akan adakan ulangan lagi untuk merubah nilai kalian semua…" sang guru memijat-mijat dahinya, Dia benar-benar pusing dengan tingkah laku muridnya ini. " … dan kalian jangan lagi-lagi melanggar peraturan seperti teman mu itu oke."

" NEE SAEMM" ucap mereka serempak.

" belajar yang benar, jika ulangan perbaikan nanti masih sama kalian akan tahu hukumannya."

Mereka hanya diam., tanda mengerti. Meskipun didalam hati sudah mensumpah serapahi orang yang sedang mengahadap papan tulis.


" baek.. maaf aku gak bisa pulang bareng kamu… aku pulang duluan ne?"

" yasudah.. bye sampai jumpa besok~" aku pun pergi meninggalkan sesorang yang sudah terlebih dahulu meninggalkan ku disini. Sendirian lagi . Hah..

Menyusuri koridor-koridor yang lumanyan sepi sendirian itu menimbulkan sensasi tersendiri apalagi jika melewati kamar mandi. Jalan terus.. jalan terus.. jalan terus sampai halte…. Perlahan-lahan akhirnya sampai juga.

Pulang sendirian tanpa ada teman tu benar-benar membosankan. Apalagi kalau bis datangnya lama. Aku benar-benar bosan sekarang. Hah apalagi yang harus aku lakukan untuk mengusir rasa bosan ini. Ya Tuhan!. Mengamati sepeda motor dan mobil yang berlalu lalang sampai akhirnya aku memfokuskan pandangan pada suatu ciptaan tuhan disebrang sana. Ugh.. kenapa dia tampan sekali?. Dan kini aku dapat merasakan apa itu déjà vu. Tetap memfokuskan kepada sosok itu sampai akhirnya sepenggal kenangan yang sudah lama terkubur kembali tergali. " Park… Chan…yeol?" lirihku. Seketika dia melihat kearah ku sepertinya dia membalas tatapanku dengan raut yang bingung. Apa dia sudah lupa padaku? Apa dia benar-benar melupakanku?. Dan tiba-tiba aku melihat orang lain yang berlari dan langsung menggandeng tangan. Bergelayutan manja. Cih manja sekali. Tapi lelaki itu masih setia menatapku. Raut wajahnya ssperti orang yang sedang déjà vu. Tidak menghiraukan perempuan yang sepertinya akan marah kepada lelaki tersebut. dan moment itu berakhir ketika mobil bis sudah ada dihadapan ku. Aku tidak langsung memasukinya karena itu bukan bukan bis tujuanku, bis tujuanku mungkin sebentar lagi akan datang.

Aku yang sudah tidak sabar untuk melihat pria yang disebrang benar-benar ingin membakar mobil yang ada di hadapannya. Setelah bis itu pergi aku benar-benar senang karena akan melihatnya lagi. Tapi, kesenanganu seketika menjadi kesedihan. Chanyeol sudah pergi bersama wanita tadi.

" Arghh Sialan! Argghh YA!" saat ini aku benar-benar kacau. " aish…" aku terpaksa memilih duduk kembali. Meskipun hanya sebentar tapi itu benar-benar sangat menyenangkan. Ugh.. mungkin sekarang aku akan terus memikirkan dia. Tiba-tiba ada motor sport datang percis didepan ku. Karna aku diantara terlalu peka atau bagaimana, aku sangat mengenali motor sport tersebut. bukankah itu motor kai sunbae? Orang yang menggunakan motor sport tadi mulai turun dari motornya dan melepaskan helm yang ada di kepalanya. Wow! Kau benar baek itu kai sunbae! Tapi kenapa kai sunbae gak langsung pulang aja ya? Dia berjalan tanpa melihat kearahku dan mulai menghampiri seorang perempuan yang sedang berdiri dekat tiang halte. Siapa lagi tuh? Mirip luhan wajah perempuan itu tidak terlalu terlihat karena tertutup oleh tuuh kai. Mereka ngomongin apa sih? Kepo setelah menunggu cukup lama akhirnya kedua manusia itu berjalan menghampiri motor kai sunbae. Tapi aku sempatkan untuk melihat wajah perempuan tadi. Dan tebakan ku benar lagi. Dia Luhan, sahabat sehun. Tapi apa yang dilakukan oleh luhan disini? Tumben sekali gak pulang bareng sama sehun. Dan tadi sehun bilang kalau luhan udah pulang duluan dan ini apa? Aku benar-benar merasa kasihan kepada sehun.

" Luhan!" luhan akhirnya menengok dengan wajah watadosnya. Aku benar-benar muak dengan wajah itu. " oh, temen sebangkunya sehun ya? Umm be…" " byun baekhyun imnida. Ummm luhan kok kamu gak pulang sama sehun sih? Kasian loh dia pulang sendirian." Aku harap dia peka Ucapku sedikit menyindir . " oh baekhyun teman sebangkunya sehun ya? Sehun, dia udah pulang duluan. Bukannya nungguin aku malah dia pulang duluan nyebelin kan. Kamu juga sendiri." Bukannya kamu kan yang ninggalin dia. Duh sehun kenapa kamu punya sahabat yang merek beginian sih? " ya udah baek aku pulang duluan ya?" ucap luhan sambil menghampiri kai. " kai sunbae? Kamu pulang sama kai sunbae lu?" " hnn aku pulang baek.." motor kai sunbae pun langsung melaju kencang hingga mereka tak terlihat lagi oleh pandanganku. " kasih tau sehun gak yah? Tapi kalau kasih tau takut dia patah hati…" ".. tau ah gelap mendingan pulang." Pas banget bis udah didepan muka.

Disini, di kamar sehun. Sehun sedang uring-uringan di kamarnya. Bolak-balik kanan –kiri seperti setrikaan dan sesekali melihat ke arah luar jendela lebih tepatnya kea rah sebuah kamar. Kamar yang ditempati oleh pria yang disukainya. Kenapa sehun uring-uringan? Jawabannya adalah karena pria yang menempati kamar sebrang rumahnya itu belum pulang dari sekolah. Padahal hari ini bukan jadwal dia latiha basket dan juga les, tapi kenapa orang itu belum pulang juga. Pemikiran sehun sudah terbang jauh kemana-mana termasuk ke hal negatife dan ketika sehun sedang berpemikiran negatife , baekhyun mengirim pesan lewat social media Facebook.


-Byun Baek send massage-

" hunaahhh! ."

" tumben banget tuh si baekhyun kirim pesan" "hn..-_" -send-

" aku punya dua kabar.. kamu mau yang mana dulu : kabar baik atau kabar buruk."

" baik dulu dah…"

" tadi aku ketemu dengan jodoh ku~^^

" kamu ngomong apaa sih baebaek.. -_- "

" serius! aku ketemu sama jodoh aku.."

" emangnya siapa?"

" PARK CHANYEOL!"

" sekolah dimana?"

" kurang tau sih… :( "

" katanya jodoh.. udah ah.. aku mau bertapa."

" ya tapi kan… heh aku belum kasih tau kabar buruknya!"

" wi-fi di rumah belum bayar jadi error, kuota limit buat nonton dramanya ma bae siwon choi, pulsaku limit asal kamu tau! Kasih tau besok aja aku bakal berangkat pagi. Tapi aku gak janji. Kan lebih seru ngomong secara langsung dari pada chat. Oke bye baekbaek goring :D :v"

" SIWON MULUU! Masih mending Joong Ki oppa dari pada Siwon mu itu! Aku berani taruhan kalau besok kamu bakal kesiangan!"

" memang dia sedang taruhan dengan siapa sih? Tapi mudah-mudahan gak kesiangan dah." Sebenarnya sehun sudah ingin keluar dari aplikasi social media yang sering dia mainkan tapi dia urungkan niat awalnya ketika ada satu pesan masuk, bukan dari baekhyun lagi tapi kali ini dari sahabatnya luhan. Yang tadi pulang duluan tanpa menunggu dirinya.

" Hun-ah.."

" wae?"

" kamu pulang jam berapa tadi dan sama siapa?" " tumben banget nanyain." Lirih sehun dan membalas pesan tadi yang dikirim oleh luhan kepadanya.

" sendirian.."

" maaf.. :( " " tumben banget minta maaf biasanya gak.."

" gwenchana.. besok pulang bareng?"

" ya… tapi besok jadwal aku piket jadi tungguin ya.."

" ya aku tau kok.."

Lima menit tidak ada balasan dari luhan sehun pun melihat kembali chat dia dan luhan. " hanya di read…" sehun sudah biasa jika dia sedang melakukan chat dan sudah tidak ada bahasan lagi dan pasti dialah yang terkena korban maksudnya pesan dia hanya diread, tapa ada niatan untuk membalas kembali.

" Hun-ah! Cepat mandi sudah hampir gelap!" seru seseorang yang membuat sehun harus rela menahan kantuknya.

" Ne eomma!" pekiknya sebagai jawaban.

Motor sport mendadak berhenti didepan pintu gerbang yang tidak terlalu tinggi dan juga tidak pendek dan kita bisa melihat suasana rumah tersebut. rumah yang tidak terlalu besar seperti mansion. Rumah itu minimalis dan berlantai dua, mempunyai halaman depan yang lumayan luas ditambah banyak bunga hias dan tanaman obat-obatan membuat rumah tersebut sangat lah indah. Motor sport tadi yang berhenti didepan pintu gerbang sekarang sudah memasuki garasi tempat biasa motor itu tersimpan.

Pria itu –kai- langsung masuk kerumahnya dan langsung menuju lantai dua dimana disana terdapat kamar dirinya. Dia melakukan rutinitas setelah pulang sekolah yaitu, mandi, membongkar tas sekolahnya dan meletakan bukunya ke tempat semula,bermain game di smatphonenya dan juga tidur. Tapi biasanya ibunya akan menyuruhnya menghantarkan makanan atau apa kerumah sebelah. Sekarang dia akan pergi kerumah tetangganya untuk mengantarkan sebuah kertas yang dititipkan oleh seseorang untuk dikasih kepada sehun. Memakai pakaian rumah santai terlalu santai malah dan itu tidak mengurangi kadar ketampanannya tapi dia semakin tampan.

Tanpa harus melewati gerbang utama dia berjalan melewati gerbang samping. Gerbang yang pendek dan ditumbuhi tanaman liar yang membelit kesana kemari membuat pintu itu terlihat indah dari arah kejauhan. Karena terlihat indah tidak ada seorangpun yang mau membersihkannya.

Kai mengetuk pintu keluarga Oh. Meskipun begini juga dia masih punya sopan santun dan tanpa ia mengetuk pintu juga dia bisa masuk, karena dia sudah dikenal dekat oleh tetengganya itu.

KNOCK KNOCK

" YA TUNGGU SEBENTAR…"

Ceklek

" ..sia- oh kai ayo masuk ada apa kemari?"

" sehun.. sehun ada eommonim?"

" dia dikamarnya. Langsung ke atas saja ne.."

" ne eommonim.."

Kai melangkahkan kakinya menuju lantai dua bangunan itu. Dan menemukan kamar dengan hiasan pintu foto Polaroid yang menempel. Disitu juga terdapat foto dirinya dan pemilik kamar ketika masih kecil yang sedang bermain dihalaman depan. Kai mendekatkan tubuhnya kepintu kamar tersbut. kai tidak berniat mengetuk pintu kamar tersebut tapi dia hanya sedang menguping karena suara nyanyian sang emilik akamr terdengar sampai luar. Dia terus mguping. " dia sedang menyanyi apa sih? Berisik sekali."

BANG!BANG!BANG!

DA KKOMJJAK MARA DA KOMMJJAK MA

SRET

ONEUL BAM KKEUTJANG BOJA

CKLEK

BANG!BANG!BANG!BA-"

BRAK

" YA! BERISIK OH SEHUN! YA KAU! KAU!-glup- Ke-kenapa kamu gak pakai baju? Pakai bajumu sekarang! " Kai berhenti berteriak ketika melihat sehun telanjang bulat tanpa mengenakan appapun, apalagi posisi sehun seperti sedang mengarahkan tembakan kesembarang arah. Kai tetap lelaki normal dan sekarang sehun harus memakai baju atau tidak dia akan menjadi makan malam bagi kai. Kai berusaha sekuat tenaga agar tidak teransang.

"eh?" sehun masih belum sadar sepenuhnya, belum sadar apa yang kai katakan.

" lihatlah kaca." Suruh kai, tapi kai masih memandangi sehun dengan keringat dingin yang melihat refleksi tubuhnya sendiri dicermin full body yang ada dikamarnya dan baru mengerti maksud kai.

" YA KAMJJONG! TUTUP MATAMU DAN KELUAR DARI KAMARKU SEKARANG ATAU KU BUNUH KAU!"

Sehun mendorong kai dengan sekuat tenaga dan tubuhnya masih telanjang bulat, sepertinya dia lupa memakai handuknya dulu.

SRET

" SU..DAH KUBILANG TU..TUP MATAMU KAMJJONG!"

BRAK!

" apakah aku melihat hal yang tidak boleh dilihat?"


Hola~~ ketemu lagi sama ff abal-abal ini. Gak tau kenapa tambah gaje ya?

Apa kemarin tanggal 27 ada yang nonton EXO gak? maap banget ini gak fast update dan mungkin dichap ini kurang nge-feel atau emang ff ini gak ada feelnya?#pundung

Aku lagi banyak banget tugas, ulangan ngantri dibelakang dan juga lagi sering latihan buat acara class meeting nanti jadi jarang disentuh, biasalah resiko udah kelas akhir. Aku pengen ngasih tau aja kenapa si sehun ngefans banget sama siwon, karena aku juga ngefans sama siwon dan jadilah. karena sebenernya ff ini sedikit dari real-life ku.

Mudah-mudahan masih ada yang minat sama ff bosen sama ini ff yaahhh Yo makasih banget yang udah mau baca ini ff, makasih juga udah nge-review nge-follow dan fav maap gak bales reviewnya mungkin lain kali aku bales…

Call me Iza or za don't thor~~