Fate Knows Our Name
Chapter 4
Disclaimer : Semua karakter disini milik Tuhan YME, diri mereka sendiri dan orang tuanya. Author hanya meminjam nama mereka demi menulis ide yang sudah lama tersimpan di khayalan Author.
Rate: M
Genre: Romance &Supernatural
Warning: BL, Yaoi, Mpreg, Typos, OOC, alur kecepatan.
Pairings: Yunjae, Changkyu, Yoosu and many more. Pairings akan bertambah seiring perkembangan cerita.
DON'T LIKE DON'T READ
Sebenarnya Kyuhyun tidak menyukai ide tentang Changmin yang akan menemaninya di apartement. Kyuhyun sudah memiliki firasat buruk akan hal itu. Namun Kyuhyun tak menolaknya karena itu adalah permintaan Hyungnya. Begitu datang namja jangkung itu sudah menginnvansi isi kulkasnya.
"Ya Tuhan ini enak sekali" Guman Changmin sambil mengambil makanan di kulkas. Melahapnya rakus tanpa menghangatkannya terlebih dahulu.
"Ini semua Jaejoong Hyung yang memasaknya?"
"Ne" Jawab Kyuhyun malas.
"Hmnn nanti kalau main ke tempat Yunho Hyung aku akan memintanya memasak makanan ini lagi"
"Awas saja kalau kau berani merepotkannya"
Changmin hanya nyengir tanpa dosa saat mendengar ancaman Kyuhyun. Berpura-pura tidak melihat kekesalan dari namja berpipi chubby itu.
Dan Kyuhyun benar-benar tak dapat menahan kemarahannya kali ini. Niat baik Kyuhyun dengan berbagi tempat tidur berbuah petaka. Petaka besar menurut Kyuhyun adalah ketika dengan seenaknya Changmin menerjang dirinya, mengunci pergerakan tubuhnya dan dengan slow motionnya mengecup bibirnya.
Kyuhyun meludahi Changmin karena terlalu marah. Bukanya menghindar, Changmin malah menerima perlakuan Kyuhyun. Mengusap ludah di pipinya dan tersenyum manis ke arah namja berpipi chuby itu. Suatu hal yang membuat Kyuhyun mendadak merinding. Padahal Yuhno yang dia tahu bukan manusia saja tidak sampai membuatnya seperti itu.
"Apa kau kurang waras tiang listrik?"
"Ne, aku memang kurang waras sebelum bertemu denganmu. Tapi kini aku mendadak merasa begitu waras karena ada dirimu di sini. Aku memiliki kebencian khusus kepada makhluk berjenis manusia tapi aku sangat menyukaimu. Rasa suka yang berbeda tidak seperti rasa sukaku pada Yunho Hyung. Ada seseorang yang mengatakan padaku bahwa jatuh cinta akan membuatmu lebih waras. Kurasa apa yang dikatakannya ada benarnya. Hey My Kyu, mulai sekarang kau adalah namjacinguku. Kita akan menikah di masa depan nanti"
Mata bulat Kyuhyun makin melebar mendengar ocehan namja jangkung di depannya.
"My Kyu Kyu" kata Changmin sambil mengusap-usapkan hidungnya pada hidung milik Kyuhyun. Tidak menghiraukan hidung Kyuhyun yang kembang kempis menahan amarah. Ingin rasanya Kyuhyun Menghajar namja didepannya ini. Namun insting nya berteriak memperingatkan padanya bahwa namja di depannya ini sangat berbahaya. Tidak jauh berbahaya dari Yunho. Walaupun Kyuhyun tahu Changmin adalah manusia sama seperti dirinya, ada sesuatu di dalam diri Changmin yang mambuatnya tidak akan berpikir dua kali untuk menyakiti seseorang. Seseorang yang membuatnya merinding berarti orang itu sangat berbahaya. Kyuhyun tidak pernah salah menafsirkan arti dari bakat alaminya itu.
.
.
Shinki Academy School adalah sekolah bergengsi setingkat universitas. Semua murid yang terdaftar disana adalah murid pilihan. Sekolah itu menjanjikan semua yang diimpikan oleh semua pelajar. Sistem pendidikan terbaik, staff pengajar terbaik di semua bidang yang dipilih, fasilitas terbaik dan yang pasti setiap lulusannya akan mendapat jaminan diterima di perusahaan terbaik baik di dalam maupun luar negeri. Menjadi murid Shinki Academy School adalah jaminan sukses di masa depan.
Shinki Academy school berdiri di tanah seluas 1,5 hektar. Memiliki beberapa gedung besar sebagai tempat mengajar dan sebagai asrama murid. Dengan berbagai falilitas lapangan olah raga, perpustakaan, lab, dan taman dengan patung beberapa orang pendiri Academy itu di halaman depan Gedung Utama.
Kyuhyun berdiri di depan patung itu dan menyadari bahwa salah satu wajah dari kelima patung itu mencuri perhatiaanya. Wajah yang begitu serupa dengan kakak iparnya.
"Bukankah dia begitu pintar memanfaatkan usia panjang yang dimilikinya?" Kata Kyuhyun kepada Changmin yang berdiri di sebelahnya. Bukannya terkejut karena Kyuhyun mengetahui rahasia Yunho, Changming malah tersenyum bangga, ne namja yang disukainya itu sangat tahu bagaimana membuat dirinya semakin tertarik.
"Kau tahu tentang Yunho Hyung?"
"Hanya sebatas bukan manusia. Selebihnya tidak tahu"
"Dan kau merelakannya Hyung mu menjadi istrinya?"
"Kita berdua tahu bahwa Yunho Hyung terlalu mencintainya untuk menyakitinya."
" Tidak ada alasan untuk khawatir. Yunho Hyung memiliki cara unik untuk mencukupi kebutuhannya. Itulah sebabnya pemerintah tidak pernah mengusiknya walaupun mereka tahu tentang keberadaan Yunho Hyung."
"Cara Unik?"
"Ne, darah para penjahat hukuman mati adalah favoritnya"
Kyuhyun tak bertanya lagi mengenai hal itu. Kyuhyun sudah tahu apa maksud perkataan Changmin. Bahwa Yunho selama ini hidup dengan darah para penjahat, bahkan pemerintahpun dengan sukarela akan menyerahkan terpidana hukuman mati mereka menjadi santapan Yunho. Atau mereka akan menyerahkan beberapa daftar penjahat yang sangat sulit tertangkap kemudian Yunho akan mengurus mereka. Jadi itulah misteri beberapa kematian penjahat besar baik di dalam maupun diluar negeri. Dan alasan utama berkurangnya angka kejahatan belasan tahun terakhir ini.
Suara mobil mencuri perhatian keduanya. Sebuah audi putih berhenti tak jauh dari mereka. Yunholah yang keluar pertama kali dari kursi kemudi. Yunho berjalan ke pintu mobil di seberangnya,membuka pintunya perlahan. Dengan kehati-hatian Jaejoong keluar dan berjalan mendekati Kyuhyun. Yoochun sudah memberinya obat penahan rasa sakit memudahkannya untuk bebas berjalan tanpa rasa nyeri walau sesaat.
"Kyunie.."
Seperti biasa Kyuhyun akan menjumpai senyum hangat yang sarat akan kasih sayang setiap hyungnya memanggil namanya.
"Apakah tidurmu nyenyak? Sudah sarapan?" Pertanyaan khas hyungnya setiap kali dirinya akan pergi ke sekolah. Pertanyaan rutinitas yang tak pernah bosan terdengar olehnya.
"Apa semua keperluanmu sudah lengkap?"
"Ne, Hyung. Kyunie sudah sarapan. Dan semua keperluan Kyunie sudah siap. Apa kaki hyung..."
"Sudah membaik. Lihat Hyung sudah bisa berjalan."
Kyuhyun tahu bahwa kaki Hyungnya itu masih sangat sakit. Tapi Kyuhyun tahu Hyungnya terkadang sangat keras kepala. Apapun yang terjadi Hyungnya itu tidak pernah melewatkan untuk mengantarnya di hari pertama sekolah sejak dirinya Elementay School. Berusaha keras menggantikan sosok Umma mereka agar Kyuhyun tidak merasa kurang lengkap di hari pertama sekolah seperti anak-anak lainnya.
Bunyi lonceng besar yang berasal dari menara gedung Shinki terdengar. Kyuhyun yang mengetahui arti bunyi itupun segera berpamitan.
"Kyunie pergi dulu ne. Upacara penyambutan murid baru akan segera dimulai. Hari minggu nanti Kyunie akan mengunjungi Hyung"
"Ne, jangan terlalu lama bermain psp dan lupa makan ne. Jaga kesehatan, Araso?" ingat Jaejoong pada Saengnya yang maniak psp itu.
"Ne"
Kyuhyun memberi hormat kepada Yunho dan meminta pertolongan untuk menjaga Jaejoong melalui bahasa matanya. Memberi senyuman dan anggukan semangat kepada Hyungnya. Melirik sekilas penuh arti kepada Changmin sebelum akhirnya berlari ke arah Hall Utama Shinki Academy.
Jaejoong memandang kepergian Kyuhyun sampai tak terlihat. Setelah itu dirinya kembali berjalan pelan ke arah Yunho yang menunggunya di samping mobil.
Yunho tak mengatakan apapun, hanya membuka pintu mobil untuk istrinya itu. Mengerti maksud suaminya, Jaejoong masuk ke dalam mobil dan membiarkan Yunho memasangkan safe belt. Yunho menutup pintu perlahan. Dan berjalan ke arah Changmin. Berbicara cepat dengan asisten pribadinya itu. Setelah itu masuk ke dalam mobil. Menghidupkan dan mengendarainya menuju kediaman Yunho dan istrinya. Big East Residence.
.
.
Big East Residence adalah Sebuah apartement dengan fasilitas bintang lima yang berdiri di kawasan elit Seoul. Sebuah gedung Apartement setinggi 25 lantai. Dengan sepuluh unit apartement mewah setiap lantainya. Jung Yunho tinggal di Lantai 25 dimana seluruh ruangan disana telah di renovasi secara khusus untuknya. Seluruh area di lantai 25 adalah kediaman Jung Yunho dan istrinya.
Sudah 4 hari lamanya, Jaejoong tinggal di kediaman yang sama dengan suaminya. Kediaman yang terlalu besar baginya. Yunho telah mengajaknya berkeliling di hari pertama dirinya datang. Suatu kejadian yang membuat wajah Jaejoong merona setiap mengingatnya .Yunho menggendongnya ala bride style karena kakinya yang masih belum kuat untuk berjalan lama. Terdapat 4 kamar untuk para pekerja yang bekerja di kediaman mereka. Satu kamar Utama dan dua kamar tamu. Sebuah dapur basah dan kering. Dua meja makan. Ruang keluarga dan Ruang tamu yang luas. Perpustakaan, mini bar, dua ruang kerja milik Yunho. Kolam renang dan taman bunga di balkon mereka yang mengambil 1/5 dari luas lantai 25 Big East Residence.
Yunho sudah memperkenalkan semua pekerja yang membantu merawat rumah mereka. Eunhyuk, Ryewook, Amber dan Sunny. Keempatnya begitu senang dengan kedatangan Jaejoong dan tentu saja begitu taat dengan perintah Yunho. 4 hari sudah Jaejoong tidak diperbolehkan melakukan kegiatan apapun.
Yunho memintanya untuk banyak beristirahat dan tidak banyak berjalan dulu agar luka di kakinya cepat sembuh atau menambah luka lainnya akibat kecerobohannya. Jaejoong masih ingat apa yang dikatakan Yunho saat itu.
"Aku memohon padamu untuk bersabar sebentar. Bila luka dikakimu sudah sembuh kau ku ijinkan untuk melakukan apapun sesukamu. Aku tahu berdiam diri bukan tipemu dan membuat goresan baru di kulitmu adalah hobymu"
"Yunho ssi..."
"Aku menyukai semua itu. Dan aku tak akan memaksamu untuk berubah. Segala kekuranganmu itu adalah kelebihanmu dimataku. Aku mencintaimu secara utuh "
"Kau mencintaiku?"
"Ne tentu saja"
"Sejak kapan? Kita baru saja bertemu dan.."
"Aku telah jatuh cinta padamu sejak pertama kali kita bertemu"
Dan Yunho tidak berbohong dengan apa yang dikatakannya. Bahwa sejak dirinya menemukan sosok yang kini telah sepenuhnya menggenggam hati dan jiwanya di sungai Han saat itu, Yunho telah jatuh cinta secara mutlak pada sosok yang telah resmi menjadi istrinya.
Pengakuan Yunho hari itu mengenai perasaannya, semakin membuat jantung Jaejoong berdebar aneh setiap kali melihat wajah suaminya. Jaejoong akan segera menunduk bila bertemu pandang dengan suaminya. Wajahnya akan merona parah. Tanpa disadarinya bahwa tingkahnya itu selalu diperhatikan oleh suaminya yang memandangnya dengan lembut.
.
.
Yunho memang tak memiliki perusahaan. Dirinya lebih memilih menanam saham di beberapa perusahaan vital baik di Jepang dan Korea. Hanya akan datang pada saat rapat direksi. Namun belakangan ini Kim Corp, salah satu perusahaan tempat Yunho menanam modal sedang mengalami kemunduran yang mengarah ke arah kebangkrutan. Kim Young Joo yang selama ini memimpin perusahaan telah lama absen dan terbaring di rumah sakit karena penyakit jantung. Sedangkan Kang Daesung, tangan kanan yang dipercayai mengurus perusahaan telah kabur setelah mengacaukan keuangan dan menggelapkan dana berjalan yang merupakan hutang Bank berbunga besar. Yunho sangat menghormati seorang Kim Young Joo sehingga dirinya terjun secara langsung membantu perusahaan itu. Setelah satu bulan berada di bawah pimpinan Yunho, Perusahaan itu telah beransur pulih.
Setelah tiga hari menemani Jaejoong dikediaman mereka. Yunho menyempatkan diri untuk datang ke Kim Corp. memeriksa beberapa document dan menanyakan beberapa hal kepada Changmin yang selama ini membantunya memimpin Kim Corp. Kemudian menjelang sore Yunho pergi ke Seoul Hospital. Ada kabar bahwa Kim Yong Joo telah sadar dari koma.
Kabar itu memang benar, karena saat Yunho tiba disana Young Joo sudah duduk di bed kamar rawatnya bersama Donghae, namja yang selama ini setia menjaganya. Kim Young nampak segar saat menyambutnya.
"Yunho ssi, senang kau datang menjengukku"
"Dan aku senang kau dapat kembali Young Joo ssi"
"Gamsahamida selama ini telah menjaga perusahaanku. Entah apa yang akan terjadi pada para karyawanku bila kau tak membantu kami"
"Bukan hal besar yang harus kau risaukan Young Joo ssi. Aku sangat senang membantumu"
"Ada hal yang membuatku memiliki semangat untuk hidup. Aku baru ingat bahwa aku memiliki seorang putra."
Yunho sudah lama mengenal Young Joo sejak pertama kali namja itu membangun perusahaannya dari angka nol ketika dirinya dikeluarkan dari kuliahnya karena kenakalannya yang diluar batas saat itu dan dianggap merugikan universitas tempatnya belajar. Young Joo yang dikenalnya memang terkesan nakal dan kasar namun bisa sangat lembut. Jenius namun begitu ceroboh. Tak dapat dihitung berapa kali dirinya jatuh dalam sehari. Young Joo tidak pernah menikah sejak kekasihnya meninggal selang beberapa hari setelah dirinya dikeluarkan dari kampus. Jadi Yunho sedikit heran saat Young Joo menyebutkan bahwa dirinya memiliki seorang putra.
"Putra?"
"Ne, aku memang tak pernah tertarik pada namja atau Yeoja sejak Sooyoung meninggal. Namun malam itu seorang yeoja berhasil merayuku dan aku menidurinya. Hanya sekali itu dan aku merasa sangat bersalah kepada Sooyoung dan berjanji untuk tidak mengulanginya. Aku tidak pernah berhubungan dengan yeoja itu lagi. Sampai di suatu hari saat tanpa sengaja aku menanyakan kabar yeoja itu pada pemilik club tempat biasa aku pergi. Yeoja itu sudah meninggal dan katanya dia memiliki dua putra. Aku tahu dia bukan Yeoja baik-baik namun tetap saja aku penasaran ingin tahu mengenai dua putra Yeoja itu dengan harapan bahwa salah satu dari mereka adalah putraku. Sebelum aku mendapat serangan jantung yang membuatku koma aku menyuruh Donghae untuk menyelidiki mereka. Kim Jaejoong dan Kim Kyuhyun adalah nama putra Kim Yoona, Yeoja yang aku tiduri malam itu. Ada kekuatan besar yang mendorongku untuk membuka mata ketika Donghae menyebutkan nama yang telah terbukti adalah putraku. Satu-satunya. Kim Jaejoong adalah putraku Yunho ssi"
.
.
Yunho mengira istrinya itu sudah tertidur saat dirinya pulang sangat larut. Namun dirinya mendapati istrinya itu sedang duduk di ranjang kamar mereka.
"Kenapa belum tidur?"tanya Yunho sambil duduk di samping Jaejoong.
"Menungguku?" goda Yunho yang langsung ditanggapi anggukan oleh Jaejoong.
"Yunho ssi, ada hal yang ingin aku tanyakan"
"Waeyo?"
"Hal ini telah aku pikirkan seharian ini. Kumohon jangan terlalu baik padaku. Aku takut terbiasa dengan semua ini dan suatu saat kau meninggalkanku aku tak dapat berdiri tegak seperti sebelumnya. Yunho ssi aku…"
"Siapa yang akan meninggalkanmu? Aku akan selalu disisimu. Kita sudah menikah dan aku mencintaimu jadi jangan takut. Ini bukan mimpi dan aku akan selalu disampingmu setiap kali kau terbangun dari tidurmu."
"Ini terlalu indah untukku. Aku tidak pernah memimpikan kehidupan pernikahanku akan seindah ini. Gumawo Yunho ssi"
"Akulah yang pantas berterima kasih disini"
Yunho meraih wajah Jaejoong, mengusap kedua pipi istrinya dengan ibu jari tanganya. Sebelum akhirnya mengecup lembut bibir tebal semerah buah cerry itu. Keduanya berpandangan sejenak, kemudian dengan bibir bergetar dan keberanian yang sudah ditatanya, Jaejoong mengatakan hal yang membuat Yunho terkejut saat mendengarnya.
"Yunho ssi, aku sudah siap melayanimu sebagai seorang istri sepenuhnya"
Yunho menahan sekuat tenaga hasratnya untuk menerjang istrinya detik itu juga. Berusaha menjaga akal sehatnya. Bahwa kaki istrinya belum sembuh benar.
"Tapi kakimu…"
"Sudah membaik. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dirimu telah menjadi suami terbaik yang tak pernah aku impikan. Dan aku ingin mencintaimu sebagai seorang istri sepenuhnya."
"Aku tak akan dapat berhenti bila sudah memulainya. Aku terlalu takut akan menyakitimu"
"Gwenchanayo, aku percaya padamu"
Dan Yunho tak dapat menahan diri lagi setelah itu. Diraihnya lagi wajah istrinya dalam kecupan lembut yang kemudian berubah menjadi lumatan-lumatan panas. Yunho mendorong tubuh Jaejoong perlahan membuatnya tertidur di bed King Size mereka yang berwarna merah marun. Tangan Yunho membuka piyama Jaejoong dengan bibir yang tak lepas dari kegiatannya mengecupi bibir Jaejoong, leher dan tengkuknya.
Yunho tak dapat berpaling dari tubuh tanpa busana istrinya yang kini terpampang jelas didepannya. Keindahan tubuh yang tidak berubah sejak terakhir dilihatnya 78 tahun yang lalu. Keindahannya tubuh yang sangat dirindukannya dan menjadi objek yang diimpikanya sejak perpisahan mereka. Kini tubuh ini begitu nyata di depannya. Perlahan Yunho mengusap seluruh bagian tubuh Jaejoong dan tentu saja membuat pemiliknya merasa geli tapi juga panas.
Yunho sudah melepas seluruh baju yang dikenakanya. Tubuh keduanya sama-sama polos sekarang. Wajah Jaejoong kembali merona saat melihat pahatan tubuh suaminya yang begitu manly dan berisi. Yunho hanya tersenyum tipis melihat tingkah istrinya. Yunho kembali meraih wajah Jaejoong dan membawanya ke dalam ciuman panas lainnya. Yunho melepas ciuman mereka untuk memberi kesempatan Jaejoong bernafas. Yunho menciumi seluruh bagian tubuhnya Jaejoong. Dari bibir hingga telapak kaki Jaejoong yang terluka.
Jaejoong sempat menahan nafas saat Yunho mengecup kepala Juniornya kemudian melahapnya ke dalam mulut, menghisap kuat miliknya. Dan Jaejoong tak dapat menahan jeritanya saat telunjuk Yunho mengusap pelan dengan gerakan memutar hole pink miliknya. Lalu menyusupkan satu jari ke dalamnya.
"Akh..Yun.."
Yunho tidak menghentikan aksinya menghisap junior Istrinya dan mengusap pelan bagian dalam hole pink milik istrinya mencari sweetspot miliknya. Yunho sudah menambah dijid jari nya. Menggerakknya dengan lembut mempersiapkan istrinya untuk dimasuki olehnya.
"Akh..Yun…aku…"
Tidak tahan dengan kenikmatan yang diciptakan oleh sentuhan suaminya, Jaejoong akhirnya klimaks untuk pertama kalinya. Yunho menelan setengah cairan putih kental dari junior milik istrinya. Memuntahkannya beberapa untuk melumuri junior miliknya yang sudah sangat keras. Yunho merangkak ke atas, meraih wajah Jaejoong yang masih terengah akibat klimaks, membawanya dalam ciuman dengan tangan kirinya kembali membelai hole milik Jaejoong.
Setelah dirasa siap, Yunho memasukkan junior milik miliknya ke dalam tubuh Jaejoong. Pertama hanya kepalanya saja yang masuk. Yunho memandang wajah Jaejoong memastikan istrinya itu tetap tenang dan percaya padanya. Kemudian Yunho memasukkan sisanya menanamkan miliknya yang besar dan panjang itu secara penuh. Jaejoong menjerit kesakitan namun Yunho berhasil menenangkanya dengan ciuman-ciuman lembut.
Yunho tak langsung bergerak. Memberikan Jaejoong terbiasa dengan miliknya di dalam tubuhnya. Dan ketika Jaejoong mengizinkanya dengan anggukan pelan, Yunho mulai menggerakan miliknya dengan perlahan tapi dalam. Menyentuh Sweetspot milik Jaejoong dengan tepat dan telak. Membuat Jaejoong tak berhenti menyebut nama suaminya. Yunho semakin semangat mempercepat gerakanya. Yunho hampir kehilangan akal sehatnya karena kenikmatan tubuh paling intim istrinya yang tidak pernah berubah sejak 78 tahun yang lalu.
"Oh Boo, aku…"
Yunho tak dapat menahan untuk klimaks, menembakan dengan keras dan deras spermanya ke dalam tubuh Jaejoong. Sensasi nikmat Hujaman terakhir Yunho dan sesuatu asing yang memasuki tubuhnya membuat Jaejoong kembali klimaks untuk kedua kalinya.
"Yunie…!"
Jaejoong berusaha mengatur nafasnya yang terengah parah saat menyadari bahwa Junior milik suaminya sudah kembali keras di dalam tubuhnya.
"Mian, tapi satu ronde sepertinya tidak cukup untukku"
Jaejoong tak menjawab, wajahnya hanya merona merah dan membiarkan suaminya memutar tubuhnya. Mengecupi tengkuk dan pundaknya dengan Junior suaminya yang menghujam lembut dari belakang. Sepertinya Yunho tidak akan pernah puas karena dirinya sudah menunggu terlalu lama untuk ini. Untuk menyatukan tubuh keduanya kembali dalam hubungan intim yang dilandasi oleh ikatan suci.
TBC
Anyeong, Gumawo buat yang bersabar menunggu update an chapte 4 ini. Terima kasih benget buat yang review dan kasih semangat. Yang fav dan follow cerita ini. Walaupun Author tidak membalasnya namun semua review nya Author baca dan sangat senang dengan respon para cingu semua.^^
Berbeda dengan 2 fic sebelumnya dimana Author sudah memiliki gambaran klimaks, fic ini Author benar-benar tidak punya bayangan. Tapi mungkin ini malah akan menarik jadi readers dan Author sama-sama gak tahu ma apa yang akan terjadi pada Yunjae di fic ini # Dasar Author Ngaco.
Semoga cingu menyukai adegan malam pertama nya. Author memang payah dalam nulis yang begituan soalnya jadi mian bila mengecewakan.
Tetep Ditunggu Review dan sarannya
Gamsahamida
Yeye Kyunie^^
